Part. 4: Bagi rapoor!!!!

Kelas 10

Shino

Shibi yang lagi mainin serangga-serangganya agak kagok begitu di panggil Pak Kakashi.

Flashback

"Aburame Shino….."

Tak ada jawaban….

"Aburame Shino…"

Tak ada jawaban lagi….

"ABURAME SHINO!!!!!"saking keselnya, Pak Kakashi sampe teriak.

"I…iya"

End of Flashback

"Bagaimanakah nilai anak saya?"tanya Shibi.

"Ya….. Bagus"jawab Pak Kakashi sebel.(Kuacian amat sih loe)

"Peringkat? Apa dia dapat peringkat?????????"tanya Shibi.

"Dapat!!!! Yang pertama dari 10 besar"ujar Pak Kakashi sebel.

"Hehe... makasih..."Shibi ijin keluar ruangan.

Temari

"Sabaku Temari"Pak Kakashi memanggil.

Baki maju kedepan, duduk dengan sopan... Mengangkat sebelah kakinya sambil bertanya...

"Gimana nilai rapornya?"

Pak Kakashi langsung memerah kepalanya ampe keluar asap.

"BAPAK KALAU LAGI NGAMBIL RAPOR, KAKINYA 2-2NYA DIBAWAH JANGAN DI TARO DI ATAS KARENA SELAIN TIDAK SOPAN, KAKI BAPAK ITU BAU!!!!!!!!!!"teriak Pak Kakashi.

"Eh, iya ma...maaf"Baki buru-buru minta maaf.(Anak yang baik...ck...ck...)

"Nih, rapornya!!!!"Pak Kakashi ngasih sambil buang muka.(Berbalik nih, gak sopannya)

Kelas 9

Lee dan Tenten

Di pagi yang menegangkan itu, Lee dan Tenten sedang main HP di depan kelas.

''Lee, lu udah nerjain semua tugas dari Pak Pein?''tanya Tenten.

''Udah donk!!!''jawab Lee bangga.

Di kelas 9, Tenten yang orangtuanya nan jauh di Cina di wakili oleh Pak Guy...

''Rock Lee...''pak Ibiki memanggil.

Pak Guy maju ke depan...

''Bagaimana hasil rapornya?''tanya Pak Guy.

''Hasilnya bagus dan tuntas... Peringkat ke 8 dari 10 besar''Pak Ibiki mejelaskan dengan bangga.

''Terima Kasih banyak!!!!''Pak Guy dengan bangga mengambil rapor Lee.

Ketika tiba waktunya mengambil milik Tenten...

"Tenten.."Pak Ibiki memanggil.

Kemudian Pak Guy maju lagi...

"Kok, bapak lagi?"tanya Pak Ibiki.

"Saya mewakili murid yang namanya Tenten"jelas Pak Guy.

''Begini... hasil rapornya agak mengecewakan..."Pak Ibiki menundukkan kepalanya.

"Kenapa?"tanya Pak Guy.

"Karena tak ada satupun nilai bidang studi yang melebihi standar sekolah ini"ujar Pak Ibiki kecewa.

CTARRRRR(Efek Guntur)

"Kok BISA?!!!!"batin Pak Guy.

Neji

Hiashi sedang duduk di dalam kelas sambil menunggu rapor Neji.

"Neji Hyuuga"pak Ibiki memanggil.

Hiashi maju ke depan.

"Nilainya bagus, peringkat ke 7 dari 10 besar"jelas Pak Ibiki.

Hiashi tersenyum lebar dan langsung merebut rapor Neji dari Pak Ibiki. Kemudian loncat-loncat ke pintu kelas.

DUG

Hiashi kejedot pintu. (Mampus!!!!!)

Dari belakang Pak Ibiki hanya tertawa kecil.

Kankurou

Baki lagi superrrrrrrrrr duppppppeeeeeeeeeeerrrrrrrr repot karena harus ngambil rapor 3 kelas sekaligus.

Kelas 8

Gaara

"Sabaku No Gaara"panggil Pak Kabuto.

"Ya..."Baki maju ke depan.

"Nih..."Pak Kabuto memberi rapor dengan santai dan cuek bebek penyek.

"Ranking?"tanya Baki.

"Hm?"balas Pak Kabuto.

"Ranking? Ranking berapa?"tanya Baki.

"Hm?"

BUG

Baki nepok dahinya.

"Gini...Gaara...Dapet...Ranking...Berapa...?"tanya Baki.

"Ooh, bilang atuh. Dapet ranking pertama dari 10 besar"jawab Pak Kabuto.(Bolot lu!!!!!)

"Gue udah bilangin dari tadi!!!!! Dasar BOLOT!!!!!"batin Baki.

Baki meninggalkan ruangan...

Hidate

Pak Ibiki udah ngambil rapor pagi-pagi banget. Sekarang Hidate lagi keliling sekolah bareng Gaara.

"Ra, gw dah dapet..."

"Dapet apa?"tanya Gaara

"Dapet Ranking"jawab Hidate.

GUBRAK

(Biasa aja, mbak gak usah ampe jatuh kebalik segala. Bodo amat!!!!-Ditimpuk Gaara-)

Kelas 7

Naruto Uzumaki

"Uzumaki Naruto..."pak Asuma memanggil.

Minato maju kedepan sambil dengerin iPodnya. Karena keenakan dengerin lagunya, Minato gak nyampe-nyampe ke meja guru.

"Pak, mejanya sebelah sini..."pak Asuma memanggil.

Gak ada jawaban.

"Pak, mejanya sebelah sini..."pak Asuma kembali memanggil.

Gak ada jawaban lagi. Pak Asuma bangkit dari tempat duduknya.

BUAGH

Minato di pukul.

"Mejanya sebelah sini pak..."ujar Pak Asuma sambil tersenyum.(Nyantai bo!!)

"Ah, terima kasih udah ngasih tahu. Dari tadi kenapa?"komen Minato.

GRRRRRRRRRRR

"Udah saya panggil baek-baek bapak malah gak nengok. Dengan penuh terpaksa bapak saya pukul"batin Pak Asuma.

Setelah di berikan rapornya...

"Pak, Naruto dapet ranking berapa ya?"tanya Minato.

"Silahkan bapak lihat sendiri di papan tulis"ujar Pak Asuma.

"Pak, Naruto dapet ranking berapa ya?"tanya Minato sekali lagi.

Pak Asuma menjawab dengan jawaban yang sama.

Kemudian...

"Pak, Naruto dapet ranking berapa ya?"tanya Minato.

GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

"BAPAK SILAHKAN LIHAT DI PAPAN TULIS, DI SANA TERTULISKAN BAHWA NARUTO, ANAK BAPAK. MENDAPAT RANKING 5 DARI 10 BESAR"Pak Asuma menjelaskan dengan menahan amarahnya.

"Makasih, bilang dari tadi dong!!! Saya udah nungguin"komen Minato.

CTARRRRRRRRRRR

(A/N: Minato itu adalah orangtua murid yang PALING dibenci ama Pak Asuma)

Hinata (Cie... abis Naruto, Hinata lho!!!!!!!!)

"Pagi... Lama tak bertemu, Pak Asuma"sapa Hiashi.

"Lama tak jumpa... rasanya kita baru ketemu tadi pagi deh"ujar Pak Asuma.

"Ya... bagi saya itu lama"ujar Hiashi.

Funsasaji1: Hiashi, kamu itu jadi orang bolot banget sih. Ck... ck...

Hiashi: Ye... yang bikin aku jadi bolot itu 'kan kamu!!!!

Funsasaji1: Ya deh... aku minta maaf... Rese' lu!!!!
Hiashi: Bodo amat.

RRRRRRRR

HP Hiashi berbunyi, lalu di angkatnya.

"Ya, kenapa Hanabi? Oh, tasnya Kak Neji. Ada di mobil di kursi tengah"Hiashi lagi jawab telepon.

TUT

HP di matikan.

"Ya... bagaimana nilai Hinata?"tanya Hiashi.

"Uuh, pak Hiashi... Nilainya, beuh!!!!! AWESOME!!!!! Peringkat 1 dengan nilai 300(di totalin)"ujar Pak Asuma bangga.

The other side in the school...

"Uuh... kak Neji dimana sih? 'Kan berat bawa tasnya"komen Hanabi.

Lalu ia melihat Kankurou sedang nongkrong di kantin. Hanabi pun menghampirinya...

"Kak..."panggil Hanabi.

"Hn?"jawab Kankurou singkat.

"Kak Bokep liat Kak Neji gak?"tanya Hanabi dengan polos.

BUHHHH

"Ngomong apa lu anak kecil?"tanya Kankurou sinis.

"Kak Bokep liat Kak Neji gak?"ulah Hanabi dengan nada mengejek.

"Gak tahu!!!!!"Kankurou memalingkan pandangannya.

"Boong!!!! Kakak pasti tahu!!!"ujar Hanabi cemberut.

Kankurou pun pergi meninggalkan Hanabi, tapi Hanabi malah ngekor!!!!!

"Plissssss kasih tau aku dong, kak Neji ada di mana?"tanya Hanabi setengah ngambek.

"Gak Tau!!!!"ujar Kankurou kesel.

Karena kesel di cuekin terus, Hanabi pergi ke ruang PKS...

"Pak Izumo, aku boleh minjem mic-nya gak?"tanya Hanabi.

"Boleh banget, apalagi kalau yang minjem kamu"ujar Pak Izumo tersenyum.(Pak Izumo, guru yang sayang anak kecil...)

"Makasih..."

Hanabi mengambil mic-nya lalu di tes apakah sudah menyala atau belum, ia menarik nafas dan...

"KAK BOKEP, LIAT KAK NEJI GAAAAAKKKKKKKKKKKK??????????????"teriak Hanabi melalui mic.

Teriakannya membuat satu sekolah tutup telinga sampai akhirnya Neji membalas panggilan Hanabi...

"Hanabi!!!!! Aku di sini"

"Ah, itu dia!!!! Makashi Pak Izumo, udah ngijinin aku minjem mic-nya"ujar Hanabi.

"Ya... sama-sama"balas Pak Izumo yang kaget setengah mati.

"Uuh... Bangsat lu anak kecil!!!! Manggil gw pake nama yang enggak-enggak"komen Kankurou.

"Yah... lu 'kan emang bokep"balas Temari.

"Lu, juga!!!! Sama kampretnya ama tu anak kecil!!!!"teriak Kankurou karena kesel.

Kembali ke pembagian rapor...

Sekarang giliran ortu Sasuke ambil rapor...

Fugaku-san mengambil rapor Sasuke dengan wajah yang melas banget. Sampai di luar kelas...

"Kenapa? Nilai Sasuke jelek?"tanya Mikoto-san.

"Gak, peringkat 10 besar malah"jawab Fugaku-san.

"Trus kenapa mukamu melas gitu?"tanya Mikoto heran.

"Misi, titip rapor Sasuke dulu"Fugaku langsung ngasih ke Mikoto dan buru-buru cari toilet.

Begitu ketemu...

HOEEEEEEEEEEKKKKKKKKK(Hamil, pak?!!!!!)

(Bukan begoooooo!!!!!!!!-nendang author-)

Flashback

Pak Asuma menjadikan meja guru sebagai penopang kakinya dan dengan santainya manggil orangtua murid.

"Sasuke Uchiha"

Fugaku-san duduk, tapi gak lama kemudian tutup idung.

"Ada apa, pak? Apa ada yang bau?"tanya Pak Asuma.

"Ng..nggak kok. Gak ada apa-apa"balas Fugaku-san.

"Ini rapornya"Pak Asuma memberikan.

"Makasih"

Fugaku-san langsung ngibrit keluar kelas saking bau sikilnya.

End of flashback

Di tempat lain...

Setelah liat-liat jam, Temari pergi ninggalin Kankurou. Ia pergi ke suatu tempat. Kankurou menarik Gaara dan di suruh membunuti Temari.

Pas sampe ke belakang sekolah, ia menemukan Shikamaru sudah menunggu Temari!!!!!!!!

"Shikamaru 'kan anak kelas satu?!!!!! Gede juga lu nyalinya ampe nembak kakak gw!!!!"komen Gaara.

"Apa?!!!! Anak kelas satu!!!!? Sialan tuh, baru jadi nying-nying aja udah pede nembak seniornya"balas Kankurou.

Tiba-tiba Gaara tersenyum jahil.

"Woi, ke Lab dulu yuk"ajak Gaara.

"Ngapain?"tanya Kankurou.

"Udah, ikut aja"Gaara narik Kankurou.

Sampe di Lab...

"Nah, ini dia kodok beracun hasil experiment gw ama Hidate. Lama gak ketemu"ujar Gaara kegemesan.

Balik lagi mereka ke belakang sekolah

"Untung aja masih ada nah kodok kecil, begitu mereka mau ciuman lu langsung loncat ke orang yang rambutnya aneh itu ya"perintah Kankurou.

Kodok tersebut menangguk.

"Woi, mereka mau mulai"ujar Gaara geregetan sambil nepokin pundak Kankurou.

Kankurou buru-buru lemparin kodok itu. Dan...

Muuaaaaahhhhhhh

Temari buka mata, dia gak ciuman ama Shikamaru. Malah...

Shikamaru ciuman ama kodok itu!!!!!! Begitu buka mata...

"Gyaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!! Kodok!!!!!!!!!!!!!!!!!"Shikamaru teriak gemetaran.

"Gak mungkin musim kemarau gini ada kodok, pasti Gaara lagi ngintai nih"batin Temari.

Temari langsung jalan diam-diam ke arah semak-semak dan melihat apa yang ada di baliknya.

"Hehe... teteh, apa kabar?"tanya Gaara.

"Apa kabar, apa kabar. Lo berdua ngintai gw 'kan?"tanya Temari naik darah.

"Nggak kok"bantah Kankurou.

"Ngaku gak lo"ancam Temari.

"I..iya deh. Abis, kita kesel ama si Shikamaru"komen Gaara.

"Lo tau 'kan apa akibatnya kalo gangguin gw?"tanya Temari.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kantin tiba-tiba rame. Ternyata di sana Gaara dan Kankurou di kurung dan dikurungannya bertuliskan: LOWONGAN KOSONG. YANG BERNIAT HARAP HUBUNGI TEMARI SABAKU KELAS 10-F.

"Teteh, lu kok jahat ama kita????"Kankurou dan Gaara ngambek.

Cewek-cewek pada ngerumunin sambil jejeritan dan nanyain macem-macem.

Kemanakah Pak Orochimaru?

Dia lagi di kantornya...

"Hei kalian!!!! Yoninshuu dan Otonin!!!! Pijitin kaki bapak!!!"perintah Orochimaru.

"Ya, pak!!! Bisa sabar gak? Saya 'kan baru selesai nyikat kamar mandi bapak!!"komen Kimimaro.

Sorenya, di ruang tamu rumah Tenten...

"Haduuuuuuuuhhhhhhh Tenten, kamu itu kok BISA dapet nilai segini?"tanya Pak Guy.

"Hehehe... saya gak tahu pak"jawab Tenten santai.

GUBRAK.

"Haduuuuhhhhhh, pokoknya semester 2 nanti kamu harus perbaiki nilaimu"ujar Pak Guy.

"Iya..iya"jawab Tenten.

Gak lama setelah Pak Guy pulang...

"Lee, besok libur nih. Mau ngapain selama liburan?"tanya Tenten.

"Gw tahu!!!!!!!!! Maen PS yuk!!!!!"ajak Lee.

"Stuju!!!!!!!!!!!!!!!"teriak Tenten.

END OF CHAP. 4

Upcoming Chapter, Holiday edition: Mr. Hidan Undercover.

Funsasaji1: Jeuh, Tenten bukannya belajar selama liburan malah main PS terus.

Tenten: Lo sendiri, nulis fanfic terus.

Funsasaji1: Iya deh. Tapi kamu harus inget kata-kata pak Guy tadi lho. Kalau nilainya jeblok lagi, di putusin Neji lho –Evil Laugh-

Tenten: Putusin aja!!!! Emang gue pikirin.

Funsasaji1: Terserah anda mau ngomong apa. Daah, sampai ketemu pas liburan.

Tenten: Daah orang aneh.

(Ngelempar sendal tetangga)

TOK TOK TOK. (Pintu di buka)

"Permisi, tagihan Review anda penuh. Harap di bayar dengan me-review sebanyaknya ke fanfic ini. Terima kasih"

Review ya, kalo gak pintu rumah anda akan di ketuk dan tagihan akan di tagih.