Chapter 3: Kim Jaejoong

.

.

.

-xXxXxXx-

.

"Kekekekeke"

Yunho terkekeh saat membayangkan rencana yang dibuatnya berhasil melumpuhkan si penculik, sedangkan si penculik sendiri hanya berjalan santai mendekati Yunho dengan tangan dimasukan kedalam saku jaketnya membuat Yunho semakin percaya diri dengan rencana di kepalanya. Saat jarak mereka tinggal beberapa langkah lagi, Yunho langsung berdiri dan berusaha menarik kerah jaket si penculik, tanpa pernah Yunho perkirakan si penculik berwajah innocent itu menyemprotkan spray bius ke wajah Yunho. Dan Yunho sukses pingsan untuk yang ketiga kalinya.

Dengan susah payah si penculik membawa tubuh pingsan Yunho ke suatu tempat dan meletakannya duduk bersandar lalu mengikat kembali tangan Yunho dengan tali.

"Dimana aku? Kenapa tempatnya jadi sempit begini? Tunggu dulu, ini kan toilet. Jadi yeoja gil... eh namja aneh itu membawaku ke toilet, jadi dia percaya jika aku kebelet. Rencanaku berhasil, tapi kenapa aku merasakan panggilan alam" gumam Yunho sesaat setelah tersadar kembali dari pingsannya -yang entah bagaimana ikatan di tubuhnya terlepas- merasakan sesuatu mendadak mendesak ingin dikeluarkan.

Berhubung Yunho sudah berada sendirian di toilet dan merasakan sebuah panggilan alam, tanpa ragu Yunho mengeluarkan.

Syurr

Krucuk krucuk

Syuuu syuuu syuuu

"Eh, suara apa itu?" Yunho saat mendengar suara-suara aneh di telinganya dan kepalanya menoleh ke kanan dan kiri mencari asal suara.

Syuuuu syuuuu syuuuu

"Kenapa suaranya semakin kencang? Tapi biarlah, yang penting keluarkan dulu panggilan alam ini" ucap Yunho memejamkan mata, masa bodoh dengan suara aneh itu.

Syuuuu syuuuuuu syuuuu

Yunho merasa suara yang didengarnya semakin kencang dan berasal dari arah depannya. Yunho yang merasa terganggu, akhirnya membuka matanya perlahan-lahan. Tapi mata sipit Yunho membesar seketika saat melihat namja yang menculiknya berada dihadapannya terlihat serius menatap suatu bagian tubuhnya.

'What the... kenapa namja aneh itu berjongkok di depanku?' ucap Yunho dalam hati sedikit shock.

Ternyata apa yang sebelumnya dialami oleh Yunho hanyalah sebuah halusinasi saat dirinya sedang keadaan pingsan.

"Syuuu syuuu syuuuu"

"Apa yang kau lakukan? Kenapa jongkok dihadaapanku dan apa yang kau lihat?" tanya Yunho pada si penculik yang fokus pada satu titik tanpa berkedip.

"Joongie cuma membantumu buang air kecil, syuuu syuuu syuuu. Tenang saja milik kita sama kok, cuma ukuran aja yang beda. Punyamu jauh lebih besar" ucap si penculik santai sambil berjongkok didepan Yunho dengan menangkupkan kedua tangannya di pipi.

"Apa?!" Yunho shock mendengar ucapan si penculik lalu mengikuti arah yang dilihat oleh si penculik, dan Yunho melihat celananya sudah terbuka dan bagian penting dari seluruh tubuhnya terekspos dengan sangat jelas.

Malu? Tentu saja, ini pertama kalinya bagi Yunho memperlihatkan bagian privat tubuhnya didepan orang sejak dia mulai mandi sendiri saat masuk sekolah dasar, apalagi didepan namja yang menurutnya aneh tapi juga sedikit menarik perhatiannya.

'Argh! Kenapa ini terjadi padaku, apa dosaku Tuhan? Kenapa aku harus buang air kecil di depan namja aneh ini!' jerit frustasi Yunho dalam hati.

Syuuur

Krucuk krucuk

"Wah! Akhirnya keluar juga, Joongie kira tidak akan keluar" ucap si penculik senang lalu bertepuk tangan dengan gembira.

"Ya Tuhan, apa salah dan dosaku padamu?" ucap Yunho frustasi meratapi nasibnya.

.

-xXxXxXx-

.

Setelah menyelesaikan panggilan alamnya, Yunho kembali duduk di kursi dengan tangan kembali terikat, sedangkan si penculik berwajah innocent sibuk dengan sebucket ice cream yang entah dari mana dia dapat.

"Kau mau?" tanya si penculik saat menyodorkan satu bucket ice cream rasa vanila pada Yunho yang duduk disebelahnya. "Ini permintaan maafku karena sudah menculikmu dan mengancammu, jadi kuberikan sendokan pertama untukmu"

Ya Tuhan, kau bukan hanya menculik dan mengancamnya, tapi juga mengintip tidak lebih tepatnya melihat paksa 'miliknya' yang berharga.

Yunho hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak baik untuk pita suaraku"

"Sombong sekali, padahal kau kan bukan Uknow asli" cibir si penculik lalu menyendok penuh satu scoop ice cream dan memakannya dengan penuh semangat.

Yunho hanya bisa menelan liurnya saat melihat si penculik memakan ice cream. Bukan karena Yunho menginginkan ice cream tersebut, tapi karena ekspresi si penculik yang terlihat imut saat memakan ice ceram ditambah si penculik berwajah cantik itu melepaskan jaketnya dan hanya memakai kaos v-neck putih berlengan pendek yang sedikit tipis, memperlihatkan kulitnya yang putih melebihi kulit yeoja.

Tanpa sadar liur Yunho hampir menetes saat sudut matanya terfokus pada leher si penculik lalu turun ke dada bidang namun sedikit berisi yang mengintip dari balik v-necknya.

"Kenapa? Kau mau?" tanya si penculik membuyarkan lamunan Yunho yang hampir berubah menjadi fantasi liar, membuatnya menggelengkan kepalanya yang diartikan tidak oleh si penculik.

Entah kenapa Yunho merasa dirinya memiliki ketertarikan pada orang yang menculiknya, padahal orang tersebut memiliki gender yang sama dengannya.

"Begini saja, bagaimana jika kita lupakan apa yang terjadi sebelumnya. Aku akan berpura-pura tidak pernah terjadi apapun, dan kau bisa pergi setelah ini, aku tidak akan menuntutmu" Yunho berusaha bernegosiasi.

"Benarkah? Kenapa kau baik sekali membiarkanku pergi dan tidak menuntutku?" si penculik berhenti memakan es krimnya saat mendengar perkataan Yunho. "Sebenarnya Joongie belum pernah membunuh orang sebelumnya, Joongie juga baru pertama kali menculik orang"

"Apa? Lalu kenapa kau mau terima pekerjaan untuk membunuhku?" tanya Yunho bingung.

"Joongie butuh uang" jawab si penculik singkat.

"Jadi karena uang?" selidik Yunho.

"Ne. Joongie membutuhkan banyak uang, jadi Joongie menerima tawaran Boa nunna untuk membunuhmu. Tapi Joongie belum pernah membunuh sebelumnya, termasuk membunuh kecoa yang Joongie takuti" jelas si penculik dengan raut wajah sedih.

"Joongie itu namamu" tanya Yunho penasaran karena si penculik terus menyebut dirinya Joongie.

"Aniya, itu nama panggilan dari umma. Kim Jaejoong itu nama Joongie" jelas si penculik yang bernama asli Jaejoong.

"Jadi namamu Jaejoong dan kau membutuhkan uang?"

"Ne, sebelumnya Joongie bekerja pada sebuah pabrik tahu ilegal" ucap Jaejoong lalu meletakan ice creamnya di meja.

"Ilegal?" tanya Yunho bingung.

"Mereka memakai campuran formalin untuk diekspor ke Indonesia"

.

-xXxXxXx-

.

Setahun yang lalu, Jaejoong ditangkap karena bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik tahu yang memproduksi tahu dengan campuran berbahaya, formalin. Selain itu ternyata pabrik tempat Jaejoong bekerja juga memperkerjakan pekerja ilegal, kebanyakan dari mereka berasal dari Indonesia yang tanpa identitas jelas.

Hingga akhirnya suatu hari pabrik tahu tersebut digrebek polisi atas laporan warga yang merasa tergangu dengan limbah yang dibuang pabrik tersebut berupa ampas tahu yang terlihat buluk dan busuk, padahal itu oncom, makanan untuk para pekerja pabrik termasuk Jaejoong.

Saat penggrebekan terjadi, Jaejoong sibuk mengaduk adonan tahu dengan telinga tersumbat earphone dan mendengarkan lagu sambil berjoget ala biduan dangdut Pantura. Hingga akhirnya matanya melihat seorang namja bertubuh tegap berseragam polisi, Jaejoong langsung lari namun dikejar oleh si polisi. Kejar-kejaran pun terjadi seperti di film-film India, tapi sayang saat Jaejoong sedang lari ala film India -tanpa efek bunga dan air hujan-, Jaejoong tersandung dan jatuh terguling-guling lalu jatuh tercebur kedalam selokan.

Dalam keadaan basah, hitam dan juga bau, Jaejoong digelandang ke kantor polisi bersama pekerja di pabrik tahu. Sesampainya di kantor polisi Jaejoong diintrogasi dan ditanyai identitasnya, tapi Jaejoong bisa menunjukan jika dia adalah warga Korea Selatan dan terbebas dari tuntutan penduduk ilegal, tapi tidak dari tuntutan produksi tahu berformalin.

Setahun kemudian Jaejoong keluar dari penjara karena terbukti jika pabrik tersebut memang benar memproduksi tahu beracun, tapi dengan kelihaian akting Jaejoong yang berpura-pura tidak tahu tentang formalin tersebut, dia hanya dihukum satu tahun penjara.

Saat keluar dari penjara dirinya dijemput oleh seorang ahjussi botak berperut buncit, inilah alasan Jaejoong menepuk keras perut buncit Yunho. Ahjussi tersebut ternyata datang dari sebuah perusahaan yang menyatakan jika Jaejoong berhutang banyak padanya, yah bisa dibilang semacam rentenir. Ahjussi tersebut meminta Jaejoong untuk menandatangani sebuah perjanjian untuk menyerahkan tubuhnya dan bekerja keras pada perusahaan tersebut, semacam kontak budak. Jaejoong tidak memperdulikan dan pergi meninggalkan ahjussi yang menurutnya jelek dan pulang menuju flat miliknya.

Alangkah terkejut dirinya saat melihat barang-barang miliknya berada di luar dan pintu flat miliknya terkunci. Jaejoong diusir dari flatnya karena menunggak bayar kontrakan flatnya selama setahun, dan itu belum termasuk hutangnya sebelum masuk penjara. Dengan perasaan campur aduk, Jaejoong membawa sekotak barang yang isinya berupa boneka gajah berwarna abu-abu yang penuh noda liur Jaejoong, jepit rambut dan cermin Hello Kitty yang sudah retak, juga beberapa lembar voucer makan gratis yang sudah lewat masa berlakunya, sobekan tiket bioskop, bungkus permen dan yang pasti isinya sampah semua. Jaejoong berjalan tidak tentu arah dan perutnya tiba-tiba terasa lapar.

Saat dirinya sedang kelaparan, Jaejoong melihat se-cup ramen yang baru saja diseduh dan ditinggalkan begitu saja di meja di depan sebuah mini market. Jaejoong yang tergiur dengan ramen tersebut lalu memakannya seolah ramen tersebut miliknya, namun saat sedang menikmati ramen temuannya, seseorang keluar dari mini market dan berkata jika ramen tersebut miliknya, Jaejoong lalu berlari dengan membawa ramen rampasannya.

Namun sial bagi Jaejoong, tidak jauh dari mini market tersebut Jaejoong tersendung batu akibat matanya fokus pada ramen di tangannya dan tidak memperhatikan jalan sehingga Jaejoong jatuh tersungkur dan ramen tersebut jatuh berhamburan, untungnya saat itu Jaejoong berada di sebuah gang yang sepi jadi dirinya tidak malu akibat jatuh hingga terguling-guling.

Hal itu juga yang membuat Jaejoong menerima tawaran Kwon Boa untuk membunuh Uknow setelah sebelumnya ditolong oleh Boa yang merasa kasihan melihat Jaejoong yang seperti anak kucing yang habis tercebur got.

.

-xXxXxXx-

.

"Kau belum pernah membunuh orang tapi malah menerima pekerjaan sebagai pembunuh hanya karena membutuhkan uang untuk membayar hutangmu, konyol!" ucap Yunho sedikit keras.

"Masalahnya Boa nunna sudah membayar setengahnya, jadi mau tidak mau Joongie harus melakukannya" cicit Jaejoong.

"Kau itu bodoh atau apa sih, mau-maunya di bayar setengah dulu. Kau tau, itu artinya orang yang memakai jasamu sangat licik. Apa kau yakin setelah kau melakukan tugasmu dia akan membayar sisanya? Seharusnya kau minta pembayaranmu semuanya sekaligus" ucap Yunho yang tidak habis pikir jika ada manusia seperti Jaejoong yang entah polos atau bodoh menurutnya.

"Joongie kan tidak tahu jika ada hal seperti itu, lagi pula Joongie harus membayar hutang pada rentenir" Jaejoong mempoutkan bibirnya imut.

"Dari tadi kau menyebut Kwon Boa dengan sebutan nunna, memangnya berapa usiamu?" Yunho tahu dengan jelas berapa umur Boa yang seumuran dengannya, dan jika Jaejoong memanggilnya nunna berarti Jaejoong lebih muda darinya.

"23 tahun, kenapa?" Jaejoong menjawab dengan singkat dan membuat Yunho tersenyum padanya. Tepat seperti dugaannya, Jaejoong lebih muda darinya.

Tapi Yunho tidak menyangka jika usia Jaejoong hanya berbeda dua tahun dengannya, karena jika dilihat dari wajah Jaejoong yang terkesan imut dan polos, Yunho mengira jika Jaejoong masih berusia sembilan belas. Dan sempat terlintas dipikiran Yunho jika Jaejoong masih sekolah.

"Karena kau lebih muda dariku jadi kau harus memanggilku hyung, Joongie-ah" ucap Yunho sok imut.

"Shireo!" tolak Jaejoong tegas malah membuat Yunho tertawa karena melihat reaksi Jaejoong yang sangat lucu dimatanya.

Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang namja sedang mendiskusikan sesuatu yang serius. Dua orang namja yang menyewa kamar di sebelah kamar Yunho yang ternyata adalah detektif dari kepolisian, Shim Changmin dan Kim Junsu. Yang ditugaskan oleh atasan mereka untuk menangkap Hero.

"Hyung, apa kita mulai bergerak sekarang? Aku yakin sasaran kita ada di hotel ini dan sedang menyamar jadi salah satu tamu hotel" ucap Changmin.

"Aku juga berfikir begitu, baiklah bagaimana jika kita cek tamu hotel yang mencurigakan?" balas Junsu.

"Aku setuju, ayo kita bergerak sekarang"

.

-xXxXxXx-

.

Satu jam sudah Changmin dan Junsu mengecek satu per satu tamu yang menginap di Hotel Cassiopeia, mulai dari lantai 1 hingga lantai 3 dan itu cukup melelahkan untuk Junsu yang memiliki ukuran butt berlebih.

"Min, kita sudah mengecek kamar tamu dari lantai 1 sampai 3, apa kita juga akan mengecek semua kamar?" tanya Junsu dengan wajah memelas.

"Jika dengan begitu kita bisa menemukan Hero, kenapa tidak hyung" jawab Changmin.

"Aku harap ini yang terakhir, aku baru sadar ternyata hotel ini mengerikan. Tempatnya bisa kita gunakan untuk uji nyali, aku yakin pasti banyak yang ga kuat dan dadah-dadah ke kamera" ucap Junsu pelan.

Hotel tempat mereka menginap memang merupakan sebuah bangunan dengan dekorasi antik yang sebenarnya sangat indah dan menarik, tapi memang dasarnya Junsu yang kadang sering bertingkah aneh dan ajaib pasti ada saja yang dikomentarinya, walau komentarnya sering tidak masuk akal.

"Apa maksudmu dengan mengerikan? Kau melihat hantu?" tanya Changmin yang dijawab anggukan oleh Junsu.

"Benarkah? Dimana?" tanya Changmin semangat, siapa tahu jika bertemu hantu dia bisa meminta nomor togel. Dan dengan polosnya Junsu menunjuk ke arah Changmin. "Dibelakangku, hyung?"

Junsu menggelengkan kepalanya. "Kamu hantunya, Min. Kan kamu terkenal sebagai evil, eukyangkyang"

Changmin menatap Junsu dengan tatapan 'Apaan sih loh, hyung', sedangkan Junsu sendiri hanya menunjukan cengiran gaje.

"Tinggal dua kamar yang aku curigai, kamar ini yang kata manager hotel ditempati oleh seorang idola yang sedang sedang terkenal" tunjuk Changmin pada pintu kamar U-know. "Dan kamar yang ada dilantai atas, tepatnya diatas kamar ini yang ditinggali oleh seorang yeoja"

"Mencurigakan, jangan-jangan salah satunya Hero" tebak Junsu asal.

"Makanya kita selidiki sekarang" ucap Changmin semangat.

Tok tok tok

"Nuguseyo?" tanya Jaejoong saat mendengar pintu diketuk dari luar.

"Room service, kami ingin memperbaiki keran yang rusak" ucap Changmin dari luar kamar Yunho yang menyamar menjadi room service bersama Junsu untuk menyelidiki Hero.

Mata Jaejoong membulat saat mendengar ada orang yang ingin masuk ke kamar Yunho.

"Ap-apa itu harus?" tanya Jaejoong gugup.

"Ne, karena itu adalah pelayanan dari hotel kami dan sebelumnya kami mendapat laporan jika keran di kamar ini rusak" ucap Changmin mencoba menyakinkan tamunya.

"Tunggu sebentar"

Yunho merasa ada kesempatan berusaha mengeluarkan suaranya, tapi ternyata reflek Jaejoong sangat cepat. Belum sampai Yunho mengeluarkan suara, Jaejoong sudah menodongkan pisau miliknya ke arah Yunho yang langsung membuat nyali Yunho menciut seketika.

Junsu yang sudah merasa bosan dan curiga karena Jaejoong tidak juga membuka pintunya, akhirnya mengeluarkan kunci duplikat seluruh kamar hotel yang dia dapatkan secara paksa dengan sedikit mengancam manager hotel.

Cklek

Pintu kamar Yunho terbuka setelah Junsu berhasil membukanya dengan kunci duplikat, lalu bersama Changmin langsung menerobos masuk tapi tiba-tiba Jaejoong berdiri dihadapan mereka dalam keadaan sedikit kacau. Rambut dan kaosnya acak-acakan, itu akibat Yunho sedikit meronta saat Jaejoong berusaha menyembunyikannya.

"Maaf, saya tidak segera membuka pintu" ucap Jaejoong dengan senyum sedikit canggung.

"Kami juga minta maaf karena mengganggu kenyamanan anda, apa teman anda sedang keluar?" tanya Changmin tiba-tiba.

"Apa?"

"Bukankah yang menyewa kamar ini adalah Uknow, idola yang sedang populer saat ini?" tanya Changmin.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Jaejoong hanya memasang senyum kaku.

"Itu, gundukan yang ada di atas ranjang itu apa?" tanya Junsu saat melihat gundukan diatas ranjang yang tertutup selimut.

Pertanyaan Junsu membuat Jaejoong panas dingin dan banjir keringat.

"Ehh... ituu... emmhh..."

Jawaban Jaejoong yang gugup membuat Changmin dan Junsu curiga, dan tanpa basa-basi keduanya berusaha menyingkap selimut yang menutupi gundukan yang menurut mereka sangat mencurigakan.

"Jangan...!"

Usaha Jaejoong menahan keduanya gagal.

Changmin dan Junsu membesarkan matanya saat melihat sesuatu dibalik gundukan tersebut.

"Ohmaygatsan!" pekik Junsu kencang.

.

.

.

- Lanjut? -

.

.

.

Note: Buat yang udah ngeripiu, makasih banyak. Ane masih mengharapkan masukan, kritik atau saran. Jadi jangan takut untuk memberikan ripiu, ane ga ngegigit tenang aja -senyum lima jari bareng Junsu-

Pertanyaan: Apakah yang dilihat Junsu sampai dia terkejut dan memekik kencang?

- Kuro -