Blackpearl
Author : Cyneia
Main Pair : ChanBaek
Cast : Sehun, Luhan, and other
Genre : Fluff, romance, drama, School life
Rated? Masih aman bloman ada yang spesial wkwk
#note : yak ini lanjutan yg sebelumnya wkwk enjoy yas :v
Chapter 3
xxx
Mentari pagi masuk melalui celah-celah jendela kamar. Menempati tiap ruang gelap di sana, menyinari sudut-sudut gelap hingga menyinari wajah tampan yang masih setia membuka matanya yang seperti sengaja menyapa sinar matahari yang masuk ke kamarnya.
Membuang napasnya kasar, sudah kesekian kalinya seorang laki-laki yang masih tiduran diatas tempat tidurnya melakukan itu. Pikirannya berjalan kesana kemari yang tak tentu arah. Hanya karena satu orang berefek kepada yang lain.
Ketakutan terbesarnya adalah sedikit demi sedikit orang-orang yang dekat dengannya menjauh. Yah menjauh hanya karena satu orang. Ia mengusak wajahnya, membenci keadaan seperti ini yang mungkin akan terulang kembali seperti masa lalu.
.
.
Flashback
"Ya dobi! Jangan sekali-kali menggodaku! Hahaha!"
Seorang wanita tertawa keras sambil berkacak pinggang menertawai laki-laki yang ada di depannya.
"Namaku Chanyeol bukan dobi, Minah!"
Chanyeol, laki-laki tersebut yang jengah dengan teman atau bisa dibilang sahabatnya ini yang sudah seperti keluarganya sendiri. Ia berdecih melihat kelakuan absurd Minah. Di depan umum masih saja tidak bisa menahan image-nya.
"Ya ya aku tahu dobi kesayangan~" ucap Minah yang menggoda Chanyeol yang terlihat ingin muntah.
"Bagaimana bisa aku bisa satu sekolah denganmu," gumam Chanyeol sambil menatap Minah yang hanya tersenyum bodoh. "Kembalilah ke sekolah lamamu sana," lanjutnya lagi seperti mengejek.
"Ya! Apa kau tak senang aku disini? Lagi pula kalau bukan karena ayahku mutasi kerja aku tidak akan satu sekolah denganmu dasar dobi menyebalkan," ucap Minah panjang lebar sambil menjulurkan lidahnya.
Melihat kelakuan absurd sahabatnya itu, Chanyeol tidak bisa menahan diri untuk mengerjainya. Ia meraih leher Minah lalu mengacak rambutnya dan tertawa keras melihat Minah yang memintanya melepaskan cengkramannya.
Tak sadar bagi keduanya, ada sepasang mata yang menyirat kecemburuan. Ingatkan Chanyeol ia sudah memiliki kekasih yang baru dipacarinya satu bulan yang lalu. Yah benar, mata itu adalah milik pacarnya Chanyeol, Eunha.
Selang beberapa hari sejak kepindahan Minah yang sementara di sekolah Chanyeol, mereka semakin dekat. Bahkan bercanda seperti orang gila sudah tidak heran lagi bagi penghuni sekolah disana. Mungkin yang melihatnya hanya menatap sambil menggelengkan kepalanya.
Masalah mulai terlihat ke permukaan ketika Eunha yang notabene pacar Chanyeol kala itu membuat ulah dengan mengirim berbagai pesan kepada Minah yang bersifat teror. Semakin hari semakin buruk saja hingga perubahan sikap Minah semakin diam.
Chanyeol merasa ada yang tak beres dengan Minah sahabatnya itu. Ketika mereka bertemu Minah seperti enggan mendekatinya bahkan untuk menatapnya. Chanyeol jengah dan mengikuti Minah hingga ke lokernya, ia menahannya disana.
"Ada apa denganmu? Apa aku berbuat salah?"
"Tidak ada hehe. Sudah aku mau pulang Chanyeol-ssi."
Menaikan satu alisnya, Chanyeol heran dengan kalimat Minah yang sedikit berbeda. Tangannya menggebrak loker hingga Minah terkejut menatap sahabatnya itu. Ia tertunduk lalu melewati Chanyeol sebelum mengatakan sesuatu ditelinganya.
Chanyeol tertunduk menanggapi pesan yang Minah katakan, ia membuka loker Minah dan mengecek. Tanpa diduga disana terdapat coret-coretan dan penuh dengan kalimat teror bahkan kertas teror yang memenuhi di dalam sana. Tangannya mengepal kuat dan Chanyeol langsung berjalan menemui orang yang sudah menyebabkan kekacauan ini.
BRAKK
Menggebrak kasar meja yang membuat seorang gadis terkejut lalu menatapnya, Chanyeol memandang datar gadis itu lalu melempar beberapa kertas kearah gadis itu.
"Ini ulahmu?"
"..."
"Kenapa kau melakukan ini?"
"..."
"Jawab pertanyaanku!"
Ucapan Chanyeol yang terkesan keras dan berat membuat gadis didepannya ini kaget dan siswa yang ada di sana pun tak luput dari rasa terkejutnya.
"w-wae?! Dia sangat dekat denganmu! Aku kan pacarmu oppa!"
Mengusap keningnya, Chanyeol benci dengan keadaan ini. "Sudah kukatakan dia adalah sahabatku Eunha, apa kau tidak mengerti?!"
"Sahabat? Untuk ukuran sahabat kalian sangat dekat!"
"Lalu kau tidak percaya denganku?! Kau menuduhku selingkuh dengan sahabatku huh?"
"a-aku...mianhae oppa.." ucapan Eunha mengecil lalu memeluk Chanyeol dan menangis disana.
Chanyeol menghela nafasnya kasar. Ia memijit keningnya yang terasa pusing menghadapi masalah yang terus datang kepadanya.
Hari demi hari keadaan mulai normal. Tapi sahabatnya, Minah sudah tidak terlihat lagi di sekolah. Chanyeol mencoba menghubungi ponselnya namun hasilnya nihil. Hingga ia diberitahu teman sekelasnya Minah bahwa ia sudah pindah sekolah. Emosinya semakin naik, ingin rasanya ia menghancurkan sesuatu.
Chanyeol duduk sambil menatap langit. Hatinya mulai lelah, "apakah dengan memiliki pacar tidak bisa bebas? Sampai kapan aku akan bertahan?" gumamnya yang masih menatap langit.
Flashback end.
.
.
"Apa yang kau pikirkan hyung? Mandi sana,"
Sehun tiba-tiba yang masuk ke kamar Chanyeol yang tersadar dari lamunan masa lalunya. Chanyeol mengusap wajahnya berharap masa lalu itu hilang darinya. Yah meski mustahil bisa hilang begitu saja.
Dengan malas, Chanyeol bangun dari tidurnya dan bergegas untuk ke sekolah yang menurutnya membosankan.
.
Sehun menatap hyungnya, Chanyeol yang berada disampingnya ketika mereka berjalan di lorong kelas. "Kau kenapa hyung? Lesu sekali," tanya Sehun yang penasaran.
"Entahlah," jawabnya singkat lalu Chanyeol menangkap sosok laki-laki mungil yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Bahkan untuk mendekatinya Chanyeol masih ragu. Oh ayolah mana sikap pemberanimu itu Park.
"Ayo hyung," Sehun menarik tangan Chanyeol dan sekarang sudah berhadapan dengan laki-laki mungil itu. Tak tahukah adikmu sudah tersenyum miring diwajahnya Park.
Mereka mendekati makhluk kecil itu yang sudah memasang senyuman manis diwajahnya tanpa ada beban ataupun masalah disana. Chanyeol semakin kikuk dihadapan makhluk kecil ini bahkan baru kali ini ia merasakan seperti ini. Sehun? Sudah jelas sekali ia mengetahui perasaan kakaknya namun masih saja kakaknya ini bodoh.
"Annyeong Chanyeol~ oh Sehun juga annyeong~"
"Annyeong kakak ipar!" jawab Sehun dengan nada yang dibuat-buat membuat Baekhyun mengedipkan matanya berkali-kali karena bingung. "Aku duluan hyung!"
Lagi, kalimat Sehun yang tiba-tiba sambil menyenggolnya dan pergi begitu saja membuat Chanyeol kesal setengah mati hingga mengumpat ditempat. Apa anak itu tidak tahu kondisi? Menyebalkan sekali memiliki adik seperti itu.
"Oh hai Baekhyun," sialan kenapa ia menjadi sangat canggung sekarang, pikir Chanyeol.
.
Sekaleng minuman menempel dipipi Chanyeol, ia menatap orang yang sudah menempelkan minuman itu ke pipinya. Ia meraih minuman itu lalu menatap orang itu yang sudah duduk disampingnya.
"Terima kasih."
"Ya.."
Mereka kembali hening. Menikmati suasana taman belakang sekolah. Chanyeol meminum minuman yang sudah diberikan Baekhyun. Ia masih menatap ke depan, masih enggan memulai pembicaraan dengan makhluk mungil disampingnya ini. Hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terulang kembali.
"Ah-"
"Ah.."
Mereka berucap disaat yang bersamaan. Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu. Kenapa rasanya sangat cangggung.
"Kau duluan saja Bae."
Baekhyun menggangguk, "ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba menyuruhku untuk tidak menjauhimu?" tanya Baekhyun yang menatap Chanyeol penuh dengan rasa penasaran seperti menuntut meminta jawaban.
"Tidak- hanya saja tidak ingin kembali terulang."
"kembali terulang?" Baekhyun memiringkan kepalanya bingung.
"Ya. Seseorang meneror sahabatku lalu kita berpisah," ucap Chanyeol tanpa sadar. "That lil shit just ruin everything," gumamnya yang tentu terdengar oleh telinga mungil Baekhyun.
"Hey aku tidak akan menjauhimu," jawab Baekhyun sambil mengusap pundak Chanyeol lalu terkekeh.
Chanyeol menatap Baekhyun takjub. Ia semakin terpesona dengan sikap Baekhyun kadang polos kadang bersikap dewasa dan kadang manja. Entah perasaan darimana Chanyeol menyukai suasana seperti ini. Hatinya terasa hangat hanya karena ulah kecil dari seorang Baekhyun.
CUP
Tiba-tiba saja bibir itu mendarat di pipi Baekhyun yang sudah merona. Chanyeol apa yang kau lakukan! Keduanya terdiam, tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Hingga pergerakan tangan Baekhyun yang memegang pipinya membuat Chanyeol tersadar.
"Ah mianhae.."
"eh? Aniyo haha," Baekhyun menampilkan deretan giginya yang tersenyum manis.
Tuhan ingatkan Chanyeol bahwa ia tidak bisa menahan diri dari makhluk manis di hadapannya ini. Tanpa sadar tangannya terulur menarik Baekhyun ke dalam pelukannya, Chanyeol tersenyum tulus disana.
"Gomawo Bae."
Baekhyun hanya menggangguk sebagai jawaban, lalu ia menatap Chanyeol. "Jangan pikirkan itu lagi tuan vampire! Aku akan berada disisimu~hihi"
3 detik
Chanyeol terdiam.
7 detik
Chanyeol mematung.
10 detik
Chanyeol ingin mati melihat senyuman manis itu.
'TUHAN INGATKAN AKU UNTUK TIDAK MENYERANG MAKHLUK KECIL DIHADAPANNYA INI'
Xxx
Hari-hari berlalu. Keadaan sudah sedikit membaik sejalan dengan hubungannya dengan Baekhyun yang semakin baik pula. Namun tidak untuk mantannya, yea mantan yang masih bersikeras menjadi kekasihnya sampai kapanpun. Chanyeol tidak peduli.
Chanyeol memantapkan hatinya dalam waktu dekat ini ia akan menjadikan Baekhyun miliknya. Ketika ia berniat menemui Baekhyun, ia menangkap sosok Baekhyun dan laki-laki tinggi yang ada di dekat Baekhyun.
Mengamati setiap gerak-geriknya. Ada rasa kesal dihatinya ketika laki-laki tinggi itu seperti menggoda Baekhyun sambil mengacak rambutnya. Sepertinya mereka terlihat dekat. Tunggu? Apa Baekhyun tidak hanya dekat dengannya?
Shit! Bagaimana bila sesuatu yang buruk terjadi? Chanyeol sudah terlanjur mencoba mempercayai cinta sekali lagi yang menganggap Baekhyun lah orang yang tepat, namun sepertinya keberuntungan bukan berpihak padanya.
Apa cintanya bertepuk sebelah tangan? Tunggu? Apa yang ia rasakan selama ini cinta? Bahkan dari awal kau sudah bisa menyukainya bahkan menyayanginya Park.
Chanyeol mengacak rambutnya kasar lalu berjalan melewati dua sejoli itu menurutnya. Mengabaikan Baekhyun yang memanggil namanya. Mungkin bersikap dingin kembali membuatnya tenang. Tidak ada lagi orang yang dapat ia percaya.
.
.
.
Sehun menatap Chanyeol melahap makan siangnya dengan wajah kesal. Tidak biasanya hyung yang satu itu bersikap seperti ini. Tangan Sehun mencolek bahu Chanyeol berkali-kali yang hanya dijawab oleh deheman Chanyeol.
"Hyung kau kenapa sih?"
"Aniyo," singkatnya lalu melanjutkan makannya.
"Ayolah hyung," Sehun memutar bola matanya malas. "Apa karena Baekhyun?"
Gotcha!
Chanyeol terhenti dari kegiatan makannya lalu menatap adiknya itu. Dengan kesal ia menyudahi makannya lalu minum. Chanyeol menatap kembali kearah Sehun yang sudah menatapnya penuh arti. Menjijikan sekali pikirnya.
"Apa?"
"Apa katamu? Haish hyung ceritakan ada apa?"
Mulai jengah dengan sikap adiknya yang pemaksa itu,Chanyeol mau tak mau menceritakan apa yang dia rasakan akhir-akhir ini. Hanya beberapa yang ia ceritakan mengingat Chanyeol susah sekali untuk terbuka mengenai masalahnya.
"Yah begitulah," ucapnya mengakhiri perkataannya.
"Ah gitu," Sehun mengangguk sambil menelaah perkataan hyung-nya. "Kurasa kau memang menyukainya hyung. Tidak mencoba untuk mendekatinya lagi? Mungkin saja laki-laki itu hanya temannya?"
Chanyeol berpikir sejenak, benar juga perkataan adiknya. Kenapa tidak ia coba saja mendekatinya lagi. Baiklah mulai saat ini ia akan berusaha, untuk urusan ditolak belakangan. Yah Park Chanyeol sudah tidak menjadi seorang pengecut lagi, setidaknya.
Dilain tempat pada saat bersamaan.
Sosok makhluk mungil yang cemberut sambil menopang pipinya. Jarinya mengetuk-ngetuk meja. Hingga makhluk bermata bulat di depannya hanya menatap si mungil heran ada apa dengannya. Tak lama si mungil membuang napasnya kasar.
"Ya ya ada apa denganmu kali ini Baek?" tanya si mata bulat.
"Aniyo.. kau tau Chanyeol kan?" tanya Baekhyun yang hanya dijawab oleh si mata bulat itu, "dia menjadi dingin. Aku tidak tahu kenapa.."
"Apa kau sedih?" tanya si mata bulat yang dijawab oleh gelengan kepala Baekhyun namun berbeda dengan raut wajahnya yang menjawab semuanya. "Sejak kapan dia seperti itu?"
"Sejak.. entahlah saat aku sedang berbicara dengan Kris tadi pagi lalu-.." Baekhyun menatap Kyungsoo sambil sedikit tersenyum, "dia lewat begitu saja dengan wajah kesal?"
"AHHA! Dia cemburu Baek! Wkwk," pecah tawa Kyungsoo yang seperti iblis, Baekhyun hanya memutar bola matanya malas.
"Entahlah, aku masih ragu.."
Kyungsoo menatap Baekhyun dengan wajah datarnya, "kau terlalu banyak mikir. Mengalir saja seperti air. Jika memang dia serius dia akan datang padamu, jika tidak kau bisa berteman seperti biasa bukan?"
Terdiam, Baekhyun memahami perkataan sahabatnya itu, Kyungsoo. Benar, seharusnya yang ia lakukan adalah mengikuti alur yang mengalir seperti air. Baekhyun menyandarkan kepalanya diatas mejanya sambil memajukan bibirnya. Ia hanya tidak mau berpikir rumit.
"lalu, apa si mantan Chanyeol mengganggumu lagi?"
Tiba-tiba Kyungsoo kembali mengajukan pertanyaan yang membuat Baekhyun melirik kearah sahabatnya itu.
"Kurasa tidak. Ani, tapi belum.."
"Mwo?!"
Baekhyun kembali duduk tegak sambil menatap Kyungsoo dengan perubahan wajahnya yang drastis, "Soo-yaaa dia benar-benar mengerikan! Bagaimana bisa Chanyeol berpacaran dengannya? Haisshhh..."
See? Baekhyun sedang merajuk sekarang. Kyungsoo yang tak tahan menarik dan memainkan pipi sahabatnya yang kelewat manis itu. Tentu saja Baekhyun hanya pasrah.
Xxxx
"Hyung? Kita akan keluar lagi kan?"
Chanyeol dan Sehun berjalan di lorong kelas. Sudah waktunya pulang dan keadaan sekolah semakin sepi.
"Tidak tahu."
Jawaban singkat yang diberikan Chanyeol membuat Sehun gemas sendiri. Tidak biasanya kakaknya menjadi dingin lagi. Ada apa pikirnya.
Ditengah-tengah perjalanan, kaki Chanyeol terhenti ketika melihat kembali adegan ini. Seperti reka ulang, ia harus melewati dua sejoli yang sedang bersenda gurau. Tanpa menoleh, Chanyeol melewati begitu saja.
"Annyeong-.." sapa Baekhyun terhenti ketika melihat Chanyeol lewat begitu saja. "wae..." gumamnya.
"Oh Annyeong Baekhyunie!"
Sehun menyapa Baekhyun yang terlihat tersenyum padanya, ia berjalan menyusul kakaknya itu. 'Mereka kenapa?' pikirnya ketika melihat kejadian yang tidak biasanya. Banyak yang berbeda yang Sehun belum ketahui.
Melihat punggung Chanyeol, Sehun memikirkan kakak satu-satunya itu. Dengan cepat kakinya melangkah dan menepuk pundak Chanyeol. Dan kini mereka sedang berdiri di parkiran yang sudah sepi.
"Ada apa hyung dengan Baekhyun?" tanya Sehun penasaran.
"Tidak ada." Chanyeol menjawab singkat lalu hendak membuka pintu mobilnya namun tertahan oleh Sehun, "Apa lagi?"
"Jelaskan dulu hyung."
"Baiklah. Apa yang kau lakukan jika posisimu tergeser?"
Sehun menaikan sebelah alisnya mendengar pertanyaan kakaknya, "bergeser?" Mengulangnya, ah Sehun sekarang ingat. Jadi maksud Chanyeol adalah ini mengingat Baekhyun dengan seseorang yang sepertinya sangat akrab. "Kau sudah tau dia siapa hyung?"
"Belum."
PLETAK
"Aw- YA!" teriak Chanyeol yang mengeus kepalanya ketika mendapat pukulan sayang dari Sehun, "adik kurang ajar."
"Hehehe," Sehun tertawa melihat Chanyeol mengumpat dihadapannya. "Kau kelewat bodoh hyung. Kenapa tidak bertanya dia siapa? Ah iya kau kan lagi cemburu," ucap Sehun santai sambil masuk ke dalam mobil. "Hyung ayo cepat pulang!"
"Haish sialan anak itu," Chanyeol masih mengumpat dan segera memasuki mobilnya.
.
.
Chanyeol berbaring diatas kasurnya setelah membersihkan diri. Ia hanya memakai celana training tanpa baju. Handuknya masih berada dikepalanya. Chanyeol terlalu lelah hari ini. Lelah akan pikirannya yang sudah bercabang seperti akar liar.
Pemikiran itu kembali ke permukaan. Apa benar yang dikatakan Sehun ia cemburu? Baekhyun apa yang kau lakukan! Chanyeol berteriak didalam pikirannya. Kenapa ia sampai seperti ini hanya karena seorang Byun Baekhyun? Apa benar ia cemburu? Atau hanya- ah ia sudah tidak bisa berpikir.
"Hyung aku keluar ya!"
"Hm"
Singkat Chanyeol yang mendengar suara pintu tertutup tanda bahwa adiknya sudah meninggalkan apartemennya. Setelah dipikir-pikir, ia menjadi betah di apartemen adiknya ini. "Perubahan yang signifikan," gumamnya.
Matanya semakin berat. Tak lama mata itu terpejam. Jiwanya seperti tertarik ke dalam dimensi lain yang bisa membuat tenang atau bahkan menjadi mimpi buruk.
"Bae.."
Ucap Chanyeol seperti bisikan sebelum akhirnya ia benar-benar terlelap ke dalam mimpinya.
.
TBC
.
.
.
#note : Cuma asal ngetik alur gak jelas wkwk masih lelet ya momen cb nya, sengaja wkwk
Big thx yang udah baca
