And I Love You
Disclaimer: Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi. Tidak ada keuntungan material apapun yang didapat dari pembuatan karya ini. Ditulis hanya untuk hiburan dan berbagi kesenangan semata.
Pairing: Aomine Daiki/Momoi Satsuki. Genre: Friendship/Romance. Rating: K+. Other notes: for Aomomo Week Day #3: AU.
(Untuk pertama kalinya, Pangeran Aomine membatalkan rencana pemberontakannya.)
Aomine tak pernah tertarik dengan peraturan. Untuk apa peraturan dibuat kalau sudah ada konsep kebebasan yang lebih menyenangkan? Yang lebih memudahkan kehidupan.
Yah, seperti itulah pola pikir Aomine, si pewaris tunggal kerajaan Touou yang merasa terbebani dengan takdirnya sebagai calon penerus kerajaan yang diharuskan untuk menaati banyak peraturan. Termasuk peraturan untuk menikah dengan putri kerajaan tetangga, Kerajaan Teikou yang bahkan Aomine tak tahu seperti apa rupa rajanya. Salahkan dirinya sendiri yang kerap kabur ketika diajak untuk berkunjung.
Ah, Aomine bahkan sudah merencanakan banyak hal untuk dia lakukan ketika acara lamaran itu dilakukan.
Menyebalkan, bukan, ketika kita harus diikat dengan perintah yang bahkan kita tak tahu gunanya untuk apa?
Hari ini ada kunjungan lagi ke kerajaan Teikou. Sayang, Kawan, Aomine tak bisa kabur karena Shouichi, kakak sepupunya yang juga menjadi penasehat kerajaan yang amat dipercaya ayahnya, merancang suatu jebakan agar Aomine dapat dibawa ke kerajaan calon istrinya.
Tapi, bukan Aomine Daiki namanya kalau tidak berontak.
Dia berhasil melarikan diri ke halaman kerajaan ketika ada perjamuan makan malam dengan Raja Teikou.
Bukan seorang Aomine kalau dia tidak mampu merencanakan suatu hal yang brilian untuk melanggar peraturan.
Dia tengah setengah tertidur ketika ada bunyi berisik dari rumput yang diinjak dengan langkah yang seperti sedang berlari.
"Hah ... hah ... fyuh, untunglah ..."
Aomine membuka salah satu matanya, namun menutupnya kembali ketika dia merasa bahwa dia tak perlu peduli pada siapa yang datang. Ini negara orang, dia merasa tak perlu berurusan banyak. Dia tidak mau melibatkan dirinya dalam banyak hal merepotkan.
"Eh—hei, kau memetik bungaku! Kau menggigit batangnya lagi! Aa, lepaskan batangnya dari mulutmu!"
"Huh?" Aomine akhirnya membuka matanya. Baru dia ingat bahwa dia barusan memetik bunga di kebun di dekat sini dan mengulum batang tipisnya.
"Jangan sembarangan memetik bunga lagi, ya. Awas," gadis itu mengerucutkan bibirnya.
"Siapa kau?" Aomine bangun.
"Aku yang punya kebun bunga itu. Kau siapa?"
"Daiki," lelaki itu menjawab dengan enggan. Matanya yang terbuka rendah hanya menatap langit.
"Oh. Rasanya aku baru melihatmu di sini. Kau orang baru?"
"Aku pangeran Touou. Aku kabur."
Ada senyum tipis yang terbit di wajah gadis itu.
"Oh."
Aomine mendelik, meneliti siapa yang ada berada di sisinya. Hm, kimono-nya bagus. Tubuhnya juga putih. Yang paling menyita perhatiannya ... wow, ukuran dadanya sangat lumayan. Tipe kesukaannya.
"Kenapa kau di sini? Tiduran, lagi. Bukannya ayahmu sedang punya acara penting di dalam?"
"Aku bosan. Aku malas."
"Hm. Begitu," suara halus gadis itu tertelan angin.
"Tatakrama yang menyebalkan. Bahkan mereka menyuruhku untuk menikah dengan orang yang tidak kukenal sama sekali."
"Benarkah—"
"Tuan Putri!"
"Ah, sial, mereka akan menemukanku. Jangan bilang-bilang kalau aku di sini, ya? Aku juga malas ikut acara membosankan itu. Jaa!"
Aomine kehilangan kantuknya. Ada dorongan mendadak yang mendesak tubuhnya untuk duduk—dan memaksa matanya untuk memandangi punggung gadis itu. Rambut panjangnya berayun seiring derap langkah kaki telanjangnya yang menapaki padang rumput dengan cepat. Alun angin membawakan kalimat panggilan ke telinga Aomine, "Tuan Putri Momoi, Tuan Putri Momoi Satsuki, Anda dimana?"
Aomine mengangkat alisnya. Masih memandangi arah yang sama bahkan hingga gadis itu sudah sangat jauh, Aomine menyadari sesuatu.
Aha.
Ternyata mereka sama. Rebel, iya. Nekat, iya. Dia juga cantik, sebuah nilai plus yang menyenangkan.
Dan—wow, dia cukup bandel juga, ya.
Aomine takkan bisa dipasangkan dengan orang-orang yang lembut. Dia butuh seseorang yang berani beraksi, yang agak nakal, mungkin? Agar dia bisa tertantang dan semangatnya bangkit karena tidak dihadapkan dengan sesuatu yang membosankan dan datar-datar saja. Karena akan ada banyak kejutan jika sang pasangan punya pola pikir di luar batas.
Dan hal yang utama, ternyata gadis itulah yang akan dijodohkan dengannya.
Untuk pertama kalinya, Pangeran Aomine Daiki membuang jauh-jauh rencana pemberontakannya.
A/N: ... and I need more kingdom AU!aomomo sobs kayaknya ini oke ya kalo dibikin fic yang lebih panjang, yang multichap ... pangeran aomine dan putri momoi ... kedengarannya indah banget uguuuuuu
