Little Brother and Boyfriend Season 2

Chapter : 3

Rated : T

Genre : Family and Romance

Type : Multi-chapter! BL!

Disclaimer : This story is mine! Selebihnya bukan. Ada beberapa adegan yang kuambil dari manga 37,5' Tears karya Shiina Chika

Character : Hong Jisoo, Choi Seungcheol, Little! Mingyu

Note : Alur dan tata bahasa masih jelek. Awas, typos!

.

.

.

START

.

.

.

Petang ini Choi Seungcheol sangat terpukau dengan hasil jerih payah kekasih manisnya yang sudah siap tersaji di atas meja dapur.

Hong Jisoo, namjachingu Seungcheol telah menyiapkan menu makan malam spesial untuknya dan Mingyu.

Ah, senangnya...

Manis, cantik, penuh perhatian, penuh kasih sayang, pintar ngemong adik, pintar masak.

Duh, pokoknya tipe-tipe istri-able banget, deh.

"Seungcheol-hyung dimanaaa...?"

Teriakan Mingyu yang berasal dari salah satu bagian rumah Jisoo tersebut rupanya langsung membuyarkan fantasi Seungcheol di alam sana.

Agar kejadian panci panas itu tak terulang kembali, maka Choi Seungcheol pun langsung menghangatkan kuah masakan Jisoo dengan suhu yang tepat supaya kuah supnya cepat panas.

Dan sembari menunggu sejenak, Seungcheol langsung menyiapkan nasi juga mangkok yang digunakan untuk mewadahi masakan yang ia tata untuk makan malam.

Tak butuh waktu 5 menit, bau sedap pun sudah tercium. Seungcheol yang sudah tahu segalanya langsung menyiapkan masakan tersebut untuk di sajikan.

"Seungcheol-hyuungg... kita mau makan apa?"

Tanya Mingyu ceria di sebelah namjachingu Jisoo yang masih sibuk meletakkan gelas air dan mangkok sup di meja makan.

"Sup pangsit tuna, Mingyu...,"

Jawabnya wajar sambil agak tersenyum membayangkan Jisoo yang kelak menjadi istri.

Sedangkan Hong Mingyu yang kebingungan di kursi meja makan keluarganya hanya memiringkan kepalanya lalu berucap,

"Hyung kenapa senyam-senyum begitu?"

Ah, kalau pertanyaan yang ini apa harus Seungcheol jawab juga terang-terangan?

Lebih baik jangan, ya.

Takut-takut jawaban itu akan membuat Hong Mingyu sensi.

Mungkin cukup satu jawaban simple tapi netral saja.

Seperti...

"Hyung senang bisa makan bersama di rumah,"

.

.

.

Sebenarnya jawaban Seungcheol tadi juga merupakan jawaban jujur dari sekian jawaban yang lain.

Hanya saja jawaban utamanya adalah Hong Jisoo sendiri.

Lagipula penyebab tingkah Seungcheol yang senyam-senyum saat itu adalah ketika ia teringat Jisoo yang menjelaskan kenapa ia memasak sup pangsit tuna untuk mereka tadi siang.

.

.

.

FLASH BACK TIME

"Sup itu comfort food yang jadi andalan kalau kita sedang sakit atau tidak enak badan, Cheol,"

Paparan Jisoo yang ia katakan selagi memisahkan pangsit tuna, sayuran rebus, dan kuahnya tersebut pun hanya dibalas dengan deheman Seungcheol.

"Selain itu sup juga bisa dibuat oleh orang yang tidak bisa masak, kok"

Kalau penjelasan barusan, Choi Seungcheol tahu kenapa Jisoo mengatakan informasi tersebut. Kan hari ini namjachingu Jisoo harus menyiapkan makan malam untuk Seugcheol sendiri dan Mingyu.

"Yah, hitung-hitung bisa jadi latihan sebelum berumah tangga nan AH!"

"!"

Jisoo yang mendadak gugup karena keterusan hanya bisa langsung menutup mulutnya dan berharap agar Seungcheol tidak mendengar kalimat terakhir tadi.

"Kenapa, Soo?"

Tanyanya singkat sebelum Jisoo membalasnya dengan senyum hambar.

"Uhm, bukan apa-apa, kok.. Cuma...,"

"Cuma...?"

'KETERUSAN'

1 kata yang hendak Jisoo ucapkan namun tertunda.

Detak jantungnya yang mulai berpacu pun dengan tega melancarkan aksi pemberontakan seluruh niatan Jisoo.

Terlebih lagi ketika Seungcheol menggenggam jemari Jisoo dan...

"Cumhmmppphh...,"

.

.

.

"Hyyunnggg...!"

"Hyunggggg...!"

"SEUNGCHEOL-HYUNGGGG!"

Lengkingan suara Mingyu yang nyaring tersebut langsung membuat namjachingu Jisoo terjun kembali ke alam sadarnya.

"Duh duh duh...,"

Tepukan pada kedua pipi Seungcheol yang ia lakukan mau tidak mau harus cepat-cepat menyadarkannya secara total!

Dirinya tak mau melanjutkan kilas balik liarnya.

Dan itu harus!

Ingatlah pesan kekasihnya tadi siang!

Choi Seungcheol harus benar-benar menjaga Hong Mingyu dengan baik sebelum Hong Jisoo pulang!

"Seungcheol-hyung enggak apa-apa?"

Nada imut yang kelewat wajar tersebut malah membuat Seungcheol terkejut lagi secara tiba-tiba.

Akan tetapi bukan keterkejutan yang sampai membuatnya berteriak, namun cenderung ke melongo.

Ya, Choi Seungcheol melongo sejenak karena ekspresi Hong Mingyu yang mendadak imut sekali.

"Euh...,"

"S.. Seungcheol-hyung enggak apa-apa?"

Hong Mingyu yang bergerak cepat tanpa Seungcheol sadari rupanya malah membuat namjachingu Jisoo memerah malu.

Pasalnya mata yang agak berkaca-kaca dan poutan bibir ranum Mingyu yang menggemaskan itu...

Hanya terpaut jarak sejauh satu desi dari wajah Choi Seungcheol

.

.

.

SKIP THE TIME!

.

.

.

Kediaman keluarga Hong pada pukul sepuluh kurang seperempat malam kini telah sunyi.

Seungcheol yang beberapa menit lalu telah meninabobokan Mingyu pun akhirnya agak bisa bernafas lega. Sungguh tak disangka bahwa merawat bocah yang bukan tipe anteng seperti Mingyu itu bisa ia setarakan seperti melakukan praktikum lapangan berjam-jam.

Hanya saja objek yang dihadapi Seungcheol di pelabuhan tempat ia melakukan praktikum adalah gelombang laut dan kecepatan angin. Sedangkan objek yang kali ini ia hadapi adalah seorang namja cilik berumur 5 tahun yang berstatus sebagai namdongsaeng Jisoo.

"Ya Tuhan... Lelahnya...,"

Sofa tak berdosa di ruang tamu begitu kasihan karena tubuh Seungcheol yang sengaja ia tumbangkan sangat memberinya tekanan yang cukup besar.

Satu hirupan kemudian disusul dengan satu hembusan panjang dari organ pernafasannya.

Choi Seungcheol lelah lahir batin karena energinya tergunakan maksimal untuk mengemong Mingyu seharian.

Jujur saja, ia sangat takjub dengan Jisoo yang sudah lima tahun telah hidup dan mengurus namdongsaengnya itu selama ini.

DRRRT

Getaran lembut di atas meja tamu sejenak membuat Sungcheol yang tertelungkup meraih-raih smartphonenya.

DRRRT

"Ya... Ya... tunggu sebentar!"

.

.

.

From : Jisoo-yah

Is it too late to say sorry?

*sad emoji*

#

Reply to : Jisoo-yah

Cause I'm missing more than just your body~

*sad emoji*

Kenapa, Soo?

#

From : Jisoo-yah

Proses aerasi ke-4 baru selesai pukul 22.27, Sayang. Maaf kalau aku pulang terlambat.

From : Jisoo-yah

Tidurlah di kamar tamu kalau sudah mengantuk.

Kunci saja pintu depan. Aku membawa duplikatnya.

*Hug and Kiss*

#

Reply to : Jisoo-yah

It's okay, Jisoo-yah...

Hati-hati di perjalanan nanti!

Carilah teman juga saat pulang!

*Hug and Kiss*

.

.

.

Menit demi menit pun tetap berjalan seperti biasa.

Pukul setengah sebelas malam lebih sedikit telah berlalu, namun Jisoo belum juga memberi kabar lagi.

Serepot itukah bidang yang Jisoo tekuni?

Seungcheol menghela nafas panjang kembali untuk kesekian kali.

Tangannya yang berhenti sebentar saat ia menata kertas-kertas dalam map bening, akhirnya kembali bergerak meski dengan nilai kecepatan yang menurun.

Sesekali ia mengecek unduhan jurnal penelitian teranyar untuk tugas makalahnya.

"H..hyungg...,"

Choi Seungcheol hanya menoleh pelan ke arah pintu kamar tamu meski sebelumnya ia sempat terkejut.

"Mingyu mimpi buruk...,"

Jelas namdongsaeng Jisoo ketika ia melangkah mendekati Seungcheol ke arah tempat tidur.

"Mimpi buruk seperti apa, Min.. Eh!"

"Hnngggghh..,"

Suara Mingyu rupanya agak tertahan karena Seungcheol lebih dulu disergapnya.

"Mingyu...,"

"Mingyu mau tidur dengan Seungcheol-hyung...,"

Pintanya manja kepada namja yang umurnya hampir sebelas-duabelas dengan Jisoo-hyung.

Yah, meski keadaan Mingyu yang sedang sakit begini, apakah namja seumurannya perlu ditemani juga saat ia tidur?

Kan Hong Mingyu sudah berumur 5 tahun.

.

.

.

"Memangnya Mingyu tidak bisa tidur sendiri?"

Namdongsaeng Jisoo hanya menggeleng pelan.

"Kenapa?"

Choi Seungcheol yang bertanya kembali pun membuka suara sembari menyambung lagi kontak mata di antara mereka. Tentunya juga dengan senyuman yang cukup lembut.

"Karena Seungcheol-hyung belum mengeloni Mingyu,"

"Hhahh?"

Keterkejutan Seungcheol itu kembali terulang saat ia mendapati jawaban polos Mingyu. Belum lagi saat pupy eyes andalan namdongsaeng Jisoo petang tadi kembali dilancarkannya.

"Mingyu mau dikeloni Seungcheol-hyung...,"

Namjachingu Jisoo langsung membatu saat kata-kata 'mau-dikeloni-Seungcheol-hyung' terlontar dari bibir Mingyu.

"Boleh 'kan... Hyung?"

Seungcheol yang mendapati dilema baru pun masih terlihat berpikir.

Kalau ia jadi mengeloni Mingyu, bisa-bisa Jisoo akan ngambek berkepanjangan karena ia telah melakukan hal kelewat wajar terhadap namdongsaengnya.

Tapi kalau Mingyu tidak ia keloni, namjachingu Jisoo ini tidak akan bisa tidur.

Dan jika Mingyu tidak bisa tidur, maka Mingyu akan semakin sakit juga tidak cepat sembuh.

Padahal Jisoo juga menitipkan Mingyu padanya sebelum ia pulang.

Uhh, bagaimana ini?

"Hyunggg...,"

.

.

.

Akhirnya di sinilah Choi Seungcheol dan Hong Mingyu berbaring.

Meski lengan namjachingu Jisoo tampak kaku mengeloni Mingyu, namun namja cilik yang berada dalam pelukan Seungcheol terlihat sangat menikmatinya.

Sirkulasi oksigen dan zat asam arang yang keluar masuk melalui hidung Mingyu pun sudah mulai stabil.

Tapuk mata Mingyu juga mulai agak menutup seiring melemahnya suara Seungcheol yang meninabobokannya kembali.

"Hyung...,"

Gumaman Seungcheol hanya menjadi tanggapan panggilan Mingyu.

"Mingyu mengantuk,"

Seungcheol tertawa pelan.

"Kalau begitu tidurlah,"

Pintanya pelan, namun kediaman namdongsaeng Jisoo menjadi sebab keheranannya sejenak.

"Mingyu... katanya mengantuk?"

Hong Mingyu buka suara,

"Mingyu belum dicium,"

Tuturnya dengan nada jujur nan polos.

"Maksudnya?"

"Mingyu juga mau goodnight-kiss, Hyung...,"

.

.

.

Dan bayangan Seungcheol akan Jisoo yang menangis kecewa karena hal-hal aneh pun mulai berkeliaran di dalam benaknya.

"Apa yang kau lakukan dengan Mingyu, Sayang? Hiks"

Namun, sekian detik selanjutnya, semburat merah di kepala Choi Seungcheol pun semakin mendominasi putih kulitnya. Itu karena...

"Seungcheol-hyung... Ayo Goodnight-kiss...,"

.

.

.

.

.

.

SPOILER NEXT CHAPTER!

"Proses aerasinya butuh waktu 24, 48, dan 72 jam, itu pun belum analisis 42 sampel, Sayang...,"

"Lalu?"

"Kau masih bisa menjaga Mingyu 'kan?"

"Ta.. tapi...,"

"Seungcheol-hyungggggg~"

.

.

.

.

.

.

TBC!

Lanjut?

Mohon untuk respondnya, yorobunnn

Btw, makasih banyak untuk review-review di chapter 1 dan 2 ( _ _ )

*Kiss kiss kiss*