" The Meaning Of Your Stare "

Sebelumya di " The Meaning Of Your Stare "

" Walaupun sebenarnya aku muak, tapi aku tidak akan pernah berhenti sampai aku mengukap arti dari tatapannya itu harus, karena aku tidak mau . . . "

CHAPTER 2

" . . . Jimin-hyung tenggelam dalam bahaya, tanpa tau apa yang terjadi, tidak menduga pelakunya, hatinya yang . . . ". Reza mengusap wajahnya kasar.

" Hahhhh, Jiminie apa yang harus kulakukan ? ". Reza menatap ke atas langit berharap pesannya tersampaikan lewat angin berhembus melaluinya.

Di tempat lain terlihat seorang pemuda dengan rambut abu-abu yang tengah sibuk latihan untuk persiapan performance, tak jauh darinya terlihat beberapa orang memperhatikanya dalam diam, tak ingin membuat yang diperhatikan merasa risih.

Eochapi geobuhal sujocha eobseo
Deoneun domang gal sujocha eobseo
Niga neomu dalkomhae neomu dalkomhae
Neomu dalkomhaeseo

Nae pi ttam nunmul
Nae pi ttam nunmul

Bait terakhirpun berakhir begitu juga dengan latihan si abu-abu, ia membalikan untuk melihat keadaan member lain yang nampak telah kembali pada kesibukan masing-masing tepat sebelum lagu tadi berhenti sepenuhnya, karena meraka tak ingin kegiatan memperhatikan si abu-abu, ketahuan sang objek.

Berbeda dengan yang lain, salah satu dari enam orang yang memperhatikannya, tetap setia dengan tatapannnya memperhatikan objek itu, hingga membuat mata mereka beradu.

Sang abu-abu memutuskan kontaknya duluan, sedangkan yang masih memperhatikan hanya tersenyum, senyum biasa tapi mengandung sesuatu.

Brakkkk . . .

Semua orang yang ada diruang latihan, langsung mefokuskan tatapannya pada sang pelaku yang sekarang tengah berdiri di depan pintu dengan wajah serius.

" Bang PD-Nim, ada apa kemari ? " . Tanya sang visual.

" Aku kemari ingin memberitahukan kalian sesuatu . . . ". Semuanya diam menanti kalimat PD-Nim.

.

.

.

.

" . . . kita akan mengadakan audisi dibeberapa negara terpilih untuk menambah anggota junior kalian di Big Hit, dan kalian . . . "

Yang mendengarkan mencoba mengontrol keterkejutannya dan mendengarkan kembali tanpa keributan.

" . . . akan menjadi salah satu juri di audisi tersebut ".

Semuanya diam tidak tau harus berkata apa, tapi tidak dengan sang maknae.

" Apa maksudnya ini ?, Apa Bang PD-Nim ingin mengusur kami ?, Apa kerja keras kami tidak cukup ? ". Sang abu-abu mencoba menenangkan sang maknae yang tengah dilanda amarah.

" Bukan begitu maksudku Jungkook-ah, tapi aku hanya mencoba menetralkan keadaan dari beberapa orang yang ingin mengikuti audisi, dan aku tidak ingin berita buruk tentang entertainment kita yang mungkin juga akan merusak reputasi kalian selama ini ".

PD-Nim menghela nafas berat, karena ia memang sudah memperkirakan hal ini terjadi, tapi kata mundur tidak ada untuknya, jadi hanya rasa pasrah meliputi.

" Memangnya apa salahnya menambah anggota satu grup, lagipula akan menyenangkan jika entertainment ini memiliki banyak penghuni dan juga aku mungkin bisa menjadi guru untuk juniorku, jadi Kokie, apa kau mau jadi juri ? ". Si abu-abu berkata dengan senyuman andalannya yang dapat meluluhkan sang maknae atau Jeon Jungkook dengan sekejap.

" Baiklah Jiminie, aku akan menuruti apapun yang kau inginkan ". Kata sang maknae sambil merangkul si abu-abu yang bernama Park Jimin yang membuat semburat merah tak terlihat di wajah Jimin.

" Yak, pabo aku ini hyungmu tau, kau harusnya memanggilku dengan embel-embel hyung ". Jimin menjitak kepala Jungkook.

Yang dipukul bukannya mengaduh atau menampilkan ekspresi kesakitan, malahan hanya tersenyum manis kearah hyungnya, yang membuat Jimin malu.

" Baiklah sepertinya keadaan sudah netral, kalau begitu aku kembali, selamat bekerja dan fighting ". PD-Nim langsung beranjak pergi meninggalkan grup boy band andalanya itu.

Kembali pada pertengkaran kecil Jimin dan Jungkook yang mengundang beberapa mata memperhatikan mereka.

Tatapan datar, ekspersi tak suka, mencoba mengalihkan pandangan, mencari kesibukan, itulah yang dilakukan personil BTS disaat dihadapan mereka terpampang orang yang menarik perhatian mereka tengah sibuk dengan orang lain.

" Jimin/Jimnie/Chim/Hyung ". Entah suara milik siapa yang terdengar seperti bisikan ingin memangil sang pemilik nama.

Yang tak diduga, membuat sang pemilik nama berbalik dengan tatapan bingung tapi langsung tergantikan senyum hangat miliknya yang membuat orang yang seruangan dengannya hanya dapat menatap dengan tatapan, entahlah mungkin kagum atau lainnya.

" Ekhm . . , Baiklah ayo kita berjuang mencari anggota baru, semuanya fighting ! ". Sang leader menyuarakan semangat, mencoba mengalihkan suasana aneh tadi.

" BTS FIGHTING ". Semua yang ada diruangan itu pun tertawa akan tingkah mereka sendiri yang terlihat seperti anak kecil.

" Ayo kita latihan untuk performace ". Sang Visual, Jin memainkan lagu yang akan digunakan untuk performance mereka.

" Hana . . . Dul . . . Se . . . "

Nae pi ttam nunmul nae majimag chumeul

Da gajyeoga ga

Nae pi ttam nunmul nae chagaun sumeul

Da gajyeoga ga

Nae pi ttam nunmul

. . . . .

Terlihat di sebuah kamar bernuansa warna pastel seorang remaja dengan tampang serius tengah berkutat dengan laptopnya.

" Big Hit akan mengadakan audisi dibeberapa negara ya, aku harus memberitahu Reza mungkin dia akan terkejut atau heboh, anak itu kan selalu bermuka datar, jarang tertawa lagi atau mungkin tidak pernah tertawa ". Orang itu memainkan kursi yang tengah didudukinya berputar kemudian berhenti menghadap ke arah jendela yang menampilkan langit malam.

" Aku harus memberitaunya sebelum dia tau tentang audisi ini bersiaplah Syahreza kau pasti kan menampilkan ekspresi random, hi . . hi . . h i . . ".

" Gyn-gun, makanmalam sudah siap cepat turun nanti keburu habis loh ". Terdengar seorang setengah berteriak mencoba memangil sang pemilik nama.

" Tunggu sebentar Eomma ". Gyn-gun langsung beranjak untuk pergi keruang makan sambil bersenandung ria.

" Aku tidak sabar menunngu hari esok, pasti ekspresi akan sangat lucu ". Gyn-gun terkikik membayangkan ekspresi korbannya.

" Mungkin aku harus mengabadikan momennya nanti, kesempatan tidak dating dua kali, hi . . hi . . hi . . "

" Yak, Gyn-gun kenapa kau tertawa seperti itu ? "

" Tidak ada apa-apa, Appa ". Sambil mengubah wajahnya menjadi tampang imut yang membuatnya dihadiahkan cubitan gemas dari Ibunya.

Di lain sisi Nampak seseorang . . .

" Arghhh , Jimin-hyungggg otoke ?, ini benar-benar mebuatku pusing ".

Yang tengah depresi sambil meracau tak jelas.

" Jiminie, fighting for your performance for your new song "

Dan mendadak tenang saat melihat pemberitahuan tantang performance BTS yang akan diadakan di Seoul.

" Aku tidak akan menyerah, itu pasti ".

Matanya menatap kelangit malam yang penuh bintang.

" Ini demi . . . "

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Entah kenapa rasanya ceritanya tambah gaje deh ?! , anyway (anyway melulu).

Saya akan menanti apaapun dari anda, pai . . . pai . . . ^_^