Each Tiger Has Its Tale
Ahahahaha.. #ketawagaring. Kembali lagi dengan saya Saki yang melanjutkan ETHI. (Singkatan untuk Each Tiger Has Its Tale, kalau SenBasa School Live kan SSL, kalau Geraldine Mersel Collage adalah GMC, We Are Lost jadi WaL, Kalau Day Dream jadi Double D).
Rate : T
Disclaimer : Sengoku Basara bukan punya saya. Mereka milik Capcom seorang. Saya hanya memiliki ide cerita, dan Original Character.
Silahkan Menikmati Cerita.
Balesan review!
Dissa Chavalliana :
Wah.. kamu ganti name ya.. 0_0...
Udah kulanjutin!
kuroIChio :
hehe.. ini juga kalo bukan request enggak bakalan bikin.. #digaplok
Sanada Sena :
BENERAN! KAMU SUKA!? AAAAAAAAAAAAAAAHHH! SAKI MELAYANG!
Mune : ATAP RUMAH LO JEBOL WOI!
MAKASIH MINNNNAAAAAAAAAA!
Chapter 2 : Kutukan Poseidon.
"Gadis itu sudah dua hari dua malam tidak bangun.. tapi jantungnya masih berdetak dan dia bernafas.. aku tak pernah menemui kasus seperti ini.." kata seorang dokter sewaan Yukimura. Sasuke dan Yukimura mendengar dengan seksama. Mereka sudah menjaga gadis berambut pirang itu dan sebisa mungkin merawatnya. Karena lukanya memang mengerikan...
Sayatan di kepala, pundak, dan luka menganga cukup besar di punggung. Rasanya sulit memercayai perkataan gadis itu sebelum koma kalau dia akan sembuh dalam 1 minggu.
"Sanada-san.. apakah anda serius dia akan sembuh selama 1 minggu?" tanya sang dokter. Dalam tatapan matanya jelas terlihat ketidak percayaan ketika menerima kenyataan yang dia katakan tadi.
"Ya.. saya mendengarnya sendiri.." kata Yukimura.
"Mungkin saja itu adalah fase penyembuhan baginya.. ketika saya memeriksa luka di kepalanya, luka tersebut sembuh dengan begitu cepat. Seperti mengalami regenerasi.. ini sulit dipercaya.." kata Sasuke meyakinkan si dokter. Meski nyatanya dia sendiri terkejut dengan itu.
"Apa gadis itu benar-benar manusia.." gumam sang dokter. Yukimura dan Sasuke tenggelam dalam pikiran mereka.
"Baiklah.. jika memang dia mengalami regenerasi dan penyembuhan.. berarti kata-katanya bisa dipercaya. Terimakasih atas kerja keras anda." Kata Yukimura sambil menunduk hormat.
"Sama-sama Sanada-san.." kata sang dokter. Lalu bangkit dari tempat dia duduk dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Danna.." panggil Sasuke.
"Ya?"
"Apa anda yakin tidak apa-apa menolong gadis itu?" tanya Sasuke sambil menunjuk si gadis berambut pirang dengan dagunya. Gadis itu tengah tergeletak di futon, berselimut dengan wajah damai. Dia masih bernafas, tapi kulitnya sepucat orang yang baru saja mati. Perban mengelilingi kepalanya. Sementara di selimut putihnya masih ada bekas darah yang mengalir dari luka di punggungnya. Begitupun dengan futonnya.
"Dia bahkan tidak bergerak sedikit pun dalam tidurnya.." bisik Sasuke. Yukimura tersentak.
"Benarkah?"
"Ya.. gadis itu seperti orang mati yang masih bernafas dan memiliki jantung yang berfungsi.. tapi.. dilihat dari manapun. Dia sudah seperti mayat..." kata Sasuke.
Yukimura terdiam. Jujur saja, dia sendiri merasa gelisah dan cemas semenjak kedatangan gadis itu. Sebenarnya Shingen mau mengerti. Tapi entah kenapa orang-orang yang melewati kamar gadis itu seperti melewati kamar mayat. Hawa kamar yang ditempatinya pun selalu dingin seperti kamar pengawetan mayat. Sungguh mengerikan. Pantas saja ada pelayan yang nyaris menjerit saat memasuki kamarnya.
"Bagaimana keadaan gadis itu.. Yukimura.." kata seseorang diiringi suara pintu yang digeser. Sasuke dan Yukimura menoleh.
"Oyakata-sama.." gumam Yukimura.
Shingen menelusuri kamar itu dan menemukan gadis pirang tersebut terbaring. "Masih seperti biasanya?" tanya Shingen sembari duduk.
"Ya, Oyakata-sama..." jawab Yukimura.
Shingen terdiam. Dia berpikir sejenak, lalu menghela nafas. "Kita bahkan belum tahu siapa identitas gadis ini sebenarnya.. tapi menolong orang asing bukanlah hal yang salah..." kata Shingen.
"Sasuke, kau sudah memeriksa berita orang hilang manapun di daerah sekitar Kai kan?" tanya Shingen.
Sasuke mengangguk. "Tapi hasilnya nihil.. tidak ada yang kehilangan seorang gadis berambut pirang yang memiliki hawa seperti es.." kata Sasuke.
Shingen mengangguk mengerti.
"Tinggalkan gadis itu sejenak.." kata Shingen sembari bangkit. "Eh?" tanya Yukimura. "Dia sudah koma selama 2 hari.. katakan pada koki untuk memasak makanan yang bisa dia telan begitu gadis itu sadar..." lanjutnya.
Sasuke mengangguk. "Saya akan menghubungi korpsku yang lain untuk memastikan lebih detail lagi.." kata Sasuke. Lalu dia menghilang dari sana.
"Yukimura.. kau juga.." kata Shingen. "Eh.. tapi... Oyakata-sama.."
BRUUUUUUUAAAAAKKKKKK!
Dalam seperdetik Yukimura sudah tertancap di dinding dengan lekat. Lalu terjatuh, menghasilkan cetakan tubuh manusia di dinding malang tersebut. Sementara itu, sudah dipastikan pintu kamar gadis itu rusak dibuat oleh Shingen. "Gadis itu bukan orang biasa.. dia bisa kabur dengan kondiri kritis artinya dia bisa mengurus dirinya sendiri.. jangan pernah meremehkan wanita!" kata Shingen.
"O-Oyakata.. sama.." kata Yukimura. Menahan sakit yang sebenarnya sudah biasa dia terima. Bahkan mungkin menjadi santapan sehari-hari.
BLLLAAAAAAAAAAARRR!
Shingen dan Yukimura terdiam. Lalu mereka melindungi diri dari sinar biru yang begitu terang menghempas ke segala penjuru. "Apa ini? ukh.. terang sekali.." gumam Yukimura.
Trek... Trek...
Sebuah langkah kaki berbobot terdengar tak jauh dari mereka. Kaki itu seperti memakai besi di sepatunya. Semakin lama semakin mendekat.
"Siapa disana!" tanya Yukimura. Mengambil tombaknya dan mulai mengunci mode menyerang. Sementara Shingen sendiri meningkatkan kewaspadaan.
"Tak kusangka Kiiro-chan bisa kabur ke dimensi sejauh ini.. dia pasti benar-benar dalam bahaya waktu itu..."
Sebuah suara terdengar dengan munculnya bayangan seseorang diantara asap yang menyebar karena ledakan kecil yang diakibatkan.
Semakin lama silluet itu membentuk figur. Dan semakin nampak, Yukimura dan Shingen menyipitkan mata mereka. Memastikan rupa orang yang datang tanpa diundang itu. Tampak orang tersebut memakai sebuah armor berat dari besi berwarna hitam keunguan dengan rambut biru cukup panjang di belakang. Dia terhenti. Mengamati lingkungan sekitarnya.
"Siapa kau dan apa maumu datang langsung ke rumah keluarga Takeda tanpa diundang!" tanya Yukimura tegas.
"Ha.. rumah keluarga Takeda.. jadi disana aku sekarang.." gumam pria itu. Matanya ungu dan armor besi itu seolah menjadi pakaiannya. Kenapa orang itu bisa tidak merasa berat memakai armor di sekujur tubuhnya.
"Apa maksudmu... siapa anda dan apa maksud anda!" tanya Yukimura.
"Siapa aku tidak ada urusannya denganmu.." kata pria itu. "A-Sungguh tak sopan.. kalau begitu.. saya Sanada Yukimura akan menantang anda bertarung!" kata Yukimura.
"Hm.. lebih penting dari itu.. apa aku boleh bertanya satu hal.." kata pria berambut biru tersebut mencabut sebuah bunga dari semak-semak yang ada di sampingnya. Bunga berwarna putih, "Apa kalian menemukan gadis berambut pirang yang memiliki kekuatan es? Terluka parah karena sengatan listrik?" tanya si pria. Menghirup aroma bunga yang dicabutnya.
Gadis berambut pirang dengan kekuatan es.. sebenarnya cukup meyakinkan kalau itu adalah gadis yang ditemukan Yukimura. Tapi, terluka karena sengatan listrik? Itu meragukan..
"Maaf.. tapi kami tidak akan melayani tamu tak bersopan santun di rumah keluarga Takeda.. sebaiknya kau perbaiki sikapmu barulah melakukan apa yang kau mau.. anak muda tak dikenal.." kata Shingen.
"Ah.. dasar orang tua jaman dulu.." keluh pria itu. "Apa kau bilang!" tanya Shingen.
"Aku datang kemari hanya untuk seorang gadis dan membawanya pergi.. tapi kalian terlalu membuatnya rumit.. sudahlah.. katakan saja apakah kalian tahu dimana gadis itu.. atau.."
"Atau apa?" tanya Yukimura.
"Atau kalian akan tahu akibatnya.." kata pria itu. Seketika bunga yang dipegangnya patah, tertekuk kebawah. Pria itu membuangnya. Lalu nampak di belakangnya.
Air-air di sekeliling mereka berkumpul di belakang pria itu, bahkan setitik tetes embun. Semua terkumpul di belakang si pengendali dan semakin lama membesar dan jelas... Membentuk seekor makhluk yang kelihatan hidup di belakang pria itu. Membentuk monster.
"Apa!"
"Kutanya sekali lagi.. apa kita bisa menyelesaikan ini tanpa harus perlu saling melukai?" tanya pria itu sambil mengangkat tangannya. Menengadah, seolah siap memberi perintah pada monster ciptaannya.
Yukimura dan Shingen tidak melakukan apapun selain menambah pertahanan. "Diam artinya tidak.." kata si pria sambil menjentikkan jarinya.
"Poseidon.. Rintihan Licromesia..." kata pria itu. Yang mengejutkan, monster itu sama sekali tidak menyerang seperti yang diduga. Melainkan pecah dan hancur begitu saja. Tidak menyisakan bekas apapun..
Yukimura dan Shingen menatap keheranan. Tapi mereka semakin waspada. Jelas saja dengan pecahnya monster itu dan tanpa bekas apapun adalah sesuatu yang mencurigakan. Kemana perginya semua air yang terkumpul.. dan apa maksudnya..
Pria itu melangkah berbalik dan berjalan begitu saja. Seolah seluruh tugasnya sudah selesai.
"Hei! Berhenti!" cegah Yukimura. Pria itu terhenti.
"Mau kemana kau! Kita masih berduel!" kata Yukimura. Dia berlari ke arah pria tersebut dan berhenti setelah cukup dekat dengannya. "Tunjukkan wujud asli dari jurus yang kau tunjukkan!" kata Yukimura.
Shingen terkejut. Wajahnya membodoh, begitu juga dengan si pria berambut biru. Dia tidak menyangka kalau Yukimura akan mengatakan hal seperti itu. "Apa kau bilang? Mana ada musuh yang mau membocorkan rahasia jurusnya? Kau ini bodoh atau apa sih?" tanya pria itu.
"Tapi setidaknya hargailah aku sebagai lawanmu!" kata Yukimura. Menodongkan tombaknya ke pria itu.
Si pria terdiam. Menatap Yukimura dengan alis depan yang jatuh. Seolah mengatakan. Ada apa dengan orang ini?
"Ayo kita berduel dengan sungguh-sungguh!" kata Yukimura. Menodongkan tombaknya ke arah pria berambut biru tersebut. Sementara pria yang ditodong semakin jatuh alis depannya.
"Aku tidak punya urusan dengan kalian.." kata pria itu. "Kenapa kau sebegitu inginnya bertarung denganku?" tanya pria itu. Kini ganti Yukimura yang terdiam. Dia tidak pernah menemui orang seperti ini. Orang yang sangat selektif dalam bertarung.
"Biarkan dia Yukimura.. lagipula dia sudah melancarkan jurusnya. Yang kita fokuskan adalah apa sebenarnya dampak dari jurus yang dia keluarkan!" kata Shingen.
"O-Oyakata... sama.." gumam Yukimura. Dia menoleh pada tuannya itu hendak mengajukan alasan. Tapi langsung disambut dengan deathglare maut dari sang Macan dari Kai.
"Kau ingin membantahku Yukimura?" tanya Shingen. Yukimura langsung menggeleng kuat-kuat. Sementara pria berambut biru di belakang Yukimura Cuma bisa cengo dan jawdrop.
"Aku tidak pernah menemui pertarungan sebodoh ini.. sudahlah.. aku tidak ada urusan dengan kalian!" kata pria berambut biru itu tegas. Lalu kembali melangkah menjauh dari tempat itu.
"He-hei! Mau kemana kau!" kata Yukimura berusaha mencegah pria itu. pria tersebut kembali terhenti. Giginya digertakkan.
"Ayo kita berdu-"
"TOMBAK AIR IZAYOI!" kata pria itu sambil menunjuk ke arah Yukimura. Dari jari telunjuknya keluar sinar biru dan air menyembur dari sana. Kecil tapi kuat. Mendorong Yukimura sampai terpental jauh dan kembali mendarat di cetakan yang dibuat Shingen karena memukulnya.
"Dasar! Akhirnya aku bisa pergi dengan tenang.." kata pria itu kesal. Lalu dia menancapkan matanya ke Shingen.
"Sementara ini aku akan pergi ke tempat lain! Saat aku kembali nanti! Kalian harus memberiku jawaban apakah kalian membawa gadis itu atau tidak! Kalau tidak kalian akan mati dimakan rayap!" kata pria berambut biru tersebut.
Sementara Shingen belum bisa menanggalkan sweatdrop-nya. Wah.. dia marah tuh...
Lalu pria itu melompat dari tempatnya berpijak dan menghilang begitu cepat dihapus cahaya matahari.
"Oyakata-samaaaaaaaaa!"
Suara teriakan Yukimura mengiringi langkahnya. Berlari ke arah Shingen kembali.
"Apa yang terjadi! Kemana pria itu!" tanya Yukimura.
"DASAR BODOH!"
SYYUUUUUUUUUNNNNGGGGGG!
BRAAAAAAAAAAAAAAKKKKKK!
Yukimura kembali mendarat di tempat yang sama...
Shingen berjalan mendekati Yukimura. "Jika pria itu benar-benar ingin membawa gadis yang kau temukan. Tentu saja dia mengetahui siapa gadis itu.. kalau saja kita bisa menahannya lebih lama.. setidaknya kita bisa mengetahui identitas dan sedikit informasi tentang gadis berambut pirang itu.." kata Shingen.
"Ma-maafkan saya Oyakata-sama.." kata Yukimura. "Sudahlah.. sekarang kita amankan dulu gadis yang kau temukan.. lalu kita pikirkan dulu serangan yang pria berambut biru itu lakukan pada kita..." kata Shingen.
"Ba-baiklah Oyakata-sama.."
XXX
Mizuage yang beberapa jam lalu pergi dari Kai hanya bisa terdiam dan terduduk di atas pohon. Dia mengarahkan dirinya ke kolam yang ada di depan pohon tersebut. Tangannya menggenggam sekuntum lily putih.
"Kiiro-chan.. si Keajaiban.." gumamnya. Dia lalu menjatuhkan bunga itu ke kolam yang ada di hadapannya.
"Entah sudah berapa lama semenjak aku melihatnya terakhir kali.." lanjutnya lagi. Matanya menatap bulan purnama yang terselubung diantara dahan pohon. "Dia diterima sebagai 'Armored Knight' di usia 13 tahun.. tapi menjabat sebagai anggota bayangan. Satu-satunya yang tersisa dari keluarga Mitsukaze.. dan satu-satunya yang berhasil hidup dari uji coba Profesor Hoshiyama.. banyak yang menganggapnya sebagai keajaiban.."
Matanya turun kembali ke kolam.
"Mau keajaiban.. ataupun ratu tak bertahta.. tetap saja.. tak akan bisa bertindak di hadapan Yang Mulia.."
Pria berarmor 'Tatehaya' itu melompat dari sana dan menghilang sekali lagi diantara pohon. Meninggalkan bunga putih yang masih terapung di air...
XXX
"Danna.. kudengar ada orang yang menyerang rumah selagi aku pergi.. memangnya siapa dia dan bagaimana keadaannya?" tanya Sasuke saat mereka sedang makan malam.
Yukimura yang baru saja memasukkan daging bebek ke dalam mulut terdiam. Menahan sumpitnya tertahan di bibir.
"Danna?" tanya Sasuke lagi.
"Ah.. Sasuke.. tidak apa-apa.." kata Yukimura. Dia menyelesaikan suapannya dan meletakkannya di samping mangkuk lagi.
"Jadi bagaimana?" tagih Sasuke.
Yukimura terdiam sejenak, lalu menghela nafas. "Sasuke... apa kau pernah menemui orang yang tidak bersemangat jika diajak duel?" tanya Yukimura.
Sasuke menaikkan alisnya. "Tidak bersemangat seperti apa danna?"
"Maksudku.. dia seperti tidak tertarik pada pertarungan satu lawan satu.. bukankah orang itu aneh sekali?" tanya Yukimura. Mata Sasuke membesar. Dia nyaris tak percaya. Bahkan kelihatannya berusaha menahan tawa. Tuan mudanya itu memang polos, tapi dia bahkan lebih polos dari kapas manapun. Rasanya tidak ada bedanya mengurusi anak kecil yang selalu ingin tahu dengan Yukimura. Benarkan?
"Danna.. dunia ini luas.. masih banyak orang diluar sana.. tentu saja ada orang seperti itu.." kata Sasuke. Lalu dia mulai mengangkat sumpitnya. Bersiap menyuapkan daging ke mulutnya.
"Tapi Sasuke.."
"Ya?"
"Apa kau tidak merasa aneh?"
"Memang aneh.. tapi orang seperti itu juga ada.."
"Bukan itu.. apa kau tidak merasa aneh kenapa hawa di sekitar sini lembab sekali.." kata Yukimura.
Sasuke langsung tersedak. Sementara Shingen menghentikkan aktivitasnya. Jangan-jangan..
Tidak ada yang bisa lolos dari kutukan Poseidon...
TBC
Author Note :
Author ketagihan curcol... karena cuman disini saya bisa curcol. Saki belakangan ini Saki(t)-saki(t)an. Dapet julukan baru Saki(t) sama Author Chesirethebunny, #dilemparorangyangbersangkutan. Badan Saki lemah, dan rasanya tiap hari kayak make tubuhnya orang sakit.. TTATT
