Blackpearl
Author : Cyneia
Main Pair : ChanBaek
Cast : Sehun, Luhan, and other
Genre : Fluff, romance, drama, School life
#note : kenapa jadi M? Banyak konten yg gak merujuk ke anak2 /halah. tapi buat yg NC bloman ada wakakakak emjoy gays /no :v
Chapter 2
xxx
PIIP PIIPP
To : Bae
Hei jangan lupakan si vampir butuh korban yang tiba-tiba lari.
Baekhyun berhenti membaca dan mengambil ponselnya yang bergetar. Senyumnya melebar ketika ia membaca pesan itu hingga ia tak sadar dipandang dari samping oleh seseorang bermata bulat. Sadar akan itu, Baekhyun menoleh ke samping.
"Kenapa?"
"Kau masih sehat kan?"
PLETAK
"aww..."
"Ya! Tentu saja kyungsoo! Aishh," Baekhyun cemberut melihat sahabatnya, kyungsoo yang sedang mengelus kepalanya akibat ulahnya.
"Jadi? Siapa yang membuatmu tersenyum aneh seperti itu?" Kyungsoo menatap Baekhyun dengan wajah penasarannya.
"Hm aku dekat dengan seseorang. Dia tidak keberatan hm kau tahu aku suka sekali berfantasi?" jedanya tapi ia justru kesal melihat Kyungsoo yang hanya terkekeh. "Dan sepertinya dia ada rasa denganku aiihhh malunya," lanjutnya sambil menutup kedua pipinya dengan tangannya.
"Kau yakin? Lalu bagaimana dengan Suho? Ah atau Kris? Sepertinya salah satu dari mereka akan menembakmu?"
Mendengar perkataan Kyungsoo, Baekhyun menjadi lesu. Ia baru ingat jika tidak hanya Chanyeol yang dekat dengannya. Akhir-akhir ini ada beberapa yang mendekatinya. Tapi Baekhyun juga masih enggan membuka hatinya. Yah karena kondisi masa lalunya.
"Entahlah Soo.. aku bingung aku merasa aku sangat dingin tapi kenapa mereka mendekatiku? Bahkan ada yang sampai terang-terangan mengataiku terlalu dingin dan mereka pergi.."
Kyungsoo menepuk pundak Baekhyun lalu mengusapnya, "akan ada orang yang tidak akan menganggapmu dingin. Dan mungkin kau akan cocok dengannya atau bahkan hingga ke pernikahan? Hahaha"
"Soo-yaaaaa!"
Baekhyun yang kesal mencubit gemas pipi sahabatnya itu dan mereka tertawa bersama.
.
.
Hari sudah menjelang sore. Sekolah sudah cukup sepi hanya beberapa anak yang mendapat kebagian piket termasuk Baekhyun danKyungsoo disana. Setelah selesai mereka mengambil tas masing-masing lalu bergegas pulang.
"Tunggu Soo.. aku kelupaan sesuatu.." ucap Baekhyun sambil memutar arah menuju loker.
CKLEK
Baekhyun membuka lokernya dan segera mengambil bukunya. Namun ia menangkap sesuatu yang aneh. Sepucuk kertas tergeletak begitu saja di dalam lokernya. Ia ambil kertas itu lalu membaca tulisan disana.
"Ya lama sekali! Eh? Itu apa?" ucap Kyungsoo tiba-tiba yang datang lalu ikut membaca kertas yang dipegang Baekhyun.
Baekhyun hanya mengendikan bahunya, "mungkin orang iseng. Ayo pulang Soo," ucapnya sambil menarik sahabatnya itu. Tentu saja ia tidak menghiraukan pesan yang sepertinya hanya orang iseng yang tidak suka padanya.
To : Byun Baekhyun
Apa kau menyukai Chanyeol oppa? Menjauhlah!
xxxx
09.30 p.m. at Club
Musik berdegum keras disebuah ruangan yang cukup luas. Orang-orang menggerakan badan mereka asal yang mereka sebut mengikuti irama. Alkohol sangat melekat disana hingga bercumbu bukan hal yang aneh disana.
"Are you ready?!"
Seorang DJ sudah mengkode untuk memulai musik yang lebih gila lagi. Dia dikenal dengan sebutan nama DJ Park. Merasa asing? Yah dia adalah Park Chanyeol. Sudah setahun belakangan ini ia menjadi seorang DJ, popularitasnya semakin meningkat. Khususnya para wanita, tak sedikit pula laki-laki yang tertarik padanya.
Chanyeol memainkan alat DJ-nya dan mengabaikan wanita-wanita yang mencoba menggoda yang berada disekitarnya. Hanya tersenyum miring melirik mereka yang well memakai baju yang kurang bahan sepertinya.
"Ah dia semakin bersemangat ya," ucap si bartender berambut pirang namun wajahnya sangat baby face.
"Ya. Hyung-ku selalu bersemangat Minseok hyung," ucap Sehun sambil meneguk cocktail-nya.
"Aku semakin menyukainya," ucap si bartender itu, Minseok.
"Eoh?" Sehun menoleh kearah Minseok yang hanya mengendikan bahunya.
"Hahaha lupakan Sehun-ah!" gurau Minseok yang tersenyum lebar.
Sehun lalu mengabaikan si bartender itu, mengabaikan fakta bahwa dia menyukai kakaknya. Astaga apa semua orang menyukai kakaknya? Sehun mengangkat bahunya acuh lalu turun ke lantai dansa untuk membuang penat.
Orang-orang sekitar semakin gila dengan musik yang selalu mengalun. Hingga pergantian DJ pun orang-orang masih tidak puas untuk berhenti.
Chanyeol berjalan menuju meja bar dan memesan wine seperti biasa. Ia tersenyum miring kepada si bartender sambil duduk dengan menopangkan pipinya ditangannya. Menatap orang-orang yang gila karena hanya musik bergoyang tak tentu arah.
"Seperti biasa?"
"Tentu Minseok," jawab Chanyeol sekilas.
Minuman itu datang bersama Minseok si bartender lalu berdiri tepat didepan Chanyeol yang duduk hingga tinggi mereka sejajar. Sedikit nakal Minseok memberi wine itu sambil mengalungkan satu tangannya ke leher Chanyeol.
Dengan senang hati Chanyeol meraih pinggang Minseok dan meminum wine-nya. Perlahan wajah mereka mendekat dan bibir mereka bersatu. Menyesap dan melumat bibir masing-masing hingga menggigit, lidah mereka beradu disana. Tangan Chanyeol semakin erat memeluk pinggang Minseok yang juga semakin memeluk leher Chanyeol.
Setelah cukup lama mereka bercumbu, Chanyeol melepas ciumannya lalu mengusap bibir Minseok yang wajahnya sudah merona. Tersenyum melihat perubahan wajah Minseok, Chanyeol masih setia mengusap bibir hingga ke pipi Minseok.
"Jika saja aku tidak keduluan si wajah kotak itu kau sudah jadi milikku Minseok," gumam Chanyeol yang masih mengusap bibir itu.
Minseok terkekeh lalu menggenggam tangan Chanyeol, "yah seandainya. Aku terpaksa menerimanya karena dia sangat keras kepala. Aku masih menyayangimu," ucapnya yang menatap dalam Chanyeol.
Menggangguk, Chanyeol menatap balik ke mata Minseok. "Aku pun iya, tapi yea kita tidak bisa bersama."
"Yah.."
Ucapan singkat Minseok yang tertunduk membuat Chanyeol sedikit tersenyum. Ia mengusap kepala Minseok berniat untuk membuatnya semangat kembali. Tak lama ia melihat senyum di wajah Minseok.
"lalu? Apakah kau sudah menemukan seseorang?" tanya Minseok yang penasaran.
"Entahlah. Mungkin sudah mungkin belum pfft"
"Haish kau ini!" Minseok mencubit pelan perut Chanyeol yang hanya tertawa sambil mengacak rambut Minseok.
"hik..hyunnng~"
Tiba-tiba saja Sehun datang memeluk Chanyeol dan menyandarkan kepalanya dibahunya. Adiknya itu sudah terlihat mabuk, mungkin bila Chanyeol menendangnya Sehun sudah tidak berbentuk. Ayolah itu berlebihan.
"Lebih baik kalian pulang. Sehun sudah tidak bisa ditolerir lagi Chan-ah.."
Chanyeol mengangguk lalu memapah badan Sehun, "baiklah. Aku pulang dulu."
"Ne," jawab Minseok yang melambaikan tangannya.
.
.
"Haish menyusahkan"
Chanyeol mengumpat ketika menyeret badan Sehun ke dalam apartemen. Ia meletakan badan Sehun ke sofa lalu ia menuju ke dapur untuk mengambil minuman kaleng.
Ketika ia masuk kembali ke ruang tv, Sehun sudah tidak ada. Ia hanya mengendikan bahunya acuh lalu duduk di sofa sambil menonton tv.
"kupikir dia mabuk," pikir Chanyeol yang masih menatap layar tv.
"Hyung.."
Tiba-tiba saja Sehun datang sambil memegang kepalanya dan duduk di sebelah Chanyeol. Ia rasa adiknya itu habis mengeluarkan isi perutnya. Melihat wajah adiknya yang terlihat lesu itu ia hanya menatapnya datar lalu menonton kembali tv yang masih menyala.
"hm?"
"Aku melihatmu bercumbu dengan si bartender," ucap Sehun yang terlihat serius sambil menatap hyungnya tajam.
"Lalu?"
Menaikan satu alisnya Sehun menatap bingung kepada Chanyeol. "Ya! Jelaskan padaku ada apa diantara kalian! Lagipula aku tidak suka dengan si Minseok itu hyung!"
"Ha?" Chanyeol menatap Sehun yang terlihat marah kepadanya. "Dia orang yang kusuka tapi sudah keduluan."
"Mwo? Jadi dia sudah ada pacar dan masih mencumbumu? Astaga hyung!" Sehun menatap tak percaya ke Chanyeol.
"ck. Kau ini kenapa huh?"
Sehun menghadapkan badannya kearah Chanyeol lalu memasang wajah serius, "Hyung dengar. Minseok itu err binal. Dia suka bermain dengan siapa saja. Dan kau menyukainya? Hyung otakmu sudah tidak waras," ucap Sehun sarkatis.
"Yea aku memang sudah tidak waras menyukai orang yang salah," jawab Chanyeol santai.
Menatap iba kakaknya, Sehun menghela napasnya. "Apa karena wanita itu kau berubah seperti ini hyung?"
"..."
"Ingat hyung awal masalah kalian?"
.
Flashback
"Oppa~ aku akan pergi dengan temanku! Mianhae..."
"Iya sayang.." ucap Chanyeol yang tersenyum maklum lalu mengusap kepala Eunha yang tersenyum padanya.
Wanita itu semakin hari semakin aneh. Tidak ada kabar seperti biasa hanya ucapan selamat pagi dan semacamnya. Chanyeol pikir bahwa mungkin dia hanya sibuk. Yah dia kembali mengalah. Melakukan kesibukan yang tak berarti.
Suatu hari Chanyeol akan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan. Dengan cepat ia mengambil kunci mobilnya lalu berangkat. Tidak ada pemikiran apapun atau perasaan apapun yang terganjal dihatinya kala itu.
Ditengah perjalanannya, Chanyeol tak sengaja menangkap sesuatu yang sangat familiar baginya. Matanya membola ketika sesuatu yang familiar itu adalah kekasihnya sendiri. Dia bersama dengan seoranglaki-laki di dalam sebuah cafe, bersenda gurau disana tanpa malu. Tak lupa laki-laki itu mencium pipi kekasihnya yang sudah merona.
Tangan Chanyeol mengepal erat ke stirnya. Apakah kesetiaannya tidak dihargai? Chanyeol merasa menyesal memberikan cinta tulusnya yang tidak kebanyakan orang dapat darinya mengingat ia sangat sulit mencintai seseorang.
Dengan cepat Chanyeol mengambil ponsel lalu mengetikan sesuatu disana. Lalu ia melihat dan mengamati gerak-gerik kekasihnya lagi.
To : Eunha
Sayang kau dimana?
.
From : Eunha
Aku sedang dirumah temanku oppa ^^
.
To: Eunha
Oh ya? Rumah temanmu di cafe hm?
.
Chanyeol menatap kembali kekasihnya di dalam sana yang terlihat bingung setelah ia mengirim pesan terakhirnya. Ia menyalakan mesin lalu menginjak pedal gas, ia tahu kekasihnya sudah melihatnya sebelum ia pergi dari tempat itu.
Hari demi hari sikap Chanyeol semakin dingin. Bahkan kekasihnya yang katanya bisa meluluhkannya, sudah tidak berefek padanya. Sifatnya kembali seperti semula, dimana tidak ada rasa kasihan dan sangat terkesan dingin kepada orang lain.
"Oppa..hiks.." Eunha menahan tangan Chanyeol yang kala itu sedang berada di atap sekolah.
"Sudahlah. Kita putus saja. Berbahagialah."
Masalah masih tidak lepas dari Chanyeol. Setelah ia mengatakan putus dan meninggalkan mantan kekasihnya itu, sekarang ia harus menerima tatapan sahabat Eunha yang terkesan menyalahkannya. Ia sudah muak dengan cerita yang diputar balikan seakan dirinya yang salah.
Chanyeol semakin muak ketika Eunha semakin gila dengan membuat drama. Bahkan mantan kekasihnya itu tak bosan memintanya kembali seperti masih ingin bersama namun logikanya berkata tidak.
Dengan berat hati ia hanya bisa mengiyakan permintaan Eunha untuk kembali lagi. Awalnya berjalan dengan lancar namun sepertinya ia mencium bau yang sama. Chanyeol kembali muak.
Mulai saat itu sikap Chanyeol semakin gila. Kata 'setia' sudah tidak berlaku lagi didalam dirinya. Menjadi manusia malam, pulang hingga pagi dan tak jarang dengan keadaan mabuk, bermain dengan beberapa wanita bahkan laki-laki berstatus uke ia layani. Hingga akhirnya ia bertemu dengan bartender bernama Minseok dan mereka melakukannya dimalam gemerlap.
Sehun, adiknya yang melihatnya mulai geram dan mulai tidak suka dengan kekasih kakaknya yang memberi efek negatif terhadap kakak satu-satunya yang ia miliki. Sehun hanya meminta kepada Tuhan agar mempertemukan orang yang tepat untuk kakaknya itu.
Flashback end.
.
Menghela napasnya kasar, Chanyeol mengacak rambutnya. Tentu saja ia masih ingat kejadian itu. Bahkan masih sangat jelas diingatannya, bagaimana setiap inchi sikap kekasihnya dulu di masa lalu. Ia menyandarkan punggungnya dipunggung sofa lalu menatap ke langit-langit.
"Sudahlah hyung aku mau tidur," ucap Sehun yang menyadarkan Chanyeol dari lamunannya.
"Ya."
Mata Chanyeol menatap Sehun yang berjalan menuju kamarnya. Terkadang sikap adiknya itu membuatnya sadar. Apa selama ini dia menjadi kakak yang baik? Ia rasa tidak. Chanyeol hanya terkekeh melihat keadaan dirinya.
Drrtt drrrtt
Chanyeol tertegun merasakan ponselnya bergetar. Ia mengambil ponselnya lalu menatap layar ponsel. Tak sadar senyumnya mengembang.
From : Bae
Mian mengganggumu. Apa kau membawa bukuku? Jika tidak mianhae sudah mengganggu malammu :'(
Terkekeh geli melihat kepolosan seorang Baekhyun. Chanyeol menggerakan jarinya mengetik beberapa kata disana.
To : Bae
Bukankah kau yang membawa darah dari vampire mu ini pfft
.
From : Bae
Ya! Besok kau bisa meminumku lagi tuan vampire! :p
Tak butuh waktu lama, Baekhyun mengirim kembali pesan darinya. Chanyeol semakin geli dan tak bosan ia menggoda Baekhyun-nya. Mwo? Dia bukan milikmu. Mungkin tidak tapi akan pernah ada seseorang yang membuatnya tertawa lepas seperti ini. Apakah memang benar ia menyukai seorang Byun Baekhyun?
Malam kian larut dan Chanyeol masih betah dengan ponselnya. Berlama-lama mengetik dan mengirim lalu tertawa. Jika orang lain melihat mungkin kau dianggap orang autis dengan ponselnya.
"Baekhyunie.."
Gumam Chanyeol sebelum ia terlelap di sofa dengan senyuman diwajahnya.
xxx
'yawn'
Chanyeol menguap ketika ia sudah sampai diatap sekolah. Tentu saja ia bolos lagi. Tidak ada guru yang protes terhadapnya. Seakan para guru sudah tidak mau lagi atau lelah dengan sikap Chanyeol. Beruntung Chanyeol memiliki otak jenius.
Melirik kanan kiri yang memang tidak ada yang berkunjung ke atap, Chanyeol tiduran begitu saja lalu menutup matanya. Ia benar-benar kurang tidur dan sepertinya dia terlalu banyak minum alkohol yang membuat dirinya pusing.
.
.
Bell istirahat sudah berbunyi dan tak lama seseorang ke atap dan berteriak tidak jelas. Tentu saja membuat Chanyeol membuka matanya. Siapa orang gila yang berteriak disini pikirnya. Ia terduduk dan melihat siapa yang kurang ajar berteriak sesuka hatinya.
"Baekhyun?"
"eoh?"
Disana Baekhyun si pelaku berteriak yang membuat Chanyeol bangun. Baekhyun terlihat menyembunyikan sesuatu yang membuat Chanyeol mengerutkan dahinya bingung. Ia pun berdiri dan mendekati Baekhyun yang tertunduk.
"Ada apa? Apa yang kau bawa itu hm?" tanya Chanyeol rendah.
"A..Aniyo.. tidak ada apa-apa," jawab Baekhyun yang tersenyum terpaksa.
Chanyeol berdecak lalu dengan cepat memeluk Baekhyun yang terlihat kaget, namun sepertinya Chanyeol memeluk Baekhyun hanya mengambil kepalan kertas yang ada ditangan Baekhyun. Ia melepaskan pelukan itu lalu membuka kepalan beberapa kertas lalu membacanya.
"aku tau siapa ini," gumam Chanyeol pelan yang tentu saja Baekhyun masih bisa mendengarnya dan menatapnya kaget.
"Jinjja? Mianhae.."
Wajahnya mulai serius, Chanyeol menghadap kearah Baekhyun dan memegang kedua pundaknya. Sedikit tarikan napas, "berjanjilah untuk tidak menjauhiku Bae. Maaf karena ini. Jangan menjauhiku," ucap Chanyeol yang suaranya semakin mengecil.
Senyuman terpajang diwajah Baekhyun lalu menganggukan kepalanya. "Ya tentu saja," ucapnya sambil terkekeh.
xxx
"Hahhhh..."
Baekhyun berjalan di lorong kelas sambil mengehela napasnya yang sudah kesekian kalinya. Memanyunkan bibirnya, sesekali mengacak rambutnya. Ia hanya ingin cepat-cepat pulang.
"Kau baik-baik saja?"
Menolehkan kepalanya, Baekhyun menatap Kyungsoo lalu hanya mengangguk sebagai jawaban. Kyungsoo sahabatnya menatap tidak percaya. Bahkan si mata bulat itu makin menatap Baekhyun dengan jarak yang dekat yang membuat Baekhyun merasa horror.
"Aihhh ya ya! Aku sedang memikirkan surat teror kemarin," pekik Baekhyun yang dijawab oleh mulut membulat Kyungsoo. Baekhyun hanya memutar bola matanya malas. "Tapi kenapa anehnya Chanyeol tidak ingin aku menjauhinya ya?" lanjutnya lagi sambil mengerutkan dahinya bingung.
"AHHAA!"
"Haishh ya!" Baekhyun terlonjak kaget ketika Kyungsoo tiba-tiba berteriak seperti tadi. Ia hanya mengelus dadanya melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Wkwkwk. Dia positif menyukaimu Bee!" ucap Kyungsoo mantap.
"Jinjjayo?" Baekhyun mengendikan bahunya acuh.
Hanya tidak ingin berspekulasi sendiri. Baekhyun hanya ingin melihat kenyataannya nanti apakah benar Chanyeol menyukainya atau tidak. Memang benar akhir-akhir ini Chanyeol memang menarik perhatiannya, tapi untuk urusan hati yah ia masih belum berani membukanya.
Baekhyun melanjutkan jalannya diikuti oleh Kyungsoo yang perjalanannya, Baekhyun berhenti ketika melihat kerumunan yang berada didepannya. Kyungsoo ikut berhenti dan memberi pertanyaan ada apa dalam diam. Baekhyun hanya menggeleng tidak tahu dan memutuskan mendekati kerumunan itu.
.
.
"Ini ulahmu kan?! Mengakulah!" Teriak seseorang bersuara bass kepada gadis yang lebih kecil darinya yang berada dihadapannya.
"Oppa! Kau kenapa? Aku benar kan mengirim itu..."
"Eunha-ya!"
Meledak sudah, orang itu adalah Chanyeol yang berteriak sambil meninju dinding dibelakang gadis itu. Tidak habis pikir masalah dan emosi yang ia pendam selama ini ia keluarkan dalam bentuk amarah yang lebih besar.
Sudah cukup ia bersabar dengan gadis yang menyebut dirinya kekasih. Chanyeol menatap dalam Eunha. Persetan dengan orang-orang yang menatapnya. Bahkan dari sahabat dari gadis yang ada didepannya ini.
"Lagi pula kau memang sudah bosan denganku kan? Aku sudah mendengar semuanya," ucap Chanyeol dengan suara rendah sambil memiringkan bibirnya yang terasa sangat menyeramkan.
"Ta..Tapi oppa.. kita bisa memperbaiki itu.." Eunha terbata sambil mencoba meraih lengan Chanyeol yang dihempas begitu saja.
"Kita sudahi saja. Aku sudah muak." Chanyeol menyudahi percakapan yang menurutnya konyol. Ia langsung pergi dari sana mengabaikan Eunha yang menangis tersedu-sedu disana.
Eunha menangkap seseorang yang familiar. Ia berjalan dengan wajah marahnya mendekati orang itu lalu melewatinya, "kau akan tahu nanti. Byun Baekhyun."
DEG
Semua orang yang disana menatap kaget melihat bagaimana seorang Eunha menatap benci kearah Baekhyun yang tertegun. Banyak simpulan bahwa Baekhyun orang dibalik pertengkaran pasangan itu namun banyak juga yang menyalahi sikap gadis manja itu.
"Ya Tuhan.. semoga semua baik-baik saja," gumam Baekhyun.
TBC
.
.
..
#note : Jangan nistain gua yak wkwkwkwk kan baru awal bloman ada sosweet-an yadong2-an /okno :v
Big Thanks yang udah baca
Buat yang udah review makasih udah mau repot2 komen wkwk
buat ice sm ixi kalian warbiasah -_-
