I am still you

Chapter 3

Cast : Lee Hyukjae – Lee Donghae

Genre : Hurt, Romance

Rate : M

Warning : YAOI, Typo, EYD jelek

"Hae"

"Donghae"

"Hae, kau marah?".

Jalanan kota Seoul yang tidak pernah sepi membuat mobil audi putih yang dikendarai Donghae terjebak di antara macetnya kota padat ini. Sejak mereka pergi dari Sungai Han, tidak ada percakapan sama sekali. Hyukjae mengerang frustasi, Donghae benar-benar marah padanya. Tapi sebenarnya itu malah mempermudah cara Hyukjae pergi nanti, namun Hyukjae tidak mau saat-saat terakhir ia bersama Donghae berakhir dengan seperti ini. Hyukjae ingin menikmati setiap detik ia bersama Donghae. Namun Donghae tetap mengacuhkannya.

"stop" dengan otomatis Donghae menginjak rem mendadak.

"ada apa?" akhirnya Donghae mengeluarkan suaranya.

Hyukjae memasang cengiran manisnya.

"aku ingin kesitu" Tunjuk Hyukjae ke salah satu bilik ruko di jalanan padat Myeongdong.

"ini sudah malam" kata Donghae.

"hae-ah, ayo kesana" ucap Hyukjae merajuk.

Namun Donghae tidak meresponnya.

"Donghae-ah" Rajuk Hyukjae kembali.

Donghae menghembuskan nafasnya kasar.

"baiklah, tapi jangan lama-lama" akhirnya Donghae mau menuruti permintaan Hyukjae. Donghae menjalankan kembali mobilnya lalu memakirkan mobilnya dipinggir jalanan myeongdong.

Donghae dan Hyukjae pun keluar dari mobil itu. Udara dingin pun langsung terasa ditubuh keduanya. Hyukjae merapatkan mantelnya dan syal yang bertengger dilehernya.

Hyukjae merangkul lengan Donghae lalu mengajaknya berjalan kearah ruko yang ditunjuknya tadi.

Sesampainya disana ternyata itu adalah photo box kecil pinggir jalan. Mereka berduapun masuk kedalamnya.

"hae bagusnya pakai yang mana?" Tanya Hyukjae kepada Donghae sambil mengambil salah satu accesoris yang terdapat di photo box ini. Namun Donghae diam saja, mengacuhkan pertanyaan Hyukjae padanya.

"baiklah, kalau kau tidak mau" Hyukjaepun akhirnya memilih sebuah kaca mata hitam dan topi santa. Hyukjae memakai topi santa itu sedangkan kaca mata ia pakaikan ke Donghae.

"waaah,,, aku baru sadar kalau pacarku ternyata sangat tampan".

"ayo berpose" Hyukjae menarik tangan Donghae agar mendekat padanya.

1,,2,,3,,

Klik

Satu foto selesai, Hyukjae langsung melihat hasilnya di komputer. Wajahnya langsung cemberut saat melihat hasilnya. Difoto itu tampak wajah Hyukjae yang tersenyum sambil membentuk jari tangannya tanda "V" sedangkan Donghae masih dengan wajah cemberutnya.

"ayo sekali lagi"

Hyukjae merangkul lengan Donghae.

1,,2,,3

Cup..

Hyukjae mencium pipi Donghae tepat di hitungan ketiga.

sekali lagi.

Hyukjae mencium pipi Donghae kembali, lama.

1,,2,,3

Cup..

Tepat hitungan ketiga Donghae berbalik mencium Hyukjae tepat dibibir ranum itu.

Hyukjae tersenyum malu-malu. Mata mereka saling menatap satu sama lain, hingga Donghae menangkup wajah Hyukjae dengan telapak tangannya dan mencium kembali bibir manis Hyukjae.

"kau sudah tidak marah lagi?" Tanya Hyukjae saat ciuman mereka terlepas.

Bukannya menjawab, Donghae malah kembali mengecup bibir Hyukjae.

"kajja, katanya kau ingin foto denganku" Donghae merangkul bahu Hyukjae agar lebih merapat ke tubuhnya dan membentuk tanda "V" di jarinya dan diikuti Hyukjae.

Klik.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Donghae dan Hyukjae baru saja keluar dari bilik photo box itu.

"kau ingin kemana lagi" Tanya Donghae.

Hyukjae tampak berpikir, dan pandangannya terarah ke toko DVD seberang jalan.

"bagaimana kalau malam ini kita nonton film?" Tanya Hyukjae sambil menunjuk toko dvd itu.

"baiklah, kajja" Donghae menarik tangan Hyukjae dan mengenggamnya erat.

Klek

Pintu apartemen itupun terbuka oleh sang pemiliknya. Dua namja yang sejak tadi bergandengan pun masuk kedalam apartemen kecil itu.

"kau ingin aku buatkan minuman hangat?" Tanya Hyukjae sambil melepas mantel dan syal nya.

"ne, aku akan mandi lebih dulu" jawab Donghae sambil melangkah kedalam kamar mandi di kamar mereka.

Hyukjae tersenyum miris saat membayangkan mereka berdua seperti sepasang suami istri, namun itu sangat tidak mungkin.

Hyukjae segera ke dapur untuk membuatkan kopi buat Donghae dan dirinya.

Hyukjae yang larut dalam lamunan nya tidak menyadari kehadiran Donghae dibelakangnya yang sudah selesai mandi. Tiba-tiba Donghae memeluk pinggang Hyukjae dari belakang.

"hey" sapa Donghae. Hyukjae tersontak kaget.

Hyukjae dapat merasakan nafas hangat Donghae ditengkuk lehernya.

"a..aku mau mandi" kata Hyukjae gugup. Dia langsung pergi kekamar mandi.

Hyukjae menatap pantulan wajahnya dicermin di depannya. Sebenarnya sejak tadi ia sudah selesai mandi, namun saat ini ia sedang gugup karena rencananya.

Ia ingin membuat Donghae bahagia malam ini.

Ini malam terakhir dirinya bersama Donghae.

Hyukjae menghapus tetesan air mata yang mengalir dipipi putihnya.

Dia harus kuat didepan Donghae.

Setelah berpikir cukup lama. Hyukjae mengambil kemeja putih milik Donghae yang tergantung di belakang pintu kamar mandi ini.

Dikenakannya kemeja kebesaran itu.

" semangat Hyukjae"

Klek

Pintu kamar terbuka. Hyukjae perlahan keluar dari kamarnya. Dia menemukan Donghae diruang tv sedang membuka beberapa DVD yang tadi dibeli mereka.

"Hyuk kau ingin nonton yang mana?" tanya Donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan DVD itu.

Hyukjae diam tidak menjawabnya, dia sangat gugup. Memang mereka sering melakukan hal itu, tapi ini adalah pertama kalinya Hyukjae yang memulainya lebih dulu.

Tak dapat jawaban dari Hyukjae. Akhirnya Donghae bertanya kembali.

"Hyuk...kie"

Mata Donghae melebar sempurna saat pandangannya terarah pada sang kekasih yang sedang berdiri didepan kamar mereka dengan wajah menunduk. Dapat dilihatnya wajah memerah Hyukjae. Donghae benar-benar tidak menyangka apa yang dilihatnya sekarang, Hyukjae HANYA mengenakan kemeja putih yang ia sangat yakin itu miliknya dan celana pendek yang tertutupi kemeja putih itu.

Hyukjae perlahan jalan ke sofa tempat Donghae duduk sekarang. Sedangkan Donghae masih terdiam dengan wajah terpukau nya.

"Ka..kau sudah memilih film nya?" Tanya Hyukjae gugup. Tangannya mengenggam ujung kemeja itu erat.

Mendengar suara Hyukjae, Donghae tersadar dari rasa terkejutnya.

"Hyuk"

"ah sepertinya film ini bagus" Hyukjae mengambil salah satu DVD yang tergeletak di meja.

Hyukjae duduk di sofa yang Donghae duduki juga, namun tiba-tiba Donghae dengan cepat menindih tubuh Hyukjae dan pandangan mereka berdua pun bertemu.

Sebuah seringai muncul di wajah tampan Donghae. Wajah mereka berdua sangat dekat sehingga Hyukjae dapat merasakan nafas hangat Donghae diwajahnya.

"Mulai nakal eoh?"

Hyukjae menggeleng pelan sebagai jawabannya.

"Tidak? Kalau begitu lepas kemeja itu, bukankah itu bajuku?" Bisik Donghae di telingan Hyukjae.

"Eh?"

Chup..

Belum sempat Hyukjae menjawabnya, Donghae mencium bibir merahnya. Donghae menciumnya dengan sangat lembut, perlahan ciuman itu berubah menjadi pagutan dalam. Donghae berkali-kali memagut bibir atas dan bawah Hyukjae, Hyukjaepun membalasnya. Hanya lenguhan pelan yang keluar dari bibir Hyukjae.

Donghae semakin menindih tubuh Hyukjae yang berada dibawahnya. Dengan mudah lidah Donghae menyapu apa yang ada dalam bibir kissable itu. Akhirnya Donghae melepas pagutan itu saat menyadari Hyukjae butuh oksigen. Namun tah butuh waktu lama, Donghae kembali memagut bibir Hyukjae, seakan tidak pernah puas. Hyukjae hanya bisa meremas surai Donghae sebagai pelampiasan akan kenikmatan yang Donghae berikan padanya. Tubuhnya menggeliat di bawah tubuh Donghae.

Perlahan ciuman Donghae berpindah ke telinga Hyukjae, mengecup lembut hingga turun ketengkuk leher Hyukjae.

"Aahh" satu lenguhan dari Hyukjae keluar saat Donghae menghisap kuat tengkuk Hyukjae sehingga menimbul kiss mark disana.

Donghae melepas ciuman nya dan menatap kedua mata Hyukjae dengan lembut.

"mau nonton?" Tanya Hyukjae.

Sebelum menjawab, Donghae mengecup bibir itu lagi.

"setelah apa yang kau lakukan, masih bertanya ingin nonton? Kau benar-benar nakal Hyukkie".

Donghae langsung mengangkat tubuh Hyukjae, dan menggendongnya dalam pelukannya. Dan Hyukjae melingkarkan kedua tangannya di leher Donghae. Donghae membawa Hyukjae ke kamar mereka tanpa melepas pandanganya pada mata Hyukjae.

Udara dingin di luar tidak bisa mendinginkan suasana panas dikamar ini. Dua orang namja yang berada di atas ranjang besar itu tak juga melepas ciuman mereka.

Donghae terus mencium bibir Hyukjae tanpa peduli bibir Hyukjae yang sudah sedikit membengkak. Tangannya mulai nakal melepas satu persatu kancing di kemeja yang Hyukjae pakai. Hyukjae pun membalasnya tak kalah panas dari ciuman Donghae. Tangannya terus menekan kepala Donghae agar terus memperdalam ciuman mereka.

Akhirnya satu kancing terakhir Hyukjae pun terlepas. Dengan tidak sabar Donghae langsung membuang kemeja putih itu. Ditatapnya tubuh polos Hyukjae yang sedang terengah-engah mengumpulkan oksigennya. Hyukjae benar-benar menawan. Dengan tubuh putih yang sekarang bertambah beberapa kiss mark di sekitar lehernya dan juga keringat yang membuat tubuhnya terlihat sangat seksi.

Hyukjae bangkit dan duduk di hadapan Donghae.

Chup,,

Hyukjae mencium bibir Donghae. Membuat Donghae tersadar dari lamunannya.

Cup

Hyukjae kembali menciumnya, namun dengan memagut lembut bibir Donghae dan membawanya ikut terbaring di atas ranjang. Donghae langsung membalas pagutan itu dan mendominasi ciuman mereka. Hyukjae mulai membuka satu persatu kancing baju Donghae dan membantunya melepas pakaian itu.

Tangan Donghae mulai turun ke dada hyukjae, meraba tonjolan kecil disana membuat sang empunya mengerang tertahan. Ciuman Donghae pun turun kedada Hyukjae dan langsung mencium kedua tonjolan itu bergantian. Hyukjae tak henti-hentinya mendesah dan bagian bawah tubuhnyapun sudah mulai berdiri tegak.

Ciuman Donghae turun lagi hingga kebagian tubuh Hyukjae yang berdiri tegak menantang. Hyukjae menutup matanya saat Donghae sudah berada ke inti tubuhnya. Ia malu untuk melihat apa yang akan Donghae lakukan pada tubuh bagian bawahnya itu.

"AHH" desahan Hyukjae terdengar kuat.

Junior Donghae masuk sempurna ke single hole Hyukjae. Donghae mengeluarkan juniornya dan menubrukan kembali ke dalam hole Hyukjae.

"ahh, Dong,,hae-ah" desah Hyukjae kembali.

Dan Donghae kembali memaju-mundurkan juniornya yang langsung menubruk titik prostat Hyukjae.

"Hyukkie,, kau benar-benar sem,,pit" Ucap Donghae sambil menahan kenikmatannya.

Dan Hyukjae tak henti-hentinya mendesah.

"oh hae-ah aku hampir sampai"

Donghae semakin cepat gerakannya.

"HAEEE" Teriak Hyukjae dan cairan Hyukjae pun tumpah di perut nya dan dada Donghae.

Donghae tak memelankan gerakannya dan terus memaju-mundurkan juniornya ke lubang sempit Hyukjae.

"HYUKKIEEE"

Cairan Donghaepun langsung memenuhi lubang Hyukjae.

Hyukjae langsung terjatuh setelah orgasme ke tiga kalinya malam ini. Donghae mengusap helaian rambut Hyukjae yang berada di atas dadanya. Dibalikannya tubuh Hyukjae dan Hyukjae pun berbaring di sampingnya. Diusapnya pipi Hyukjae dengan lembut.

Donghae kaget saat melihat tetesan air mata Hyukjae yangs terpejam.

"Hyukkie, kau menangis?" Tanya Donghae dengan lembut.

Hyukjae menggelengkan kepalanya tanpa membuka kedua matanya.

"Hyukkie, apa aku terlalu memaksamu?" Tanya Hyukjae yang merasa dirinyalah yang sudah membuat Hyukjae menangis.

"bukan" Hyukjae membuka matanya. "aku hanya bahagia karena bisa bertemu denganmu hae" kata Hyukjae sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum agar Donghae tidak lagi bertanya yang macam-macam.

"aku justru yang sangat bahagia, karena Tuhan dengan baiknya mengirimmu padaku" Ucap sambil menarik tubuh Hyukjae kedalam pelukannya.

"tidurlah, kau pasti sangat capek habis seharian pergi dan besok pagi-pagi akan berangkat kerja".

"kau juga hae" Kata Hyukjae sambil membalas pelukan hangat Donghae.

Keduanya saling memejamkan mata.

Pukul 04.00.

Sejak tadi Hyukjae belum juga memejamkan matanya untuk tidur, dia sengaja berbohong tidur kepada Donghae. Sejak tadi yang Hyukjae lakukan hanya menatap wajah tampan disampingnya.

"mianhae, aku harus pergi darimu hae, semoga kau bisa mendapatkan yeoja yang sangat mencintaimu apa adanya dan memiliki banyak anak darinya" Hyukjae mengusap air mata nya.

"aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucapHyukjae kembali dengan sedikit terisak.

Hyukjae bangun dari tidurnya dan mengambil kemeja yang sempat dibuang Donghae tadi, ia harus bersiap-siap pergi.

Sekitar satu jam membersihkan diri dan menyiapkan semuanya. Hyukjae sudah memakai pakaian rapi dan ia berjalan ke arah ranjang yang terdapat Donghae yang masih terlelap.

Dengan hati-hati ia merangkak naik takut Donghae akan bangun.

Dipandangi kembali wajah damai Donghae yang sedang terlelap, terdengar dengkuran halus darinya. Hyukjae mulai mendekatkan wajahnya ke Donghae.

Hyukjae mngecup bibir Donghae sambil meneteskan air matanya.

Hyukjae kembali mencium bibi Hyukjae dan mencium kedua matanya lalu hidung dan kedua pipinya. Donghae mulai merasa terganggu, akhirnya membuka matanya.

"Hyukkie"

Donghae yang belum sepenuhnya tersadar langsung tersenyum saat melihat wajah kekasihnya yang sangat dekat.

"apa sudah pagi?" tanyanya masih dengan mata yang mengantuk.

"tidak, kau tidurlah kembali" jawab Hyukjae dengan suara paraunya.

Donghae kembali memejamkan matanya. Tepat Donghae memajamkan matanya tangis Hyukjaepun pecah namun ditutupnya mulutnya agar tidak terdengar. Dipeluknya tubuh Donghae dan memedamkan kepalanya ke dada Donghae sambil terisak.
"saranghae, hae-ah"

Hyukjae bangkit dan membetulkan letak selimut yang dipakai Donghae.

"aku pergi hae" kata Hyukjae sambil menatap Donghae yang tidak mendengar apa yang dikatakannya.

Hyukjae menarik koper nya dan berjalan keluar kamar. Ditatapnya sekeliling apartemen yang penuh dengan kenangannya bersama Donghae.

Dimana Donghae selalu merengek untuk menginap di apartemen kecil ini.

Hyukjae merapikan dvd yang dibelinya semalam dan membetulkan letak bantal sofa yang berserakan akibat perbuatan mereka beberapa jam yang lalu.

Hyukjae kembali menarik kopernya dan sampai di depan pintu keluar. Dilepasnya sandal rumah dan digantikan dengan sepatu hitam miliknya.

Setelah selesai Hyukjae kembali menatap sekeliling apartemen ini.

Diusapnya air mata yang berlinang dipipi tirusnya.

"aku pergi" Ucap Hyukjae entah pada siapa.

Blamm..

Pintu apartemen itu pun tertutup.

Hyukjae benar-benar pergi.

TBC or END?