HAIIIII... Saya Author baru disini :)Salam kenal yaaa...ummm oiaaa... kenalin nama saya Sartika panggil aja Utik tapii terserah lah yang penting nengok kalo dipanggil/gubrakk hehe

Boboiboy @Animonstastudios punya.

tapi Fang itu Sartika punya/dor

Author : Sartika

Genre : romantis(gagal),Friendship,Typo,OOC,BL,Deelel

pair: halitau, fanggem

don't like, don't read

you like?? wellcome

selamat membaca yaa..

chap2

GempaPOV

Ia tau, Taufan itu sangat menyukai Halilintar, teman si Landak Duren itu. entah karna apa? padahal Taufan dan Halilintar itu sering bertengkar. benar kata pepatah Benci sama Cinta itu beda tipis. hihi

drrttt...drrrttt...

ponsel Gempa bergetar tanda ada pesan masuk.

"Bisa bertemu sekarang? ditempat biasa, aku tunggu."

sebuah pesan masuk dan Ia menghela nafas lalu mengetik sebuah Balasan.

sumpah demi apapun Moodnya Langsung Buruk sekarang.

"baiklah tunggu sebentar".

GempaPOVend.

Taufan berjalan menuju supermarket terdekat. tidak disangka dijalan ia bertemu dengan Fang.

"Hai Fang~ mau kemana? tumben sendirian". Taufan menyapanya denganCeria. "Hah memang apa urusanmu Hah?". jawab Fang ketus. "yeeee disapa baik2 malah marah marah, lagi PMS? hihihi". ledek taufan.

"apa kau bilang?". Fang mulai Emosi kawaaan. "duhh galaknyaa, nanti kalo Gempa nolak kamu Gimana?". ceplos Taufan.

"A-apa maksudmu hah?". Fang sebenarnya mendengar dengan jelas. tapi ia berharap ia salah dengar.

"alahh jujur aja Fang, Kau suka sama Gempa kan?, keliatan banget tau ga?". ledek taufan Lagi. "S-siapa bilang?". Fang merona. "Aku tidak bakalan bilang siapapun, apalagi sama Gempa, mau Aku Comlangin?". tawar Taufan.

"benarkah?". Fang merespon dengan waspada. "serahkan padaku, demi kelulusan status Jomlo untuk sahabatku". ujar Taufan berapi api.

FangPOV

"gak bener ni anak". tapi lumayanlah bisa deketin aku sama Gempa... fufufu.

FangPOVend.

TaufanPOV.

disini sekarang aku dan Fang berada di sebuah caffe sederhana. mengobrol tentang Gempa, Ia tau Fang menyukai Gempa dari dulu, karna ia sering melihat Fang menjahili Gempa seperti perhatiannya hanya ingin terpusat padanya saja, Fang yang akan bersikap lebih manis hanya untuk Gempa.

wajar sih aku berfikiran seperti itu, karna aku tau Fang itu orangnya sangat dingin bisa dibilang. sombong dan sangat haus kepopuleran. tapi dibalik itu semua Fang adalah orang yang Baik, super pintar , perhatian dan sopan.

kalian ingin tau kenapa Aku berfikiran atau tau semua itu? / readers mengangguk. okee karna Aku, Gempa, Fang dan Hali itu teman sejak Smp. sampai sekarang kita kelas 11 SMA.

sebenarnya Aku dan Fang cukup akrab, hanya kalau dilingkungan sekolah kita jarang mengobrol atau menyapa. kita hanya berkomunikasi lewat telepon genggam saja. memang aneh, tapi itu kenyataannya.

"jadi sejak kapan kau menyukai Temanku?". tanya ku dengan ekspresi menahan tawa.

"arrggghh... tidak tau, tiba tiba saja perasaan itu muncul dengan seenak jidatnya". jawab Fang.

"hohoho... begitu yaa". jawabku seadanya. "kalau halilintar menyukai siapa?". ceplos ku. aku menggigit bibirku keras keras. sial kenapa bisa keceplosan.

TaufanPOVend.

"kau bilang apa barusan?" tanya Fang balik. "tidak, abaikan saja oke!". ucapnya cepat.

Fang menyeringai. " kauuu...". Fang menjeda perkataanya sontak Ia melihat kearah Fang. "Kau menyukainya Taufan?". lanjutnya.

Taufan mukanya sudah memerah, sedangkan Fang sedang menyeringai. "T-tidak, siapa b-bilang?". elaknya. "mukamu memerah, aku tau Taufan". dan Fang tertawa puas

ditempat lain.

ditaman yang sejuk nan ramai oleh pasangan pasangan yang sedang berkencan. Halilintar sedang duduk dibawah pohon yang lumayan besar dan nyaman ditemani sebuah Gitar dan ia memainkannya dengan lihai, ahh memang tidak sepandai Fang dalam urusan Alat musik yang satu ini.

"apa aku telat?". tanya seseorang dibelakang sana sehingga Ia harus menghentikan permainan gitarnya.

"tidak, duduklah Gempa". ucap Halilintar ternyata orangnya Adalah Gempa, jadi yang mengirim pesan tadi itu ternyata Halilintar.

"ada apa?". Kata Gempa To the Point.

"aku menyukainya" ujar Halilintar.

"sudah kubilang, ungkapkan perasaanmu padanya apa susuahnya?". terang Gempa.

"aku menunggu waktu yang tepat Gempa". balasnya. "hah tunggulah sana, hingga nanti Taufan berpaling pada orang lain dan memilih orang lain daripada kamu Hali". omel Gempa.

Gempa kesal karna ketakutan Halilintar untuk mengungkapkan perasaannya, mau sampai kapan ia akan memendam perasaannya??

Halilintar terdiam memdengar omelan Gempa, benar , bagaimana Kalau Taufannya diambil orang lain?. tidak itu tidak boleh terjadi.

"Hali.. jangan memendam perasaanmu lebih lama lagi, sakit bukan?? akupun merasakannya". Gempa memandang sendu Halilintar.

"kau menyukai seseorang?". tanya halilintar menyelidik. Gempa salah tingkah, mukanya memerah "T-tidak". sargahnya. "lalu maksudmu apa tadi?" halilintar menyeringai. Gemap tidak tahan ditatap curiga seperti itu dan memukul lengan halilintar pelan.

drrrttt...drrrttt...drrrrttt...drrrtttt...

ponsel Gempa bergetar lama, tanda kalau ada yang telpon masuk. ia mengeluarkan Benda tipis itu dikantong celananya.

"Taufan"

nama dari layar ponsel Gempa ternyata sahabatnya. ia ragu untuk mengangkatnya tapii...

ia sentuh layar itu dan menerima panggilan Taufan.

"iya Halo? ada apa Taufan?".

"kau ada dimana Gempa?"

Gempa bingung harus menjawab apa, kalau ia jujur sedang bersama Halilintar itu akan menjadi kesalahfahaman. jadi ia memutuskan untuk berbohong saja.

"maafkan aku Taufan".batin Gempa.

dia akan menyesali perbuatannya ini nanti.

"aku dirumah, ada apa Taufan?".

"tidak , aku hanya ingin tau kau dimana, hehe, ah aku tutup dulu telponnya, pulsaku mau habis".

"ahh baiklah, dahhh Taufan".

"daaahhh"

"aneh sekali". batin Gempa.

"kenapa?" tanya Halilintar.

"tidak, Taufan menelponku, ada yang aneh dengan dia". jelas Gempa.

"aneh kenapa?". tanya halilintar lagi. "tidak tau, seperti sedang menyembunyikan sesuatu". ucap Gempa.

Taufan dan Fang keluar dari Caffe tersebut, Taufan mengajak Fang untuk berkeliling ditaman dekat Caffe. Fang tidak menolak entah karna apa.

Taufan sangat bersemangat sekali bercerita tentang Gempa kepada Fang, karna Fang tertarik Soal Kehidupan Gempa jadi ia merespon dengan baik perkataan Taufan.

"kau tau Fang? Gempa itu jago sekali memasak, aku saja ketagihan, uhh masakannya enak sekali". ujarnya dengan semangat 45.

"benarkah?" Fang tidak percaya dan kagum pada Gempa. "iya". senyum Taufan merekah. Fang tiba tiba berhenti berjalan sehingga membuat Taufan heran dan kebingungan.

"Fang? kenapa kau berhenti tiba tiba sih?". tanyanya Jengkel. bukannya menjawab tapi Fang malah menunjuk sesuatu. Taufan yang penasaran mengikuti arah jari telunjuk Fang. Taufan membulatkan matanya.

"bukankah itu Gempa dan..." , Fang menjeda, "Halilintar". sambung Taufan.

Taufan dan Fang melihat Halilintar sedang menyeringai pada Gempa, dan Gempa yang salah tingkah dan mukanya merona sedang memukul pelan lengan Halilintar.

keduanya syok, orang yang masing masing mereka cintai sedang duduk berduaan dengan mesranya. Fang bahkan menatap tajam sang Sahabat Halilintar.

entah mempunyai dorongan apa membuat Taufan mengambil ponsel dan mencari kontak seseorang yang tidak lain adalah "Gempa"

"iya halo? ada apa Taufan?".

"kau ada dimana Gempa?".

"aku dirumah, ada apa Taufan?"

"dia berbohong". batin taufan

"tidak , aku hanya ingin tau kau dimana, hehe, ah aku tutup dulu telponnya, pulsaku mau habis".

"ahh baiklah, dahhh Taufan".

"dahhhh".

dan disaat itu pula Taufan berlari pulang kerumahnya , sementara Fang menatap tajam mereka berdua dan pergi menyusul Taufan.

TBC

ahh maaf kalo berantakan, Maklum Author baruu... mohon maaf bila alur gajelas, typo dimana mana, ganyambung harap dimaklum...

untuk para seniorku disini boleh minta saran?? hihi

dan terimakasih untuk @ErikaAlvionita atas waktunya untuk memberi tahu tentang dunia Fanfiction

Review please~ untuk author baruu.. wkwk