Sasori sedang berdiri di tepi jalan didekat kampusnya. Ia memperhatikan satu-persatu orang yang lalu-lalang disana. Dia harus jeli, karena rencananya harus berhasil. Hari ini ia akan mulai memanfaatkan Nako Kasumi, tentu saja ia juga sudah mendapatkan cara untuk hal itu. Dan untuk permulaan, akan dimulai dengan pendekatan.
"Mungkin cara ini pasaran, tapi aku yakin akan berhasil," gumam Sasori sambil menyeringai.
Masih menyeringai, pemuda berambut merah itu mengambil ponselnya yang ada di saku celananya, lalu jarinya mengetik beberapa angka. Tak lama kemudian, tersambunglah ia pada pemilik nomor itu.
"Kakuzu, saat jarak-ku sudah dekat dengannya, segera lakukan. Buat seolah-olah nyata!" suruh Sasori pada orang yang dipanggil Kakuzu.
"Baiklah, itu mudah. Jika aku berhasil, jangan lupa persenan yang kau janjikan."
"Padahal kita sesama anggota Akatsuki, tapi kau masih saja mau memerasku."
"Oh ayolah, ini diluar tugas yang diberikan pimpinan Yahiko, kau harus mengerti."
"Baiklah. Setelah selesai semua ini aku akan langsung mengirimnya." Setelah mengatakan itu Sasori langsung menutup percakapannya. Matanya kembali melihat sekeliling. Aah, itu dia gadis yang ditunggunya.
"Maaf, tapi mungkin kau akan sedikit terluka karena ini, Kasumi-san."
.
.
The Toxic Girl
by
Zani asrani
Disclaimer: Masashi Kishimoto
WARNING: AU, OOC, TYPO, ANEH, DLL.
Chapter 3: Misi di mulai.
.
.
.
Sudah dua hari setelah kejadian dimana Hinata menendang Sasuke. Kini ia sudah cukup tau siapa Uchiha Sasuke. Laki-laki yang seusia dengannya itu adalah anak bungsu dari keluarga Uchiha. Uchiha sendiri adalah keluarga yang terkenal di Konoha bahkan menjadi salah satu yang cukup tersohor se-Jepang. Itu di karenakan bisnis batu bara dari keluarga ini begitu tumbuh pesat dan mampu bersaing di dunia internasional. Jangan ditanyakan lagi berapa banyak uang dan kekuasaan yang dipunya. Informasi yang didapat Hinata dari beberapa orang disini, keluarga Uchiha adalah donatur terbesar di Universitas ini. Pantas saja sangat sombong, pikir Hinata. Kini, tatapan mata Hinata sedang tertuju pada Sasuke yang sedang di kerubuti para fansnya. Well, sebenarnya ia juga tak mau menatapnya. Hanya saja Sasuke: yang diikuti para fansnya itu tidak sengaja berpapasan dengan Hinata yang hendak menyebrang jalan untuk memasuki gerbang kampus. Ia sudah tak ingin mempedulikan hal itu lagi. Sekarang dia harus mencari sesuatu yang berharga di beberapa tempat yang kemarin sempat ia kunjungi. Dia kehilangan sesuatu.
Sasuke sendiri sangat sibuk akibat segerombolan wanita yang katanya sangat mengidolakan, menyukai atau apalah itu, ia tidak terlalu peduli. Yang ia pedulikan sekarang adalah, bagaimana caranya terlepas dari para 'monster' ini. Ia ingin menyusul Nako Kasumi yang baru saja berpapasan dengannya. Ia ingin mengembalikan sesuatu. Tapi sialnya saat ia berusaha memanggilnya untuk tetap menunggu, gadis itu tak merespon.
Saat Sasuke masih berusaha melepaskan diri dari mereka. Tak sengaja matanya melirik ke ujung jalan. Ia melihat mobil truk besar melaju cepat. Dan saat itu terjadi, Kasumi masih berjalan di tengah jalan. Dia tak menyadarinya dan ini sangat bahaya. Sasuke ingin melakukan sesuatu. Ia sudah berhasil melepaskan diri. Tapi dia terlambat, truk itu lebih cepat. Dapat ia lihat ekspresi dan teriakan terkejut dari gadis itu saat ia memperingatkan atas keadaannya. Tapi sekali lagi semuanya terlambat. Semuanya sudah terjadi. Kini ia dapat melihat tubuh mungil itu tergeletak di pinggir jalan. Namun ada yang aneh. Onyxnya menangkap sosok lain yang sedang mendekap gadis berambut panjang itu. Sosok laki-laki bertubuh tegap dengan rambut berwarna merah yang sedang melindungi tubuh mungil itu dari benturan akibat tabrakan tadi. Apakah dia menyelamatkannya? sepertinya memang begitu.
Semua orang kini mengalihkan perhatiannya pada korban tabrak lari yang baru saja terjadi. Satu-persatu dari mereka melihat keadaan si korban yang tak lain adalah murid baru. Korban itu sendiri, yang tak lain adalah Nako Kasumi masih menundukan kepalanya. Ia masih merasa pusing. Tubuhnya masih sedikit bergetar karena kejadian barusan yang sangat tiba-tiba. Dalam hatinya ia merutuk.
Sial! Ada yang ingin membunuhku!
Ada sedikit luka yang tergores di kening dan siku tangannya. Ini sebuah keberuntungan karena dari tabrakan tadi ia hanya terluka sedikit. Ia yang sudah profesional pun tau akan akibat dari tabrakan barusan. Hinata harus berterimakasih pada Tuhan dan juga laki-laki yang kini masih mendekapnya karena tadi sudah mendorong tubuhnya ke samping untuk melindunginya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya pemuda yang tadi menyelamatkannya. Ia melepaskan dekapannya dari tubuh mungil itu.
Hinata mengangguk kecil tanpa menatap siapa yang sudah menolongnya itu.
"Sepertinya kau terluka di kening."
"Yah, ini luka kecil, aku akan mengobatinya nanti. Terimakasih." Hinata menunduk lebih dalam untuk mengucapkan terimakasih. Gadis yang sedang menyamar itu tiba-tiba merasakan gerakan tangan di dagunya. Mencoba mengangkat wajah Hinata agar tak tertunduk lagi. Dengan gerakan perlahan, Hinata pun mendongakan kepalanya, lalu ia melihat wajah yang sudah menolongnya.
Ekspresi di wajah ayu itu berpuluh-puluh kali lebih terkejut dibanding saat tadi ia akan tertabrak. Matanya membelalak, seolah tak percaya dengan sosok yang di lihat. Seluruh tubuhnya bergetar hebat, ingatan di masa lalu kembali hadir di benaknya dan itu membuat dadanya sesak.
"Kasumi..." panggil seseorang yang kini menghampirinya. Panggilan itu mampu membuyarkan semua lamunannya. Kasumi menoleh, mendapati orang yang tadi menyebut namanya sudah ada di sampingnya.
"Sasuke-san?"
"Kau harus dibawa ke ruang kesehatan." Pemuda raven itu menarik tangan Hinata, tapi dengan cepat gadis itu menepisnya.
"Kemarin sudah ku bilang tidak perlu bantuanmu."
Sasuke mendecih kesal mendengar penolakan itu.
"Ck, kenapa kau sangat keras kepala." Hinata tak menanggapi. Kini ia akan lebih fokus pada laki-laki berambut merah yang ada di depannya.
Sasori pun mulai berbicara saat menyadari tatapan aneh yang di berikan Hinata a.k.a Kasumi.
"Namaku Sasori, dan sepertinya temanmu ini benar. Lebih baik kau di periksa di ruang kesehatan, kening dan tanganmu terluka," ucapnya sambil memegang kening Hinata yang terluka. Namun Sasuke segera menepisnya.
"Jangan meyentuhnya!" pintanya dingin. Semua orang memandang Sasuke dengan pandangan aneh. Sejak kapan seorang Uchiha Sasuke menjadi sangat perhatian bahkan terkesan overprotective pada seorang gadis? Apalagi gadis ini baru disini. Biasanya, dia kan yang selalu dapat perhatian dari para gadis.
Sadar akan apa yang sudah ia lakukan dan ucapkan, di tambah lagi dengan tatapan aneh dari mereka yang tertuju padanya. Sasuke langsung mencoba bersikap biasa lagi.
"Maksudku, jika kau menyentuhnya, nanti akan infeksi," tuturnya memberi alasan. Uchiha memang hebat, bahkan dalam keadaan terdesak pun ia mampu memberi alasan yang cukup masuk akal. Sasuke sendiri tidak tau kenapa ia sampai melakukan hal itu. Ia seperti tidak rela jika Kasumi di sentuh oleh laki-laki lain. Gerakan tangannya begitu refleks saat menepis tangan Sasori yang menyentuh kening gadis ini. Padahal baru kemarin mereka bertemu, tapi Sasuke merasa banyak perubahan gila pada dirinya, terutama perasaannya. Konyol sih, mendengar seorang Sasuke mengucapkan tentang perasaan. Tapi,,, ah sudahlah. Sasuke merasa akan lebih gila dari ini jika terus bersama Nako Kasumi.
"Sasori-san," panggil Hinata. Sasori menoleh kearahnya.
"Yah?"
"Aku Nako Kasumi. Boleh aku meminta bantuanmu lagi? Sepertinya kakiku juga terkilir. Aku tidak bisa ke ruang kesehatan sendiri," pinta Hinata dengan nada biasa. Ekspresinya yang kaget pun sudah kembali datar seperti tadi.
Sasori mengangguk mengerti. Lalu ia mulai membantu Kasumi berdiri dan memapahnya menuju ruang kesehatan. Sasori menyeringai, rencananya sukses. Ia bahkan begitu senang saat melihat wajah Sasuke yang kesal karena di abaikan oleh gadis ini. Dan dengan hal itu, Sasori bisa menyimpulkan bahwa Sasuke benar-benar tertarik pada Nako Kasumi. Ini akan jauh lebih mudah dan menyenangkan.
.
.
Sasuke sedang berdiri dibalik pintu ruang kesehatan yang didalamnya terdapat Kasumi dan Sasori. Ia mengintip di celah pintu untuk melihat apa yang telah dilakukan keduannya. Tunggu dulu, mengintip? Hey sejak kapan tuan Uchiha Sasuke yang dingin dengan gengsi yang sangat tinggi itu mengintip kegiatan dua orang yang berada di ruang kesehatan? Ini salah, sangat salah! Sasuke berniat pergi mengingat yang dilakukannya ini sangat konyol, tapi, ah sial tubuhnya benar-benar susah di gerakan. Mungkin dia harus pergi ke dokter pribadi keluarga Uchiha untuk mengecek otot dan sendi di tubuhnya masih berfungsi baik atau tidak.
Matanya kini mencoba melihat kegiatan di dalam ruangan. Hatinya merutuk sedari tadi, sebenarnya apa yang diinginkan Nako Kasumi itu? Dia yang pertama dan dengan baik hatinya menawarkan bantuan di tolak mentah-mentah. Sedangkan untuk si rambut merah itu, dia malah memintanya dengan sangat lembut dan sopan, shiit! ini penghinaan besar untuk sejarah hidup Uchiha Sasuke.
Tangannya mengepal erat saat melihat adegan yang dilakukan si merah pada gadis yang menjadi targetnya itu.
Menjijikan, dia sangat mendramatisir!
Ok mari kita lihat apa yang baru saja dilihat onyx pemuda ini. Sasori baru saja menempelkan plester di dahi Kasumi yang terluka. Dan apa yang di lihat dari ekspresi gadis itu lebih membuatnya kesal sampai meninju pintu.
BUUUGGGGGHHHH
Kusoo! Terimakasih, dengan senyuman seperti itu? Tidak adil! Kenapa aku malah dapat tendangan yang hampir merusak masa depanku?
Geram dengan semua yang lihatnya, pemuda raven itu pergi dari sana, sengan perasaan yang sangat murka tentunya.
Di dalam ruangan itu sendiri, mereka berdua yang mendengar suara itu kaget.
"Suara apa itu?"
"Akan ku lihat. Bisakah kau menunggu sebentar," jawab Sasori. Kasumi mengangguk.
Sasori keluar dari ruangan, lalu ia melihat sekitarnya. Walau sekilas, ia dapat melihat sosok laki-laki yang berjalan menjauh dari ruang kesehatan, dan dari semua cirinya ia bisa menebak kalau itu adalah Sasuke. Ia juga dapat melihat bekas pukulan yang ada di pintu. Tidak terlalu terlihat tapi ada sedikit retakan disana. Sasori menyeringai.
Rencana ini semakin mudah jika ia terus terpancing. Aku harus lebih membuatnya cemburu.
Membuat cemburu si korban untuk membunuhnya. Yah itulah rencana Sasori. Dengan alibi seperti itu, pembunuhan terhadap Uchiha Sasuke akan terlihat alami. Saat pertama kali melihat kontak Sasuke dengan Nako Kasumi, ia tahu bahwa Sasuke mempunyai ketertarikan tersendiri pada gadis itu. Dan dengan kejadian hal ini, ia tambah yakin jika Sasuke menyukainya, walaupun ia tidak tahu Sasuke sadar atau tidak akan perasaannya.
Jadi, pria yang memiliki babyface itu akan membuat si bungsu Uchiha frustasi karena kecemburuannya. Saat itu semua terjadi, Sasori akan memulai aksinya membunuh Sasuke. Rencana itu akan terlihat seperti bunuh diri, dibandingkan pembunuhan. Ia juga beruntung karena sifat Nako Kasumi pada Sasuke dingin, dan hal itu akan lebih menyempurnakan rencananya. Jadi, walau konyol, kematian bunuh diri karena cinta itu lebih alami dan masuk akal.
"Aku harus pergi untuk mentransfer uang."
Setelah mengatakan itu, Sasori pergi ke tempat pengiriman uang, meninggalkan Nako Kasumi yang sedang termenung sendirian didalam ruangan.
.
HINATA POV
.
Gaara, dia kembali. Laki-laki itu telah kembali tepat didepan kedua mataku sendiri. Saat aku melihatnya, semua kenangan tentang kita bertiga di masalalu teringat kembali di benakku. Rasa sakit itu juga kembali hadir, lebih banyak.
Dia, Akasuna Sasori.
Terkejut, yah tentu saja ekspresi itu yang keluar dari wajahku saat melihatnya. Tapi aku berusaha bersikap sebiasa mungkin supaya dia tak curiga. Walau perasaanku tetap saja begitu kacau.
Mungkin ini takdir yang sangat mengejutkan.
Dalam misiku disini untuk menyelidiki tentang Akatsuki, aku tidak menyangka jika orang yang akan ku temui dia. Aku tak menyangka akan secepat ini bertemu dengannya. Tapi ini bagus, karena semakin cepat pula aku membunuhnya dan membalaskan dendam mu, Gaara. Walau aku tak bisa langsung membunuhnya karena aku masih memerlukan informasi tentang letak markas Akatsuki darinya. Yah, aku akan bersabar untuk itu.
Masih banyak misteri yang belum ku temukan darinya. Jika ada anggota Akatsuki disini berarti akan ada pembunuhan, tapi siapa? Sejak kedatanganku kemari, belum ada satu berita pun yang terkait tentang pembunuhan. Penyelamatan dari tabrakan tadi juga perlu di pertanyakan. Mungkin jika bukan dia, aku akan menganggapnya sebuah hal biasa. Tapi itu dia. Apa ini hanya sandiwara dan tabrakan tadi hanya rekayasa? Untuk apa? Apa dia sudah tau siapa diriku? Ah untuk yang satu itu aku kira belum, karena dia masih bersikap wajar saat berbincang denganku. Mungkin aku akan melupakan dulu pertanyaan-pertanyaan tadi. Sekarang, aku harus lebih menguatkan hati dan tekadku. Inilah tujuanku mengikuti pelatihan di Amerika. Dan inilah saatnya mendekatinya dan memulai mencari informasi.
Aku mengambil ponsel di tasku, lalu menghubungi kak Neji. Ada hal yang membuatku penasaran tentang tabrakan tadi. Aku sangat beruntung mengingat angka-angka itu.
"Moshi-moshi?"
"Kak Neji, ini aku Hinata."
"Ah yah? Kau baik-baik saja disana, Hinata?"
"Yah, aku baik. Aku memerlukan bantuan kakak."
"Katakan!"
"Aku ingin kakak melacak nomor flat mobil, aku tau kakak sangat ahli. Akan ku kirim nomornya lewat pesan. Aku mohon secepatnya."
"Baiklah."
Setelah perbincangan dengan kakakku, aku langsung mengirimnya nomor flat mobil yang tadi hendak menabrak-ku. Sialnya, saat aku akan melakukan itu, aku mendengar langkah kaki yang menuju keruangan ini. Dengan cepat aku langsung memasukan ponsel ke tasku lagi. Lalu bersikap seperti biasa. Pintu terbuka, dan sudah ku duga itu dia.
"Maaf membuatmu menunggu lama. Tadi ada temanku yang menelpon," ujarnya santai. Ku paksakan tersenyum padanya. Bagaimana pun juga aku harus mengelabuinya.
"Tidak apa-apa, maaf sudah banyak merepotkanmu. Kau bahkan mengobati luka-ku."
"Itu bukan masalah, aku senang melakukannya." Dia tersenyum padaku. Padahal dia tak pernah tersenyum pada orang yang baru dikenalnya. Terlihat bahwa kau bersandiwara. Baiklah, akan ku layani, Sasori-senpai.
"Sepertinya, Sasori-san orang yang menyenangkan. Sepertinya akan lebih menarik jika aku bisa dekat denganmu." Ucapanku barusan mengundang rasa heran diwajahnya, dan aku sudah menebak itu. Matanya menatap aneh, tapi sedetik kemudian ia tersenyum lagi.
"Begitukah? Kalo begitu, ayo kita semakin dekat. Sepertinya kau juga menyenangkan."
.
Semua ini baru dimulai. Misi ini, dendam ini, semuanya akan dimulai. Rasa sakit selama dua tahun ini akan kulampiaskan padanya. Perlahan tapi pasti, kau harus membayar atas kematian Gaara. Kematian laki-laki yang ku cintai.
Maaf Gaara. Sepertinya aku harus menunda untuk mencari cincin kita.
.
.
TBC
.
A/N: Oh haaaayyyy :) saya datang lgi :D . Happy new year yah buat semuanya, semoga tahun 2014 dapat menjadi tahun yang lebih berkah, amiiinn :D . Ok saya mau cuap-cuap dulu sebenter ni yee. Kalian tau lagu opening Naruto shippuden terbaru. Yang dibawain sama idol grup . Kalo ga salah judulnya Tsuki no ookisa, by Nogizaka 46. Menurutku lagu itu cocok deh jadi lagu soundtrack(?) buat fic ini, walau ga tau artinya. Tapi entah kenapa lagu itu sangat cocok (menurutku aja sih). Menurut kalian gimana, cocok ga? atau kalian punya lagu versi sendiri yang menurut kalian cocok dengan lagu ini. Tulis di kotak review yah :). Dan ampuni saya karena selalu membuat char om Masashi OOC :D . Oh satu lagi, aku sengaja nambahin Sasori di nama karakter yang ada di halaman depan(?) . Karena Sasori perannya cukup banyak disini, gpp kan :) #pupyeyes :) *_* xD
ok kita balas review :)
Hinataholic: Terimakasih udah bilang keren :) . Sengaja bikin hime ginih, kan biar beda, hha xD
Sherinaru: Ini udah update, dan terimakasih dukungannya, aku terharu, hiks :') #lebay mode xD . jangan panggil senpai yah ;)
indigolavenderwhite: Salam kenal juga :) . Ini udah lanjut, terimakasih :) . Jangan panggil senpai yah ;)
himenaina: Apa ini termasuuk update kilat O.o #semoga saja :D . Terimakasih udah suka :)
Kin Hyuuchi: Ini chp 5 nya, gimana? bagus, jelek, ancur, ga banget? hha xD terimakasih :)
hanazawa kay: Tentang cincin udah terjawab di chp ini. Tentang itakonyahi, ada cerita juga tentang mereka di masalalu. Sabar yah xD dan ini udah update, terimakasih :)
Fuchsia Harumi: Aku bikin bang Gaara disini udah tiada, sedih juga sih :'( #salahkan author dan silahkan cekik abang Kisame xD. Semoga chp ini memberi Harumi-san petunjuk tentang kematian Gaara :) . terimakasih :)
SweetMafia95: Terimakasih udah bilang aku keren #plaak ceritanya oooy xD . Ini udah lanjut, moga suka :)
Maaf jika ada salah kata. Makasih semuanya, and i lope u :* . Jangan lupa RnR :D
