l Love You Soonyoung-ah
Cast :
Kwon Soonyoung
Kim Mingyu
Lee Seokmin
Jeon Wonwoo
Boo Seungkwan
And Other cast
Pair : MinSoon/MoShi , SoonSeok/SeokSoon, WonSoon/SoonWoo
School-life AU
Genre : School-life, Romance, friendship
Rate : T
Warning : BoyxBoy, typo(s) everywhere.
Di sini mereka seumuran
Disclaimer:
Semua cast milik diri mereka sendiri, saya hanya meminjam nama mereka .
cerita ini asli dari pemikiran saya, tidak ada unsur penjiplakan. Jika ada kesamaan cerita hanya kebetulan dan ketidaksengajaan.
Summary :
Kwon Soonyoung yang ngefans Kim Mingyu si bintang rookie yang bersekolah di Pledis High School, Lee seokmin yang cintanya selalu di tolak Soonyoung dan si nerd Jeon Wonwoo yang diam diam tapi perhatian. Siapakah yang menjadi jodoh Soonyoung?
CHAPTER I
Jarum jam menunjukkan pukul 7.30 KST saat nyonya Kwon membuka pintu kamar anak lelakinya. "Soonyoung-ie bang-" "selamat pagi bu.." sapa Soonyoung memotong perkataan sang ibu yang niatnya ingin membangunkannya.
"tumben sekali, Kwon muda si pemalas pagi-pagi sudah siap dengan seragamnya" ucap ibu Soonyoung heran. Soonyoung terlihat baru saja mandi saat ibunya mengatakan akan menunggu dibawah untuk menyiapkan sarapan.
30 menit kemudian Soonyoung keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah meja makan. Ia duduk di depan ayahnya yang sedang membaca koran pagi.
"selamat pagi ayah.." sapa Soonyoung pada ayahnya.
"Ini baru jam 8 dan anak ayah sudah siap untuk sarapan, gimana senangnya ayah kalau setiap hari anak ayah seperti ini" Tn. Kwon tertawa meledek putranya.
"ayah dan ibu sama saja, sama sekali tidak menghargaiku yang bangun pagi, untung mood Soonyoung sedang bagus yah" timpal Soonyoung sengaja memasang tampang sok sedihnya.
Ibu kwon datang membawa french toast dan tiga gelas susu. kemudian menepuk pipi tembam putranya
"begitu dong anak ibu, bangun pagi dan jadi anak yang rajin"
Soonyoung tersenyum manis atas perlakuan ibunya, Ny. Kwon jadi semakin gemas dan semakin mengelus pipi putranya.
Sarapan di kediaman keluarga Kwon terasa hangat, sesekali diantara mereka membicarakan hal ringan atau seputar sang putra di sekolah. Potret keluarga harmonis, makanya Soonyoung sangat mencintai keluarganya.
"bu, aku bawa ini ya ke sekolah" Soonyoung mengambil beberapa lembar french toast yang tersisa dan mengolesinya dengan selai coklat, kemudian memasukannya kedalam kotak bekal. "temanku suka lupa tidak sarapan, aku kasian padanya" tambah soonyoung.
Asal ibunya tau saja, sebenarnya bekal itu dia siapkan buat Mingyu yang Kim ssaem bilang sudah mulai masuk hari ini. Mingyu juga sebenarnya alasan Soonyoung bangun pagi hari ini, mana mungkin Kwon si pemalas bisa bangun pagi tanpa alasan yang kuat
-ooo-
Sebuah mobil van berhenti di depan gerbang Pledis High School. Pemandangan gerbang sekolah kembali ke keadaan semula, ramai oleh deretan fans fanatik Mingyu. Kim Mingyu keluar dari mobil diikuti managernya dan beberapa staff agensinya. Seperti biasa si manager mengantarnya hingga ke depan kelas, untuk alasan keamanan katanya.
Mingyu duduk di bangkunya sesaat setelah managernya pergi. Soonyoung menghampirinya membawa bekal french toast tadi dengan sumringah. Ia menyingkirkan beberapa siswi yang mengerumuni meja Mingyu entah yang sekedar memandanginya atau menawarkan makanan sama seperti Soonyoung.
"Mingyu-ya, kau pasti belum sarapan, pagi ini ibuku membuat french toast yang enak dan kau harus mencobanya" ucap Soonyoung "ada kornet dan sayuran juga, tidak akan merusak absmu" tambahnya lagi sambil nyengir.
Mingyu memandang bekal itu sebentar dan selebihnya diam saja. Ia memang belum sarapan, tapi tidak mungkin menerima pemberian fanboynya ini, bisa jadi dia besar kepala.
Sedangkan soonyoung sudah terlalu terbiasa didiami Mingyu, jadi dia terbiasa pula berbicara dengannya seperti sedang berbicara sendiri.
"atau kau mau susu? Susu ini juga sangat lezat, aku dapat ini secara cuma-cuma dari lokerku jadi kau tak perlu merasa keberatan"
"ck..kau tidak lihat, di dimejaku juga banyak makanan"
"coba dulu yang ini Mingyu-ya, sekali saja...benar-benar enak"
Soonyoung terus membujuknya, pantah menyerah.
"tidak, kau bagi saja dengan si hidung pinokio itu, dia menatapku seperti membuat lubang di kepalaku" jawab Mingyu kemudian. Jengah juga dia mendengar laki-laki didepannya yang terlalu banyak berbicara.
Soonyoung menoleh kebelakangnya. Benar saja, Seokmin memandang mereka dari mejanya. Setelah berfikir sebentar, ia berjalan kearah Seokmin setelah sebelumnya mengucapkan sesuatu pada Mingyu.
"Seokmin-a kau belum sarapan juga? Kau bisa makan ini, lagi pula Mingyu tidak mau memakannya" ucapnya sedih
"tapi hari ini ada kemajuan bagus, Mingyu mengatakan kalimat yang cukup panjang tadi tidak seperti biasa yang hanya geleng-geleng saja.. Senangnyaa..." soonyoung senyum senyum sendiri sementara seokmin tersenyum miris.
"Soonyoung-ah"
"ya"
Seokmin menggenggam tangan Soonyoung yang tidak memegang kotak bekal da menatap matanya dalam.
"kita pacaran saja ya, untuk apa kau terus mengejar Mingyu yang jelas-jelas mengabaikanmu" entah sudah penembakan yang keberapa Seokmin tidak ingat.
Yang ditatap balas menggenggam tangan sahabatnya. "Seokmin-a, kan aku sudah bilang kalau kau adalah sahabat terbaikku, sama seperti seungkwan" tolak Soonyoung –lagi- "aku tidak mau merusak persahabatan kita"
Diam
"Seokmin-a, senyum dong.. sayaaaangku~~" Soonyoung mencubit hidung mancung seokmin sambil tersenyum manis sampai matanya membentuk jam 10:10. Senyuman favorit Lee Seokmin.
'Ya Tuhan, kenapa patah hati seindah ini' batin Seokmin, bagaimana bisa dia kecewa atau marah pada Soonyoung kalau balasannya dapet senyuman favoritnya.
Seokmin ikut tersenyum, dan mencubit pipi gembil Soonyoung sayang. Seribu kali ditolak pun tidak masalah kalau Soonyoung masih tetap disisinya.
"ngomong-ngomong pengantar susu misterius itu masih terus menaruh susu di lokermu chagi? Tanya seokmin sambil membaca sticky note yang tertempel di karton susu rasa pisang itu. 'kau ingatkan hari ini ada ulangan sejarah dunia? Semangat Soonyoung! ^-^'
Soonyoung mengangguk.
"kau merasa ada yang aneh tidak? Sepertinya aku menemukan petunjuk" Seokmin masih menimang-nimang karton susu ditangannya "dia tau kalau hari ini ada ulangan sejarah, berarti dia anak kelas ini kan?"
-ooo-
"Vernonie.. kkak-kkung.." goda Seungkwan pada kekasihnya yang dibalas pukulan pelan dengan kertas liriknya yang ia gulung. Lelaki blasteran Korea-Amerika ini gemas dengan pacar genitnya yang suka tiba-tiba bertingkah aneh. Seperti tadi, dia yang sedang menyelesaikan lirik di meja cafetaria malah di recoki oleh Seungkwan yang menggodanya seperti anak bayi.
"Vernon-ie , kau sibuk ya?" tanya seungkwan sambil merangkul lengan kekasih yang tadi memukulnya "mianhae"
"Ani.. tingkahmu tadi sangat lucu, aku tidak mau orang lain melihatnya dan jatuh cinta padamu" rayu Vernon sambil tersenyum kearahnya.
"cih, bermesraan di tempat umum" maki Soonyoung yang datang bersama Seokmin
"lagian mana ada orang yang akan jatuh cinta padanya selain kau? hahahaa" timpal Seokmin
"yak! Sialan kau!" teriak Seungkwan dan menghujani mereka berdua dengan pukulan membabi buta.
"Yak!" dan jadilah mereka berguling guling dilantai. Selalu seperti itu, mereka masih sangat kekanakan.
Vernon? Dia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan kekasih dan teman-teman anehnya.
Seungkwan memang bukan teman sekelas Seokmin dan Soonyoung. tapi mereka adalah teman sejak junior high, itu yang membat mereka menjadi sangat dekat dan terkenal sebagai Trio Gag disekolahnya.
Setelah insiden guling-gulingan dilantai itu mereka mulai memakan makan siang mereka dengan sesekali berebut daging di nampan yang lain.
"Seungkwan-ah, kau ingat misteri susu pisang di lokerku? Kemungkinan pelakunya adalah anak kelas 2-4 juga" ucap Soonyoung di sela-sela makan mereka
"kau punya secret admier?" tanya Vernon
Trio S itu mengangguk kompak. "atau jangan-jangan itu kerjaan isengmu ya Seokmin? Kau kan yang mengejar ngejarnya dari SMP" tuduh Seungkwan sambil mengacungkan sumpitnya kemuka Seokmin.
"Lagian siapa lagi yang mau dengan lelaki idiot seperti dia selain kau" lanjut seungkwan yang dihadiahi pelototan –tidak cukup- tajam dari mata segaris mlik Soonyoung.
"Tsk! Jika itu aku, aku cukup memberikannya langsung tanpa menaruhnya diam-diam di lokernya" terang seokmin "itu tindakan pengecut"
Benar juga. Seokmin bukan tipe pria seperti itu.
Soonyoung tampak berfikir. Sudah hampir satu bulan ia selalu menemukan susu di lokernya.
Susu pisang
Satu kelas dengannya.
Tapi siapa?
Seolma...?
-ooo—
Soonyoung berjalan cepat kearah koridor ekstra kulikuler. Dia lupa jika hari ini dia harus menemui yoon ssaem, guru pembimbing ekskul dance. Soonyoung semakin mempercepat langkahnya setelah dia melihat arlojinya. Shit, dia terlambat 2 menit.
Namun, ia terhenti saat melihat sosok lain bersama si guru.
"yoon ssaem, kami benar-benar butuh seorang dancer. Salah satu dancer Mingyu mengalami cidera di angklenya dan harus dirawat dan kita membutuhkan pengganti secepatnya. Bisakah ssaem merekomendasikan dancer berbakat dari club ini?"seorang pria yang di ketahui sebagai manager Mingyu tengah berbicara dengan yoon ssaem.
Yoon ssaem tampak berfikir dan mengingat siswa didiknya, siapa yang dikira pantas ia rekomendasikan. "begini saja, nanti akan saya kabari orangnya setelah kami lihat siapa dancer terbaik kami terlebih dahulu, bagaimana?"
Soonyoung tetap berdiri di balik pintu, sedikit mencuri dengar apa yang dibicarakan oleh pelatih dancenya dengan manager Mingyu. Ia bersembunyi ketika melihat Shin Wonho, yang ia tau adalah manager Mingyu keluar dari ruangan tari.
Setelah dipastikan manager Mingyu menjauh ia memasuki ruang tari dan menemui yoon ssaem.
"ssaem" panggil Soonyeong.
Yoon ssaem menoleh dan tersenyum kearahnya, kemudian menanyakan gerakan baru yang ia janjikan. Setelah beberapa gerakan ia demonstrasikan, yoon ssaem bertepuk tangan dan tersenyum puas pada anak didiknya ini. Soonyoung memang dancer terbaik yang Pledis High School punya.
'yeoksi.. pilihanku memang tidak pernah salah' Batin Yoon ssaem.
-ooo-
Soonyoung mengayunkan kakinya gugup, sesekali menoleh ke arah pintu masuk atau sekedar melihat-lihat sekeliling. Dia sekarang duduk di lobby agensi yang menaungi Mingyu menunggu Wonho hyung (dia yang meminta dipanggil hyung) si manager. Yoon ssaem merekomendasikannya sebagai dancer pengganti untuk Showcase Mingyu. Katanya hari ini ia sudah mulai ikut berlatih koreo untuk persiapan showcase itu bulan depan. Senangnya, ini kesempatan bagus untuk bisa berinteraksi dengan Mingyu bukan?
Sudah hampir 20 menit dia menunggu, bahkan dia masih mengenakan seragam sekolahnya tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Hingga tiba-tiba sosok jangkung yang sangat ia kenal menghampirinya.
"Yak! Neo? Kau mengikutiku sampai ke agensi?"
TBC
Note : Ini chapter pertamanya.. 1k+ words
Gimana? Ga jelas ya? Teralu bertele-tele? Mengecewakan? Mianhae /bow/
Sebenernya sampe skrg belum tau uri hoshi mau di pair sama siapa.. Kalo bisa si di pair sama aku ajah /plak/
Aku ini soonseok shipper, tapi sering salah fokus ke Mingyu kekeke
Thanks buat yg udah review, fav, follow saranghae /xoxo/
walaupun masih sepi tp g papa lah yg penting soonseok hehe.
Next chapter liat respon dan liat mood :p
Say the name! SEVENTEEN!
©p-light
