.
*Broooom...*
.
"Tidak mungkin" gumam Naruto saat mendapati gerbang selamat datang kota Suna telah roboh
Sasuke, Hinata, Kiba, Erika dan Kakashi turun dari kendaraan saat Naruto menghampiri bongkahan bangunan itu. Saat Naruto melakukan sesuatu, mereka pun menyadarinya
"Nagato-nii, apa yang terjadi?" Tanya Naruto sambil menyingkirkan puing bangunan yang menghimpit kaki kiri pria 32 tahun itu
Pria dewasa bernama Uzumaki Nagato yang merupakan sepupu Naruto itu membuka matanya saat kepalanya disandarkan di paha Naruto
"Naruto..." Gumam Nagato
Uzumaki Nagato adalah seorang tentara yang bertanggung jawab menjaga perbatasan Ame-Suna agar tidak dimasuki zombie dari Suna
"Katakan apa yang terjadi, Nagato-nii!" Pinta Naruto
"Mereka...mereka...telah didalam" ujar Nagato
Naruto membulatkan matanya. Badannya bergetar menahan amarah
"Berhati-hatilah Naruto..." Kata Nagato
"Berhati-hati terhadap apa?!" Tanya Naruto karena Nagato tidak berbicara sampai tuntas
Nagato hanya menggerakkan mulutnya karena tidak sanggup lagi untuk bersuara. Naruto tidak mengerti dengan maksud gerak mulut Nagato
"Apa yang kau bicarakan, Nagato-nii?!" Tanya Naruto
Naruto pun terkejut saat Nagato tersenyum kepadanya. Tersenyum dalam keadaan mata tertutup. Naruto kembali menangis. Ini sudah ketiga kalinya ia kehilangan sosok keluarga didalam hidupnya. Yang pertama ibunya, kedua Gaara, dan terakhir Nagato
"Nagato-nii, apa yang kau katakan? Hiks! Padahal kau sendiri tahu. Sejak dulu aku tidak mengerti dengan bahasa gerak mulut!" Gumam Naruto ditengah tangisannya
Sasuke, Erika, Kiba, dan Kakashi hanya bisa menatap sendu melihat keadaan Naruto. Mereka harus memberikan waktu sendiri untuk Naruto. Kakashi heran ketika Hinata melangkah ke depan
"Hinata-sama?" Panggil Kakashi bingung saat Hinata ternyata menghampiri Naruto
.
*Tap*
.
Naruto tersentak lalu menoleh kepada orang yang menepuk pundaknya. Ternyata seorang gadis bersurai indigo yang dikenalnya sebagai Hyuuga Hinata si gadis nan angkuh
"Kau mau mentertawaiku? Lakukanlah" kata Naruto datar dengan pipinya yang dibasahi air mata
.
*Greb*
.
Kiba langsung terjatuh pingsan. Sasuke menganga. Erika tersenyum. Dan Kakashi mengelus-elus rambut belakangnya. Begitulah reaksi mereka saat melihat Hinata memeluk Naruto dan menenggelamkan wajah pemuda itu di bahunya
Naruto sendiri terbelalak terkejut dengan apa yang dilakukan Hinata. Sungguh diluar dugaannya
"Tidak ada waktu untuk menangis. Ini semua sudah ditakdirkan, Naruto. Yang kita lakukan hanya harus bertahan hidup. Mereka semua tewas dengan terhormat. Termasuk ibumu" kata Hinata dengan tulus
"Tahu apa kau, Hyuuga?! Aku sendiri yang membunuh ibuku disaat ibuku sudah menjadi zombie!" Ujar Naruto
"Lalu apa kau tahu apa yang dilakukan ibumu saat zombie memasuki rumah kalian?" Tanya Hinata membuat Naruto terdiam
"Tidak" jawab Naruto seadanya
Naruto kembali membelalakkan matanya. Mungkin saja apa yang dikatakan Hinata adalah benar. Pasti ibunya berniat melindunginya. Itulah yang dilakukan Kushina. Membawa zombie ke dalam ruangan lalu menutup pintu agar zombie tidak bisa kemana-mana dan berharap Naruto datang membunuh zombie
"Gomen" gumam Naruto yang dapat didengar oleh Hinata. Hinata pun tersenyum
.
.
Supernova
Disclaimer :
Masashi Kishimoto-sensei
Created By :
Kazehiro Tatsuya
Pair :
Naruto X Hinata
Warning :
Zombie, Survival, Gajeness, OOC, OC figuran, AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya
Rated :
M
Genre :
Action, Horror, Adventure, Humour, Friendship, Romance and Mystery
.
.
Erika tersenyum hambar karena duduk menengahi antara Naruto dan Hinata yang sama-sama membuang muka
"Erika-chan, bagaimana jika duduk disebelahku?" Ajak Kakashi, pria 25 tahun itu
"Kau mau kubunuh?!" Ancam Hinata dengan delikan membunuh ala Hyuuga
"Gomenasai" kata Kakashi sweatdrop
"Kenapa kalian seperti itu? Padahal tadi sangat romantis" kata Sasuke lalu memeluk badannya sendiri berniat memanas-manasi Naruto dan Hinata
"Urusai!" Teriak Naruto dan Hinata dengan muka yang memerah
"Kita butuh pengisian bahan bakar, Hinata-san" ujar Kiba membuat Hinata bernafas lega saat Kiba mengalihkan topik pembicaraan
"Carilah. Aku tidak ingin berjalan kaki sampai ke Konoha" kata Hinata
Truk hitam itu menyusuri kota Suna yang tampak kacau dan tidak berpenduduk. Suna sekarang bagaikan kota mati
"Sepertinya warga sipil telah mengungsi ke Konoha" kata Naruto
Hummer bebelok saat mendapati tempat pom bensin. Mereka semua turun berniat mencari udara segar sedangkan Kiba menggesekkan kartu kredit Hinata ke mesin pom bensin
"Ayo kita beristirahat seharian penuh?" Ajak Kakashi
"Ide bagus, Kakashi-san! Aku sangat lelah akhir-akhir ini" kata Kiba
"Ide bagus" kata Naruto dan Sasuke
"Aku mau" kata Erika
"Yosh! Sudah diputuskan!" Seru Kakashi
"Hei! Kau belum tanya pendapatku!" Kata Hinata tidak terima
"Jika kau menolakpun, suaramu tetap kalah karena hanya sendirian menolak, Hinata-sama" kata Kakashi
"Siapa yang menolak? Aku sangat ingin beristirahat penuh" kata Hinata sambil melipatkan tangannya didepan dada
"Tapi, dimana kita akan menginap?" Tanya Naruto membuat semuanya terdiam
Naruto tertawa kaku. Tanpa sengaja ia mendapati sebuah motor trail kuning dengan kunci yang masih melekat. Sepertinya si pemilik baru saja mengisi bahan bakar lalu kabur saat mendengar pengumuman untuk segera mengungsi
.
.
*Sreeet...*
.
Kakashi membuka pintu sebuah rumah yang sepertinya masih layak huni. Kakashi mengisyaratkan agar rekan-rekannya ikut masuk ke dalam
"Kita harus memeriksa rumah ini dulu sebelum beristirahat disini" bisik Kakashi
Naruto mengangguk mengerti. Remaja tampan berbakat ini menyusuri koridor hingga ke dapur
.
*Sriing...*
.
Naruto kaget saat tiba-tiba saja sebuah benda tajam diayunkan ke lehernya
.
*Ting!*
.
Dengan reflek hebat, Naruto berhasil menangkis katana itu. Katana siapa?
"Naruto?"
Naruto menoleh ke pelaku penyerangan. Seorang gadis cantik dengan surai pink sebahu
"Sakura?"
Ya. Naruto mengenal gadis didepannya ini. Haruno Sakura. Atlet Kendo putri berbakat asal kota Suna yang menjuarai tingkat Provinsi. Mereka berdua saling kenal karena sama-sama memegang gelar juara walaupun Naruto lebih unggul karena Juara Nasional tingkat pelajar
Sakura menyimpan katananya. Begitu juga dengan Naruto. Tak lama kemudian rekan-rekan Naruto telah berada di dapur
"Ada apa kalian datang ke sini?" Tanya Sakura lalu melirik Sasuke secara diam-diam
"Apa ini rumahmu?" Tanya Naruto terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Sakura
"Iya. Ini rumah keluargaku. Ayah dan Ibuku telah kubunuh dengan tanganku sendiri karena virus yang ditularkan ke mereka" jawab Sakura tampak bersalah
"Tidak apa-apa, Sakura. Yang kau lakukan adalah hal benar. Kedatangan kami disini ingin menginap sampai besok pagi disini. Kami sungguh kelelahan" ujar Naruto
"Silahkan. Aku merasa senang karena tidak sendirian lagi" kata Sakura sambil tersenyum ramah
.
*Kryuuuk...*
.
Sasuke menahan malu karena tiba-tiba saja perutnya keroncongan minta diisi. Sakura pun tertawa kecil
"Jadi kau lapar?" Tanya Sakura
"Iya" jawab Sasuke
"Waktu yang tepat. Aku akan menyiapkan sarapan" kata Sakura yang kebetulan saat dia memasak tadi tiba-tiba saja mendengar suara mencurigakan yang ternyata adalah Naruto dkk
"Terimakasih!" Kata Kakashi
.
.
-_Supernova_-
.
.
Suara gesekan antara sendok dengan piring terdengar ramai disebuah ruangan dengan meja makan ditengah-tengahnya
6 manusia sedang sarapan pagi di kediaman Sakura. Naruto, Sasuke, Kakashi, dan Kiba makan dengan lahapnya dan berulang kali minta tambah. Pakaian mereka pun telah berubah karena sedang dicuci. Mereka kali ini terlihat lebih santai dan segar
"Haruno-san?" Kata Hinata membuka pembicaraan
"Panggil Sakura saja, Hinata" kata Sakura
"Baiklah"
Hinata memasukan makanan itu ke dalam mulutnya penuh wibawa. Setelah selesai mengunyah makanan, ia pun kembali bersuara
"Kulihat kota Suna sudah kosong. Apa hanya kau yang tersisa?" Tanya Hinata
"Begitulah. Semua penduduk sipil sudah mengungsi ke kota Konoha sehari setelah berita wabah penyakit zombie menyebar di Ame" jawab Sakura
"Kenapa kau tidak mengungsi?"
"Itu..." Gumam Sakura
Sakura melihat yang lainnya. Ternyata seluruh mata tertuju padanya. Sakura pun menghela nafas
"Aku tidak rela meninggalkan rumah peninggalan mendiang ayahku ini" ujar Sakura
"Lalu bagaimana jika zombie berhasil masuk ke sini? Kudengar dari kakakku yang menjaga gerbang Suna bahwa zombie telah memasuki kota ini" tanya Naruto
"Aku cukup mengusirnya. Walaupun..."
"Walaupun?" Ulang Naruto
"...mati disini" lanjut Sakura membuat semuanya membelalakkan mata kecuali Hinata dan Naruto
"Cih! Apa maksudmu mati disini?!" Tanya Naruto tidak terima dan sudah berdiri
"Naruto, hentikan! Kau merusak suasana sarapan!" Tegas Kakashi
Badan Naruto naik-turun karena nafasnya yang sedang memburu. Ia sungguh tidak terima dengan pandangan Sakura terhadap pusaka dari ayahnya ini
"Rumah bisa dibeli, Sakura. Nyawa tidak" lanjut Naruto
"Aku tidak mau! Rumah ini adalah satu-satunya peninggalan ayahku!" Kata Sakura
"Cukup" kata Hinata membuat Sakura dan Naruto terdiam
Naruto kembali duduk. Ia mengusap wajahnya yang sudah berkeringat. Sedangkan Sakura mengatur rambutnya yang kusut
"Maaf, Sakura" kata Naruto membuat Sakura menoleh
"Aku juga minta maaf" balas Sakura
Beberapa menit kemudian, akhirnya sesi sarapan pun berakhir mengenyangkan untuk Naruto dkk yang sudah menahan laparnya cukup lama
"Apa setelah ini aku boleh tidur?" Tanya Sasuke
"Bukan boleh lagi, Sasuke. Tapi W-A-J-I-B" jawab Kakashi
"Terimakasih!" Kata Sasuke
"Naruto"
Seseorang memanggil nama Naruto yang sedang terbaring santai diatas sofa. Naruto menoleh lalu menangkap sebuah boken yang diberikan oleh Sakura
"Ayo latihan tanding" ajak Sakura dengan seringaiannya
"Kau mau menantangku, hm?" Tanya Naruto
"Tentu saja. Kita tidak pernah berhadapan, bukan? Aku ingin merasakan sensai bertarung dengan Juara Nasional" jawab Sakura
"Oke!" Seru Naruto
.
.
Angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut pink Sakura. Sasuke menatap 2 manusia berbeda gender ditengah halaman belakang rumah Sakura. Sesekali Sasuke menguap karena mengantuk. Kakashi melipatkan tangannya didepan dada sambil duduk diatas teras. Disamping Kakashi ada Hinata yang duduk manis ditemani secangkir the hangat. Lalu Erika yang duduk diatas pangkuan Kiba
"Cara menangnya hanya 1. Yaitu berhasil memukul lawanmu satu kali" ujar Kakashi dibalas anggukan oleh Naruto dan Sakura
"Kalian siap?" Tanya Kakashi
"Siap" jawab Sakura yang sudah mengambil kuda-kuda dengan kaki kanan didepan
"Hn" jawab Naruto yang berdiri tegap menyamping dengan boken ditangan kanan yang mengacung kearah Sakura
"Mulai!" Seru Kakashi
Sakura pun melesat dengan katana yang sudah dipengang 2 tangan. Ia berniat menusuk ulu hati Naruto
Naruto menggeser badannya selangkah ke samping. Namun ternyata Sakura telah mengantisipasinya. Gadis itu langsung memutar badannya dengan boken yang siap menghantam kening Naruto
.
*Tak!*
.
Naruto berhasil menahan boken Sakura dengan boken miliknya. Naruto pun mencoba menyerang balik
.
*Tak!*
.
Tapi berhasil ditahan Sakura. Mereka pun saling bertatapan saat sibuk menahan boken masing-masing
"Kau tangguh juga untuk ukuran seorang gadis, Sakura" kagum Naruto
"Terimakasih" balas Sakura
"Semoga suamimu kelak yang akan melindungimu. Bukan kau yang melindungi suamimu" kata Naruto membuat Sakura tersenyum malu
Sakura pun terkejut saat Naruto melakukan serangan tiba-tiba
.
*Tak!*
.
Tapi untung saja dia berhasil menahan serangan Naruto. Mereka kembali saling berhadapan
"Ternyata reflek setelah melamunmu sangat bagus" kagum Naruto
"Dasar licik" kata Sakura tersenyum
"Itu bagian strategiku" ujar Naruto lalu melompat menjauh dan melesat kembali menyerang bagian bawah Sakura
Sakura melompat menghindari sapuan Naruto. Sakura dan Naruto pun terengah-engah
Semuanya menatap kagum melihat latihan tanding didepannya. Termasuk juga Hinata. Sekarang gadis itu telah meletakkan cangkir the hangatnya disamping. Sedangkan dirinya sibuk menonton Naruto dan Sakura. Terlebih ia sering melihat Naruto dengan kagum yang tiba-tiba saja muncul
"Akan kuakhiri!" Teriak Sakura dan melesat bersamaan dengan Naruto
Hinata mengangkat bokennya tinggi-tinggi sedangkan Naruto mengangkat bokennya disamping kanan
Naruto menghindar ke samping saat Sakura menghentakkan boken ke bawah. Sakura pun terbelalak dengan boken Naruto yang akan mengenai pipinya
"Tunggu"
.
*Swuss...*
.
Sakura terdiam saat boken hanya berjarak 2 cm dari pipinya. Dapat ia lihat Naruto tersenyum penuh kemenangan
.
*Tap*
.
Boken Naruto pun menyentuh pipi Sakura dengan pelan
"Tidak mungkin aku akan menyakiti seorang gadis" kata Naruto dengan cengirannya
"Pertandingan dimenangkan oleh Naruto!" Ujar Kakashi
Sakura pun jatuh terduduk. Naruto langsung mengangkat gadis itu dan memapahnya
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sasuke yang sudah didekat Naruto dan Sakura
"Aku hanya terkejut" jawab Sakura dan kembali berdiri normal
Kakashi tersenyum senang ditempatnya. Ia pun menoleh ke samping. Tepatnya ke arah Hinata. Gadis itu seperti terhinoptis ditempatnya
"Uhu..."
Hinata menoleh dengan delikan tajamnya
"Apa?"
"Kau terkagum, hm?"
"Tidak" jawab Hinata lalu membuang muka
Kakashi hanya bisa tersenyum geli dibalik masker kainnya. Ternyata putri atasannya ini bisa kagum saat melihat seseorang
.
.
Pukul 11 malam adalah waktu dimana langit malam begitu kelam. Angin dari laut menuju daratan membuat udara begitu dingin
Kelopak matanya terbuka memperlihatkan pupil shappire yang indah. Mata itu melihat sekelilingnya untuk beradaptasi
Naruto mengambil posisi duduk setelah 11 jam terlelap diatas sofa. Ia memegang kepalanya yang terasa pusing akibat tidur terlalu lama
Naruto mendapati teman-temannya berkumpul di satu ruangan untuk tidur. Sedangkan Hinata, Erika dan Sakura tidur didalam kamar gadis bubble gum itu
Naruto pun berdiri. Sekedar berdiri dan menikmati hembusan angin malam mungkin akan merilekskan batin maupun fisiknya. Naruto pun melangkahkan kakinya
"Hyuuga-san?" Kata Naruto saat mendapati Hinata telah berdiri diatas teras lantai 2 menikmati pemandangan taburan bintang ditemani hembusan angin yang menerpa kulitnya
Hinata pun menoleh. Ia sedikit kaget saat Naruto memergokinya tengah bersantai di teras
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Naruto
"Aku sudah tidak mengantuk lagi" jawab Hinata tanpa mengalihkan perhatiannya dari langit
"Kau suka memandangi bintang?" Tanya Naruto
"Aku menyukainya" jawab Hinata lalu menoleh ke Naruto yang sudah menopang badannya di pagar pembatas
"Kebetulan sekali. Aku juga sangat menyukai memandang langit yang penuh dengan bintang. Seakan mereka menemaniku" ujar Naruto dengan cengirannya yang membuat Hinata memerahkan mukanya
"Mukamu memerah. Jangan bilang kau terpesona melihatku" kata Naruto hanya berniat bercanda diselingi dengan cengirannya
"Memang" jawab Hinata
"Eh?" Naruto langsung menganga dan terkejut mendengar perkataan Hinata yang terlalu blak-blakan
"Bisa diulang lagi? Aku tidak mendengarnya dengan jelas tadi" kata Naruto
"Aku terpe-"
"Cukup..cukup" pinta Naruto dan mengibas-kibaskan tangannya
"Oke" kata Hinata dan kembali melihat bintang
Naruto kembali menopang badannya di pagar. Pengelihatannya mengarah ke bawah dengan muka menahan salah tingkah
"Hoi..hoi...gadis ini terlalu polos! Apa dia tidak tahu kalau perkataan seperti itu bisa membuat jantungku copot? Apalagi kalimat itu keluar dari gadis cantik dan seksi seperti Hinata! Walaupun sifatnya kadang aku tidak suka" batin Naruto
Suasana hening menyelimuti mereka. Hinata yang sibuk memandangi langit dan Naruto yang sibuk dengan perasaan berkecamuk di hatinya
"Kudengar kau Juara 1 Kendo tingkat Nasional se-SMA" kata Hinata membuat Naruto tersentak
"Ha? Hahaha...benar...benar" balas Naruto
"Apa belajar Kendo itu mengasyikan?" Tanya Hinata dan memandang mata biru Naruto
Naruto yang dipandangi seperti itu langsung salah tingkah. Ditatap mata bagaikan rembulan itu telah membuat jantungnya berdetak cepat
"Itu..." Kata Naruto ragu akan jawabannya
"Sebenarnya dulu sebelum menyebarnya wabah penyakit, aku sama sekali tidak menyukai Kendo walaupun menurut orang-orang aku sangat hebat. Mungkin itu karena aku masih belum mengerti apa gunanya belajar Kendo. Tapi setelah penyakit zombie mulai menyebar, akhirnya aku menyadarinya" ujar Naruto
"Jadi, apa pandanganmu sekarang mengenai Kendo?" Tanya Hinata
Naruto menatap langit malam disaat Hinata menatap matanya. Ia tidak kuat jika bertatapan seperti itu
"Kendo memang bukan untuk berkelahi di jalanan menghajar orang-orang pengganggu. Tapi Kendo sangat dibutuhkan saat kita tidak bisa lagi berkompromi dengan musuh kita. Seperti melawan Zombie yang tidak bisa diajak kompromi" ujar Naruto
.
*Hummmmmmmm...!*
.
"Suara apa itu?" Tanya Naruto saat mendengar suara asing yang berasal dari arah ke Ame
.
.
-_Supernova_-
.
.
Beberapa Jam Yang Lalu
.
"Tahan mereka terus! Jangan lalai!" Teriak sang Jenderal Besar Jepang, Namikaze Minato kepada prajurit-prajuritnya
Peperangan antara Tentara Nasional Jepang yang berjaga di benteng besar kota Konoha dengan kumpulan zombie sudah dimulai. Benteng yang berjarak 10 km dari kota Konoha ini sudah dijaga ketat oleh tentara dan polisi yang bekerjasama
.
*Bush!*
.
Seorang Sniper berhasil menembak zombie yang sedang membuat menara zombie
.
*Drrrrrrt...*
.
Minato dan beberapa tentara lainnya menembaki zombie-zombie yang mencoba memanjat benteng dengan bantuan zombie lainnya
10 tentara pemegang RPG telah membidik beberapa target. Mereka akan melepaskan misil saat komandan mereka memberi aba-aba
"Tembak!"
.
*Buzz! Buzzz! Buzz!*
.
Pihak manusia kurang beruntung karena peperangan terjadi di malam hari. Mereka jadi bersusah payah dalam hal penerangan
"Jenderal! Kita tidak bisa terus melakukan ini!" Ujar salahsatu tentara
"Kita harus mengulur waktu sampai tim audio menyiapkan suara dilengkapi speaker super keras di kota Ame!" Kata Minato
Minato telah menyiapkan strategi. Yaitu mengumpulkan seluruh zombie yang ada di Provinsi Hi ke kota Ame. Setelah semuanya berkumpul, bom nuklir pun akan dijatuhkan disana. Tentu saja pengumpulan ini harus menggunakan suara super keras untuk memancing zombie-zombie
.
*Drrrrrrt...*
.
5 helikopter menembaki zombie-zombie dari atas sana. Pemakaian helikopter sungguh efisien disaat seperti ini
"Kita tidak perlu cemas tewas disini" kata si pilot kepada rekannya
"Ya. Zombie-zombie itu tidak akan mengejar kita" kata rekannya
Mereka terdiam saat tiba-tiba saja helikopter tidak bisa pindah walaupun telah dioperasikan. Co-pilot pun melihat keadaan diluar. Ia terkejut dengan pemandangan mengerikan dibawahnya
"Tidak mungkin" gumam Minato melihat kondisi didepan matanya
Salahsatu helikopter telah dipegang oleh zombie. Zombie mulai memasuki helikopter dan menggigit kedua pilotnya
Helikopter itu pun melesat jatuh dan menghimpit kumpulan zombie lalu meledak
.
*Blarrr!*
.
Minato masih menatap tidak percaya atas apa yang dilakukan para zombie. Mereka berkumpul membuat menara walaupun secara ugal-ugalan dan beberapa zombie ada yang terjatuh. Nafsu membunuh mereka sangat kuat
.
*Hummmmmmmm...!*
.
Minato bernafas lega saat mendengar suara yang terdengar keras itu walaupun sumbernya ada di kota Ame
Adanya suara bising lantas membuat fokus zombie teralihkan. Seluruh zombie mulai melangkah ke sumber suara. Yaitu kota Ame
"HORE!" Teriak seluruh pasukan yang terdiri dari polisi dan tentara
"Yosha!" Seru Minato
.
.
-_Supernova_-
.
.
*Hummmmmmmm...!*
.
Erika membuka kelopak matanya. Suara bising itu membangunkannya dari alam mimpi. Erika mengedip-kedipkan matanya dan mendapati Sakura sudah duduk dipinggir ranjang
"Suara apa itu, Sakura-onee-san?" Tanya Erika
"Entahlah, Erika-chan. Tapi menurutku suaranya berasal dari sana" jawab Sakura dan menunjuk arah tenggara. Sementara itu suara bising itu terus terdengar tanpa henti
.
*Brak!*
.
Sakura dan Erika langsung menoleh ke pintu kamar. Ternyata Hinata yang tiba-tiba saja membuka pintu itu. Nafas Hinata terengah-engah bagaikan lari dikejar anjing bulldog
"KITA HARUS PERGI!"
.
.
Terburu-buru. Itulah kata yang cocok dengan kondisi Naruto dkk kali ini. Mereka dengan buru-buru memasang kembali perlengkapan mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki
"Kenapa mendadak, Naruto?" Tanya Kiba yang sudah selesai duluan
"Nanti akan kujelaskan" jawab Naruto
Sakura sedaritadi hanya diam mengamati apa yang dilakukan Naruto dkk. Sasuke menyadarinya. Sasuke pun menghampiri Sakura
"Hei, nona" panggil Sasuke yang sudah didepan Sakura
"Panggil aku Sakura"
"Sakura, ikutlah dengan kami" ajak Sasuke
"Aku tidak akan meninggalkan rumah peninggalan ayahku!" Jawab Sakura
"Jangan bercanda!" Teriak Sasuke membuat seluruh pasang mata memerhatikan mereka
"Barang masih bisa kau beli. Kenangan masih bisa kau ingat. Tapi nyawa tidak bisa kau beli dan tidak lagi bisa mengenang masa indah, Sakura!" Kata Sasuke
"Berisik!"
Sakura pergi dari sana meninggalkan Naruto, Sasuke, Kakashi, Kiba, Erika, dan Hinata. Hinata hanya diam melihat kepergian Sakura
"Baiklah. Sekarang aku akan menjelaskan alasan kenapa kita harus bergegas" kata Naruto membuat perhatian mengarah padanya
"Apa kalian tahu zombie itu sangat sensitif dengan suara?" Tanya Naruto
"Mungkinkah?" Gumam Kakashi
"Sepertinya ada yang mengemukakan siasat untuk mengumpulkan zombie di 1 tempat, yaitu kota Ame yang menjadi pusat suara. Saat mereka semua telah berkumpul, maka apa yang harus dilakukan untuk membunuh secara masal di satu tempat?" Tanya Naruto sekali lagi
"Penjatuhan bom?" Jawab Sasuke ragu
"Benar" kata Naruto
"Dan kenapa kita harus bergegas karena dipastikan tempat ini akan ramai dengan zombie-zombie yang berjalan menuju Ame" ujar Naruto
"Souka..." Gumam Kiba
"Kalian sudah siap? Aku akan menyiapkan kendaraan" kata Kiba lalu pergi dari hadapan mereka
Naruto meletakkan kedua pedangnya di punggung lalu menyandang tasnya diluar sarung katana
"Ayo pergi" kata Kakashi dan melangkahkan kakinya
Hinata hanya diam dengan mata yang masih fokus ke pintu tempat Sakura keluar tadi
"Hoi Hyuuga" panggil Naruto menyadarkan Hinata dari lamunannya
"Hai'" sahut Hinata dan melangkahkan kakinya
.
*Tap..Tap..Tap...*
.
Naruto melangkahkan kakinya saat Hinata sudah keluar terlebih dahulu. Semuanya kecuali Naruto dan Hinata sudah memasuki truk Hummer
"Cepatlah naik sebelum zombie berdatangan!" Kata Kakashi mengingatkan karena suara bising itu tidak berhenti sedaritadi
.
*Tap*
.
Naruto menghentikan langkahnya. Hinata menyadari itu dan juga ikut berhenti. Naruto menoleh ke belakang melihat siapa yang menahan pergelangan tangannya
"Ada apa Sakura? Kau berubah pikiran?" Tanya Naruto
Sakura hanya diam. Perlahan-lahan sudut bibirnya terangkat menampilkan seringaian. Naruto makin membulatkan matanya seiring naiknya sudut bibir Sakura
.
*Brak!*
.
Keluarlah puluhan zombie dari dalam rumah Sakura membuat Hinata membelalakkan matanya. Gadis ini langsung mengeluarkan SMG dimasing-masing tangannya
"Sakura? Jangan bilang kau menyimpan zombie di rumahmu?!" Tanya Naruto
"Benar. Aku menyimpannya untuk melakukan hal ini" jawab Sakura dengan seringaiannya
.
*Drrrrrrt...*
.
Hinata menembaki puluhan zombie yang berjalan pincang akan mendekati Sakura dan Naruto
"Oh tidak" gumam Kiba saat melihat kumpulan zombie telah memenuhi perkarangan menuju jalan keluar
"Lepaskan aku, Sakura!" Kata Naruto sambil memberontak dan beberapa kali mencoba melepaskan pegangan Sakura
"Naruto, Hinata-sama!" Teriak Kakashi
"Pergilah, Kakashi! Kami akan menyusul! Cepatlah sebelum terlambat!" Perintah Hinata
"Arrrrg!" Teriak Kiba dan melajukan Hummer karena tidak ada cukup waktu sebelum gerombolan zombie bertambah banyak menutupi kota Suna
.
*Brak! Brak! Brak!*
.
Hummer menerobos kumpulan zombie tanpa henti. Erika yang berada didalam mobil menyembunyikan wajahnya agar tidak melihat kejadian menyeramkan itu
Kembali ke Naruto. Pemuda ini bersusah payah untuk melepaskan diri dari cengkraman kuatnya di pergelangan tangan Naruto
"Tidak ada cara lain!" Kata Naruto
.
*Cup!*
.
Sakura dan Hinata langsung terdiam saat Naruto tiba-tiba saja mencium Sakura. Memanfaatkan keterkejutan gadis itu, Naruto langsung melepaskan cengkraman Sakura
.
*Tap*
.
Tangan zombie telah menyentuh pundak Sakura. Naruto pun langsung lari saat Sakura ditarik oleh zombie
"Ayo pergi!" Kata Naruto dan mengenggam tangan Hinata membawanya pergi
.
*Tap! Tap! Tap!*
.
Langkah mereka berdua berhenti di persimpangan saat mendapati kumpulan zombie mulai menguasai jalanan diarah kiri
"Kuso!" Gerutu Naruto dan mengambil arah kanan walaupun memutar
Naruto kembali teringat sebuah motor trail di tempat pengisian bahan bakar tadi. Ya, sekarang tujuan mereka adalah ke tempat pengisian bahan bakar
"Ini gara-gara kau yang kenal dengan Sakura" gerutu Hinata tetap berlari dengan tangan yang digenggam Naruto
"Setidaknya kita beruntung karena bisa beristirahat" balas Naruto
Hinata menghentikan langkahnya saat Naruto berhenti. Ia melihat pemuda itu yang terkejut menatap didepannya. Hinata pun juga melihat apa yang dilihat Naruto
"Mereka hanya sedikit. Ayo habisi" kata Hinata meminta Naruto untuk menghabisi 6 zombie yang berada di tempat pom bensin
"Ada apa dengan mereka? Kenapa tidak pergi menuju asal suara?" Tanya Hinata
"Mungkin semasa mereka menjadi manusia, telinga mereka sudah tidak berfungsi lagi" jawab Naruto bercanda dan mengeluarkan 2 katananya
"Ayo kita lakukan" ajak Naruto
"Kita? Kau saja. Disini ada minyak dan senjataku Dual-SMG. Kau mau kita mati terkena ledakan disini?" Kata Hinata
"Ayolah? Seorang Hyuuga Hinata yang hebat membidik jadi takut meleset?" Kata Naruto mencoba memprovokasi Hinata
Seorang Hyuuga Hinata yang dimaksud Naruto langsung naik darah. Hinata langsung mengenggam 2 SMG nya
"Kau yang minta" kata Hinata
.
*Drrt! Drrt! Drrt! Drrt! Drrt! Drrt!*
.
Naruto terdiam menganga saat Hinata memberikan headshot kepada 6 zombie itu dalam 6 tembakan
"Ayo" kata Hinata yang sudah kembali menyarungkan SMG di pinggang
Naruto mengangguk sambil menyarungkan 2 katananya di punggung. Naruto pun melangkahkan kakinya diikuti Hinata
Naruto mencabut kunci motor itu dari kontaknya. Naruto mengecek tangki minyak motor. Ternyata full. Beruntungnya mereka
Naruto melepaskan sarung katana dari punggungnya. Setelah itu Naruto menggantungkan katananya disamping body motor lalu tasnya ia pindahkan ke depan agar Hinata tidak merasa kesempitan
"Ayo naik" kata Naruto saat sudah duduk diatas motor
Tanpa dibilang 2x Hinata pun duduk dibelakang Naruto. Naruto memerahkan mukanya saat Hinata memeluknya tanpa dimintai
"Ini bukan seperti yang kau pikirkan" kata Hinata dengan muka yang memerah juga
"Aku mengerti" kata Naruto dan menjalankan motor trail itu
Motor trail kuning itu menyusuri jalan aspal menuju kota Konoha. Angin menerpa tubuh mereka
.
*Ciiiit...*
.
Naruto menghentikan motor dengan mendadak membuat ban berdecitan dengan aspal
"Ada cobaan lagi" kata Naruto saat melihat ratusan atau ribuan zombie berlari pincang menutupi jalan. Zombie-zombie itu berlari ke arah mereka
Ingin menghindar tapi sebelah kanan dan kiri dihalangi oleh gedung-gedung. Jalan satu-satunya adalah melewati gang kecil
Naruto menggas motor sekaligus menarik tuas rem depan membuat motor berputar dengan tumpuan roda depan. Motor itu berputar 360 derajat
Naruto pun melepaskan remnya dan melaju. 5 meter kemudian mereka berbelok ke kiri. 20 meter kemudian mereka berbelok ke kanan lalu ke kiri dan setelah itu ke kiri lagi
.
*Ciiit...*
.
Naruto kembali menghentikan motor saat melihat jalan utama yang masih penuh oleh zombie-zombie yang berlalu lalang
Mendengar suara motor yang agak berisik, zombie pun menoleh dan berlari memasuki gang. Naruto langsung memutar dan melaju dengan cepat
Setelah lama menyusuri gang, akhirnya Naruto dan Hinata menemukan jalan raya. Motor langsung melesat cepat melintasi perbatasan Suna-Konoha
Hinata menoleh ke belakang tanpa melepas pelukannya di badan Naruto. Akhirnya mereka telah jauh dari zombie
Naruto sedikit tersentak saat merasakan punggungnya menjadi sandaran kepala Hinata. Hinata menyamankan dirinya diatas motor itu dan mengeratkan pelukannya karena kedinginan. Hal ini membuat muka Naruto memerah
"Naruto...kun?" Panggil Hinata yang tampak ragu dengan sebutan terakhir
"Kun?" Batin Naruto
"Nani?"
"Apa boleh aku memanggilmu seperti itu?" Tanya Hinata
"Silahkan. Aku tidak mempermasalahkannya. Bahkan aku ingin semua orang memanggilku seperti itu" jawab Naruto
"Berterimakasihlah karena aku mau memanggilmu 'Naruto-kun'" kata Hinata yang sudah kembali arogan
"Dasar, Hyuuga" kata Naruto yang terdengar jelas oleh Hinata. Sekedar info, suara bising itu masih terdengar jelas
"Kau juga harus memanggil nama depanku" pinta Hinata kembali melembut
"Hinata?" Kata Naruto
"Berterimakasihlah karena aku memperbolehkanmu memanggilku 'Hinata'" kata Hinata kembali arogan membuat Naruto menghela nafas
"Hai' hai'. Terimakasih" kata Naruto mengalah dan membuat Hinata tersenyum
.
*Ciiiit...*
.
Hinata terdorong ke depan saat Naruto tiba-tiba saja menghentikan motor dan untungnya Naruto menahannya. Hinata pun keheranan
"Ada apa, Naruto-kun?" Tanya Hinata
Naruto tidak menjawab. Mulutnya menganga dan matanya membulat sempurna. Hinata yang penasaran pun melihat didepannya
"Astaga" gumam Hinata
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
.
.
AUTHOR NOTE :
Oke, ane akan kembali mendeklarasikan fakta misteri pribadi ane -_-
Ane adalah Laki-laki tulen, bro/sis T-T
Padahal ane udah berulang kali mengingatkan fakta dari misteri itu :v
.
Ayo...
Ada yang bisa tebak apa yang membuat Hinata dan Naruto terkejut? Kalau bisa jawab dengan jawaban segokil-gokilnya :'v
Siapa yang paling lucu menurut ane, ane bakalan menerima challenge fic dari Reader tersebut karena sebentar lagi fic SUPERNOVA akan tamat :'v
Ada yang bisa? :3
.
Reader Said :
di sini karakter Naruto lemah terhadap Hinata, dibuat sedikit melawan atau bagaimana kek. Bisa ditambah karakter perempuan yang dekat dengan Naruto nggak? untul membuat dada Hinata memanas dan nyelekit sakit.
Author Said :
Maaf ya, Reader-san
Fic Supernova ini tidak terlalu fokus pada Romance
Tapi ane bisa bikin Naruto dikit melawan
Reader Said :
menarik coy tapi romance masih belum kelihatan ya
Author Said :
Seperti jawaban ane diatas
Reader Said :
"Menembak sedekat ini takkan meleset" hampir mirip perkataan takashi HOTD. Apa mungkin ada sedikit inspirasi dari HOTD mengingat ada sedikit kesamaan dan yang jadi penasaran. Zombienya bisa lari kaga? Karna seingat saya zombie yang bisa lari hanya di world war z. menjatuhkan bom nuklir ke kota ini hampir mirip adegan di resident evil.
Author Said :
Benar sih...
Scene HOTD dan WWZ juga ane ambil 'dikit-dikit
Kalau Resident Evil, ane gak pernah nonton scene yang seperti itu
Reader Said :
Wew... Minato seorang jendral.. Tak kusangka, ternyata tebakan ku benar.. :v
em, minato mau meledakan kota ame menggunakan nulkir?
Apakah ada hubungan antara lab nuklir itu dengan peristiwa ledakan bintang? Dan juga (nanya spoiler) hal-hal apa saja yang ada di rekaman cctv di hardisk yang hinata ambil? Apakah mereka menciptakan virus tanpa sengaja? Atau sumber dari virus itu justru di tempat itu(karena 'mungkin' partikel-partikel yang berasal dari ledakan bintang itu berterbangan kearah lab nuklir?)?
Mungkin itu aja..
Oh, sebelum itu... Kazehiro Tetsuya(bener ngak?) lu laki ato cewek? :v
Ok, sekian.. :v
Author Said :
Dari sekian panjangnya review-mu, yang bikin ane ngakak malah yang terakhir :v
Ane laki :v
Masalah presepsi(persepsi?) itu gak bakalan ane jawab karena udah menyangkut spoiler. Gomen
Reader Said :
ada typo
*Sang jenderal memutar kursinya. Jenderal dengan paras tampan dan bersurai pirang, namanya Namikaze Naruto*
Author Said :
Thanks...
Seharusnya memang ditulis 'Namikaze Minato'
Kalau udah salah, ane malah malas memperbaikinya. Semoga aja Reader lain bisa mengerti setelah membaca A/N ini
Reader Said :
wah, jadi bneran supernova itu buatan manusia? Padahal cuma nebak, buahahaha... Nah, yg jdi pertanyaan, siapa manusia yg buat supernova itu? Blm ada petunjuknya, hmmm... Penasaran. Dan manusianya jadi jombi krna apa? Virus atau apa? Aku kagum, tulisannya perchap makin bgus. Maap nih reviewku bnyak pertanyaan dripada masukan, wuakaka... Oke, untk pertanyaan ttng gender. Entahlah ya, aku malah ga mikir situ cwek atau cwok, hahaha... Mungkin knpa author-san dianggap cwek krna penname sama cerita romancenya yg uh, kece, sweet gtu, serasa cwek bgt, itu sih menurutku, tapi kalau abis baca supernova ini, aku jdi percya dirimu laki XD
Author Said :
Hahahaha...
Easy going aja :v
Malahan ane sangat-sangat-sangat senang dengan review panjaaaaaang...
Masalah pertanyaan diatas, ane gak bisa jawab karena udah menyangkut spoiler.
Terimakasih juga atas pujiannya (y)
Terimakasih juga karena mengakui ane sebagai laki T-T
Padahal penname 'Kazehiro Tatsuya' udah laki banget menurut ane. Setahu ane di anime nama 'Tatsuya' itu adalah karakter laki-laki :v
.
Sekian hanya itu :v
Ane tunggu jawaban gokil kalian, minna-san :v
Terimakasih atas Favorit, Follow, and Review :v
Silahkan tinggalkan jejak :v
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KAZEHIRO TATSUYA
