Each Tiger Has Its Tale
Halo! Halo!
Kembali lagi dengan Saki! Yang telah selesai UTS! Hoyeee!
Wah.. ternyata sibuk juga ya mikir 4 story on going sekaligus. Mana berat-berat lagi.. (Gaya lu..)
Rate : T
Disclaimer : Saya enggak punya Sengoku Basara. Tapi semua OC yang nongol, ide, alur, beserta akun FF ini punya saya. (Ah elah.. semua juga tahu pe'a lu..)
Silahkan menikmati cerita~...
Balasan review!
kuroIChio :
hehe, sebenarnya Fuyuki lebih suka menghajar laki-laki dibandingkan mengagumi mereka :v. Makhluk tercantik 10 Armored Knight memang luar biasa. Tipe cowok yang bisa buat Fuyuki terpesona itu macam Aquarius Camus.
Hananami Hanajima :
WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH! Maaaaff! Sakazaki baru bisa apdet sekarang! Sorry kelamaan. Marah kah? Semoga tidak. Udah dilanjut.. maafkan Saki kelamaan apdet! TTATT
MAKASIH MINNNAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Chapter 4 : Hanya Aku
"Oda Nobunaga?"
Suara yang tidak asing menghampiri telinga pria berambut hitam yang duduk hormat di depannya.
"Kenapa? apa anda keberatan Yang Mulia?" tanya pria itu. Mengeluarkan seringaian andalannya. Manik hijau itu bersinar dalam kegelapan.
"Tidak.. itu terserah kau.. aku tidak peduli.." kata lawan bicara pria itu. Seringaian pria pertama semakin melebar mendengarnya. Dia puas karena rencananya tidak mendapat perlawanan apapun.
"Tapi apa kau yakin.. Ichinose?" tanya lawan bicaranya lagi.
"Mitsukaze-kun memang sebatas anggota bayangan.." kata pria yang diketahui bernama Hayama Ichinose. Dia memainkan sebuah benda hitam di tangannya.
"Tapi semua orang juga tahu kalau dia 'sudah' tidak pantas lagi menyandang gelar itu..." kata Hayama.
"Lalu kenapa kau bergerak secepat ini?"
"Yang Mulia... sepertinya andalah yang membuat kesalahan di langkah pertama.." Hayama menjatuhkan benda hitam itu ke meja dihadapannya. Benda hitam tersebut berputar, manik hijau Hayama mengawasinya sampai putarannya berhenti.
"Apa maksudmu Ichinose?" tanya pria berjubah hitam di hadapannya.
"Anda telah mengutus orang pertama yang salah.." kata Hayama. Pria bermata hijau zamrud itu menatap pria dihadapannya lurus.
"Maksudmu Toudo?" tanya pria itu.
"Ya... mau sedingin apapun. Aku tak yakin si pembawa garpu raksasa itu tega membunuh Mitsukaze-kun.." kata Hayama. Pria berjubah hitam terdiam.
"Tapi aku senang kau sudah mengantisipasinya dengan mengirimku.." kata Hayama.
"Tapi ini takkan mudah. Kau 2 tingkat lebih lemah dibandingkan Mitsukaze. Jika kau nekat melawannya, yang ada kau pasti dihabisi olehnya. Ditambah dengan Toudo. Apa yang bagus dari rencana ini?"
"Sebaiknya anda menyadari posisi anda sendiri. Orang sedingin Toudo-san memang tak tega membunuh Mitsukaze-kun. Tapi dia jelas akan lebih memilih anda. Jika aku tiba disana. Maka keputusan itu bisa menguat.." pria berambut hitam itu menutup kemenangannya.
"Lagipula.. sejak awal aku tak menyukai si calon nomer 3 itu. Kami tak pernah bisa akur, aku benci kucing dan dia benci ular. Benar-benar pas bukan?" tanya Hayama dengan senyuman.
" 'Uncrowned Queen' pasti akan kewalahan jika melawan pemberontakan 'Pandora Box' dan 'Incarnation of Poseidon' sekaligus.."
XXX
"Tunggu dulu!"
Fuyuki dan Mizuage menoleh. "Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Yukimura. Semuanya berhenti...
Fuyuki langsung memasang wajah cengo. Membodoh, persis seperti wajah Mizuage saat mereka pertama kali bertemu.
Sementara Mizuage hanya bisa sweatdrop. Bahkan Fuyuki yang merupakan seorang gadis penuh kalkulasi bisa dibuat kaget oleh seorang Yukimura Sanada.
Luar biasa Yukimura..
"Apa?" tanya Fuyuki.
"Kalian.. kalian bicara seolah aku tidak ada disini.. Ah! Bagaimana aku menjelaskannya!" kata Yukimura memegangi kepalanya dengan gaya frustasi.
Gadis itu belum bisa membuang tampang epic-nya. Mizuage Cuma bisa geleng-geleng kepala.
Seluruh kondisi serius ini dirusak sempurna oleh Yukimura.
"Maksud danna adalah dia juga ingin masuk ke dalam pertarungan itu.." kata seseorang.
Mizuage langsung menoleh. "Siapa disana!" tanyanya.
Sasuke yang berdiri dengan gaya santai di bawah pohon. "Ah.. jadi kau ya yang menyerang rumah selagi aku pergi? Aku tak menyangka kalau orang sepertimu adalah kakak seperguruan dari dia.." katanya.
Ekspresinya benar-benar tanpa beban. Bahkan Fuyuki dan Mizuage pun terkejut dibuatnya.
Ternyata mereka jauh lebih aneh dari yang kukira.. gumam kedua orang itu.
"Ah! Begitulah Sasuke! Jadi! Tolong ijinkan aku mengerti apa yang terjadi!" kata Yukimura.
Akhirnya kedua orang seperguruan itu terbiasa dengan kebodohan yang ada. Mereka pun saling berpandangan dan sama-sama menghela nafas.
"Begini bocah.. aku tahu sejak awal kau adalah orang yang polos.. tapi tak kusangka kau lebih polos dari anak kecil yang baru saja masuk perang.." kata Mizuage.
"Eh! Bocah! Kasar sekali!" tanya Yukimura.
Sebenarnya Fuyuki mengiyakan pernyataan senpai-nya. Hanya saja dia sadar dia ada di pihak siapa.
Bisa-bisa Yukimura makin tertekan dengan faktor dari dalam.
Ah.. apa aku terlalu terbiasa dengan kumpulan orang serius dan jenius.. sampai menghadapi anak kecil saja aku tidak bisa.. gumam Mizuage.
"Sanada-san.. kalau aku boleh jujur kami ada sebuah pertarungan yang tidak bisa diganggu gugat.. jadi.." perkataan Fuyuki terpotong oleh Yukimura.
"Tapi dia belum berduel denganku! Kami masih ada hutang duel!" kata Yukimura.
"Ha?" tanya Fuyuki.
Gadis itu menatap Mizuage. Seperti ingin bilang apa yang kau lakukan padanya?
Mizuage menghela nafas lagi. Lalu dia mengeluarkan auman frustasi. Rasanya Yukimura seperti anak kecil yang merengek minta perhatian. Tidak..
Bahkan anak kecil pun tidak akan semanja itu..
Masalahnya Mizuage tidak pernah (baca : tidak tahu) bagaimana cara menghadapi orang seperti dia. Dan sepertinya begitu juga dengan Yukimura. Mizuage seumur hidupnya ditempa untuk jadi serius. Meski tidak berlebihan. Tapi setidaknya segalanya berjalan seperti rencana. Jika ada yang bilang sifatnya kaku. Maka Mizuage tidak bisa menyangkal. Lagipula, sifat 'kaku' adalah sesuatu yang (sangat) biasa di 'dunia'nya (dan juga Fuyuki).
Sasuke sweatdrop melihat apa yang terjadi. Dia lalu menghilang dari sana dan tiba-tiba muncul di belakang Fuyuki.
"Ah?" tanya gadis itu.
"Nona.. saya mohon pengertiannya untuk danna saya.." kata Sasuke berbisik pada Fuyuki. Gadis itu tidak bisa menyembunyikan tampang sweatdrop-nya. Fuyuki jauh lebih pengertian dibanding Mizuage yang kaku.
"HEA!"
"Eh?"
Tanpa diduga. Yukimura langsung maju dengan kedua tombaknya. Fuyuki tak mampu menahan perasaannya untuk tidak menampar mukanya, begitu juga Sasuke. Sementara Mizuage dengan mudahnya menghindari serangan Yukimura.
"Uwoooohhhh!"
Yukimura kembali menusukkan tombaknya, dan dengan mudah Mizuage menangkap tombak Yukimura.
Fuyuki tersentak. "Dia akan tamat.." gumamnya. Sasuke terkejut.
"Tidak baik seorang petarung jarak jauh didekati musuh begitu cepat.." kata Mizuage mengarahkan tombak itu menjauh dari wajahnya. Yukimura tidak mampu menandingi kekuatan tangan pria berambut biru itu.
"Kenapa kau tidak mengandalkan perpanjangan tombak untuk mengatasi orang dengan pertarungan jarak dekat sepertiku?" tanya Mizuage lalu menarik tombak Yukimura semakin dekat dan meninju perutnya.
"Sanada-san!" teriakan Fuyuki terlepas.
"Kenapa?" tanya Sasuke.
Mata Fuyuki membesar, dia menatap pertarungan itu horror. Sasuke sendiri mulai panik. "Ada apa nona?" tanya Sasuke. "Ada daftar hal yang TIDAK BOLEH dilakukan dengan Mizuage.." kata Fuyuki serius.
"Eh?"
"Urutan Pertama.. jangan sampai terjebak pertarungan beladiri dengannya..." kata Fuyuki.
"Ke-kenapa?" tanya Sasuke.
"Karena yang bisa menandinginya HANYA AKU!" kata Fuyuki.
"Eh?"
"Hentikan pertarungan ini! Sanada-san bisa terluka parah!" kata Fuyuki serius. Sasuke langsung mendapat insting danna-nya dalam bahaya.
"Danna!" kata Sasuke.
"Uagh!"
Yukimura terdesak, dia terlempar dan mendarat di bawah pohon dengan posisi yang tidak menguntungkan. Tampak Mizuage di depannya memegang tombak Yukimura. Lalu pria itu melemparnya.
Sinar bulan membuat armor ungu pria itu mengkilap. Menyilaukan mata Yukimura. Yukimura berusaha berdiri, meski penglihatannya kabur beberapa saat. Mizuage menatapnya angkuh. "Maaf.. aku tidak ada urusan dengan anak-anak.." kata Mizuage sambil mengarahkan tangannya ke langit, membentuk tusukan. Siap mengarahkannya bagai pedang pada Yukimura.
"Kau lemah..." lanjutnya.
SYYYUUUTT!
JLEB!
Mizuage tersentak. Dia kehilangan konsentrasinya. Yukimura terkejut. Cairan merah mengalir dari sudut pipi pria bersurai biru gelap itu. Mizuage menyentuhnya. Dia baru sadar kalau pipinya terluka.
Lalu diangkat pandangannya dan didapatinya sebuah kunai tertancap cukup dalam di pohon. Giginya bergesekan menahan kesal.
"Fuyuki..." gumamnya sambil menoleh ke belakang. Sementara Sasuke menolong danna-nya. Gadis berambut pirang itu menunjukkan kedua kunai yang tersisa di sela-sela jarinya.
"Kau datang karena aku kan?" tanya gadis itu. Menurunkan tangannya dan menyimpan kembali kunai-nya.
"Jadi?" tanya Mizuage. "Kau menyuruhku melawanmu? Dengan kondisi seperti itu? kiiro-chan?" lanjutnya.
"Jangan remehkan aku.."
"Hem?"
"Jangan remehkan aku!"
Bola mata gadis itu berubah menjadi kuning cerah seluruhnya. Aura berwarna biru cerah mengelilingi tubuhnya dan membuat rambutnya sedikit terangkat. Mizuage bisa merasakan perubahan energi yang ada di dalam gadis itu.
Dia sembuh total...
Sekejap kemudian hawa mendingin. Sasuke dan Yukimura terpana melihatnya. Salju-salju tipis turun di sekeliling gadis itu disertai angin kering musim dingin yang seharusnya tidak turun hari ini. kuat sekali..
Terhempas ke segala arah sampai ketiga pria di sekelilingnya melindungi mata mereka agar angin musim dingin itu tidak mengganggu penglihatan mereka.
Beberapa saat kemudian, keadaan normal kembali. Aura biru itu juga sudah hilang. Salju berhenti turun dan angin berhembus normal.
Mata Fuyuki kembali membiru.
Mizuage tidak berkomentar apapun. Gadis itu mengangkat sebelah tangannya dan menarik sesuatu dari kepalanya. Sebuah perban.
Dia menariknya dan melepaskan ikatan kain putih itu sampai terlepas sempurna. Lalu melemparkannya halus. Membiarkan tali itu berdansa dengan angin malam.
Sasuke dan Yukimura nyaris tak percaya. Dia sembuh...
"Aku tidak pernah bercanda.. senpai.." kata gadis itu. Kini rambutnya bergerak bebas di angin. "Aku tak pernah mau melawanmu yang mengajarkan banyak hal padaku.. tapi..".
"Apa?"
"Jika kita sudah tidak sependapat lagi.. dan jika kau berusaha menyakiti orang yang sudah menolongku..."
Gadis itu menunjuk Mizuage.
"Jangan coba menghalangiku.." katanya. Mizuage menutup matanya. "Sepertinya aku sudah bukan lagi kakak di matamu.." katanya.
Dia membuka iris ungunya. Penuh ketetapan hati. "Padahal aku percaya kau bukan pelakunya.. tapi jika kekuatan bisa menyadarkanmu.. akan kulakukan." Kata Mizuage.
"Aku memang bukan pelakunya Kak.." kata Fuyuki. "Fuyuki..." geram Mizuage. "Apa kau memang sudah kehilangan harga dirimu? Setahuku kau adalah orang yang memiliki harga diri tinggi.. kalau begitu. Aku akan mengalahkanmu disini dan membawamu pulang.." katanya.
Fuyuki menurunkan tangannya. Lalu mereka sama-sama membatu. Menatap lawan masing-masing. Mizuage mengambil satu langkah, begitu juga Fuyuki.
Lalu mereka sama-sama maju. Menepis jarak diantara mereka. Pandangan mata yang saling menusuk satu sama lain. Kemudian berhenti dengan jarak satu langkah.
Tidak ada kuda-kuda, hanya tusukan pandangan. Saling mengawasi, disertai analisis.
TRANG!
TRANG!
Gadis berambut pirang itu melancarkan beberapa tusukan yang kesemuanya ditepis oleh Mizuage. Membuat tangannya bertabrakan dengan armor ungu Mizuage. Dia tidak tampak kesakitan.
Mizuage mencoba menjegal lawannya tapi refleks Fuyuki tidak kalah. Pukulan dilancarkan dan Fuyuki menahannya. Gadis itu melepaskan tendangan dan Mizuage menghindarinya.
Alunan besi bertabrakan yang dihasilkan armor Mizuage membentuk irama pertarungan itu.
Hening.
Sunyi.
Membuat bunyi yang tak seberapa terdengar begitu nyaring. Bahkan Sasuke dan Yukimura tak ada yang bicara. Bulan purnama menatap kosong kedua orang yang bertarung. Tak berniat memihak siapapun.
Karena mereka tidak berkompetensi dalam kejuaraan yang sama. Hanya saja memertahankan pendapat. Mizuage dan Fuyuki tak kehilangan konsentrasi mereka. Kedua orang itu tenggelam dalam pertarungan. Tidak.
Mereka bahkan nyaris tidak sadar. Tatapan mereka lepas, hanya refleks mereka begitu kuat. Sampai bergerak sendiri tanpa harus dikomando oleh otak. Mereka jatuh dalam pikiran yang sama. Saat dimana mereka pernah seperti ini.
Saat mereka pernah bertarung seperti ini beberapa tahun yang lalu.
XXX
"He.. jadi dia anak yang dikatakan istimewa oleh Takagami-sensei? Bukannya dia gadis..." kata seorang laki-laki berambut biru tua yang menggosok-nggosokkan handuk ke wajahnya. Menghilangkan keringat yang turun dari pelipis.
"Tapi jangan menganggapnya remeh Mizuage-san! Gadis itu disayangi Takagami-sensei.. pasti dia bukan orang sembarangan!" kata pria yang membawakan handuknya.
"Sudahlah.. lagipula nantikan Cuma pertandingan latihan.." kata Mizuage dengan nada santai.
"Tapi Takagami-sensei pasti mengujimu.. apakah kau pantas menjadi anak peringkat satu atau tidak..."
XXX
"Aku tidak menyangka ini..."
"Benar.."
"Bagaimana bisa.."
"Gadis itu seimbang melawan Mizuage..."
Di depan mereka. Mizuage terduduk lemas di lantai dengan keringat mengucur. Nafasnya tersengal.
Dan dihadapannya, ada seorang gadis yang memertahankan posisi berdirinya dengan memangku tangan di kedua lutut. Kondisinya juga kelelahan.
Sudah lebih dari 2 jam mereka bertanding. Tapi tidak ada yang mau menyerah.
"Kuakui... kau kuat.." kata Mizuage di sela-sela nafasnya.
"Terimakasih.." jawab gadis itu.
"Kurasa kalian berdua harus berhenti. Itu tadi cukup, kecuali jika kalian memang ingin mati kelelahan di lapangan..." kata seorang pria di pinggir lapangan yang menyilangkan tangannya di depan dada.
XXX
Mizuage menutup matanya. Mengingat sekelebat memori yang terputar di otaknya.
"Apa yang akan kau lakukan.. Ratu Tanpa Mahkota?" tanya Mizuage. Dia menangkis serangan Fuyuki untuk kesekian kalinya dan mereka sama-sama terpental. Mendarat sempurna, lalu menyiapkan serangan berikutnya.
"Ratu.. Tanpa Mahkota?" gumam Sasuke. Nafas Fuyuki memburu, dia menyeka keringatnya.
"Pada dasarnya.. 9 ksatria yang lain memang tidak menyukaimu..." kata Mizuage.
"Bagi kami yang memiliki harga diri tinggi. Bocah sepertimu tidak pantas dimasukkan ke dalam jajaran mereka.." lanjutnya.
"Ironis sekali.. Sekalipun kau Ratu Tanpa Mahkota.. tak seorang pun yang mematuhimu.. kiiro-chan.." kata Mizuage mengakhiri ucapannya.
"Itu bukan kau.." balas Fuyuki. "Jangan mencari alasan.." kata Mizuage.
"Kau hanyalah bocah yang terlalu cepat matang. Aku tidak habis pikir kenapa mereka menjulukimu Ratu.. padahal kau tidak pernah meminta bantuan siapapun. Aku tak pernah tahu kau mengarahkan pion. Kau selalu sendiri sejak awal. Orang-orang membencimu, tidak semua orang senang menerima 'Keajaiban' darimu... Fuyuki.."
"Atau mungkin.. kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Mizuage.
"Kau bukan siapapun bagiku. Aku senang kau mau menghargai keberadaanku ketika aku masih kecil.. tapi.. kenapa jadi begini? Senpai?" tanya Fuyuki.
"Orang yang bergantung pada dirinya sendiri tidak pantas dijuluki Ratu.." kata Mizuage.
Fuyuki terdiam. Dia menormalkan keadaannya, "Ini tidak adil.." kata Fuyuki.
"Apa maksudmu?" tanya Mizuage.
"Sekalipun keadaanku sembuh total sekarang.. tapi aku takkan bisa menang jika kau menggunakan armor-mu." Kata Fuyuki.
"Jadi?"
"Biarkan aku.. menggunakannya.."
Aura di sekeliling gadis itu berubah. Orbs biru es itu semakin terang, rambut pirangnya sedikit terangkat. Dia memasukkan tangannya ke dalam kimono putihnya. Mengambil sesuatu lalu melemparkannya ke udara. Mizuage menyipitkan matanya. "Sama saja.." gumamnya.
"Ayo kita selesaikan.. Yamato..."
To Be Continue
Author Note:
Hai! Hai! Halo! Halo!
Bagaimana? Kurang seru action-nya? Maaf.. Saki kurang bagus disini. mari kita masuk ke duduk perkara.. #cough
Pertama, kita sudah tahu ada chara baru disini ya? Saya akan bahas itu.
Hayama Ichinose, adalah armored knight yang saya singgung sedikit di A/N kemarin. Yap, dia adalah orang yang mengejek senjata Mizuage sebagai garpu raksasa. Dia menduduki peringkat 5 dan dijuluki 'Pandora Box'. Maksudnya, pria ini selalu membawa kekacauan kemana pun dia pergi. Meskipun Hayama kurang disukai anggota lain. Tapi sepertinya mereka jauh lebih tidak suka dengan Fuyuki. Entah apa sebabnya. Hayama sangat identik dengan ular... armor Hayama akan terungkap beberapa saat kedepan.
Begitulah sekilas tentang peringkat kelima 10 Armored Knight. Hayama bisa dikatai sebagai orang paling 'brengsek' di sana. Dia tidak menyukai Fuyuki sejak awal dan itulah yang membuat gadis itu gagal dipromosikan sebagai peringkat 3 yang baru. Terinspirasi dari Makoto Hanamiya dari Kuroko no Basuke. Tapi bukan berarti Fuyuki adalah 'Kiyoshi Teppei' di sini.
Setiap anggota 10 Armored Knight memiliki julukan masing-masing. Jika Mizuage adalah 'Incarnation of Poseidon'. Maka Fuyuki adalah 'Uncrowned Queen'.
See you next Chapter!
