Chapter 4: Ohmaygatsan!

.

.

.

-xXxXxXx-

.

"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Changmin setelah menyingkap selimut yang menutupi gundukan diatas ranjang yang terlihat mencurigakan.

Dia melihat seseorang namja -yang dia yakini jika namja tersebut adalah Uknow- dengan kedua tangan terikat di ranjang dan mulutnya tertutup lakban, sedangkan Jaejoong yang ditanya hanya bisa tersenyum kaku.

"Dia... dia... apa aku harus katakan yang sejujurnya?" tanya Jaejoong sedikit takut.

Changmin dan Junsu sedikit merasa curiga dengan Jaejoong, tapi saat melihat penampilan Jaejoong yang sedikit acak-acakan dan juga Yunho yang tidak ada bedanya dengan Jaejoong -beberapa kancing kemeja Yunho terbuka sehingga terlihat memperlihatkan dada bidangnya- otak mesum Changmin seperti mendapat sinyal kuat.

"Aaah~ Aku mengerti sekarang" gumam Changmin saat menyadari maksud kata-kata Jaejoong lalu mendekati Yunho dan berbisik ditelinganya, sedangkan Junsu hanya menatapnya bingung.

"Apa kalian kekasih?" pertanyaan Changmin langsung membuat mata sipit Yunho melebar.

"Mmmmmp mmmmmp?" (Apa maksudmu?)

"Aku mengerti permainan apa yang sedang kalian mainkan" ucap Changmin dengan seringai di wajahnya.

Yunho menyadari maksud ucapan Changmin dan juga seringai diwajahnya. "Mmmmp! Mmmmmp mmmmmp!" (Yak! Aku diculik!)

"Tenang saja kami akan segera pergi dan kau bisa melanjutkan kembali permainan dengan kekasihmu, kami tidak akan memberitahukannya pada siapapun" ucap Changmin dengan senyum manis yang terlihat seperti senyum mesum dimata Yunho.

"Kau, apa yang kau lakukan padanya?" cecar Junsu pada Jaejoong yang terlihat sedikit ketakutan.

"Aku... aku..." ucap Jaejoong gugup menggigit bibir bawahnya lalu menatap Yunho.

"Mereka hanya sedang melakukan sebuah permainan, hyung" Changmin dengan senyum terpasang di wajahnya mendekati Junsu yang menatapnya dengan ekspresi wajah bodoh.

"Permainan apa maksudmu, Min?" tanya Junsu bingung sama bingungnya dengan Jaejoong.

"Permainan yang biasa dilakukan sepasang kekasih, benarkan?" tanya Changmin pada Jaejoong.

Tanpa sadar Jaejoong menganggukan kepalanya, Jaejoong menoleh ke arah Yunho lalu tiba-tiba melompat keatas ranjang dan menduduki paha Yunho. Satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya -agar tidak ketahuan jika sedang menculik Yunho- adalah berpura-pura menjadi kekasih Yunho seperti yang Changmin kira.

Jaejoong membuka kancing kemeja Yunho yang tersisa yang memperlihatkan perut six pack Yunho, Jaejoong sendiri cukup terkejut karena sebelumnya yang dia lihat adalah perut buncit, timbul ide untuk mengerjai Yunho yang sudah lebih dulu membohonginya. Lagipula Yunho sedang dalam keadaan terikat, jadi tidak akan bisa melawan.

Jaejoong memulai permainannya membalas dendam pada Yunho.

"Chagiya, saranghae" ucap Jaejoog saat mencium pipi Yunho sedangkan tangannya berusaha membuka ikat pinggang Yunho.

Ctaaar

"Hmmmmp!" (Appo!)

Erang Yunho saat merasakan sakit karena Jaejoong memecut perutnya dengan ikat pinggang miliknya, hal itu juga membuat Changmin dan Junsu melebarkan mata.

"Chagiya, apa terasa sakit? Mianhae" ucap Jaejoong berpura-pura dengan raut wajah sedih tidak lupa mengusap dan meniup bagian perut Yunho yang sebelumnya dia pecut, rencananya berhasil membalas Yunho yang sebelumnya menipunya dengan perut buncit.

Ctaaar ctaar ctaar

"Mmmmmpp~" (Appo~)

Jaejoong terus memecut perut Yunho sambil menahan tawa, sedangkan Yunho hanya bisa mengerang kesakitan karena pecutan Jaejoong terasa lumayan sakit.

"Itu permainan yang kumaksud, hyung. Kau mengerti? Permainan dewasa" ucap Changmin membuat Junsu merinding.

"Mengerikan, aku pergi saja" Junsu membalikan tubuhnya dan berjalan kearah pintu meninggalkan Changmin.

"Maaf jika kami mengganggu waktu kalian, silahkan dilanjutkan kembali" ucap Changmin mengikuti Junsu keluar dari kamar Yunho membuat Jaejoong menghentikan pecutan di perut Yunho.

"Mmmmp mmmmp!" Yunho memanggil Changmin berusaha mencegahnya pergi. (Jangan pergi!)

Sedangkan Jaejoong sendiri hanya tersenyum dan melambaikan tangannya pada Changmin tanpa beranjak dari tubuh Yunho.

Blam

"Haah, syukurlah. Joongie kira akan ketahuan" Jaejoong menghela nafas lega lalu menjatuhkan kepalanya di dada bidang Yunho yang secara tidak sengaja membuat Yunho menghirup aroma strawberry dari rambut Jaejoong, wangi dari shampo anak-anak yang sering Jaejoong pakai.

Yunho tidak percaya jika namja yang sedang berada diatas tubuhnya bisa berbuat senekat itu, mengikatnya di ranjang, memecut perutnya dengan ikat pinggang lalu berpura-pura menjadi kekasihnya. Tiba-tiba Jaejoong mengangkat wajahnya dan menatap Yunho dengan doe eyesnya lalu bangun dari tubuh Yunho dan berjalan mendekati pintu, Jaejoong menempelkan telinganya mendengarkan pembicaraan Changmin dan Junsu.

"Min, bukankah mereka berdua namja?" tanya Junsu setelah menyadari jika Jaejoong adalah namja, karena sebelumnya dia mengira jika Jaejoong adalah yeoja.

"Memangnya kenapa? Cinta itu tidak mengenal gender, selama ada cinta diantara mereka, kurasa tidak akan ada masalah" jawab Changmin bijak.

"Tapi mereka melakukan 'itu', Min" ucap Junsu sedikit merinding mengingat kejadian sebelumnya.

"Memangnya apa yang ada dipikiranmu jika sepasang kekasih menyewa kamar hotel?" Junsu menjawab dengan gelengan, sungguh Junsu masih polos beda dengan Changmin yang sudah master. "Sudahlah tidak perlu dibahas lagi"

Changmin hanya bisa menggelengkan kepala karena Junsu benar-benar sangat polos dan dia tidak ingin meracuni pikiran Junsu dengan semua kenistaan yang dia miliki.

"Jadi setelah ini kita kekamar yang diatas, Min?" tanya Junsu.

"Ne, kamar yang disewa seorang yeoja tepat di atas kamar ini" jawab Changmin singkat.

Jaejoong yang mendengar pembicaraan ChangSu langsung panik.

"Umma bagaimana ini? Mereka bisa menemukan Joongie" ucap Jaejoong panik lalu berjalan berputar-putar di tempat.

Jaejoong mendapat ide menuju kamarnya tanpa diketahui Changmin dan Junsu dengan cara memanjat jendela, kebetulan kamar yang disewa Jaejoong tepat berada diatas kamar Yunho.

Yunho yang melihat Jaejoong sedang berusaha keluar dari jendela, memanggilnya. "Mmmmp mmmmp?" (Mau kemana?)

"Joongie harus kembali ke kamar Joongie diatas" jawab Jaejoong seolah mengerti ucapan Yunho.

"Mmmmp mmmp mmmmp!" (Lepaskan aku dulu!)

"Joongie tidak ada waktu, tapi Joongie janji akan Joongie lepaskan setelah kembali" ucap Jaejoong lalu keluar dari kamar Jaejoong bergelantungan di jendela dengan susah payah bahkan hampir terjatuh karena salah menyentuh pijakan dan akhirnya Jaejoong sampai di kamarnya dengan selamat, lalu dengan panik Jaejoong berlari kedalam kamar mandi dan memakai semua peralatan menyamarnya.

Tok tok tok

"Room service"

Jaejoong terkejut saat mendengar Changmin dan Junsu sudah tiba di depan pintu kamarnya.

"Bagaimana ini, Joongie tidak bisa memasang bulu mata palsu" ucap Jaejoong hampir menangis karena bulu mata yang akan dia pakai tidak juga menempel dimatanya. "Ini bagaimana pula memakainya, Joongie kan namja"

Jaejoong yang sedikit frustasi dengan bulu mata palsunya -yang tidak juga terpasang dengan benar-, tanpa sadar tangannya menyentuh sebuah benda yang langsung membuat matanya berbinar, langsung saja dia buka pembungkusnya kemudian ditempelkan diwajahnya.

"Min, bagaimana ini? Jangan-jangan yeoja yang menyewa kamar ini adalah Hero" tebak Junsu. "Dari tadi pintunya ga dibuka, mencurigakan"

Kriet

Pintu kamar tiba-tiba terbuka saat Junsu menekan handle pintu yang ternyata tidak terkunci, Junsu dan Changmin malah saling bertatapan. Lalu masuk ke dalam kamar yeoja yang dicurigai sebagai Hero.

"Permisi nona Han, kami ingin mengecek kamar anda. Apa ada didalam?" tanya Junsu.

Klotak

Terdengar suara dari arah kamar mandi membuat Changmin dan Junsu melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

"Han Jaehyun-ssi, apa anda di dalam?"

Pintu kamar mandi sedikit terbuka dan terlihatlah seorang yeoja sedang duduk di atas kloset duduk dengan memakai bathrobe dan masker wajah. Jaejoong yang sudah frustasi dengan bulu mata palsu -yang selalu gagal terpasang- memutuskan memakai masker wajah dan Han Jaehyun adalah nama samaran yang Jaejoong gunakan saat memesan kamar. Karena Junsu dan changmin melihat Jaejoong dari posisi samping, mereka mengira jika Jaejoong adalah yeoja, karena Jaejoong memakai wig pirang sebahu walau dengan wajah tertutup masker.

Fluussh

Suara siraman air di kloset terdengar setelah Jaejoong menekan tuas air, membuat seolah-olah Jaejoong benar-benar sedang buang air.

"Mianhae, saya sedang sakit perut akibat terlalu banyak makan makanan pedas" ucap Jaejoong bohong dengan suara dibuat seimut mungkin agar terdengar seperti yeoja. "Ada yang bisa saya bantu?"

"Mianhae, tadi kami mendapat laporan jika keran di kamar mandi salah satu tamu kami mati dan kami bermaksud untuk memperbaikinya, jadi kami kesini untuk mengecek apakah keran anda mati, nona Han" ucap Junsu lancar membuat Changmin terkejut, ternyata Junsu pintar berbohong juga.

"Tapi tidak ada keran yang mati atau bocor, semuanya berfungsi dengan baik" ucap Jaejoong dengan nada imut.

"Mianhae mungkin kami salah kamar, kami minta maaf" ucap Junsu sopan. "Oh ya nona Han, tadi pintu kamar anda tidak terkunci. Saya harap anda lebih hati-hati, kami permisi dulu"

"Ne, gomawo" ucap Jaejoong dengan senyum manis.

Blam

Jaejoong bernafas lega saat Changmin dan Junsu sudah keluar dari kamar tanpa mencurigainya, dengan tergesa Jaejoong melepas wig pirang sebahu dari kepalanya dan juga bathrobe ditubuhnya, lalu bergegas kembali ke kamar Yunho dengan cara yang sama, memanjat jendela. Tapi Jaejoong terlambat, ternyata Yunho sudah tidak ada di kamarnya, seseorang membantunya melepaskan diri dari ikatan Jaejoong.

.

-xXxXxXx-

.

"Hyung, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau terikat seperti ini" tanya seorang namja berwajah cukup manis saat melihat Yunho terikat diranjang lalu melepaskan tali yang mengikat tubuhnya dan juga lakban dimulutnya.

"Syukurlah kau datang" ucap Yunho pada namja yang menolongnya. "Tapi bagaimana bisa kau kesini, dan bukannya kau itu namja yang menyusup masuk ke dalam mobilku?"

"Aku tahu saat kau memasukan alamat di GPS mobilmu, jadi aku memutuskan mengikutimu" jelas si namja manis sambil melepaskan ikatan ditubuh Yunho.

Yunho menganggukan kepala mengerti.

"Bisa aku pinjam ponselmu? Aku ingin menghubungi managerku agar dia menjemputku" ucap Yunho saat ikatan ditubuhnya terlepas. "Oh ya, siapa namamu?"

"Park Karam, hyung" jawabnya lalu menyerahkan ponsel miliknya pada Yunho.

Yunho mengambil ponsel yang disodorkan Karam lalu menghubungi managernya yang nomornya sudah dia hapal diluar kepala, tanpa memperdulikan ucapan Karam yang menyebutkan namanya.

"Sial, tidak di angkat. Pasti dia sedang sibuk menggoda dancer yeoja di agensi" ucap Yunho kesal dengan kelakuan managernya yang sering genit menggoda setiap yeoja di agensinya, termasuk ahjuma cleaning service.

Yunho lalu mengembalikan ponsel milik Karam, Yunho paham sekali jika managernya sudah menemukan yeoja cantik dia pasti akan mengabaikan orang lain dan hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Park Yoochun memang terkenal sebagai PLAY BOY berjidat lebar.

"Hyung, bagaimana jika kita pergi dari sini?" ajak Karam.

"Baiklah, ayo" Yunho menyetujui ajakan Karam lalu berjalan lebih dulu tanpa mengetahui maksud dibalik ajakannya.

Tanpa Yunho sadari Karam mengeluarkan sesuatu dari kantong hoodie-nya dan mengarahkannya ke punggung Yunho yang sedang membelakanginya.

Zeerrrt

Bruk

Tubuh Yunho jatuh ke lantai, dan sebuah seringai tercipta di bibir Karam, lalu membawa tubuh Yunho ke kamarnya.

.

-xXxXxXx-

.

Yunho mengerjapkan matanya dan melihat seseorang sedang berdiri membelakangi tubuhnya yang terikat dikursi.

"kau sudah sadar, hyung?" tanya orang yang membelakangi Yunho.

"Siapa kau?!" hardik Yunho.

"Ini aku, Karam" Karam membalikan tubuhnya dan tersenyum manis.

"Apa? Garam? Asin dong?" tanya Yunho memastikan pendengarannya.

Ucapan Yunho membuat Karam sedikit kesal "Karam, hyung"

"Maksudmu Haram? Namamu Haram? Berarti ga halal dong?" tanya Yunho semakin membuat Karam naik darah.

"Grrrr... Karam, hyung. K-A-R-A-M!" ucap Karam kesal sambil mengeja namanya.

"Oh, KARAM-bol. Yang mainan itu kan?" tanya Yunho dengan wajah seolah tanpa dosa sudah menyebut nama orang seenaknya

"Grrrr... emosi jadinya"

Emosi Karam sudah sampai limit, dengan kesal ditempelkan stun gun yang sebelumnya dia gunakan untuk melumpuhkan Yunho.

Zerrrt

"Waaaa... itu sakit tau" protes Yunho setelah Karam menempelkan stun gun di tubuhnya.

Karam yang sedikit kesal terus menempelkan stun gun bukan hanya sekali tapi berkali-kali hingga Yunho lemas.

Karam lalu menjauh dari Yunho dan meneruskan pekerjaannya mencampurkan minuman dalam sebuah botol dengan campuran yang berbahaya, lalu menuangkannya ke gelas dan memberikannya pada Yunho.

Mata Yunho membesar seketika saat melihat cairan yang menetes dari botol yang di oplos Karam melumerkan meja kayu.

"Hyung, ayo kita bersulang" ucap Karam sambil menyodorkan gelas berisi minuman oplosan.

"Kau gila? Itu berbahaya!" tolak Yunho dengan ekspresi ketakuatan.

"Ga kok, hyung. Ini cuma wine yang dioplos sama sedikir air keras, paling cuma gurih gurih nyoy" ucap Karam dengan wajah berseri-seri.

Yunho menatap Karam sedikit lama, seperti pernah melihatnya di suatu tempat.

"Bukankah kau sasaeng fansku yang pernah menyusup masuk ke dalam apartemenku setahun yang lalu dan membuat mataku bengkak akibat kau tonjok?" ucap Yunho yang baru menyadari wajah Karam mirip dengan seseorang.

Yunho teringat pada salah satu fansnya yang sedikit terobsesi padanya yang sempat menyusup masuk ke dalam apartemennya dan memeluknya saat sedang tidur, memakai pakaiannya bahkan sampai mencuri boxer hijau lumut kesayangannya yang sudah melar, dan saat diusir paksa malah menonjok mata Yunho dan membuat matanya bengkak. Yunho mengenali dari pakaian yang Karam pakai sama seperti saat itu, hoodie bergambar foto dirinya.

"Ternyata hyung masih ingat aku rupanya" ucap Karam tersipu.

"Apa yang terjadi dengan wajahmu?" tanya Yunho yang bingung melihat wajah Karam sangat berbeda.

"Aku melakukan operasi sedikit di wajahku, aku membesarkan kelopak mataku, memancungkan hidung, membuang rahangku sedikit, aku juga merapihkan gigiku yang sedikit tonggos dan sedot lemak, juga memutihkan kulit agar terlihat lebih manis" ucap Karam bangga.

"Sedikit apanya? Itu sih permak habis-habisan!" ucap Yunho yang terkejut mendengar pengakuan Karam yang ekstrim.

"Karena aku sudah terlihat manis, hyung mau kan minum wine ini?" Karam kembali meyodorkan gelas berisi wine pada Yunho.

"Kalau begitu kau minum dulu" bujuk Yunho.

"Oke"

Karam meminum oplosan wine-air keras yang menurutnya gurih gurih nyoy tanpa ragu, lalu setelahnya kembali disodorkan sisanya ke Yunho.

Yunho berdoa agar seseorang menolongnya, Yunho tidak perduli siapa yang akan menolongnya, tapi lebih berharap jika Jaejoong yang menolongnya.

Bruk

"Aduh"

Erangan seseorang membuat Karam menghentikan aksinya memaksa Yunho meminum wine oplosan, lalu menatap ke arah seseorang yang sedang mengelus buttnya akibat terjatuh di dekat jendela kamarnya.

"Siapa kau?" teriak Karam saat melihat orang yang menyusup masuk kamarnya.

"Yang pasti bukan Spiderman dan Joongie harus membawanya kembali" tunjuk si penyusup -yang ternyata adalah Jaejoong- pada Yunho.

Jaejoong yang sebelumnya kembali ke kamar Yunho tapi tidak menemukannya disana, mencari-cari keberadaan Yunho sampai ke arena parkir. Hingga akhirnya Jaejoong melihat jendela sebuah kamar yang gelap tapi beberapa kali terlihat cahaya mencurigakan, dengan penuh percaya diri Jaejoong kembali memanjat jendela kamar yang mencurigakan tersebut yang letaknya tidak jauh dari kamar Yunho.

"Tidak bisa, Uknow hyung adalah milikku. Lagipula mana mungkin Uknow hyung mau ikut denganmu, kau kan jelek" ejek Karam.

"Kau yang jelek" ucap Jaejoong tidak terima dibilang jelek, dia sangat yakin jika wajahnya tampan.

"Jika tidak jelek, kenapa kau tutup wajahmu dengan masker?" tunjuk Karam pada masker yang lupa Jaejoong lepas.

"Pfffft"

Yunho menahan tawanya saat melihat Jaejoong kesal karena dibully Karam, yang malah membuat Jaejoong melotot kearahnya dan melepas maskernya lalu membuangnya asal. "Apa ketawa-tawa, merasa tampan?"

"Yak! Uknow hyung memang tampan! Jika kau ingin membawa Uknow hyung pergi, kau harus melawanku dulu" tantang Karam pada Jaejoong, sedangkan Yunho hanya memasang senyum manis.

Jaejoong menatap Yunho malas dan memberikan tatapan mengejek pada Karam sambil memasang kuda-kuda. "Jadi kau menantangku"

"Waaaaaa"

Jaejoong mencoba menerjang Karam, tapi malah jatuh akibat tersandung kaki kursi tepat di kaki Karam. Melihat lawannya jatuh tersungkur akibat kecerobohannya sendiri, Karam bermaksud menuangkan isi gelas yang sedang dipegangnya ke wajah Jaejoong, tapi dengan sigap Yunho menjegal kaki Karam hingga membuatnya jatuh menimpa Jaejoong. Perkelahin pun terjadi antara Jaejoong dan Karam yang mana mereka saling jambak-jambakan dan cakar-cakaran, hingga akhirnya Jaejoong melihat stun gun yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya, stun gun yang ditendang Yunho kearahnya. Jaejoong lalu mengambilnya, kemudian ditempelkan ke tubuh Karam dan tidak lama Karam kejang-kejang dan akhirnya pingsan.

"Kenapa kau lama sekali? Aku hampir mati dibuatnya!" cecar Yunho pada Jaejoong yang malah membuatnya mempoutkan bibirnya imut.

Pletak

Jaejoong menjitak kepala namja yang lebih tua darinya karena kesal dan tidak lupa melepaskan ikatan di tubuh Yunho lalu mengajaknya kembali, membuat Yunho berterimakasih pada Tuhan karena sudah mengabulkan doanya.

"Huaaaa umma, kenapa Joongie harus bergelantungan seperti monyet lagi!" pekik Jaejoong saat harus kembali dengan cara ekstrim.

Jaejoong mengajak Yunho kembali ke kamarnya dengan cara memanjat lewat jendela.

"Berisik, Kim Jaejoong!" ucap Yunho yang bete mendengar pekikan Jaejoong yang seperti kucing mau melahirkan.

Jaejoong menatap kesal ke arah Yunho, hingga tanpa disadarinya kakinya sedikit terpeleset saat sudah sampai di jendela kamar Yunho dan reflek menarik baju Yunho, tapi beruntung keduanya sukses jatuh ke dalam kamar Yunho dengan posisi Yunho menindih Jaejoong.

"Menyingkir dari tubuhku, Uknow KW" ucap Jaejoong berusaha mendorong tubuh Yunho.

"Eh, kau itu beneran namja? Kok dadamu berisi seperti yeoja?" ucap Yunho spontan tanpa sengaja menyentuh dada Jaejoong yang sedikit berisi.

Jaejoong menampar wajah Yunho sehingga membuat tubuh Yunho jatuh ke samping.

"Joongie namja tulen, memangnya jadi masalah jika dada Joongie sedikit berisi, binaragawan juga dadanya berisi" Jaejoong tidak terima dikatakan dadanya berisi seperti yeoja.

"Mereka isinya otot, kalau kau mungkin lemak atau jangan-jangan isinya su..." ucapan Yunho terpotong oleh ulah Jaejoong.

Pletak

Jaejoong yang kesal memukul kepala Yunho cukup keras. "Dasar mesum"

Yunho yang kepalanya dipukul Jaejoong hanya bisa meringis, siapa sangka jitakan Jaejoong lumayan sakit.

"Tadi Joongie sudah bilang, tunggu Joongie. Tapi kenapa kau malah pergi dengan namja tadi?" tanya Jaejoong dengan sedikit kesal.

"Aku juga tidak tahu jika ternyata dia itu adalah seorang psikopat" ucap Yunho membela diri.

"Tau begitu, Joongie biarkan saja dia membunuhmu. Jadi tugas Joongie lebih ringan" ucap Jaejoong kesal dengan bibir dipoutkan imut membuat Yunho menelan liurnya.

Tok tok tok

"Yunho, ini aku. Apa kau ada di dalam?" tanya seseorang dari luar kamar Yunho.

"Siapa dia?" tanya Jaejoong dengan ekspresi sedikit panik.

"Mana aku tahu" ucap Yunho sambil mengangkat bahu berpura-pura tidak mengenali siapa yang mengetuk pintu dan membuat Jaejoong panik.

"Mwo? Aku harus bersembunyi" ucap Jaejoong panik lalu berlari kesana kesini tidak jelas.

Cklek

Suara pintu dibuka oleh seseorang, membuat Jaejoong membeku seketika. Dia belum sempat bersembunyi, itu artinya...

.

.

.

- Lanjut? -

.

.

.

Ga bosen-bosen ane minta masukan untuk ff yang jauh dari kata sempurna ini.

Di ripiu ada yang nebak kalau yang dilihat Junsu adalah Yunho yang naked dan terikat pasrah di ranjang, ternyata banyak yang yadong.

Sekarang pertanyaannya adalah...

Dimanakah Jaejoong bersembunyi? Apakah di ketek Yunho yang bulunya lebat kayak hutan Amazon?

- Kuro -