Chapter 2: Goalkeeper
DI RUANG KLUB SEPAKBOLA……
"Apa jadi kalian belum menemukan kiper baru untuk menggantikan Sai yg pindah sekolah?"
"Iya kapten sepertinya nggak ada anak yg cocok jadi kiper"
"Gawat gimana nih pertandingan antar sekolah kan sebentar lagi" kata Sasuke cemas
"Tenang saja masalah itu serahkan saja padaku. Dalam waktu satu minggu aku pasti bisa mendapatkan pengganti Sai" kata Sakura dengan yakin.
Tentu saja bagi Sakura yang idola para cowok menemukan anggota baru di klubnya sangat mudah. Apalagi dia banyak disukai cowok-cowok di sekolah. Masalahnya hanya menemukan orang yg benar-benar berbakat sebagai kiper.
"OK kalau begitu tolong kamu urus ya Sakura" kata Sasuke lalu langsung mengajak Sakura pulang bersama.
Sudah tiga hari berlalu sejak Sakura berjanji untuk membawakan kiper pengganti bagi klubnya. Tapi belum ada satupun yg pantas jadi kiper. Memang sih banyak yg mendaftar untuk jadi kiper tapi nggak ada yg lulus tes masuknya.
Sial tinggal 3 hari lagi. Gimana ni padahal minggu depan ada pertandingan Keluh Sakura
"Itu loh Kiba anak yg pake kacamata itu. Yang selalu bawa serangga siapa namanya?" tanya Naruto
"Oh dia itu Aburame Shino. Dia memang sangat menyukai serangga bahkan di rumahnya ada ruangan khusus serangga loh" jelas Kiba
"Wah…Hebat dong aku juga ingin lihat" kata Naruto setengah berteriak
"NARUTO!!!" kata Gai sensei (AN: Guru Sejarah) dengan nada marah sambil melempar tempat kapur beserta isinya
HUP…Dengan sigap Naruto menangkap tempat kapur itu beserta isi-isinya
Hebat juga si Naruto dia bisa melakukannya dengan baik tanpa ada satu kapur pun yg jatuh. Eh…tunggu kalau begitu dia adalah calon kiper yg paling cocok. He…he…he akhirnya kutemukan Pikir Sakura sambil tertawa sendiri
Kenapa lagi ni orang? Kok tertawa sendiri? Ino yg duduk disampingnya jadi penasaran
Sakura akhirnya memutuskan untuk mengajak Naruto bergabung dengan klub sepakbola pada jam istirahat
"Naruto tadi reflekmu saat menangkap lemparan Gai sensei bagus sekali loh" puji Sakura
"Ah..nggak juga sebenarnya aku dulu pernah ikut tim baseball, jadi….." kata Naruto dgn muka merah karena habis dipuji oleh Sakura
"Jadi sekarang ini kamu juga sudah mendaftar di klub baseball?" tanya Sakura sedikit kecewa
"Nggak aku belum masuk klub manapun, aku udah bosan dengan baseball. Yah ingin cari tantangan lain"
"Tantangan lain? Kalau gitu masuk klub sepakbola saja ya. Habisnya aku lihat kamu punya bakat jadi kiper sih" kata Sakura dengan nada senang
"Boleh juga menarik. Tapi aku nggak janji ya"
"Nggak apa-apa aku yakin nanti kamu pasti suka. Kalau begitu isi dulu kertas pendaftaran ini. Nanti pulang sekolah aku ajak kamu ke klub untuk tes masuk" kata Sakura dengan antusias
Kenapa sih Sakura dekat-dekat dengan anak baru itu? Pakai tertawa lagi Pikir Sasuke sedikit kesal
Setelah itu Naruto mengikuti tes masuk klub sepakbola. Tes diadakan di lapangan olahraga dimana 10 anggota klub sepakbola secara bergantian menendang bola ke gawang yg dijaga Naruto. Naruto akhirnya lulus tes masuk sebagai kiper dengan hanya kebobolan 3 kali dari 10 kali shoot.
"Naruto kamu berhasil. Selamat ya sekarang kamu kiper utama kami" Sakura terlihat puas
"Eh tunggu dulu aku kan belum bilang setuju"
"Yah..padahal kamu kan punya bakat" Sakura terlihat kecewa
"Aku mau masuk klub sepakbola dengan satu syarat" pinta Naruto
"Apa maksudmu? Syarat apa?" tanya Sasuke dengan nada sedikit kesal
"Aku akan masuk klub sepakbola kalau gadis ini..ah..Sakura-chan mau berkencan dengan ku selama satu hari penuh besok" Naruto berkata sambil menatap Sakura dengan lembut
"APA!!! Aku tidak setuju kenapa harus Sakura? Lagipula pake –chan segala lagi" Sasuke benar-benar sangat kesal
"OK aku setuju" kata Sakura cuek
Huf jadi hanya itu syaratnya. Selamat deh aku pikir dia mau meminta aku jadi pacarnya seperti yg diminta cowok-cowok lain. Boleh juga dia…He…he Gumam Sakura
Nekat juga si Naruto dia berani bilang begitu, mana didepan Sasuke lagi Gumam Kiba
"Pokoknya tidak boleh. Aku kan sudah bilang nggak setuju" kata Sasuke yg sudah sangat kesal
"Eh…Naruto tunggu sebentar ya" pinta Sakura pada Naruto
Sakura lalu menarik Sasuke keluar ruangan klub untuk bicara empat mata
"Kenapa tidak boleh sih? Kita kan sedang membutuhkan kiper baru. Naruto itu kan punya bakat jadi kiper" kata Sakura penasaran
"Yah…karena….Ah pokoknya aku nggak mau kamu kencan dengan cowok yg terlihat berandalan itu" jelas Sasuke
"Dia memang kelihatan berandalan sih, tapi dia itu baik kok. Lagi pula pertandingan semifinal sebentar lagi dan kita belum mempunyai kiper pengganti" Sakura membujuk Sasuke
"Pokoknya kamu nggak boleh pergi dengannya karena aku….aku…"Sasuke tidak bisa meneruskan kata-katanya
"Aku apa? Lagian hanya satu hari kan? Masih untung dia tidak minta aku jadi pacarnya" pinta Sakura
"Huh…terserah kamu deh" jawab Sasuke dengan nada yg masih terdengar kesal
Akhirnya mereka kembali ke ruang klub dan Sakura menjelaskan kalau Sasuke sudah setuju dengan syarat itu.
"Baiklah Sakura-chan kalau begitu kita bertemu di taman hari minggu besok jam 9 pagi ya" pinta Naruto
"OK. Eh ngomong-ngomong selain Hinata kamu itu orang pertama yg panggil aku Sakura-chan loh" kata Sakura sambil tersenyum manis pada Naruto
"Kalau begitu sampai disini saja kegiatan klub kita" kata Sasuke selaku Kapten
"Ayo pulang Sakura" Sasuke langsung menarik tangan Sakura
"Ah…Bye-bye Naruto sampai besok ya" kata Sakura sambil melambaikan tangan pada Naruto
Sementara itu diperjalanan pulang Sakura berada dalam pikirannya sendri
Huf…tadi Sasuke-kun seperti kelihatan cemburu. Andai saja dia betul-betul cemburu. Eh….apa sih yg kupikirkan yg disukai Sasuke kan Ino bukan aku. Waktu itu saja dia memeluk Ino yg sedang menangis(AN: penjelasan mengenai kejadian ini akan di jelaskan pada chapter terakhir)
Sementara itu Sasuke juga sedang larut dalam pikirannya sendiri
Sakura kau ini pintar nggak sih? Masa kau nggak sadar kalau aku suka padamu. Apa dia pura-pura bodoh ya?
