oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo oooo
.
Supernova
Disclaimer :
Masashi Kishimoto
Created By :
Kazehiro Tatsuya
Pair :
Naruto X Hinata
Warning :
Zombie, Survival, Gaje, OOC, AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya
Rated :
M
Genre :
Action, Survival, Sci-fi, Horror, Adventure, Humour, Friendship, Romance and Mystery
.
*Tap! Tap! Tap!*
.
Naruto berlari terburu-buru menuju stasiun bus yang sudah disepakati oleh sahabat-sahabatnya
Kota Ame sekarang masih banyak dipenuhi oleh warga sipil yang belum mengetahui tersebarnya virus Zombie. Orang-orang hanya menatap takut ketika Naruto berlari sambil mengenggam katana asli ditangannya
"HEI! TINGGALKAN KOTA INI!" Teriak Naruto malah ditatap aneh oleh orang-orang
"Berita darurat! Bersama kemunculan Supernova, sebuah virus misterius datang...blablabla" sebuah berita ditayangkan dihadapan warga sipil melalui videotron
Berita itu memperlihatkan kerumunan Zombie telah menguasai beberapa tempat dan para Zombie itu akan menuju daerah sini. Hal ini membuat warga menjadi panik
Naruto masih sibuk berlari dan menabrak beberapa orang disaat warga mulai panik
"MEREKA DATANG!" Teriak salahseorang warga dari arah berlawanan dengan Naruto
Naruto menghentikan langkahnya saat kerumunan Zombie telah mencapai daerah aman tadi
"Sial! Terlalu banyak" kata Naruto dan berniat mengambil rute memutar
Namun langkahnya terhenti lagi saat mendapati seorang gadis kecil seperti kehilangan ibunya. Naruto membelalakkan matanya saat 1 Zombie berlari sempoyong mendekati gadis itu
Naruto pun menyiapkan 2 katananya dan berlari untuk menyelamatkan gadis kecil itu
Si gadis kecil menangis saat menyadari 1 Zombie berlari kearahnya. Ingin kabur, tapi ia terlalu takut untuk melakukan hal itu
"Tutup matamu!" Kata seseorang lantas membuat si gadis kecil menutup matanya. Naruto memeluk si gadis kecil berniat menghalangi pandangannya dan
.
*Jleb!*
.
Dengan katana yang mencondong ke belakang, Naruto berhasil menancapkan katananya di paha Zombie. Ternyata si Zombie masih dapat bergerak dengan kedua tangannya berusaha menggapai punggung Naruto
"Tetap tutup matamu. Mengerti?" Bisik Naruto dan dibalas anggukan olehnya
"Ok. Bertahanlah disini dan jangan kemana-mana" lanjut Naruto dan meraih katananya satu lagi yang tergeletak disamping gadis
.
*Crass!*
.
Naruto pun memenggal kepala Zombie itu. Naruto berdiri lalu memindahkan posisi tasnya ke depan. Setelah itu Naruto berlutut membelakangi si gadis kecil
"Sekarang buka matamu" kata Naruto dan dituruti olehnya
"Naiklah" kata Naruto
Si gadis kecil pun menurut dan naik ke punggung Naruto. Naruto pun berdiri sambil menggendong gadis kecil di punggungnya
"Dimana orangtuamu?" Tanya Naruto
Si gadis kecil hanya diam saja. Tak lama kemudian ia pun menangis keras
"Ayah dan ibuku telah meninggal digigit oleh monster itu!" Ujarnya sambil menangis membuat Naruto merasa kasihan
"Siapa namamu?" Tanya Naruto
"Erika. Hamada Erika" jawab Erika dan kembali menangis
"Yosh! Kalau begitu, ikut saja denganku!" Kata Naruto berusaha gembira untuk menenangkan Erika
"Onii-chan kemana?" Tanya Erika dengan tatapan polosnya
"Ikutlah ke Konoha. Disana kota aman yang dikelilingi oleh benteng tinggi. Tidak mungkin Zombie akan bisa masuk kesana karena Konoha adalah tempat markas besar militer. Bagaimana?" Tawar Naruto
"Baiklah!" Jawab Erika bersemangat
"Yosh! Pegangan yang kuat!" Kata Naruto dan berlari melakukan rute memutar menuju terminal bis
.
*Tap! Tap! Tap! Tap!*
.
Naruto masih berlari walaupun sudah lelah disepanjang jalan aspal dekat tepi laut. Terlihat jelas saat langkah Naruto mulai terasa berat dan lambat
"Onii-chan, sebaiknya onii-chan istirahat" kata Erika
"Aku..hah..hah..belum boleh istirahat saat..hah...gadis kecil sepertimu dalam bahaya" kata Naruto disela-sela letihnya
.
*Dor! Dor!*
.
"Suara apa itu, onii-chan?" Tanya Erika
Naruto menghentikan langkahnya saat seorang gadis dengan lihainya memegang 2 pistol dikedua tangannya dan menembaki para Zombie yang mendekat disaat seorang pria bersurai perak tengah memeriksa keadaan mobilnya
"Hyuuga...san?" Gumam Naruto
.
*Dor! Dor! Dor!*
.
"Kakashi, apa masih lama?!" Tanya Hinata yang masih sibuk menembaki beberapa Zombie. Semuanya mendapatkan headshot
"Sepertinya kita tidak bisa berharap lagi kepada mobil ini, Hinata-sama" jawab Kakashi
.
*Dor! Dor! Ckckckck...*
.
"Oh tidak" kata Hinata saat kedua pistolnya telah kehabisan amunsi sedangkan 4 Zombie lagi masih tersisa
"Bagaimana ini?" Tanya Hinata
"Mana aku tahu, Hinata-sama. Bagaimana jika kita lari saja?" Kata Kakashi
"Lari? Heh! Aku tidak mau" kata Hinata masih tetap mempertahankan kesombongannya
"Kalau begitu kita tewas saja...-"
.
*Crass!*
.
Tiba-tiba saja seorang pemuda pirang datang memenggal Zombie A lalu menusuk jantung Zombie B dan menendang si B agar terlepas dari tusukan katananya
Naruto memasang kuda-kuda dan melayangkan serangan saat Zombie C dan D berusaha menggapainya
.
*Crass! Crass!*
.
Zombie C dan D terdiam saat katana menusuk ke dalam mulutnya hingga tembus ke belakang
.
*Crass!*
.
Naruto mengangkat katananya keatas membuat bagian kepala atas zombie C dan D terbelah
"Ano..." Panggil Erika mengintrupsi Hinata dan Kakashi
"Kalian sudah aman!" Kata Erika dengan semangat membuat Kakashi tertawa
Naruto menghela nafas lelah dan membalikkan badannya kearah Kakashi, Hinata dan Erika
"Dia masih hidup" kata Hinata membuat Naruto melirik ke belakang. Ternyata benar. Zombie B yang tadi hanya ditusuk di jantung ternyata masih dapat hidup
"Asal kau tahu saja, Zombie akan tetap hidup sebelum kau memisahkan otaknya dengan anggota tubuh, baka. Untungnya, tengkorak Zombie tidaklah kuat" ujar Hinata dengan angkuhnya
"Souka...aku baru tahu. Dan apa maksudmu memanggilku 'baka'?" kata Naruto kesal
"Hm!" Dengus Hinata dan membuang muka
Naruto menghampiri Erika dan mengulurkan tangannya. Erika pun menyentuh tangan Naruto dan Naruto langsung mengenggam tangan mungil itu
"Kalian akan kemana?" Tanya Kakashi
"Ke stasiun bus" jawab Naruto
"Sebaiknya jangan" kata Kakashi sambil mengibas-kibaskan tangannya
"Kenapa?"
Kakashi memperlihatkan rekaman video dari ponselnya. Rekaman yang memperlihatkan stasiun bus telah diserang oleh Zombie
.
*Dor! Dor!*
.
Naruto mendengar suara tembakan di rekaman tersebut
"BAKA! Apa yang kau lakukan?!" Teriak Hinata yang terdengar didalam rekaman karena Kakashi masih sempatnya merekam kejadian menegangkan itu disaat Hinata tengah menembak-nembak
Kakashi kembali menyimpan ponselnya setelah rekaman itu telah habis. Terlihat sekarang ekspresi Naruto telah berubah menjadi putus asa
"Apa yang harus kulakukan?" Gumam Naruto dan menatap kedua katananya
"Daripada ke stasiun, lebih baik kita menuju seberang" ujar Kakashi dan menunjuk wilayah seberang yang masih kota Ame namun harus melewati jembatan ke sana karena wilayah A dan B terpisah oleh sungai besar
"Disana jembatan telah dijaga ketat oleh militer untuk mengantisipasi kedatangan Zombie. Kita harus kesana jika ingin selamat" kata Kakashi
Naruto mengangguk mengerti. Ia menatap mobil hitam milik keluarga Hyuuga itu. Kakashi pun tertawa canggung
"Sayangnya mesin mobil telah rusak karena kubawa kebut-kebutan dan tabrak-tabrakan" kata Kakashi watados
.
*Buagh!*
.
Kakashi langsung jatuh tengkurap saat pinggangnya ditendang oleh Hinata
"Itu hukuman karena tidak berhati-hati, BAKA!" Kata Hinata
.
.
*Tap...Tap..Tap...*
.
3 manusia berjalan pelan. Tujuan mereka adalah jembatan yang menghubungkan ke wilayah Ame seberang yang terpisah oleh sungai besar
Tampak 10 militer menodongkan senjata kearah mereka karena siaga waspada. Naruto, kakashi, Hinata dan Erika pun mengangkat tangannya
"Kami masih sehat!" Ujar Naruto setengah berteriak
Bukan waspada namanya jika percaya akan kata-kata saja. Salahsatu tentara pun berjalan mendekat sambil tetap menodongkan senjatanya
Saat sudah didepan Kakashi, si tentara pun memunggungkan senjatanya lalu memeriksa bola mata Kakashi. Aman. Si tentara pun mengangkat tangannya membuka masker yang menutupi wajah bagian bawah Kakashi berniat memeriksa gusi Kakashi
.
*Plak!*
.
Kakashi menepis tangan itu
"Jangan dibuka. Jika kau buka, identitas misteriusku akan hiLANG...mmm" kata Kakashi yang terkejut dikalimat terakhir saat si tentara membuka maskernya singkat lalu menutupnya lagi
"Dia aman" kata si tentara lalu beralih ke Hinata yang berdiri disamping Kakashi
Si tentara pun mengangkat tangannya dan akan menyentuh muka Hinata. Namun usahanya diam ditengah jalan saat Hinata membuang muka
"Jangan sentuh aku" kata Hinata dengan angkuhnya membuat si tentara langsung membidik Hinata
"Hei..hei..tenanglah, kawan. Dia baik-baik saja. Hei Hinata-sama, mengalahlah sebentar" kata Kakashi sambil melindungi Kakashi dibelakangnya
"Cih!" Hinata pun mendecih tidak suka. Naruto hanya tertawa hambar dengan reaksi Hinata
"Minggir" kata tentara didepan Kakashi
Kakashi pun mengalah. Ia kembali berdiri disamping Hinata. Si tentara kembali memunggungkan senjatanya lalu memeriksa bola mata dan gusi Hinata
"Dia aman" kata tentara dan beralih ke gadis kecil yang masih mengenggam tangan pemuda pirang sedaritadi
Terlihat Erika tampak takut saat ia menyembunyikan wajahnya di bahu Naruto dalam posisi gendongnya
"Tenanglah, Erika. Ingatlah, jika kau berada dalam bahaya, aku akan melindungimu" kata Naruto menasehati Erika
"Baiklah..." Kata Erika pelan dan mengangkat wajahnya. Naruto pun tersenyum lalu si tentara mulai memeriksa Erika
"Dia aman" kata tentara dan beralih ke Naruto
"Dia aman!" Kata tentara setelah memeriksa Naruto. Si tentara kembali ke barisannya
"Perlihatkan senjata yang kalian bawa" kata komandan pos
Naruto, Hinata dan Kakashi pun menurut. Mereka memperlihatkan senjata masing-masing. Naruto dengan kedua katananya, Kakashi dengan sebuah pistol dan Hinata dengan kedua pistolnya
"Karena situasi seperti ini, pemerintah mengizinkan adanya senjata ditangan warga sipil. Tapi kalian dilarang untuk saling membunuh manusia" ujar komandan
"Kami mengerti" kata Kakashi
"Hei kau!" Kata komandan menunjuk Kakashi
"Ha-hai'?" Sahut Kakashi
"Karena kau yang paling tua, kau harus bertanggung jawab. Andai saja kalian berbuat kriminal, kau lah yang akan mendapatkan hukuman mati" ujar komandan
"Ha-HAI'!" Seru Kakashi takut
Tentara pun memberikan jalan lewat untuk Kakashi dkk. Mereka berempat tanpa basa-basi langsung melewati penjagaan militer itu
"Hei kau si pirang" panggil komandan membuat Naruto menoleh
"Nani?"
"Jangan lupa sarungkan kembali katanamu"
"Hai'" kata Naruto dan kembali mengikuti kawanannya
Sebenarnya sarung katana tertinggal dirumahnya. Oleh karena itu sedaritadi Naruto tidak menyarungkan kembali kedua katananya
Mereka pun sampai digerbang jembatan dan berhenti saat melihat antriannya. Terlihat warga sipil tengah berdesakan ingin masuk ke jembatan saat militer mencoba mensortir satu-per-satu warga agar teratur dan tidak terjadi kekerasan
"Hei! Cepatlah! Yang punya jembatan bukan milikmu!" Teriak salahseorang warga karena terlalu lama menunggu hanya untuk 1 langkah
"Ayolah! Kita dalam bahaya!"
"HEI! CEPATLAH!"
"Bagaimana ini, onii-chan?" Tanya Erika di punggung Naruto ketika mendengar ocehan dan saling mendesak orang-orang
Naruto berjalan menuju pembatas jalan dengan sungai besar yang telah menjadi ikon kota Ame itu
"Airnya terlihat tenang dan ramah. Bagaimana jika kita berenang saja?" Tanya Kakashi saat sudah disamping Naruto
"Justru jika tenang itu tandanya dalam, baka!" Kata Hinata dibelakang tanpa tertarik melihat sungai yang tenang itu
Kakashi hanya tertawa saat Hinata kembali memanggilnya bodoh. Ya...Kakashi sudah terbiasa dengan panggilan itu
.
*Brooom...*
.
Naruto, Kakashi, Hinata dan Erika menoleh ke asal suara. Ternyata sebuah bus melesat cepat menuju jembatan
"Hei berhenti!" Kata tentara yang sudah membidik bus. Namun si sopir tidak menggubrisnya. Bus itu tetap melesat cepat. Benteng darurat yang dibuat oleh militer sudah dipersiapkan untuk kejadian yang tidak diinginkan
.
*BRAK!*
.
Bus pun menabrak benteng tersebut. Para tentara yang ditugaskan untuk menjaga benteng jembatan telah membidik bus
"GROOAR!"
"Oh tidak! Lemparkan granat!" Teriak salahseorang tentara yang mendapati Zombie didalam bus melalui jendela bus
Seorang tentara pun melemparkan granat lalu seluruh tentara tadi langsung bersembunyi dibelakang benteng
.
*Blarrr!*
.
Terjadi ledakan dahsyat. Beruntung benteng darurat itu sangatlah kokoh walaupun telah terkena ledakan
"Apa yang kau lakukan?! Bisa saja ada warga sipil disana!" Marah seorang tentara yang tidak setuju atas apa yang telah terjadi
"Apapun akan dilakukan untuk meminimalisir bahaya walaupun mengorbankan beberapa orang dibanding seluruh warga tertular" ujarnya
Kembali ke Naruto dkk, sekarang keempat manusia itu telah berada ditengah kerumunan. Naruto sudah mengangkat katananya keatas agar tidak terjadi kekhilafan. Sekarang desakan bertambah tatkala kejadian di benteng. Orang-orang mulai saling mendorong
"Onii-chan..." Kata Erika takut
"Naruto, naik keatas" kata Kakashi yang sudah berlari diatas mobil-mobil yang membentang hingga ke ujung bersama Hinata
Naruto pun mengikuti jejak Kakashi dan Hinata. Mereka berlari lancar saat orang dibawah sana tengah berdesakan
.
*Drrrt...*
.
Jembatan langsung bergetar. Ternyata jembatan ini mulai terpisah menjadi 2. Jembatan itu sedang dalam proses penaikan untuk memagar keadaan bahaya
Naruto berlari terburu-buru saat jembatan telah mereng sedangkan Kakashi dan Hinata sudah berada di daratan
.
*Tap!*
.
Naruto melompat ke tanah daratan. Akhirnya mereka berhasil melaluinya. Sungguh menegangkan. Naruto menatap jembatan yang telah terpisah 2 itu. Ia memikirkan nasib manusia yang berada di seberang sana
"Apapun akan dilakukan untuk meminimalisir bahaya, Naruto" ujar Kakashi
Naruto terdiam. Dia menurunkan Erika terlebih dahulu sebelum jatuh terduduk. Apapun akan dilakukan untuk meminimalisir bahaya? Ya Naruto tahu itu. Tapi ia baru tahu kalau rasanya sangat menyakitkan
Hinata menatap apa yang dilakukan Naruto. Apa pemuda itu menangis? Itu lah yang dipikirkan Hinata ketika pemuda itu menengadahkan wajahnya
"Sekarang aku mengerti" gumam Naruto
"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Kakashi
"Sekarang aku mengerti!" Kata Naruto
"Mengerti apa?" Tanya Kakashi
Naruto mengangkat wajahnya dan menatap langit fajar yang bewarna biru itu. Naruto pun menggapai kedua katananya
"Sekarang aku mengerti. Mengapa Kendo masih tetap ada sampai sekarang" kata Naruto
Akhirnya Naruto menyadari betapa pentingnya belajar Kendo. Ya, Naruto akhirnya mengerti. Kendo memang bukan untuk berkelahi di jalanan. Tapi Kendo sangat dibutuhkan saat kita tidak bisa lagi berkompromi dengan musuh kita. Seperti melawan Zombie yang tidak bisa diajak kompromi
.
*Bruk!*
.
Naruto pun terjatuh pingsan karena kelelahan telah semalaman penuh menjelajahi sebagian kota Ame hanya untuk bertahan hidup
.
.
*Tap...Tap..Tap...*
.
Kakashi yang menggendong Naruto di bahunya tetap berjalan mengekor dibelakang Hinata. Erika memegang ujung baju Kakashi
"Kita akan kemana, Hinata-sama?" Tanya Kakashi
"Ke Mansion Hyuuga" jawab Hinata
.
*Brooom...*
.
Sebuah mobil putih berhenti disamping Hinata, Kakashi, Naruto dan Erika membuat Kakashi dkk menghentikan langkahnya
Hinata menatap orang yang berada didalam mobil. Hinata tidak terkejut sedikit pun saat mengetahui siapa yang datang menawarkannya tumpangan
.
.
-_Supernova_-
.
.
*Sreeet...*
.
Hinata membuka pintu rumah megahnya. Hening tanpa ada suara maid yang biasanya akan menyambut kedatangannya
"Sepertinya pembantumu sudah kabur semua" kata seorang pemuda raven diambang pintu
Hinata tidak menggubris perkataan Sasuke. Gadis ini pun melangkahkan kakinya disusul oleh Kakashi. Kiba, Sasuke, Gaara, Naruto dan Erika melangkah masuk. Rupanya Naruto telah sadar dari pingsannya
"Anggap saja seperti rumah sendiri" kata Kiba seenaknya dan tidur diatas sofa empuk di ruang tamu
Naruto duduk di sofa didepan sofa yang ditiduri Kiba. Sasuke dan Gaara pun duduk disamping Naruto
"Bagaimana dengan Shikamaru, Lee, dan Sai?" Tanya Naruto kepada ketiga sahabatnya
Semuanya hanya diam. Naruto pun langsung berfirasat buruk. Mungkinkah Shikamaru, Lee, dan Sai telah menjadi bagian dari mayat hidup itu?
"Maafkan kami, Naruto" kata Sasuke
"Mereka bertiga tidak sempat tertolong" ujar Gaara
Naruto diam menengadahkan wajahnya. Terdiam cukup lama untuk mengenang waktunya bersama ketiga sahabatnya itu
"Hei, kalian semua, jangan diam saja disana. Ikuti Hinata-sama" kata Kakashi
Naruto pun tersentak. Ia mendongakkan wajahnya ke Kakashi. Pemuda pirang ini pun menurut dan menghampiri Kakashi diikuti Erika. Melihat itu, ketiga temannya pun ikut dibelakang Naruto
"Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Naruto
"Mengambil perlengkapan yang secukupnya" jawab Kakashi
"Maksudmu seperti senjata?"
"Yap"
"Wow! Jadi maksudmu Hyuuga adalah keluarga Mafia?" Tanya Kiba berniat bercanda
"Benar" jawab Kakashi
Kiba langsung terdiam lalu mengangkat kedua bahunya seolah tidak peduli
Hinata memasuki sebuah ruang perpustakaan keluarga Hyuuga. Naruto menatap horor susunan buku itu
"Ini pasti akan seperti yang di film-film. Kau akan menarik salahsatu buku membuat rak bukunya berputar memperlihatkan sebuah jalan rahasia" kata Kiba sambil tetap mengikuti Hinata
.
*Cklek*
.
"Untuk apa ayahku membuat serumit itu?"
Kiba terdiam saat Hinata melewati pintu diikuti yang lainnya. Kiba tetap terdiam di tempat. Tak lama setelah itu, Kiba tersadar dari lamunannya
Kiba menatap kagum susunan rak yang menyimpan berbagai macam jenis senjata. Mulai dari SMG hingga Mini-gun
"Ambil senjata sesuai selera kalian. Kusarankan untuk mengambil type cyber karena amunisinya tak terbatas" ujar Hinata
Sasuke mengambil 2 pistol laser dan sebuah tongkat baseball besi kuat yang disarankan oleh Hinata. Sasuke juga memperbanyak membawa granat. Kiba mengambil senjata jenis Rifle laser. Sedangkan Gaara mengambil Shotgun laser
"Aku beruntung hidup di tahun 2100 ini!" Seru Kiba
Naruto tertawa pelan mendengar seruan Kiba yang penuh semangat itu. Kiba memang benar. Di zaman super canggih ini, para penemu telah menciptakan senjata type cyber yang membuat senjata api berubah menjadi senjata laser karena tidak lagi membutuhkan amunisi. Hanya membutuhkan sinar matahari untuk pengisian ulangnya
"Jika kalian sudah selesai, kusarankan agar masuk ke dalam ruangan itu" kata Kakashi yang sudah berpakaian lengkap
Kaos putih yang dibalut rompi tentara. 2 pistol, pisau dan beberapa granat telah dilekatkan didepan rompi itu. Sarung tangan hitam dan celana cargo bewarna hitam loreng
"Wow" gumam Naruto mendapati Sniper Cyber di punggung Kakashi
Naruto pun menghampiri Kakashi setelah selesai mengambil 2 sarung katana dan 2 Pistol Cyber
.
*Sreet...*
.
Kakashi pun membukakan pintu untuk Naruto
"Terimakasih" kata Naruto dan terdiam diambang pintu
"TUTUP PINTUNYA!" Teriak Naruto dan langsung menutup pintu besi itu
"BAKA! APA YANG KAU LAKUKAN!" Teriak Hinata ketika dia sedang melepas seluruh pakaiannya dan Naruto malah masuk
Teriakan Hinata lantas menarik perhatian Gaara, Sasuke dan Kiba yang sedaritadi sibuk melihat-lihat koleksi senjata keluarga Hyuuga yang ternyata kepala keluarganya adalah seorang Mafia
"Lupakan" kata Kiba dan kembali melihat-lihat diikuti kedua sahabatnya
Naruto bersandar di pintu besi itu. Raut muka terkejut dan malu tercetak jelas di wajahnya. Mukanya telah memerah setelah melihat pemandangan surga dunia itu
"Bagaimana ini?! Dia akan menghabisiku" batin Naruto ketakutan
"Apa yang terjadi didalam, Naruto?" Tanya Kakashi yang tidak tahu apa-apa
"Bu-bukan apa-apa" jawab Naruto
.
.
-_Supernova_-
.
.
Malam hari pun tiba. Hujan datang mengguyur kota Ame tidak membuat Kemiliteran Ame dan melalaikan pekerjaan di Wilayah B
.
{A/N : Wilayah B merupakan wilayah aman. Sedangkan Wilayah A merupakan wilayah yang sedang dalam bahaya}
.
Tentara-tentara itu tetap memastikan keamanan di gerbang jembatan yang telah naik itu. Memastikan tidak ada satupun Zombie yang berhasil lewat
"Komandan, ada sesuatu yang menjanggal di Wilayah A!" Ujar salahsatu tentara kepada komandannya sambil menyerahkan teropong kepada komandannya
Si komandan yang bernama Morino Ibiki pun memeriksa apa yang dimaksud oleh bawahannya. Menggunakan teropong untuk melihat ke wilayah seberang
Sebuah bayangan hitam tinggi disamping jembatan. Awalnya Ibiki sempat mengira itu adalah sebuah menara. Namun ia terkejut saat menara itu bertambah tinggi
"Itu bukan bangunan! Itu zombie yang tengah saling memanjat membuat jembatan menuju kesini!" Ujar Ibiki
"Tim Sniper, bidik!" Perintah Ibiki. Tim Sniper yang berjumlah 20 orang pun membidik kumpulan zombie itu
"Benar, komandan! Itu adalah zombie!" Ucap salahsatu Sniper
.
*Bush!*
.
"Groar!"
Menara Zombie itu langsung roboh karena beberapa zombie jatuh berterbangan setelah ditembak Sniper Cyber. Tapi menara itu kembali meninggi saat zombie lainnya memanjat Zombie yang lain
Menara zombie pun akhirnya sudah tinggi walaupun selalu dihalangi oleh tembakan
"Jangan sampai mereka bisa menyeberang!" Seru Ibiki
.
*Bush!*
.
Ibiki pun puas saat menara itu roboh. Namun ia membulatkan matanya saat menara zombie itu jatuh mencondong ke Wilayah B melewati sungai tenang itu. Beberapa zombie jatuh ke sungai dan beberapa lagi melayang di udara
.
*Brak!*
.
Menghantam salahsatu tentara
"HAAA!" Teriak tentara namun akhirnya dimakan oleh Zombie
Zombie lainnya pun mulai berdatangan dari langit. Ada yang masih utuh dan ada yang anggota badannya terpisah
"Lapor, Jenderal! Zombie telah memasuki Wilayah B!" Kata Ibiki melalui HT
.
*Bruk!*
.
Ibiki pun terjatuh ditimpa sesosok Zombie
.
.
-_Supernova_-
.
.
Naruto tersadar dari rasa kantuknya. Ia pun berdiri dari posisi duduk menyandar di lantai. Ternyata rekan-rekannya yang lain juga ikut terlelap di kediaman Hyuuga ini
Naruto kini telah mengenakan pakaian tempurnya. Kaos putih dibalut rompi anti-peluru bewarna hitam yang dapat menyandang 2 katana di punggung membentuk 'X'. 2 Pistol Cyber ia sarungkan di pinggang kanan dan kiri. Celana jeans biru nya masih ia kenakan. Naruto juga memakai sarung tangan dikedua tangannya
Ia melihat ke Hinata yang tengah terlelap diatas sofa. Gadis cantik itu terlihat seksi dengan rompi hitam yang memperlihatkan perut dan dada bagian atas. Hotpants hitam, sarung tangan hitam sesiku dan boot hak tinggi hitam hingga bawah lutut
.
*Tap! Tap! Tap!*
.
Naruto mendengar puluhan suara hentakan kaki diluar sana. Ia pun penasaran dan berdiri dari duduknya. Melangkahkan kakinya menuju pintu rumah
.
*Tap! Tap! Tap!*
.
Hentakan kaki makin terdengar jelas. Naruto pun mengintip dibalik gorden jendela. Matanya membulat sempurna saat melihat kumpulan Zombie berlari disepanjang jalanan aspal didepan kediaman Hyuuga
.
*Set!*
.
Naruto terkejut saat ada yang menyentuh pundaknya. Naruto pun reflek membidik siapa yang menyentuhnya. Bisa saja Zombie, bukan?
"Hei tenangkan dirimu" kata Sasuke langsung angkat tangan saat Naruto membidiknya
Naruto menghela nafas berat
.
*Tap...Tap*
.
Sasuke juga mendengar apa yang didengar Naruto. Sasuke pun menatap Naruto seolah bertanya 'apa yang terjadi?'
"Minna! Diluar ada Zombie!" Teriak Naruto membangunkan Hinata, Kakashi, Gaara, Kiba, dan Erika
.
*Bruk! Bruk!*
.
Sasuke kaget saat pintu rumah tiba-tiba saja didobrak. Zombie mulai mengelilingi rumahnya. Kakashi yang sudah terbangun pun menekan tombol darurat yang ada di dinding membuat seluruh jendela dan ventilasi ditutupi oleh besi baja
"Kita harus bergegas!" Kata Gaara
Naruto dan Sasuke berusaha menahan dobrakan Zombie di pintu. Kiba, Gaara dan Kakashi pun membantu mengangkat sofa, lemari dan barang-barang berat lainnya untuk menahan dobrakan Zombie di pintu masuk
"Kita harus pergi sekarang. Itu hanya akan memperlambatnya. Bukan menghambatnya" ujar Hinata dan mulai berlari menuju basement yang harus masuk melalui perpustakaan tadi
Kakashi, Sasuke, Kiba, Gaara dan Naruto yang telah menggendong Erika pun mengikuti Hinata
Hinata menggiring rekan-rekannya menuju garasi bawah tanah. Keempat pemuda itu langsung tercengang saat mendapati truck Hummer hitam lapis baja dengan jenis ban off-road
"Mengagumkan" kata Gaara
"Ada yang handal menyetir?" Tanya Hinata
"Aku!" Jawab Kiba bersemangat
"Kau yakin bisa melakukannya?" Tanya Kakashi memastikan
"Bahkan truk kargo aku bawa kebut-kebutan" jawab Kiba
"Baiklah. Kau ambil kemudi. Gaara akan duduk disampingmu" kata Kakashi
Seluruhnya pun masuk. Hinata duduk di bangku tengah paling kanan, Erika disamping Hinata. Sedangkan Sasuke dan Kakashi di bangku belakang. Hinata agak risih saat bangku disamping Erika sedang kosong membuat kemungkinan Naruto lah yang akan mengisi. Saat Naruto akan masuk, Kakashi menghalanginya
"Kau tetap di luar, Naruto" kata Kakashi
"Jadi maksudmu aku harus tetap tinggal disini?" Tanya Naruto kecewa
"Bukan. Maksudku kau harus berjaga diatas sini" kata Kakashi menepuk-nepuk atap mobil
"Kau tidak waras?!"
"Aku waras. Sepatu bootmu dilengkapi magnet. Dan magnet itu akan aktif saat kau menekan tombol merah di sepatumu itu. Tenang saja. Kau tidak akan terjatuh dari atas sana berkat magnet ditelapak sepatu itu. Daya magnetnya sangat kuat tapi tidak memberatkan langkahmu" ujar Kakashi
Naruto menatap kagum boot yang ia pakai sekarang. Teknologi keluarga Hyuuga begitu canggih menurutnya. Seperti kata Kiba. Dia sangat beruntung hidup di zaman super canggih ini
Naruto melakukan seperti apa yang Kakashi katakan. Ia memanjat Hummer dan berdiri di atasnya. Naruto pun menekan tombol merah. Ternyata benar. Ia terasa tidak akan jatuh di atas sana berkat magnet sepatu boot
"Kau siap, Naruto?!" Tanya Kiba
"Siap!" Jawab Naruto lalu mengenggam kedua katananya
"Oke. Buka gerbangnya" kata Kiba dan sudah menyiapkan tenaga truk itu
Sasuke menekan tombol yang tersedia didepan bangkunya. Gerbang atap yang akan dilewati melalui jalan tanjakan itu terbuka (pasti pusing kan mikirinnya? :v)
"Mulai!" Seru Kiba dan Hummer mulai melesat
"Whoo...whoaaa!" Teriak Naruto saat adrenalinnya terpacu
Segerombolan Zombie pun mulai masuk ke basement. Kiba terus menabrak dan Naruto juga ikut menebas-nebas diatas sana
.
*Swuuung...*
.
Truk Hummer pun melompat setelah melewati jalur tanjakan membuat jantung Naruto terasa akan copot
"Tekan tombol hijau, Sasuke" kata Kakashi
"Tombol apa ini?" Tanya Sasuke
"Menghijaukan lampu lalu lintas" jawab Kakashi
"Mmm..baiklah" kata Sasuke dan menekan tombol hijau
.
*Blarrr!*
.
Mansion Hyuuga pun meledak membuat Zombie yang telah menguasai kediaman itu ikut terkena efeknya. Sasuke menatap horor rumah besar itu
"Tidak masalah. Itu hanya sedikit dari kekayaan Hyuuga" kata Kakashi
Sasuke menatap Hinata. Gadis itu tampak tidak mempermasalahkannya. Sasuke pun menghela nafas
"Hah..akhirnya" kata Naruto yang sudah duduk disamping Erika setelah berjaga diluar. Ia masuk melewati jendela yang ada diatas atap Hummer
"Dasar lemah" ejek Hinata membuat Naruto menatap kesal
"Apa katamu?!" Tanya Naruto mulai ribut
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
.
.
.
.
AUTHOR NOTE :
Hei bro/sis!
Author COWOK ini kembali lagi setelah lama terdiam tanpa nge-publish cerita. Sejujurnya ane gak tau mau ngomong apa :v
Semoga kalian semua suka dengan fic zombie ini (y)
Ane terpaksa membuat Kakashi harus membuka maskernya karena situasi rumit diantara militer dengan Naruto dkk. Daripada Kakashi gak ngebuka masker, konflik jadi bertambah deh :v
.
Reader Said :
Lah thor,ada yang ragu author cewek ye ,kok ada yang aneh di sini...apa ya...
Author Said :
Apa yang aneh?
.
Oke, hanya itu
Terimakasih atas pengingat yang telah ditulis oleh salahsatu Reader
Thanks for Favorite, Follow, and Review!
Silahkan tinggalkan jejak :v
.
.
.
.
.
.
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
