Hogwarts University

.

.

.

Disclamer: J. K. Rowlling

By: LovelyMina

.

.

.


Chapter 5

.

.

.

"Halo Mrs. Weasley," ucap Hermione, Mrs. Weasley masih saja sama seperti Hermione terakhir kali melihatnya, wanita ramah dan baik serta kalau mar

Hari ini Hermione sedang membereskan dapur yang sedikit kotor kegiatannya terhenti di karnakan suara ketukan dari pintu rumahnya ia membuka dan tampaklah Draco Malfoy rapih sekali seperti nya

"Kau belum bersiap?" tanya Draco heran lalu menarik Hermione masuk dan duduk di sofa ruang tamu

"Apa yang kau pikirkan tentu saja aku belum bersiap, acara pernikahan di gelar jam 10 pagi dan kini baru jam 8 Draco aku sedang sibuk membersihkan dapur," kata Hermione

"Memang dapurmu kotor kenapa ?" tanya Draco heran

"Kemarin aku, Daphne, Luna dan Ginny memasak cup cake untuk pernikahan Ron, dan ini masih berantakan," kata Hermione, sambil mengelap meja eksperimen untuk membuat cup cake kemarin, setelah selesai Hermione melihat Draco yang sudah sangat rapih, ia mengenakan sepatu pantopel hitam mengkilat, serta sepasang jas hitam kontas dengan dirinya terpasang begitu rapih

"Ini untukmu gunakanlah," kata Draco menyodorkan bungkusan yang ia bawa dari rumahnya tersebut , Hermione membukannya dan menarik sebuah terusan berwarna biru tua dengan di hiasi permata – permata kecil di ujung pakaian tersebut serta rimpel yang simple, Hermione menuju kamar mandi dan segera mandi , lalu berpakaian dan ia berdandan menggunakan dandanan yang natural , Hermione membuat Draco terpukau , mereka pergi menuju The Burrow dengan mobil milik Draco.

Sampai di The Burrow mereka jam 10 kurang 15 menit, di bagian penerimaan tamu ada Ginny dan Fleur (istri dari Bill) saat mereka masuk mereka langsung menemukan teman–teman mereka di salah satu meja ada Harry, Blaise, Theo, Dean, Seamus, Neville, Crabbe dan Goyle serta para pasangan mereka

"Hay mate!" sapa Theo pada Draco dan ia melihat ke Hermione

"Kau cantik sekali Hermione,Draco pasti makin suka denganmu," ujar Theo disambut plototan dari Draco dan Hermione tersipu sedikit mendengarnya, mereka semua duduk di bangku panjang ada ron yang sudah berpenampilan gagah sedang menunggu lavender lalu masuklah lavender dengan membawa sebuket bunga, mereka mulai mengucap janji suci hingga sang pendeta pernikahan tersebut berkata

"Kalian boleh mencium pasangan kalian," ucapnya, tanpa sungkan Ron mencium lavender, lalu ada kofeti berbentuk hati yang bertebaran kini saatnya Lavender melempar bunga tersebut dari belakang dan para wanita akan berusaha mendapatkan nya sebenarnya ini Cuma sebuah tradisi saja yang katanya wanita yang mendapatkan bunga tersebut akan cepat menyusulnya

Lavender melempar bunga dengan asal banyak wanita yang menggapai–gapai bunga tersebut tapi 'TAP' bunga tersebut pas sekali jatuh ke dalam pelukan Hermione yang sebenarnya tidak berminat untuk mengikuti adegan 'ayo –tangkap–bunga– dan–kau– menikah ' seperti itu kebanyakan , Ron, Lavender dan yang lain nya menatap Hermione dan Draco bergantian penuh arti, Hermione mengeratkan pegangan nya kepada lengan kekar Draco

"Aku malu Drake," bisik Hermione sedang Draco menyeringai mendengarnya ,selesai acara janji suci tersebut ada suara alunan mereka mulai berdansa dengan pasanganya masing–masing, Hermione menatap Draco, Draco balas menatap nya menampakan sebuah seringai membuat Hermione membuang muka karna sebal Draco menarik tangan Hermione lalu membimbing Hermione berdansa perlahan

"Kau pikir aku takkan mengajakmu dansa." ujar Draco dapat membaca pikiran Hermione

"Kau begitu menyebalkan Mr. Malfoy ," ujar Hermione

"Terserah saja, tapi aku menyukaimu," ujar Draco membuat Hermione sedikit terpaku, mereka lelah berdansa Draco dan Hermione duduk di kursi lalu Draco bangun

"Aku akan mengambil minum," ucapnya Hermione tersenyum, tiba – tiba Oliver Wood kakak kelas Hermione saat SMA dan Cedric Diggory mendatangi Hermione

"Wood, Diggory hay!" sapa Hermione

"Hay Hermione." ujar mereka berdua

"Kalian tak berdansa?" tanya Hermione

"Sudah tadi sebentar karna Cho sudah kepingin sekali bergosip dengan Ginny dan Lavender " ujar cedric

"Dan kau Wood, kau tidak?" tanya Hermione heran

"Aku tak membawa pasangan Hermione, aku 3 bulan putus dengan Bell " ujar Oliver, Hermione mengangguk mengerti, Draco membawakan Hermione minum

"Hay Malfoy," sapa Oliver dan Cedric

"Hay Wood, Cedric kalian tidak berdansa?" tanya Draco mereka berdua menggeleng

"Boleh pinjam ia sebentar Malfoy, aku belum berdansa sama sekali ?" tanya Oliver menunjuk Hermione, Draco mengangguk Hermione dan Oliver berdansa

"3 bulan waktu yang cukup panjang kenapa kau tidak mencari pacar wood ?" tanya Hermione di sela–Sela dansa mereka

"Bukannya aku tidak mencari pacar Hermione , tapi aku sedang jatuh cinta dengan pacar pertamaku saat sma dulu " ujar wood mengecilkan suara sedikit

"Kenapa harus sekarangsih Wood, aku sudah bersama dengan Draco kau tau itu " ucap Hermione sedikit sedih (ya, saat sma dulu Hermione pernah punya pacar yaitu hanya Oliver seorang , kalau Draco jangan di tanya setiap bulan pacarnya selalu ganti – ganti terus ),

"Tenang saja Hermione, aku takkan mengganggu kau dan Draco, mengganggu mu sama saja menyakiti hatiku." ucap Oliver , selesai berdansa dengan Oliver sikap Draco kepada Hermione berubah drastis membuat Hermione heran plus kesal

"Kau kenapa sih sebenarnya Draco?" tanya Hermione

"Aku tidak kenapa–kenapa," jawab Draco dengan tatapan dingin nya begitu menusuk

"Kau tak usah berbohong, kau sendiri yang mengijinkanku untuk berdansa dengan Oliver wood," kata Hermione

"Ia terlihat begitu mencintaimu Hermione ayo kuantar kau pulang, aku ada kerjaan di rumah," kata Draco dingin, sampai di flat Hermione Draco langsung tancap gas , Hermione mengeluarkan setetes air mata langsung ia hapus membuat dandanannya rusak.

Lalu hari–hari berikutnya terjadi perang dingin antara Draco dan Hermione , hampir setiap malamnya Hermione menangis, Luna berusaha menghiburnya Alex datang berkunjung dan mendengar Hermione menangis hampir setiap malam nya membuat Alex kesal kepada Draco , ia bertanya kepada Luna di mana Draco berkerja sekarang

"Ia berkerja di Malfoy Cooperation, menggantikan ayahnya, gedung putih dengan teksture klasik, di dekat big ben london ," ujar Luna , Alex mengangguk besok malam ia akan bertemu dengan Draco tak ada yang dapat menghalangi dirinya , Alex sendiri menjadi pemuda tampan ia kini sedang menuntaskan kuliah kedokteranya dan sengaja menjenguk kakak tercintanya di inggris.

Di kamar Hermione menangis Luna berusaha menenangkannya dan kali ini Daphne pun turut andil dalam perkara Hermione karna sepertinya ia tau pokok permasalahanya

"kapan itu terjadi Hermione?" tanya Daphne, Hermione menjelaskanya secara rinci "Parkinson " ucap Daphne singkat

"Apa hubunganya dengan pansy, " ujar Hermione bingung

"Hermione, Pansy itu satu SD , satu SMP dengan Draco dan ia juga pernah berpacaran dengan Draco saat SMP, lalu ia satu sekolah SMA dengan kau dan aku , ingat kita satu SMA, pansy masih kelewat suka dengan Draco , karna kita hampir seluruh penjuru sma kita tau Hermione dan Oliver pernah berpacaran selama 2 tahun dan ia pasti membeberkan nya saat Hermione dan Oliver berdansa saat pernikahan ," ucap Daphne matanya menyipit karna marah

"Ia ada di pernikahan," ujar Luna kalem

"Right, ia pasti memakai momen tersebut, apalagi sekarang Oliver sudah putus dengan katie bell bukan begitu?" tanya Daphne, mereka berdua mengangguk sedikit kurang yakin tapi sebenarnya semua yang di katakan Daphne betul adanya,

Daphne adalah tipe orang pengamat seperti Theo yang dokter piskologi kini, Daphne tau kapan Draco emosi hanya dengan raut wajah sudah jelas bagi Daphne dan Pansy ada di tempat kejadian dengan raut puas dan licik khas Pansy sendiri

"Sekarang kita hanya perlu mencari tau apa yang Pansy katakan kepada Draco sampai Draco marah kepadamu Hermione jadi berhentilah menangis," ucap Daphne , Hermione mulai bisa berhenti menangis dan tidur dengan damai Luna menjaganya dan Daphne pamit pulang karna Harry dan Kevin masih membutuhkan Daphne selalu.

Di tempat yang berbeda Alex dan Draco duduk di sebuah restoran kecil memesan 2 cangkir kopi hitam dan Alex memulai percakapan antar lelaki tersebut

"Kau apakan kakakku Malfoy?" tanya Alex

"Ia yang mulai duluan,ia selingkuh," kata Draco tenang

"Hermione tak mungkin selingkuh, kau pasti berbohong!" ucap Alex dengan tegas

"Kau punya bukti Malfoy?" tanya Alex

"Ia akan kembali dengan pacar satu–satunya saat ia sma Granger," kata Draco dingin, ingatan Alex kembali ke masa lalu mengingat – ingat siapa pacar Hermione satu–satunya selain Draco tentunya dan bingo ia ingat 'Oliver wood , cowok baik , ramah, pinta , dan jago dalam olahraga' Alex ingat Oliver suka datang bukanya untuk bertemu dengan Hermione malah Oliver mengajari Alex naik sepedah dengan sabar, pemuda berambut coklat yang ramah membuat Alex senang melihat kakaknya mendapat pacar yang sebaik itu.

"Itu bukan bukti Malfoy, itu perkiraanmu, " kata Alex dengan tenang

"Aku takkan berbicara dengannya sebelum ia minta maaf kepadaku dan mengaku ia selingkuh," kata Draco

"Kakakku tak mungkin selingkuh Malfoy!" kata Alex wajah nya mengeras

"Tapi ternyata itu terjadi," kata Draco dengan nada bosan

"Kau ini!" kata Alex lalu berdiri menggebrak meja dan mulai mendaratkan pukulan ke wajah tampan Draco Malfoy

"Kakakku MENANGIS karna kau menuduhnya selingkuh dengan Oliver wood , Malfoy berpikirlah jernih kakakku takkan mungkin menangis jika ia memang selingkuh, dasar kau Pengkhianat," kata Alex lalu beranjak melepaskan diri dari orang–orang yang menahannya untuk tidak memukul Draco kembali, Draco termenung memikirkan kemungkinan tersebut sedangkan Alex pulang ke flat kakak nya sambil menyumpah–nyumpah hal buruk kepada Draco Malfoy.

Alex sampai dengan keadaan jauh dari kata rapih saat itu, ia membuka pintu dan menemukan Luna serta Theo sedang berdiskusi mengenai sesuatu

"Apa Hermione sudah tidur?" tanya Alex, Luna mengangguk, Alex mandi berendam terlebih dahulu lalu setelah itu ia minum coklat panas sambil bermain catur bersama Theo dan Luna akan ke kamar Hermione untuk tidur bersama

"Kau habis dari mana Alex ? wajah mu ada memarnya," ujar Theo sambil menjalan kan catur nya

"Habis memberi seseorang pelajaran," kata Alex

"Draco?astaga kau apakan Draco Alex? " kata Theo sedikit ngeri

"Sebenarnya sih menuntaskan janji, ia berjanji kepadaku jika membuat Hermione menangis sekali saja aku akan melakukan sesuatu hal untuknya," kata Alex sambil mengambil es dan mengompres nya ke pipinya yang memar tersebut,

Pagi harinya Hermione bersiap untuk berkerja kini ia telah di terima oleh kementrian sebagai kepala departemen hubungan internasional, Hermione selesai memasak sarapan ia langsung menuju halte bis untuk berangkat ke kementrian, sampai di sana Hermione segera merapihkan ruangan kantor tempat nya akan berkerja ia mulai menaruh beberapa buku di lemari yang ada, ada vas bunga ia mengisi vas tersebut dengan setangkai bunga lily putih lalu ia menaruh 1 buah bingkai foto di sana ada sebuah foto keluarga yang manis, keluarga kecil Granger yang sedang berkumpul untuk minum tea, ada william dan jean Granger yang tampak mesra ada Alex yang tampak sedang ingin mengambil kue dan Hermione yang sedang tersenyum sambil memegang sebuah buku, selesai menaruh seluruh barang nya seorang gadis berambut hitam di kepang 1 masuk

"Permisi saya Lolita Velery, saya yang akan menjadi sekertaris anda Miss. Granger, " ucap nya , Hermione tersenyum ramah

"terima kasih,"ucap Hermione , Hermione sedang menulis proposal mengenai pemasukan mobil merek ternama dari jepang, ia sedang menulis hingga suara pintu menjeblak masuk ada Daphne raut mukannya tampak cemas

"Hermione akhirnya," ucap Daphne dengan leganya ia langsung duduk dikurs , Hermione mengambil segelas air mineral dan memberikan nya kepada Daphne

"Tarik nafas Daphne dan bicaralah pelan–pelan," kata Hermione, Daphne meneguk air nya dan mulai berbicara dengan tenang

"ini mengenai pertunangan Draco dan Astoria, mereka melanjutkannya, " ucap Daphne, mata Hermione membelalak kaget lalu berubah khawatir

"Kenapa harus dilanjutkan?" tanya Hermione khawatir

"Aku belum tau yang pasti saat aku sampai di Greenggass manor, Astoria langsung memeluk senang dan berkata 'pertunangan kami lanjut dan akan menikah kemungkinan dengan cepat ' ucap Astoria,"kata Daphne sebutir air mata keluar dari manik mata hazel tersebut

"Lalu apa yang akan kau lakukan mione?" tanya Daphne

"Aku ingin bertemu Astoria, meluruskan semuanya," kata Hermione, Daphne mengangguk, walau Astoria adik satu – satunya tapi putri sulung keluarga grenggras tersebut benar–benar mendukung Hermione karna Daphne tau, 'Hermione sangat dan selalu mencintai Draco ' batin Daphne bergejolak, akhirnya saat makan siang hari ini Hermione dan Astoria akan bertemu di sebuah restoran, Hermione datang ke restoran tersebut melihat Astoria sudah duduk manis sedang memainkan handphonenya

"Hay," sapa Astoria di sambut senyuman Hermione

"Aku kemari takkan lama, jadi apa kau dan Draco melanjutkan pertunangan kalian?" tanya Hermione¸Astoria mengangguk

"Tapi kau jangan salahkan aku Hermione, Draco dan keluarganya sendirilah yang datang ke rumahku dan berdiskusi dengan kedua orang tua ku dan akhirnya pertunangan ini dilanjutkan," kata Astoria lugas

"Apa kau mencintai Draco, Astoria?" tanya Hermione

"Tentu, aku sudah menyukainya sejak kecil, kami di SD, SMP, SMA yang sama tentunya," kata Astoria, Hermione mengambil handphonenya dan menelfon seseorang

"Aku akan ke toilet sebentar ingin menelfon,kau tak keberatankan ?" tanya Hermione, Astoria mengangguk tenang muka dan matanya memancarkan kebahagiaan yang mendalam, sampai di toilet wanita Hermione segera menelfon Draco

"Ada apa Miss. Granger kau menelfonku?" tanya Draco dengan suara formal

"Kau keterlaluan Mr. Draco Malfoy, jangan harap aku akan melihat mu lagi," kata Hermione sambil menutup telfon dengan segera membuat Draco terkaget–kaget, selesai makan siang bersama Astoria, Hermione kembali ke kantornya membereskan semua perkerjaan nya hingga

"Miss. Ada yang ingin bertemu dengan mu," ucap Lolita,

"Siapa ?" tanya Hermione

" dari perusahaan Malfoy Cooperation," jawab Lolita Hermione mengangguk singkat 'Draco atau Lucius Malfoy ' pikir Hermione heran sambil membereskan sebuah berkas yang ada di mejanya tersebut seorang pria tampan berambut pirang masuk dan ia adalah Draco Malfoy

"Hallo Miss. Granger aku ingin menanyakan apa maksudmu menelfonku duluan lalu kau mematikannya begitu saja membuatku kaget," kata Draco tampang nya sangat garang saat itu tapi hati dan pikiran Hermione lebih garang karna hatinya sedang sakit saat itu

"Jika ingin membahas masalah pribadi kita kantor bukanlah tempat yang tepat Mr. Malfoy jika sudah tak ada perkerjaan silahkan keluar," kata Hermione sebal, tapi Draco malah duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut

"Cepat jelaskan motifmu menelfonku tadi Miss, aku menunggu," kata Draco yang di beri penekanan di sana–sini Hermione selesai membereskan seluruh berkas mengambil tas kerjan nya dan berkata

"Aku permisi duluan," kata Hermione langsung saja pergi pulang karna sudah sore Draco menggeram kesal dan marah ia bertanya kepada Lolita

"Apa pegawai kementrian seperti itu boleh pulang jam 5 sore?" tanya Draco heran

"Miss. Granger telah mengerjakan tugas kantor milik nya dengan cepat Mr. Ia berhak pulang awal lagi pula mukanya pucat kami di sini menganggapnya ia sedang sakit," kata Lolita cepat lalu berkerja kembali, 'sial' batin Draco bergemuruh lalu pergi menuju kantor nya sendiri.

Di rumah Hermione sedang sibuk memotong coklat, ia membuat cup cake untuk hadiah 2 anak kembar namanya Alexander dan Alexandria , Hermione dan Luna suka sekali membantu menjaga ke 2 anak kembar tersebut ibu mereka wanita bernama Mary Meyer sudah akrab, Hermione memasak 9 cup cake berbeda rasa ia menunggu panggangan selesai Alex dan Theo masuk ke dapur melihat Hermione sedang duduk

"Hay Hermione!" sapa Theo,

"Apa yang kau bikin Sister?"tanya Alex heran

"Hadiah untuk si kembar," jawab Hermione

"Boleh kami cicipi ini ada 9 kan?" tanya Theo

"Awas jika kau cicipi Theo, itu hadiah yang sudah kubikin susah payah," kata Hermione. Paginya Hermione menelfon Luna

"Maaf Hermione tapi aku datang ke pesta si kembar dengan Theo bagaimana jika kau dengan Alex?" tanya Luna

"Ah tidak, ku kira Alex sedang dekat seorang gadis Luna," kata Hermione, pesta ulang tahun tersebut di adakan jam 5 sore di rumah keluarga meyer, Hermione membungkus cup cake tersebut di salah satu kotak yang ia bungkus dengan kertas kado bergambar bintang dan tali pengikat berwarna emas, Hermione berjalan menuju rumah keluarga meyer yang mulai tampak ramai ia menaruh hadiah tersebut di meja khusus kado dan berbicara dengan mary ibu si kembar

"Ah, Hermione! kau sudah datang ternyata pesta nya sebentar lagi di mulai tinggal menunggu Leon (suami Mary ayah si kembar) turun saja, dan kau sudah letakan kado?" tanya mary

"Sudah di meja sana tapi aku khawatir, sebab isi kadoku tersebut sesuatu yang dapat mereka makan," ucap Mary sedikit menjerit

"Akanku pindahkan sebentar dan sebaiknya kau bergabung dengan yang lainnya lihat, kau bisa bertemu dengan si kembar mereka begitu mengharapkan kehadiran mu ," kata Mary, Hermione mengangguk¸si kembar Alexander (Alex) dan Alexandria(Alexa) datang menghampiri Hermione

"Hay Hermy kau datang juga," ujar mereka lalu mereka mengobrol dengan seru

"Aku ingin menjemput seseorang dulu Hermione, kau dan Alex di sini saja akanku perkenalkan,"kata Alexa dengan bersemangat, Hermione mengangguk dan kembali berbicara seru dengan Alex mengenai taman bermain

"Besok kami sekeluarga akan ke sana Hermione sebagai kado ulang tahun dari dad , apakah kau mau ikut?" tanya Alex

"Aku akan menjawabnya saat pestanya berakhir Alex,"jawab Hermione, Alex mengangguk lalu tepat pada saat itu seorang pemuda di tarik paksa oleh Alexa

"Hermione /Oliver," kata mereka berdua tak menyaka sama sekali

"Kalian saling mengenal?" tanya Alex dengan selidik tapi Alexa malah berseri–seri

"Aku dan Hermione satu sma dulu," ucap Oliver , pesta berlangsung dengan meriah Hermione duduk di sampingnya

"Tak kusahkan kau mengenal si kembar, memang kapan kau mengenal mereka Hermione?" tanya Oliver

"Aku dan Luna suka menjadi baby Sisterer mereka berdua saat Mary tidak ada di rumah dan kau memang siapa si kembar bagimu?" tanya Hermione

"Mereka keponakanku , mary adalah sepupuku ia beda 2 tahun dariku,"ujar Oliver

"Jadi kau kini paman Oliver," ujar Hermione, Oliver mengangguk pasrah saja lalu mereka tertawa Luna dan Theo yang melihatnya menjadi senang dan kekhawatiran mereka mengurang mengenai masalah yang menimpa Hermione dan Draco, Oliver sebenarnya berniat mengantar pulang Hermione tapi Hermione menolak,

Hermione melangkah menuju sebuah cafe, cafe itu tempat yang selalu ia datangi sendirian maupun bersama Draco ia duduk di dekat jendela tempat favoritnya ia memesan cappuccino latte dan sebuah kue ia memakan nya perlahan, mengingat seluruh memorinya dahulu saat bersama Draco 'Astoria mencintai Draco , Draco kembali melanjutkan pertunangan astaga ' pikiran Hermione mulai kembali kacau ia meminum cappuccino nya perlahan setelah selesai

Ia pergi mengunjungi taman lampion ia menangis mengingat seluruh kejadian antara dirinya dan Draco ia menangis sejadi–jadinya hingga ia merasa badannya begitu lemas ia memutuskan untuk pulang ke flatnya mengingat ini sudah mulai malam,badan Hermione menggigil di musim gugur yang terpaaan anginnya sangat kuat saat itu¸muka Hermione pucat bibirnya membiru saat ia berjalan di area trotoar sana tiba–tiba pandangannya kabur dan ia terjatuh tepat pada saat itu sebuah mobil sedan berwarna hitam lewat matanya membulat tak pecaya melihat gadis yang selama ini ia jauhi terjatuh tak sadarkan diri.

.

.

To be Continue...


Note: Saya berterima kasih banget kepada Nate Granger (LovelyMina Peluk ya? itupun kalau boleh :) yang mengingatkan saya mengenai Fict Ini sama yang udah Review Fict ini dari awal pokoknya MAKASIH.

Jujur soalnya pas publish fict ini di ch. 4 beberapa hari kemudian Mood saya hilang seketika dan Feeling saya jadi turun, maka dari itu saya cari pencerahan dengan membuat beberapa fict dari fandom lain.

Apalagi bentar lagi Un, UAMBN, Ujian praktek dan sebagainya.

tapi saya akan tetap mencoba melanjutkan Fict ini sampai habis.

jujur saya malu sendiri pas baca ulang, parah sekali tulisan saya di ch 1 - 4, semoga saja kalian suka dan mau me review ch 5 ini

(biar ada tambahan semangat dan memperbagus lagi tatanan cerita yang saya buat)

Salam

.

.

LovelyMina