And I Love You
Disclaimer: Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi. Tidak ada keuntungan material apapun yang didapat dari pembuatan karya ini. Ditulis hanya untuk hiburan dan berbagi kesenangan semata.
Pairing: Aomine Daiki/Momoi Satsuki. Genre: Friendship/Romance. Rating: K+. Other notes: for Aomomo Week Day #4: Type.
(Aomine selalu bersama Momoi, apa karena Momoi itu adalah tipe perempuan idealnya?)
Semua tentu telah tahu tentang bagaimana penggambaran dari wanita favorit Aomine. Kise berkata, seolah ketika memandang sesaat saja wajah Aomine plus seringainya, kita bisa menebak bagaimana tipe idealnya. Akashi beranggapan, semua itu terlalu mudah ditebak hanya dengan melihat majalah apa yang sering dibawa Aomine. Midorima berpikiran hal yang sama dengan Akashi, sedangkan Murasakibara tak pernah ambil pusing. Kuroko malah menduga hal lain, menghubungkan soal tipe ideal itu dengan fakta bahwa Aomine selalu berada di samping Momoi. Mungkinkah Aomine selalu berada di samping Momoi karena gadis itu adalah benar-benar seperti tipenya?
Ah, mungkin yang terakhir ada benarnya. Tapi bukankah Aomine memang sudah bersama Momoi sebelum semua hal tentang tipe ideal itu terpikirkan? Hei, mereka sudah tahu satu sama lain sampai sifat tersembunyi sekalipun sejak kecil, bukan? Hal ini merupakan bantahan dari Aomine untuk pendapat Kuroko.
Kalau mereka bersama hanya karena masalah tipe, Aomine kira mereka tak akan bertahan lama.
Memang benar, rupanya.
"Biru."
"Pink!"
"Biru."
"Pink~"
Dan pada akhirnya perdebatan itu bisa mencapai kesepakatan setelah Momoi meminta saran pada Kuroko. Hanya masalah memilih sweater pasangan, sebenarnya, tapi keduanya yang punya selera berbeda, membuat semuanya runyam dengan cara mereka sendiri.
Aomine pernah memimpikan seseorang yang mau menurut dengannya, selalu mengikutinya dengan anggukan kepala atau sekadar senyuman mengalah yang bisa membuatnya tenang.
Nyatanya?
Atau ketika Momoi memaksa Aomine untuk mencoba masakan—yang katanya dia usahakan dengan sepenuh hati—Aomine langsung sadar bahwa Momoi memang tak akan pernah mampu mencapai level 'bisa' dalam hal memasak. Padahal, dulu ia pernah memimpikan untuk punya pasangan yang bisa memuaskan hasrat laparnya dengan sajian yang 'waras'.
Tentu, dalam hal ini, Momoi bukanlah tipe ideal Aomine sama sekali.
"Aominecchi, kalau misalnya Momocchi itu B-cup, apa kautetap mau bersamanya?"
Pertanyaan absurd Kise pada suatu sore ketika mereka bertemu secara kebetulan di Maji itu membuat Aomine menyemburkan cola-nya.
Kise tergelak sempurna, sampai nyaris menitikkan air mata.
"Kau ... gila, Kise."
"Ahahahahaha! Hahaha—wajahmu lucu sekali, harusnya tadi kufoto lalu kuperlihatkan ke Momocchi, hahahaha!"
"Tch."
"Ayo, aku masih butuh jawaban," Kise menyilangkan tangannya di depan dada, menopangkan diri ke sandaran kursi.
"Aku tidak pernah membayangkannya," Aomine mengelap wajahnya menggunakan tisu dengan kasar, lantas melemparkan gumpalan putih itu dengan gusar ke dekat piring Kise. "Aku tidak perlu membayangkan hal yang mustahil."
"Ah, masa?"
"Kau cerewet."
"Tapi Momocchi yang begini 'kan yang disukai Aominecchi, bagaimana kalau misalnya Momocchi yang sekarang—"
"Stop membayangkan hal yang menggelikan, Kise, atau kaumau kutendang dari sini?"
"Aominecchi jahaaaat!"
"Aku suka dia karena dia Satsuki. Bukan karena dia adalah tipeku. Itu hanya kebetulan."
"Bohong, ah. Buktinya Momocchi itu D-cup—eh, apa E ya? Atau jangan-jangan F?"
"Berhenti membicarakan ukurannya atau aku akan benar-benar menendangmu."
"Huwooo—aku sudah membuat seorang Aominecchi cemburu, ssuuu!"
"Aku dan dia tidak cocok dalam banyak hal. Kami sering bertengkar. Dia kadang seperti mengekangku, dan kadang aku sering membuatnya jengkel. Tapi ... kaulihat apa yang terjadi?"
"Kalian tetap sama-sama."
"Hn."
Kadang, tak perlu peduli akan tipe. Sama seperti tempat berteduh, rasa tak nyaman apapun tetap akan luluh karena di situlah kita bisa berlindung dari air langit yang luruh. Tubuh seakan melekat di sana, senyaman kapal yang melabuh sauh di pelabuhan terbaik. Meski bukan tempat impian, tapi di situlah seseorang berlindung dari badai kehidupan.
A/N: ok i think this part is the most weird one among stuffs i have written for aomomo week /slapped/
