Cast :
Cho(i) Kyuhyun, Choi Siwon and others
Genre :
Romance, Hurt/Comfort
Rate :
M
Warning :
Genderswitch and Typo(s)
Disclaimer :
Fanfic ini merupakan hasil remake novel dari Baby Zee dengan judul yang sama
.
.
.
.
CHAPTER 2
"Serius?"
Jaejoong menatap Kyuhyun dengan tercengang saat melihat penampilan sahabatnya. Kyuhyun menunduk menatap gaunnya. Apa yang salah? Dia menggunakan gaun tanpa lengan sepanjang lutut berwarna tosca dari bahan chiffon. Gaun itu jatuh dengan anggun mengikuti lekuk tubuhnya dan ada hiasan berupa kain yang bertumpuk di bagian dada. Sepatunya berwarna krem dengan hak datar. Dia mengikat rambut coklat karamelnya membentuk ekor kuda dan membiarkan beberapa ikal jatuh di sekitar wajahnya.
"Kita bukan mau nonton film, girl"
Saat melihat ekspresi tidak mengerti Kyuhyun, Jaejoong hanya mendesah panjang dan membuka pintu penumpang.
"Masuklah. Aku berharap kau punya cara untuk masuk ke dalam bar itu dengan penampilanmu saat ini"
Kyuhyun masuk ke dalam dan Jaejoong langsung mengemudikan mobilnya. Dia melemparkan tas tangan kecil berwarna gold kepangkuan Kyuhyun.
"Setidaknya ganti tasmu. Mungkin bisa membantu menghilangkan kesan anak sekolahmu"
"Aku 18 tahun, Jae" Kyuhyun berkata jengkel
"Aku juga. Tapi aku tahu cara berdandan seperti wanita dewasa. Bagaimana penjaga pintu akan percaya umurmu 18 tahun kalau kau bahkan masih memakaia ekor kuda seperti anak Elementary?" Jaejoong berseru frustasi
Kyuhyun mengurucutkan bibirnya, tapi dia memenuhi perintah Jaejoong untuk memindahkan barang-barangnya dari tas bercorak bunga miliknya ke dalam tas berwarna gold milik Jaejoong.
"Aku hanya bisa memasukkan ponsel dan dompetku ke dalam tasmu" kata Kyuhyun setelah berjuang dengan sia-sia untuk memasukkan tablet miliknya
"Memang hanya itu yang kau butuhkan. Lagipula apa saja yang kau bawa di dalam tas besar itu?" Jaejoong bertanya heran
"Hanya beberapa buku dan catatan"
"Kau ini mau kencan atau belaajr di perpustakaan?"
Kyuhyun melemparkan pandangan jengkel pada Jaejoong. Dia melepaskan ikat rambutnya dan menyisiri rambutnya yang tergerai dengan tangan.
"Bagaimana?" Tanyanya dengan percaya diri
"Lebih baik" kata Jaejoong dengan tidak meyakinkan
Kyuhyun mendesah. Memangnya apa lagi yang bisa ia lakukan? Kalau dia tidak diijinkan masuk, setidaknya dia punya senjata terakhir yang dapat dia gunakan.
Mobil mereka memasuki kawasan yang tidak terlalu ramai. Kawasan pertokoannya hanya memiliki sedikit pengunjung, begitu juga apartemen-apartemen kumuh yang banyak berjejer. Tapi beberapa wanita dengan pakaian mencolok dan terbuka terlihat di tepi jalan sambil melambaikan tangan.
"Kurasa mereka butuh tumpangan, Jae. Tak bisakah kita mengajaknya?" Tanya Kyuhyun
"Mereka tidak butuh tumpangan. Mereka sedang menawarkan 'dagangan' nya" jawab Jaejoong sambil menahan tawa
"Dagangan? Tapi mereka tidak bawa apa-apa" Kyuhyun berkata bingung
Kali ini Jaejoong benar-benar tertawa, "Kyuhyun, aku tidak habis pikir bagaimana ayahmu bisa melepasmu untuk masuk college. Kau beruntung punya teman sepertiku"
"Bicara yang jelas, Jae" Kyuhyun melipat tangan di depan dada dengan kesal
"Lihat. Ada yang membeli dagangannya"
Kyuhyun menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Jaejoong. Seorang pria menghentikan mobilnya di depan salah satu wanita yang mengenakan atasan seperti bra dan rok mini. Mereka berbicara sebentar lalu pria itu mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyerahkannya pada wanita itu. Wanita itu langsung masuk ke dalam mobil dan mereka berlalu pergi.
"Oh…itu buruk. Buruk sekali" Kyuhyun berkata dengan ngeri saat paahm apa yang sedang terjadi.
"Dan kau mau menemui cowok di tempat seperti ini. Entah apa yang ada di dalam pikiranmu" Jaejoong menggelengkan kepalanya dengan heran. "Ceritakan padaku, bagaimana cowok ini?"
"Dia…oke" kata Kyuhyun tanpa menatap Jaejoong
"Hanya oke? Siapa namanya? Dia anak mana? Berapa usianya? Apa yang dia lakukan?" Cecar Jaejoong tanpa ampun
"Aku tidak tahu. Aku baru ketemu dia kemarin. Yang kutahu namanya Siwon"
Jaejoong menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba hingga Kyuhyun terlonjak dari kursinya.
"Kau mau ketemu cowok yang baru kau temui kemarin dan yang kau ketahui dan dirinya hanya namanya? Kyuhyun, ada apa denganmu?!"
Kyuhyun mengernyit mendengar suara nyaring Jaejoong. Lalu dia buru-buru menambahkan, "Kurasa umurnya 22…Tidak. Sepertinya 23 tahun"
"Kyuhyun, kau paham apa yang kumaksud. Kau tidak mengenalnya cukup baik untuk menemuinya di tempat seperti ini. Belum terlambat untuk kembali"
"Tidak"
"Kyuhyun" Jaejoong berusaha membujuk tapi Kyuhyun tetap teguh pada pendiriannya.
"Kalau kau tidak mau mengantarku, aku bisa naik taxi dari dari sini" Kyuhyun berkata keras kepala.
"Baiklah!" Jaejoong berseru jengkel, "Jangan bilang kalau aku tidak memperingatkanmu"
Tidak berapa lama, mobil Jaejoong berhenti di depan sebuah gang kecil yang hanya diterangi lampu remang-remang.
"Tempatnya ada di dalam sana. Masuk ke dalam sedikit dan kau akan melihat papan neonnya"
Kyuhyun tidak membuang waktu lagi dan langsung melompat keluar dari dalam mobil. Jaejoong memanggilnya dari dalam mobil.
"Aku akan menunggu disini. Kalau ada apa-apa telepon aku"
Kyuhyun mengangguk lalu melambaikan tangan dan masuk ke dalam gang itu. Jaejoong benar. Tempat ini terlihat tidak aman, pikir Kyuhyun saat berjalan ke dalam gang kecil itu. Dia baru saja berpikir bahwa ini bukan ide yang bagus saat melihat papan neon yang dimaksud Jaejoong. Sebuah pintu besi berada tepat di bawah papan itu. Dia mengetuknya dan seketikan itu juga pintu itu menjeblak terbuka.
Seorang pria botak besar dengan tato di sepanjang lengan menyambutnya. Pria itu tidak bicara dan hanya menatap tajam
"Aku…aku mau masuk" katanya dengan gugup
Pria besar itu mengamati Kyuhyun dari atas sampai bawah tanpa mengubah ekspresi galak di wajahnya.
"20 won" kata pria itu kasar
Kyuhyun buru-buru mengeluarkan dompetnya.
"Dan kartu identitas"
Kyuhyun sudah menyiapkan jawaban untuk itu
"Kartu identitasku tertinggal di rumah. Bolehkah aku membayar lebih untuk mengganti kartu itu?' Kyuhyun berharap nada suaranya cukup menggoda. Dia mempelajarinya dari Jaejoong. Meski belum bisa semahir sahabatnya itu.
"Tidak"
Tiba-tiba pintu di depannya langsung tertutup kembali dan Kyuhyun di tinggalkan dengan wajah tercengang disana. Dia belum menyerah
"Buka pintunya!" Dia menggedor dengan keras "Aku membayarmu 50 won" Pintu di depannya tidak bergeming. "100 won" Masih tidak bergerak
Dia menghentakkan kakinya dengan frustasi lalu mengeluarkan ponsel dan memencet sebuah nomor.
"Apa?" Suara yang dalam itu menyapannya. Tiba-tiba Kyuhyun merasakan kegugupannya kembali lagi
"Ini aku" Jawab Kyuhyun akhirnya
"Aku siapa?" Kyuhyun dapat mendengar nada tidak sabar dalam suaranya
"Kyuhyun"
Ada jeda sejenak.
"Ada apa, Kyuhyun?" Suara Siwon menjadi lebih lembut dan Kyuhyun dapat mendengar namanya yang disebut dengan agak intim.
"Aku di luar. Penjaga tidak membiarkanku masuk"
Jeda lagi.
"Tetap di sana"
Lalu Siwon menutup teleponnya. Kyuhyun berdiri dengan gelisah saat pintu di depannya terbuka kembali. Kali ini, yang berdiri di sana ada Siwon. Pria itu mengenakan kemeja putih yang di gulung hingga siku. Celemek hitam selutut menutupi sebagian celana panjangnya yang juga berwarna hitam. Rambutnya di sisir ke belakang dengan beberapa helai bandel yang jatuh menutupi keningnya.
Reaksinya saat melihat Kyuhyun hampir sama seperti Jaejoong. Yang berbeda hanya senyum geli yang saat ini kembali menghiasi bibirnya. Dia mengulurkan tangan dan Kyuhyun menerimanya tanpa ragu. Siwon menuntunnya ke dalam, tapi penjaga pintu yang tadi tidak mengijinkan Kyuhyun mencegat mereka.
"Dia bersamaku, Jo"
Hanya perlu satu kalimat itu dari Siwon dan penjaga pintu itu langsung menyingkir. Kyuhyun menatap Siwon dengan takjub. Dan lebih takjub lagi saat melihat bar yang ramai dan hingar bingar yang menyambut mereka di dalam. Siwon membawannya ke deretan kursi di depan meja bar dan membimbingnya untuk duduk di salah satu kursi itu. Lalu Siwon mengitar meja itu dan berdiri di baliknya, membuatkan kini berhadapan dengan Kyuhyun
"Mau minum apa?" Tanyanya ramah.
"Kau kerja disini?" Kyuhyun balik bertanya. Siwon mengangkat bahu dengan acuh.
"Begitulah" katanya singkat, "Jadi?"
"Apa saja boleh" jawab Kyuhyun buru-buru. Siwon menunduk dan mengambil sesuatu dari bawah meja. Beberapa saat kemudian, dia memegang sebuah gelas berisi cairan berwarna cokelat tua dan menyerahkannya pada Kyuhyun.
"Non-alkohol" dia tersenyum lebar, "Aku tahu kau belum 21 tahun, tapi itu itu akan jadi rahasia kita berdua"
Nada suara Siwon yang seakan bersengkokol membuat Kyuhyun tertawa kecil. Dia tahu Siwon sedang menggodanya karena siapapun yang melihatnya pasti tahu dia belum cukup umur untuk minum alkohol.
"Kau sendiri, berapa usiamu? Aku tidak yakin kau sudah cukup umur untuk bekerja"
"Gadis kecil ini tahu caranya menggoda" Siwon pura-pura berseru kagum. "Aku 23 tahun. Cukup umur untuk bekerja. Dan melakukan hal-hal lainnya"
Seandainya Kyuhyun sedang minum, dia yakin pasti sudah tersedak saat mendengar suara menggoda Siwon. Dia meraih gelas di depannya dan memain-mainkan gelas itu di tangannya.
"Darimana kau dapat nomorku?" Tanya Siwon santai sambil menggosok salah satu gelas berkaki dengan lap.
"Yunho" jawab Kyuhyun sambil menundukkan kepala dan masih memainkan gelasnya. Dia tahu tindakannya terlalu…impulsif.
"Rasa penasaran yang terlalu besar dapat membunuhmu"
Kyuhyun mendongak dari gelas yang di pegangnya dan bertemu dengan mata hitam gelap Siwon. Ekspresi pria itu nampak geli namun Kyuhyun dapat melihat kilatan di matanya. Dia tidak tahu apa maksud dari kilatan itu.
"Aku datang dengan temanku"
Tiba-tiba dia merasa takut dan mengatakan bahwa dia tidak datang sendiri mungkin akan menghapus niat jahat apapun yang ditujukan pada dirinya. Kalau memang ada. Dia terlalu panaroid. Siwon tidak terlihat terkejut mengetahui Kyuhyun tidak datang sendirian.
"Itu bagus. Tempat ini tidak baik untuk didatangi gadis sepertimu sendirian" katanya santai
"Dia menunggu di depan gang. Tidak akan masuk ke dalam" Kyuhyun buru-buru menjelaskan karena rasa bersalah yang tiba-tiba menyergapnya. Dia tidak berpikiran buruk tentang orang lain dan Siwon tidak akan menjadi orang pertama. Pria itu menerimanya dengan baik padahal Kyuhyun yang jelas-jelas mengikutinya kemana-mana.
Siwon tersenyum tipis. "Jadi, sampai kapan kau akan membiarkannya di luar?"
Pertanyaan itu menyiratkan dua hal. Apakah Kyuhyun akan menyuruh Jaejoong pulang atau menyuruhnya masuk ke dalam agar temannya tidak perlu menunggu lagi?
"Setelah aku menghabiskan minumanku" dia mengangkat gelas di depannya ke bibir.
"Seharusnya aku memberimu gelas yang lebih besar"
Kyuhyun menghentikan gerakannya. Apakah itu tadi rasa kecewa yang terselip dalam suara Siwon?
"Aku akan minum pelan-pelan"
Siwon tergelak mendengar jawabannya. "Melihat penampilanmu, orang tidak akan mengira kalau kau gadis yang cukup berani"
Kyuhyun meletakkan gelasnya kembali dan menunduk. Entah dia harus senang atau malu mendengar komentar Siwon tentang dirinya.
"Kau tahu" kata Siwon sambil lalu seraya menyiapkan minuman untuk seorang pria yang duduk agak jauh dari tempat Kyuhyun, " Temanmu tidak harus menunggu di luar dengan kedinginan. Aku bisa mengantarmu pulang"
Kyuhyun kembali mendongak. Ekspresi Siwon tidak terbaca.
"Kalau kau mau" tambah Siwon saat melihat keraguan di wajah Kyuhyun
Kyuhyun berpikir keras. Ide itu sungguh menggoda. Dan agak berbahaya. Dia baru mengenal pria di depannya kurang dari 24 jam. Apakah Kyuhyun cukup mempercayai Siwon untuk berdua saja dengannya? Dia tidak tahu. Dia bertekad untuk mencari tahu
"Baiklah"
Siwon tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Tampaknya dia tidak mengira Kyuhyun akan menerima tawarannya.
"Aku akan menelpon sebentar" Kyuhyun turun dari kursinya dan mencari tempat yang tidak terlalu ramai untuk menghubungi Jaejoong.
Jaejoong menolak permintaannya mentah-mentah. Namun setelah bersikeras bahwa dirinya akan baik-baik saja dan berjanji untuk menghubungi Jaejoong setelah tiba dirumah, akhirnya sahabatnya itu menyerah. Dengan peringatan-peringatan panjang. Kyuhyun menutup ponselnya dan kembali ke kursi yang tadi dia duduki.
"Apa kita harus menunggumu selesai kerja?" Tanya Kyuhyun saat Siwon berada di hadapannya lagi.
"Aku bisa mengantarmu kapan pun kau mau" Siwon berkata tenang
"Oh..Baiklah"
Kyuhyun kembali memainkan gelas minumannya
"Tidak suka minumanmu?" Tanya Siwon agak menggoda
"Tidak. Maksudku iya. Bukan begitu…" kegugupan kembali menguasainya dan Siwon hanya terkekeh geli. "Aku akan meminumnya sekarang"
Kyuhyun langsung menegak habis isi gelasnya lalu mengernyit. Memang bukan alkohol, hanya soda biasa. Tapi meminumnya sekaligus sampai habis menimbulkan rasa terbakar di hidung dan tenggorokannya.
"Tambah?"
Kyuhyun menggeleng dan Siwon langsung menyingkirkan gelasnya
"Kau mau pergi sekarang?" tanya pria itu, "Mungkin kita bisa makan dulu sebelum aku mengantarmu pulang"
"Ide bagus"
Kyuhyun turun dari kursinya dan tiba-tiba saja dia terhyung saat kakinya menejak lantai. Dia berpegangan pada meja di sampingnya. Rasa pusing menyergapnya dan dunia di sekelilingnya seperti berputar.
"Kau baik-baik saja?" Siwon telah berada di depannya dan yang Kyuhyun heran, ada dua…tidak…tiga Siwon
"Aku tidak apa-apa" Kyuhyun melepaskan pegangannya. Dia kembali terhuyung ke depan dan Siwon langsung menangkapnya. "Kurasa aku harus berbaring sebentar"
"Jangan khawatir" Kyuhyun merasakan cengkeraman Siwon di pinggangnya, "Aku akan menjagamu"
Lalu semuanya menjadi gelap
.
.
.
FLASHBACK 1995, 19 TAHUN YANG LALU
Anak itu meringkuk lebih dalam ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Dia kenal langkah kaki itu. Dan dia tidak pernah menyukainya. Apalagi ketika pria itu sedang dalam keadaan mabuk berat. Seperti saat ini.
"Di mana kau, bocah?!"
Dia harus membekap mulutnya sendiri agar tidak berteriak ketakutan ketika mendengar suara keras itu. Pria itu tidak akan menemukannya kalau dia tidak bersuara . ini adalah tempat persembunyian rahasianya. Dia aman disini. Dia aman.
Tiba-tiba pintu di depannya menjeblak terbuka. Sederet gigir kuning tampang ketika pria itu menyeringai padanya. Mata anak itu seketika melebar penuh kengerian. Dia berusaha lari namun lemari di bawah tempat cuci piring itu terlalu kecil.
Anak itu menjerit histeris ketika sebuah tangan besar mencengkram kaki mungilnya dan menyeretnya keluar dari tempatnya bersembunyi. Si pria besar memeganginya seakan dia hanya sebuah ranting pohon, yang begitu rapuh dan mudah untuk dipatahkan. Anak itu merasakan nyeri yang amat sangat ketika tubuhnya kecilnya di lempar ke lantai yang keras. Namun pria besar itu tidak peduli.
Pria itu membuka sabuk yang melilit di pinggang gemuknya, lalu memegangnya sekaan benda itu adalah senjata paling mematikan di dunia. Namun anak itu tahu bawa sabuk itu memang senjata mematikan. Tidak ada gunanya kalau dia berusaha lari, si pria besar akan kembali menangkapnya dengan mudah. Anak itu memejamkan mata. Berdoa dalam hati seseorang akan datang menolongnya. Atau setidaknya, rasa sakit yang pasti dia rasakan, tidak akan seburuk sebelumnya
To Be Continued
Hai aku kembali dengan chapter 2? Bagaimana dengan chapter ini? Masih belum ada greget-gregetnya sih tapi buat chapter depan dan seterusnya bakalan bikin kalian greget sendiri lah bacanya. Oh iya ada yang bisa nebak siapa bocah yang barusan disiksa? Dan apa yang bakalan dilakuin Siwon ke Kyuhyun nantinya?
Dan buat chapter depan akan di update setelah lebaran nanti maka dari aku ingin mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir batin ya semua. Maaf kalau ada salah-salah kata sama kalian semua. Udah itu aja, dimohon kritik tapi no bash ya :)
