.

*Ciiiit...*

.

Hinata terdorong ke depan saat Naruto tiba-tiba saja menghentikan motor dan untungnya Naruto menahannya. Hinata pun keheranan

"Ada apa, Naruto-kun?" Tanya Hinata

Naruto tidak menjawab. Mulutnya menganga dan matanya membulat sempurna. Hinata yang penasaran pun melihat didepannya

"Astaga" gumam Hinata

Naruto turun dari motor tergesa-gesa dan menghampiri truk Hummer yang pernah ditumpanginya itu telah rusak karena kecelakaan. Truk itu pun sudah terbalik

"Minna!" Teriak Naruto dan berlari menghampiri Hummer

.

*Tap! Tap! Tap!*

.

*Blarr!*

.

Naruto terhempas ke belakang akibat ledakan truk hitam itu. Naruto dan Hinata membulatkan matanya dengan sempurna

.

*Hummmm...-*

.

Suara bising yang terdengar dari arah Ame akhirnya berhenti seiring ledakan truk tadi. Suara ledakan itu justru mengintrupsi zombie-zombie yang berlalu

"Naruto-kun, kita harus pergi!" Kata Hinata yang berusaha membantu Naruto untuk pergi

Baru saja berdiri, Hinata terkejut karena sudah dikepung oleh zombie. Naruto yang masih belum tersadar dari keterkejutannya atas ledakan tadi membuat anggota tubuhnya terasa kaku bila digerakkan. Mata pemuda itu masih membulat tanpa berkedip

.

*Plak!*

.

Naruto menyentuh pipi kanannya yang terasa perih akibat tamparan Hinata. Ia menatap gadis yang kini menatap matanya dalam-dalam

"Tidak ada waktu untuk bersedih. Sadarlah!" Teriak Hinata dan kembali menepuk kedua pipi Naruto

.

*Plak!*

.

Naruto langsung mengerutkan keningnya. Matanya berkilat tajam. Hal ini membuat Hinata melepaskan sentuhannya dikedua pipi Naruto

"Ya kau benar. Aku harus terbiasa dengan semua ini" kata Naruto dan mengenggam kedua katananya

"Kita harus menerobos keluar" kata Hinata

.

*Drrrrrt...*

.

*Crasss!*

.

Naruto juga ikut membuat jalan bersama Hinata dari kepungan para zombie. Hinata pun berlari saat jalan sudah tersedia diikuti Naruto

.

*Tap*

.

Naruto terjatuh saat tiba-tiba saja kakinya dipegang oleh zombie

"Groaaar!*

"HAAA!" Naruto berteriak saat para zombie mulai mendekatinya

.

*Drrrrrrrt...*

.

Zombie-zombie yang mendekati Naruto langsung mati untuk kedua kalinya

"Brengsek!" Teriak Naruto dan membunuh zombie yang memegangi kakinya

Naruto langsung berdiri dan berlari bersama Hinata. Kini seluruh zombie yang tersisa ikut berlari mengikutinya

.

.


Supernova

Disclaimer :

Masashi Kishimoto-sensei

Created By :

Kazehiro Tatsuya

Pair :

Naruto X Hinata

Warning :

Zombie, Survival, Gajeness, OOC, OC figuran, AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya

Rated :

M

Genre :

Action, Horror, Adventure, Humour, Friendship, Romance and Mystery


.

.

"Lapor, Jenderal! Tenaga audio raksasa telah habis. Saatnya untuk menjatuhkan bom!" Ujar sang bawahan yang bernama Iruka Umino

"Kerjakan" balas Minato

"Siap!" Seru Iruka dan pergi dari hadapan Minato

.

*Cklek*

.

Iruka menutup pintu ruangan milik Minato selaku Jenderal. Minato menghela nafas lelah

"Sampai sekarang kau tidak pernah kulihat. Apa kau sudah menjadi salahsatu dari mereka, Naruto?" Batin Minato

.


.

*Buffffffff...*

.

Sebuah pesawat perang besar tengah melintasi udara menuju kota Ame. Pesawat tersebut cukup terbang jauh diatas permukaan bumi

"BC129 siap menjatuhkan bom. BC129 menunggu perintah. Ganti" kata si pilot

"Lakukan" kata Komandan Angkatan Udara

"Siap lakukan" kata pilot dan menekan salahsatu tombol

Terbukalah sebuah pintu dibawah badan pesawat memperlihatkan sebuah misil dengan ujung lancip seperti tabung gas. Bom nuklir itu pun jatuh melesat menuju kota Ame yang berada dibawahnya. Kota yang sekarang telah dipenuhi oleh zombie

.

*Buuuufffftt...*

.

Pesawat itu langsung meninggalkan udara kota Ame seiring melesatnya bom nuklir

.

*Pluk!*

.

*DUARRRrrr!*

.

Ledakan besar pun terjadi di kota Ame yang getaran dan tekanannya terasa hingga ke penjuru kota Suna

.

*Swusss...*

.

"KYAAA!" Hinata berteriak saat motor yang dinaikinya berdua dengan Naruto tiba-tiba saja oleng akibat efek ledakan nuklir

.

*Bukh!*

.

Mereka pun terjatuh dari atas motor dengan Hinata yang berada dipelukan Naruto. Mereka bergesekan dengan aspal hingga 5 meter jauhnya

"Ittai" rintih Naruto dan tanpa melepaskan pelukannya

"Kau baik-baik saja?" Tanya Naruto lalu melepaskan pelukannya

Hinata berdiri dan berlutut disamping Naruto. Ia menyandarkan kepala Naruto di paha putihnya

"Aku seharusnya yang bertanya seperti itu, BAKA!" Kata Hinata dan menangis sesugukan saat mendapati tangan kiri Naruto yang terluka. Sepertinya patah akibat memeluknya saat akan berbenturan dengan aspal

Naruto terdiam melihat Hinata yang seperti itu. Gadis yang dikenalnya sangat sombong dan tidak berperasaan menangis dihadapannya...dan untuknya?

Hinata menangis dengan latar kota Suna yang telah berantakan sekaligus asap ledakan nuklir di kota Ame

"Seharusnya...hiks...kau tidak menolongku, baka. Hiks!" kata Hinata memelan

"Maaf" kata Naruto pelan seperti berbisik tapi masih dapat didengar oleh Hinata

Tiba-tiba saja sebuah suara seperti baling-baling helikopter terdengar oleh Hinata dan Naruto. Naruto menutup matanya dan Hinata melindungi matanya dengan tangan saat cahaya terang muncul menyilaukan mata

"NARUTO! HINATA!"

Naruto membulatkan suaranya saat mendengar suara yang dikenalnya. Ia menatap orang yang sedang bergelantung di pintu helikopter itu dengan pandangan tak percaya

"Sasuke-san" gumam Hinata

Saat helikopter mendarat tak jauh dari 2 manusia berbeda gender ini, Sasuke berlari menghampirinya bersama dengan 2 petugas medis yang membawa tandu

"Naruto, Hinata!" Teriak Sasuke

2 medis itu langsung mengangkat badan Naruto dan meletakkannya diatas tandu. Setelah itu mereka membawa Naruto ke dalam helikopter

"Kau juga harus naik!" Ajak Sasuke

Sasuke dan Hinata pun berlari menaiki helikopter. Setelah dirasa sudah naik semuanya, pilot pun mulai mengoperasikan helikopter

.

.


-_Supernova_-


.

.

*Drrrt...Drrrt...*

.

"Moshi-moshi" jawab Minato mengangkat teleponnya

"Jenderal, ada kabar baik! Putra anda berhasil ditemukan!" Seru bawahannya

"Benarkah?!" Tanya Minato tidak percaya

"Benar!" Jawabnya

"Baiklah terimakasih. Kerja bagus!" Puji Minato lalu tak lama kemudian telepon pun ditutup

Minato tersenyum senang. Ia pun kembali memfokuskan perhatiannya kepada 3 manusia yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit didepannya. Yaitu Kakashi, Kiba, dan Erika yang keadaannya serba diperban

"Kerja bagus, Kakashi-san, Kiba-kun, Erika-chan. Timku berhasil mencari Naruto dan Hinata berkat bantuan kalian" puji Minato

"Terimakasih karena telah menemukan mereka berdua, Namikaze-san!" Seru Kakashi

"Tidak..tidak. Akulah yang seharusnya berterimakasih" kata Minato dengan senyum ramahnya

"Jadi, kenapa kalian bisa kecelakaan?" Tanya Minato meminta penjelasan

"Sebenarnya..." Kata Kakashi dan menjelaskan kronologi kecelakaan mereka

.

Flashback ON

.

*Brooom...*

.

Truk Hummer yang dikemudikan oleh Kiba melesat melintasi kota Suna yang dikiri dan kanannya masih dikelilingi oleh bangunan gedung

"Jalan tol didepan kita" kata Sasuke memberitahukan Kakashi dan Erika

"Apa lepas dari Suna kita akan selamat, oji-san?" Tanya Erika pada Kakashi

"Mungkin" jawab Kakashi agar ragu

Saat truk Hummer akan melintasi persimpangan, karena Kiba merasa yakin bahwa hanya mereka lah yang tersisa, sebuah truk besar tiba-tiba saja datang dari arah simpang kiri akan menabrak mereka

"KYAAA!" Teriak Erika dan langsung dipeluk oleh Kakashi

.

*BRAK!*

.

*BRUK! BRUK! Bruk!*

.

Hummer berguling-guling hingga 20 meter dan berhenti dikarenakan pembatas jalan

"Oh tidak. Sebaiknya aku kabur" kata sopir truk yang ternyata masih manusia. Ia pun kabur menuju Konoha bersama truknya

"Akh..." Rintih Kiba mencoba memecahkan kaca truk. Namun sayang, ia baru ingat kalau kaca itu sangat kuat karena dilengkapi anti-peluru

"Buka saja pintunya, Kiba" kata Kakashi yang sudah berada diluar terlebih dahulu bersama Erika

Kiba pun melakukan seperti apa yang dikatakan Kakashi. Ternyata benar. Bahkan pintu Hummer tidak rusak walaupun sudah kecelakaan

Tiba-tiba saja mereka mendengar suara helikopter lewat melintasi langit

"HOI! TOLONG KAMI!" Teriak Kakashi dan Sasuke bersamaan sambil melambaikan tangannya keatas

"HEI!" Teriak Kiba sekeras-kerasnya

Erika pun tersenyum senang saat melihat helikopter itu berbalik dan terbang kearah mereka. Tak lama kemudian helikopter mendarat tidak jauh dari mereka

.

Flashback OFF

.

"Souka...untung saja aku mengirim helikopter untuk memantau zombie di kota Ame" kata Minato

"Benar. Saat kami lihat dari helikopter, ternyata kota Ame telah dipenuhi zombie" kata Kiba

"Itu adalah bagian dari rencanaku. Mengumpulkan zombie di kota Ame dan meledakkan kota Ame dengan nuklir" ujar Minato

"Bukankah itu beresiko, Namikaze-san?" Tanya Kakashi

"Apapun akan dilakukan, Kakashi" jawab Minato

.

*Tok! Tok! Tok!*

.

Pintu kamar rawat tiba-tiba saja diketuk. Minato pun menoleh dan mempersilahkan untuk masuk

Masuklah Iruka. Ia berjalan menghampiri Minato. Memberi hormat lalu berdiri dengan tegap

"Lapor, Jenderal! Namikaze Naruto dan Hyuuga Hinata telah tiba bersama helikopter. Mereka sekarang berada di kamar rawat 308" ujar Iruka membuat Kakashi, Sasuke, Kiba, dan Erika bernafas lega

"Kerja bagus. Sekarang kirim 3 unit helikopter untuk memantau daerah Konoha, Suna, dan Ame untuk memastikan apakah masih ada zombie atau tidak" perintah Minato

"Hai'!" Seru Iruka

"Baiklah. Silahkan bubar" kata Minato

Iruka memberi hormat lalu balik kanan dan melangkahkan kakinya keluar kamar

"Kalian tetaplah disini. Aku akan menyambut Naruto dan Hinata"

"Hai'"

.

.


-_Supernova_-


.

.

Dini hari menjelang pagi, 2 manusia berbeda gender tengah berada disebuah ruangan serba putih. Sosok pemuda pirang sedang berbaring diatas ranjang dengan tangan yang telah diberi gips. Sedangkan sosok gadis indigo sedang duduk disamping pemuda pirang itu

"Kita sudah aman sekarang, Naruto-kun" kata Hinata

"Kau benar" kata Naruto

.

*Cklek*

.

Hinata dan Naruto langsung menoleh ke pintu saat seorang pria dewasa masuk ke dalam. Pria yang dikenal Naruto sebagai ayah kandungnya

"Otou-san" gumam Naruto lalu Hinata langsung berdiri dan membungkuk

.

*Tap...Tap...Tap...*

.

"Tegakkan badanmu, Hyuuga Hinata" kata Minato dituruti oleh Hinata

Minato pun tersenyum ramah kepada gadis manis itu. Lalu setelah itu Naruto duduk di kursi yang tadinya ditempati Hinata

"Bagaimana kabarmu, Naruto?"

"Tidak bisakah tou-san mengerti saja dengan keadaanku? Lihatlah tanganku"

"Kau ini masih tidak sopan seperti biasanya" jengkel Minato dan menjewer telinga Naruto membuat remaja itu langsung meringis kesakitan

"Gomenasai!" Seru Naruto

Hinata hanya diam melihat interaksi antara ayah dan anak itu. Seketika Hinata langsung teringat dengan flashdisk yang ia dapatkan di pabrik nuklir

"Namikaze-san" panggil Hinata membuat Minato menoleh

"Nani?" Sahut Minato

Minato menaikkan sebelah alisnya saat Hinata mengacungkan sebuah flashdisk

"Flashdisk ini kudapatkan dari sebuah pabrik nuklir di perbatasan Ame-Suna yang terkena ledakan misterius. Sepertinya pabrik tersebut ada hubungannya dengan peristiwa Supernova. Flashdisk ini mungkin berisikan rekaman CCTV detik-detik terjadinya peristiwa ledakan atau Supernova?" Ujar Hinata yang masih ragu di hipotesis terakhirnya

"Hinata, ikut aku ke Markas Pusat"

.

.


-_Supernova_-


.

.

*Slruup...*

.

Seorang pria paruh baya tengah menikmati secangkir kopi didepan perapian disebuah ruangan besar

.

*Drrrrt...Drrrt...*

.

Tiba-tiba saja ponselnya yang terletak diatas nakas bergetar. Pria bersurai panjang ini pun meraih ponselnya

"Hn?" Sahutnya

"Hyuuga-sama, putri anda dan Kakashi berhasil ditemukan oleh tentara"

Hiashi langsung berdiri dari bangkunya melupakan cangkir kopi yang digenggamnya

"Argg..panas!" Ringis Hiashi saat cairan kopi hangat mengenai pakaiannya

Saat rasa panas sudah tidak dirasakan lagi, Hiashi pun meletakkan ponselnya kembali diatas nakas

"Aku harus berterimakasih kepada calon besanku" gumam Hiashi

Besan? Hmmm...

.

.


-_Supernova_-


.

.

Salahsatu bawahan Minato yang bekerja didepan monitor telah memasukan flashdisk yang dibawa oleh Hinata

Layar besar bagaikan bioskop didepan mereka pun menyala. Petugas lainnya tetap melakukan pekerjaan mereka

.

Flashback ON

.

"Orochimaru-sama, misil Supernova buatan sudah siap diluncurkan" ujar asistennya, Yakushi Kabuto

"Tunggu 10 menit" kata Orochimaru selaku ketua lab

"Hai'" kata Kabuto

Kabuto pun pergi dari hadapan Orochimaru untuk menyampaikan perintah ketua untuk penundaan 10 menit

"Sebentar lagi aku akan membuat malam yang indah di kota Ame" kata Orochimaru dengan senyumnya

Lab yang diketuai Orochimaru ini telah membuat proyek illegal. Proyek untuk membuat Supernova indah diatas langit Ame hanya untuk sekedar hiburan semata tanpa berniat jahat

Sekarang Orochimaru telah berada di ruangan peluncuran. 5 pekerja lainnya telah bersiap di pos mereka masing-masing

"Peluncuran akan dilakukan dalam hitungan 10 detik. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4..."

Sekarang salahsatu karyawannya telah bersiap menekan tombol meraj

"...3, 2, 1"

.

*Tet*

.

Tombol pun telah ditekan seiring dengan masuknya Kabuto secara tiba-tiba

"Orochimaru-sama, yang kita luncurkan adalah sampel yang gagal!" Seru Kabuto membuat Orochimaru membulatkan matanya

"Batalkan!" Perintah Orochimaru

"Tidak bisa, Orochimaru-sama!" Ujar salahsatu bawahannya sambil mencoba membatalkannya namun tidak bisa

Orochimaru semakin merasa bersalah. Dia pun berlari keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa

Orochimaru berlari di ruangan kontrol CCTV. Dia masuk mengejutkan security yang berjaga didalam ruangan itu

"Simpan rekaman CCTV di lab didalam flashdisk sekarang juga!" Perintah Orochimaru

"Hai'" kata mereka

Orochimaru pun kembali keluar. Langkahnya berjalan menuju lab pembuatan nuklir

.

*Tap! Tap! Tap!*

.

Mata Orochimaru membulat saat mendapati Kabuto dengan seringaiannya berada didepan kendali

"Jangan lakukan, Kabuto!" Teriak Orochimaru marah

"Tidak akan. Kita akan mati bersama disini. Karena kau, perusahaan ayahku telah bangkrut!" jawab Kabuto dan menekan tombol merah

.

*Blarrr!*

.

Tabung besar berisikan nuklir Supernova gagal pun meledak membuat seluruh orang yang berada didalam pabrik menjadi pingsan dan beberapa bagian dekat tabung menjadi hancur

.

Flashback OFF

.

Minato, Hinata, dan seluruh petugas yang bekerja didepan monitor membelalakkan matanya melihat detik-detik terjadinya Supernova disebuah pabrik nuklir. Rekaman CCTV yang ditahun 2100 M ini telah dilengkapi dengan suara membuat mereka mengerti apa maksud rekaman tersebut

"Jadi Supernova sebulan silam ini bukanlah Supernova sungguhan?" Batin Minato

"Ternyata hipotesisku benar" kata Hinata

.

.


-_Supernova_-


.

.

[08.04]

.

Hinata menghela nafas lelah saat menatap jam dinding disepanjang koridor RST. Konoha. Ternyata cukup lama juga dia berada di Markas Pusat Tentara

"Kau yakin tidak ke kediaman Hyuuga dulu, Hinata?" Tanya Minato yang berjalan didepan Hinata

"Tidak dulu, Namikaze-san. Aku akan menjenguk putramu dulu" jawab Hinata tenang

"Kau mengkhawatirkannya, hm?" Tanya Minato membuat muka Hinata memerah

"Kau menyukainya?" Tanya Minato sekali lagi saat Hinata tidak kunjung bersuara

Minato mengangkat bahunya menyerah saat mereka sudah berada didepan pintu kamar rawat Naruto

.

*Cklek*

.

Tanpa basa-basi Minato langsung membuka pintu. Minato pun melangkah masuk terlebih dahulu disusul oleh Hinata

"Tou-sama?" Gumam Hinata yang terkejut dengan keberadaan Hiashi didalam kamar rawat Naruto

"Apa kabar, sahabat lama?" Sapa Hiashi membuat Naruto dan Hinata tak percaya

"Baik. Bagaimana keadaanmu, calon besan?" Tanya Minato balik menambah keterkejutan Naruto

"Calon besan? Apa maksudnya ini?" Tanya Naruto

"Hei tenang dulu. Jangan terburu-buru" kata Minato dan duduk didekat Hiashi dan Naruto. Minato mengisyaratkan Hinata untuk segera duduk disamping ayahnya

"Siapa yang akan mengatakannya, Hiashi?" Tanya Minato

"Biar aku saja" jawab Hiashi dan berdehem terlebih dahulu

"Kalian kami jodohkan" ujar Hiashi membuat Naruto terkejut dan membuat Hinata tersipu malu walaupun ekspresinya dengan sempurna ia sembunyikan

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

THE END!

.

.

.

.

AUTHOR NOTE :

Dan satu lagi fanfic dengan ending menggantung dari seorang Author Kazehiro Tatsuya! :'v

Supernova ini bakalan gak ada sequelnya. Cukup sampai di chapter 5 karena ide fic baru ane telah muncul dan bergelora ingin disebarluaskan :3

Terimakasih atas Favorite, Follow, dan Review-nya, minna-san

Terimakasih sudah mengikuti fic Supernova dari awal hingga tamat

.


Reader Said :

bentar lagi tamat..? sampai chap brpa kira-kira? dn kirain masih lama

Author Said :

Nih udah tamat...

Jangan lupa baca fic ane berikutnya ya


Reader Said :

Tenang aja kak author, kakak itu ga sndri kok. Masih ada kak lixy(Elixire J. crow) yg sering dikira cwek jga, santai aja, anggap anugrah yg pnting jgn buat nge-hode, hahaha... Kan naru blm ktemu minato, kok udh mau tamat aja? Next! Next!

Author Said :

Ane gak tahu harus respon gimana atas reviewmu :v


Reader Said :

Makanya bikin nama yang jelas! Paijo kek,Bambang kek , jadi orang kan ngga ngira dirimu cewe , lagian tuh nama bisa cowo atau cewe , orang nama Naruto aja yang belakangnya ada to nya dijadiin cewe dalam cerita , pada suka lagi pair narusasu, ana malah ngebayanginnya cowo sama cowo sampe merinding sendiri, ada tuh author yang suka publish cerita islami namanya naruto tapi di jadiin cewe, menurut ana , author2 kaya gitu author2 modus ih sebel banget . Eh balik kejalan cerita , ana no coment soalnya ana sukanya cerita romansa sih tapi ngikutin ceritamu sih

Author Said :

Kamu curhat ya :v

Kalau jijik kenapa dibaca :'v

Terimakasih karena udah ngikutin cerita ane ya (y)


Reader Said :

Next,Author-san disini Hewan Juga bisa kena virus zombie kagak? Kalau iya kan seru,dikejar Oleh anjing Zombie

Author Said :

Sebenarnya ide ente sangat...sangatlah bagus. Tapi ane kelupaan :v


Reader Said :

Kalo itu ledakan Suoernova, harusnya kehidupan musnah bukan muncul spesies baru

Author Said :

Benar..

Tapi di chapter ini sudah dijelaskan bahwa itu bukanlah Supernova sungguhan


.

Masalah kuis ane kemaren, sejujurnya gak ada yang bisa bikin ane terpingkal-pingkal #plak!

Tapi ane tetap berterimakasih karena sudah mau berpartisipasi, Reader-san sekalian

1. Musasi

Naruhina kaget kayaknya lhat zombie lg *ehem2* gtu

2. Aan817

Hinata kaget karna liat tante orochimaru lg mangkal

3. Betelgeuse Bellatrix

naruhina kaget karena melihat avenged sevenfold sama green day kolaborasi sama rhoma irama nyanyi lagu religi XD

4. Guest

hmm... mungkin naruhina kaget karena liat fict author ada typo-nya?!

.

Dari keempat jawaban (yang katanya lucu) diatas, ane nyatakan pilihan ketigalah yang lucu menurut ane. Selamat untuk Reader dengan penname 'Aan817'

Sebagaimana janji ane, ente boleh minta request fic ke ane

.


Oh ya...

Karena kebetulan ini adalah fic ane, ane mau iklan sebentar

.

Game of Afterlife

Summary :

Menurut kalian, apa itu akhirat? Mungkin kalian akan menjawab 'Dunia sesudah kematian'. Akhirat memang seperti itu. Tapi apakah kalian percaya jika akhirat itu adalah dunia pertualangan virtual? [Very OOC, RnR, DLDR]

Genre :

Fantasy, Adventure, Drama, Games, Romance, Humour, Friendship

[INI YANG TERBARU]

Chapter 1 dari fic Game of Afterlife telah di Remake. Jadi silahkan dibaca ya (y)


Mendokusai? Make It Easy!

Summary :

Naruto, pemuda tampan berkehidupan pas-pasan yang terkenal tanpa dia inginkan. Hinata, gadis kaya yang terkenal karena keinginan dan mengharapkan semua orang mengaguminya. Bagaimana jika Naruto sama sekali tidak kagum akan pesona Hinata?

"Aku akui ini merepotkan. Tapi akan kubuat ini terlihat mudah"

[Bad Summary]. NaruHina / Very OOC / Please RnR

Genre :

Romance, Drama, Action & Cyber

[FANFIC ANE PALING LARIS]


Prank and Trap!

Summary :

"Berawal dari lelucon hingga kalian akan terkena perangkapku" -Naruto. "Aku sangat tidak suka ditipu!" -Hinata

Genre :

Horror, Tragedy, Mystery, and Semi-Romance

[FANFIC HORROR ANE PERTAMA]


.

HAPPY NEW YEAR 2017!

Silahkan tinggalkan jejak :v

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

KAZEHIRO TATSUYA