- Opening -

Halo minna-san! Saku telah kembali dengan chapter 2!

Sebelumnya Saku minta maaf nih, banyak kesalahan fatal di fic chapter sebelumnya. Bagi yang membacanya teliti, dapat ditemukan beberapa typo.

Diantaranya adalah :

1.'..Mereka berdua berjalan di koridor kelas 2 SMA VocaGakuen itu...'

Kalimat ini menunjukan bahwa Rin dan Miku adalah siswa kelas 2 SMA. Tetapi terjadi kesalahan di bagian pengisian biodata, yaitu :

'Class : XII A' Menunjukan kelas 12, yaitu kelas 3 SMA.

Jadi seharusnya adalah XI A yaitu 11 A.

2. "Umm.. Banana split nya 2, Jus Pisangnya 2 juga ya mbak.. jawab si pria.

Seharusnya : "Umm.. Banana split nya 2, Jus Pisangnya 2 juga ya mbak..(") jawab si pria.

3. 'Home : Callifornia Street 2, Crypron Future Estate'

Seharusnya : 'Home : Callifornia Street 2, Crypton Future Estate'

Saku mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada readers (aktif maupun pasif) dan jika ada kesalahan yang lainnya mohon segera lapor (melalui review) di chap sebelumnya maupun chap 2 ini.

- Percakapan Abal-abalan -

Saku : GOMENNE MINNA, SAKU BARU UPDATE HARI INI.. T_T

Rin : Lama amat sih, Sakunobaka! Udah 2 minggu lebih nih!

Saku : Gomen banget Rin-sama.. Saku nya lagi ujian tengah semester, jadi sok sibuk deh *pundung dipojokan*

Rin : ..udah gue bilang, JANGAN MANGGIL GUE PAKE EMBEL-EMBEL –sama! *nodongin pisau*

Si Pria : O-oy...!

Saku : *glek* eehh? Heh elo!

Si pria : *bingung* Gue?

Saku : Iya elo! Siapa lagi? Ngapain elo disini?!

Si pria : Hmm, jalan2 ajah..

Rin : Eh? Ini kan..

Saku : Rin-chan, belum saat nya tau ini siapa... *nyingkirin si pria* Saa, minna-san, karena readers kayaknya penasaran siapa sebenernya si 'pria' itu, maka Saku akan beri 'hint' buat kalian nih... Hint nya ada di chap 2 ini :D

Rin : Rin dikasih tau kan? *mata berbinar2*

Saku : Nggak

Rin : ... *bunuh Saku*

*adegan di sensor*

Miku : eh Rin! Jangan dibunuh dong, ntar yang lanjutin fict ini siapa dong? *khawatir*

Rin : Iya juga sih..

Saku : Mikuu, kau penyelamat kuu~ *nangis bahagia*

BUG *readers udh tau kan sfx apa ini*

Si pria : Abaikan mereka, readers! Mending baca aja ya review nya =.= jeng jeng!

- Reply Review -

To Kuro Rei-chan

Ciao, Rei-chan..! Salam kenal, saya Saku..newbie in here :D

Masalah cowok nya siapa, di chap ini akan ketahuan siapa sebenarnya cowok itu. Apakah Len? Rei? Ren? Atau siapa? Silahkan baca chap 2 ini ya~

Arigatou sudah menyukai fic ini :D

To akanemori

Ciao, akanemori-san.. Terimakasih sudah me review fic ini! XD

Ini sudah update kok chap 2 nya.. maaf telat ya :D Masalah cowok nya siapa ada di chap ini kok, dibaca ya! :)

Hati-hati maksudnya apa aka-chan?

Arigatou gozaimasu~

To Guest 93 (Guest)

Hai Guest-san.. (manggil kyk gini gpp kan?) Terimakasih sudah mereview walaupun tidak memakai akun pribadi..

Penasaran apa penasaran? Kepo deh :P hahaha, cowok nya udah ada hint loh sebenernya di chap 1, tapi belum pasti. Di chap ini akan ketahuan kok siapa cowoknya, jadi dibaca ya ch 2 nya ! XD

Arigatou gozaimasu~

To Kagamine Laras (Guest)

Wih, ada keluarga Kagamine nih disini..! #plakk

Hai Laras-chan, trims atas review nya! Penasaran juga ya siapa cowok nya? Hehe :D saya sudah menyiapkan hint nya di chap ini! Enjoy it :P

Wah, sepertinya memang cerita ini bakalan panjang. Diperkirakan sampai 10 chap lebih :D mohon review nya ya Laras-chan! Kalau anda memang punya akun, pake akun aja reviewnya #saransaja.

Arigatou gozaimasu~

To wu (Guest)

wu wu wu! Halo…wu? Panggilannya wu nih? Atau cuman inisial saja?

wu-kun, thanks for the review..! Humour ya? Padahal humor disitu agak garing loh T_T ya kalo readers ketawa, ya syukur lah, bisa jadi penghibur.. :D keep calm and review this chap, okey!

Ini sudah update ch 2 nya! :D Silahkan di bacaa :P

Arigatou gozaimasu~

To Yami Nova

Hidup TELADAN! Yeaahh! #disumpel

Len : bobol apaan? Gue ga ngapain2 tuh =.=

Saku : -_-

Masalah pria ni siapa akan dibahas di chapter 2 ini, dibaca ya Nova-san! Yang shota itu banyak loh XD apakah cuman Len saja? XD (Len : Lu ngomong shota lgi, gue sumpel pake sepatu!)

Arigatou gozaimasu~

.

Terima kasih atas review nya minna-san, terima kasih juga kepada pembaca pasif yang mungkin tidak bisa me-review.. but keep reading yeah!

Enjoy~

.

.

.

.

.

Di CCTV itu terlihat seorang pria memakai baju kemeja hitam dan celana panjang hitam berjalan menuju gerbang. Disaat itu lah ia mengebell mansion dan keluarlah seorang butler itu. Ia memberi sebuah bungkusan yang sekarang sudah ada ditangan Rin.

"Pause!" kata Rin sambil menunjuk bagian pria itu memberi bungkusan.

"Tidak mungkin! Saya yakin sekali kalau pria itu berambut kuning dan bermata biru! Ya kan, Gumi-san?!" ucap si Butler jujur. Gumi juga mengangguk. Rin makin heran.

"Kalau dia berambut kuning, mengapa di CCTV adanya pria berambut hitam?" tanya Rin heran.

Seketika suasana di ruangan itu hening. Mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri.

Bagaimana bisa cowok yang berambut kuning terlihat di kamera berambut hitam?

Siapa kah sebenarnya dia?

.

.

.

.

.

Ghost no Maou

Vocaloid © Crypton Future Media

Adventure, Fantasy, Humour, Romance and Supernatural

Warning! : OOC, Fast Timeline, Typo(s), Humor Garing, Abal-abalan, Kalimat Komunikatif.

Don't Like, Don't Read!

.

.

Chapter 2 : My Birthday, DAFUQ!

.

.

.

.

.

"Ohayou anak-anak..!" kata Lily-sensei sambil memasuki ruangan kelas. Dengan serempak dijawab oleh murid kelas XI A.

"Ohayou Lily-sensei.."

Lily-sensei = Wali kelas XI A, Single, Guru Biologi, Ceria & Periang, Kadang-kadang suka ketawa-tawa sendiri XD

"Minna, hari ini kita kedatangan 2 murid baru sekaligus dari... dari mana ya? Sensei lupa.." kata Lily-sensei, sekejab murid XI A gubrak (?). "Oh iya silahkan masuk!"

Lalu 2 murid baru itu pun masuk. Rin belum terlalu memerhatikan, masih sibuk dengan pikirannya mengenai masalah tadi pagi.


Flashback On

"Kalau dia berambut kuning, mengapa di CCTV adanya pria berambut hitam?" tanya Rin heran.

"Saya yakin banget! Rambutnya tuh jabrik, kuning honey blonde, matanya biru azure. Miriiip banget sama Rin-chan..! Kayak kembaran deh..!" jelas Neru.

"Tapi kok disini hitaaamm?!"

"GATAAUUU!" teriak butler dan maid dengan serempak. Rin sweatdrop. "Ya udah deh, Rin berangkat sekolah dulu ya.." ucap Rin sambil berlari keluar ruangan.

Flachback Off


'Mirip sama aku? Kuning jabrik?...' pikir Rin termenung. Tiba tiba dari pintu kelas, keluar lah 2 orang pria seumuran Rin.

"Hajimemashite..!" ucap kedua pria itu bebarengan.

Pria pertama : Warna rambut kuning jabrik, mata biru azure.

Pria kedua : Warna rambut dan mata sama. Tapi lebih tinggi dari yang pertama.

Rin masih belum memerhatikan, tapi setelah terdengar suara hiruk pikuk sekelas, Rin tersadar dari lamunannya.

"OMG! Shota bangeeet!"

"Gemeeess, pengen nyubit!"

"KYAAAAA!"

"Heh!? Nyubit apaann!?"

"Apa aja lah!(?)"

"Gah..!*pingsan kehabisan darah*"

Bla bla bla dll, dsb, dst..!

'Koitsu! Massaka?!' batin Rin kaget. 'Dia..'

"Saya yakin banget! Rambutnya tuh jabrik, kuning honey blonde, matanya biru azure. Miriiip banget sama Rin-chan..! Kayak kembaran deh..!"

'Mirip denganku.. Yang pria pertama mirip banget sama aku!' gumam Rin sambil menoleh ke arah teman-temannya. 'Apakah mereka tidak ada yang menyadarinya?'

"Anak-anak..! Mohon diam..." tegur Lily-sensei dengan lembut. Tapi anak kelas XI A masih ribut gak karuan

"Tolong Diam Anak-anak! Teman kalian mau memperkenalkan diri!" kata Lily-sensei lagi.

Tapi tetap tak digubris.

"ANAK-ANAK DIAAAAAAAMMMMM!" teriak Lily-sensei dengan muka horor, sambil memukulkan tangannya ke papan tulis.

*Note: Kalo udah marah, Lily-sensei akan lebih buas daripada Luka-sensei Sekian.

BRAK!

'Glek..' semua murid di kelas itu langsung terdiam, duduk manis dan rapi. Yang 2 murid di depan berpelukan, hehe, ya mereka kan takut juga. :D (Not Yaoi)

"Bagus. Saa, silahkan perkenalkan diri kalian.." kata Lily-sensei yang sudah berubah menjadi normal kembali, dengan senyuman hangatnya. (Lily: Berarti gue tadi gak normal?!)

"B-Boku wa K-Kagene Len d-desu! Yorushiku onegaishimasu.." ucap pria pertama dengan takut-takut. Masih trauma rupanya.

"My name is Kagene Leon. I'm from America, same like Len. We're twins actually..." ucap pria kedua dengan santainya.

'Twins darimana? Satunya tinggi satunya pendek..' batin Rin dengan muka jengkel.

"Oh iya anak-anak, sensei baru inget kalau mereka berdua dari America! Gomen! Saa, Kagene Twins, you can sit down in front of Kagamine and Hatsune-san.. Douzo." ucap Lily-sensei sambil menunjuk bangku kosong itu.

"Ha'i"


Teng! Teng! Teng!

Bel istirahat telah berbunyi. Anak-anak mulai mengerubungi meja Len Kagene dan Leon Kagene. "Konnichiwa..!"

"Kalian kembar?"

"Kok yang shota cuman 1?"

"Satunya kok tinggi?"

"Kagene Len-san, minta no hp dong!?"

"Emm.. maaf saya tidak punya no asli Jepang.."

"Leon-san? Jadi pacarku yuk!"

Suara memekakan telinga mereka berdua, Leon yang belum terlalu mengerti bahasa jepang cuman bisa diam, Len si kembaran 'tidak identik' nya berusaha menenangkan.

"Please calmly, Ladies, please! Onegai!" rayu Len. Leon hanya memerhatikan, lumayan bangga juga punya adik yang gentleman gitu.

Tapi sayangnya mereka masih mendesak mereka untuk menjawab pertanyaan mereka. Len terpojok akhirnya. Bingung juga. Setelah beberapa lama kemudian, datanglah Rin dan Hatsune.

'OMG, penyelamat gue telah dataang!' pikir Len dengan mata berbinar-binar. (Len:-_- gue dipaksa acting kyk gitu, readers!)

"Kagene Len-san, bisakah kita bicara diluar?"


"Rin, kamu mau ngomong apaan sih ke Len? Kayak mau di interogasiin aja..." bisik Miku ditelinga Rin. Mereka bertiga sekarang berada di atap sekolah. "Emang mau di interogasi kok, gak salah."

Lalu Rin berjalan ke pojok atap sekolah, Hatsune dan Len mengikutinya dari belakang.

"Oy, mau ngomong apaan? Is that a secret?" kata Len. "Kita kan baru kenal, ngapain secret-secret an sih?"

"Iya emang secret, dan yang memulai per'secret'an ini adalah kau!" jawab Rin sambil menunjuk ke arah Len. Len bingung. "Emang secret nya apaan?"

Rin menghela nafas, "Miku, kalo ga ngerti ke kelas aja, ini rahasia penting. Mau kan?"

Miku sempat berfikir, "Tapi kalo Miku tinggal, kalian jangan itu ya!" ujar Miku sambil berlari meninggalkan mereka.

"PARAAAH!" teriak Rin dan Len bebarengan. Kemudian muka mereka berdua memerah juga.

"Let's continue," Kata Len sembari duduk di dinding atap.

"Yang pertama, kenapa muka lo mirip banget ama gue?" pertanyaan pertama dilontarankan Rin. Len menoleh sesaat dengan wajah yang sulit dijelaskan.

"Mana ku tahu? Muka muka gue, kenapa lo yang protes?" jawab Len.

"Yang kedua," Len sweatdrop alasan nya tidak di tolak. Padahal jelas-jelas di bohong. "..apakah kamu yang menemukan diary ku lalu mengantarnya ke rumahku?"

Len menoleh lagi, lalu berbaring dengan kedua tangan diletakkan di belakang kepala. "Iya, kenapa?"

Rin langsung berdiri dengan tegap, lalu memasukan tangannya ke kantong sembari mencari sesuatu. Len memerhatikannya dengan heran. Lalu ditangan Rin sudah ada handphone lalu di arah kan ke Len. Len makin penasaran.

"Ngapain sih?"

Rin langsung terlonjak kaget.

CKREK! *sfx : camera*

Len juga langsung berdiri. Kaget pula. "R-Rin?!"

"Ternyata benar..." ucap Rin pelan. Len langsung merebut hp dari tangan Rin. Len langsung menutup mulutnya dengan tangannya.

.

.

.

Foto itu.. disana cuman ada pria berambut hitam dan bermata emas, bukan Len yang ada disitu. Len makin cemas, dilihatnya Rin sudah mulai gemetar tubuhnya. Takut? Bisa jadi :D

"R-Rin, daijoubu deska?" kata Len gugup. Rin terjatuh duduk, Len masih memegang pundaknya. "L-Len, bisa kau jelaskan ini semua?"


Teng! Teng! Teng! (Saku : Maaf dari chap 1 sfx yang paling sering adalah sfx bel sekolah XD)

Rin masih termenung di meja nya, Miku yang disebelahnya memasang muka 'ga enak'. "Rin, daritadi lu ngelamun mulu. Ada apa sih? Ngomong apa sama Len tadi?" tanya Miku antusias.

Rin memandang Miku dengan tatapan kosong. Seperti tidak ada jiwa di dalam nya, hanya raga hidup seperti zombie kata orang.

"Dia.." akhirnya Rin mengucapkan sepatah kata. Miku belum puas.

"LEN! SINI KAU!" teriak Miku. Len dan Leon yang hampir keluar dari kelas pun menoleh kebelakang. "What happen?"

"Apa yang kalian bicarakan tadi di atap? Lihat Rin, dia tidak mau ngomong daritadi!" sahut Miku dengan jengkel. Penasaran pula.

Len terdiam sambil memerhatikan Rin, lalu menjawab "Tadi gue cium.."

.

.

.

"WHAAATTTT!?"

Lhe, yang kaget bukan cuman Miku, Leon pun jadi. Leon yang tidak mengerti bahasa Jepang aja ngerti, apa lagi yang ngerti (?). #abaikan

Rin membelalakan matanya dengan reflek menonjok pipi Len.

BUAGH!

"Heh, jangan ngomong asal!" kesal Rin sambil memegang tangannya yang mengepal. Len menubruk meja dibelakangnya. Lalu meringis kesakitan. "Itte.."

"Whats wrong with you, bro!? You kiss a innoncent girl, are you crazy?! Hey! Wake up you, idiot!" ucap Leon dengan menarik kerah baju Len. Len sweatdrop.

"Rin, apa itu benar?" tanya Miku cemas. Rin menggeleng. "Bodoh, kau percaya padanya?"

Len langsung melepas cengkraman kakaknya lalu berdiri sambil mendecih, "Hey, my big brother, listen to me. I would not kiss anyone except my real girlfriend. You know, i just joking! Just Kidding! And you beg me immediately! Im just want she back to normal.."

Miku langsung terkesan, mereka bicara bahasa inggris. Ya jelas lah, mereka kan dari Amerika. Tapi Miku juga agak gak ngerti yang mereka bahas, begitu juga dengan Rin.

"Ano.. Bisa kau jelaskan tadi maksudnya apa?"

Len dan Leon menoleh, kemudian tertawa kecil. "Tadi gue bilang kalo 'cium' itu cuman joke alias bohongan. Gue cuman pengen Rin kembali seperti semula.." jelas Len SPJ (Saku : Singkat, Padat, Jelas :D)

Rin acuh tak acuh meninggalkan mereka. "Miku, ayo kita pulang!" kata Rin sembari menarik tangan Miku. Tapi Miku tetap tidak beranjak. "Gomenne Rin, gue ada acara sama keluarga.. Ga bisa pulang bareng deh.." kata Miku memelas.

Rin sama sekali tidak menjawab. Lalu beberapa menit kemudian Hp Leon berbunyi.

"Good afternoon. Yeah, Im still in the school. WHAT?! Okey i will be there 15 minutes later. See you!"

Klik! Hp nya dimatikan. Wajah Leon menampakan cemas yang luar biasa. "Len! I will back to home tommorow, here is the key! Oh please dont forget to lock the garage at night. DONT FORGET IT! Okey? See you tommorow!" setelah itu Leon langsung lari keluar kelas, entah setan apa yang merasukinya, Len hanya cengo ditempat.

"Bukannya dikasih kunci rumah, malah dikasih kunci mobil..Payah.." desah Len.

Miku sudah pergi, lalu Leon sekarang yang pergi. Sisanya tinggal berdua dikelas. Rin dan Len.

Rin masih memperhatikan Len dengan curiga. Len yang merasa diperhatikan menjadi risih karenanya. "Kenapa liat-liat? Gue ganteng?" ucapnya dengan PD nya.

Rin langsung mual ditempat, "Tidak, mungkin lebih tepat 'Gelandangan Tengik' atau bisa juga sih dibilang shota.." Ampun deh Rin, Len mana ngerti yang namanya 'shota' -_-

"Shota?"

Rin mengangguk, "Gak ngerti shota?"

Len menggeleng, "Shota itu yang pemeran utama di game Kingdom Heartz itu kan?"

"Itu Sora-_-" jawab Rin. "...Udah ah garing!" lanjut Rin jengkel. Len ngakak ditempat.

Lalu Rin meninggalkan Len sendiri dikelas, tapi belum lama setelah itu, hp Rin berdering. Inilah percakapannya :

"Moshi-moshi?"

"Aah Rin-sama..!"

"Sudah kubilang berkali-kali jangan panggil aku dengan sebutan itu!"

"Ahaha... iya Rin-chan. Ah iya, saya mohon maaf, sopir Anda tidak bisa menjemput karena mobilnya ban nya bocor..."

"APA?! Ga bisa jemput!?" teriak Rin seketika. Len yang baru keluar kelas itu mendengar, lalu dengan cepat bersembunyi di balik tembok.

"Iya.. Jadi mau gimana lagi? Apa perlu saya telpon kan taksi untuk menjemput Rin-chan?"

"Tidak usah! Biar Rin pulang sendiri ajah! Okey?"

"Baiklah Rin-chan.. Mohon maaf sekali lagi.."

Klik! Telpon dimatikan. Rin menghela nafas. 'Pulang sendiri...' gumamnya pelan.

"Jiah, sendiri ajah...?" tanya Len tiba-tiba. Rin kaget. Astaga, Len.. Kalau jantung Rin copot, kau mau apa?

"Hmmph, iya! Kenapa? Protes?" jawab Rin dengan acuh. Tsundere bener.

Len tertawa garing. "Mau kuantar?" tawarnya.

Rin berusaha tenang. Berani sekali cowok ini asal mengajak. "Tidak, terimakasih.."

"Terus mau naik apa pulangnya? Taksi? Bahaya mana kalo naik taksi sama dianter gue?"

"Bahaya dianter elu lah!" cerocos Rin cepat. Ia tak mau berlama-lama didekatnya, bisa gila beneran dia nanti. Lalu ia melangkah kakinya dengan cepat, tetapi tangannya sudah di tarik duluan oleh Len.

"Sudahlah, gue anter aja.. Buruan!" ajaknya sambil menarik tangan Rin sampai menuju parkiran sekolah. Aduh Len, Rin belum memutuskan untuk ikut atau tidak!


Sesampai di parkiran, Rin yang terus memberontak akhirnya dilepaskan. "Huh, megangnya ga usah kenceng-kenceng dong!" ujar Rin sewot. Len cuman bisa menyengir.

"Abisnya takut kabur sih.." ucapnya sambil menggaruk belakang kepalanya. "Ayo, masuk ke mobil.."

Rin tetap diam, Len makin heran. "Ayo, kenapa diam?"

"Len, kau ini bodoh atau baka sih? Disini mobil tuh banyak! Mobil mu yang mana!? BakaLen!"

Len langsung jawdrop sendiri, pengen rasanya menepuk jidat sendiri, alias lupa. Tapi tidak jadi dilakukan karena menurutnya tidak 'gentlemen' demi menjaga image keren nya. Ralat maksudnya shota nya #plakk

"Itu yang warna kuning..!" Len menunjuk sebuah mobil medium tidak besar tidak kecil, tapi berkesan mewah sih. Dengan plat K 463 NE. (Saku : Cuma asal doang!)

Rin langsung memasuki mobil dengan tempat disebelah penyetir. Lalu disusul Len masuk ke bagian sopirnya. Tak lupa mereka memasang safety belt untuk tetap aman dalam berkendara.

"Sorry ga ada helm.."

Ingin rasanya Rin membogem anak yang satu ini. Benar-benar deh!

"Up to you lah,," ucap Rin pasrah.


Ditengah perjalanan, jalan raya lumayan macet, jadi sulit untuk menyalip mobil yang lain. Len tetap tenang. Seperti biasanya. Berbeda dengan Rin yang daritadi bolak-balik melirik jam tangannya. Seperti orang sibuk saja.

"Sampai kapan macetnya berhenti?" kesal Rin. "Tanya aja sama lampu merahnya.." lagi lagi alibi.

Rin berusaha untuk diam dan tenang. Toh Len tau letak rumahnya. Lalu Rin bersender di jok mobil yang empuk itu. "Ini mobilmu, Len?"

Len menoleh sebentar, lalu mengarahkan pandangannya ke depan lagi.

"Bukan, ini mobil Kagene.."

GUBRAG.

'Koitsuuu...' gumam Rin geram. "Memang namamu bukan Kagene?" Len terdiam sesaat.

"Heheh iya ya?" ucapnya sambil menyengir. 'Aslinya sih tidak..' batin Len.

Suasana hening untuk sementara. Sesampai di depan rumah Rin, mobil Len masuk kedalam perkarangan rumah Rin yang besar itu. "Gak masuk dulu, Len?"

"Enggak deh, makasih.." tolak Len halus. Tapi langsung dicegat oleh butler-butler yang ada disitu.

"Tuan Muda, silahkan masuk dulu.. Anda boleh menginap 1 malam disini untuk ucapan terimakasih kami karena telah mengantar pulang Rin-sama.." Butler itu memohon pada Len untuk tidak pergi.

"E-Eto..Baiklah.." langsung saja disetujui oleh Len.

"Emm.. Haku dan Neru-san mana?" tanya Rin pada butler itu. "Mereka ada di dalam, sudah menunggu Anda sejak tadi." ucap butler itu dengan datar. Rin heran, tidak seperti biasanya mereka menunggu didalam. Biasanya kan mereka menyambut dari luar.

Rin dan Len masuk kedalam rumah yang besar itu, Mansion Rin. Lalu mereka membuka pintu itu dan kemudian...

Gelap gulita.

Ya, yang mereka liat hanya warna hitam disana. "Haku-san! Neru-san! Anda dimana? Kenapa lampunya tidak dinyalakan?" teriak Rin sambil meraba sekelilingnya. Tapi Len hanya diam, sepertinya ia tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Kemudian lampu lampu menyala. Rin sempat silau. Tak lama kemudian suara trompet berbunyi dan kertas-kertas warna warni berhamburan.

.

.

"OTANJOUBI OMEDETOU, KAGAMINE RIN!"

Ternyata disitu ada Miku, Maya, dan teman-teman sekelasnya menyambut Rin dan Len. Rin masih cengo, belum bisa menerima apa yang terjadi sekarang.

"Hah?"

"Ayolah rin, hari ini kan ultah mu.. Ayo kita rayakan bersama malam ini!" kata Miku dengan ceria. "Loh Miku? Bukannya kamu ada acara keluarga?"

"Just Kidding dong! Aku kan mau nyiapin buat ultah mu.. HAHAHAHA!" Miku bisa tertawa juga ternyata. Rin langsung cemberut ditempat.

"Jadi, yang sopir ga bisa jemput itu termasuk rencana kalian?!" tanya Rin jengkel.

"BENARR!" jawab semua teman sekelasnya. Rin makin sweatdrop. Len yang disebelahnya mengulurkan tangan.

Rin sempat bingung, "Untuk apa?"

Len makin bingung, "Cuma mau ngomong 'HAPPY BIRTHDAY', emangnya ga boleh?"

"Lah, kamu kan juga ultah?" Rin lebih bingung lagi.

Len terdiam dan heran, "Kok tau?"

'Ish nih anak pikun banget!' batin Rin gemes. "Dari kartumu tadi pagi!"

Lalu Len mengingat-ingat lalu menjentikan jarinya. "Oh iya, lupa!"

"RIIN AWAS!" teriak Haku. Ternyata Neru yang sudah dibelakangnya sudah membawa kue tart yang acak adut. "Hey untuk ap−"

CROT!

"Aw..." ucap teman sekelas Rin termasuk Len. Muka Rin sudah tidak tahu seperti apa lagi bentuknya. Len yang disampingnya tertawa terbahak-bahak, Rin makin kesel.

"Rin, kamu tambah cantik kok kalo kayak gitu, HAHAHAAHA!" sela tawanya Len masih bisa bercanda seperti itu.

"HAHAHAHA−" CROT! Sekarang giliran Len yang kena imbas dari Rin. Ternyata Rin mengambil sebagian kue tartnya lalu dilemparkan tepat di muka Len.

"R-RIN! Awas kau!" lalu Len mencoel selai yang ada di kue itu lalu memasukannya ke dalam mulut Rin. "Enak kan!?"

"Empph! Bueh Bueh!" Rin memuntahkan selai itu karena eneg rasanya. "Len.. kau!"

Rin langsung membalasnya dengan menumpahkan minuman soda di kepala Len. "Argh!"

Suasana itu penuh dengan tawa, termasuk Len juga yang seharusnya ia tak merasakan sebahagia itu. Tapi kebahagian itu tak berlangsung lama, ternyata Gumi, salah satu maid yang ada di Mansion itu menyadari keberadaan Len.

"Hey kamu, bukankah kau yang tadi pagi memberi paket untuk Rin-chan?!"

.

.

.

To be Continued..


HAI MINNA-SAN! XD SAKU KEMBALI DENGAN FF GNM INI! :D
Mohon maaf karena baru update hari ini, malem pula. =.=

Oh iya readers sekarang udah tau kan siapa si pria nya? Tapi kalian belum tau kan kenapa di layar kamera tampak berbeda?

NYAHAHAH~ Itu masih HI-MI-TSU~!

Tehe~

Saku janji kok semua rahasia dan misteri yang ada di chap 1 dan 2 akan di kuak di chapter selanjutnya! XD

Masih penasaran? Anda ingin tau? Anda mau tau? MAU TAU?! *dihajar

Oke kalo mau tau silahkan..

.

.

.

.

REVIEW PLEASE!