Akan Kutunggu

Disclaimer: Inuyasha belong to Rumiko Takahashi

Warning: typo, alur cepat, ide pasaran, canon

Don't like, don't read!

'... ' berbicara dalam hati.

"... " percakapan

blackcherry-hime proudly present..

Akan Kutunggu

Chapter 2: Inuyasha and Kagome

Kagome pov

Dia termenung lagi. Duduk sendirian di atas pohon sambil memandang langit. 'Apa sih yang dia pikirkan? ' batinku kesal. Akhir-akhir ini, Inuyasha jadi sering melamun. Sejak dia sempat beberapa kali bertemu dengan Kikyo lagi, dia jadi pendiam. Dia juga jarang duduk bersama kami lagi, dia akan ada di dekatku jika disana juga ada Sango dan Miroku. 'Apakah aku membuat kesalahan? '.

Normal pov

"Kagome-chan... " ia menoleh, mendapati Shippo yang tersenyum sumringah disana. Ya, dia adalah Kagome Higurashi, seorang siswi SMU biasa. Entah kenapa, ia jadi terlibat dengan hal-hal aneh ini. Ini semua berawal ketika tak sengaja ia terjatuh ke dalam sumur tua yang berada di kuil rumahnya. Dan hari itu juga merupakan hari pertamanya bertemu dengan Inuyasha.

Ingatannya melayang jauh, mengingat hari itu. Inuyasha yang tersegel dengan anak panah di dada kirinya. Tertidur hampir selama 50 tahun dan dalam satu hari terbangun gara-gara dirinya. Ia tersenyum, jika diingat lagi, itu suatu kebetulan yang menarik. Dan ia sama sekali tak menyesal berada di jaman itu.

Dulu juga, gara-gara anak panahnya meleset, shiko no tama menjadi terbelah. Berkeping-keping dan tersebar keseluruh penjuru negeri. Bola yang katanya bisa mengabulkan permohonan itu diincar oleh semua orang. Dan Inuyasha adalah salah satu dari mereka semua yang mengincarnya. Dia menginginkan agar dirinya menjadi seekor siluman seutuhnya. Dan bersama Sango dan Miroku, mereka juga akan menghabisi Naraku. Tentu dengan alasan yang berbeda-beda. Dan Kagome, hanya memenuhi tanggung jawabnya, membantu mengumpulkan pecahan-pecahan bola itu. Ini semua kan karena ulahnya.

"Hey, kau kenapa Kagome? " Sango menepuk pundaknya pelan.

"Aahh, haha tidak kok. Aku baik-baik saja. Nah, ayo kita makan siang.. " Kagome lantas menggelar karpet yang ia bawa dan menyajikan bento yang ia buat tadi pagi.

"Ayo,, silahkan dicoba, hehe... " mereka semua mencoba. Berharap masakan gadis manis itu sangat enak. Harap-harap cemas juga Kagome menantikan respon dari teman-temannya.

"Whoaaa.. Ini sangat enak Kagome, " Sango memuji, dan diikuti anggukan singkat Shippo dan Miroku. Mereka berempat berbincang sejenak, mengomentari masakan itu. Namun, saat Kagome menoleh, ia mendapati satu-satunya orang yang tak bersuara di sana. Inuyasha terlihat bingung, mencari-cari sesuatu di dalam tas besar itu.

"Kagome, apa kau membawa 'itu'? " tanyanya asal.

"Membawa apa? " baru saja ia bertanya, Inuyasha sudah mengeluarkan 'itu'. Dahinya berkedut, amarahnya naik drastis. Susah payah ia membuat bento ini, tapi yang diinginkannya hanya satu cup mie instan? Oh tuhan...

"Inuyasha, " ia menyeringai, memanggil Inuyasha yang dengan tampang bodohnya menoleh ke arahnya.

"Osuwari, osuwari, osuwari... " ia merapal mantra itu berulang kali. Membuat Inuyasha seolah ditelan bumi. Yang lain hanya bisa merasa iba, melihat pertengkaran kedua orang itu.

"Itulah akibatnya kalau tidak mengerti perasaan Kagome.. " mendengar perkataan Sango, Inuyasha hanya bisa merengut sebal. Kagome lantas berdiri, menyambar sepedanya dan meninggalkan tempat itu. Ia berjalan memasuki hutan, sambil terus merengut. Tanpa menyadari, kemana sebenarnya ia melajukan sepedanya.

to be continued...