A BoBoiBoy FanFiction
TauYa
BoBoiBoy © Monsta/Animonsta Studios
Ketika semua genre Fanfic menjadi genre hidup mereka
~*oOo*~
Genre 4 : Poetry
Terasa semua begitu berat
Mataku terpejam, mencoba melupakan semua duka lara
Namun hujan yang turun ini membuatku tak bisa menahan isakan
Kubiarkan air hujan ini menghanyutkan pedihku
.
Hari demi hari terlewati tanpamu
Pedih di hati masih membekas, tak bisa hilang
Sejak dirimu hilang dari pandangan
Sejak ragamu tak lagi menghembuskan napas
.
Aku rindu senyummu yang pertama kali kulihat saat kita bertemu dulu
Aku rindu tatapan hangatmu
Aku rindu tingkah menggemaskanmu saat kau melihatku berjalan dengan teman wanitaku
Aku bahkan rindu pada biskuit mautmu
.
Aku ingat saat pertama kali melihat amarahmu
Amarahmu saat aku menyakiti hati teman wanitamu
Aku ingat matamu yang memancarkan benci
Juga bibir merah mudamu yang mengeluarkan kalimat-kalimat pedas
.
Hari-hariku berwarna karenamu
Tiap harinya kau selalu menasehatiku agar tak menyakiti hati wanita
Tak pernah aku melihat lelah di matamu
Yang ada hanya sinar yang aku tak tahu sinar apa itu
.
Aku ingat saat aku melihat rona merah muda di pipimu
Saat ku mengutarakan isi hatiku padamu
Kulihat sosok dirimu yang malu-malu mendekapku
Tak lupa juga nada hangatmu yang menyapa indra pendengaranku
.
Aku merindukan saat aku mendekapmu hangat
Menatap iris hazelmu dari dekat
Mengelus kepalamu yang tertutup jilbab merah muda itu
Merasakan kasih sayang satu sama lain tanpa mengucapkannya
.
Saat kita sudah saling menerima, menyayangi, mencintai..
Kau justru pergi
Meninggalkan dunia ini dengan tubuh berlumuran darah
Dengan kesakitan tiada tara yang masih saja kau tutupi dengan senyuman menawanmu
.
Saat kau menutup matamu
Aku kira kau hanya tertidur
Saat kau tak menyapaku di pagi hari seperti biasa
Aku kira kau hanya sedang beristirahat di rumahmu
.
Sampai aku menyerah untuk berpikir positif
Sampai aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dirimu ditimbun dengan tanah
Sampai aku tak lagi bisa merasakan hangat pelukmu
Tak bisa lagi mendengar suaramu
.
Ingin ku menarikmu dari maut
Ingin ku menggantikan dirimu
Namun semua sudah terjadi
Kau telah pergi dari sisiku
.
Oh Yaya..
Betapa hancurnya diri ini
Andai kau tahu bahwa aku ingin melamarmu di hari itu
Andai kau tahu bahwa aku sangat ingin mengimamimu dan melihatmu tersenyum saat aku terbangun di pagi hari
.
Aku ingin ikut denganmu, Yaya..
Aku ingin bersamamu
Aku ingin selalu mencintaimu di dunia ini
Tapi kenapa kau meninggalkanku sendirian, Yaya?
.
Kembalilah, wahai bidadariku..
Jangan kau buat aku menderita
Apa aku harus bersujud di depan gundukan tanah ini?
Apa aku harus berbaring di samping gundukan ini sepanjang hari?
.
Apa salahku sampai kau mengambil dirinya, Tuhan?!
Apa yang telah aku lakukan sampai orang yang begitu kucintai kau ambil?!
Jika Yaya bisa kembali jika aku membunuh semua orang, aku akan melakukannya!
Jika Yaya bisa kembali jika aku menghancurkan dunia, aku akan melakukannya!
.
Ya Tuhan..
Apa yang kau inginkan?
Kenapa takdir tidak memihakku kali ini?
Apa salahku, ya Tuhan..
.
Aku mohon padamu, Ya Tuhan..
Janganlah kau siksa dia disana
Setidaknya berilah dia kebahagiaan
Setelah ia membahagiakanku disini selama hidupnya
.
Wahai bidadariku..
Janganlah kau bersedih melihatku yang menyedihkan ini
Janganlah kau pikirkan bagaimana nasibku setelah ini
Tersenyumlah, Yaya..
~*oOo*~
Fin Genre 4
~*oOo*~
Okay, ini full dengan puisi hahahahahaha
Jujur, udah lama pengen nulis puisi dan nunjukinnya ke orang-orang.. Tapi, mereka malah ngetawain pas aku baca dengan penghayatan :")
Tapi akhirnya aku dapat 'sedikit' pengakuan dengan ngewakilin sekolah dan akhirnya dapet piagam penghargaan hahahahahahahaha
Yah, sekali lagi terima kasih buat para reviewer sayaaa
Terharu hayati ini hiks..
Oke, cukup sampai disini..
Sekian.
Salam
IntonPutri Ice Diamond
