~Tittle:: 188cm VS 158cm -KaiSoo- Chapter 2

Kim JongIn -Kai-

Do KyungSoo -D.O-

KaiSoo..

Warning:: GS for Uke! Typos! Ini ff diambil dari cerita komik judulnya Sweet

Black punya Mai Nishikata. Dengan rombakan di sana sini.. Jadi clo da yang ngerasa familiar sm ni cerita itu pasti dr komik Sweet Black.. Disini aku buat KaiSoo Vers..

Yang mau baca silahkan, yang g mau n ga suka harap menjauh perlahan tanpa keributan!

Kemarin di prolog udah aku kasih tau kan clo ff ni diambil dr Sweet Blacknya -Mai Nishikata- pas Chap1 aq lupa kasih tau lagi.. Terus da yg review clo ini mrip komik.. Jadi byar ga ada salah paham tyap chapter bakal aku kasih tau clo ini diambil dr Sweet Black..

Dan aku minta maaaaaafff.. Seharusnya kemarin itu aku kasih tempat nama pemotretan yang bakal lakuin Jongin sama Luhan tapiiii AKU LUPA! Baru sadar pas udah di post n baca ulang.. Mianhae mianhae.. Dan ini Chap2nya..

Shim KyungHee Present..

188cm Vs 158cm -KaiSoo Chap1-

" Kau benar itu kecil. " ucap Jongin setelah remasannya pada payudara Kyungsoo terlepas karna tepisan kasar dari si pemilik yang kini sedang mendekap dadanya dengan kedua tangan yang disilangkan didepannya serta mata yang menatap Jongin horor.

" kau benar benar cari mati dengan ku hmmmmmm! " menggeram pelan dengan suara yang ditekan menandakan Kyungsoo benar benar kesal dengan kelakuan Jongin yang kini melewati batas. Menyiapkan ancang ancang untuk menyerang Jongin yang berada di balik sofa tempat ia duduk sebelumnya yang kini membatasi jarak keduanya.

" hiyaaaaaa...! "

Bakkkkkk brughhhhhh brughh..

Tendangan kyungsoo pada dada Jongin, terhempasnya tubuh tinggi Jongin, dan terjatuh pada lantai yang dingin. Itulah asal bunyi kegaduhan tersebut. Berhasil. Ancang ancang yang Kyungsoo lakukan berhasil, dengan bantuan sofa dihadapannya sebagai pijakan untuknya meloncat, dia berhasil memberikan tendangan jitu di dada bidang Jongin. Jangan pikir karna tubuh kecilnya sehingga Kyungsoo lemah. Justru karna tubuh kecilnya itu, membuatnya terasa ringan untuk melakukan apapun, serta kekuatan yang entah dari mana akan muncul jika ia merasa dirinya terancam. Jadi sebuah lompatan atau tendangan saja sanggup ia lakukan.

" uhuuuuukk uhuk uhukkk! Kauuu uhukk! " Jongin terbata berbicara akibat sakit di dadanya, mencoba berdiri dan memperbaiki pernapasannya yang terganggu karna serangan Kyungsoo.

" baru ku lakukan hal itu padamu saja kau sudah marah! Apa lagi jika aku menidurimu! Ck! Lagi pula kenapa kau marah. Biasanya juga kau diam saja jika aku melakukan sesuatu! " kesal Jongin kepada Kyungsoo yang saat ini berwajah merah karna perkataan frontal yang diucapkan Jongin.

" katakan! Kenapa kau marah? Bukannya aku sudah sering melakukan sesuatu pada dirimu? " memajukan dan membungkukkan untuk bertemu pandang dengan Kyungsoo.

" ka kau biasanya hanya men.. Mencium pipiku. Tapi kini kau meremas payudarakuuuu! " dengan awalan yang tergagap karna ingat dengan prilaku Jongin yang kerap mencium pipi ataupun keningnya. Dan kembali meledak setelah mengingat hal yang barusan terjadi,

" aku hanya membuktikan ucapanmu Kyungsoo. Apakah payudaramu besar atau kecil! "

Jawab Jongin tak mau kalah.

" tapi kau tidak perlu menyentuhnya bodoh! Dengan melihatnya saja kau harusnya sudah tahuuu! " gemas Kyungsoo.

" baiklah kalau begitu buka baju dan bra mu.. Biar aku melihatnya dan membuktikan besar atau kecil "ucapan Jongin membuat Kyungsoo terasa pusing seolah terkena sebongkah batu kasat mata di kepalanya.

" kau sudah memeganya tadiii! Dan kau tau bahwa payudaraku keciilll ! Ahh aku benar benar bisa gila jika terus berbicara denganmu! " memegang kepalanya seolah menahan beban yang begitu berat.

" ahh ya aku lupa.. Bahwa aku telah merasakannya. Dan kau memang benar, payudaramu kecil... Tapi padat dan kenyal. " bisikan di telinga Kyungsoo pada kalimat terakhirnya, Lalu melenggang pergi begitu saja.

" berengsekkkk kau Kim Jongiiiinnnn! " entah serangan apa lagi yang Kyungsoo berikan untuk Jongin, yang bisa dipastikan bahwa Jongin akan mempunyai bekas biru di sudut sudut tubuh athletisnya.

188cm Vs 158cm -KaiSoo-

" aku lelah.. Besok pagi saja yah kita kerumahmu, sekalian mengambil barang barangmu.. Agar kita langsung berangkat. " ucap Jongin duduk di samping Kyungsoo yang masih menekuk wajah cantiknya karna permasalahan sebelumnya. Bisa Kyungsoo cium aroma sabun yang menguar di tubuh Jongin. Menandakan ia baru saja mandi.

" tak mau! Antar aku pulang sekarang! Aku tak mau menginap dsini! " tolak Kyungsoo mentah mentah.

"ayolah Kyungsoo.. Aku benar benar lelah. Aku janji aku tidak akan melakukan apapun padamu.. Lagi pula staminaku hari ini terkuras habis. " Kyungsoo melihat gurat lelah di wajah Jongin. Tak tega juga dengan menyuruh Jongin mengantarnya pulang. Mau bagaimanapun Jongin adalah sababat yang Kyungsoo tearamat sayangi. Lebih memilih tidur di apartemen ini dari pada memaksa Jongin mengantarnya dalam keadaan lelah dan mengantuk lalu berakhir di rumah sakit karna kecelakaan.

" fiuhhh.. Baiklah, kali ini aku mengalah.. Tidak untuk selanjutnya. " memicingkan mata guna memberi tahu pada Jongin ketegasan dari perkataannya.

" baiklah baiklahh.. Jadi ayo kita tidur. " Jongin menarik Kyungsoo ke kamar tidurnya.

" kau kan hanya punya satu ranjang,, kau tidur di sofa! Aku yang diranjang. " ucap Kyungsoo saat memasuki kamar Jongin dan melihat ranjang yang kini bercoverkan warna putih itu.

" aku akan mengabulkan perintahmu jika besok aku libur. Tapi sayangnya jadwalku sangat amat padat jadi aku tak mau merasakan tubuh yang linu karna tidur disofa pada waktu kerjaku. Sudah cukup dengan memar yang kau buat di tubuhku, Okay. Sekarang tidurlah " suruh Jongin setelah dia masuk ke dalam selimut yang terkapar diatas ranjang itu.

188cm vs 158cm -KaiSoo-

" yaakkk Baekhyun ahh apa yang kau lakukan?! " seru Kyungsoo yang terkaget saat dengan paksa ia dikeluarkan oleh Baehyun dari mobil Jongin.

" kau duduk di belakang, aku ingin dekat dengan Jongin. " meninggalkan Kyungsoo dan memasuki mobil Jongin, mengisi kursi depan disisi Jongin.

Kyungsoo yang pasrah dengan tingkah temannya itu memutuskan masuk kemobil Jongin dan menghuni bagian belakang mobil hitam itu.

" kenapa kau disini? "tanya Jongin melihat tertukarnya posisi dua wanita cantik yang bersamanya.

" karna aku ingin bersamamu~~ " jawab Baekhyun dengan tangan yang menggelayut di lengan Jongin.

" cepatlah jalan! Ini sudah siang, kita bisa tertinggal pesawat! " teriak Kyungsoo cepat, tidak ingin melihat kelakuan Baekhyun yang diluar kebiasaanya.

" kau menggangguku Kyungie! Hahh sudah lah.. Kai cepat jalankan mobilnya. " dengan mudahnya Baekhyun menyuruh Jongin. Jika tidak dalam waktu mepet sudah dipastikan bahwa Jongin akan menendang Baekhyun keluar dari mobilnya.

Tidak ada pembicaraan berarti di dalam mobil itu selama perjalanan mereka menuju bandara. Hanya suara kicauan dari Baekhyun yang terus mengalir tanpa bisa diberhentikan. Sesekali Jongin menanggapinya dengan gaya modelnya yang semakin membuat Baekhyun histeris tak menentu. Setengah jam waktu yang diperlukan Jongin mengendarai audi hitam tanpa cacat miliknya. Mencari Orang-orang yang ia kenali dikeramaian bandara, tak susah menemukan kelompok manusia itu, cukup mengikuti arah dari beberapa lensa kamera fans yang siap membidik gerakan dari para model dihadapannya. Jongin berjalan mendekati perkumpulan yang ia yakini sedang menunggu kehadirannya. Kyungsoo dan Baekhyun berjalan mengikuti dibelakangnya. Dengan kehadiran Jongin tentu saja semua kamera fans tertuju padanya, melupakan beberapa model yang sebelumnya menjadi target mereka.

" ahh akhirnya kau datang.. Akan kusuruh kau membeli pesawat pribadi yang bisa kau gunakan kapan saja, jika kau terlambat lima belas menit lagi." sambutan yang dibilang cukup hangat karna ancamannya di ucapkan oleh pria bermarga Park itu.

"maaf Hyung, tadi macet. " Kyungsoo dan Baekhyun melebarkan mata mereka mendengar alasan Jongin. Karna mereka tak merasa mendapati kemacetan selama perjalanan.

" ini, aku hanya membawakan dua stock yang tersisa. Kalian perkenalkan diri kalian, dia bosku sekaligus photograper yang membutuhkan kalian. " tunjuk Jongin pada Yoochun, menyuruh kedua manusia dibelakangnya memperkenalkan diri.

"anyeonghaseo, aku Do Kyungsoo, dan ini Byun Baekhyun. " Kyungsoo memperkenalkan dirinya dan Baekhyun yang berada tepat disampingnya. Yoochun menjawab dengan anggukan kaku dan mengalihkan pandang pada Jongin.

" Kau mau aku didenda karna tuduhan memperkerjakan anak bawah umur? "bisik Yoochun pada Jongin.

"hahaha, dia bukan anak dibawah umur hyung, bahkan dia satu tahun diatasku. Hanya saja ibunya kurang memberi kalsium, jadi dia harus tersiksa di tubuh pendeknya. " Kyungsoo menatap Jongin geram, ingin rasanya dia memukul wajah yang harus diakuinya tampan itu dengan sepatu putih yang ia pakai sekarang. Tapi Kyungsoo masih tahu tempat untuk menyerang, begitu banyak fans Jongin disekelilingnya saat ini.

" begitukah.. Ahh baiklah, kita masuk sekarang. Kyungsoo nanti akan kuperkenalkan satu yeoja yang kupekerjakan sama seperti kalian. " mendapat jawaban singkat dari Kyungsoo, membuat Yoochun tersenyum dan menyuruh semua model dan crew untuk menaiki pesawat yang akan mengantarkannya pada tempat yang semua orang mengatakan misterius tapi menyimpan keindahan alam yang menakjubkan. Pulau Bermuda

Setidaknya Jongin tidak perlu mendengar ocehan panjang dari Baekhyun selama dipesawat. Jongin mendapat tempat duduk bersebelahan dengan Kyungsoo dan Baekhyun duduk dengan Chanyeol, teman satu profesi yang selalu dibanggakan Kyungsoo. Tentu Jongin tidak akan membiarkan penukaran tempat terjadi, ada dua hal yang membuatnya menarik paksa Kyungsoo untuk duduk bersamanya. Tidak berniat mendengar ocehan Baekhyun yang bisa dipastikan membuat telinganya memerah. Serta hal yang paling tidak diinginkannya yaitu dekatnya Kyungsoo dengan Chanyeol. cemburu, sepertinya kata itu lebih tepat untuk mengungkapkan hal yang kedua.

" aku lelah Kyungie, Ingin tidur. " bisa Kyungsoo rasakan bahu kananya memberat. Kai menjadikannya sebagai penopang untuk tidur.

" lehermu akan sakit Jongin jika kau bersandar padaku. Bahuku lebih pendek dari mu. Ini pakailah. " ini yang sangat Jongin senangi. Mendapat perhatian sepenuhnya dari Kyungsoo, selama ini Kyungsoolah yang menjaga pola hidupnya dari makanan, kebersihan pakaian sampai kesehatan yang jelas sering Jongin abaikan. Kyungsoo memutar tubuhnya agar bisa memakaikan bantal leher pada Jongin. Bertemu pandang dua manik hitam yang terasa hangat lewat tatapannya. Bisa Kyungsoo rasakan tatapan lembut yang selalu Jongin berikan, tatapan yang sebenarnya selalu membuatnya ingin memiliki si pemilik. Jongin memegang tengkuk Kyungsoo, menahannya untuk membuat wajah Kyungsoo tak menjauh. Sapuan lembut Kyungsoo rasakan dibibirnya, untuk pertama kali Jongin mencium tepat dibibir merah miliknya. Hanya pipi chuby serta keningnya saja yang menjadi titik sentuh bibir Jongin selama ini, Kyungsoo selalu membiarkan Jongin mengecup keningnya karna itu membuat Kyungsoo merasa nyaman, namun apakah ia akan merasakan hal serupa jika ia membiarkan Jongin mencium bibirnya. Tak seperti Jongin yang memejamkan matanya dalam ciuman lembut itu, Kyungsoo hanya terdiam dengan mata yang terbuka, merasa janggal dengan keadaan saat ini. Hatinya tak menolak begitupula tubuhnya. Dan ia sangat nyaman.

" aku lelah menunggumu mengetahui perasaanku dengan sendirinya. Kau terlalu bodoh untuk menyadari rasa cintaku. " Jongin berucap dengan mempertahankan wajahnya di hadapan Kyungsoo.

" kau.. " tak tahu apa kalimat yang harus diucapkannya, Kyungsoo kembali terdiam mencerna lagi apa maksud Jongin.

" aku menunggumu menyadari perasaanku selama tujuh tahun belakangan ini. Tapi ternyata kau masih saja bergelut dengan kebodohanmu itu. Dan kini aku tak menerima penolakan, hapus kata sahabat yang selama ini melekat diantara kita, karna kau kini kekasihku. Dan jangan pernah memuji Pria lain didepanku termasuk Chanyeol, Mengerti. " entah kemana perginya sifat Kyungsoo yang suka meledak ledak jika ia berada di situasi yang tak masuk akal menurutnya, kini hanyalah Kyungsoo si penurut yang tengah menganggukan kepalanya terhadap ucapan Jongin.

" ahh aku lelah harus selalu menunduk saat berbicara padamu. Penggungku terasa sakit. Kemarilah. " merenggangkan tulang punggungya yang sedari tadi tertekuk saat berbicara dengan Kyungsoo yang jauh lebih rendah darinya walaupun dalam keadaan duduk. Menarik Kyungsoo dalam dekapannya tanpa Kyungsoo ketahui bahwa Jongin sedang tersenyum tulus dan bahagia atas berhasilnya mendapatkan Kyungsoo yang ternyata tidak sesulit ia kira. Sementara Kyungsoo sibuk dengan rona merah di wajahnya saat benar benar telah mengerti ucapan Jongin padanya. Semakin menyerukan wajahnya didada Jongin saat jantungnya ikut memacu cepat darah ditubuhnya. Jongin merutuki adanya lengan kursi diantara mereka yang membuat dia tak bisa memeluk Kyungsoo sepenuhnya.

Senyum miris satu wanita cantik duduk tepat dihadapan mereka yang telah mendengar pengakuan Jongin. Tak terpikirkan bahwa type wanita pria yang dicintainya itu sangat berbeda jauh dari bayangannya. Merasa sia-sia untuk usaha yang dilakukannya, Luhan yang selama ini selalu menjaga tubuhnya agar tetap berada pada garis ideal dengan lekuk indah, menjaga perilaku agar terlihat anggun dan dewasa. Seperti jawaban Jongin pada setiap pertanyaan mengenai type ideal wanita menurutnya. Luhan tahu bahwa didalam dunia tempat ia berkerja adalah dunia kebohongan yang tak terlihat dasarnya, namun ia tak menyangka bahwa jawaban Jonginpun sebuah kebohongan.

Lain halnya dengan Luhan. Baekhyun yang duduk tak jauh dari Kyungsoo dan Jongin kini tersenyum dengan sedikit kehebohan, entah karna tebakannya benar atau karna dia mendapatkan photo idolanya yang sedang berciuman secara langsung, patut disayangkan bahwa itu bukan dengannya.

" ahhh romantisnya merekaa~ benar ternyata Kai memang menyukai Kyungsoo. Aku iri padamu Kyungie~ bisa mendapatkan ciuman Kai. Tapi kau tenang saja Kyungie aku akan merestuimu, walau secara fisik kau tidak cocok dengan Kai tapi aku tau bahwa hatimu sangat cocok untuk Kai. Setidaknya aku tahu dengan siapa Kai bersanding. Dan kau orang yang tepat " ucap Baekhyun dengan tingkah heboh. Beberapa menit waktu yang dihabiskan Baekhyun untuk sadar dan memberhentikan celotehan serta kikik-annya bahwa ada pemuda berambut hitam disampingnya yang tengah memperhatikannya dengan senyum memperlihatakan gigi putih bersih miliknya.

" kau lucu.. " ucap pemuda yang di idolakan Kyungsoo itu pada Baekhyun.

" nde..? "

Horseshoe Bay Beach -Bermuda Island-

Terlihat Semua orang sibuk di pantai berpasir putih itu. 5 model terdiri dari 2wanita cantik dan 3pria tampan dengan tubuh proposional. Serta sekitar 13 orang crew termasuk dengan Kyungsoo dan Baekhyun didalamnya, sibuk dengan tugas masing masing yang sebelumnya berada dibawah arahan Yoochun sebelum dilakukan pemotretan.

" sudah siap? Cepatlah! Aku membutuhkan matahari ini sebelum hari semakin sore! " seru Yoochun dengan gertakan untuk membuat semua orang mempercepat pergerakannya.

" semua model masuklah ! Kita mulai sekarang. " tambahnya tanpa melepas konsentrasinya pada kamera canggih itu. Luhan, Jongin, Chanyeol dan dua model lainnya bernama Kris serta Taozi melakukan apa yang diperintahkan Yoochun. Terlihat Luhan berdiri cantik dengan celana pantai -yang panjangnya tak sampai menutupi setengah paha mulusnya- berwarna baby blue dengan atasan kaus berwana cream yang mengekspose kulit putih dibahunya. Rambut blonde panjang kepang asal disampirkan di bahu kanannya menambah pesona cantik yang semakin kuat memancar.

Dengan Jongin dibelakangnya tanpa satu kainpun menutupi tubuh atasnya yang bidang. Dengan sedikit pemanasan yang dilakukannya dalam bentuk push up membuat otot di perutnya semakin terbentuk sempurna.

"Luhan kau berada di belakang Kai dan pegang pundak Kai, Kris geser sedikit tubuhmu lebih menyerong. Tao kau masuk diantara apitan Kris dan Chayeol, lalu hadapkan tubuhmu kepada kris dan kau chanyeol letakan tanganmu pada pinggang Tao dari belakang. " perintah Yoochun dalam kalimat panjangnya berniat mempercepat tanpa membuang waktu. Beberapa jepretan telah diambilnya dengan posisi gaya dan angle yang berbeda.

" cukup! Tao Luhan ganti pakaianmu. Dan Kyungsoo tolong bantu luhan bersiap,, lay kau bantu Tao. " Kyungsoo segera beranjak pada luhan setelah mendapat perintah itu. Begitupun pada Lay, pekerja yang dibawa oleh Kris atas perintah Yoochun, sama seperti Jongin.

" apa yang harus ku kerjakan Luhan-ssi " tanya Kyungsoo pada luhan yang kini menatapnya datar.

" ambilkan bikini merah di koperku, ada dibagasi van. Aku harus pakai itu "

" baiklah. Tunggu sebentar. " Kyungsoo berlari menuju van yang diketahuinya membawa Koper milik semua model. Menemukan koper pink yang tidak terkunci. Mencari apa yang dikatakan luhan, tidak susah untuk Kyungsoo menemukannya.

" hoaaa.. Lucu sekali bikini ini. Pasti dia akan terlihat sexy memakainya. Dan ini pasti akan kebesaran jika aku yang pakai. " entah apa yang ada diotak Kyungsoo saat ini. Ia menempelkan dua Cup bikini itu di dada kecilnya. Tanpa melihat seorang pria yang bersender pada van sebelah.

" bikini ini sangat berbeda ukurannya dengan punyaku. "

" memang kau punya bikini? " tanya suara bass di telinga Kyungsoo, sontak Kyungsoo membalikan tubuh mungilnya yang langsung disapa oleh dada polos Jongin.

" Kau mengagetkanku! " gertak Kyungsoo

" pakailah. "

" huh? A.. Apa maksudmu. " Kyungsoo tergagap karna pemandangan tubuh Kai yang di hadapannya dengan jarak dekat.

greeppp...

Tersentaknya Kyungsoo karna tarikan Jongin pada pingangnya membuat wajahnya menempel di dada coklat itu.

" nanti malam pukul 10 dipantai. Aku menunggumu.. Dengan bikinimu."

TBC!

NCnya chap3. Wkwkwk udah ku ketik tapi aku cut sampe sini ajahh.. Kepanjangan nanti#alasan#

Ada yang mau ikut gabung di grup KaiSoo Shiper di WhatsApp?

Yang mau ngomong ne..

I lope yu puuullll.. Review chap dua lebih dari 50.. Gomawooooooo yeorobuuuuuuuunnn.. Jadi semangat updet clo gtu kan akunya..maaf clo g bisa balesin satu satu reviewnya, tapi demi apapun aku selalu jadiin review kalian buat pelajaran perbaikan tulisanku

Review lagi ne!

Yang ga bisa review di ffn.. Silahkan review di Twitterku KyungHeeShim. Yang mau follow silahkan.. Tenang ja aku bakal follback kok..

Atau bisa juga di Line ku_ Dessy Cassiopeia

Yang baca tapi ga ripiu, berarti anda memang orang yang tidak bisa menghargai.

Yasudah sampai ketemu chap3 paii paiii