~Tittle:: 188cm VS 158cm -KaiSoo- Chapter 3
Kim JongIn -Kai-
Do KyungSoo -D.O-
KaiSoo..
Warning:: GS for Uke! Typos! NO EDIT! Ini ff diambil dari cerita komik judulnya Sweet Black punya Mai Nishikata. Dengan rombakan di sana sini.. Jadi clo da yang ngerasa familiar sm ni cerita itu pasti dr komik Sweet Black.. Disini aku buat KaiSoo Vers..
Yang mau baca silahkan, yang g mau n ga suka harap menjauh perlahan tanpa keributan!
Kemarin di prolog udah aku kasih tau kan clo ff ni diambil dr Sweet Blacknya -Mai Nishikata- pas Chap1 aq lupa kasih tau lagi.. Terus da yg review clo ini mrip komik.. Jadi byar ga ada salah paham tyap chapter bakal aku kasih tau clo ini diambil dr Sweet Black..
Shim KyungHee Present..
188cm Vs 158cm -KaiSoo Chap3-
Bikini berwarna pink dengan corak polkadot putih terpampang di cermin yang sedang ditempelkan pada bagian dada Kyungsoo. Lesu dan lunglai menyertai raut wajah itu.
" Tidak Tidak Tidak..Aku tidak bisa memakai bikini ini. Payudaraku akan terlihat kecil. Pasti Jongin... Mengejekku, huaaa apa yang harus kulakukaaaaaaan! " suara teriakan Kyungsoo menggema di kamar mandi hotel yang ditempatinya bersama baekhyun dan lay. Teman kerja paruh waktu yang sama dengannya. Tampaknya teriakan Kyungsoo cukup keras,terbukti dengan Baekhyun yang menghampiri Kyungsoo didaun pintu tertutup itu.
" Kyungsoo kau baik - baik saja? Apa terjadi sesuatu? " dapat Kyungsoo dengar suara Khawatir milik Baekhyun.
" a.. aku baik - baik saja Baek, hanya terpeleset " bohong Kyungsoo.
" kau yakin? "
" iya, kau tak perlu khawatir. " Kyungsoo memastikan ucapannya. Kembali terfokus pada bikini pink miliknya, memutuskan bahwa dia tak akan memakai itu dihadapan Jongin. Memasukan bikini dan gstring miliknya ke dalam tas kecil yang semula memang ia gunakan sebagai tempat dua lembar pakaian itu. Keluar dari kamar mandi dan disambut dengan Baekhyun dan satu orang gadis asal China berumur di atas Kyungsoo maupun Baekhyun, perempuan manis dengan dimple pada satu pipinya berambut lurus sebahu berwarna hitam legam membuat wajah putihnya terlihat semakin putih bersinar.
" Kyungsoo, kami akan pergi ke festival malam disekitar sini.. Kau akan ikut kan? Temani aku beli bermacam - macam benda unik khas pulau misteri ini. Kau ingin membeli apa Lay eonnie? " tanya Baekhyun pada akhir kalimat panjangnya.
" aku.. Hehehe aku ingin membeli bikini.. Suho oppa bilang aku sangat sexy jika sedang menggunakan bikini. Lagi pula aku tak mau jika Suho oppa bisa melihat perempuan lain pakai bikini sedangkan dia sendiri jarang melihatku memakai bikini.. Secara pekerjaan Suho oppa sebagai penjaga pantai membuat dia harus sering melihat para wanita itu memakai Bikini ataupun pakaian minim. Dan aku tidak akan membiarkan diriku kalah. " ujar Lay yang terlihat beberapa kali ganti ekspresi di senang saat terbayang perkataan sang kekasih yang mengatakan sexy jika dirinya sedang menggunakan bikini, cemberut saat ingat bahwa Suho selalu melihat wanita dengan pakaian kelewat minim dan ekspresi penuh tekad saat mengatakan bahwa dia tak akan membiarkan dirinya kalah.
Lain dengan Kyungsoo yang hanya memperlihatkan raut datar diwajahnya. Sibuk dengan pikirannya akan kata - kata sadar, pekerjaan Jongin tidak Jauh berbeda dengan pekerjaan Suho, kekasih Lay yang baru saja dibicarakannya. Jongin pun selalu melihat wanita dengan pakaian Sexy, bahkan semua wanita yang berada di dekat Jongin bukan hanya memiliki tubuh sexy, tetapi wajah cantik serta kepribadian yang tak luput dari kata Elegan.
" ...Ikut khan "
" Kyungsoo? Yaaakkkk Do Kyungsoo! " suara Baekhyun yang terlampau kencang membuat Kyungsoo sadar dari lamunannya. Mengalihkan pandang terhadap Baekhyun yang berwajah sedikit tertekuk
" Kau mau ikut atau tidak Kyungsoo? " ulang Baekhyun dengan gemas.
" a.. Aku tidak bisa, aku ada urusan Baek. Mian " kembali masuk kekamar mandi yang baru saja ia masuki, entah apa yang dilakukannya disana.
188cm Vs 158cm Chapter3
Terduduk di tepi pantai berpasir putih dengan celana pendek selutut ditambah dengan tshirt putih polos ditubuhnya. Jongin menikmati udara laut malam. Terasa dingin memang, tetapi jika untuk menunggu Kyungsoo tidak akan menjadi permasalahan yang berarti untuk Jongin.
Setengah Jam dari waktu temu yang dia katakan pada Kyungsoo siang tadi. Menolehkan kepalanya pada arah kanannya saat merasa bukan dirinya sendiri lagi yang berada di bibir pantai itu. Jongin mendapati perempuan dengan tinggi 30cm lebih rendah darinya, perempuan bertubuh mungil yang dibalut tshirt baby blue dengan celana diatas lutut berwarna putih miliknya.
" sudah kuduga kau tidak akan berani memakai bikini itu Kyungie. Haahh padahal aku ingin melihatnya.. " ujar Jongin meluruskan kembali pandangannya ditamabah senyum tipis dibibirnya.
Kyungsoo berjalan, tidak menuju sisi Jongin tetapi pada belakang Jongin. Berlutut menghadap punggung lebar Jongin. Menggengam tepi bawah kaus miliknya, Mengangkat lebih dan lebih tinggi kaus itu sampai melewati kepalanya dan terlepas dari tubuh mungilnya.
" Jangan menoleh! "ucap Kyungsoo cepat saat dilihatnya Jongin bermaksud memutar kepalanya. Udara dingin membelai perut rata milik Kyungsoo yang kini tak tertutupi apapun. Hanya bagian dadanya saja yang terbungkus satu satunya bikini yang dimilikinya. Kembali menggerakkan tangannya, membuka celana putih itu perlahan, terlihat ragu. Namun tetap di gerakannya turun melewati kaki rampingnya.
" Kyungsoo kau sedang ap.. "Jongin menghentikan suaranya saat merasakan sebuah pelukan di punggungnya serta tangan yang melingkar di lehernya.
" kau memakainya? " tanya Jongin yang dijawab anggukan kecil oleh Kyungsoo di bahunya. Senyum Jongin terkembang dengan pesat.
" aku mau lihat Kyungie "
" Tidak! Tidak! Aku tidak mau kau melihatnya. Jangan berbalik " ucap Kyungsoo cepat
Seeetttt..
" Jongin tidaakk.. " Kyungsoo refleks berteriak dan menutup kedua dadanya saat Jongin membawa tubuhnya untuk berhadapan dengannya.
" aku tidak akan berbalik Kyung, jadi kau yang harus dihadapanku "
Smirk yang Jongin tunjukan di bibirnya membuat wajah Kyungsoo lebih memerah dari yang sebelumnya.
" aaahh aku maluuu~ "ucapan Kyungsoo teredam oleh telapak tangannya yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya. Jongin tertawa akan tingkah teman kecilnya yang kini berstatus sebagai kekasih.
" lepaslah,, aku ingin melihat wajah manismu Kyungie. Dan kemarilah." masih dengan kekehan kecil Jongin berbicara dan menyingkirkan tangan Kyungsoo secara lembut, nenariknya untuk mendekat.
" jangan tundukan wajah mu hmm.. Tatap aku. " Kyungsoo menatap Jongin dengan perlahan. Jongin masih duduk dengan menekuk kakinya dengan Kyungsoo yang berlutut didepannya berada di tengah antara kedua kaki Jongin Posisi yang membuat wajah mereka sejajar.
" kau ingin aku berkomentar jujur atau bohong Kyungie? " tanya Jongin.
" dimana ada orang yang mengharapkan kebohongan Jongin. "
"Baiklah, kau terlihat seperti anak remaja 14 tahun yang ingin berenang Kyungie.. Dan kau tahu? bahwa seleramu itu sangat mendukungmu. " mata yang tertuju pada bagian dada Kyungsoo. Entah itu pembungkus berwarna pink dengan bulatan bulatan kecil berwarna putih atau karna isi di dalamnya yang tak bisa dikatakan besar.
" ku hargai jawabanmu itu Jongin tapi hentikan tatapanmu itu " ucap Kyungsoo dibarengi dengan tangannya yang menutup mata Jongin. Menghalangi pandangan Jongin dari payudaranya.
" baiklah.. Aku tak akan melihat tapi aku boleh bukan merasakannya. " goda Jongin yang berhasil menyingkirkan telapak tangan Kyungsoo.
" Tidak Jongin! Kenapa kau selalu berada dalam kemesuman tinggi! " gertak Kyungsoo membuat Jongin tertawa.
" kau bahkan membuatku kedinginan Jongin. " tambah Kyungsoo mendekap tubuhnya bermaksud mengurangi hawa dingin.
" kajja.. " Kyungsoo melihat Jongin berdiri dan melepaskan kaus putih yang dipakainya dan menggenggam tangan Kyungsoo, membawanya ke bibir pantai. Kyungsoo merasakan air di telapak kakinya yang semakin lama semakin merendam kakinya lebih tinggi.
" Kita akan berenang? Jongin ini sudah malam, Kita bisa sakit. " Jongin tak menjawab hanya sebuah senyum tipis di berikan untuknya.
Berhenti disaat air laut asin itu telah menenggelamkan sebatas dada Kyungsoo dimana hanya sebatas perut Jongin.
" sebentar saja.. Aku ingin seperti ini. " Jongin memeluk Kyungsoo dari arah belakang, menyandarkan punggung Kyungsoo pada perut sixpack miliknya.
Jongin Pov.
Lembut. Kulit putih milik Kyungsoo lebih lembut dari yang kukira, leher dan tengkuknya yang selalu beraroma bayi serta rambut panjang yang kini basah pada setengah bagiannya, bisa kurasakan harum shampoo yang segar tak hentinya menguar. Shitt! Apa yang kulakukan dengan mataku. Bisa kulihat dengan jelas belahan payudara yang tak terlalu besar namun kutahu bahwa itu mempunyai kekenyalan yang begitu mengiurkan. Tahanlah Jongin.. Jangan sampai kau menyerangnya saat ini juga.
" apa yang membuatmu mau memakainya Kyungie? " bertanya dengan suara pelan di telinganya. Ku eratkan pelukanku pada perut rata miliknya. Tuhaaan ada apa sebenarnya dengan tubuhku, berpuluh wanita cantik dan sexy telah kau perlihatkan padaku, tapi tak ada satupun yang membuatku terangsang, tapi mengapa hanya dengan melihat payudara kecil dan merasakan punggung halus milik Kyungsoo aku bisa mengeras dengan cepat.
" ka.. karna aku tidak ingin kau hanya melihat tubuh orang lain. Walau aku tidak sexy seperti mereka, setidaknya kau pernah melihatku " kalimat terakhir Kyungsoo ucapkan sangat pelan. Nyaris berbisik. Namun tentu aku masih bisa mendengarnya dengan jelas, senyum manis sedari tadi tidak beranjak dari bibir tebal ku.
"Kyungsoo.. Aku belum mendengar bahwa kau mencintaiku. Dan sekarang aku ingin mendengarnya " ku balikan tubuh mungilnya menghadapku. Tak bisa ku lihat wajahnya, Kyungsoo menyembunyikannya lewat tundukan kepala.
" katakanlah. " mengangkat dagunya demi bisa kulihat wajah yang kini merona merah.
" aku mencintaimu.. " masih dalam suara yang pelan ia ucapkan, Dan menutup mata bulat itu.
" mengapa kau memejamkan matamu? Kau tidak mencintaiku jika kau memejamkan matamu saat kau mengatakannya Kyungsoo "
" aaahhh.. Kau banyak mau Jongin! Kau tahu? Itu sulit! Matamu yang sedang menatapku membuatku sulit. Jangankan untuk mengucapkan hal seperti itu! Untuk bergerakpun itu membuat tubuhku lemas! " suara teriakan nyaring miliknya kembali kudengar. Cukup membuatku tersentak kaget karna perubahan yang mendadak itu.
" aku mau ke kamarku! " ku tahan tubuhnya lewat pelukan erat, menenggelamkan kepalanya di dada bidangku. Bisa kurasakan hembusan nafasnya mengenai permukaan perut atasku.
" cium aku Kyung. "
Normal Pov
Kyungsoo tersentak mendengar permintaan Jongin kali ini. Apakah dia tidak mengerti ucapan Kyungsoo yang tadi dikatakannya.
" aku tidak akan memintamu melakukan apapun lagi. Tapi ku minta cium aku kali ini. " jongin berucap setelah menjauhkan wajah Kyungsoo. Kyungsoo merasa bahwa hari ini Jongin seperti penyihir, dengan mantra yang ia gunakan membuat semua perintahnya Kyungsoo turuti. Berawal dari setujunya Kyungsoo menjadi kekasihnya, memakai bikini di malam hari seperti ini, mengatakan dengan mudahnya bahwa Kyungsoo mencintai dia, dan kini Kyungsoo menjinjitkan telapak kakinya pada pasir di dasar air laut yang merendam tubuh mereka.
" hueeee tidak sampaiiiiii~~! " Kyungsoo mau menangis rasanya saat jinjit-annya tak sampai mensejajarkan bibirnya dengan bibir Jongin. Tawa Jongin semakin membuatnya kesal. Membuka telapak tangannya yang tadi digunakan Kyungsoo menutup wajah malunya.
" senang kau! Kau menyebalkan! "
" hahaha kau lucu Kyungie.. Kau harus lihat bagaimana dirimu tadi. Sebegitu pendeknya kah kau? Hanya untuk menciumku saja tak sampai.. Aku sudah menunduk Kyungsoo, agar kau bisa melakukannya. Tapi kau saja yang kelewat pendek. " tawa Jongin masih dikeluarkannya.
" hentikan tawa bodohmu atau aku akan balik ke kamarku saat ini juga. " ancam Kyungsoo yang sukses membuat Jongin menghentikan tawanya.
" baiklah kalau begitu.. "
Huppp...
" aaaaa Jongin apa yang kau lakukan! Turunkan aku! " Jongin menggendong Kyungsoo seperti anak koala. Jongin meletakkan telapak tangannya pada pantat kenyal Kyungsoo. Kaki pendek namun ramping serta tangan kurus milik Kyungsoo refleks melingkar di pinggang dan leher Jongin. Membuat wajah mereka berada dalam tinggi yang sama.
" sekarang cium aku " ulang Jongin.
" bisa kau pindahkan telapak tanganmu pada pahaku saja Jongin. " Kyungsoo mengatakan dengan tekanan dikalimatnya
" kenapa? Aku ingin menyentuh ini mungkin sedikit meremasnya seperti ini. " Jongin meremas bagian tubuh Kyungsoo yang ada ditelapak tangannya membuat Kyungsoo menegang.
" Hentikan itu Jongin! Atau kau akan ku tendang dan menghilang di tengah lautan! "
" oleh karna itu cepatlah cium aku. "
Chhuuu~ hanya sebuah kecupan cepat Kyungsoo berikan di bibir Jongin setelah Jongin menyelesaikan ucapannya.
" ck! Itu adalah Kecupan Kyungsoo, Yang ku inginkan adalah ciuman. "
Kyungsoo membuat matanya semakin bulat saat ia merasakan bibir Jongin yang menempel di bibirnya. Jongin menarik serta mengulum bibirnya. Merasakan manisnya bibir Kyungsoo lewat hisapan yang dilakukannya. Mempersempit jarak diantara tubuh mereka dengan menekan punggung Kyungsoo, lidah panjang yang Jongin miliki menerobos masuk melewati celah bibir Kyungsoo, dapat Jongin rasakan saliva Kyungsoo, digelitiknya langit langit Kyungsoo dengan lidah panjangnya. Entah sejak kapan Kyungsoo terbuai oleh ciuman Jongin. Baru Kyungsoo sadari bahwa bibir Jongin adalah bibir yang bisa menjadi candu untuknya.
" eunghh.. jonginnh " mengeluarkan desahan yang tidak dapat ditahannya saat tautan itu terlepas dan lidah yang menjalar di leher putih miliknya. Baru saja Jongin bermaksud memberikan sebuah tanda merah di leher Kyungsoo sebelum si pemilik menarik tubuhnya menjauh.
" aku.. Mmh maksudku.. Aku ingin kembali ke kamar Jongin. Disini dingin. " Kyungsoo merasakan rasa dingin yang semakin menjadi di tubuhnya. Jongin bersyukur dengan Kyungsoo yang menarik tubuhnya membuat ia kembali dari kesadaran yang hampir menghilang.
" kita kembali.. "
Jongin membawa tubuh yang berada di gendongannya menepi, kembali pada tempat dimana mereka duduk sebelumnya. Kyungsoo memakai kaus dan celana pendeknya, begitu pula dengan Jongin.
" Jongin kaus ku jadi basah.. Bagaimana ini. "ucap Kyungsoo saat melihat kaus yang dipakainya tercetak basah disebabkan oleh bikini yang terendam air laut.
" lepaslah bikinimu kalau begitu. "dengan mudahnya Jongin ucapkan kalimat yang membuat Kyungsoo menggeram kesal.
188cm Vs 158cm -KaiSoo chapter 3-
" Baekhyun...! " Kyungsoo mengetuk pintu kamar hotel tempatnya beristirahat. Tak ada jawaban dari kamar terkunci itu.
" kurasa mereka belum kembali dari festival malam itu. Aku harus bagaimana " ucap Kyungsoo lirih dengan menyandarkan dahinya di pintu berwarna hitam itu.
" ke kamarku. Tidak mungkin kau menunggu diluar dengan pakaian basah seperti itu Kyungsoo, ayo " menarik lengan Kyungsoo pelan dan memasuki dua kamar setelah pintu yang diketuk Kyungsoo tadi.
" kau sendiri? " tanya Kyungsoo saat tak melihat satu orangpun di dalam kamar tersebut.
" ya.. Aku tak pernah mau berbagi kamar dengan siapapun. "
Perlu di ketahui bahwa Jongin selalu melarikan pandangannya menjauhi tubuh Kyungsoo. Hal yang dilakukannya agar tak semakin membuat sesuatu didalam celananya yang sedari tadi berada dalam ketegangan yang tinggi.
Cetakan basah di dada, selangkang, serta bokong Kyungsoo, membuat Jongin tak akan sanggup lebih lama lagi menahan nafsu yang kini menyelimutinya.
" kalau kau mau mengganti pakaianmu, kau bisa pakai punya ku dulu Kyungsoo. Carilah di lemari itu. " tunjuk Jongin pada lemari putih yang dusediakan pihak hotel.
Kyungsoo membukanya, dilihat beberapa pakaian Jongin yang telah tertata rapi, salah satu hal yang selalu Jongin tunjukan sebagai topengnya untuk menunjang karirnya. Kerapihan. Kyungsoo tahu bahwa Kepribadian yang Jongin lakukan sekarang bukanlah sebenarnya. Jongin yang di kenalnya adalah Jongin yang penuh kekacauan, Jongin yang berantakan, pemalas, tidak sabar, dan terkadang kekanakkan.
Sedangkan yang selama ini Jongin perlihatkan di depan umum adalah Jongin yang dingin, dewasa, selalu terlihat perfect. Kyungsoo membungkuk bermaksud mengambil satu hoodie yang akan digunakannya sebagai pengganti pakaiannya. Kyungsoo merasakan sesuatu yang memegang pinggangnya serta merasakan sesuatu yang menempel di pertengahan pantatnya.
" a.. Apa yang kau.. Lakukan Jongin."ucap Kyungsoo horor saat melihat Jongin berdiri tepat di belakang tubuhnya.
" jangan salahkan aku atas perbuatan yang akan ku lakukan padamu Kyungsoo. Kau yang membuatku melakukan ini padamu. " mengangkat tubuh kecil Kyungsoo yang menggeliat meminta dilepaskan oleh Jongin.
Brukkk
Menghempaskannya di ranjang terbalut sprei putih itu. Dan menindih Kyungsoo yang terbaring. Jongin menahan pergelangan tangan Kyungsoo sejajar dengan kepalanya. Menciumnya dengan cepat dan sedikit Kasar, Jongin menempatkan dirinya dipertengahan Kyungsoo. Membuatnya terjepit oleh kaki Kyungsoo.
" Jongiiiinnn tidaaakk lepas aahh lepass. Jongmmmphh " rintihan Kyungsoo terputus saat Jongin kembali melahap bibirnya mengemutnya. Enam menit lebih Kyungsoo harus merasakan sesak di dadanya. Kurangnya oksigen yang semestinya dia hirup dikarenakan ciuman yang Jongin lakukan tak kunjung terlepas serta tindihan Jongin yang menekan payudara serta dadanya.
Kyungsoo melepas ciuman itu dengan mendorong dada Jongin secara paksa. Menetralkan nafasnya yang memburu. Menghirup oksigen sebanyaknya dengan membuka mulutnya dan menengadahkan kepalanya yang membuat leher putinya terekspos jelas.
" apa yang kau laku .. Ahhhhh! " kembali terputus ucapan Kyungsoo. Bukan karna ciuman Jongin melainkan karna Vaginanya yang tertekan sesuatu yang keras milik Jongin.
" eunghhh " Jongin menggeram merasakan penisnya tergesek oleh vagina Kyungsoo yang masih terbatasi oleh celana masing masing. Jongin semakin menekan penisnya dan menggesekan dengan pelan pada vagina Kyungsoo.
" Jonginnh ber euhh berhentihh " ucapan Kyungsoo tak membuat Jongin memberhentikan gesekannya namun semakin menekannya serta mengarahkan tangan kirinya mencakup payudara kanan Kyungsoo. Hilang sudah kewarasan Kyungsoo saat merasakan remasan kencang di payudaranya. Jongin melihat wajah Kyungsoo yang memejamkan matanya dengan alis bertaut.
" Nikmati saja Kyungie. Aku tahu kau mengerti apa yang akan kulalukan padamu. Dan kuminta kau tidak melakukan penolakan. " mencium Kyungsoo kembali, dalam,basah, kuat. Itu yang bisa menggambarkan ciuman mereka saat ini terbukti dari bunyi kecipak saliva yang membasahi daerah mulut Kyungsoo.
Jongin membuka kaus yang Kyungsoo gunakan dari tubuh mungilnya. Memperlihatkan bikini pink yang sebelumnya sempat Jongin lihat.
Membawa tangannya pada punggung Kyungsoo, melepaskan simpul yang terkait untuk menopang payudara Kyungsoo. Melepas dan melemparkannya asal di bawah ranjang. Tanpa menghentikan gerakan gesekan pada penisnya, Jongin memperhatikan payudara yang memang termasuk kecil untuk wanita berumur 22tahun. Namun payudara kenyal dengan puting merah muda yang mencuat seakan menantang Jongin untuk mengulumnya sangat berhasil membuat Jongin tergoda.
" aku akan membuat ini besar karna remasanku setiap harinya Kyungsoo. " dengan smirk di bibir tebalnya Jongin ucapkan.
" ahhh.. Eunghhh Jongh.. " desahan mengalir dari Kyungsoo saat Jongin meremas kasar serta memilin niple Kyungsoo. Jongin menurunkan tangannya bersama celana serta celana dalam bermotif dan warna yang sama dengan bikini Kyungsoo. Merendahkan tubuhnya untuk mengulum payudara yang terlihat lebih kecang dan memerah dari sebelumnya. Kyungsoo menggeliat merasakan sapuan lidah serta bibir Jongin di payudaranya.
" Ahhhhh! Jonginnhhh stopphh ahhh hen.. " tersentak saat telapak tangan Jongin mengusap vagina Kyungsoo yang telah basah karna rangsangan rangsangan Jongin.
" Kau sudah basah Kyungsoo. " ucap Jongin memperhatikan wajah Kyungsoo yang sibuk menahan kenikmatan divaginanya dan remasan di payudaranya.
" eunghh bodohh. Jelas basahhh hahh.. Kau yang membuatnya seperti ituh. " gumam Kyungsoo yang berlomba dengan erangan nikmat.
" buka bajuku. " gelengan dari Kyungsoo didapati Jongin. Kyungsoo memegang telapak tangan Jongin yang ada di Vaginanya untuk memberhentikan gerakan tangan Jongin -yang mencubit menggesek dan menekan klitorisnya- walau tak dijauhkannya.
" aku tidak mau. Lepas sendiri bajumu atau.. Kita berhenti. " ucap Kyungsoo yang entah mengapa disambut dengan senyuman nakal dari Jongin.
" jadi sekarang kau ingin aku melepas bajuku dan kita lanjut atau kita berhenti Kyungie. " Jongin kembali menggoda Kyungsoo dengan menggesekan jari tengahnya di klitoris Kyungsoo yang membuat Kyungsoo menggelinjang tak karuan.
" cepat lepas bajumu atau kita berhenti Kim Jongin! " ucap Kyungsoo cepat merasa frustasi karena godaan Jongin.
Jongin bangun meluruskan tubuhnya dengan lutut sebagai penumpu berdirinya dia di ranjang itu. Melepas kaus putihnya memperlihatkan abs yang terpampang jelas dengan dimata Kyungsoo. Tak bermaksud menyisakan satu kainpun di tubuh atletisnya sehingga diapun turut membuka celana selututnya mempertunjukan kebesaran penis miliknya yang akan memuaskan Kyungsoo. Kyungsoo yang melihatnya memejamkan mata merasa malu.
Kembali menindih tubuh Kyungsoo dan menciumnya rakus.
" Eunghh Jongin geli.. " gumam Kyungsoo yang merasa sesuatu menyodok dan menggesek mengenai perutnya. Sesuatu yang membuat Jongin merasa nikmat. Jongin menurunkan tubuhnya meninggalkan jejak dengan kecupan kecupan disepanjang perjalanannya menuju vagina Kyungsoo. Melebarkan paha Kyungsoo yang menampakan dua lipatan kulit yang menyembunyikan sebuah lubang surga untuk Jongin.
"ahhhhhh eughh Jonginnn.. Sshhh~ " hisapan pada vagina Kyungsoo yang sebelumnya sempat diaduk oleh jemari Jongin membuat Kyungsoo mengeluarkan desahan itu.
Meremas rambut Jongin dan menekan semakin dalam wajah Jongin agar tenggelam di vaginanya. Tak pernah Kyungsoo bayangkan kalau pacar pertama ciuman pertama bahkan sex pertamanya dilakukan dengan Jongin. Sahabat kecilnya.
Aroma khas vagina Jongin cium dari vagina yang kini sedang ia nikmati. Menghisap dan menjilat vagina Kyungsoo tanpa henti. Menjilat lubang Kyungsoo dengan lidah panjangnya. Mengaduk vagina itu membuat Kyungsoo merasakan bahwa ia sedang bersetubuh dengan penis Jongin, yang dimana bahwa sebenarnya saat itu lidah Jonginlah yang berkerja. Kyungsoo Tak kuat menahan gelombang kenikmatan itu datang.
"Jongin akuuuuuu! "
Mengalirnya cairan Kyungsoo menandakan berhasilnya ia mencapai kenikmatan. Jongin menelannya tanpa melewatkan setetes pun. Merangkak dan mencium kembali bibir Kyungsoo dengan menggesekkan penisnya pada vagina yang baru saja mengeluarkan orgasmenya.
" hen.. Ahhh hentikan Jongin.. Ahhh.. Itu membuatkuhh eughh hentikan.. "
" membuatmu apa Kyungie? " tanya Jongin yang merasa kalimat Kyungsoo terpotong.
" gatal.. Ahh ku mohon hentikan gesekan penismu. Itu membuatku gatal! " geram Kyungsoo.
" Gatal? Apa yang gatal Kyungie katakan dengan jelas. " tanpa Memberhentikan penisnya yang terus menggesek vagina Kyungsoo walaupun ia tahu jelas apa yang Kyungsoo masuk.
"arghhhhh penismu membuat vaginaku gatal Kim Jongin! Hentikan itu! " kesal Kyungsoo karena tingkah Jongin. Menghentikan gerakan menggeseknya Jongin kini menempatkan kepala penisnya pada lubang Kyungsoo memasukinya dengan perlahan. Menyodorkan bahu telanjangnya di depan bibir Kyungsoo.
" gigit pundakku untuk meredam teriakan sakitmu " ucap Jongin yang disambut Kyungsoo dengan menancapkan giginya di bahu Jongin.
Lebih dalam penis itu masuk pada lubang vagina Kyungsoo yang jauh lebih kecil dari ukuran diameter penis Jongin.
Terasa sesuatu yang menghalang diujung penis Jongin. Memutuskan untuk merobek selaput itu dengan sekali hentakan. Membuat Kyungsoo melupakan bahu Jongin dan berteriak untuk melepaskan rasa Sakit di vaginanya.
" sshh tenanglah. Ini hanya sesaat. Aku tak akan bergerak sampai kau siap." ujar Jongin menenangkan Kyungsoo dengan mengusap serta menghapus airmata yang mengalir di pipi Kyungsoo. Beberapa menit terdiam, memberi Kyungsoo waktu untuk menyesuaikan penis Jongin di vaginanya. Anggukan Kyungsoo dapat jongin rasakan di bahu kanannya.
Menggerakan secara perlahan dan meremas kembali payudars Kyungsoo untuk membuatnya kembali dalam lingkaran nafsu yang tinggi.
" ahhh.. situu! eunghh" ditemukannya gspot milik Kyungsoo. Mengujam titik itu berulang dengan
Penisnya. Vagina Kyungsoo yang memberikan remasan hangat dan licin pada penisnya membuat Jongin semakin lepas kendali menyodok vagina itu.
Bunyi tepukan pantat Kyungsoo dengan paha dan twinsball milik Jongin menambah erotis malam itu. Sodokan demi sodokan Jongin berikan pada vagina ketat Kyungsoo
" aku keluar jonggggg.. " teriakan panjang Kyungsoo membuat Jongin semakin brutal menekan titik terdalam Kyungsoo dengan ujung penis kerasnya, membuat lepasnya cairan Kyungsoo kedua kalinya. Cairan hangat dan licin yang keluar memudahkan Jongin yang dirasa akan mengambil alih puncak kenikmatan itu dari Kyungsoo.
Empat kali hujaman terakhir Jongin lakukan di vagina Kyungsoo dan mengeluarkan sperma miliknya yang menyembur di depan liang vagina Kyungsoo serta perut putih Kyungsoo.
TBC...
Ada yang mau ikut gabung di grup KaiSoo Shiper di WhatsApp?
Disitu kita adakan
*RolePlayer (EXO official Couple)dengan pair utama KaiSoo.. RP ini tarkadang bs Rated M
*Sambung FF dimana nantinya setiap orang menyambung ff yang sudah di bikin dari member sebelumnya.
*share Pic
I lope yu puuullll.. Review chap dua lebih dari 60.. Gomawooooooo yeorobuuuuuuuunnn.. Jadi semangat updet clo gtu kan akunya.. Tapi kemarin sibuk siapin lebaran jd g sempet updet
#plakkkk.. Alasan
maaf clo g bisa balesin satu satu reviewnya, tapi demi apapun aku selalu jadiin review kalian buat pelajaran perbaikan tulisanku
Heyyy untuk kalian penghuni grup dan readers di twitter ku ! Yang selalu menagih ff ku.. Ni aq updet!awas g bca! #tiban gajah kekeke
Review lagi ne!
Yang ga bisa review di ffn.. Silahkan review di Twitterku KyungHeeShim. Yang mau follow silahkan.. Tenang ja aku bakal follback kok..
Yang baca tapi ga ripiu, berarti anda memang orang yang tidak bisa menghargai.
