Sekarang, Naruto berjalan menuju rumahnya yang memang tidak jauh dari pusat kompleks. Namun aneh, tidak biasanya sore-sore begini rumah terlihat sepi. 'Apakah pada pergi?' batin Naruto berbicara. Setelah menutup gerbang rumahnya, Naruto membuka pintu rumahnya. Sepi. Hanya itu yang terpikir oleh Naruto. Setelah menutup pintu, Naruto mulai menuju ke ruang tengah. Lalu..,

"Uzumaki Naruto."


.

.

.

Naruto Masashi Kishimoto

Author HikaruMinori

Disclaimer Naruto milik Kishimoto-sensei, Hika-chan cuman meminjam untuk Fic ini

Rated T

Pairing SasuNaru

Warning Typo, OOC, Alur berantakan, Gaje, Masih kaku, DLL

DON'T LIKE, DON'T READ.

.

.

.


Merasa ada yang menyebut namanya, Naruto membalikkan tubuhnya. Kedua shappire itu membulat, sangat terkejut melihat sesosok pemuda yang sangat Naruto rindukan. Seakan ini seperti mimpi, namun, kenyataannya ini bukanlah mimpi. Ingin sekali memeluk pemuda yang ada di depannya, tapi, Naruto butuh penjelasan akan menghilangnya sosok yang ada di hadapannya ini dalam waktu yang cukup lama. Walau hanya sedikit, SEDIKIT saja.

"Kyuu-nii, kenapa?" ucap Naruto dengan tenang. Walau sebenarnya hatinya tak tenang.

"Gomen, Naru. Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu. Tapi,.." putus ucapan pemuda yang di sebut 'Kyuu-nii' oleh Naruto. Ya, dia Namikaze Kyuubi kakak dari Naruto.

"Tapi,..?"

"Tapi,… aku tak sanggup menampakkan wajahku lagi. Jika kau bertanya kenapa? Ku jawab, karena aku akan merasa bersalah pada diriku sendiri dan.. Kaa-san. Aku selalu bergumam dan memarahi diriku sendiri 'Kenapa bukan aku saja, Haah..?! Kenapa..?!' Walau aku tahu itu takkan merubah apapun." Jelas Kyuubi dengan panjang.

"Kau sudah tua, tapi pemikiranmu masih kekanakkan." Ujar Naruto dengan santai.

TWITCH

Mendengar ucapan Naruto, membuat persimpangan kecil muncul di dahinya. Ingin sekali memarahi adik tercintanya ini, tapi Kyuubi tahu bukan saatnya marah.

"Bukan salahmu. Bahkan, jika saat itu kau yang terkena, mungkin aku akan berpikir seperti yang kau pikirkan selama ini. Saat ini, kita hanya bisa berdoa akan kondisi kaa-san. Lagipula, kejadian itu sudah setahun yang lalu." ujar Naruto.

FLASHBACK : ON

Pukul 08.00 PM. Malam kelam tanpa bintang. Hanya cahaya lampu pertokoan dan kendaraan yang berlalu lalang. Terlihat seorang wanita cantik berambut merah sedang berjalan bersama kedua putranya. Yang satu berambut kuning kemerah-merahan dengan tinggi yang hampir sejajar dengan wanita itu dan satu lagi berambut kuning cerah dengan tinggi yang lebih rendah dari wanita itu. Sepertinya habis pulang berbelanja, karena menenteng banyak kantong plastik.

"Kaa-san kok berbelanja banyak sekali, dan kenapa harus malam belanjanya?" Ucap putranya yang berambut pirang pada seseorang yang ia sebut 'Kaa-san' atau bisa kita sebut sebagai Kushina.

"Gomen, habis ini pun mendadak Naruto." Balas wanita itu pada putranya yang ia panggil 'Naruto'.

"Lalu? Kenapa harus mengajak kami?" tanya putranya yang satu lagi dengan malas. Kyuubi.

"Haruslah, kalau tidak bagaimana cara aku membawa semua ini." Ujar Kushina sambil mengangkat kantong yang ia pegang di kedua tangannya.

Kyuubi dan Naruto hanya mengangguk ria, mendengar menuturan Kushina. Tinggal beberapa meter lagi, mereka akan sampai di rumah. Namun, hal yang tak teringinkan terjadi. Hal yang tidak pernah terbayangkan.

"Hu-uh, Kyuu-nii sama kaa-san lama. Naru duluan yaaa~" ujar Naruto pada dua orang yang berada di belakangnya.

Naruto melewati zebra cross dengan langkah cepat seakan ingin cepat sampai ke rumah. Tanpa Naruto sadari, sebuah sedan hitam melaju dengan kecepatan tinggi menuju arahnya.

"NARUUTOOO….!"

Naruto menengok kearah sumber suara, melihat sang kakak berlari ke arahnya. Langsung saja, Kyuubi mendorong Naruto menuju trotoar. Kyuubi yang masih di jalan raya, hanya bisa memenjamkan mata. Kakinya terasa sulit untuk di gerakan. Hanya merasakan laju sedan itu makin mendekat. Hingga…,

'CKIITTT..!'

'BRUKK..!'

Sedan hitam itu hanya dia terpaku, melihat seseorang yang telah bersimbah darah. Akhirnya, sedan hitam itu memutuskan untuk meninggalkannya. Tanpa sedikit berniat menolong. Orang-orang sekitar hanya melihat kejadian yang tidak di sangka. Beberapa orang mengejar sedan itu. Beberapa orang lagi menolong seseorang yang menjadi korban akibat tindakan sedan hitam tersebut.

KYUUBI POV -

'CKIITTT..!'

'BRUKK..!'

Sedan hitam itu hanya dia terpaku, melihat seseorang yang telah bersimbah darah. Akhirnya, sedan hitam itu memutuskan untuk meninggalkannya. Tanpa sedikit berniat menolong. Orang-orang sekitar hanya melihat kejadian yang tidak di sangka. Beberapa orang mengejar sedan itu. Beberapa orang lagi menolong seseorang yang menjadi korban akibat tindakan sedan hitam tersebut.

'Ada apa? Kenapa aku tidak merasakan apa-apa?' ujarku dalam hati.

Jika aku tertabrak, pasti aku telah merasakan hal yang menyakitkan di sekujur tubuh. Tapi, sekarang aku hanya merasakan beberapa bagian tubuhku terasa nyeri. Perlahan ku buka mataku, ingin melihat apa yang telah terjadi sebenarnya. Setelah berhasil membuka kembali mataku, lebih dari terkejut. Bukan karena orang-orang yang mengelilingi ku. Tapi, terkejut karena melihat siapa yang menjadi korban akibat tindakan sedan hitam itu.

"KAA-SAANNNN…!" teriakku saat melihat siapa orang yang menjadi korbannya.

"Kyu..kyuubi.." ucap parau Kushina dalam pangkuan Naruto yang hanya mengalahmi lecet di berbagai sisi.

"Kenapa?" tanyaku.

"Hm?"

"Kenapa? Kenapa kau mengorbankan dirimu sendiri?"

"Apapun. Apapun demi anakku yang aku sayangi. Ugh..?!" Ucap Kushina sembari menahan sakit.

"Tenang, kaa-san. Kami akan segera membawamu ke rumah sakit. Benarkan Kyuu-nii?" ujar Naruto yang di ikuti air mata dari pelupuk matanya.

"Ya, bertahanlah. Kumohon.." Kataku sambil mengambil handphone untuk menghubungi rumah sakit dan segera mengirim ambulance ke sini. Sebelum tanganku di gengam oleh tangannya, yang otomatis membuatku berhenti.

"Tidak usah, aku juga tidak akan lama lagi kok. Ugh..?!" putusnya. Lalu, ia menggengam tanganku dan tangan Naruto.

"Ak..aku…men..mencintai…kalian..Kyubi..Naruto"

NORMAL POV -

"Ak..aku…men..mencintai…kalian..Kyubi..Naruto" lanjut Kushina dengan suara parau. Sebelum akhirnya, Kushina menutup matanya untuk selamanya.

Seakan tak percaya, Kyuubi ataupun Naruto hanya bisa menatap sang ibu yang telah tak bernyawa. Naruto dengan tangisnya, memeluk sang ibu seakan berharap sang ibu kembali. Sedangkan Kyuubi, ia hanya bisa meratapi kebodohannya. Kebodohannya yang menyebabkan ibunya kehilangan nyawa.

'Katakan kalau ini bohong. Tolong katakan, Tuhaannn…!' batin Kyuubi terus mengulangi kata yang sama.

Beberapa menit setelah itu, ambulance pun datang. Di bantu dengan orang-orang sekitar, tubuh Kushina yang telah tak bernyawa di masukan kedalam ambulance. Kyuubi dan Naruto ikut masuk dalam ambulance, kemudian dengan segera menghubungi Tou-san mereka, Minato.

.

.

.

Drap… Drap… Drap

Seorang pria paruh baya dengan setelan jas yang terpasang rapi di tubuhnya, berjalan dengan tergesa-gesa di koridor rumah sakit. Setelah di kabari oleh putranya akan berita duka tersebut, ia langsung melesat ke Rumah Sakit Pusat Konoha meninggalkan sebuah meeting besar dan tugas-tugasnya.

"Apa yang terjadi?" tanyanya setelah menemukan kedua putranya a.k.a Naruto dan Kyuubi.

"Kaa-san tertabrak.. hiks.. mobil.. hiks.. pada saat.. hiks.. perjalanan pulang.." ujar Naruto membalas pertanyaan Tou-sannya a.k.a Minato.

"Itu salahku." Ucap Kyuubi tiba-tiba.

"Salahku yang sempat lengah dari kaa-san dan terlalu focus pada Naruto. Tou-san boleh menghukumku, walau ku tahu itu takkan mengembalikan kaa-san." Lanjut Kyuubi dengan wajah menunduk.

"Kau tidak memiliki salah apapun, Kyuu. Jika ini sudah takdir dan waktunya kaa-san bertemu Tuhan, kita tidak bisa berbuat apapun." Jelas Minato seraya mengusap kepala Kyuubi.

.

.

.

Hari pemakaman Kushina telah tiba. Seluruh keluarga, kerabat, rekan kerja, dan para sahabat Kushina mendatangi acara pemakaman. Sedih. Menangis. Karena mereka telah kehilangan seseorang yang sangat mereka cintai. Setelah membacakan doa untuk Kushina, semua orang yang datang dalam pemakaman, sedikit demi sedikit meninggalkan pemakaman. Hanya menyisakan Naruto yang masih larut dalam kesedihan seraya mengelus nisan di makam Kushina, Kyuubi di samping Naruto membujuk Naruto untuk pulang, dan Minato melakukan hal yang sam seperti Kyuubi lakukan.

FLASHBACK : OFF

"Sudahlah, Kyuu-nii sebaiknya beristirahatlah. Aku yakin Kyuu-nii lelah, selama Kyuu-nii istirahat aku akan menyiapkan makan -san juga sebentar lagi akan pulang." Ucap Naruto sebelum menuju dapur.

.

.

.

"Tadaima~" ucap Minato saat memasuki rumah.

"Okaeri~~" balas Naruto. Lalu, membantu Minato melepaskan jas dan menaruhkan tas kerjanya.

"Ayo Tou-san, Naru sudah masakin makan malam." Ajak Naruto.

"Baiklah." Balasan setuju dari Minato.

Setelah berada di ruang makan, Minato sedikit terkejut saat mendapatkan putra sulungnya a.k.a Kyuubi telah kembali. Tanpa ragu, Minato langsung memeluk Kyuubi dan Kyuubi pun membalas pelukan Minato.

"Kau.., kembali?" tanya Minato.

"Seperti yang kau lihat." Singkat Kyuubi.

Makan malam kali ini, tidak seperti makan malam biasanya. Saat ini, sambil mengisi perut sering kali diselingi obrolan kecil. Entah itu apa, hanya mereka yang tahu. Keluarga kecil yang harmonis, walau sempat mendapat pengalaman dan kenangan sedih.


Moshi-moshi minna-san. Hika-chan kembali, maaf ya kalau Hika update-nya terlalu lama. Arigatou bagi yang udah review dan mau menunggu lanjuttan dari fic Hika ini. Semoga chap ini sudah cukup panjang, kalau belum chap selanjutnya akan lebih panjang. Seperti biasa tolong berikan saran, kritik, dan review n review.

*Hika-chan boleh minta usul nama perempuan/laki-laki beserta ciri-cirinya. Untuk dijadikan sepupu Naruto n Kyuubi. Hika-chan mohon usulnya.*