Life

Chapter 2 : Feeling

Genre : Romance and... i don't know

Main cast :

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Kris

Other Cast : you can find by your self

Main pair : ChanBaek, HunBaek, etc..

"Aku Park Chanyeol, anak dari mendiang Park Jung Soo, pemilik perusahaan ini, senang berkenalan denganmu Baekhyun" ucap Chanyeol dengan senyuman menawannya.

'Oh jadi dia Park Chanyeol, sepertinya akan menarik' batin Baekhyun

"Ya, Aku juga senang bisa berkenalan denganmu Park Chanyeol" ujar Baekhyun dengan seringaian mengerikan yang terpatri diwajahnya.

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~~

"Nampaknya dia benar-benar menyukaimu"

"Oaa, Sehun! Kau ini kenapa selalu mengejutkanku sih"

"Maaf, tapi apa kau sepakat dengan ucapanku tadi Baekhyun?"

"Emm, entahlah, aku tak menyangka akan semudah ini"

"Bukan semudah ini, tapi secepat ini"

"Eh?" Baekhyun mengerutkan keningnya.

Sehun menempatkan dirinya tepat dihadapan Pria mungil itu.

"Aku tak menyangka, dia menyukaimu saat pandangan pertama, karena setahuku dia bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta"

"Oh benarkah?"

"Emm.," pemuda berkulit pucat itu menganggukan kepalanya, "Bagaimana?" lanjutnya.

"eh? Apanya?"

"Rencanamu selanjutnya,honey?"

"Entahlah, meunurutmu aku harus bagaimana?"

"Bodoh, kenapa kau tanya padaku? Inikan misimu!"

"Hei, biasanya juga kau selalu ikut campur dalam misiku!"

Sehun tersenyum "Yeah kau benar, aku akan selalu ikut campur kalau ini menyangkut dirimu"

"Ck dasar tuan Oh"

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~~

Chanyeol, pria itu kini tengah bertingkah layaknya remaja yang baru dimabuk asmara, pria itu kini tengah tersenyum-senyum sendiri memikirkan seorang pria manis yang dianggapnya sebagai malaikat tak bersayap yang kini selalu memenuhi pikirannya itu.

"Hei sobat, kau terlihat er... aneh? Ah aku tau kau kini sedang jatuh cinta pada Pria yang semalam itukan? Hei kau bahkan belum bercerita padaku tentang perkenalanmu dengannya semalam! Cepat ceritakan!"

"Diamlah Kai! Kau mengganggu sekali!" bentak Chanyeol.

"Hei.., santai saja kawan, aku hanya bertanya!"

"Kau banyak tanya!"

"Ah, ayolah Park, beritahu aku, aku sungguh penasaran, bagaimana caranya seseorang semacam dirimu mengajak seorang pria manis berkenalan" ucap Kai dengan nada memelas.

"Kepo"

"Hei Park Chanyeol, sejak kapan kau jadi mengenal istilah anak muda zaman sekarang hah?"

"Sejak Baekhyun selalu hadir dipikiranku! Sudah jangan banyak tanya, yang jelas kini sahabatmu ini sedang senang Kai!, aku berhasil mendapatkan nomor ponselnya!" girang Chanyeol.

"Wah, selamat sajalah kalau begitu, hei semalam apa saja yang terjadi? Ayolah chanyeol, ceritakan padaku!"

Chanyeol memutar bola matanya.

"Huh baiklah, jadi semalam aku mengajaknya berkenalan dan bertukar nomor ponsel, lalu dia pergi begitu saja setelah dia berbicara dengan seseorang ditelepon"

Kai membulatkan mata dan bibirnya.

"Hanya begitu?"

"Iya.."

"Kau sungguh tidak Keren..."

"Kau mau mati kkamjong?!"

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~~

Baekhyun P.O.V

Hangat, hatiku terasa begitu hangat saat sedang bersamanya. Aku tak tau mengapa, aku bahkan tak mengerti kenapa aku selalu merasa aneh saat dia hadir disisiku. Aku merasa . . . nyaman.

Perasaan ini begitu menyenangkan. Seaakan memberi rasa pada hidupku yang hambar ini.

Sebenarnya apa yang kurasakan padamu Oh Sehun?

'Drrtttttttt' getaran itu berasal dari ponselku, sesegera mungkin aku menjawab telepon itu.

"Halo?"

"Halo" suara berat ini, aku tak asing dengan suara ini, terdengar seperti . .

"Chanyeol?"

"Iya ini aku.." tepat sudah dugaanku.

"Ada apa?"

"Eng, Baek.. kau ada waktu? Emm maksudku bisakah kita keluar malam ini untuk makan malam bersama?"

"Terdengar seperti ajakan kencan."

"Yahh, sebenarnya aku memang sedang mengajakmu berkencan, terdengar aneh ya? Kita bahkan baru bertemu sekali"

"Haha tak masalah Chanyeol, ayo kita berkencan"

"Sungguh? Baiklah aku akan menjemputmu nanti malam pukul 7! , eng Baekhyun kau tinggal dimana?"

"Aku akan mengirim alamatku lewat pesan, baiklah aku menunggumu Chanyeol"

"Baiklah, sudah dulu ya, sampai bertemu nanti malam"

Well, sepertinya aku harus segera bersiap-siap.

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~~

Normal P.O.V

Tercium bau rokok yang menyeruak diruangan itu, ruangan yang kini ditempati dua orang pria tinggi itu.

"Bisakah kau menghentikan misinya? Ini memuakkan, harus membuat korbanmu jatuh cinta, dan mempermainkannya, kemudian membunuhnya. Itu sangat membuang waktu kris" desis pemuda berkulit pucat itu.

"Justru itulah bagian menariknya, kau tau? Itu belum seberapa! , dia yang menyebabkan orang yang kukasihi pergi selamanya,Oh Sehun!"

"Cihh, itu bukan salahnya! Tao yang mengakhiri hidupnya sendiri!"

"Tapi Tao tak akan mengakhiri hidupnya jika lelaki sialan itu tak menolaknya!"

"jikapun Park Chanyeol menerimanya, apa kau akan senang hah?! Aku yakin kau juga pasti akan membunuhnya! Dan itu juga akan membuat Tao mengakhiri hidupnya. Bukankah itu sama saja?!"

Rahang Kris mengeras, lelaki itu terlihat sangat emosi pada pria berkulit pucat yang berada dihadapannya.

"Jaga ucapanmu Oh Sehun!, kau lupa aku siapa hah?! Kau terlihat seperti berpihak pada pria sialan itu!"

Sehun menatap Kris tajam.

"Bukan, bukan berpihak pada pria sialan itu, hanya saja, ini . . . Demi Baekhyun."

"Baekhyun?" pria dengan tinggi diatas rata-rata itu menatap bingung pada pria dihadapannya.

"Aku takut.., aku takut Baekhyun akan termakan permainannya sendiri, aku takut.. Baekhyun akan benar-benar mencintai pria itu" Sehun berucap lirih.

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~

Byun Baekhyun, lelaki itu kini sedang duduk santai diruang tamu rumahnya. Dia nampaknya sedang menunggu Chanyeol yang mungkin akan datang sekitar 15 menit lagi.

"Kenapa aku merasa harus memberitahu Sehun tentang kencan ku dengan Chanyeol?" tanyanya pada diri sendiri.

"Ah benar, Sehun harus tau, mungkin dia akan membantuku, atau . . Ah entahlah yang penting aku harus memberitahunya"

Baekhyun segera mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja, dia kemudian mengetik pesan singkat untuk orang yang sangat dia percayai.

To : Oh Sehun

Sehun, malam ini aku akan berkencan dengan Chanyeol.

Setelah beberapa saat, Baekhyun merasakan ponselnya bergetar.

From : Oh Sehun

Kenapa kau tak membicarakan ini denganku?! Kemana kalian akan pergi?

'tak membicarakan bagaimana? Ini aku sudah membicarakannya dasar bodoh' maki Baekhyun dalam hati.

To : Oh Sehun

Kupikir sekarang kita sedang membicarakannya tuan Oh? Dan yang penting kau sudah tau bukan?.

Kami akan pergi ke Emilie. Kau kan tau restoran Perancis sangat cocok untuk berkencan.

Baekhyun tersenyum jahil saat membaca kalimat terakhir di pesan singkatnya yang akan ia kirimkan pada Sehun.

From : Oh Sehun

Kau menyebalkan! Lihat saja aku akan berada disana dalam 30 menit kedepan nona Byun.

Baekhyun terlihat kesal dengan panggilan Sehun padanya. Nona? Oh ayolah siapa yang tak tahu Byun Baekhyun? Lelaki cantik yang selalu menganggap dirinya Tampan, tentu saja dia tak akan suka dipanggil dengan sebutan nona.

"Huh menyebalkan sekali Albino itu" ucapnya sambil tersenyum. Entahlah dia merasa sangat ingin tersenyum saat ini.

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu yang tak begitu nyaring, namun tetap terdengar di telinga lelaki manis itu.

'Ceklekk'

"Ah maaf Baekhyun, sudah membuatmu menunggu" ucap suara berat dengan cengiran yang tercetak diwajah tampannya.

"Sudahlah tak apa Chanyeol, Ayo kita pergi" Baekhyun menampilkan senyumnya yang teramat manis.

"B-Ba baiklah, ayo" Chanyeol merasa gugup setengah mati saat ini. Melihat senyum Baekhyun yang begitu manis, jantungnya terus berdetak dengan kecepatan yang tak normal, diapun merasa darahnya berdesir, sensasi yang hanya Chanyeol rasakan saat bersama Baekhyun.

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~

"Emm.. Baekhyun kau mau pesan apa?" tanya Chanyeol.

Saat ini mereka sudah berada di Emilie,restoran perancis, yang menurut Chanyeol romantis untuk brkencan.

"Coq Au Vin" jawab Baekhyun.

"Baiklah aku pesan Coq Au Vin dan Carpacio de st. Jacques, dan sebagai makanan penutup aku pesan Chocolate Mousse dan Creme brulee." Ujar Chanyeol pada pelayan yang kini tengah mencatat pesanannya.

Setelah pelayan itu pergi, Chanyeol kembali memusatkan pandangannya pada lelaki manis dihadapannya, Chanyeol merasa begitu gugup, dia bingung untuk berbicara apa. Oh ayolah., ini adalah kencan pertamanya!

"Nampaknya kau suka masakan Perancis ya? Kau bahkan memesan tanpa melihat daftar menu" ucap Baekhyun memecahkan keheningan diantara keduanya.

"Bukan hanya masakannya, aku suka Eiffel, aku suka Visuale notturna de la, aku suka Avignon, bahkan aku suka Place de la Bastille, intinya aku suka semuanya tentang Perancis!" Chanyeol sangat bersemangat menceritakan kecintaannya pada Perancis kepada Baekhyun.

"Place de la Bastille? Uh tempat itu menyeramkan" sahut Baekhyun.

"Entahlah bagiku tempat itu penuh dengan misteri. Aku suka"

"Begitu ya.., kau pernah tinggal di Perancis, Chanyeol?"

"Ya, sebelum ayahku meninggal aku tinggal di Paris bersama pamanku, setelah ayah meninggal, aku dipaksa untuk kembali ke Seoul dan meneruskan perusahaan Ayah. Kau tau? Sejujurnya aku tak mau meninggalkan Perancis, dulu salah satu teman dekatku yang er.. miskin, dia bekerja di salah satu bistro, dan aku selalu kesana untuk bertemu dengannya, sayangnya kini aku tak mungkin bisa bertemu dengannya." Chanyeol menunjukan raut sedihnya.

"Tapi sekarang aku bersyukur, karena dengan kembalinya aku ke Seoul, aku bisa bertemu denganmu" lanjutnya dengan senyum lebar andalannya.

Baekhyun menatap Chanyeol dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Ya, kau sangat beruntung bisa bertemu denganku, karena jika kau bertemu denganku, mungkin sebentar lagi kau akan bertemu ayahmu" ceplos Baekhyun yang membuat Chanyeol bingung.

"Maksudmu?"

"Itu aku tak mempunyai maksud apapun, hanya salah bicara, baiklah ceritakan tentang teman dekatmu yang berada di Perancis itu, apa dia kekasihmu?" Baekhyun mengalihkan pembicaraan.

"Haha tentu saja bukan, dia hanya temanku. Seumur hidup aku belum mempunyai kekasih. Bahkan ini kencan pertamaku!" untunglah Chanyeol tak terlalu memikirkan ucapan Baekhyun tadi.

"Kalau begitu, aku adalah orang pertama yang kau ajak kencan ya? Haha Jujur saja ini pun kencan pertamaku" ucap Baekhyun. Ya Baekhyun tidak berbohong soal ini. Ini memang kencan pertamanya. Sebelumnya dia memang hanya ditugaskan untuk membunuhkan? Tak ada waktu baginya untuk berkencan.

"Ah benarkah? Kau tau baekhyun, aku.. em.., bagaimana ya?"

"Kenapa?" Baekhyun memandang bingung sekaligus penasaran pada pria jangkung dihadapannya.

Belum sempat Chanyeol menjawabnya, pelayan restoran telah datang mengantarkan makanan kepada mereka.

"Em tadi kau mau bicara apa, Chanyeol?" tanya Bekhyun.

"Ah lupakan saja, ayo makan, kau tau aku sangat kelaparan setelah tadi banyak bicara"

"Baiklah" jawab Baekhyun.

Baekhyun P.O.V

Aneh aku tak melihat kehadiran Sehun disini, padahal dia bilang akan berada disini dalam 30 menit.

Anak itu memang hebat, bisa menyembunyikan keberadaannya.

Ku alihkan pandanganku kearah Chanyeol yang kini tengah menyantap makanannya. Dia sangat tampan, dan aku mengakui hal itu.

"Baek? Kenapa kau melihatku terus? Ayo makan makananmu" Suara bass Chanyeol langsung membuatku tersadar.

"Ah iya" akupun menyantap makananku.

Saat bersama Chanyeol aku merasa sangat nyaman, entahlah akupun tak mengerti.

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~~

Sehun P.O.V

Huh, mereka menyebalkan sekali, kenapa sedari tadi Baekhyun terus memperhatikan si Park muda itu? Apakah dia mulai menyukai pemuda itu? Ah tidak! Itu tidak akan terjadi! .

Omong-omong sekarang aku berada di restoran yang sama dengan mereka, aku mengambil tempat duduk yang agak jauh dari mereka, karena aku tak mau Baekhyun menyadari keberadaanku. Yah, walaupun kuyakin anak itu lama-lama akan menyadari keberadaanku, aku hanya ingin terkesan keren dihadapannya dengan alasan aku pintar menyembunyikan keberadaanku, yah walau sebentar sih.

Walaupun tempat dudukku agak jauh dari mereka, aku tetap bisa melihat mereka, hanya saja aku tak tau apa yang mereka bicarakan.

Aku terus memperhatikan mereka, dan satu hal yang kutahu, Baekhyun selalu memperhatikan Park Chanyeol.

Kesal? Sudah pasti!

Aku ingin sekali memukul si Park itu, dan menyeret Baekhyun untuk pulang. Yeah, aku dan Baekhyun itu tinggal satu rumah. Kami hanya tinggal berdua, aku mengajaknya tinggal bersamaku setelah Kris menyembunyikan orang tua Baekhyun. Oh pria keparat itu, dia selalu memperobot Baekhyun, dan selalu mengancam akan membunuh orang tua Baekhyun ( yang keberadaanya tak aku dan Baekhyun ketahui) jika Baekhyun tidak mau menuruti kemauannya. And see?

Dia mejadikan Baekhyun mesin pembunuh.

Selama ini aku selalu berusaha membantu Baekhyun dalam menyelesaikan misinya, aku juga selalu mencoba mencari keberadaan orang tua Baekhyun, namun hasilnya selalu nihil, Kris keparat itu sangat cerdik untuk menyembunyikan keberadaan seseorang.

Kembali lagi pada Baekhyun dan Chanyeol yang sedang asyik mengobrol itu. Ah! Aku benar-benar kesal sekarang! Untuk apa aku datang kemari jika diberi pemandangan seperti itu?!

Kuraih ponsel yang kugeletakan di meja tadi, hmm.. aku akan mengiriminya pesan singkat.

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~~

Baekhyun P.O.V

Saat sedang asyik mengobrol dengan Chanyeol, ponselku bergetar menandakan ada pesan masuk. Segera saja aku membuka pesan itu.

From : Oh Sehun

Serius sekali kau memperhatikannya nona Byun? Lihatlah matamu terlihat akan keluar dari tempatnya.

Aku melotot seketika, jadi Sehun benar-benar ada disini! , tapi dimana dia?.

Aku mengedarkan pandanganku kesegala arah di restoran ini dan pandanganku terhenti pada sesosok pria yang menggunakan kaca mata hitam yang duduk agak jauh dari tempatku. Aku yakin sekali pria itu adalah Sehun. Dan.. apakah benar jika sedaritadi aku terus memperhatikan Chanyeol? Aku bahkan tidak menyadarinya, Hei aku hanya sedikit memperhatikan korbanku saja! Ya benar hanya itu tidak lebih! Ya walaupun... aish, tak ada kata walaupun. Aku hanya memperhatikan korbanku, hanya itu.

To : Oh Sehun

Aku tidak memperhatikannya! , dan sejak kapan kau duduk disitu?

Tak lama ponselku kembali bergetar.

From : Oh Sehun

Semoga saja itu benar, daritadi, entahlah aku tak menghitung waktunya.

Apakah Sehun sudah lama disini ya?

"Baekhyun? , pesan dari siapa? Kau asyik sekali sampai mengabaikanku." Sial! Itu suara Chanyeol. Gara-gara berkirim pesan dengan Sehun, aku jadi melupakan pemuda itu.

"Ah.. maaf Yeol, itu pesan dari temanku, dia ingin meminjam uang" ucapku asal, semoga saja Chanyeol percaya.

"Oh, kalau begitu, lebih baik kita pulang Baek, ini sudah cukup larut, sudah waktunya kau tidur" Chanyeol menunjukan senyum lembutnya.

Gawat rasanya pipiku mulai memerah.

"Ah ya kau benar, ayo kita pulang."

~~~~~~~~~~~~~LIFE~~~~~~~~~~~~~

Setelah sampai dirumahku,aku menyuruh Chanyeol untuk langsung pulang kerumahnya .

Dan kini aku sedang berjalan ke arah pintu rumahku

"Kencanmu romantis sekali"

Ah itu suara Sehun! Segera saja aku membalikkan badanku untuk melihat Sehun yang kini berjalan mendekatiku.

"Aku anggap itu pujian tuan Oh"

"Ya itu memang pujian, sekarang cepat buka pintu itu, disini sangat dingin, tak baik untukmu Baek" Sehun mengusap kepalaku.

Ah rasa hangat ini kembali hinggap dihatiku.

"Ya baiklah"

Aku membuka pintu rumah dan berjalan ke arah kamarku, namun sebelum masuk kedalam kamar, Sehun terlebih dulu menarikku.

"Baek, bisakah kau hentikan ini semua?"

"Maksudmu Hun?"

"Maksudku, jangan lakukan misi ini!"

"Eh?"

"Aku tidak suka!, aku tidak suka kau dekat dengan si Park muda itu!"

"K-Kenapa?"

"Karena aku..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

_TBC_

Hallo pembaca setia tercinta, B-Byun udah update Chap 2 nih.. hehe, B-Byun mau Try Out yang ke 2 jadi maklumin aja kalo B-Byun update lama banget :( . B-Byun mau UN sih, hehe Doain ya..

B-Byun sengaja masukin sedikit tentang Perancis. Why? Because i like french! This is romantic country :)

Disini B-Byun lebih jelasin feeling-nya Baekhyun ke Sehun sama Chanyeol, yeah biarpun belum jelas sih -_- .

kalian tebak sendiri aja deh, si Baek sukanya sama siapa.

B-Byun ChanBaek, HunBaek Hardshipper jadi agak galau juga buat nentuin pairing, dan akhirnya setelah pertimbangan berat keluarlah hasilnya.. dan itu masih dirahasiakan ya, ikuti aja ceritanya.. :)

I'm sorry because i can't reply your review one by one. And I wanna say thank you for you all, to your fantastic review, i'm really happy to read your review dear :* . so.. jangan lupa tinggalin Review, jangan jadi Silent Readers oke? Soalnya itu nyakitin para author banget.

Review kalian itu semangat buat B-Byun.

Oke segitu saja..

Thank's yah, tiada kesan tanpa kehadiranmu lho dear