Hogwarts university

disclamer : J K Rowlling

LovelyMina


4 TAHUN KEMUDIAN

Hermione Granger kini menjadi wanita muda cantik dan genius baru menyelesaikan study nya di new York segera terbang tujuan nya Cuma satu menemui Draco Malfoy di rumah Draco sendiri .

ia sudah berdiri di depan gerbang tersebut tapi seketika itu ia merasa dunia nya hancur seketika menurut satpam penjaga rumah tersebut sedang di langsungkan di sana pertunangan Draco dengan gadis kaya raya Astoria Grenggras , Hermione berjalan dengan cepat hatinya sangat sakit , sakit sekali seperti hatinya tertusuk beribu –ribu belati tajam , ia masuk ke café dan memesan minum seseorang duduk di depan Hermione membuat Hermione menoleh ternyata ia Luna lovegood

"ini bukan kemauan dari Draco mione , ini semua tentang perjodohan , Draco di jodohkan " ujar Luna ¸ Hermione bangkit berjalan sendirian matanya sembab karna habis menangis

"Hermione , kau kah itu Hermione Granger " ucap seseorang tanyata ia adalah Draco Malfoy , jubah resmi nya acak – acakan dasi tak terikat dengan benar dan rambut nya juga acak – acakan , tanpa tedeng aling – aling ia langsung berlari menghampiri Hermione dan langsung memeluk nya

"tinggalkan aku , Draco sendirian " ujar Hermione pelan

"takkan pernah 4 tahun kumenanti " ujar Draco tak rela

"ingat perjanjian kita Draco , jangan harap aku akan mengingatmu lagi "kata Hermione lalu berjalan menjauh ¸runtuh semua harapan yang sejak dulu Hermione bangun bersama Draco saat itu mau bagaimana lagi janji yang mereka buat sebelum Hermione pergi ke new York .

Hermione memasuki flat nya ia menyewa flat karna orang tua nya dan Alex masih di new York ia tinggal sendirian , sudah banyak cara yang Draco tempuh mulai dari sms , telfon , surat berbicara langsung dan sebagaian nya Harry , Luna , Blaise dan Theo merasa sangat prihatin dengan keadaan Draco sebab , sepertinya kini Draco menjadi gila berkerja .

suatu hari Hermione berkunjung menemui Harry dan yang lain nya yang sedang ada reuni kecil di rumah milik Harry james potter tersebut yang kini sudah menikah dengan Daphne grenggras dan memilik 1 putra bernama kevin , di ruang keluarga Harry sedang sibuk bermain dengan kevin sedang Luna ¸Hermione dan Daphne berbicara di dapur sambil menyiapkan makan malam

"Draco masih sangat mencintaimu mione " ujar Luna dengan ceria sambil mencicipi masakan Daphne

"ia bahkan rela menjatuhkan martabatan dirinya sendiri di depan orang tua ku " ujar Daphne membuat mata Hermione membulat tak percaya akhir nya Daphne menceritakan apa yang terjadi di rumah keluarga besar nya .

FLASH BACK ON.

Draco datang menemui orang tua Astoria dan Daphne , ia berbicara di ruang keluarga di mana ada orang tua Astoria , Astoria ¸Daphne , kakek dan nenek grenggras , Draco langsung berbicara ke intinya mengenai pertunangan ia dan Astoria tersebut

"aku mencintai seorang gadis , ia pacarku , ia pindah ke new york 4 tahun yang lalu dan baru seminggu ini balik ke negara ini , aku ingin membatalkan pertunangan ini , pertunangan ku dan Astoria karna aku dan pacarku masih saling mencintai " ucap Draco dari sudut matanya kita dapat melihat pancaran kesungguhan seorang lelaki yang memperjuangkan cintanya kakek Astoria angkat bicara

"lalu kenapa kau setuju dengan pertunangan ini ?" tanya sang kakek , di sertakan koor anggukan dari yang lain nya kecuali Astoria yang mencoba menagan tangis " ku kira ini perjodohan ¸ sejak aku tau akan ada pertunangan seperti ini ,aku selalu mencoba menentangnya tapi nihil , ayah memaksa kan ku " ucap Draco dengan lancar

"kami akan membatalkan pertunangan ini tapi kau harus bisa menjelaskan semua ini sampai selesai di media pers kami tak ingin Astoria kesusahan " ujar ibu Astoria di sambut anggukan tegas dari Draco

"kalau boleh tau siapa ia¸ kami ingin mengetahui gadis seperti apa yang kau cintai melebihi putri kami " ujar ayah nya Astoria

"ia adalah Hermione Granger " jawab Draco dengan mantap nya , semua mata membulat tak percaya

"selamat untuk mu dan Hermione kalau begitu " ujar sang kakek dengan senyuman nya

"kalian mengenal Hermione ? " tanya Draco matanya membelalak heran

"aku dan istri ku tinggal di new york ¸orang tua Hermione adalah dokter yang menangani kami berdua karna kami sudah tua ¸ Hermione Granger walau tak mengambil jurusan kedokteran tapi sungguh ia berbakat menjadi dokter " kata kakek Astoria ,sementara itu hanya Daphne yang mengetahui bahwa Astoria sudah meninggalkan ruang keluarga ia ke kamar nya sendiri menangis mencoba menyalahkan nasib .

FLASH BACK OFF.

Mata Hermione tak terfokus kini ia mulai merasa bersalah kepada Draco , orang yang selama ini ia cintai , makan malam pun di mulai di rumah keluarga potter tersebut ada kevin yang sedang asyik memainkan makanan nya sendiri Daphne yang membersihkan nya Luna , Theo dan Harry yang sedang mengobrol dan Hermione yang sedang mengaduk – aduk makanan nya tanpa minat hingga suara hp Theo berdering dengan nyaring Theo mengangkat nya dan kemudian mukan nya menjadi pucat setelah berbicara di telfon

"ada apa Theo ?" tanya Daphne dengan khawatir

"Draco ia sakit dan sekarang ia berada di appartemen nya , Blaise tadi yang menelfon ku " kata Theo muka Hermione seketika itu pucat melebihi Theo pucat nya , selesai makan malam bersama ia pamit duluan tujuan nya adalah flat milik Draco Malfoy yang berada di jalan king raven , Hermione membuka pintu Draco sebenar nya pintu nya dengan kode otomatis dan Hermione tau berapa kode flat milik Draco , ia masuk ke kamar Draco dan menemukan Draco terbaring lemah dengan selang infus dengan tangan kanan nya ,

Hermione menangis ia memegang pipi Draco dan dahi Draco ia merasa badan Draco hangat ia buru – buru mengambil handuk kecil dan baskom kecil ia mengompres Draco yang kala itu demam ,

Hermione menunggui Draco hingga tertidur di kursi yang berada di samping kasur Draco . mentari datang menghangatkan negara inggris yang kini mulai musim semi , Draco mulai terbangun ingat nya mulai pulih sepenuh nya kemarin malam ia kecapean dan seluruh badan nya sakit lalu ia tak ingat apa – apa lagi namun kini mata Draco terfokus dengan seseorang yang tertidur di samping kasur nya ,

mata nya membulat tak percaya melihat wanita yang selama ini ia cintai hadir di sisi nya dan kini sedang terlelap dalam bunga – bunga mimpi yang bertebaran di kamar tersebut , Draco mencabut infus nya dan ia merasakan handuk di dahi nya ia juga melepaskan nya dengan berhati – hati menaruh nya , ia bangun dari kasur nya mengangkat badan kecil Hermione dengan gampang nya dan menidurkan nya di kasur nya ,

ia berjalan menuju dapur dan membuat makanan yang ia bisa saat itu , Hermione terbangun seluruh badan nya sakit terutama di bagian kakinya yang semalam terkilir ia bangun dan mendapati dirinya di kasur 'kemana Draco ?' pertanyaan tersebutlah yang muncul terlebih dahulu dan dilihat nya sang pemuda yang di cintai nya hadir seperti nya baru mandi sebab Draco baru dari kamar mandi dan pakaian nya berbeda ia mengenakan Jeans dan kaos lengan panjang dan rambut nya masih acak – acakan

"hay Hermione , aku merindukan mu kembalilah kepadaku " ujar Draco

"aku berada di sini , mendengar kau sakit , mengompresmu hingga aku tertidur dengan posisi tidak benar semalaman dan aku belum kembali ?" tanya Hermione dengan heran mendengar respon dari Hermione seperti itu Draco menerjang Hermione dan memeluk Hermione seketika itu juga perasaan kedua belah pihak menjadi hangat dan rasa rindu menguap begitu saja dari kedua nya

"ayo sarapan dulu kau pasti lapar " ajak Draco , tapi Hermione tak bisa berjalan dengan benar akibat kakinya terkilir jadi Draco menggendong nya saja supaya lebih praktis

"ayolah Draco untuk apa kau menggendong ku seperti ini lagi caranya " ucap Hermione

"dari pada kau kesakitan karna harus berjalan sebaik nya begini saja lebih baik mione" ucap Draco sambil mendudukan Hermione di kursi , di meja makan sudah tersedia 2 cangkir capuccino , sandwich daging serta beberapa buah – buahan mereka mulai sarapan "kau berkerja di mana kini drake ?"tanya Hermione

"aku belum berkerja , sebenarnya baru saja ingin mengambil alih perusaan Malfoy cooperation milik dad tapi ku kira aku berubah pikiran " ujar Draco Hermione menoleh

"jadi kau akan mulai dari mana ?" tanya Hermione

"aku akan mengambil bagian mungkin di kementrian " kata Draco menyuap makanan nya kedalam mulut nya . 2 hari berikut nya Hermione sudah pindah ke flat nya ia mendapati 4 surat , dari orang tua nya , Alex , kementrian dan sebuah surat berembel bunga mawar merah , Hermione memutuskan untuk membaca surat itu terlebih dahulu ia sedikit membelalak mengetahui surat tersebut dari orang tua nya Draco Malfoy sendiri yaitu :

Dear miss . Granger .

Kami orang tua dari Draco Malfoy ingin mengundang mu untuk makan siang bersama kami berdua tanpa Draco saat jam makan siang hari ini di restoran ' delacour 's resto ' , kami ingin membicarakan mengenai hubungan mu dengan anak kami Draco miss dan kami sangat ingin kau hadir saat itu .

Lucius dan Marcissa Malfoy

Hermione sedikit heran membaca nya tapi ia akan memenuhi undangan makan tersebut lalu ada surat panjang curhatan Alex kepada Hermione yang membuat Hermione bingung harus menjawab apa , surat dari orang tua nya mengenai kehidupan nya di inggris dan surat dari kementrian mengenai lamaran kerja Hermione 4 hari yang lalu .

1 jam sebelum makan siang Hermione mencari pakaian yang akan ia kenakan untuk makan bersama orang tua Draco , ia mengambil terusan berwarna coklat muda ia mengenakan stoking putih dan mengambil sepatu berhak 3 cm warna putih dan ia berdandan senatural mungkin .

kini Hermione sudah sampai di depan restoran delacour's resto ia masuk ada pelayan yang bertanya

"sudah pesan tempat miss ?" tanya sang pelayan

"ku kira sudah " ujar Hermione sedikit gugup

"nama pemesan nya miss " ujar pelayan tersebut

" Lucius dan Narcissa Malfoy " ujar Hermione

"pasangan Malfoy ada di meja no 10 mari ikut saya " ucap sang pelayan membawa nya kepada seorang lelaki berambut pirang panjang di kuncir rambutnya dan seorang wanita cantik nan anggun berambut pirang juga

"ah miss Granger , senang melihat mu " ujar Narcissa sambil tersenyum lebar , Hermione duduk

"kita pesan makanan terlebih dahulu " ujar Lucius Malfoy dingin , mereka memulai makan siang sambil berbicara mengenai hubungan Draco dan Hermione

"jadi miss Granger , kau dan putraku sudah berpacaran berapa lama ?" tanya Lucius tanpa basa – basi

"5 tahun , jika mengingat aku pergi ke new york 4 tahun " ujar Hermione

"tak usah gugup sayang " ujar Narcissa hangat membuat Hermione menghembuskan nafas dengan lega

"apa kau masih sering berkomunikasi dengan Draco saat kau di new york ?" tanya Lucius lagi , Hermione mengangguk

"iya , kami masih berkomunikasi tapi tidak dalam 3 bulan belakangan ini " ujar Hermione jujur saja

"satu lagi , apa kau melihat Draco dari materi miss. Granger ?" tanya Lucius, Hermione menggeleng

"tak pernah sekalipun aku melihat Draco dari materi nya mr. Malfoy , aku melihat Draco apa ada nya ¸sifat Draco yang seperti itu dan yang lain nya tapi bukan materi yang ku cari dari dirinya " ujar Hermione

"lalu apa yang kau cari dari dirinya " ujar Narcissa

"entah lah aku pun tidak tau , tapi setiap aku dekat dengan nya , rasanya aman dan hangat " ujar Hermione ,Lucius dan Narcissa salin bertatapan penuh arti

"mari kita habiskan makan siang hari ini dear " ujar Narcissa . selesai makan siang tersebut "terima kasih Hermione , atas kesedian mu datang untuk makan bersama kami berdua " ujar Narcissa .

Hermione pulang ke flat milik nya , sesudah makan siang Hermione tak ada kerjaan , ia mengambil buku tebal nya sekitar 4 cm mengenai cerita cinta , Hermione membaca di ruang tamu nya , ia membaca sampai suara ketukan terdengar dari pintu depan nya , ia membuka pintu nya dan ada

"Harry , Daphne , Luna dan Blaise kalian sedang apa ?" tanya Hermione melihat ke – 4 teman nya tersebut dengan heran sekaligus girang

"ayolah Hermione , kami sudah lama tak mengunjungi mu " ujar Harry

"kau tambah cantik saja Hermione " ujar Blaise yang baru hari itu bertemu dengan Hermione

"trims Blaise ku dengar kau kini berkerja sebagai pengacara , apa itu betul ?" tanya Hermione , Blaise mengangguk

"pengacara profesional tepat nya " kata Blaise bangga

"jadi ada apa kalian kemari dengan bersama – sama seperti ini ? "tanya Hermione dengan heran

"ayolah Hermione , kami kemari hanya ingin bertemu dengan mu "kata Daphne , Harry mengeluarkan sebuah amplop

"ini , undangan pernikahan dari ron " ujar Harry

"ron dan lavender menikah " ujar Hermione senang sekaligus geli

"tak kusangka sebentar lagi ron akan menjadi suami " ujar Hermione membaca undangan nya tersebut

"aku pun begitu mione , kita bertiga kan sangat dekat kelewat dekat malah " ucap Harry membuat Hermione tertawa

"dan itu 3 hari lagi ?" tanya Hermione , Harry mengangguk

"mrs. Weasley meminta kita untuk membantu pernikahan ron hari ini ayo mione , bersiaplah " ujar Luna sambil melihat koleksi buku Hermione yang masih ada setengah nya di koper , Hermione melesat masuk ke kamar nya berganti baju dan menyisir rambut nya dengan cepat ia kembali ke bawah dengan cepat , Daphne menggandeng nya dan berbisik

"kapan kau akan ikut menyusul nya ?" tanya Daphne , Hermione memandang heran

"memang kenapa ?" tanya Hermione lugu , mereka naik ke mobil milik keluarga potter Blaise dan Harry duduk di depan (Harry yang menyetir ) , Daphne , Luna dan Hermione duduk di belakang

"karna Harry sudah menikah , dan kini ron pun , di antara trio kalian kau yang belum menikah hermy sayang " ujar Daphne

"entahlah , Draco belum berbicara kepadaku soal pernikahan " ucap Hermione dengan sedikit kesal dan juga takut entah kenapa

"tenang saja cepat atau lambat Draco pasti akan menikahi mu mione "kata Daphne

"kenapa kau seyakin itu ?" tanya Hermione heran

"Draco hanya mencintai mu mione , hanya kau saja " ucap Luna , Hermione menghela nafas bingung . mereka sampai di the burrow , sudah ramai banyak orang yang sedang mempersiapkan pesta pernikahan ron seperti nya.


To be continue ...

Maaf saya telat up date

Hiks , Hiks , Hiks , Hiks

maaf ngga bisa memenuhi janji yang kemarin

ternyata ibu saya ngga boleh saya buka laptop

secara sekarang hari pertama uas dan masih banyak try out yang menunggu di tempat les dan sekolah

sekian dari curhatan author semoga paham dengan situasi author yang satu ini .

Minta Review ya please?

LovelyMina