Author's Territorial
All : Yo, minna-san!
Aoko : Shiteiru? Boku wa Aoko 'desu. Kaito no Ane-san~
Yukito : Ore wa Amano Yukito, Koyuki no Ani.
Aoko : Baiklah, sekarang adalah musim gugur~
Yukito : Psst… Ao…
Aoko : Nanda yo?
Yukito : *bisik-bisik*
Aoko : Ah! Sebelumnya… Otanjoubi omedetou, Fuyukage Kaito (26 October) to Hinamori Aoi (29 October) to Hoshiro Futago (31 October)~ XD
Yukito : Omedetou. Semoga kalian langgeng…
Aoko : Yuki, Kaito itu sama Koyuki-chan tahu…
Yukito : Tidak kurestui… *siscon*
Aoko : Anyway, happy readin'~
Summary :
Setiap musim punya caranya tersendiri untuk menarik. Begitu juga untuk menyatukan dua hati. Dimana setiap musimnya memiliki cerita tersendiri.
Disclaimer : Vocaloid milik YAMAHA.
Rated : T.
Genre : Romance, school life, drama, humor, friendship.
Warning : Normal POV only, typo(s), GaJe, abal, permusim beda pair, non mainstream pair, dll~
This Chapter Pair : RintoxLenka.
Kuro 'Kaito' Neko's proudly present : 四季 (Shiki).
Don't Like? Don't Read!
3 of 4
Season 3 : 秋 (Aki), 甘い (Amai).
"Itadakimasu!"
Dua irang remaja berbeda gender sedang duduk bersama di bangku taman kecoklatan. Angin berhembus perlahan diantara helaian mahkota pirang madu. Sosok bersurai panjang diikat ekor kuda, dan seorang pemuda belasan tahun dengan tiga buah jepit dan kacamata berframe tipis bertengger di batang hidungnya.
Guguran maple berwarna coklat keemasan menari di antara angin yang berhembus. Sembari menikmati tiap gigit crepe berbeda rasa itu. Permata azure menyambangi guguran dedaunan berwarna coklat itu. Sesekali, permata biru jernih memperhatikan sosok gadis disebelahnya melalui lensa pengelihatan. Sosok yang saat ini tengah menikmati tiap gigit makanan itu. Merasa diperhatikan, sang gadis menoleh, membuat kedua pasang mata sewarna bertemu.
Biru dengan biru. Namun, sang pemuda masih menatap dengan ekspresi yang sama, datar. Sementara sang gadis menunjukkan rona merah berseri.
"A-ada apa memandangku seperti itu…?"
Sang pemuda masih terdiam. Sedang merangkai kata-kata yang akan dilontarkan.
"Tidak… hanya saja… kau memakan benda itu, seolah benda itu enak sekali…"
Lagi, nada datar untuk pertanyaan yang tidak masuk akal. Namun, itulah salah satu daya tarik pemuda itu. Memperhatikan hal kecil.
"Entahlah… aku suka saja rasa pisang coklat. Rasanya manis… Rinto-kun sendiri rasa apa?"
"Jeruk…"
Gadis itu menautkan alisnya.
"Apa tidak asam?"
Pemilik mahkota pirang pendek berpaling, menatap crepe rasa jeruk kesukaannya. Asam? Dia menghela nafas. Yah… asam… Kenapa ia menyukainya?
"Asam… Seperti kehidupan…"
Sang gadis membulatkan matanya. Ia tidak menyangka kata-katanya justru mengingatkan pemuda itu pada masa lalunya. Ya… masa dimana sang ayah bercerai dengan ibunya. Masa dimana ibunya… meninggalkannya…
"Ta…tapi…"
"Hmm?"
Kacamata kembali memandang gadis dengan tatapan bingung. Sahabatnya ini… selalu saja sensitif jiika berhubungan dengan hal seperti ini. Masih dengan sabar… Sang pemuda menunggu gadis itu melanjutkan kata-katanya.
"Terkadang… Hidup ini juga ada manisnya… Seperti… crepe ini."
"Kau tahu 'kan… Aku tidak percaya pada happy ending."
Sang gadis terkekeh pelan. Tatapannya lembut, selalu menghantarkan rasa nyaman kepada sang pemuda.
"Walaupun… begitu tidak apa-apa 'kan kalau dicoba?"
Gadis itu sedikit menjulurkan crepenya. Memberi tanda pada sang pemuda untuk mencobanya. Sang pemuda terdiam, irisnya memperhatikan crepe, kemudian berpindah ke wajah gadis itu. Di sana… Di ujung bibir itu…
Perlahan, tangan itu mendorong wajah mungil itu, sehingga kedua bibir itu bertemu. Mata sang gadis membulat, begitu merasakan benda lembut yang sedikit basah di bibirnya. Wajah putih itu, sekarang sudah berubah warna menjadi merah. Rona lembut yang tidak mengurangi kecantikannya. Hanya sekejap. Setelah 'ciuman' beberapa detik itu, mereka menjauhkan wajah masing-masing.
"Kau benar… Rasanya manis…"
Sementara sang gadis hanya bisa merona.
おわり
…
つづく
…
秋
Author's Territorial
Aoko : Chapter ini lebih pendek dari sebelumnya 'ya?
Yukito : Hmm.
Aoko : Balas review~
Ical de Muffin :
Aoko : Yep! Chap akinya udah update!
Yukito : Di bulan November…
Aoko : Udah tahu 'kan pairnya siapa? Terima kasih reviewnya~
Hikari Kenggo :
Aoko : Haha! Nggak jauh beda sama adik saya!
Yukito : Karena Gumiya ingin tampil keren dihadapan Gumi. *dibunuh*
Aoko : Haha… Sayangnya RintoLenka di chapter aki~ Hostnya… Siapa 'ya~ XD
Yukito : Terimah kasih review dan supportnya.
Kuro Rei-chan
Yukito : Iya. Ini Gumi and Gumiya.
Aoko : Jadi kaya' Kiyopedo~ *plak*
Yukito : Ini updatenya~ Thanks for review~
vermiehans :
Aoko : Yup. Cerita tiap musim itu nggak ada hubungan satu sama lain… Dan sayangnya ini bukan yaoi. *sigh*
Yukito : Terima kasih reviewnya.
Kumo-Usagi :
Yukito : Karena murid dan murid sudah terlalu mainstream~
Aoko : Thank for pujiannya~ Selamat jawaban Anda benar~ XD
Yukito : Thanks for pujian dan reviewnya~
CindyTKJ28 :
Aoko : Syukurlah kalau suka~ XD Tipe kita sama~ *tos*
Yukito : *sweat-drop*
Aoko : Maybe… hehe… Hi-Mi-Tsu~
Yukito : Ini chapter 3nya. Thanks for review.
Aoko : Yosh! Besok adalah chapter terakhir! Fuyu~ XD
Yukito : R&R, minna-san?
R&R?
V
V
V
V
