Chapter 5: UKnow
.
.
.
- xXxXxXx -
.
Brak
Pintu kamar Yunho langsung terbuka dengan sangat kencang dan terlihatlah seorang pria berjidat lebar yang tidak lain adalah Yoochun, manager Yunho.
"Kau memang keterlaluan, kau tahu kau sudah membuat sutradara kesal karena ulahmu hari ini. Jika kau terus lakukan hal seperti itu lagi, bisa-bisa dia mencoretmu dan menggantimu dengan artis lain" cerocos Yoochun saat masuk ke kamar hotel dan mendekati Yunho.
Yunho sendiri hanya duduk manis di kursi kayu —yang sebelumnya digunakan untuk mengikat dirinya— dengan sebuah senyuman terpasang di bibirnya, sedangkan Jaejoong hanya bisa mengelus dahi yang berciuman mesra dengan pintu karena Jaejoong bersembunyi di balik pintu, dan siapa yang bisa mengira jika Yoochun membuka pintu seenak jidat lebarnya dan membuat dahi mulus Jaejoong berdenyut sakit akibat tindakan Yoochun yang sedikit ekstrim.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau senyum-senyum aneh seperti itu? Apa kau cacingan?" tanya Yoochun heran dengan tingkah laku Yunho yang tersenyum sendirian, padahal dia sedang mentertawakan Jaejoong yang sedang menatapnya dengan tatapan mengancamnya yang terlihat sangat imut.
"Tidak, kau siapa?" tanya Yunho berpura-pura tidak mengenali pria yang baru saja masuk seenaknya ke kamarnya.
Jidat lebar Yoochun yang melebihi lebar stadion sepak bola berkerut mendengar ucapan Yunho yang tidak mengenalnya.
"Jangan bercanda. Ini aku Park Yoochun, managermu yang selalu menemanimu. Kau tidak sedang berakting amnesia, kan?" ucap Yoochun sedikit kesal.
Tanpa Yoochun sadari, Jaejoong berjalan mendekatinya dari arah belakang dengan sebuah pisau diarahkan ke tubuhnya. Yunho yang melihat Jaejoong akan menusukan pisaunya menggelengkan kepalanya membujuk Jaejoong untuk tidak membunuh Yoochun, malah membuat Jaejoong melotot kearahnya. Yoochun yang merasa Yunho seperti sedang mengisyaratkan sesuatu pada seseorang, membalikan tubuhnya. Beruntung Jaejoong memiliki reflek yang bagus, jadi saat Yoochun menoleh, Jaejoong sudah lebih dulu bersembunyi di balik kursi berukuran panjang tepat di samping kursi yang diduduki Yunho.
"Berhentilah bermain-main dan bersikap arogan. Jika seperti itu terus, bisa-bisa mereka akan menggantimu dengan orang lain. Aku tahu saat ini kau sedang berada di puncak popularitasmu, tapi sebisa mungkin kau hilangkan sikap burukmu" ucap Yoochun lalu duduk di kursi tempat Jaejoong bersembunyi. "Apa kau mau kembali seperti dulu lagi? Menjadi cleanning service dan membersihkan toilet seumur hidupmu?"
Mata Yunho melebar seketika saat mendengar ucapan Yoochun tentang masa lalunya, masa-masa di mana dia tidak ingin mengingatnya kembali.
Sebelum menjadi seorang bintang terkenal seperti sekarang, Yunho dulunya bekerja sebagai cleanning service di sebuah pusat perbelanjaan. Yunho yang saat itu putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya yang terpuruk akibat krisis, menjadi tulang punggung keluarganya menggantikan ayahnya yang tiba-tiba mengalami kecelakaan saat bekerja.
Dia bekerja di beberapa tempat sekaligus, termasuk menjadi cleanning service. Terkadang dia berangan-angan menjadi artis, karena dalam pikirannya seorang artis bisa memiliki segalanya dengan mudah dan banyak uang.
Ternyata di balik wajahnya yang cukup menarik perhatian, dia juga memiliki bakat terpendam, hingga akhirnya seorang pencari bakat menemukannya di salah satu toilet.
Awalnya Yunho mengira jika pencari bakat itu seorang pria paruh baya mesum yang sedang mencari mangsa, pria itu terus mencari Yunho karena sepertinya tertarik dengan talenta yang dimilikinya. Pria itu sempat melihat kemampuan dance Yunho yang menurutnya luar biasa saat Yunho membersihkan toilet, pria itu bahkan memberikan kartu namanya dan menyuruh Yunho mengikuti audisi di tempatnya bekerja, sebuah agensi yang menaungi artis-artis terkenal seperti TVXQ.
Dan siapa yang mengira jika Yunho berhasil lolos audisi dan menjadi salah satu trainee di agensi tersebut, ternyata selain kemampuan dance yang luar biasa, Yunho juga memiliki suara yang bagus. Saat itu dia bertemu dengan Boa yang juga salah satu trainee seperti dirinya, dan akhirnya keduanya menjadi dekat. Boa banyak membantunya dalam segala hal selama mereka menjadi trainee.
Tapi Boa tiba-tiba saja keluar dari agensi dan menghilang begitu saja, bahkan pihak agensipun tidak tahu di mana dia saat ini, dan itu terjadi setelah tanpa sengaja Boa melihat Yunho sedang bersama salah satu staff wanita dalam keadaan yang begitu intim. Tubuh keduanya begitu dekat dengan tangan Yunho melingkar di pinggang staff wanita itu, dan jika dilihat dari sudut pandang Boa, mereka tampak seperti sedang berciuman. Tetapi hal tersebut tidak membuatnya melupakan Boa dan terus berusaha mencarinya, bahkan setelah dia menjadi artis, tetapi Boa seakan hilang tanpa bekas.
Yunho terdiam lama, sama halnya dengan Jaejoong. Dia tidak menyangka jika Yunho memiliki masa lalu yang hampir sama dengannya, bedanya nasib Yunho jauh lebih baik saat ini. Tetapi tidak dengan takdirnya, takdir Yunho akan berakhir di tangannya karena ternyata dia adalah Uknow yang asli, dan menjadi tugasnya untuk membunuh Uknow.
"Hey! Yunho! Kau dengarkan aku tidak?!" ucap Yoochun sedikit kencang membuat Yunho tersentak kaget termasuk Jaejoong yang sedang bersembunyi di balik kursi yang sedang diduduki Yoochun, untungnya Jaejoong langsung membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara tiba-tiba dan hanya mengelus dadanya untuk mengurangi rasa terkejut.
"Apa?!" ucap Yunho sedikit kesal.
"Kau ubah sikap burukmu atau karirmu akan berakhir mengenaskan dan kembali menjadi cleanning service. Oh ya satu lagi, aku sudah memberikan alamat hotel ini pada Go sajangnim, aku yakin dia pasti akan datang menemuimu" ucap Yoochun mengingatkan. "Ummm, toiletnya di mana ya? Perutku sakit, sudah dua hari sembelit"
Yunho hanya mengarahkan jari telunjuknya ke arah toilet dan Yoochun melangkahkan kakinya ke arah yang ditunjuk Yunho.
Setelah Yoochun masuk ke dalam toilet, Jaejoong keluar dari tempat persembunyiannya dan menatap Yunho tajam.
"Tadi kau mengaku sebagai Uknow palsu, tapi ternyata kau adalah Uknow yang asli" ucap Jaejoong dengan suara rendah. "Yunho... yang kamu lakukan ke Joongie itu jahat"
Yunho hanya bisa menatap Jaejoong dengan wajah bodoh saat Jaejoong memukuli lengannya dengan kepalan tangan yang tidak terasa sakit sama sekali.
Saat Yunho masih dengan wajah bodohnya, Jaejoong langsung mengikat kembali tubuh Yunho dengan tali dan juga lehernya lalu menariknya perlahan-lahan.
"Ah, sakit! Kau mau membunuhku?" ucap Yunho saat tersadar.
"Memang Joongie mau membunuhmu, karena kau adalah Uknow yang asli dan kau sudah membohongi Joongie" Jaejoong menarik tali yang mengikat leher Yunho. "Dan Joongie akan mendapatkan sisa bayaran dari Boa noona jika Joongie berhasil membunuhmu"
"Kau tahu di mana Boa tinggal?"
Jaejoong menatap Yunho sinis. "Joongie tahu, kenapa?"
"Beritahu aku di mana dia tinggal saat ini, aku sudah lama mencarinya" bujuk Yunho.
"Apa kamu masih mencintai Boa noona?" tanya Jaejoong yang dibalas anggukan oleh Yunho.
"Berarti Joongie harus membunuhmu"
Jaejoong mengencangkan ikatan di leher dan sedikit membuat Yunho tercekik, dia lalu menodongkan pisau miliknya ke arah wajah Yunho.
"Tapi bukan begini caranya, memangnya aku kambing" ucap Yunho sedikit kesal saat Jaejoong mengikat lehernya kencang.
"Loh, salah ya? Joongie yakin sudah benar mengikatnya, salah di mananya ya?" Jaejoong menatap ikatan di leher Yunho yang mirip simpul pita parcel dengan jarak yang sangat dekat ke wajah Yunho.
Yunho merasakan sedikit getaran di dadanya saat mencium aroma tubuh Jaejoong yang sangat unik, bagaimana bisa Jaejoong yang seorang pria memiliki aroma tubuh seperti wanita, vanilla. Aroma yang memiliki efek feromon yang biasanya dimiliki oleh wanita yang menarik perhatian lawan jenisnya, dan aroma itu tercium jelas di sekitar leher Jaejoong.
"Emmm... Jaejoong, kau pakai parfum apa? Wanginya seperti vanila"
Pertanyaan penasaran Yunho membuat dahi Jaejoong berkerut.
"Joongie tidak pakai parfum apapun, Joongie hanya pakai sabun saat mandi tadi, tapi sabun mandi Joongie aroma jeruk" Jaejoong lalu mencium tubuhnya sendiri, kemudian tangannya menyentuh rambutnya. "Shampo Joongie juga aroma strawberry, bukan vanila. Mungkin hidungmu bermasalah"
Yunho terkejut dengan ucapan Jaejoong, itu artinya Jaejoong memiliki aroma sensual alami dari tubuhnya. Sedangkan Jaejoong yang masih terus sibuk menciumi tubuhnya sendiri tidak menyadari Yoochun yang keluar dari toilet setelah menyelesaikan panggilan alamnya dan terkejut melihat Yunho terikat di kursi.
"Siapa kau?!" ucap Yoochun sedikit keras membuat Jaejoong terkejut.
"YUNHOCONDAISBIG!" ucap Jaejoong tanpa sadar dan cukup keras.
Menyadari ucapannya, Jaejoong langsung membekap mulutnya dengan wajah memerah malu membuat Yunho dan Yoochun terdiam bersamaan.
"Apa yang tadi dia katakan? Yunho apa?" tanya Yoochun berusaha meyakinkan pendengarannya.
"Yunhoconda is big" jawab Yunho dengan mata menatap Jaejoong yang sedang menutup wajahnya dengan kedua tangannya, malu.
"Hah? Apa hubungannya dirimu dengan anaconda?"
Yunho hanya mengangkat bahu. "Mana kutahu, mungkin sesuatu yang besar seperti anaconda mirip denganku. Kau tanya saja padanya"
Yoochun mengerutkan dahi dan tidak percaya dengan ucapan Yunho yang aneh menurutnya, tapi mata sipitnya membesar saat melihat Jaejoong memegang tali yang mengikat leher Yunho dan juga sebuah pisau berukuran cukup besar berada di genggaman tangannya.
Puk
Yoochun mendekati dan menepuk bahu Jaejoong, membuat Jaejoong kaget dan hampir mengucapkan kata aneh lagi.
"Kau siapa? Buat apa pisau itu?" tanya Yoochun sambil menunjuk pisau di tangan Jaejoong.
"Untuk membunuh Yunho, karena dia Uknow yang asli" jawab Jaejoong terlalu jujur dan menunjuk ke arah Yunho.
Yoochun yang mendengar jawaban Jaejoong yang ingin membunuh Yunho merasa jika Jaejoong berbahaya, dia langsung menyerang Jaejoong dengan cara menyerangnya dari depan, beruntung Jaejoong cepat menghindar dan lolos dari serangan Yoochun. Tapi ternyata Yoochun jauh lebih lihai, tanpa Jaejoong sadari Yoochun sudah menyegapnya dari belakang, dia mengangkat lalu menjatuhkan tubuh Jaejoong dengan keras ke lantai, akibatnya Jaejoong langsung tidak sadarkan diri seketika.
"Tidak sia-sia selama ini aku menonton acara gulat, akhirnya bisa kupraktekan juga di saat seperti ini" ucap Yoochun lalu melepas ikatan di tubuh Yunho.
Yunho mengerutkan dahinya. "Gulat? Bukannya kau lebih sering menonton film dewasa?"
Yoochun menatap Yunho tajam. "Jangan fitnah"
Yunho hanya mengangkat bahu, dia tahu sekali sifat managernya yang mesum, termasuk semua koleksi video pornonya yang tersimpan di folder laptopnya.
Saat Yoochun melepas ikatan di tubuh Yunho, terdengar ketukan di pintu.
Yunho mendekati pintu lalu bertanya pada orang yang berada di luar pintu. "Siapa?"
"Ini aku" ucap seseorang dari luar kamar Yunho dan suaranya terdengar seperti suara wanita.
Yunho menatap Yoochun yang sedang sibuk menarik tubuh pingsan Jaejoong ke dalam toilet, Yoochun bermaksud menyembunyikan Jaejoong di sana.
"Chun, kau benar-benar memberikan alamat hotel ini padanya?" tanya Yunho pada Yoochun yang masih sibuk menyeret tubuh Jaejoong.
"Jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa ke sini. Cepat kau buka pintunya, aku yakin dia pasti ingin menemuimu" bujuk Yoochun.
"Tidak mau, aku ingin hubunganku dengannya berakhir. Aku ingin skandal ini berakhir sebelum semua orang tahu" ucap Yunho pelan.
"Jika kau berhenti sekarang, kau akan kehilangan segalanya. Lagipula dia kan yang selama ini mengejar-ngejarmu, kau temui saja dia dan turuti kemauannya jika kau masih ingin berada di puncak popularitasmu. Tanpa dia, kau tidak akan seperti sekarang. Aku akan bersembunyi dan menjaganya tetap pingsan, kau temui saja Go sajangnim" ucap Yoochun sebelum menutup pintu toilet, tempatnya menyembunyikan Jaejoong.
Entah mengapa Yunho memiliki firasat kurang enak, dia merasa akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Dan dengan berat hati Yunho membuka pintu kamarnya dengan wajah tersenyum palsu seperti biasanya saat bersama wanita yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya, Go Ara.
Go Ara adalah istri kedua Lee Soman, pemilik agensi tempat Yunho bernaung sebagai salah satu artisnya. Ara merupakan salah satu pemegang saham dan juga petinggi perusahaan. Hubungan Yunho dan Ara memang sangat dekat, Ara menjadikan Yunho sebagai selingkuhannya karena bosan dengan suaminya yang sudah tua. Ara sering memberikan berbagai macam barang dengan brand terkenal pada Yunho, termasuk jam tangan yang baru saja dia terima saat syuting drama terbarunya, dia jugalah yang membantu karir Yunho hingga menjadi seperti sekarang.
"Hai" ucap wanita yang memakai pakaian berwarna hitam dengan belahan dada sedikit rendah saat Yunho membuka pintu kamarnya.
"Masuklah" Yunho mempersilahkan Ara masuk dengan tersenyum palsu yang mampu membuat Ara terpesona.
Dengan senang hati Ara masuk ke kamar Yunho lalu memperhatikan sekeliling ruangan.
"Apa kau suka dengan hadiah yang kuberikan?"
"Aku menyukainya. Terima kasih" Yunho mulai berakting di depan Ara.
"Aku senang jika kau menyukainya" Ara tersenyum lalu membawa Yunho duduk bersamanya di kursi.
Kriet
Tiba-tiba saja pintu toilet sedikit terbuka dan mata sipit Yunho langsung membesar seketika saat melihat sepatu Jaejoong, Ara yang duduk di samping Yunho merasa sedikit aneh saat melihat ekspresi Yunho yang terlihat seperti ketakutan.
Ara yang penasaran mengikuti arah yang ditatap oleh Yunho, tapi belum sempat Ara menoleh, Yunho sudah lebih dahulu menarik tengkuk Ara dan menciumnya. Itu satu-satunya cara agar Ara tidak melihat Jaejoong yang sedang disembunyikan oleh Yoochun.
Ciuman yang awalnya hanya biasa saja berubah menjadi ciuman panas, karena Ara menjadi bersemangat dan Yunho hanya pasrah dengan apa yang Ara lakukan padanya, hingga akhirnya Yunho terkejut saat sudut matanya melihat Jaejoong sedang berdiri di pintu toilet dan Yoochun tergeletak di lantai.
Yunho yang terkejut menghentikan ciumannya dan tubuhnya terasa kaku membuat Ara bingung lalu menolehkan kepala melihat kearah yang sedang dilihat oleh Yunho. Mata Ara membesar saat melihat seseorang berwajah cantik sedang menatap tajam Yunho, hingga akhirnya timbul rasa cemburu di hatinya.
"Siapa dia? Kau berselingkuh dengan wanita itu?" tuding Ara pada Yunho dan mengira jika Jaejoong adalah wanita.
Yunho yang melihat Ara terbakar cemburu berusaha menenangkannya. "Kau salah paham, dia..."
Belum sempat Yunho menyelesaikan ucapannya, Jaejoong sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Jadi kau menyuruhnya menyembunyikanku di toilet agar kau bisa bersenang-senang dengan wanita jelek itu" ucap Jaejoong menunjuk Ara. "Kau benar-benar jahat, Yunnie"
Yunho terkejut dengan ucapan Jaejoong, dia tahu sekali jika laki-laki cantik itu kembali berakting.
Sedangkan Ara yang disebut wanita jelek merasa kesal dan langsung menghampiri Jaejoong.
Plak
Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi mulus Jaejoong.
"Itu sakit!" ucap Jaejoong kesal sambil mengelus pipinya yang merah dan panas akibat tamparan Ara.
"Kau bilang aku jelek?! Kau pikir kau lebih cantik dariku?!" ucap Ara dengan nada tinggi tidak terima dengan ucapan Jaejoong.
"Kau terlalu sombong, nyonya. Aku jadi heran kenapa Yunho mau mendekatimu dan berbohong pada publik selama ini" ucap Jaejoong sambil menatap Yunho tajam.
"Memangnya kau itu siapa?" tanya Ara kesal.
"Aku?" Jaejoong menunjuk dirinya sendiri. "Aku adalah orang yang selama ini menjadi kekasih Yunho, ada masalah dengan itu?"
Jaejoong berakting seolah dirinya adalah kekasih Yunho malah membuat Ara dan Yunho terkejut. Ara kembali marah dan hendak menampar Jaejoong kembali, tapi sayang Yunho berhasil menahan tangan Ara yang malah membuatnya kesal karena seolah Yunho membela Jaejoong.
"Kumohon, Ara. Hentikan"
Ara membesarkan matanya, dia terkejut dengan ucapan Yunho.
"Kau membelanya? Apa bagusnya wanita seperti dia? Sudah kurus, dadanya rata, bahkan cara berpakaiannya seperti pria. Jika kau bersamanya, kau bisa dikira gay. Aku jauh lebih baik darinya, aku lebih cantik" ucap Ara sedikit ketus menilai penampilan Jaejoong.
Jaejoong sedikit kesal dengan ucapan Ara yang menyebutnya wanita kurus dan berdada rata. Apa Ara itu mengalami gangguan pengelihatan? Dada Jaejoong itu berisi dan dia juga rajin ke gym untuk membentuk ototnya, walau hasilnya belum membuahkan hasil. Dan Jaejoong adalah pria tulen sejak dilahirkan dan terbukti secara sah dan tercatat di akta kelahirannya.
Tanpa pikir panjang Jaejoong mengeluarkan pisau miliknya dan membuat Ara terkejut, Yunho sendiri sama terkejutnya dengan Ara karena Jaejoong kembali nekat.
"Kau mencoba mengancamku? Kau pikir aku takut?" ucap Ara lalu mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya dan diarahkan ke wajah Jaejoong.
"Aku mengerti sekarang, kalian berdua mencoba membunuhku. Dan kau mencoba menghianatiku dengan semua yang sudah aku berikan padamu" ucap Ara yang juga mengarahkan benda di tangannya ke arah Yunho.
"Baiklah jika itu maumu, akan kubongkar semua skandalmu dan akan kupastikan popularitasmu hancur" ancam Ara pada Yunho.
Jaejoong yang merasa memiliki kesempatan saat Ara sedang terfokus pada Yunho langsung menyergap tangan Ara, tanpa sengaja benda di tangannya mengeluarkan gas tepat di wajah Yunho dan membuat seketika Yunho merasakan perih di matanya. Ternyata benda yang dibawa Ara adalah pepper spray —spray merica yang biasa digunakan sebagai alat pertahanan diri–.
Namun siapa yang sangka jika Ara cukup kuat, dia mampu menahan Jaejoong dan mendorongnya hingga membentur dinding, dia juga berhasil merebut pisau milik Jaejoong.
Hingga akhirnya...
Bruk
Ara dan Jaejoong jatuh ke lantai dengan posisi Ara menimpa tubuh Jaejoong dan tidak bergerak. Saat Jaejoong mendorong tubuh Ara terlihat pisau miliknya tertancap di dada Ara, tepat di jantungnya dan Ara tewas seketika.
"Di-dia mati, Jo-joongie membunuhnya" ucap Jaejoong shock. "Eomma! Joongie membunuh orang!"
Yunho yang terkejut dengan teriakan histeris Jaejoong langsung memeluk Jaejoong dan berusaha menenangkannya, lalu menatap tubuh Ara yang sudah tidak bernyawa. Sebuah seringai muncul di sudut bibir Yunho saat memeluk Jaejoong.
"Sepertinya dia sudah mati"
"Apa? Bagaimana ini? Joongie tidak mau masuk penjara lagi!" Jaejoong semakin histeris.
"Tenanglah, kau tidak akan masuk penjara. Karena aku akan membelamu jika hal itu sampai terjadi" ucap Yunho berusaha menenangkan Jaejoong.
Jaejoong menatap Yunho. "Benarkah?"
"Tentu saja, aku akaan mengatakan pada polisi jika dia mengancamku. Tapi aku berterimakasih karena kau sudah membunuhnya" ucap Yunho dengan senyum manis.
"Kenapa? Joongie kan tidak sengaja" tanya Jaejoong sedikit bingung dengan ucapan Yunho.
"Karena aku tidak menyukainya dan dia sudah mengancamku" jelas Yunho singkat.
"Kenapa?"
"Aku tidak ingin skandalku dengannya terbongkar"
"Kenapa?"
"Karena itu akan merusak reputasiku"
"Kenapa?"
"Karena popularitasku akan hancur jika dia bongkar semuanya"
"Kenapa?"
Perempatan siku muncul di dahi Yunho mendengar pertanyaan dari Jaejoong, tetapi dadanya sedikit terasa aneh saat melihat ekspresi imut Jaejoong. Sepertinya Yunho mulai jatuh cinta pada laki-laki manis dan polos yang sudah menculiknya.
"Sekali lagi tanya 'kenapa', kucium kau" ancam Yunho membuat Jaejoong langsung membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.
Yunho tersenyum melihat Jaejoong yang sangat imut di matanya, entah kenapa laki-laki berwajah cantik yang memiliki tubuh lebih pendek darinya terlihat sangat menggemaskan, apalagi dengan kepolosannya yang seperti anak kecil.
"Apa kau masih mau bertanya 'kenapa' lagi?" tanya Yunho dibalas dengan gelengan kepala oleh Jaejoong yang masih membekap mulutnya.
"Anak pintar"
Yunho mengusap kepala Jaejoong dengan sangat lembut dan membuat wajah Jaejoong memerah hingga ke telinganya, membuat Jaejoong semakin terlihat imut di mata Yunho.
"Sekarang bantu aku menutup mayatnya dengan selimut ini" Yunho memberikan selimut pada Jaejoong.
"Apa perlu diikat?" Jaejoong menunjuk tali yang sebelumnya dia gunakan untuk mengikat Yunho.
"Itu bukan ide bagus. Jika kita mengikatnya nanti polisi akan curiga, jadi biarkan saja seperti itu"
(***)
"Seperti perintahku sebelumnya, segera habisi Uknow. Aku ingin kau menghabisinya dan pastikan dia mati"
"Aku mengerti" jawab si penerima perintah.
"Aku mengandalkanmu, Hero. Jangan buat aku kecewa"
Seketika sambungan telepon terputus, sosok yang dipanggil Hero menatap tajam selembar foto yang menjadi targetnya. Lalu beralih pada korek api di tangannya, dia menyalakan korek api kemudian mendekatkannya ke sprinkler —alat pemadam kebakaran yang menyemprotkan air— dan seketika alarm kebakaran berbunyi kencang diikuti air yang menyembur dari setiap sprinkler di hotel tersebut, membuat semua tamu hotel berhamburan keluar dengan panik.
Bersamaan dengan kepanikan yang terjadi di sekitarnya, sosok Hero ikut berbaur dengan tamu hotel lainnya. Namun tujuannya berbeda, dia berjalan menuju kamar Yunho. Dia akan membunuh Yunho seperti perintah yang dia terima.
(***)
Yunho yang hendak menutup mayat Ara dengan selimut seketika terkejut saat sprinkler di kamarnya tiba-tiba saja menyemprotkan air dengan deras dan suara alarm kebakaran terdengar sangat kencang.
"Kenapa bisa ada hujan lokal disini?" tanya Jaejoong polos yang malah membuat Yunho menatapnya malas, dan langsung menariknya ke pojok ruangan yang tidak terkena siraman air dari sprinkler.
"Sepertinya ada kebakaran, ayo kita pergi dari sini" ajak Yunho.
"Tunggu sebentar, Joongie ambil jaket Joongie dulu" Jaejoong meraih jaketnya yang tergeletak di atas kursi panjang yang sebelumnya diduduki Yoochun kemudian memakainya.
"Uumm, apa dia kita tinggal?" tunjuk Jaejoong pada Yoochun yang tergeletak di lantai toilet.
"Kau tidak membunuhnya, kan?"
"Tidak, Joongie hanya membuatnya pingsan dengan spray bius" jawab Jaejoong.
"Ya sudah biarkan saja, tidak lama lagi dia akan sadar sendiri" ucap Yunho membuat Jaejoong menganggukan kepala.
"Kalau dia bagaimana?" Jaejoong menunjuk mayat Ara yang tergeletak di lantai.
"Biarkan saja"
Yunho mendekati mayat Ara, mencabut pisau yang menancap di dadanya dan menyerahkannya pada Jaejoong, lalu membawa Jaejoong keluar dari kamarnya.
Saat Yunho melangkah keluar, Jaejoong melihat seseorang berdiri di lorong di bawah guyuran springkle dan menatap Yunho seperti pemburu pada mangsanya.
Wuuush
Jleb
Sebuah pisau kecil menancap di dinding bersama dengan sebuah foto seorang pria bermata sipit mirip musang, tepat di antara dirinya dan Yunho.
Serangan tiba-tiba membuat Jaejoong reflek mendorong tubuh Yunho yang sedang berjalan lebih dulu darinya dan membuat Yunho jatuh tersungkur dengan tidak elit mencium tempat sampah.
Jaejoong yang memegang pisau miliknya langsung melemparkannya ke arah pria itu, tapi dengan mudah ditangkap, seketika Jaejoong terkejut dan membesarkan matanya.
"Waaaa... dia menangkap pisau Joongie..." ucap Jaejoong shock.
.
.
.
- TBC -
Ada yg kangen sama FF ini? Kayaknya nggak ya, kkkkkkkkkkk
FF ini udah complete di Wattpad, jadi kalo mau baca sampe selesai, ke wattpad aja. Tapi di sini bakal di complete, jadi endingnya ga gantung.
