"Goblok!"
"Turun loe !"umpatan dari 2 sosok pria yang sekarang di depan mobilnya.
Di dalam mobil Sakura menggerutu "Brengsek ! Duo makhluk sialan! Gw emang mahasiswi baru di sini tapi gw gak sudi diperlakuin macam sekarang nih. Shiit!." Tanpa pikir panjang dia meraih kunci stir di kolong joknya dan mendorong pintu mobilnya dengan kesal.
I'm coming back …waktunya tuk nglanjutin ff abal-abal gw yah syukur-syukur sih masih pada moody
Disclaimer
NARUTO
Mashashi Kishimoto
Rated 'T'
Romance, Comfort, Violence, Friendship, Family
Warning !
OOC, Typo-typo, suka-suka gw
Gak dibaca juga gapapa, yang penting gw udah nyalurin hasrat kecintaan gw akan FF !
Let's Check It Dot !
ORION FROM SASUKE
[ First Verse]
Chap 2
"Brengsek ! Loe tuh yang GOBLOK!."sembari menggebrak depan jip hitam di depannya dengan kunci stir yang dia pegang.
Dua pria yang jadi lawan bicaranya terpaku, dan saling melirik.
"Shiit. Ternyata cewek,boss."gumam Naruto.
"Loe sih, maen tubruk ajah."sahut Sasuke.
"Mana gw tahu kalo di dalam tuh cewek, loe liat ajja kan tuh kaca mobilnya gelap banget."
Kaca mobil Hinata memang gelap banget dang gak tembus pandang dari luar, dia membutuhkan mobil berkaca gelap guna menutupi aksinya sering berteriak-teriak ala metalheads kala mengemudi sendirian sekaligus menjadi kamar ganti emergency akan kesibukannya yang padat.
"Hina-chan!"
Panggilan itu mengalihkan perhatian kedua pria yang tengah terpaku pada posisinya saat itu. Hinata diam. Ia tetap tegak melototi dua sosok pria di depannya.
"Hina-chan, what happened ?"sapaan lembut sesorang yang kini di sebelahnya
"Ini nih, hiks…" mata Hinata mulai berkaca-kaca. Sekeras apapun mental dan kelakuannya tetap saja dia memiliki hati wanita. Tangannya gemetaran menunjuk dua pria yang ada di hadapannya. "…hiks, mereka kurang ajar sama aku. Mereka nabrak mobilku tapi aku yang dimarah-marahin."Sakura merangkul bahu Hinata untuk menenangkannya.
Sontak pria berkacamata hitam itu angkat bicara, Sasuke "Tu-tunggu… ini cuman salah paham."
"SALAH PAHAM APAAN?!"Hinata menggebrak kembali kap jip hitam di depannya dengan kunci setirnya. Memancing perhatian beberapa mahasiswa yang sedang lalu lalang di sekitar plaza. Sakura segera menarik pinggang Hinata sekuat tenaga.
"Ssshhh…Hina-chan, please hold yourself, honey!"
Sasuke melepas kacamata hitamnya dengan kesal namun tetap tidak mampu berkata apap-apa. Ia memang terkenal dan disegani oleh seluruh mahasiswa teknik, tapi menghadapi seorang wanita lain lagi ceritanya apalagi yang sekarang dia hadapi wanita dalam tingkat emosi jelas tidak termasuk dalam keahliannya.
'Sial, untung temennya cakep!' keluh Sasuke dalam pikirannya.
"Okay… okay, gw salah. Please stop bikin bonyok kap mobil gw."seraya mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Lalu dia membuka isi dompetnya seraya mengeluarkan sebuah kartu nama. "Ini nomor telepon gw. Loe hubungi gw kapan ajah, nanti mobil loe gw yang urus."
Sepi.
Tidak ada sahutan dari Hinata, Sakura lalu berinisiatif mewakili untuk menerima kartu nama tersebut.
"Eemmh, okay. Tapi loe janji kan bakal urus ini semua."
Pria itu mengangguk serius "Kalian terima beres ajah pokoknya. Terserah mau kita selesaiin kapan. Sorry gw ada kelas pagi ini, gw cabut duluan. Jaa..!"sekilas melirik Hinata, merekam wajah geram sosok wanita yang tengah emosi itu. Sebelum beranjak pergi kedua onyx nya sempat saling pandang dengan pemilik kedua bulatan lavender yang tengah berkaca-kaca.
Taman Konohagakure – 01.15pm
"Loe sih, Baka! Kagak liat-liat sikon maen labrak ajah."
"Kayak loe merhatiin ajah Teme! Buta ye loe, kaca Jazz nya gelap banget gitu."dengus Naruto geli. Merekapun terkekeh di antara kepulan asap putih yang mereka hembuskan.
"Emang cewek itu …" Gaara mengangkat wajahnya dari majalah yang dia baca "…separah apa sih ?"tanyanya keheranan.
Naruto lalu membulatkan matanya dan berseru "Dia nodong kita pake kunci setir men, sebelum gebrak mobil si boss…" melirik kea rah Sasuke "…dua kali loh! Pokoknya tuh cewek bener-bener gak sadar dech, dia tuh parkir di mana. Tampangnya persis kayak kita kalo diserang sipil."
Sasuke mendengus kecut mendengar penuturan sahabatnya yang berlebihan. Berbeda dengan biasanya kali ini dia hanya diam merutuki kesialan hari ini. Sebenarnya dia malas datang ke kampus hari ini karena lelah semalam menyaksikan show Extreme bersama Naruto dan Gaara. Tapi apa boleh buat asdos pembimbing TA nya mendadak menelepon tadi pagi.
"…untung kemudian Saku-chan datang."
"Are you sure is she Sakura Haruno?"selidik Gaara penasaran.
"Alright! Dan loe tau gak dia tuh temennya Sakura-chan!"seru Naruto dengan bersemangat membuat kawan-kawannya langsung memperhatikan Naruto akan pernyataannya barusan. "…nih jagoan kita ajah ampe gak berkutik."seraya merangkul Sasuke dan terkekeh "…pintar juga nih bangsat satu langsung nyodorin kartu nama men!"
"BEEEHHHH!"seru semua kawan-kawanya yang turut mendengarkan. Sasuke mendengus jengkel lalu menyikut perut Naruto dan berpaling.
"Jadi, loe maunya yang mana nih boss? Dua-duanya ?"celetuk Kakashi melirik Sasuke.
"Threesome, men!"oceh Gaara "…poligami lagi jaman."
"Arrgh, monyet lu pada !" Sasuke bangkit seraya membanting rokoknya, "Gw lagi pusing tauk!"
"Pusing apa pusing, emang sih kalo ditahan-tahan bikin pusing. Nogh kamar mandi lantai 3 sepi, ada sabun pula."
"HAHAHAHAA!" riuh teman-temannya tertawa mengejek akan sikap Sasuke yang mulai beranjak pergi tanpa menoleh dia acungkan jari tengahnya. Bergegas dia melangkah meninggalkan komplotannya dan segera meluncur menemui dosen pembimbingnya yang killer itu, was-was berharap akan nasib BAB 3 nya.
Hinata's House – 09.30am
Woke up to the sound of pouring again
Washed away a dream of you
But nothing else could ever take you away
Cause you'll always be my dream comes true… (I Remember you, Skid Row)
Hinata termenung memandangi foto dirinya dan Sakura yang terletak di meja samping ranjangnya. Meskipun dalam pose sejelek apapun Sakura tetap terlihat mempesona. Berbeda sekali dengan dirinya. Dentuman drum menggema kembali di kamarnya. Seakan menegaskan satu lagi perbedaan, seperti lazimnya kebanyakan para gadis seusianya pasti lebih menyukai music hip hop or easy listening tapi berbeda dengannya yang menjatuhkan hati pada band-band legend yang hanya digandrungi oleh komunitas-komunitas tertentu.
Siaaallaaannn!
Uuughh, dihari yang cerah tanpa mendung stitik pun, bisa-bisanya tuh jip gede sialan nubruk baby snow white gw. DAMN!
Hinata menggenggam pulpennya erat-erat, ia mulai menumpahkan emosinya pada lembaran-lembaran yang tak berdosa itu. Diary itu adalah oleh-oleh dari Paris sewaktu Sakura berlibur di sana. Tempat curhat favoritnya dengan berbagai macam kata pilihan yang errr… seperti '…Dasar Kucing Garong, …Buaya Darat, Bajingan, …dll dia tuangkan dalam goresan penanya.
POV Hinata
Dasar Buaya Buntung ! Mereka bisa langsung speechless pas sepupu gw yang undeniable beauty itu datang. Huft… Harusnya hari ini gw merapat ke humas pusat Cola-Cola buat konfirmasiin kesediaan mereka jadi sponsor acara gw. Aaarrggh! Jadi molor gini jadwal yang udah gw susun. Andai ajah semuanya bisa sesuai ama yang gw rencanain pasti sekarang gw tinggal ambil ancang-ancang buat mengundang 'ANBU Band' sebagai bintang tamu.
'ANBU'
Band indie anyar yang lagi hits di Tokyo. Fenomenal dan berani melawan arus. Yah seperti itulah pujian-pujian yang dilontarkan dari para pengamat musik.
Hanya dengan mengundang ANBU gw bisa bertemu lagi dengan dia. Sai-kun.
Sai-kun gw pengen ketemu loe lagi.
Normal POV
Diliriknya secarik kartu nama yang terselip di lembaran diarynya. Kemudian diraihnya handphone dan segera mendial nomor yang tertera pada kartu nama itu.
"Sasuke-Uchiha!"
"Hn. Who're you?"
"Gw gak tau sih, hari ini loe udah nabrak berapa banyak mobil orang."jawab sih penelpon dengan mengejek"…tapi kayaknya mobil gw yang pertama."
'DEG!'
"Oh, Hi-na-ta."
"Iya! Mungkin loe lebih well memorized sama Sakura-chan."
"Sakura-chan? Who's she?"pura-pura tak mengerti. Tapi tentu aja Hinata gak percaya.
"So, bisa gak kita langsung clear in masalah kita?"
"Okeh. Eemhh… gw punya bengkel langganan yang terjamin kualitasnya. Kalo loe gak mau repot, kita gampang ketemuan ajah di kampus entar mobil loe gw yang bawa. Kalo udah fix nanti.."
"Enggak! Gw gak mau. Gw harus lihat sendiri bengkelnya dan bawa mobil gw sendiri ke sana!"Sasuke membisu kesal dengan sanggahan Sakura,'Sial nih cewek! Dikasih enak malah gak mau. Emangnya gw ada tampang garong apa?!'gerutunya dalam hati.
"Ya udah terserah loe! Gw cuman ngasih opsi, kalo buat gw sendiri sih gampang-gampang ajah. Toh tuh bengkel punya sodara gw dan gak jauh dari rumah gw."
"Saudara loe bikin bengkel karena loe sering ngerusak mobil orang yah?"
"Enggak juga. Dia tahu soalnya cewek jaman sekarang doyan ngamuk pake kunci setir di parkiran." Dessh! Sukses sindiran balasan dari Sasuke sehingga ngebuat cewek lawan bicaranya mendengus kesal.
"Ya udah. Sabtu besok gw ke rumah loe, gimana ? Jam sembilan pagi."
"Jaa! Sampe ketemu Sabtu." Sasuke memandangi layar ponsel touch screen nya sebentar dan men-save received call barusan.
'Namanya Hinata?'
'Bagus…'
Hinata mengedarkan pandangannya disepanjang jalan komplek perumahan yang dia masuki sembari tetap konsentrasi mengemudikan mobilnya. Berhenti tepat di depan gerbang tinggi berwarna hitam dan memeriksa kembali alamat rumah tersebut dengan catatannya.
"Is this it, Hina-chan ?" Sakura melirik sepupunya dan melihat sekeliling rumah tersebut.
"Kayaknya sih gitu…"gumam Hinata dengan entengnya.
Hinata terdiam memandangi pagar tinggi bernomor satu dengan papan name Uchiha. Petunjuk yang mereka ikuti sudah benar. Rumah ini pun terletak di sebelah kiri jalan pertama blok perumahan yang dimaksud. Hinata terpaku sejenak melihat bangunan rumah yang luas meskipun baru ada di luarnya rumah model klasik bergaya minimalis tapi yang jelas dengan biaya yang maksimalis.
Setelah memarkirkan mobilnya. Handphone di saku jeans nya berdering. Melihat nama yang terpajang dilayar panggilan dengan segera merima panggilan tersebut.
"Gw udah sampai, nih!"
"Hn. Gw bisa liat loe dari balkon kamar gw."sahut si penelpon datar."eh… masuk dulu yah, sebentar."
Di dalam rumah, Sasuke segera meluncur menuruni tangga dan menuju ruang kerja kerja ayahnya dengan sebuah map biru ditangannya. Sebelah tangannya segera meraih telepon wireless hitam yang bertengger di meja kerja dan menekan sederet nomor tujuannya.
"Itachi-nii, gw jalan ke sana sekarang yah…"ia terdiam sejenak kala lawan bicaranya di sana bersemangat menceritakan sesuatu. "Bukannya dia masih tour? Emh, Jaa. Mata!"segera dia mengkahiri percakapannya, kalimat Itachi-nii barusan terus terngiang di telinganya.
'Sai dah balik nih, dia nanyain kamu terus. Katanya kamu susah dihubungi.'
Shiit! Sasuke mengumpat dalam hati, padahal memang sengaja dia menghindari pertemuannya dengan orang itu. Setelah sekian lama dia berusaha melupakan kerikil kecil yang menggores ikatan saudara di antara mereka.
Sesosok kerikil cantik bernama Karin.
.
.
Sakura mengedarkan pandangannya pada isi ruang tamu yang sedang dia singgahi. Dia mengagumi dalam hati pada penghuni-penghuni ruangan tersebut yang merupakan barang-barang berkelas dan pastinya nomor satu. Sofa kulit bergaya minimalis yang didudukinya, karpet beludru halus yang menutupi sebagian lantai, beberapa guci porselen yang mengkilat dan mungkin bersejarah. Sebuah lampu kristal cantik menggantung di langit-langit ruangan tersebut lalu sebuah grand-father's clock tengah berdengung menunjukkan waktu sekarang. Faktanya sungguh berbeda mengingat dari penampilan laki-laki pemilik rumah ini yang terlihat biasa saja di awal pertemuannya. Dibandingkan dengan kebanyakan mahasiswa Konohagakure yang seolah-olah memamerkan koleksi mobil brand and built up nya, Pajero Sasuke jelas tidak terlihat istimewa.
Hinata beranjak bangkit dari duduknya saat sosok yang dia tunggu datang mendekati.
"Nee, Uchiha-san ini sepupu gw. Sakura Haruno."
"Panggil gw Sasuke."
"Aah…"seraya mengangguk kecil tanda setuju.
'Damn! Sakura sepupuan sama nih bocah?! Kok bisa beda gini!'
Tapi loe juga lain kan ama Sai! Suara nuraninya mendepak langsung umpatan yang dia lontarkan dalam hati. Lalu seraya mengulurkan tangan menjabat tangan Sakura.
"Loe berdua bawa mobil masing-masing?"tanyanya dengan datar.
"Enggak. Sehabis nganter mobil gw, kita bisa pulang naek taksi."sergah Hinata dengan cepat.
"Kebetulan teman-teman gw mo pada mampir, nanti kalian bisa ikut nebeng."Sasuke berusaha basa-basi dan sesantai mungkin padahal dalam hati dia berdecak kesal. Baka! Dobe, kalo mo PDKT siapin scenario jitu dulu donggg!
"Apa?! Temen loe yang kayak bar-bar itu?"sontak Hinata memekik dan membulatkan matanya "…Enggak perlu! Thanks. Kita berdua bisa pulang sendiri." Tanpa menunggu kalimat Sasuke selanjutnya Hinata langsung menarik lengan Sakura menuju pintu keluar. "Ayo berangkat sekarang. Udah siang nih terus kita kudu buru-buru cabut!."
"…"
'Dobe Baka! Now WHAT?!'
TBC
Finally clear juga chap 2. Arigatou gozaimasu minna!
