A BoBoiBoy FanFiction

TauYa

BoBoiBoy © Monsta/Animonsta Studios

Ketika semua genre Fanfic menjadi genre hidup mereka

~*oOo*~

Genre 2 : Humor

Iris shappire itu memandang ke seluruh ruangan yang kini penuh dengan suara gitar. Tangannya menopang dagu dengan malas, hembusan napas panjang terdengar.

"Sudah selesai belum sih? Bentar lagi giliran kita loh.."

Dengusan kasar keluar dari hidung Taufan begitu dirinya tak mendapat jawaban dari satupun orang di sana. Atau singkatnya, dia dicuekkin.

"Hei ayolah~! Cepat sedikit menyetelnya!"

Fang yang sedang memetik gitarnya menatapnya tajam.

"Sabar sedikit! Kau mau gitar ini suaranya gak merdu pas kau tampil di depan Yaya?!"

Taufan terkekeh sambil menggaruk tengkuknya. Kemudian ia duduk dengan tenang kembali tanpa niatan mau mengganggu aktivitas teman-teman bandnya.

Selang beberapa menit kemudian, teman-teman bandnya telah selesai mengetes alat musik mereka masing-masing. Dengan senyum sumringah, Taufan keluar dari ruang musik itu menuju panggung di lapangan sekolah mereka.

Lalu dengan percaya diri, Taufan dan kawan-kawan menaiki panggung tersebut.

Yah, tentu saja dengan sorak-sorai penonton yang merupakan murid di SMA tersebut.

"Apa kabar semua~?"

Taufan yang memegang mic menyapa para penonton, dan tentu saja dengan gaya khas seorang Taufan.

Para penonton yang kebanyakan adalah siswi menjerit histeris begitu sang pangeran sekolah mengerling pada mereka.

Oh, kecuali gadis berhijab pink yang mendengus sebal.

"Baiklah! Tanpa membuang waktu, saksikanlah pertunjukan band kami!"

Semua penonton bersorak. Gitar dan drum mulai dimainkan, suara merdu Taufan pun mulai diperdengarkan lewat microphone yang ia pegang.

Semua penonton mendengarkan sambil melompat-lompat atau ikut bernyanyi bersama. Yah, konser yang diadakan SMA ini dengan penampilan terakhir band Taufan berjalan dengan sangat-sangat lancar.

Oh, kecuali apa yang akan terjadi setelah ini..

Lagu yang Taufan bawakan bersama teman-temannya hampir selesai.

Taufan pun bersiap untuk melompat ke arah penonton yang 'diharapkan' akan menangkapnya. Kau sudah sering melihatnya di konser lain, bukan?

Taufan melompat, dengan sangat yakin penonton di bawahnya akan menangkapnya.

Namun sayangnya...

Taufan melompat ke arah KETUA OSIS YANG SEDANG MEMANTAU KONSER DI TENGAH PENONTON!

Sang ketua menoleh ke atas, sedangkan anggota-anggota OSIS yang berada di sampingnya terbelalak kaget. Langsung saja mereka menarik ketua OSIS juga diri mereka menjauh, dan akhirnya..

BRUK.

"EH?"

Taufan jatuh ke atas tanah dengan wajah menyentuh tanah terlebih dahulu.

Huhuhu...

Jatuh sudah harga diri seorang Taufan si pangeran sekolah...

Semua orang terbelalak kaget, terutama Yaya yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Yaya dengan spontan berlari ke arah Taufan.

"Tau! Kau.. kau tidak apa?"

"Ugh.. hi-hidungku.."

Taufan mengangkat kepalanya dari permukaan tanah yang dibenturnya sambil mengelus hidungnya. Yaya jadi sedikit iba dengan hidung Taufan..

"Kau.. bisa bangun?"

Taufan menganggukkan kepalanya dan mencoba untuk berdiri, sekedar untuk pergi dari sini dan menghilangkan sedikit rasa malunya. Namun sayang, kakinya tak bisa diajak kerja sama.

'Sialan kau, kaki..'

Kaki yang diumpat dalam hati hanya bisa pundung.

Yaya menatap sekeliling yang sedang fokus menatap kedua insan ini dalam diam. Lalu, dengan agak ragu dan juga kasihan, Yaya melingkarkan tangan kiri Taufan di bahu kirinya.

"Ayo kita ke UKS. Aku hari ini kebetulan sedang memegang kuncinya.."

Kemudian, Yaya dan Taufan yang berjalan dipapah meninggalkan orang-orang yang hanya melongo ria sedari tadi.

Sedangkan Taufan, disamping rasa sakit dan malunya yang tak lagi tertahankan (juga harga dirinya yang hancur berkeping-keping), diam-diam bersyukur ia ditakdirkan untuk bertemu Yaya.

Ya, Yaya yang dianggapnya malaikat yang dikirimkan tuhan padanyalah satu-satunya orang yang bersedia bersama Taufan selalu dan menyembuhkan penyakit PlayBoynya.

Tapi..

BAGAIMANA DENGAN HARGA DIRI TAUFAN INI, TUHAAAAANNN?!

~*oOo*~

Fin Genre 2

~*oOo*~

Haloo apa kabaaarrr~

Gimana kabar nilai-nilainyaa? Ada yang dapet peringkat? Kalo ada, saya ucapin selamaaaattt~~

Eh? Saya dapet peringkat atau engga? Aku sih dapet juara umum 2~ hehehe~~ *pake kacamata item* /oy

Oke, saya malah salfok.

Pertama, akhirnya kita ketemu lagi setelah berabad-abad berpisah. Dan saya minta maaf bila kelakuan saya ini bikin kalian kesel, bete, dan lainnya. Jujur, kalo ditanya mau lanjutin ff atau engga.. aku bakalan jawab gak tau. Feels mau nulis perlahan pudar, digantikan dengan rasa males dan galau~ akhir-akhir ini aku lebih aktif sebagai reader, bahkan dark reader X"D Jadi, maaf saya mulai males ngetik, itu sih intinya.

Kedua, aku minta maaf sama kak Fanlady gara-gara masih belum bisa apdet kilat. Kalo kakak ngeliat saya sering aktif di fb, itu juga cuman scroll timeline.. sekadar nyari hiburan. Jadi, sekali lagi saya mohon maaf. Saya lagi sibuk ngehype sama BoBoiBoy Galaxy juga X"D

Terakhir, terima kasih kepada yang masih inget dan selalu nunggu ff TauYa ini. Aku apresiasi banget pada kalian yang masih mau lanjut baca ff ini atau bahkan sampai Author Note nya juga dibaca ampe abis X"D

Dan sekian dari saya,

Salam

IntonPutri Ice Diamond