Mendung. Yah cuaca kali ini menandakan bahwa sebentar lagi hujan akan turun. Sinar matahari pun sudah tak tampak lagi karena tertutup awan hitam. Akhirnya, di iringi suara petir yang menggelegar, hujan pun turun ke permukaan bumi. Ribuan tetesan air langit pun membasahi seisinya. Ditengah keriuhan suara hujan yang deras itu, terlihat sosok perempuan berpakaian serba hitam sedang berdiri disalah satu pemakaman. Perempuan itu juga membawa payung hitam dan menggenggam mawar putih ditangannya. Dengan ekspresi sendu, perlahan ia berjongok didepan makam lalu meletakan bunga di atas pusaran itu. Sembari menatap, ia kemudian berbicara.

"Apa kabarmu? Maaf setelah dua tahun lamanya aku baru mengunjungimu," ucapnya sambil menunduk. Kemudian ia berbicara lagi.

"Kini aku bukan Hinata yang lemah lagi, aku sudah menjadi kuat." Ia mengepalkan tangannya erat, mencoba menahan sesuatu yang sesak di dadanya.

"Aku harap diatas sana kau bisa melihatku, melihat semua perubahan ini," ucapnya lagi dengan suara yang semakin bergetar. Air matanya pun sudah berkumpul di dalam kelopaknya, namun ia segera menggerakan tangannya untuk menghapusnya.

Ia kembali menatap makam itu dengan tatapan yang berbeda.

"Aku tidak akan menangis lagi! Tidak akan cengeng seperti dulu lagi! Dan aku akan lebih kuat lagi untuk membalaskan semua yang telah dia lakukan padamu."

Suaranya kini sangat tegas, tak terdengar sedikit pun suara bergetar sepert tadi.

"Dan hari ini semuanya akan dimulai, Gaara."

.

.

.

Disclaimer: Masashi Kishimoto

The Toxic Girl

By

Zani asrani

WARNING:OOC, TYPO, AU, ANEH, DLL

chapter 2 : Universitas Konoha

HAPPY READING :D

.

.

.

Hyuuga adalah nama sebuah keluarga yang ada di Tokyo, Jepang. Keluarga ini cukup terkenal disana. Sang kepala keluarga yaitu Hyuuga Hiashi adalah kepala kepolisian di Tokyo. Dia dikenal sebagai pribadi yang dingin dan tegas serta sangat bertanggung jawab pada pekerjaannya. Banyak sekali prestasi yang didapatkannya dalam bidang kepolisian, hingga posisi kepala kepolisian dipercayakan padanya.

Dalam pernikahannya bersama istrinya ia di karuniai tiga orang anak. Namun sayang, istrinya harus meninggal karena sebuah penyakit disaat anak-anaknya masih kecil.

Hidup terus berjalan walau kesedihan tak pernah hilang.

Kini Hiashi tinggal bersama ke-tiga anaknya. Mencoba bangkit dan hidup tegar setelah ditinggal istrinya.

Hyuuga Neji-22 tahun. Dia adalah anak pertama Hiashi. Sama seperti ayahnya, Neji juga terjun ke dunia polisi dan kemiliteran Jepang. Dia tidak ingin mengandalkan kekuasaan ayahnya supaya ia bisa mendapat suatu jabatan dalam badan kepolisian. Ia bekerja keras dengan gigih agar tak di cap sebagai 'anak kesayangan'. Ia juga tak mau di perlakukan khusus. Karena usahanya itu, kini ia bisa mendapatkan jabatan sebagai komandan penyelidikan dan investigasi di Tokyo.

Hyuuga Hinata-19 tahun. Tak berbeda dengan ayah dan kakaknya, ia juga masuk dalam dunia polisi dan kemiliteran, walau tidak terlalu dalam seperti ayah dan kakaknya, karena Hinata lebih di khususkan menjadi detektif yang membantu polisi untuk menangkap para pelaku kejahatan. Tapi jangan pernah remehkan kemampuannya dalam bertarung. Dia pernah masuk dalam jajaran squad S.W.A.T. Kalian tentu tau apa itu S.W.A.T. SWAT (Special Weapons And Tactics) adalah tim elit paramiliter yang merupakan unit taktis operasi khusus di Amerika dan beberapa departemen penegakan hukum internasional. Mereka dilatih untuk melakukan operasi berisiko tinggi yang berada di luar kemampuan petugas biasa.Dalam satu tahun, ia belajar dan mengasah kemampuannya disana. Dan setahun kemudian dia berhasil menjadi seorang detektif hebat dengan kemampuan yang luar biasa. Sudah banyak penjahat-penjahat di Amerika sana yang berhasil di tangkap olehnya. Karena hal itu juga banyak sekali dari pihak-pihak tertentu yang mengincar nyawa anak kedua Hiashi ini karena Hinata dianggap sebagai ancaman besar. Sebenarnya tak ada yang setuju Hinata terjun di dunia ini. Tapi karena dia terus bersikeras, dengan terpaksa Hiashipun memberi izin padanya, itu juga dengan pengawasan yang ketat.

Saat kasus tentang Akatsuki terkuak, Hiashi membicarakannya pada Hinata, dan dengan cepat Hinata meminta agar dia ditugaskan untuk menyelidiki kelompok criminal tersebut.

Hyuuga Hanabi-15 tahun. Dia adalah murid dari Tokyo High School. Si bungsu ini cukup terkenal di sekolahnya karena di tahun pertamanya ia sudah mencuri perhatian lewat prestasi yang ia dapatkan dari perlombaan karate se-Jepang. Ia berhasil menjadi pemenang dari ribuan murid. Dalam keluarga sendiri ia terkenal hangat dan ceria. Dia sangat menyayangi Ayah dan kakak-kakaknya.

Kini keluarga Hyuuga itu sedang berkumpul di sebuah meja makan, karena baru saja mereka menyelesaikan sarapan bersama dengan anggota yang lengkap.

"Aku rindu sekali suasana seperti ini," ujar Hinata sambil menatap hangat kearah ayah, kakak, dan adiknya.

Pernyataan itu disambut senyum oleh semuanya.

"Ah iya, memang sangat menyenangkan. Tapi kenapa kakak harus pergi lagi ke Konoha. Kakak baru dua hari tinggal disini tapi langsung pergi ke Konoha, aku kan masih ingin bersama kakak," cetus Hanabi dengan nada sedikit tak suka.

"Kakak kan harus melanjutkan kuliah Hana-chan," tutur Hinata memberi penjelasan.

"Tapi di Tokyo juga banyak Universitas yang bahkan lebih bagus dari Universitas Konoha," keluh Hanabi.

Hinata hanya tersenyum maklum pada sifat adiknya itu. Lalu ia berdiri dan menghampiri Hanabi, lalu meletakan tangan di atas kepalanya.

"Mengertilah, ini bukan kuliah biasa," ucapnya seraya tersenyum. Hanabi pun tak bisa berkata apa-apa lagi. Lalu ia memalingkan kepalanya ke ayah dan kakaknya.

"Ayah, kakak, kenapa kalian malah diam saja. Bantu aku untuk membujuk Hinata-nee." ucapnya dengan tatapan memohon, tapi malah dibalas dengan gelengan kepala dari keduanya.

"Itu sudah keputusan Hinata, jadi kami tak bisa berbuat apa-apa," tukas Neji dengan entengnya. Sebenarnya Neji juga masih tidak setuju, tapi Hinata sudah memutuskannya, dan tidak bisa di ganggu gugat.

"Itu benar, dan kamu juga harus berangkat sekarang Hanabi, nanti kamu kesiangan. Ayo kita berangkat." Hiashi mulai berdiri dari kursinya.

"Aku tahu kalian bekerja sama, huuh menyebalkan sekali. Apa sih yang kalian sembunyikan? Tapi yasudahlah aku berangkat yah kakak," ujarnya sambil berdiri dan memeluk Hinata. Hinata mengangguk.

"Jika ada waktu aku akan berkunjung."

"Itu wajib."

Dan setelah itu Hiashi dan Hanabi pun pergi, tinggalah Neji dan Hinata.

"Sekarang giliranmu yang harus pergi, Hinata."

"Aku tahu, Universitas Konoha yah. Tunggu sebentar niisan," ucap Hinata. Ia mengobrak-abrik isi tasnya untuk mengambil sesuatu. Saat barang itu di temukan lalu ia memasangnya.

", eh?" tanya Neji heran.

"Yah. Karena aku takkan menggunakan nama Hyuuga otomatis aku juga harus menghilangkan ciri-ciri yang mengarah pada keluarga Hyuuga," ujar Hinata yang kini sudah selesai memakai softlentnya. Neji mengangguk mengerti. Kini ia dapat melihat pupil mata Hinata yang tadinya berwarna putih sedikit keunguan berubah menjadi hitam.

"Ayo berangkat."

.

.

Seorang pria berambut merah kini sedang mengawasi seseorang yang baru saja turun dari mobil. Ia kembali menatap pria itu lalu setelahnya melihat ke foto yang ia pegang. Dia menyeringai, lalu meremas foto itu dengan kasar.

"Target ditemukan, Uchiha Sasuke." Kemudian ia langsung berbalik, tapi tanpa diduga ia bertabrakan dengan seseorang yang tadi hendak berjalan kearah yang berlawanan dengannya. Keduanya pun terjatuh.

"Aww," pekik Wanita yang tadi bertabrakan dengan Sasori. Sasori sendiri kemudian bangun lalu menatap orang yang ditabraknya. Matanya langsung membulat melihat orang itu.

"Hime."

.
Uchiha Sasuke. Siapa yang tak kenal dia di kampus ini? Tampan, kaya, pintar, dan sifat coolnya itu berhasil membuat seluruh wanita yang ada di Universitas Konoha ini memuja-muja dirinya. Entah itu senior atau junior, mereka sangat menyukai Sasuke. Namun entah kenapa semua itu malah membuatnya repot. Itu pasti! Karena setiap harinya ia harus memikirkan berbagai cara agar terlepas dari fansnya yang ia pikir sangat berisik. Dan hari ini mungkin salah satu hari keberuntungannya, karena fans-fans itu tidak melihatnya berjalan lewat gerbang belakang Universitasnya.

BRUUUUUGGGGHHHH.


Ia bertabrakan dengan seseorang, lebih tepatnya seorang perempuan. Dan karena dia tadi sedang membawa jus tomat, otomatis jus itu tumpah ke baju sosok perempuan itu.

"Apa yang kau lakukan?" tanya perempuan itu setelah bangkit dari jatuhnya. Ia membersihkan baju yang tadi terkena jus, tapi tetap saja nodanya tidak hilang.

Sasuke sedikit heran, kenapa dia tidak berteriak seperti fans-fansnya yang lain?

Ah mungkin modus supaya bisa lebih dekat denganku.

"Kenapa marah? Seharusnya kau beruntung karena mendapat tumpahan jus dari seorang Uchiha Sasuke," ucapnya dengan nada angkuh. Hinata yang mendengarnnya sangat kesal, bukannya minta maaf malah berbicara yang aneh. Sasuke mendekatkan wajahnya ke Hinata.

"Kau tidak perlu berpura-pura marah, nona," ucapnya lagi. Kali ini tangannya berusaha menyentuh rambut Hinata. Namun dengan cepat Hinata memelintir tangan pemuda berambut raven itu ke belakang.

"Aku tidak berpura-pura marah. Seharusnya kau minta maaf dengan kesalahanmu barusan, bukannya berbicara sesuatu yang menyebalkan dan aneh," ucap Hinata. Sasuke sedikit kesakitan akan perilaku Hinata.

"Lepaskan! apa yang kau lakukan haah?" ucapnya geram. Hinata pun lalu melepaskannya.

"Anggap saja itu hukuman untukmu yang sudah lancang pada mahasiswa baru," ucap Hinata sambil membelakangi Sasuke.

"Aku harus ganti baju karenamu, menyebalkan." Dan setelah mengatakan itu gadis berambut panjang itu pun pergi meninggalkan Sasuke yang masih terdiam.

Tadinya Sasuke memang sangat marah dengan perlakuan gadis itu. Tapi setelah itu dia malah menyeringai.

"Bentakan dan hukuman yah? Sepertinya dia cukup menarik." Setelah mengucapkan itu, pemuda bermata onyx itu pun kembali berjalan kearah yang sama dengan perempuan yang tadi 'menghukumnya'.

.

"Hime eh? siapa dia?" tanya perempuan yang tadi ditabrak Sasori. Mendengar itu Sasori langsung tersadar dari pemikirannya tentang sosok Himenya.

"Ah tidak apa-apa, kau hanya sedikit mirip dengan seseorang," ucap Sasori sambil berdiri. Lalu ia mengulurkan tangannya ke perempuan itu yang disambut langsung.

Mereka berdua pun kini sudah berdiri seperti tadi.

"Begitukah? Aku rasa orang itu pasti sangat spesial bagimu?"

"Yah, dia memang sangat spesial. Ah ngomong-ngomong maaf karena sudah menabrakmu."

"Ah itu tidak apa-apa. Namamu siapa?"

"Aku Sasori, dan kau?"

"Aku Shion, salam kenal. Sepertinya Sasori-san baru disini yah? tanya Shion lagi. Sasori hanya mengangguk sambil terus menatap Shion.

Matanya hampir mirip.

"Semoga betah yah, Sasori-san. Aku harus pergi dulu, jaaa." Shion pun pergi meninggalkan Sasori yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Bagaimana bisa semirip itu."

.

TBC

.

a/n : Hai aku balik lagi nih, hha xD semoga chapter ini memuaskan yah :D. Aku mau minta maaf karena bikin semua charakternta OOC apa lagi Hinata. aku harap kalian ga marah :D

ok kita balas review dulu.

katsumi: ini udah lanjut :), apa udah panjang? terimakasih :)

guest: terimakasih dah bilang seru, ini udah lanjut :)

indigohimeSNH: ini udah lanjut, dan ga usah panggil senpai. aku baru loh :0, terimakasih :)

bluerose: iya targetnya sasuke. nanti akan di ceritakan kejadian dua tahun lalu sama itachi, sabar yah :), terimakasih

nainachan: ini udah update, terimakasih :)

uchihahyuuga: disini sasuhinanya muncul cuma dikit sih, hha xD. ini udah lanjut, makasih :).

raniauciha: terimakasih sarannya :)

Makasih atas semuanya :). Akhir kata RnR :D