~Tittle:: 188cm Vs 158cm Chapter1
Kim JongIn
Do KyungSoo
Warn:: Genderswitch! Typoo!
Shim KyungHee present
"Kai rangkul Luhan jangan terlalu erat. Dan Luhan keluarkan ekspresi kesal serta manjamu dihadapan Kai."arahan dari sang Fotographer yang kini menangani pengambilan gambar untuk Kai dan Luhan.
Mereka mengikuti apa yang di suruh dengan baik. Mengeluarkan berbagai ekspresi yang dibutuhkan ditambah dengan beberapa pose dengan lihainya.
" tahan seperti itu...yaaa.. satu lagii.. Selesaiii~~ " si photograper handal itupun berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan klimaks yang memuaskan. Terbukti dari hasil bagus jepretannya.
" baiklah kita sudah selesai.. Kerja yang bagus semuanya " ucap photographer tampan bernama lengkap Park Yoochun.
" Good Job for you guys." ucap Yoochun saat melihat Kai dan Luhan yang menghampirinya.
" terimakasih Sunbae, ini berkat Sunbae juga. " Luhan menjawab dengan bungkukan pada tubuhnya, Xi Luhan. Wanita cantik tinggi semampai dengan liuk tubuh yang membuat semua orang terkagum, warna pirang yang sejak dua bulan lalu bertahan dirambut panjang lurusnya.
" Kemana kalian habis ini? " Yoochun meletakan kamera miliknya saat bertanya pada dua orang model yang ditanganinya sejak dimulainya karir mereka.
" kami akan pulang masing masing Hyung. Ahh aku sangat lelah. "Kai menjawab dan menduduki Kursi yang disediakan Khusus untuk Yoochun. Kai memanglah satu satunya model yang terlampau dekat dengan Yoochun, Jadi tidak perlu diherankan jika ia terlihat tidak sopan kepada seniornya itu.
" kukira kalian akan kencan. " goda Yoochun yang dibalas dengan putaran pada bola matanya.
" aku pergi hyung. Aku benar-benar membutuhkan tempat tidurku. Bye "
Pamit Kai beranjak meninggalkan Yoochun dan Luhan sebelum Yoochun mencegahnya.
" tunggu Kai.. Aku sedang membutuhkan Crew tambahan untuk pemotretan di.. Lusa nanti, yaahh seperti kerja paruh waktu. Semua pekerjaku masing masing sudah cukup repot. Apakah kau punya kenalan yang bisa mencarikanku pekerja yang gesit,lincah, dan cekatan. Kau tau aku tidak suka orang lamban. Dan aku membutuhkan sekitar tiga sampai empat orang. " penjelasan panjang Yoochun membuat Kai teringat pada sosok kecil bermata bulat yang selalu diganggunya.
" kurasa aku punya satu stock manusia seperti itu. Sisanya akan kucoba bantu cari. Bye hyung " beranjak tanpa memberi celah bagi Yoochun berbicara lagi.
"ck Dasar bocah tengik! Luhan-ah jangan kau tiru orang itu, sembarang menyebut orang 'stock'. Tidak sopan." gerutu Yoochun.
" itulah dia. Kai. " ucap Luhan tak kunjung memutuskan tali kasat mata yang menghubungkan punggung lebar Kai dengan mata indahnya ditambah senyuman di bibir merah yang kini terolesi pewarna Kimia.
188cm Vs 158cm -KaiSoo-
Berada didalam mobil sport mewah miliknya. Menjalankannya menembus udara pagi hari di musim panas yang tak begitu disukainya. Memarkirkan mobil itu didepan pintu gerbang yang terlihat sederhana. Rumah yang sejak kecil menjadi tempat bermainnya bersama sosok perempuan yang ia lihat saat ini.
" Jongin? Benarkah itu kau? " Tanya Kyungsoo memastikan bahwa penglihatannya tidak salah. Ini masih pagi, ugh.. Sudah siang untuk Kyungsoo sebenarnya mengingat jam tangannya menunjukan pukul 07.30, tapi ini masih terbilang pagi untuk seorang Jongin bangun memulai harinya.
" segitu merindukannyakah kau Kyungsoo padaku? Sampai kau tak percaya ini Kim Jongin " ucap Jongin dan berjalan mendekati Kyungsoo.
" apa maksudmu! Aku hanya tak percaya kau bagun pagi seperti ini! " balas Kyungsoo dengan nada yang lebih tinggi dengan semburat merah dipipi chubynya. Semburat yang terkumpul karna godaan dari Jongin yang sebenarnya itu memang benar, jujur harus ia akui bahwa Kyungsoo merindukan Jongin, banyak hal yang ingin ia lakukan kembali bersama Jongin. Tapi apalah daya, waktu Jongin tersita untuk keprofesionalan dalam karirnya.
" Ada apa kau kemari? " tanya Kyungsoo mendongak untuk melihat wajah Jongin. Hal yang tak kan bisa ia lakukan jika ia hanya meluruskan pandangannya. Mungkin hanya akan terlihat bagian dada bawah atau perut atas Jongin saja.
" oppa kesini karna ingin melihat adik kecilku yang manis ini.." ucap Jongin menundukan tubuhnya dan mensejajarkan wajah tampannya di wajah mungil Kyungsoo dengan memasukan tangan kirinya pada saku celana dan meletakkan tangan kanannya di puncak kepala Kyungsoo.
" apa kau bilang! Sudah berapa kali harus ku katakan, aku lebih tua darimu! Harusnya kau yang memanggilku noonaa yaakkkk! Lepphmm yakkk emphhhh.. Hentmpp " Kyungsoo melakukan perlawanan dengan menendang tulang kering Jongin, tapi Kyungsoo harus menerima kekalahan saat Jongin mengapitnya dibawah ketiak, membungkam mulut Kyungsoo dengan telapak tangannya dan memutar tubuhnya yang secara otimatis membuat Kyungsoo ikut berputar karna apitannya. Jongin hanya tertawa penuh kemenangan melihat Kyungsoo dibawah tindasannya.
"KAAAAAAAAAAIIIII~~~~~" sebuah suara yang tak bisa dibilang bervolume kecil yang berasal dari Yeoja bermata sipit dengan kuncir kuda dan potongan poni yang sama dengan Kyungsoo, poni yang menutupi dahi.
Jongin memberhentikan putarannya dan melepaskan Kyungsoo untuk melihat siapa yang telah memanggil nama panggilan yang dia gunakan sebagai penunjang karirnya.
Kyungsoo terduduk pada kursi terdekat dihalaman rumahnya untuk menstabilkan pandangan matanya yang kabur.
"Kyaaaa~~ akhirnya aku bisa melihatmu Kaaii~~ ahh aku Byun Baekhyun teman kerja Kyungsoo. Dan aku adalah fansmuuu~~" heboh Baekhyun mengenalkan diri setelah mencuri pelukan Jongin yang terdiam mencerna apa yang terjadi.
"kau benar benar tampan Kai~~aku beruntung kerumah Kyungsoo hari ini."
"terimakasih." ok, baiklah Kyungsoo tahu bahwa Jongin telah menjadi seorang model yang merangkap sebagai 'aktor tak langsung' kembali. Terlihat dari caranya menjawab Baekhyun yang 'sok Cool' menurutnya.
"tampan,,tampan dari mana? Ketampanannya masih 10 tingkat dibawah Park Chan...Yakkkk! Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau melakukan pemotretan bersama Park Chanyeol?! Kau kan bisa mengajakku dan berkenalan dengan Chanyeol! Ataupun kau.. Kau bisa menyelundupkanku di suatu tempat tersembunyi agar aku bisa melihatnya secara langsung!" semprot Kyungsoo ketika mengingat hal kemarin.
" bagaimana aku memberitahumu jika aku saja tidak mengetahui bahwa partnerku si Park" balas Jongin.
" alasan! Bilang saja kau tak ingin melihatku bahagia.. Pabooo! "
' Tak tahukah Kau Kyungsoo bahwa kebahagiaanmu adalah hal utama untukku. Tapi percuma bila kau bahagia karna lelaki lain. Bukan aku. '
Kyungsoo mengeluarkan wajah marahnya. Jongin terdiam sendu. Sedangkan Baekhyun mengamati ekspresi Jongin dan mengumpulkan kesimpulan walau belum pasti dugaannya benar atau salah.
" Sudahlah. Aku ingin memberi tahumu suatu pekerjaan. Temanku membutuhkan beberapa orang untuk dijadikan Crew pada pemotretan edisi musim panas. Dan pemotretan akan dilakukan minggu depan di.. . Semua biaya sudah ditanggung. Apa kau mau? " dengan dingin Jongin berucap. Kyungsoo terdiam. Dia memang membutuhkan tambahan uang untuk biayanya. Hasil dari pekerjaannya sebagai pengurus di salah satu Pet Shop, tidak cukup untuk menutupi kebutuhannya bulan ini uangnya banyak keluar karna beberapa tugas dari kampus yang mengharuskannya membeli bermacam macam barang.
" tenang saja kau bisa bertemu idolamu disana. "tambah Jongin dengan ekspresi yang semakin mendingin.
" aku mau.. "ucap Kyungsoo yang telah berpikir bahwa dia harus mengambil tawaran itu jika masih ingin menyandang status Mahasiswa di kampusnya itu.
Lain halnya dengan Jongin yang berpikir bahwa karna Chanyeol lah Kyungsoo memutuskan ikut. Hal yang sebenarnya menjadi alasan kedua Kyungsoo untuk ikut.
" aku akan menjemputmu lusa pagi. Kau harus siap. "dijawab anggukan dari Kyungsoo.
" aku pergi,, "
" ehhh tunggu tunggu tunggu.. Kau bilang kau membutuhkan beberapa orang, bisakah kau menawariku juga? Ku mohooon~ aku berjanji aku akan bekerja keras! Kau bisa menjamin perkataanku." Rengek Baekhyun setelah mencegah kepergian Jongin. Jongin menatap Kyungsoo seolah bertanya pendapatnya. Anggukan dr Kyungsoo sebagai Jawaban.
" baiklah. "melenggang pergi setelah satu kata Jongin ucapkan.
" yeaaayyy.. Terimakasih Kai... Kau memang yang tertampan dan yang terbaik! " seruan dari Baekhyun masih terdengar oleh Jongin walau dia sudah berada di luar pagar rumah Kyungsoo.
'untuk apa semua orang memujiku tapi kau memilih orang lain Kyungsoo.'.
188cm Vs 185cm -KaiSoo-
" Kyungsoo.. Eoma buat cookies untuk Jongin. Ini Cookies kesukaannya. Bisa kau berikan padanya? " Kyungsoo berhenti dari pekerjaannya yang berkutat dengan laptop putih miliknya saat mendengar perintah eommanya.
" bukan aku tak mau eomma.. Aku tidak tahu Jongin dimana saat ini.. Sepertinya dia sedang berkerja. " ucap Kyungsoo penuh kelembutan.
" ayolah Kyungie.. Siapa tahu ia sudah pulang.. Ini sudah pukul sembilan malam pasti Jongin sudah dirumah. " Kyungsoo ingin membenturkan kepalanya di dinding saat mendengar kalimat eommanya yang telah mengetahui bahwa ini sudah malam tetapi masih menyuruhnya kerumah Jongin yang bisa dikatakan tidak dekat.
"ini sudah malam eomma, kalau aku diperkosa preman dijalan bagaimana?" ucap Kyungsoo mendramatisir.
"melihat tubuhmu yang seperti ini sepertinya tidak ada preman yang mau memperkosamu,mereka pasti mengira kau bocah Junior High School yang tidak enak untuk disetubuhi. Mungkin mereka lebih tertarik menculik dan menjualmu saja." dengan tanpa beban, kalimat itu meluncur dari ibu kandung Do Kyungsoo.
"eommmaaaaaa!"teriak Kyungsoo geram karna perkataan eommanya yang sangat amat menyakitkan baginya.
"hahaha.. Eomma bercanda Chagi. Sudah cepatlah antar Cookies ini pada Jongin. Eomma akan mendoakanmu dari sini agar kau selamat." Kyungsoo ingin menangis rasanya. Menangis karna mempunyai eomma yang tega kepada putrinya yang masih gadis untuk berkeliaran di malam hari.
Pukul setengah sepuluh malam. Tiga puluh menit artinya Kyungsoo diperjalanan menggunakan taksi kerumah Jongin. Mengorbankan sedikit uang sakunya yang kini semakin menipis karna membayar biaya taksi yang ditumpanginya tadi. Itu lebih baik dari pada dia harus menunggu Bus dimalam hari seperti ini yang entah kapan munculnya.
Menaiki lift apartement itu demi sampainya pada satu unit apartemen bernomor 1214 dilantai 13 gedung tersebut.
Tidak membuang waktu dan tenaga untuk menekan bel yang tersedia. Kyungsoo memutuskan memasukan digit digit kode keamanan kamar Jongin.
Berhasil. Memasukan tubuh mungil nanpendeknya di dalam rumah tak tersinarkan cahaya sedikitpun.
"benarkan ku bilang,, Jongin pasti belum pulang. Eomma jika aku bukan anakmu sudah pasti aku akan mengatakan bahwa kau menyebalkan!" hal yang sebenarnya Kyungsoo sadari bahwa ia telah mengatakan itu.
Memilih duduk di sofa putih setelah menyalakan beberapa lampu dan meletakan dua buah toples cookies di meja ruang tamu dihahadapannya.
Bingung dengan apa yang harus ia lakukan, mata bulat dengan lingkar hitam jernihnya memutar mencari sesuatu yang dapat menghiburnya
Terhenti pada tumpukan majalah fashion dan kecantikan dibawah meja tamu itu.
" cihhh dasar norak.. Menyimpan majalah yang dibintanginya sendiri. " gumam Kyungsoo melihat cover majalah yang dipegangnya memampangkan photo closeup Jongin.
Melihat bebetapa lekuk tubuh indah yang dibalut dengan busana busana trendy masa kini. Membuat Kyungsoo terlarut dengan keseriusan isi dari majalah itu.
"yeppeojiii~~~cantik sekali, tubuhnya benar benar sempurna. Kaki panjangnya, perut ratanya, payu.. Haaahh.. Payudaranya yang besar, Bahu putih kecil, leher jenjangnya. Dia mempunyai tubuh yang sempurna.. Sangat berbanding denganku.. Pendek! Dan kecil"
"benarkah? coba aku buktikan."
Greeeeeppp..
Mencerna dan masih mencerna dengan kehadiran Jongin yang tiba-tiba dibelakangnya dan menangkup kedua benda kenyal di dadanya.
"hwaaaaaaaaaaaaaaa! Apa yang kau lakukannnnnnnnn~~~" sadar Kyungsoo setelah merasakan dua kali remasan pada payudaranya.
TBC!
Muehehehehe... Aku bawa chap1. Demi apapun ngetik ff ni sambil senyum gaje,nahan ketawa ngebayanginnya. Alhasil perut ku yang sakit tambah sakit. Gara gara kaisoo ini semua.. Lihatlah badan Kyungsoo yang benar benar mungil ngil ngil ngil di Growl! Oh God! Pingin tak pites tu orang imut, Kinclong n suaranyaaaa keren gela.. Seneng deh disitu part Kyungsoo lebih bnyk dr pd wolf.
Gomawooooooooo~~~~ makasih ripiunyaaaa.. Padahal aku minta 20an tapi kalian memberiku Ripiu hampir 40an. Ga ngerti kenapa ripiu kalian ga masuk di ffn.. Tapi di notif Gmailku masuk kok .. Sekitar 36 ripiu yg masuk..
Makasih sekali lagi buat yang udah ripiu di ffn or di twitterku.. Lope u puulll muach muach :*
Review lagi ne!
Yang ga bisa review di ffn.. Silahkan review di Twitterku KyungHeeShim. Yang mau follow silahkan.. Tenang ja aku bakal follback kok..
Atau bisa juga di Line ku_ Dessy Cassiopeia
Yang baca tapi ga ripiu, berarti anda memang orang yang tidak bisa menghargai.
