Each Tiger Has Its Tale

Holla minna.. Shakazaki is kombek here.

Hah.. lega rasanya kalau chara saya (lirik Fuyuki) enggak dibilang sue. Mungkin sayanya yang kelewat lebay menanggapi masalah ini. yah.. yang namanya ketakutan memang lebih buruk dari masalah itu sendiri..

Baiklah, kembali ke cerita.

Saya mengucapkan terimakasih untuk mereka yang menjadi reader ff saya yang satu ini. Terimakasih sekali karena masih mau membaca cerita saya ^^

Rate : T

Disclaimer : i own nothing but my OC. Plot, Idea, and this account.


Balasan review!

kuroIChio :

terimakasih atas wejangan maha bijak anda kuro-san. Anu.. Yukimura bakalan menonjol chapter depan.. tenang aja..

Sanada Sena :

'sue' itu adalah sebutan untuk OC kita yang terlalu sempurna. Terkesan dipaksakan dimasukin dalam cerita dan nyaris gak ada halangannya. Untuk wanita itu namanya Mary Sue, kalo laki-laki Gary Stu. Terkesan men-dewai gitulah.

Apple :

Wah.. alur saya gitu ya.. waduh.. gimana nih. Ya udah, makasih buat kesan dan pesan anda. Saya akan berusaha yang terbaik :-D

MAKASIH MINNNNAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!


Chapter 6 : Licromesia

"Danna.. apa yang terjadi." Gumam Sasuke melihat kondisi danna-nya saat ini. Perlahan dia mengambil langkah mundur. Lalu mengambil pose bertahan.

Sebab Yukimura sendiri sudah mengambil kedua tombaknya. Dia tidak dalam alam sadarnya yang pasti. Dan Sasuke tahu persis itu.

Kedua pupil Yukimura terangkat ke atas dalam keadaan mengerikan. Sementara tubuhnya di ambil alih. Dia menodongkan tombaknya pada Sasuke dalam posisi menyerang yang kaku. Bukan seperti Yukimura yang dipenuhi semangat.

Situasi rumah yang sepi membuah suasana bertambah horror. Ditambah samar-samar ada suara tangisan wanita yang menjadi backsound. Roma Sasuke sempat berdiri dibuatnya. Tapi kemudian kembali tenang mengingat dirinya adalah seorang ninja.

Rintihan wanita itu benar-benar memilukan. Yang muncul di pikiran shinobi tersebut adalah seorang wanita yang kini sedang menangis meraung-raung. Mengais-ngais tanah penuh duri. Seraya menjambaki rambutnya. Berusaha membotaki kepalanya. Dan itu sangat buruk.

"Sa-sasuke..." panggil Yukimura lirih.

"Danna! Saya disini! tenang saja!"

"Tolong aku..." gumam Yukimura. Dia berusaha menarik lagi tombak yang ditodong pada Sasuke.

"KYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Rahang Yukimura mengeluarkan suara jeritan wanita yang melengking tinggi memenuhi seisi ruangan. Mencapai batas nada yang sangat jarang digapai manusia biasa.

Memekakkkan dan Sasuke harus menutup telinganya agar tetap berfungsi dengan baik. Suara teriakan itu masih berlangsung lama. Sementara shinobi berambut coklat itu sendiri harus terjatuh di lututnya karena tidak kuat menahan gelombang ultrasonik yang datang.

"A-apa.. apaan ini.." gumam Sasuke. Dia berharap telinganya tidak mengeluarkan darah karena suara yang terlalu tinggi. Tapi Sasuke patut bersyukur itu tidak terjadi.

Dengan susah payah pria itu memfokuskan matanya pada Yukimura. Samar tapi pasti.

Ada sesosok wanita berteriak di belakang danna-nya. Dan bisa dipastikan itu adalah otak dari semua ini.

"Sebenarnya aku tak suka melukai wanita yang menderita..." gumamnya.

"TAPI TIDAK JIKA DIA MEMASUKI DANNA-KU!"


XXX


DEG!

Fuyuki menutup matanya. Refleks gadis itu menutup telinga dengan kedua tangan. Ada gelombang suara yang sangat tinggi mampir begitu saja.

Semakin lama suara yang terdengar sangat tidak beraturan. Melengking, suara teriakan, barang pecah, dentuman, tabrakan, kayu rusak, gempa. Semuanya bercampur menjadi satu dan sangat merusak telinga. Gadis berambut pirang itu nyaris terjatuh karena otaknya tidak kuat menampung semua itu.

Rasanya seperti mendengarkan sebuah musik menggunakan earphone, langsung terdengar ke bagian paling bisingnya dan tanpa sadar menyetel dengan volume yang sangat kencang.

"Cukup!"

PET!

Mati, sudah dimatikan.

Gadis itu mengatur nafasnya. Kepalanya berputar sejenak dan mengabur karena kehilangan keseimbangan. Ingat, ada bagian di dalam telinga yang berhubungan dengan keseimbangan kita. Setelah memastikan bisa berdiri. Fuyuki menyentuh-nyentuh telinganya yang sempat tuli sejenak akibat gelombang mahadasyat tadi. Dan telinganya benar-benar mati rasa. Tidak bisa dipakai dalam beberapa menit.

"Tadi itu... apa?"


XXX


"HA! HA!"

Sasuke berusaha keras menghindari serangan demi serangan tombak Yukimura yang membabi buta. Tubuh Yukimura dikendalikan 100 persen. Dan entah sejak kapan Sasuke yang tenang jadi tipe yang suka berteriak di dalam pertarungan.

Sasuke pun melancarkan jurus seribu bayangan. Dia tahu danna-nya akan cukup kesulitan menghadapi jurus itu.

"GRRAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH!"

Dan jurus itu sia-sia.

Karena jerat air yang mirip tentakel kraken menghancurkan semuanya. Termasuk Sasuke yang asli..

"ARGH!"

Meskipun hanya tentakel air. Tapi ternyata daya rusaknya luar biasa. Bahkan mampu membelah sebuah meja kayu menjadi 2. Sasuke terpental ke dinding ruangan. Sesaat pandangannya mengabur. Kemudian terlihat Yukimura berjalan ke arahnya (dalam kendali wanita itu). Di belakang Yukimura sendiri terdapat tentakel-tentakel yang tadi merusak seluruh perabotan ruangan tersebut.

Sasuke tak bisa berkutik..

Salah satu tentakel meraihnya dan mencekik leher Sasuke sampai pria tersebut melayang di udara. Menahan rasa sakit yang luar biasa. Sasuke berusaha memikirkan cara bagaimana menghancurkan tentakel air ini.

Sialan.. apa yang bisa kulakukan..


XXX


"..."

Fuyuki mendongak ke atas. Dilihatnya wajah pria paruh baya memandanginya heran karena tadi sempat terjatuh sambil memegangi kepala.

"Kenapa Fuyuki?" tanya Shingen.

"Oyakata-sama.. Sepertinya ada gempa kecil barusan.."

"Ah.. kau merasakannya juga? Kupikir hanya perasaanku saja..."


XXX


"Kuh..."

Sasuke masih belum bisa lepas dari cengkraman tentakel tersebut. Dia hampir saja kehabisan nafas.

Pelan tapi pasti, Sasuke berusaha mengeluarkan bom asap ke Yukimura.

SYUUUUTT!

PLOP!

BUUUSSSSSSSSSSSHHHHHHHHH!

Berhasil, dan Yukimura pingsan begitu saja. Bom asap itu adalah obat bius. Sasuke langsung terjatuh dengan posisi yang tidak menguntungkan karena kesadarannya terganggu. Namun pria itu sudah menutup indra penciumannya agar tidak ikut pingsan.

Terbatuk berkali-kali. Sasuke berhasil melihat sekeliling setelah waktu yang cukup lama.

"Aneh.." gumam lelaki itu.

Dia memandangi Yukimura yang terkapar pingsan dihadapannya.

"Bagaimana mungkin ini terjadi.. tidak.. ini terlalu mudah kan? Pasti ada yang lain.." kata Sasuke pada dirinya sendiri.

Pria itu mendekati Yukimura yang nampaknya baik-baik saja. Yukimura terbaring dengan wajah damai.

"Danna.. danna.." panggil Sasuke berusaha menyadarkan danna-nya.

"Kau telah melakukan kesalahan besar..."

"Siapa itu!" tanya Sasuke mendengar suara tersebut. Asapnya sudah menghilang dan dia bisa melihat jelas. Pria itu menyapukan pandangannya di sekeliling ruangan dan nihil. Tidak ada siapapun selain dirinya dan danna.

"Manusia memang selalu bodoh dan sembrono.."

Karena tidak bisa melihatnya. Sasuke berusaha menajamkan indra pendengarannya.

"Darimana bunyi itu berasal.."

"Kau pasti juga berpikir tidak akan semudah itu kan? Tapi kau tidak tahu apa yang terjadi. Memang kau tidak cukup pintar untuk mengetahui apa itu.."

Suaranya cukup jelas dan terasa dekat. Sasuke ragu-ragu. Dia menoleh kesana kemari. Memeriksa apakah ada benda bergetar yang menjadi sumber suara. Namun tidak ada yang bergetar. Suaranya juga sangat dekat. Jadi dari mana...

"Jangan-jangan.."

Sasuke menoleh ragu-ragu. Dia menatap danna-nya.

"BINGO! TEPAT SEKALI!"

"UWAAAAAAAHHH!"

Sasuke meloncat kaget begitu mendengar suara yang sangat keras mengagetkannya.

"Begitu saja sudah kaget.. menjijikan.."

"Diam kau.. wanita tidak terlihat..." balas Sasuke mendapat tanggapan itu.

"Heh.. jangan sombong kau manusia.. kau tidak ada apa-apanya jika dibandingkan denganku.."

"Tunggu.. apa maksudmu.." tanya Sasuke. Penasaran dengan ucapannya. Dari cara bagaimana dia mengatakannya. Secara tidak langsung ini menyatakan kalau dia bukan manusia.

"Aku memang menyangka kau hantu atau semacamnya. Tapi aku tak pernah percaya pada hantu dan takkan pernah.." lanjut Sasuke.

"Sombong sekali kau.. hantu itu ada.. dan dia selalu ada di sekitarmu.."

DEG!

Entah bagaimana. Bulu roma Sasuke berdiri mendengarkan hal itu. Padahal tidak ada hantu..

Dia tidak percaya hantu..

Hantu itu tidak ada..

Hantu itu tidak ada..

"Sasuke.. sasuke.."

Sasuke menoleh ke arah danna-nya. Dan benar, Yukimura seperti mengigau.

Memanggil nama Sasuke.

"Danna.." balas Sasuke.

Nafas Yukimura makin lama makin aneh. Tersengal-sengal. Seolah dicekik oleh sesuatu. Dari belakang lehernya. Muncul serabut-serabut hitam yang seolah ingin membungkus Yukimura.

"Sialan! Apa yang kau lakukan pada danna!" Tanya Sasuke.

"Dia telah terjerat kutukan.."

"Kutukan.."

"Ya... kutukan oleh hantu roh jahat.."

"Maksudmu.. olehmu?"

"Pintar.."

Serabut itu membentuk sebuah tanda aneh. Empat garis, ya. Empat garis yang terbagi menjadi dua. Dua garis itu memiliki jarak. Terbentuk secara horizontal berurutan dari atas ke bawah. Kemudian menghitam. Membentuk angka dua untuk huruf jepang. Tanda itu bersinar setelah terbentuk sempurna.

Dan dari tanda itu, keluar darah sedikit demi sedikit. Kemudian semakin banyak. Bertambah dan terus bertambah..

Rintihan Yukimura semakin menjadi saat tubuhnya serasa disayat. Sasuke yang sempat menganggap ini ilusi. Akhirnya percaya kalau itu kenyataan.

"Danna! Danna! Sial." Sasuke pun bergegas menggunakan sebuah kain untuk menghentikan pendarahan itu. Namun tak kunjung berhasil. Kain putih itu justru berubah merah karena darah Yukimura terlalu banyak. Semakin banyak sampai merembes ke tangan Sasuke sendiri.

Sialan! Aku kacau! Apa.. Apa ini! Apa yang harus kulakukan!

"Sasuke-san..."

Sasuke menoleh. Dia melihat Fuyuki membuka pintu ruangan dengan wajah yang sangat kacau. Pucat, dan sedikit berkeringat.

"Apa yang terjadi padamu! Kau baik-baik saja!" tanya Sasuke dengan nada panik. Kemudian dia melirik Yukimura dari sudut matanya.

"Cepat bantu aku! Danna mengalami pendarahan! Kau bisa melakukannya kan!" kata Sasuke.

Fuyuki hanya menghela nafas lalu melangkah ke dalam. Menutup pintu di belakangnya dengan gerakan halus. Menunjukan dia tidak terpengaruh oleh ucapan Sasuke.

"Apa yang terjadi padamu ojou-sama! Cepat bantu aku! Danna akan mati kehilangan banyak darah!" kata Sasuke dengan nada semakin tinggi.

Tubuhnya gemetar, keringat dingin mengucur. Sasuke sangat kacau.

Fuyuki menatapnya kosong. Lalu berjalan tenang ke arah mereka. Duduk di samping Sasuke.

"Cepat bantu aku! Kau tidak lihat! Danna! Danna!"

"Tenanglah." Komentar Fuyuki lugas.

"Kau tidak lihat Danna sedang sekarat! Danna! Danna!"

"Wahai roh yang berdiam di antara dua dunia.. dengarkanlah ucapanku.."

DEG!

Sasuke terdiam. Setelah mendengar kata-kata itu. Dia langsung bungkam. Kepanikannya hilang seketika. Dia kembali ke dirinya yang dulu. Rasanya seperti terlempar kembali ke alam sadar.

Pegangan tangannya pada Yukimura mengendor. Dia melihat gadis berambut emas di sampingnya. Duduk bersila sambil menutup mata. Menyatukan kedua tangan dengan lurus layaknya biksu yang tengah bermeditasi.

Rambut emasnya terangkat dan aura yang terasa berbeda. Menenangkan. Seakan semua pertarungan tadi adalah mimpi. Dan sekarang Sasuke sudah bangun. Dia tidak memusingkan Yukimura lagi. Hanya terpaku.

"Saat panggilanmu datang, jawablah aku.. pergilah bersamaku. Kembalilah, kembali ke tempat yang penuh makna. Sebab tak ada apapun di dunia ini. Mereka yang berisi adalah kosong. Sedangkan yang kosong adalah berisi.."

Tangan Fuyuki terpisah kembali perlahan seiring mengucapkan bait demi bait yang bagaikan mantra. Gadis itu membuka sedikit matanya. Orbs biru es itu berubah menjadi lempeng emas yang senada dengan rambutnya. Entah kenapa sangat menyilaukan.

"Pemberkatan Kutukan Abadi!"

BUG!

Gadis itu memukul tanda kutukan pada tubuh Yukimura dengan satu tangan. Pukulan dengan telapak tangan lurus seakan memberi pukulan lembut. Kemudian muncul sinar emas dari tanda itu. Sasuke melindungi matanya.

Dia menyangka kalau akan ada sesuatu yang keluar. Teriakan. Atau semacamnya.

Tapi tidak..

Tidak terjadi apapun..

.

.

.

.

.

.


XXX


"Hei.."

Sasuke membuka matanya. Dia melihat sekeliling. Posisi tubuhnya terbaring, Fuyuki duduk di sampingnya dengan posisi bersimpuh. Bukan bersila.

Pria itu duduk, memegangi kepalanya.

"Sepertinya aku terkena ilusi yang bagus.." kata Sasuke dengan nada sok keren pada gadis di sampingnya.

Fuyuki hanya tersenyum tipis menanggapinya. "Kau mungkin menganggap ini sebagai mimpi. Tapi nyatanya tidak.." kata Fuyuki sambil menunjukkan kayu yang rusak.

Tanda kalau semua itu benar-benar terjadi. Pertarungan Sasuke dengan wanita bertentakel adalah nyata.

Dia melihat ke samping. Yukimura sedang tertidur damai di sampingnya. Dia tampak lelah.

"Danna akan baik-baik saja.." kata gadis itu berusaha menenangkan Sasuke. Kalau-kalau dia kembali panik.

"Jadi.. aku tidak paham. Bisa tolong jelaskan apa yang terjadi?" tanya Sasuke pada Fuyuki.

Gadis itu menghela nafas. "Yang kau lawan tadi.. Licromesia. Salah satu bawahan pria berambut biru itu. Namanya adalah Mizuage Toudo.." kata gadis itu memulai cerita.

"Mizuage.. Toudo? Licromesia?" ulang Sasuke tidak mengerti.

"Licromesia adalah roh wanita yang mati di perjalanan kapal, tenggelam di dasar laut. Dan menangis karena tidak sempat menyelamatkan putranya karena kecelakaan itu."

Fuyuki berhenti melihat ekspresi Sasuke. "Bisa kau lanjutkan.." kata shinobi tersebut. Memberi tanda dirinya mengerti

"Senpai.. ah tidak. Mizuage mendengar tangisan itu sepanjang malam. Kekuatannya yang mengendalikan setiap lautan maupun air bisa mengetahui 'sifat' dan 'watak' genangan air di sekitarnya. Tidak peduli sekecil apapun. Dia bisa mengetahui 'perasaan' yang ada di lautan, danau, dan sebagainya..." kata Fuyuki. Matanya menoleh ke Yukimura.

"Setelah mendengar ceritanya.. kupikir dia akan menolong wanita itu. Tapi tidak.." lanjutnya.

"Mizuage membiarkan kesedihannya dan membawa rohnya terkunci di dalam 'Tatehaya'. Mengurungnya disana. Bersama dengan kesedihannya. Dia bilang itu yang terbaik bagi Licromesia, tapi itu bohong.."

"Tunggu.. apa? 'Tatehaya'?" tanya Sasuke.

"Kau tahu baju besi berwarna ungu mengkilap milik Mizuage. Itu namanya 'Tatehaya'.." jawab Fuyuki.

"Dia bukan tidak mau menolongnya.. dia hanya TIDAK BISA.." jelas gadis itu. Secara tidak langsung membela Mizuage.

"Tidak bisa? Kenapa? bukannya dia bisa mengendalikan lautan?" tanya Sasuke.

"Mengendalikan lautan dan mengendalikan perasaan adalah sesuatu yang berbeda. Mizuage bisa mengetahui perasaan dari 'senjata' yang dia gunakan. Tapi dia tidak bisa memanipulasi perasaan itu. Alasan kenapa Mizuage mengunci Licromesia adalah agar wanita itu tidak mengamuk dan menenggelamkan kapal apapun di lautan. Bukan ingin menggunakan kekuatannya. Licromesia ingin semua orang merasakan perasaan menyesal karena tidak bisa menyelamatkan seseorang yang disayangi, dan itu berubah menjadi kutukan..." kata Fuyuki.

"Oh.. begitu rupanya.. karena itu.. dia.."

Poseidon.. Rintihan Licromesia..

"Ternyata dia tetap wanita yang malang.." lanjut Sasuke.

Fuyuki mengangguk.

Sasuke menghela nafas. Lalu tiba-tiba ujung alisnya terangkat. Dia menyadari sesuatu.

"Tunggu.. kau bilang.. wanita bernama Licro-apalah itu ingin semua orang merasakan perasaan menyesal karena tidak bisa menyelamatkan orang yang disayangi.. begitu kan?" tanya Sasuke.

Fuyuki tidak menjawab, hanya menjatuhkan alis depannya. Membuatnya menatap Sasuke seperti tersangka utama sementara dirinya adalah investigatornya.

"Jadi..."

Sasuke terdiam. Dia bungkam, matanya membesar. Perlahan menatap Fuyuki lagi. Pandangan wanita itu meminta kesimpulan akhir.

"Jangan bilang kalau yang terkena kutukan itu... bukan danna.. tapi-"

"Kau." Sambung Fuyuki dengan tekanan bernada lugas. Sasuke menatapnya dengan tak habis pikir.

"Hei... bagaimana bisa aku terkena kutukan itu.. padahal aku tidak ada.. saat dia melancarkan jurusnya.." sahut Sasuke.

"Mizuage selalu menyerang seseorang yang tidak pernah terpikir oleh orang lain. Orang yang ada saat melancarkan jurus belum tentu terkena jurusnya. Bisa saja seorang tukang masak, tukang kebun, pelayan, atau salah satu dari ribuan prajurit di rumah ini yang menjadi korban." jawab Fuyuki tenang.

"Tapi kau tidak perlu khawatir.. aku bisa melepaskan kutukan itu.." kata gadis itu.

"Apa kutukan itu bisa kembali lagi?" tanya Sasuke.

"Tidak.. rumah ini sudah tenang. Kutukan senpai hanya berupa Licromesia saja. Dan dia sudah pergi, tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Fuyuki.

Sasuke kemudian memandangi Fuyuki sejenak. Membuat gadis itu risih.

"Ada apa?" tanya gadis itu dengan nada sweatdrop.

"Teknik itu.. teknik itu tadi. Aku tak pernah tahu kalau ada kekuatan untuk melepaskan kutukan.. ya. Mungkin ada juga orang seperti itu. Hanya saja, entah kenapa aku merasa kekuatan itu hanya ada padamu." Jawab Sasuke.

Fuyuki tersenyum mendengarnya. "Kau menyadarinya? Hebat.." tanggapnya.

"Berarti perkataanku benar?" tanya shinobi berambut coklat itu.

"Ya, begitulah." jawab lawan bicaranya. Masih menahan senyum.

"Sepertinya kau cocok jadi pengusir setan.." canda Sasuke. Fuyuki hanya menanggapinya dengan senyuman garing. Tidak berniat bicara lagi.

Sasuke mengetahui hal itu lalu memutar matanya. Dia menemukan sebuah benda asing yang sepertinya baru saja tergeletak disana.

"Apa ini?" gumam shinobi berambut coklat itu. Dia mengambil benda itu. "Jangan-jangan kutukannya yang lain?" tanyanya.

"Tidak, itu bukan kutukan.." jawab Fuyuki. "Kau bisa buka." Lanjut gadis itu.

Sasuke menatapnya sejenak. Lalu beralih ke benda itu.

Dibungkus dengan kain putih bercorak hitam, motif mawar hitam. Sangat halus seperti kain sutra. Jika dilihat dari manapun, sepertinya itu bukan barang yang aneh-aneh. Malah mengingatkan Sasuke pada seseorang.

Sasuke bungkusannya dengan hati-hati. Lalu dia terdiam. Sejenak.

"Ojou-sama.."

"Ya?"

"Berapa umurmu?"

"Umurku? 17 tahun. Kenapa?" tanya Fuyuki polos.

"Sepertinya hari ini kau berumur 18 tahun..." kata Sasuke sambil menunjukkan sesuatu pada gadis itu.

Gadis itu mengambil kertas yang disodorkan Sasuke. Lalu membacanya.

5 Mei 2015.

Selamat ulang tahun.

Tertanda,

Mizuage.

"Tunggu..."

Fuyuki terdiam.

"JADI INI HARI ULANG TAHUNKU!"

To Be Continue.


Author Note :

Happy birthday to you..

Happy birthday to you..

Happy birthday..

Happy birthday..

Happy birthday Fuyuki..

Yey! Selamat ulang tahun yang ke-18! Sayang author enggak bisa beli apa-apa..

Fuyuki : #sweatdrop.

Yukimura : Tunggu! Tapi kenapa aku tidak berguna sedikit pun disini!

Kau akan berguna chapter depan..

Yukimura : Be-begitukah..

Hiraukan yang tadi. Awalnya saya enggak niat ngerjain ini secara ngebut beberapa hari yang lalu. Saya baru sadar 2 hari sebelumnya. Saat lihat tanggalan.

"Hm.. tanggal 5 Mei ya.." begitu gumam saya.

"Loh.. berarti Fuyuki ulang tahun dong..."

Dan langsung terdapat ilham untuk apdet di hari ini.

Oh ya, ini juga merupakan hari Anak Se-Jepang. Mari kita ucapkan "SELAMAT HARI ANAK SE-JEPANG' di Jepang. Dan juga ulang tahun bapaknya Hananami Hanajima. Alias orang yang request fanfic ini.

Maaf baru bisa apdet ETHI. Belum yang lain, saya lagi nge-blank.

Oh ya, ulang tahun saya dimulai 9 hari dari sekarang.

See you next chapter!