Jungkook mendapat perintah dari ketuanya untuk mematai musuh terbesar mereka. Sekelompok geng besar dikorea yang kejam. Mereka adalah musuh terbesar yakuza yang tak terkalahkan.

Jungkook adalah warga asli korea, tapi kenapa dia harus masuk yakuza di jepang dan malah memusuhi orang dari negaranya sendiri?

Di korea, tepatnya di Kota busan. Jungkook terlahir disana, dengan marga dari ibunya -Jeon. Dia tak memiliki ayah, dia terlahir tanpa ayah dan sangat tak di inginkan.

saat jungkook berumur 14 ibunya bercerita padanya tentang bagaimana hidupnya. Jeon yuri, dia adalah pelacur. Dia di sewa oleh salah satu anggota kelompok geng besar dikorea itu, dan pria brengsek itu dengan tololnya memberi kepercayaan dan kata kata manis dimulut pada yuri.

Dia menghamili yuri dan menghilang begitu saja. Jungkook tak pernah di didik dengan baik oleh ibunya, tapi jungkook tak masalah dengan itu. Ibunya kasar dan selalu memarahinya, tapi jungkook tau jauh dalam lubuk hatinya; yuri sangat mencintai darah dagingnya.

Hingga saat jungkook menemukan mayat yuri dengan luka tembak tepat dikepalanya, saat ia berumur 17 tahun. Jungkook tau siapa yang membunuh ibunya. Itu adalah Ayahnya. Ayahnya adalah pemimpin geng besar itu, dan jungkook bersumpah akan membalas semua perlakuan ayahnya terhadap ibunya. Jungkook bersumpah akan membunuh lelaki tua bangka yang tolol itu.

Maka dari itu, jungkook pergi ke jepang saat ia berumur 19 tahun. Dan dia menjadi anggota yakuza yang dia ketahui bermusuhan dengan geng besar tersebut. Jungkook sudah menjadi anggota yakuza hingga dia sekarang berumur 25 tahun.

.


"aku akan segera memberi kabar, baiklah. Kau bisa percayakan padaku" jungkook berbicara pada salah satu kerabatnya di yakuza. Dia tau pria disampingnya terus menatapnya.

Dia curiga, mungkinkah orang ini anggota geng? Tapi segera tepis segala kecurigaannya saat melihat perawakan tubuh lelaki itu yang sangat kecil. Anggota geng besar yang dia tau selama ini, pasti lah orang yang badannya bahkan banyak yang lebih besar dari badannya.

Dengan begitu jungkook menutup sambungan lalu berkata, "apa kau tertarik padaku?" lelaki itu terlihat salah tingkah dengan membenarkan duduknya lalu melihat kedepan. Dia menjawab dengan bahasa jepang.

Lucu sekali, padahal jungkook bertanya dengan bahasa korea. Hingga lelaki itu keluar dari bus, jungkook terus memperhatikannya.

Jungkook terus mencari tau dengan mendatangi beberapa tempat judi yang besar dan tempat tempat lainnya. Jungkook tak menemukan jawaban. Dan saat jungkook berjalan di sebuah perumahan kecil. Dia merasa punduknya di pukul oleh tongkat bisbol dengan sangat keras.

Tubuhnya menerima banyak pukulan, tendangan dan sayatan. Itu memang sudah biasa. Jungkook berkali kali melawan, tapi dia tidak dalam keadaan siap hingga ia mendapat banyak luka ditubuhnya hingga ia merasa lemas.

Dan saat itu, jungkook merasa ada orang yang bertanya padanya. Jungkook tau, orang itu hendak menolongnya. Namun, kesadarannya hilang saat orang itu berusaha mengangkat tubuhnya.

.

.

.

Yoongi meletakkan tubuh besar itu dengan hati hati di sofa. Rasanya, tubuh kurusnya ini mati rasa. Yoongi meringis pelan dan meregangkan tubuhnya pelan.

Ia lalu berjalan kedapur untuk menyimpan belanjaannya. Yoongi kembali menghampiri jungkook dengan baskom berisi air hangat dan handuk kecil di bahunya.

Yoongi kembali meringis melihat keadaan orang di depannga ini. Tragis, bagaimana mungkin orang ini bisa sampai setragis ini. Yoongi malah khawatir sekarang orang ini mungkin saja hendak mati.

Pertama yoongi mencelupkan handuk kedalam baskom yang cukup besar itu. Dia mengelap wajah jungkook dengan hati hati, hingga debu dan darah diwajah orang itu hilang.

"ah" yoongi berseru pelan. "orang ini.. Adalah orang asing itu kan?" dia bertanya pada dirinya sendiri. Lalu melihat dengan teliti wajah orang tersebut. Benar, dia orang yang ditemuinya di bus tadi.

"padahal tadi masih biasa saja, sekarang sudah hendak mati saja kau" yoongi bergumam pelan sembari masih membasuh wajahnya dengan hati hati.

Yoongi lalu melebarkan robekan baju yang dipakai jungkook. Sangat banyak bekas sayatan di sana. Ada beberapa sayatan yang sudah lama dan berbekas, ada juga sayatan yang baru saja dia dapatkan tadi.

"mungkinkah dia maso?" yoongi menggelengkan kepalanya pelan. Yoongi membasuh mulai dari tangannya hingga tubuhnya. Sepertinya stock perbannya akan habis untuk orang asing di depannya ini.

Yoongi selesai dengan acara membasuh tubuh orang itu. Yoongi tidak membasuh tubuh bagian selatan orang tersebut. Dia merasa tidak sopan jika melakukannya.

Yoongi menyimpan baskomnya dan mengambil kotak p3k lalu kembali menghampiri jungkook. Yoongi mengangkat pelan tubuh jungkook hingga duduk dengan membungkuk.

Yoongi lalu melilitkan perban pada tangan jungkook dengan hati hati. Setelahnya dia juga melilitkan perban pada dada hingga perutnya dengan sangat hati hati.

Yoongi mendengar erangan pelan dari orang di depannya. Yoongi menutup kotak p3k nya lalu segera beralih kedepan jungkook.

Jungkook membuka matanya pelan. Dia mengangkat kepalanya dan menemukan lelaki didepannya dengan senyum yang lebar, "ternyata kau tidak mati!" lelaki itu berseru dengan semangat.

Jungkook merasakan tubuhnya pegal dan terasa ngilu, "jangan terlalu banyak bergerak, bodoh. Kau masih belum benar benar baik"

"m-m..num" yoongi mengeryit pelan. Dia bingung, apa yang dikatakan orang ini? "h-huh?"

Jungkook membuat gerakan isyarat dengan tangannya. Dan yoongi menyerukan, "ah" lalu mengangguk. "kau ingin minum? Tunggu sebentar" yoongi beranjak menuju dapur.

Suaranya serak dan terasa perih. Jungkook menyandarkan tubuhnya pada pinggiran sofa. Sial, geng brengsek itu telah mengetahui rencananya. Jungkook memejamkan matanya, kepalanya terasa sangat pusing.

"ini minum untuk mu" yoongi menyodorkan segelas air padanya. Jungkook mengangkat pelan tangannya dan meraih gelas itu.

Yoongi duduk di samping jungkook dan memperhatikan jungkook yang meneguk air digelas. "aku melihat tato di punggungmu saat aku memakaikan perban."

Jungkook menoleh pada yoongi, "tato yang sangat rumit" yoongi bersuara dengan suara yang bingung.

Api dan Revolver, itu adalah tato dengan gambar kobaran api dengan revolver. Jungkook hanya diam tak menanggapi.

"nama ku Min Yoongi, kau bisa memanggilku yoongi."

"jungkook" sebenarnya, jungkook tak boleh memberitahukan identitas asli termasuk nama aslinya pada orang lain. Tapi, yoongi menyelamatkannya. Dia orang baik, jungkook tau itu.

"kau orang korea ternyata, aku kira kau orang jepang" yoongi tersenyum kecil. "kau mau makan? Aku belum makan malam, kau juga pasti belum 'kan?" yoongi berdiri lalu pergi kedapur tanpa sempat jungkook menjawabnya.

Jungkook menggelengkan kepalanya lalu merebahkan tubuhnya disofa.

Sebenarnya entah mengapa yoongi sangat penasaran dengan tato di punggung jungkook. Itu seperti memiliki makna tersendiri. Yoongi mengangkat bahunya.

Dia membuat omuburger dengan resep dari mendiang almarhum ibunya. Saat dia sakit, ibunya selalu membuatkannya omuburger. Dan itu membuatnya semangat.

Mungkin ini memang kekanakan, tapi mungkin juga jungkook akan mendingan setelah makan ini 'kan? Apalagi omuburger juga terkenal di jepang.

Semoga jungkook menyukainya.

Yoongi menghampiri jungkook dengan dua piring di tangan kanan dan kirinya. Yoongi meletakkan kedua piring itu di atas meja, "apa kau tidur?" yoongi melihat jungkook yang memejamkan matanya.

Jungkook menanggapi dengan gelengan kepala pelan, lalu jungkook mengangkat tubuhnya dengan hati hati. "kau.. Mengapa menyelamatkan aku?"

"menyelamatkan?" yoongi sedikit memiringkan kepalanya, "apa aku menyelamatkanmu? Kurasa itu perlakuan yang wajar jika kita melihat orang terluka kan?"

Tidak, itu tidak wajar. Selama hidupku orang bahkan tak pernah perduli padaku ataupun pada ibuku. -suara batin jungkook.

Jungkook tak menanggapi yoongi dan mengambil sendok juga garpu. Jungkook mulai memakan omuburger buatan yoongi, "enak" sudah lama sekali dia tak memakan masakan rumah.

.

.


Udah mulai mau uts dan ulangan harian terus menghantui. Semoga para readers memaklumi mengapa saya ngaret update:' untuk Ending detective masih mogok dijalan. Saya benar benar kehabisan ideㅠ.ㅠ