"huhuff !" hembusan nafas berat dikeluar hakyeon yang harus lakukan hanya membaca tiap berkas sudah penuh dimeja tak hanya baca ia juga mendengarkan setiap nasehat diucap oleh taekwoon dan tanda tangan .
mangka dari itu hakyeon mencoba tenangkan dirinya sendiri melalui sandarkan punggungnya ke kursi dikrektur, appa ia miliki ini..
berbeda sekali dengan berada di cafe dan salon miliknya..
"bosan! apa kau tidak merasa bosan taekwoon?" tanya hakyeon sendu
"Tidak, suatu nanti kau merasa enjoy karena terbiasa hakyeon" jawab taekwoon berada samping kiri hakyeon.
"apa kau tidak merasa lelah, sejak tadi kau berdiri di samping ku ? dan menesahati ku, istirahat lah". ucap hakyeon penuh lirih .
"Hidup mu, seperti appa kaku!" sambung hakyeon lagi.
namun kini beranjak pindah dari meja kerja ke sofa panjang. biasa digunakan menerima tamu,
Ruang presiden direktur diberi warna serba putih, yang di desaign yunho itu. sebetulnya sangat memberikan kenyamaan orang didalam bahkan ada ruang kamar tidur . juga ruang interior kesan minimalis namun tidak ketinggalan kesan mewah juga modern.
"tetapi appa berubah, ketika ia bersama umma.. ia menjadi" sendu hakyeon sambil memegang bingkai foto letaknya meja kecil sebelah kanan hakyeon.
"Kau merindukan ?" tanya taekwoon. mendekati hakyeon dan menaruh tangannya ke bahu,
Hakyeon mendonggak kan kepalanya lalu menggaguk kan.
Air mata hakyeon berlinang, hanya bisa dilakukan taekwoon adalah mengelus bahu hakyeon.
"Istirahatlah, karena jam tiga sore.. kita ada rapat " ucap taekwoon
"baiklah! terima kasih" ucap hakyeon lalu beranjak berdiri dan meninggalkan taekwoon sendiri .
taekwoon hanya melihat punggung hakyeon, dari belakang .. seketika hakyeon berbalik dan menatatap taekwoon sudah membeku seperti patung. tak lama taekwoon sadari dari melamun nya saat hakyeon mengajak nya istirahat
"Taekwoon, kau juga harus butuh istirahat" ajakkan hakyeon sudah sedang memegang tangan kanan taekwoon sejak tadi.
"Ya, kau saja dahulu.. nanti ku menyusul" ujar taekwoon dengan senyum. sembari menatap kedua mata hakyeon yang kini sudah tiada ia temukan air mata.
hakyeon buru meninggalkan taekwoon telah lebih memilih kembali ke meja kerja.
"Waah! appa memang daebak .." puji hakyeon, matanya terkejut melihat ruang kamar yang di desagin appanya itu. hakyeon menyukai..
dia merasa sedang berada kamar milik nya .
pintunya, dibiarkan hakyeon terbuka.sedangkan dirinya merebahkan tubuh sembarangan.
sedangkan Taekwoon sibuk hingga dirinya teringat ucap istri yunho tidak lain adalah ummanya juga.
flash back..
"Jagalah dia ya, taekwoon!"
"iya umma, taekwoon pasti jaga hakyeon!" ucap patuh taekwoon
"Terima kasih kau memang, anak laki umma selalu andalkan" ujarnya sambil mengelus rambut taekwoon
"tetapi umma, hakyeonie kenapa ?" tanya taekwoon sambil menatap mata umma nya
"suatu nanti taekwoon sudah dewasa, taekwoon menemukan jawabnya. ya anak umma !" jawab nya.
off (flash back)
"Tok, tok, tok !"
Taekwoon, pun tersadar dari melamun nya ..
"umma! aku saja tidak menemukan jawaban itu setelah ku dewasa" suara gusar taekwoon. setelah ini ia lagi melanjutkan membaca berkas dan tanda tangan.
"ya, silakan masuk" ucap taekwoon
Yang persilakan seorang diluar sejak tadi menunggu jawaban, untuk masuk ruang presiden dikrektur.
"Pak ini, hasil rekapnya dan bekas ini jadi bahan prestasi kita yang nanti kita rapatkan jam tiga sore" ujar penjelasan seorang sekretaris sambil menyerahkan berkasnya kepada taekwoon.
"ouh! iya baik, kau persiapkan semua " perintah taekwoon
"Sudah pak! semuanya, tinggal menunggunya" jawabannya, sambil membungkuk kan hormat. beberapa menit sekretaris berdiri tegak, sebelum meninggalkan ruangan. Juga
Taekwoon sekedar beri senyuman untuk jawaban "Ya" kepada sekretaris..
"wooaahhua..! Sudah jam berapa ini taekwoon
dan berapa lama ku tidur ?" tanya hakyeon
dalam menguap sambil menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal. itu membuat rambutnya berantakan
"Hah, hyung.. hakyeon kau disini ?!"
ujar sekretaris kejut nya.
"Ya! kau kenapa tidak memberitahu ku, bahwa kau kerja disini dan sebagai sekretaris handal ku eouh?" tanya hakyeon panjang lebar sekaligus puji hakyeon kepada temannya tak lain sekretaris nya
"aah, hyung.. oups..!!! maksud ku dikrektur, juga terima kasih pujian nya" ucap sopan nya.
"sama sama, tidak apa apa.. panggil saja aku hyungmu seperti biasa , ku sudah menganggap mu sebagai
dongsaeng ku sendiri" jelas hakyeon dengan senyum
"tidak, baiklah.. pak dikrektur. hyung" jawab Taehyung sembari membalas senyum hakyeon.
"arghrm hrmm!! hock.. sekarang jam setengah tiga sore hakyeon dan kamu telah tidur .." sambung taekwoon
"hhm, kalau begitu saya permisi dahulu.." pamit Taehyung tak lupa ia kembali membungkuk kan badan hormat kepada hakyeon juga taekwoon.
(pintu tertutup)
meninggalkan sisa dua orang lagi, yaitu Taekwoon dan Hakyeon
"aah! maafkan ku taekwoon, apa ada yang harus ku tanda tangani lagi?" - hakyeon
"tidak ada hakyeon, karena sudah ku selesaikan tandai berkas ini" jelas taekwoon
oh! lalu mana berkas harus ku pelajari, karena kau katakan kita kan rapat bukan ?" - hakyeon
"..." taekwoon,
pun memberikan berkas dipelajari hakyeon dalam rapat pertama nya. hakyeon melangkah mendekat meja kerja untuk mengambil berkas .
"Duduklah disini," perintah Taekwoon kepada hakyeon
sambil menujuk jari telunjuk ke kursi direktur dia (Taekwoon) duduk juga sebelumnya. Hakyeon pun patuh menurut perintah, Sedangkan Taekwoon pergi ke kamar tidur yang ditiduri Hakyeon. tanpa ada satu percakapan keduanya, setelah Taekwoon keluar dari kamar.
"Pakai lah jas ini, ku tidak ingin melihat mu penampilan seperti ini.. berantakan" - Taekwoon
Sambil menyerahkan jas sudah dia persiapkan jauh hari. Jika ada keadaan ini, karena Taekwoon hafal betul kebiasaan dan sifat hakyeon. Dia beli sendiri bahkan memilih nya, untuk Haekyon
"Ouuh! Baiklah," patuh Hakyeon lagi
Hakyeon beranjak dari kursi, menghampiri Taekwoon
Mengambil jas itu. ia melepaskan jas miliknya dan mengganti jas dibawakan oleh Taekwoon, dihadapannya. Itu membuat jantungnya (Taekwoon) kembali berdebar cepat. Hakyeon yang tergesa - gesa, mengambil berkas di meja kerja, dipegang berkas itu ditangan kirinya. Hingga tanpa sadar melupakan menata rambutnya berantakan sebab tidur.
"Ayo! Taekwoon, kita hampir telat.." ajakan Hakyeon,
lalu menggandeng tangan kanan Taekwoon.
"Tunggu, Hakyeon.. Rambut mu" ucap Taekwoon
Taekwoon pun hempas gandengan ajakan Hakyeon halus yang diberikan untuknya. Kedua tangan Taekwoon pun dengan sigap merapikan rambut Hakyeon. Di tatap Hakyeon sangat jeli,
"Kau tersenyum, Jung Taekwoon?!" - Hakyeon
"Hah, tidak" bantahan Taekwoon
"Ini pertama, kembali lagi kau tersenyum dihadapan ku Taekwoon" tutur Hakyeon, lalu ia senyum
"Sudah - sudah, ayo!" tutur Taekwoon,
dijawablah hakyeon hanya sekedar anggukkan kepalanya mentandakan bahwa setuju dan berlalu kedua anak jung beranjak ke ruang rapat. disana sudah sedia kan, tapi sebelum sesampainya. Hakyeon juga taekwoon. memasuki lift membawa mereka keruang rapat berada di lantai sepuluh, perusahan Cassiopeia.
(Suara ketukan tombol lift) dilakukan Taekwoon
Clang (bunyi lift terbuka)
Dan Taekwoon lagi menekan tombol angka sepuluh, menghasilkan bunyi tombol lift,
"..." Hakyeon,
milirik taekwoon yang berdiri sejajar itu
"ada apa, hakyeon.. karena kau dari tadi melirik ku, eouh hhm ?!" tegur taekwoon
"tidak ada, memangnya kenapa. ku tidak boleh melirik mu sesuka eouh, ?" ketus hakyeon
"ya boleh!" jawab singkat taekwoon
namun pandangan tetap kedepan
brukk! lift terhenti tak semestinya,
(lampu lift berkedip) dengan sigap Taekwoon menekan
tombol speaker untuk panggilan darurat.
"hallo!!! apa kalian bisa melihat ku dan mendengarkan, ku menggunakan lift dari ruang presiden dikrektur . lift ini rusak!" suara taekwoon mulai bergetar, raut mukanya juga panik..namun berusaha tenang
"ya, pak! saya kerahkan karyawan untuk memanggil orang perbaiki lift dan mengeluarkan pak"
jawaban seorang operator Lift dari speaker juga kamera pantau
" oh tidak, jangan ku mohon " doa hakyeon penuh penghayatan. Ia menutup kedua matanya
(lampu lift, pun mati)
"taekwoon!!" panggil hakyeon, terkejut saat telah berdoa lift ya ia masuk sekarang , mati lampu .
"Taekwoon, katakan pada ku.. ku disini taekwoon. ku bersama mu" teriak panik hakyeon.
Hakyeon pun mengluarkan handphone miliknya dan menekan senter berada ponelsnya.
"huhukk!" - taekwoon
Hakyeon menemukan taekwoon, sudah duduk di sudut lift.kedua kakinya dilipat sikut kepalanya dia tunduk kan, badan nya bergetar hebat dan paruh suara nafasnya sangat cepat. tanpa panjang pikir hakyeon langsung menghampiri taekwoon memposisikan sama , selanjutnya dipeluk lah taekwoon tanpa memikir lagi berkas penting sudah jatuh, entah ke mana mana ..
"tenang, ku disini.. berhemat lah nafas ya! kau mengerti " ucap hakyeon, mengelus dada taekwoon
tangan kanan hakyeon memindahkan handphone nya ke tangan kiri untuk mengoperasikan ponsel
"Taekwoon, cahaya!" ucapnya lagi, mengerak kan ponselnya ke sembarangan arah , hakyeon tersenyum. ketika ia mendapatkan senyum taekwoon lagi.
"pak! apakah kau mendengarkan ku ?" tanya seorang dari luar
"yayaya! cepatlah buka, taekwoon phobia gelapan " teriak hakyeon panik
"..." taekwoon
menatap hakyeon penuh arti seakan dia ingin bicara tapi membisu bahasa hanya dia lakukan mengelus hakyeon, masih berpeluk kan. layak ibu dan anak mengantungkan lengan nya ke leher atau bahu, ibunya (Hakyeon). namun posisi duduk .
"Ya! taekwoon, sebentar lagi kita keluar.. ku berjanji" kalimat hakyeon
(suara lift terbuka, terpaksa)
cahaya dari luar mengisi seluruh lift didalam.
"hakyeon?!" panggil seorang,
ekspresi terkejut nya namun tidak melunturkan ketampan nya tetap saja terlihat cool jika memandangnya.
"dikrektur!" panggil seorang karyawan
"ouh"
"pak sekarang, " suara pegawai perbaiki lift juga karyawan hakyeon juga taekwoon.
"ouh! yaya.. baiklah" tutur hakyeon, bersamaan melepaskan peluk kan nya dia berikan untuk taekwoon, hakyeon berdiri.
"Ayo! taekwoon," sambung hakyeon, melunjurkan tangan kanan nya pada taekwoon untuk segera berdiri seperti dirinya .
"..." taekwoon,
pun berdiri dengan berpegang tangan hakyeon, tapi selah itu taekwoon melepas genggaman tangan ke hakyeon. taekwoon bergegas mengambil berkas jatuhkan hakyeon.
Hakyeon dan taekwoon sudah mendapatkan berapa banyak orang telah mengkhawatir kedua anak pemilik perusahan Cassiopeia ini. termasuk seorang yang memanggil nama hakyeon , sejak tadi berdiri tegap berada didepan pintu lift, sedangkan samping nya adalah dua pegawai perbaiki lift, berhasil terbuka.
"..." Taekwoon,
ekspersinya berubah menjadi serius sekali.
ada tanda meninggalkan rasa tidak suka taekwoon terhadap orang memanggil hakyeon baru saja.
bersambung...
Hallo! Kakak Kakak, readers..
kuis pertama ya!
1. Siapa dimaksud yang ada kata "dia" berada di chapter 3 cherry Blossom, membuat ekspersi Taekwoon serius?
kirim segera jawaban dan menangkan pulsa 100 ribu
cara menang giveway adalah
- pulsa 100 ribu diperuntukkan satu pemenang
- setiap kuis nya diperhitung jawaban benar berapa, jadi ikut cerita nya
- giveway khusus wilayah Indonesia ya
- terakhir dan penting adalah diacak pemenangnya
*giveway dilihat berapa orang mengikuti nya ya, bisa sewaktu hangus*
klu kuis pertama : Dia bisa katakan kaya diantara member VIXX lain nya, kerjaan nya distudio kelahiran nya 93
mudah kan ?!
