And I Love You

Disclaimer: Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi. Tidak ada keuntungan material apapun yang didapat dari pembuatan karya ini. Ditulis hanya untuk hiburan dan berbagi kesenangan semata.

Pairing: Aomine Daiki/Momoi Satsuki. Genre: Friendship/Romance. Rating: K+. Other notes: kumpulan ficlet/drabble untuk Aomomo Week. Theme varies.

(Mereka tak menyangka bahwa cuaca akan jadi seburuk ini pada sore ini. Ah, kalaupun mereka bisa meramalnya, mereka tak akan berjanji untuk bermain bersama di lapangan basket tersebut.)


Mereka tak menyangka bahwa cuaca akan jadi seburuk ini pada sore ini. Ah, kalaupun mereka bisa meramalnya, mereka tak akan berjanji untuk bermain bersama di lapangan basket tersebut.

Hujan begitu lebat, yang bisa dilakukan Aomine dan Momoi hanya melipat lutut, memeluknya, dan bersandar di tiang-tiang logam yang sesungguhnya adalah sepasang tangga itu, berlindung di bawah permainan seluncuran. Tubuh mereka yang masih mungil sangat mendukung, mereka masih bisa begitu leluasa duduk di bawahnya tanpa khawatir terantuk.

"Aku bosan ..."

Aomine melirik, dia mencibir, "Aku juga."

"Apa yang harus kita kerjakan, ya ..."

Aomine memandang pada kaki-kaki hujan yang menyerbu tanah tanpa ampun, memikirkan beberapa hal sekaligus.

Tak lama, dia pun tersenyum kecil, "Aku punya ide!"

"Apa?"

"Aku punya cerita misteri!"

.

"A-aku takut, Dai-chan ..." Momoi menggenggam ujung baju Aomine ketika mereka sudah akan berpisah jalan, memasuki pekarangan masing-masing. Hujan baru saja reda, dan mereka langsung buru-buru pulang sebelum serbuan badai lain membuat mereka harus menginap di bawah papan seluncuran. "Dai-chan, sih ... cerita tentang hantu-hantu begitu ..."

"Halaaah, ayolah, jangan jadi pengecut~ ada ayah dan ibumu, 'kan?" Aomine berujar santai dengan kedua tangan di belakang kepala.

"Ta-tapi ... aku harus tidur sendiri hari ini ..."

"Hah?"

"Aku baru diberikan kamar baru untukku sendiri, Dai-chan, dan itu salahmu karena aku jadi takut tidur sendiri dan ibu pasti akan menertawakanku!" gadis mungil itu lebih merapatkan diri dengan tubuh Aomine, berteriak dengan ketakutan yang nyata.

"Whoa, whoa, kaubaru dapat kamar baru? Heheheheh, akhirnya kau menyusulku hahaha," Aomine mengacak rambut Momoi seenaknya, "Kamarmu di sebelah mana?"

"I-itu ..." tunjuk Momoi pada suatu ruangan yang tertutup tirai merah muda, jendelanya menghadap langsung pada rumah Aomine.

"Heeei, kamar kita berseberangan—"

"Tanggung jawab, Dai-chan, aku takuuuuttt!" Momoi mengguncang-guncang tubuh Aomine dengan gusar, matanya terpejam ketakutan.

Cup.

"... Eeh?"

Aomine menarik diri, setelah selesai menanamkan ciuman pada kening Momoi. "Ciuman keberanian, Satsuki!" dia berujar dengan polos dan riang, ringan sekali nadanya. "Dengan meninggalkan jejak diriku padamu, maka itu sama saja dengan aku akan menemanimu sepanjang malam, bersamamu terus, dan melindungimu dari hantu-hantu bodoh itu, jangan khawatir!"

"Be-benar, ya?"

Aomine mengangguk cepat. Akhirnya, Momoi melepas cengkeramannya dan mau melangkah masuk ke pekarangan rumahnya. Aomine tersenyum, merasa bebannya telah lepas, lantas dia pun memasuki rumahnya pula.

Ah, dasar bocah. Entah teori dari mana itu.


A/N: ... saya butuh lebih banyak kid!aomomo dan pyua!aomine sobs