Chapter 6: Jealous

Beberapa hari kemudian pada jam istirahat disekolah …………..

"Dasar Sakura kemana dia sih dia? Kok belakangan ini dia selalu menghilang pada jam istirahat" keluh Ino

"Kok Naruto nggak ada lagi sih? Kemana dia?" tanya Kiba pada Shikamaru

"Entahlah….." jawab Shikamaru cuek

Aneh kenapa belakangan ini Sakura dan Naruto selalu menghilang pada jam begini? Apa yg mereka lakukan? Gumam Sasuke

"Hei Sasuke kau sudah putus dengan Sakura ya?" goda Neji yg tiba-tiba datang

"Apaan sih kami kan nggak pernah pacaran kok putus sih?"

"Oh berarti yg tadi itu pacarnya ya?"

"Pa…pacar apa maksudmu?"

"Tadi kami lihat Sakura-san bareng cowok di belakang gedung olahraga lama" kata Lee yg terlihat kesal

"Cowok? Siapa?" tanya Sasuke penasaran

"Itu loh yang jadi kiper kalian waktu pertandingan semifinal beberapa hari yg lalu" tambah Tenten

"Hah dia bareng si Naruto lagi!" Sasuke sangat terkejut

"Sst…. Tenang sedikit Sasuke bisa gawat kalau ketahuan yg lain. Sakura kan populer" Ino berusaha menenangkan Sasuke

"Eh dari pada penasaran gimana kalau kita cek aja sekarang apa yg mereka lakukan" ajak Neji

Mereka akhirnya memutuskan untuk menyelidiki apa yg dilakukan Sakura dan Naruto pada jam segini

"OK kita berpencar. Aku dan Tenten kesana, Ino dan Hinata kesana, lalu Lee dan Sasuke kesana" perintah Neji

"OK"

Sementara itu Naruto dan Sakura……………

"Miauw…..miauw….miauw"

"Nggak terasa dia sudah tambah besar ya" seru Sakura kegirangan

"Tentu saja kan kita memberi dia makan tiap hari he..he" Naruto tertawa kecil sambil terus memperhatikan Sakura

"Tatsuya pintar cup-cup" Sakura terus tertawa memegang kucing yg mereka pelihara berdua itu

"Eh Sakura chan" kata Naruto tiba-tiba

"Apa?"

Sementara itu Sasuke dan yang lain…………….

"Miauw…..miauw….miauw"

"Eh sepertinya aku mendengar suara anjing deh" kata Lee polos

"Kau itu bego ya itu kan suara kucing. Sejak kapan anjing bisa bilang miauw" keluh Sasuke

"Ng…. anu Sasuke-kun" Hinata menghampiri mereka

"Sudah ketemu?" tanya Sasuke

"I..itu disana" kata Hinata sambil menunjuk ke tempat yg sepertinya tempat kucing itu berada

Kembali ke Sakura dan Naruto…………….

"Sakura-chan apa kau sudah jatuh cinta padaku dan bersedia menjadi pacar sungguhanku?" tanya Naruto serius

"Eh…..itu…" wajah Sakura mulai memerah dia belum sempat melanjutkan kata-katanya

"Sakura ternyata kau disini" kata Sasuke sambil mendekati mereka yg diikuti dengan yg lain

"Loh kenapa kalian ada disini?" tanya Sakura heran

"Kenapa katamu? Belakangan ini kau selalu menghilang pada jam segini siapa coba yg nggak penasaran" kata Ino sambil melirik Sakura dan Naruto

"Apa yg kalian lakukan disini? Kalian nggak berbuat yg macam-macam kan?" tanya Tenten

"Ya nggak lah. Kami hanya datang kesini untuk memberi makan kucing ini" kata Sakura sambil menunjuk ke arah kucing kecil itu

"Ah lucunya…" Ino dan Tenten langsung mendekati kucing lucu itu

"Terus kenapa kau nggak bilang tentang ini? Kita kan sering pergi dan pulang bareng" kata Sasuke

"Itu karena aku yg minta" jawab Naruto tiba-tiba

"Ah kan bisa gawat kalau ketahuan Ibiki sensei. Iya kan Naruto?" Sakura berusaha menenangkan Sasuke yg kelihatan makin kesal

Sementara itu Kiba, Shikamaru, dan Chouji yang mengikuti Sasuke dan yg lain karena penasaran…..

"Loh itu kan si Naruto? Sedang apa dia dengan geng Sakura" seru Kiba sambil menunjuk ke arah Naruto dan yg lain

"Mana-mana? Nyam-nyam" tanya Chouji sambil terus memakan snacknya

Kembali ke Naruto dan geng Sakura…………

"Miauw…..miauw….miauw"

"Kenapa kau melihatku seperti itu? Kau cemburu dan ingin memukulku?" kata Naruto melihat Sasuke yg sedang terbakar api cemburu

"Kau!!!" Sasuke terlihat semakin marah

"Sasuke sudah hentikan" Neji berusaha menenangkan Sasuke

"Lepas…. Biar ku hajar bocah brengsek ini" Sasuke berusaha melepaskan diri dari Neji

"Sasuke-kun" Sakura tidak tahu harus berbuat apa

"Loh Naruto apa yg kau lakukan disini?" tanya Shikamaru

"Chouji, Shikamaru, Kiba kenapa kalian bisa ada disini?" tanya Ino kaget

"Kami mengiku………" belum sempat Chouji meneruskan kata-katanya Kiba langsung membungkam mulut Chouji

"Sst jangan bilang dong bodoh" Bisik Kiba

"Huh cowok brengsek yg hanya bisa membuat cewek menangis sepertimu jangan sok jadi pahlawan" Naruto juga mulai marah

"Apa maksudmu?" Sasuke terlihat makin geram

"Jangan sok suci deh, kamu kan yg……" Naruto makin marah

"Naruto! Sudah hentikan" Sakura memotong kata-kata Naruto

"Jangan lupa pertandingan final tinggal 3 hari lagi. Kalau kalian bertengkar akan sangat berpengaruh bagi yg lain" tambahnya

"Hm… kamu benar. Ayo pergi dari sini" Sasuke sudah mulai tenang

"Ah gawat itu Ibiki sensei dan Kakashi sensei" kata Lee sambil menunjuk ke arah Ibiki sensei dan Kakashi sensei

"Aduh gimana nih" semuanya kelihatan panik

"Oh iya bagaimana dengan kucing ini?" kata Sakura sambil mencari tempat untuk menyembunyikannya

"Loh sedang apa kalian disini?" tanya Ibiki sensei

"Apa kalian sedang berkelahi?" tambahnya saat melihat Naruto dan Sasuke yg masih kelihatan emosi

"Ah nggak kami cuma sedang…." Belum selesai Naruto meneruskan kata-katanya tiba-tiba……

"Miauw…..miauw….miauw"

"Anak kucing?" tanya Ibiki sensei

"I…iya ka….kami sedang menjaga kucing ini" kata Kiba gugup

"Lucu sekali kucingnya. Siapa namanya?" tanya Kakashi sensei sambil memeluk kucing itu

"Jadi cuma kucing ya. Huf aku pikir ada apa?" Ibiki sensei melihat kucing lucu itu

"Eh…." Semuanya kelihatan kaget

"Kenapa kalian? Apa kalian pikir aku terlalu sadis sampai nggak suka makhluk selucu ini?" kata Ibiki sensei melihat mereka yg kelihatan sedang keheranan

"Ah nggak kami cuma……"

"Wah kalian nggak tahu sih di rumah Ibiki sensei kucingnya ada 5 loh" seru Kakashi sensei

"Hah?"

"Kenapa bengong cepat masuk ke kelas kalian sudah hampir terlambat tuh" perintah Ibiki sensei

"Ba….baik bye-bye sensei" seru semuanya

Saat pulang sekolah di Klub Sepakbola…….

"Jangan lupa ya kita ada pertandingan final 3 hari lagi" kata Azuma sensei

"Baik pelatih"

"Ya sudah latihannya sampai disini saja ya"

"Bye-bye pelatih"

"Ah Sakura kemari sebentar aku mau bicara" seru Azuma sensei

"I…iya"

"Sakura aku tunggu di depan gerbang ya" seru Sasuke

"OK"

Saat menuju gerbang…….

"Naruto aku mau tanya satu hal" Sasuke menghentikan langkah Naruto

"Apa?"

"Cewek yg kubuat menangis itu maksudmu Sakura? Apa dia pernah menangis karena aku?" Sasuke terlihat sangat cemas

"Masa kau nggak tahu kalau waktu kami bolos bersama itu karena dia sedang menangis?"

"Apa! Aku tidak tahu hal itu"

"Aku juga nggak tahu kenapa waktu itu dia menangis? Tapi sepertinya kamulah penyebabnya"

"Apa maksudmu? Kenapa aku penyebabnya?" tanya Sasuke heran

"Masa kau nggak sadar sih kalau dia selalu memperhatikanmu"

"Eh?"

"Sebenarnya aku nggak mau mengakuinya, tapi itulah kenyataannya" Naruto terlihat sedih

"Tapi kenapa belakangan ini dia seperti menjauh dari ku. Memang sih kami masih sering pulang-pergi bareng tapi……"

"Aku tidak tahu apa yg terjadi tapi pasti ada sesuatu yg dia sembunyikan"

"Ya sepertinya begitu. Eh Naruto….."

"Ng?"

"Terima Kasih ya"

"Huh jangan berterima kasih padaku karena aku belum menyerah. Aku akan terus mengejarnya sampai dia memilih salah satu dari kita" kata Naruto sambil tersenyum

"Iya… eh Naruto"

"Kenapa?"

"Seandainya dia memilihmu pun, aku akan senang untuknya karena dia sudah menemukan seorang cowok baik hati yg selalu siap melindunginya" kata Sasuke sambil tersenyum pada Naruto

"Ya kita akan bersiang dengan adil" kata Naruto sambil bersalaman dengan Sasuke

"Wah setelah tadi hampir berantem sekarang akur nih cieee" goda Neji

"Itulah persahabatan laki-laki so nice" kata Lee yg berada dibelakang Neji

"Na….Naruto kun, Sasuke kun sampai ketemu besok ya, b…bye bye" kata Hinata malu-malu

"Ah iya sama-sama" kata Naruto sambil tertawa kecil melihat tingkah Hinata

"Hinata kenapa kamu jadi tegang begitu" goda Tenten

"Hei Naruto ayo pulang" ajak Kiba dan Chouji

"O..OK"

"Bye-bye Sasuke" seru Kiba

"Loh si Shikamaru kemana?" tanya Naruto ketika melihat Shikamaru nggak ada

"Oh kalau dia sih….." Kiba tidak dapat meneruskan kata-katanya Shikamaru sedang menuju ke situ dengan Ino

"Loh kok kalian bisa berdua?" tanya Naruto

"Ah nggak aku ada perlu sama Shikamaru" jawab Ino malu-malu

"Kami hanya mau pergi ke toko bunga di dekat rumahku" jelas Shikamaru

"Oh aku pikir kalian…." goda Naruto

"Kami apa? Dasar merepotkan" Shikamaru terlihat canggung

"Ino, jadi kamu lebih memilih cowok pemalas ini dari pada cowok-cowok yg jadi fansmu itu ya?" kata Shino yg seperti setan sudah berdiri dibelakang mereka

"Hiiiiii sejak kapan kau disitu? Bikin kaget saja aku pikir setan" Naruto terlihat terkejut

"Masih mendingan cowok pemalas daripada cowok serangga" ejek Shikamaru

"Apa maksudmu ngajak berantem ya?" Shino jadi kesal

"Nggak ah berantem itu merepotkan sih" seu Shikamaru cuek

"Huh malas bertengkar denganmu"

"Loh Sakura mana kok nggak kelihatan?" tanya Ino

"Dia dipanggil Azuma sensei" jelas Sasuke

"Sasuke bye-bye" kata beberapa fans Sasuke yg lewat di depan mereka

Sasuke mengingat kembali kata-kata yg pernah di ucapkan Sakura padanya

"Sasuke, jangan seperti itu dong kalau ada yg memberi salam padamu harus kamu balas sambil tersenyum"

"Kenapa aku harus pakai senyum segala, nggak mau ah"

"Huh kamu ini, perlihatkan sedikit senyummu itu pada orang lain"

………………………

"Ah iya sama-sama" Sasuke membalas salam fans girlnya sambil tersenyum

"KYAAAA Sasuke tersenyum" seru fans girlnya

"Sasuke kamu nggak lagi sakit kan?" ujar Neji sambil menaruh tangannya di dahi Sasuke

"Apa-apaan sih" Sasuke menepis tangan Neji

"Uchiha Sasuke tersenyum pada fans girlnya? Wah mimpi apa aku semalam" goda Kiba

"Kiba!" kata Sasuke dengan wajah merah

"Ya sudah kalau begitu kami pulang dulu ya. Bye bye Sasuke" seru Ino dan yang lain

"Ah iya bye bye" balas Sasuke pada semuanya

"Loh Shikamaru ngapain kamu? Ayo cepat tokonya sudah mau tutup" Ino menarik Shikamaru