And I Love You
Disclaimer: Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi. Tidak ada keuntungan material apapun yang didapat dari pembuatan karya ini. Ditulis hanya untuk hiburan dan berbagi kesenangan semata.
Pairing: Aomine Daiki/Momoi Satsuki. Genre: Friendship/Romance. Rating: K+. Other notes: for Aomomo Week Day #6: Touch.
("Aku mau jadi dokter!" kata Aomine kecil. Cita-cita mendadak, rupanya. Mengapa, memangnya?)
Adalah sebuah momen dimana Momoi terserang demam hingga Aomine kecil menambah cita-citanya.
"Kau demam, Satsuki," bocah itu menempelkan punggung tangannya di kening gadis itu saat mereka pulang sekolah. "Akan kubilang pada ibumu," laki-laki itu berlari meninggalkan Momoi. Padahal, rumah mereka hanya tinggal beberapa meter lagi, bahkan sudah terlihat di belokan tempat Momoi berada saat ini.
"Dai-Dai-chan, tunggu aku—" Momoi yang sedang tidak enak badan itu tentu saja kepayahan mengejar langkah rekannya yang terlalu buru-buru.
Berdasarkan cerita Aomine yang masuk ke rumahnya secara mendadak dan mengejutkan dirinya yang tengah memasak, akhirnya ibu Momoi pun memutuskan untuk membawa putri tunggalnya ke dokter sore ini juga.
"Aku ikut, ya, Tante!" Aomine meminta, matanya bersinar penuh harap. Ketika itu, Momoi akhirnya sampai di rumah dan datang ke dapur dengan langkah pelan.
"Hm? Aa, Sacchan, sini, sini. Ah, kau memang benar-benar demam. Kemarin hujan-hujanan seharian dengan Daiki, sih," wanita itu pun mengusap kepala anaknya. "Apa kaubilang tadi, Daiki, kaumau ikut?"
Aomine mengangguk cepat. "Aku juga mau menemani Satsuki."
Kepolosan yang bercampur ketulusan memang hal terindah untuk dilihat dari seorang Aomine Daiki.
Dokter laki-laki itu melakukan pemeriksaan lengkap pada Momoi, yaitu melakukan penilaian terhadap detak jantungnya dengan menempelkan stetoskop pada tubuh gadis kecil itu, memeriksa tekanan darahnya, menyentuh wajahnya untuk memeriksa mata Momoi, dan lain-lainnya.
Aomine menyaksikannya dari sudut ruang pemeriksaan.
Dan keningnya berkedut.
"Satsuki," panggil Aomine di perjalanan pulang mereka, saat mereka berjalan bersisian satu sama lain dan ibu Momoi berada di depan mereka.
"Ya?"
"Aku mau jadi dokter."
"Hee?" Momoi menaikkan alisnya, terkejut. "Bukannya Dai-chan mau jadi pemain basket yang hebat?"
Aomine mengatupkan bibirnya rapat-rapat sesaat, namun kemudian menjawab dengan mantap, "Dokter yang hebat main basket!"
"Kenapa? Jadi dokter itu sulit, lho, Dai-chan, pelajarannya banyaaaak, buku-bukunya tebal, sekolahnya lamaaa~"
"Soalnya kalau jadi dokter, itu artinya aku bisa menyentuh Satsuki! Kaupernah bilang kalau kautidak suka disentuh oleh sembarang orang, 'kan? Maka biarkan aku yang jadi doktermu~"
"Astaga, Dai-chan ..."
Momoi syok, tentu saja.
"Karena orang yang bisa menyentuhmu selain keluarga dekatmu, hanya aku!"
Polos sekali pola pikir bocah ini. Kaumasih terlalu dini untuk melamar seorang gadis, Aomine.
A/N: this is another chibi!daiki and chibi!satsuki gyaaaah lllllll #slapped #malahfangirling ahahaha mungkin temen-temen di tumblr banyak yang bikin tema hari ini jadi fanwork yang rada-rada rated ya (PLAKS) tapi ternyata prompt ini juga bisa diwujudin jadi fic yang bertema kisah bocah, lho =))
