.
Supernova
Disclaimer :
Masashi Kishimoto
Created By :
Kazehiro Tatsuya
Pair :
Naruto X Hinata
Warning :
Zombie, Survival, Gaje, OOC, AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya
Rated :
M
Genre :
Action, Survival, Sci-fi, Horror, Adventure, Humour, Friendship, Romance and Mystery
.
*Brooom...*
.
Sebuah truk Hummer hitam lapis baja berhenti saat Kepolisian menghambat jalan. Mereka akan kembali melewati pemeriksaan di siang hari ini
Naruto dkk pun keluar dari truk. Polisi mulai memeriksa mereka satu per satu
"Kalian akan kemana?" Tanya polisi yang memeriksa saat tengah memeriksa Gaara
"Ke Konoha" jawab Hinata
"Pilihan tepat" kata polisi
"Selesai. Mereka aman!" Ujar polisi kepada rekannya yang lain
Mereka bertujuh pun kembali masuk ke Hummer. Kiba menjalankan truk dengan sangat pelan melewati karantina Polisi untuk menyaring satu-per-satu warga sipil
"TANGKAP DIA!" Teriak salahsatu polisi
.
*Bruk!*
.
Hinata terkejut saat atap truk yang ia naiki tiba-tiba saja menimbulkan suara bantingan. Dari jendela atas Hinata dapat melihat zombie terlentang diatas Hummer
Sasuke pun keluar dan mempersiapkan tongkat baseballnya. Si zombie mulai berdiri dengan susah payah. Polisi juga sudah datang membantu Sasuke dan menembaki zombie
"Pukul kepalanya!" Seru Kiba
Zombie melompat ke Sasuke. Sasuke pun memasang kuda-kuda dan...
.
*Plak!*
.
Memukul zombie tepat di kepalanya dengan tongkat baseball yang terbuat dari besi. Zombie pun langsung terpental dan menabrak body Hummer setelah kepalanya dihantam keras oleh Sasuke
Zombie tergeletak di aspal meninggalkan noda merah khas darah di body baja milik Hummer itu
"Terimakasih!" Kata polisi kepada Sasuke
"Sama-sama" kata Sasuke canggung dan berjalan memasuki Hummer
.
*Brooom...*
.
Kiba menjalankan truk hitam itu dengan pelan hingga melewati karantina. Setelah lewat, Kiba mulai menaikan kecepatan
"Hari sudah mulai gelap. Bagaimana jika kita beristirahat?" Tanya Naruto membuka pembicaraan setelah setengah jam berlalu
"Ide bagus. Bagaimana Hinata-san?" Tanya Sasuke
"Jika kalian para manusia rendahan telah lelah, terserah kalian. Aku hanya minoritas disini" jawab Hinata yang masih sempat merendahkan Naruto dkk
"Gadis ini" batin Naruto merasa geram
.
*Brooom...*
.
Kiba menghentikan truk Hummer karena jalan aspal dihambat oleh beberapa mobil yang tergeletak didepan dengan tidak teraturnya seperti baru saja terjadi kecelakaan beruntun. Sayangnya sisi kiri dan kanan jalan hanya ada hutan membuat mereka tidak bisa mengambil jalan memutar
"Bagaimana jika kita tabrak saja?" Tanya Kiba
"Tunggu sebentar" kata Sasuke dan keluar dari truk untuk melihat keadaan
Sasuke berlari dan memanjat salahsatu mobil. Sasuke menghela nafas saat mendapati sangat banyak mobil yang menghambat jalanan. Mobil-mobil itu menghalangi jalan sepanjang 10 meter
Sasuke kembali menghampiri teman-temannya. Dia menghela nafas berat terlebih dahulu
"Kita harus memindahkan mobil satu-per-satu" ujar Sasuke
"Maksudmu kita tidak bisa menerobos saja?" Tanya Kiba
"Hn" jawab Sasuke
Naruto turun dari truk. Kakashi dan Gaara juga turun. Bagaimana pun juga apa yang disarankan Sasuke memang benar. Atau jika kendaraan mereka adalah truck monster, bisa saja mereka menggiling mobil-mobil itu
"Tapi bagaimana cara memindahkannya?" Tanya Gaara
Naruto menatap langit malam yang mulai menggelap. Hal ini membuat kecemasan Naruto semakin bertambah
"Terlalu bahaya jika kita berlama-lama disini" kata Naruto mengemukakan apa yang ia cemaskan
.
*Trek*
.
Naruto menoleh ke asal suara. Ketiga laki-laki lainnya juga menoleh ke aras semak-semak yang kini sedang bergerak-gerak
Naruto langsung siaga dengan katana di tangan kanan dan pistol di tangan kiri. Ia membidik ke arah semak-semak. Kakashi, Gaara dan Sasuke juga telah menyiapkan pistolnya
Erika hanya diam menatap apa yang dilakukan Naruto, Kakashi, Gaara, dan Sasuke dari kejauhan. Sedangkan Hinata, gadis cantik itu hanya diam menatap hutan lewat kaca Hummer
Bosan melihat Naruto dkk, Erika pun memutar kepalanya melihat hutan yang dilihat Hinata. Ia mencaritahu apa yang menarik dari hutan yang membuat Hinata tidak melepaskan pandangannya
"GROAR!"
"KYAAAA!" Hinata dan Erika berteriak saat sesosok zombie datang mengejutkannya dari balik kaca
Naruto, Kakashi dan Sasuke pun langsung berlari ke asal suara. Sedangkan Gaara telat untuk berlari hingga 1 zombie lagi melompat kearahnya saat Gaara lengah
.
*Crass!*
.
"GHAAA!" Teriak Gaara kesakitan mengintrupsi Naruto
Naruto pun membelalakkan matanya. Naruto berlari datang menolong Gaara
.
*Bugh!*
.
Naruto menendang perut si zombie yang sedang menindih Gaara
.
*Dor! Dor!*
.
Setelah itu Naruto langsung menembak kepala zombie walaupun laser pertamanya hanya mengenai aspal
.
*Plak!*
.
Sasuke selesai setelah memukul telak kepala zombie dengan tongkat baseball-nya. Setelah dirasa aman, Naruto, Kiba, Sasuke, Kakashi, Hinata dan Erika pun menghampiri Gaara
"Gaara!" Teriak Naruto dan membopong sahabatnya
"Jangan, Naruto!" Cegah Gaara
"Tidak! Kami akan menyelamatkanmu!" Kata Naruto
"Tidak. Sebaiknya kau membunuhku sekarang sebelum aku menjadi zombie" pinta Gaara
"Tidak akan, Gaara! Kami tidak akan membunuhmu!" Kata Sasuke ikut khawatir
"Teman-teman, kumohon...Bunuh aku...arg...! Aku ingin meninggal sebagai manusia! Bukan mati sebagai zombie!" Ujar Gaara setengah berteriak
.
*Set*
.
Naruto menghalangi bidikan Hinata kepada Gaara. Terlihat ekspresi Naruto kini tengah menahan marah
"Apa yang kau lakukan, sialan?!" Bentak Naruto
"Dengar apa permintaannya? Wujudkan Naruto! Itu adalah permintaan terakhir dari sahabatmu" kata Kakashi mewakili Hinata
"Dia tidak akan menjadi zombie! Gaara itu kuat, Kakashi-san!" Kata Kiba ikut marah. Baru kali ini pemuda jenaka seperti Kiba seserius seperti sekarang
Mereka semua terdiam saat Gaara mulai kejang-kejang. Naruto pun membulatkan kedua matanya
"Virusnya mulai bekerja" Hinata dan kembali membidik Gaara
Bidikan Hinata kembali terhalangi. Kali ini Naruto yang melakukannya. Naruto terlebih dahulu membaringkan Gaara di atas tanah lalu mengambil pistolnya
"Apa yang akan kau lakukan, Naruto?" Tanya Sasuke saat Naruto menutupi kepala Gaara dengan daun pisang yang dapat entah dimana
"Menjauh" kata Naruto dingin dan dituruti oleh yang lain walaupun dengan berat hati
Sasuke dan Kiba hanya bisa menerima keputusan Naruto. Bagaimana pun juga, meninggal dalam keadaan manusia lebih baik dibandingkan mati dalam keadaan zombie
"Gomenasai, Gaara!" Kata Naruto dan Hinata menutup mata Erika
.
*Dor!*
.
Kiba menangis saat itu juga setelah badan Gaara yang tadinya kejang-kejang langsung diam setelah ditembak kepalanya
Naruto jatuh terduduk dengan wajah menghadap ke bawah. Ia tidak terima atas semua ini. Situasi mengerikan, waktu istirahat yang menegangkan, darah, dan teriakan ini telah merenggut sahabat dan keluarganya
"Minna, bergegas sekarang!" Teriak Kakashi setelah meneropong jalan dibelakang mereka. Segerombolan zombie datang
Perkataan Kakashi membuat Kiba langsung naik keatas truk sambil menggendong Erika agar gadis kecil itu mengikutinya
"Aku akan menabrak mobil didepan dengan sekuat tenaga. Mohon ulur waktunya!" Ujar Kiba
"Hai'!" Seru Sasuke
.
*Brooom...Brooom!*
.
Hummer yang dikemudikan Kiba langsung melesat cepat setelah bannya bergesekan dengan aspal terlebih dahulu
.
*BRAK!*
.
Hummer terus mendorong bangkai-bangkai mobil itu dengan kecepatan penuh. Saat mentok, Kiba memundurkan Hummer lalu melesat lagi. Kegiatan ini terus ia lakukan sampai jalan terbuka
Sedangkan para pengulur waktu sedang menahan zombie-zombie agar tidak mencapai pertahanan mereka
Kakashi tengkurap dengan Sniper telah menembaki beberapa zombie dengan lancarnya. Hinata dengan santainya menembaki kepala-kepala zombie itu. Sedangkan Naruto dan Sasuke, mereka akan melakukan hal yang gila
"Kau siap, teme?!" Tanya Naruto dengan sebuah granat di tangannya
"Siap!" Jawab Sasuke dan mengambil kuda-kuda layaknya pemain baseball
Naruto pun melemparkan granat setelah pematiknya dilepaskan. Sasuke menyeringai sebelum memukul granat itu
.
*Tik!*
.
Granat itu langsung melesat jauh ke arah kawanan zombie. Kakashi menatap kagum atas pukulan Sasuke yang jika dibandingkan didalam lapangan akan menghasilkan Home Run
Granat itu mendarat di tengah-tengah kerumunan zombie. Mereka fokus ke asal suara yang dihasilkan granat karena fakta zombie, mereka tidak bisa melihat. Hanya saja insting mereka dalam mendekati sumber bunyi sangatlah kuat
.
*Blarrr!*
.
Granat pun meledak dan hanya menyisakan beberapa zombie yang masih bertahan walaupun beberapa anggota tubuhnya telah hilang
"Naiklah!" Kata Kiba yang sudah berada didekat mereka
Naruto dan yang lainnya langsung berlari mengejar truk hitam itu dan langsung naik setelah Sasuke melemparkan granat untuk yang terakhir
.
*Blarrr!*
.
*Brooom...*
.
Kiba pun menancap gas setelah Sasuke duduk dibangku sebelahnya. Mereka beruntung menaiki truk kuat yang dilindungi body baja sehingga menabrak mobil adalah hal yang mudah
"Berapa lama lagi kita sampai di Konoha, Kakashi-san?" Tanya Naruto kepada Kakashi. Lebih baik bertanya kepada Kakashi dibandingkan kepada Hinata
"Mmm...entahlah. Tapi sebelum kita tiba di Konoha, kita harus melewati kota Suna" Jawab Kakashi
"Kapan kita tiba di Suna?" Tanya Naruto
"Pagi nanti" jawab Kakashi
"Dan pertanyaannya, apa kota Suna aman?" Tanya Sasuke
"Kalian para rakyat jelata selalu mengoceh tidak karuan" kata Hinata langsung mendapatkan delikan tajam dari Sasuke dan Naruto
"Jika kalian menatapku secara bersamaan, bagaimana caraku menatap kalian berdua secara bersamaan?" Kata Hinata lalu membuang muka. Ia memilih melihat keluar kaca
Sasuke kembali menghadap ke depan. Sedangkan Naruto masih tetap mendelik. Kakashi dibelakang sana mempunyai ide cemerlang, baginya
"Erika-chan, ayo duduk dibelakang sini? Disitu sudah sempit" ajak Kakashi sambil menepuk-nepuk bangku mobil
"Oke!" Jawab Erika lalu berdiri. Kakashi menggendong Erika untuk membantu gadis kecil itu untuk pindah
"Hei, apa yang kau lakukan, Kakashi?!" Marah Hinata tidak terima karena pemisah antara dia dengan Naruto telah tumbang(?)
"Aku hanya ingin bermain dengan Erika-chan" jawab Kakashi dengan mata yang menyipit bertanda ia tengah tersenyum
"Dasar lolicon" kata Naruto dan Hinata bersamaan
"Minna, lihat" kata Kiba mengintrupsi kegiatan 4 manusia dibelakang dan tentu saja Sasuke yang duduk disampingnya ikut melihat
Sebuah bangunan pabrik dengan tabung besar dan bocor. Bangunannya tampak kusam seperti habis terkena zat kimia
"Pabrik apa itu?" Tanya Erika
"Bagaimana kalau kita mampir dulu kesana?" Ajak Kiba
"Lebih tepatnya menyelidiki" kata Hinata yang penasaran
Mereka pun sepakat. Hummer yang dikemudikan Kiba berbelok dipersimpangan menuju bangunan pabrik
"Aku menaruh kecurigaan pada pabrik itu" ujar Hinata
"Hmmm...akhirnya seorang tuan putri seperti Hyuuga Hinata sedang penasaran dengan sesuatu" kata Naruto mengejek Hinata yang sedaritadi tidak peduli dan tiba-tiba saja penasaran
.
*Brooom...*
.
Kiba menghentikan Hummer tepat didepan gerbang masuk pabrik. Tertulis di gerbangnya sebuah peringatan dilarang masuk
"Bagaimana ini?" Tanya Sasuke
"Tidak apa-apa. Peraturan dibuat untuk dilanggar. Jika peraturan tidak ada, tidak akan ada yang dilanggar, bukan?" Jawab Kiba enteng memegang gembok besar yang mengikat gerbang dengan rantai
.
*Bush!*
.
Tanpa basa-basi Kiba langsung menembak gembok itu dengan Shotgun yang dipilih oleh Gaara di mansion Hyuuga. Sedangkan senjata rifle yang ia pilih dipunggungkannya
Satu-per-satu dari mereka memasuki wilayah pabrik itu. Sasuke melangkah masuk dengan tongkat baseball telah ia genggam
.
[Pabrik Industri Nuklir]
.
Begitulah tulisan di dinding diatas pintu masuk pabrik. Suasana gelap didalam membuat mereka terlebih dahulu mengurungkan niat penasaran
"Diantara kalian ada yang mengambil senter di kediamanku?" Tanya Hinata
Kiba menyentuh pucuk kepala Erika. Erika pun mengerti dan memperlihatkan isi tasnya
"Ini" jawab Erika dengan cadelnya memperlihatkan isi tasnya penuh dengan senter yang diikat dikepala
"Gadis pintar" kata Hinata lalu mengambil 1 senter. Entah kenapa pujian Hinata tadi membuat Erika merasa bahagia. Mungkin karena baru pertama kalinya Hinata memuji dirinya
Naruto dan yang lainnya juga ikut mengambil senter itu lalu memasangnya dikening. Erika juga melakukan hal serupa
"Naruto, kau tetap diluar bersama Erika agar gadis kecil itu tetap aman" kata Hinata
"Apa? Sejak kapan kau mengambil alih disini?" Kata Naruto tidak terima
"Kita akan berada dalam bahaya jika kau tetap bersikeras untuk ikut!" Kata Hinata
"Jadi maksudmu aku ini pembawa sial, hah?!"
Pertengkaran diantara mereka semakin menjadi karena keras kepala masing-masing
"Naruto, Hinata-sama, hentikan!" kata Kakashi tegas dan berdiri diantara mereka
"Apa yang kalian lakukan semakin memperburuk keadaan" kata Kakashi
"Aku ditakdirkan untuk memimpin kalian semua. Sudahlah terima saja" kata Hinata sengit
"Hei kalian berdua berhentilah perang mulut" kata Sasuke tegas
"Itu bukan perang mulut, Sasuke. Ini baru namanya perang mulut" ujar Kiba lalu memonyongkan bibirnya dan mendekatkannya ke bibir Sasuke
"Apa yang kau lakukan?!" Kata Sasuke sambil menahan laju wajah Kiba
"Hm" gumam Hinata dan membalikkan badannya. Gadis surai indigo itu berjalan sampai diambang pintu
"Sudahlah, onii-chan" kata Erika sambil menarik-narik kaos Naruto
"Cih!" Naruto mendecih dan mengalah
"Pergilah" kata Naruto
"Bagus" kata Hinata
"Yang lainnya kecuali Naruto dan Erika, ikut aku masuk ke dalam. Kita akan menyelidikinya" perintah Hinata
"Ano...tapi apa keuntungan kita menyelidiki pabrik ini?" Tanya Kiba
"Tidak ada. Aku hanya curiga pada pabrik ini. Bagaimana pun juga, sebuah bintang meledak menimbulkan supernova rasanya tidak mungkin sampai terlihat dari bumi dengan mata telanjang. Kecuali jika memang bintang itu hancur tepat didekat bumi. Dan jika itu terjadi, objek angkasa yang berada didekatnya juga akan terkena efeknya. Misalnya, bulan dan bumi sendiri mungkin akan terkena efeknya" jawab Hinata cukup logis
"Lalu alasan mengapa aku mencurigai pabrik ini adalah karena ini adalah pabrik industri nuklir dengan tabung gas yang bocor" lanjut Hinata dan menunjuk tabung besar disamping bangunan pabrik
"Kita harus memakai masker?" Tanya Kakashi dan disetujui oleh Hinata
"Dan alasanku melarang Naruto masuk adalah, seandainya ada zombie didalam sana, Naruto pasti akan menghunuskan pedangnya. Dan gesekan yang ditimbulkan pedang dengan gas akan menimbulkan gesekan dan menghasilkan api. Berbeda dengan laser yang kami pakai. Laser pada dasarnya terbuat dari cahaya dan cahaya tidak mempunyai permukaan kasar" ujar Hinata membuat Naruto membulatkan matanya
"Tapi bukankah Naruto memiliki 2 pistol?" Tanya Kiba mencoba membela Naruto walaupun sedikit
"Mau punya pistol atau tidak, dia akan reflek dengan pedangnya karena sudah terbiasa" jawab Hinata
Ternyata Hinata melarangnya dengan alasan itu. Ya, Naruto mudah menerimanya. Tapi, apa ini bertanda Hinata peduli padanya?
"Itu tidak mungkin" batin Naruto tidak percaya jika Hinata mungkin peduli dengan keselamatannya
Kakashi mengambil sesuatu didalam bagasi Hummer. Ternyata adalah sebuah masker. Kakashi pun membagikan masker super filtering anti zat kimia kepada Hinata, Sasuke dan Kiba. Tentu saja untuk dia sendiri juga disediakan
Hinata dkk kecuali Naruto dan Erika berjalan memasuki pabrik. Setelah kepergian mereka, Naruto menghela nafas berat
"Tidak apa, onii-chan. Aku tahu onii-chan mau membantu. Tapi inilah yang terbaik" kata Erika mencoba menyemangati Naruto. Naruto tersenyum kecut saat bocah 7 tahun sudah bisa mencoba menenangkannya
"Terimakasih, Erika"
.
.
-_Supernova_-
.
.
"Lapor Jenderal! Kota Ame telah dikosongkan menyisakan zombie-zombie! Apa yang harus kita lakukan?!" Tanya seorang tentara dalam sikap siap menghadap atasannya yang tengah duduk membelakanginya
Sang jenderal memutar kursinya. Jenderal dengan paras tampan dan bersurai pirang, namanya Namikaze Naruto
"Jatuhkan bom nuklir" jawab Minato
"Tapi itu terlalu bahaya, Jenderal! Tragedi seperti yang terjadi di kota Nagasaki dan Hiroshima membuat tanah kota jadi rusak. Butuh waktu yang lama untuk menghijaukannya" Kata tentara lantang
"Bukannya kota Ame telah kosong? Kurasa sangat betul jika kita menjatuhkan bom nuklir. Daerah sekitar Ame juga kosong, bukan?" Jawab Minato dan tanyanya
"Benar, Jenderal!" Jawabnya
"Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat lakukan sebelum virus zombie melebar hingga ke kota Suna!" Perintah Minato
"Hai'!" Seru sang bawahan lalu hormat sebelum keluar dari ruangan itu
Minato kembali memutar bangkunya menghadap ke jendela besar yang langsung menghadap ke bangunan-bangunan tinggi kota Konoha
Kota Konoha adalah ibukota sekaligus kota terbesar di Provinsi Hi dan menjadi pusat kemiliteran Jepang. Berbagai macam cabang militer terbaik ada disini. Mulai dari sekolah militer hingga senjata-senjata terbaik di produksi disini
Minato mengambil sebuah bingkai foto diatas mejanya dan menatap foto keluarga kecilnya itu. Keluarga kecil yang terdiri dari dia sendiri, istrinya yang bernama Namikaze Kushina dan putra sulungnya yang bernama Namikaze Naruto
"Semoga kau selamat sampai di Konoha, Naruto" gumam Minato dan mengusap foto wajah Naruto yang saat itu masih berusia 10 tahun
Naruto beralih ke foto istri manisnya, Uzumaki Kushina yang telah berubah namanya menjadi Namikaze Kushina
"Maafkan Naruto karena telah memenggal kepalamu, Kushina" gumam Minato
Minato mengetahui kabar tentang keluarganya dari bawahannya yang ada di kota Ame. Memberitahukan bahwa istrinya telah menjadi zombie dan kepalanya terpisah dari tubuhnya. Bekas penggalan itu adalah hasil dari tebasan pedang. Minato langsung menyimpulkan bahwa kepala Kushina dipenggal oleh Naruto saat Kushina dalam keadaan menjadi zombie
.
.
-_Supernova_-
.
.
*Tap..Tap..Tap*
.
Dengan langkah pelan dan berhati-hati, Hinata dkk menyusuri lorong pabrik. Hinata terkejut dan berhenti saat mendapati 4 sosok zombie sedang berdiri didepan mereka
Hinata mengisyaratkan kepada 3 laki-laki dibelakangnya untuk tetap diam dan jangan menimbulkan suara
Kakashi mengambil tongkat besi tak jauh dari tempatnya saat Hinata dan yang lain kembali melangkah. Jantung mereka berdegup kencang saat berusaha melangkah pelan melewati zombie-zombie itu
.
*Ting*
.
4 zombie langsung menoleh ke asal suara saat Kiba secara tidak sengaja senjata dipunggungnya bergesekan dengan dinding lorong
"Sial" gumam Kiba
Kakashi pun langsung berinisiatif melemparkan tongkat besi tadi cukup jauh ke belakang dekat pintu masuk membuat 4 zombie tadi menoleh ke asal suara
"Groaaar!" 4 zombie itu berjalan pincang menuju besi yang dilempar Kakashi tadi
"Good job" bisik Kiba karena Kakashi telah menutupi kecerobohannya tanpa mengetahui akibat dari apa yang dilakukan Kakashi
Hinata, Kakashi, Kiba, dan Sasuke melanjutkan langkah mereka memasuki lebih dalam pabrik terbengkalai ini. Mereka berempat bergantung pada senter kepala yang menjadi penerangan didalam kegelapan ini
.
.
Disisi lain, Naruto dan Erika yang berada diluar menunggu bosan kedatangan Hinata dan yang lainnya
.
*Ting!*
.
Naruto dan Erika menoleh ke asal suara. Suaranya seperti sebuah besi terjatuh diatas permukaan keramik
"Onii-chan, zombie!" Teriak Erika menarik perhatian 4 zombie yang tadinya berhasil dilewati Hinata dkk
"Oh tidak" kata Naruto lalu mengenggam kedua pistolnya
.
*Bush! Bush!*
.
Naruto hanya berhasil menembaki perut dan dada zombie A. Naruto mendecih kesal saat tembakannya tidak mengenai kepala. Jangan salahkan karena menembak bukanlah keahliannya
"Erika, masuk ke dalam truk sekarang"
"Baiklah, onii-chan"
Erika pun menuruti apa yang dikatakan Naruto. Erika berlari kecil menuju Hummer lalu masuk ke dalam saat Naruto sibuk menahan 4 zombie dengan pistol
Naruto bernafas lega saat Erika telah masuk ke dalam truk. Akhirnya ia bisa beraksi maksimal. Naruto menyimpan 2 pistolnya digantikan oleh 2 katana
Naruto memenggal zombie D dengan katana kanan lalu Naruto menendang zombie C hingga zombie itu terhempas ke tanah. Saat zombie C tergeletak, Naruto langsung memenggalnya
"ONII-CHAN!" Teriakan Erika dari dalam Hummer terdengar oleh Naruto
Ternyata zombie A dan B memukul-mukul kaca anti-peluru milik Hummer. Naruto pun berlari menyelamatkan Erika sambil menyimpan katana kiri dipunggungnya
.
*Jleb!*
.
Naruto menusuk belakang kepala zombie A lalu menodongkan pistol ke zombie B
"Jarak sedekat ini tidak akan meleset" kata Naruto
.
*Bush!*
.
Kepala zombie B langsung meledak membuat darah merah kehitam-hitaman itu mengenai Naruto
"Sialan"
.
.
"Oh tidak!" Teriak Kakashi sambil berlari bersama Hinata, Sasuke, dan Kiba disaat mereka dikejar oleh puluhan zombie namun baterai senjata mereka telah habis. Senjata itu harus di charger oleh sinar matahari. Sepertinya zombie-zombie itu dulu adalah karyawan di pabrik ini
"Aku akan menahan mereka! Pergilah!" kata Sasuke yang telah berhenti
"Jangan sok pahlawan!" Kata Kiba dan menarik Sasuke
"Masuk sini!" Kata Kakashi
Mereka bertiga memasuki ruangan yang dimaksud Kakashi. Setelah semuanya masuk, Kakashi pun menutup pintunya
"Bantu aku!" Kata Kakashi lalu menghambat pintu ruangan itu dengan badannya sendiri
"Grooaaar!"
Zombie diluar sana mendorong-dorong. Sasuke menyangga pintu dengan tongkat baseball-nya lalu menahan pintu dengan badannya sendiri bersama Kakashi dan Kiba
"Hinata, apa yang kau lakukan? Carilah jalan keluar!" Kata Sasuke
"Hoi ada tangan!" Teriak Sasuke saat sebuah tangan lewat disela-sela pintu
Tangan zombie itu berusaha menggapai wajah tampan milik Sasuke. Sasuke juga berusaha menjauhkan wajahnya dan terus menjepit tangan itu
Hinata terdiam ditempatnya menatap layar monitor didepannya. Hinata pun menghampirinya
"Sepertinya ini adalah ruangan dimana orang memonitori kegiatan para pekerja"
Hinata mengambil hardisk hasil CCTV yang dipasang disetiap sudut ruangan. Hardisk itu ia masukkan ke dalam tas
"Kita bisa melihat rekamannya nanti. Sekarang tolong cari jalan keluar sebelum kami kelelahan" kata Sasuke
Hinata mengangguk dan mencari jalan keluar. Kakashi mengangkat barang berat untuk menghambat pintu agar tidak terbuka
Kiba ikut membantu Kakashi. Mereka berdua mengangkat lemari hingga sofa. Setelah dirasa aman, Sasuke kembali mengambil tongkat baseball-nya
"Ditemukan!" Kata Hinata yang sudah kembali
.
.
*Tap..Tap...Tap...*
.
Naruto yang terbaring diatas Hummer diganggu oleh suara hentakan kaki yang sedang berlari
"Kenapa kalian datang dari belakang?" Tanya Naruto
Kiba langsung masuk ke dalam Hummer diikuti Kakashi. Hinata terlebih dahulu menatap jijik ke Naruto
"Ceritanya panjang. Kau terlihat menjijikan" jawab Hinata lalu memasuki truk
"Dasar perempuan itu" gumam Naruto lalu masuk ke dalam truk
.
*Broooom!*
.
Kiba langsung melesatkan truk Hummer milik keluarga Hyuuga itu meninggalkan bangkai pabrik industri nuklir
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
.
.
AUTHOR NOTE :
Oke kembali lagi dengan ane di Supernova
Terimakasih atas pujian kalian semua atas fic ane yang satu ini. Ane sangat senang dengan respon positif dari kalian semua
.
Reader Said :
keren thor... jangan lupa lanjut... hmmm kira2 nanti zombienya berevolusi gak ya? Biar kayak digame resident evil
Author Said :
Wow...
Itu terlalu greget :v
Jika ane bikin kayak gitu, fic ini bakalan lama tamatnya. Target ane fic ini end sebelum chapter 10
Reader Said :
Wkwkw akhirnya ada Ffn tema Zombie lagi,Nee Author -san apakah Chara Cewek Akan bertamabah atau malah tambahan dari Crossover dengan Anime lain (kaya DxD dll)
Author Said :
Kalau tambah, sudah dipastikan dari Anime Naruto
Reader Said :
Lanjut vak.. :v
weh.. Gw kagum dengan zombienya. Kok bisa buat jembatan kayak semut? Berarti zombienya memiliki akal dong? :v
Author Said :
Entahlah :v
Waktu ane nonton World War Z pun ane lihat zombie berusaha bikin menara untuk menggapai helikopter dan manjat benteng
Reader Said :
Cerita kamu mayan...Apalagi gw paling suka genre jombi/monsta. Tapi ada pertanyaan, kapan Naruto ketemu lg ama Sasuke dkk? Kan mereka terpisah? Apa yang nawarin tumpangan itu Sasuke dkk? Udah sih itu aja wkwkwkwk, Minato biarkan unknown dulu :V
Author Said :
Udah terjawab bukan?
Reader Said :
Bagus, bagus.
Jadi ingat dead days :v
Ganbatte author-san
Author Said :
Sayangnya ane gak pernah baca webtoon :3
Reader Said :
seru thor lanjuuuuuut... v di chap 1 kushina dh mati di tangan naru krn mnjd zombie trus minato.y kemana?
Author Said :
Udah terjawab, kan?
.
Sekian hanya itu...
Terimakasih atas Favorite, Follow, and Review minna-san :v
Oh ya ane ingin bertanya. Semoga ada yang mau jawab
Apa poin-poin yang membuat Reader bisa menyimpulkan Author seorang laki-laki atau perempuan?
See You :v
.
.
.
.
.
.
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
