Tittle :: 188cm VS 158cm /Chap5/
Cast::
Do Kyungsoo -D.O-
Kim Jongin -Kai-
Warn:: Typo! Genderswitch/Transgender/!
Yang tidak suka harap menjauh perlahan dari sekarang.
Jeongmal mianhae.. Maaf banget atas kehiatusan ku yang lamanya tak terduga(?) maaf yang udah buat readers yang udah nunggu ff abal ku. Aku diculik ke kamar kaisoo buat rekamin kegiatan mereka tiap malem muehehehe. Sekarang aku kambek membawa 3 ff sekaligus (feeling Lost chap4/ 188cm VS 158cm chap5/ dan /Your Death My Fault part1 of 2/)
Saya mengutuk Silent readers so Yang udah baca langsung Review! Buat semangat kambek ne..
Shim Kyunghee Present
::::::::::188cm VS 158cm:::::::::::
..Flashback..
" Jonginn stopp! gadis remaja berumur 16 tahun itu menepuk keras pundak teman rumah sekaligus adik kelasnya untuk memberhentikan laju sepeda yang dikayuhnya.
" waeyo kyungsoo? " menuruti permintaan gadis itu dengan memberhentikan sepedanya di tepi jalan.
" lihat itu.. tampan sekaliii~~ " ujar Kyungsoo dengan mata berbinar serta kedua tangan yang tertangkup di dada, senyum yang kelewat lebar menurut Jongin pun ada di bibir Kyungsoo. Terfokus pada satu foto pria yang berada di cover majalah high class yang kini terpajang dengan cantiknya di depan sebuah toko buku langganan Kyungsoo. Sebuah tangan terulur ingin mengambil objek yang sedang Kyungsoo lukis di dalam otaknya.
" Stoooooooooooop ! " teriak Kyungsoo dengan suara cempreng yang memekakan telinga Jongin. Kyungsoo berlari kencang mengambil majalah itu sebelum tangan wanita yang sepertinya lebih tua dari Kyungsoo menyentuhnya beberapa centi lagi.
Huuupp
Melompat untuk mengambil buku yang menampakan wajah tampan sang Idola, Memeluknya posessif.
" ini punyaku ! " gertak Kyungsoo yang mengakibatkan terkejutnya si wanita tadi.
" ini punyaku! Aku yang lebih dulu mengambilnya! " merasa tak terima wanita itu kembali mengambil majalah yang Kyungsoo pegang.
" itu punyaku. Aku yang lebih dulu melihatnya. Lagipula aku adalah fans nomer satu Chanyeol, jadi akulah yang berhak memdapatkan " bukan Kyungsoo namanya jika dia menerima kekalahan dalam memeperjuangkan wajah Park Chanyeol yang hanya tertempel di kertas itu.
" ck kau sangat menyebalkan adik kecil. Baiklah kurasa aku harus mengalah denganmu. " lirikan sinis dan penglihatan dari kaki hingga kepala Kyungsoo dilakukan oleh wanita itu.
" kau memang harus mengalah wanita tua. " Kyungsoo menekan dua kata terakhir di kalimatnya
Kyungsoo berlari kedalam toko dan memebayarkan sejumlah uang dari setengah uang jajannya selama setengah bulan ke kasir pria gempal itu demi mendapatkan majalah sang model pujaan.
Berlari menghampiri Jongin dengan memeluk benda yang baru dibelinya.
"Jonginaaaaa~ aku berhasil membelinya. " ucap Kyungsoo yang dibalas dengan cibiran Jongin.
" tanpa kau katakan aku sudah tau! Aku bisa melihatnya dengan jelas pendek! cepatlah naik. Aku kelaparan apa kau mau tanggung jawab jika aku mati kelaparan ! " tak ada jeda nafas saat Jongin mengatakan kalimat kalimat kasarnya sebagai bentuk lampiasan kekesalannya sedari tadi. Kyungsoo hanya mempoutie bibir plum berbentuk hatinya dan menaiki pijakan pada belakang sepeda jongin.
" Kyaaa! Kkamjoong aku belum siaaap! " Kyungsoo hampir terjungkal kebelakang tak siap dengan Jongin yang langsung melajukan sepeda berwarna putihnya. Memeluk tengkuk Jongin setelah menoyor kepala Jongin sebagai bentuk balasan.
" aku bisa menjadi seperti Chanyeolmu itu Soo. Bahkan lebih, dia tidak akan ada apa-apanya jika aku mulai beraksi " ungkap Jongin dengan kepercayaan diri yang terisi dengan penuh.
" hahaha sombong sekali kau. Ibu jari kaki Chanyeol saja lebih baik dari pada kulit hitammu ini Jong " remehan dari Kyungsoo membuat Jongin semakin bertekad.
" lihat nanti kau akan menyesal mengatakan itu Do Kyungsoo " melajukan lebih cepat sepedanya dengan teriakan teriakan takut Kyungsoo sebagai Backsound karna kecepatan kayuh sepeda Jongin.
.
.
.
.
.
.
Dan kini semua terbukti. Jongin tak sedikitpun bermain dengan ucapannya tiga tahun lalu.
Dirinya setara dengan kepopularan Chanyeol. Bahkan mungkin sedikit lebih tinggi. Kulit hitam yang sering Kyungsoo jadikan ejekan ternyata banyak menjadi lirikan berbagai agency artis untuk mengikat Jongin dalam kontrak mereka. Apakah Jongin telah puas dengan pembuktian yang dia lakukan?
Belum. Jongin belum puas, dia belum bisa menjadikan Kyungsoo fans nomer satunya. Karna sampai saat ini Kyungsoo hanya mengagumi satu orang. Dan itu adalah Chanyeol, park Chanyeol.
" soo kau disuruh memberikan pakaian ini untuk Jongin ssi. " Lay memberikan dua stel pakaian yang akan Jongin kenakan di hari terakhir pemotretan sekaligus hari terakhirnya berkerja freelance ini.
" Jongin? A-aku tak bisa eonie, bisakah eonie saja yang memberikannya? " tolak Kyungsoo gugup
" tidak bisa? Memangnya kenapa? " tanya Lay yang memperhatikan raut wajah Kyungsoo yang terlihat aneh baginya.
" aku.. Mhhh aku sakit perut eonie. Tolong yah " Kyungsoo mengguncang pelan lengan Lay serta memperlihatkan puppy eyes terbaiknya.
" baiklah baiklah biar aku yang berikan. Kau segera ke toiletlah. Jangan menahan sakit perutmu lebih lama, keringatmu sudah mengucur deras " tunjuk Lay pada dahi Kyungsoo. Anggukan Kyungsoo mengiringi kepergian Lay dengan dua pasang pakaian tadi. Mengelap Keringatnya yang mengalir ke pelipisnya. Duduk di kursi tak jauh dari tempat nya berdiri tadi dengan sebuah botol yang terisi air mineral miliknya.
" hahhh hampir saja Ku bertemu dengan Jongin. " menutup wajahnya, tidak berani membayangkan akan bertemu dengan Jongin setelah kejadian semalam yang membuat Kyungsoo ingin meguburkan diri sedalam mungkin di pasir putih bersama dengan para kepiting itu. Sedari pagi Kyungsoo selalu menghidari Jongin hingga saat ini, sore hari sebelum dia akan pulang ke seoul, kota kelahirannya.
" Kyungsoo bisakah kau bikinkan kopi untuk luhan serta Jongin? Mereka meminta kopi. Antarkan secepatnya " ujar salah satu staff yang kini telah melenggang pergi sebelum Kyungsoo sempat berucap apapun.
" tamatlah kau Do Kyungsoo " gumamnya pasrah sebelum membuat dua kopi panas pada cangkir yang telah di sediakan. Menuangkan dua sendok kopi dengan tiga sendok gula serta sedikit tambahan susu dan krim. Tersenyum membayangkan memori yang sudah-sudah bahwa Jongin sangat menyukai kopi manis buatannya. Dan ekspresinya terganti suram saat mengingat akan bertemu dengan orang yang sedang ia hindari. Membawa dua cangkir itu pada nampan coklat, memasuki ruang para artis untuk menyempurnakan dirinya. Menunduk saat melihat Jongin yang sedang melakukan perbincangan ringan dengan teman seprofesinya itu.
" permisi, aku mengantar Kopi pesanan kalian. " ujar Kyungsoo tanpa menyapukan pandangannya pada Jongin, walau Kyungsoo tau bahwa Jongin sedang menatapnya tajam dengan sebuah seringai terpatri di bibir tebalnya. Meletakan dua cangkir itu di meja pemisah Jongin serta luhan yang sedang berbincang, membalikan tubuhnya bermaksud meninggalkan Jongin secepat mungkin sebelum suara menghentikannya.
" tunggu " itu bukan suara Jongin, itu suara Luhan. Suara yang lebih halus dan ringan.
" kau membuatkan Jongin kopi yang sama denganku? " Kyungsoo membalikan tubuh demi menatap seseorang yang bertanya padanya. Anggukan kecil Kyungsoo jadikan balasan.
" cih.. Aku tahu kau memang seperti anak-anak tapi kau harus tau bahwa jongin adalah Pria dewasa yang tidak meminum sesuatu yang manis. Jongin hanya menyukai kopi hitam tanpa gula ataupun tambahan tak penting seperti ini.
" Mwo? " Kyungsoo terkaget dengan apa yang barusan Luhan katakan. Apa yang dia katakan sangat bertolak belakang dengan apa yang Kyungsoo ketahui selama ini. Jongin tidak pernah menyentuh kopi jika Kyungsoo membuatkannya kopi hitam saja dan Jongin akan menghabiskan kopi itu jika dia membuatkan kopi yang manis.
" apa kau tak mendengarkan ku? Kau bukan sungguhan anak Sekolah Dasar yang harus serba di ajarkan. " Jongin meremas lengan kursi itu menahan emosi tersimpan selama ini yang siap diledakannya saat ini juga pada Luhan si gadis cantik yang sudah diakui orang orang kebenarannya. Pandangan Kyungsoo memanas, baru kali ini dia diejek akan kekurangan di tubuhnya dengan begitu serius. Selama ini tak ada yang menyakitinya dengan perkataan yang sarkas seperti ini. Orangtuanya, Jongin, baekhyun hanya meledek nya dengan candaan yang dia tau itu tak bermaksud menyakitinya. Lain dengan hal yang Luhan katakan.
" baiklah. Kuajarkan kau bocah kecil. Buatlah kopi baru untuk Jongin tanpa gula, susu atau apapun. " satu cangkir itu telah kosong dari isinya yang telah di buang oleh luhan. Semua orang yang berada di ruang makeup itu tertuju pada mereka bertiga. Kyungsoopun telah menjatuhkan airmata yang telah ditahannya.
" cukup luhan! Kau... Kau adalah orang asing yang tak mengenalku. Kau menjadikanku seperti apa kemauanmu. Perlu kau tahu.. Aku tak pernah menyukai kopi hitam. Aku hanya meminum apa yang kau berikan sebagai bentuk kesopananku terhadapmu, seniorku. Dan kopi yang aku suka adalah kopi manis buatan Kyungsoo. Berhenti menjadikanku orang lain mulai saat ini. Dan berhenti menyebut Kyungsoo bocah kecil, Kau lebih kekanakan darinya. Kau mencari masalah dengannya sekali lagi maka kau akan berhadapan dengan kekasihnya, yaitu aku " Kalimat panjang dari Jongin membuat semua orang yang berada menonton drama pendek itu terkaget tak terkecuali dengan lawan bicara Jongin sedari tadi. Luhan hanya mampu berdiri melihat Jongin pergi membawa Kyungsoo, tak percaya dengan apa yang Jongin ucap.
Dua hari yang lalu setelah kejadian itu, Kyungsoo selalu menghindar bertemu Jongin. Pengakuan Jongin membuat semua media tertuju padanya. Sibuk mengetahui kebenaran dari pertanyaan " Benarkah Kai berpacaran dengan gadis dengan tinggi badan 158cm ".
" siang ini telah di confirmasi oleh perwakilan agency SM entertainment bahwa Kai memang pacaran denganmu Soo " ucap Baekhun dengan wajah yang tertekuk lemah di ranjang milik Kyungsoo.
" kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya padaku. Tahu gitu aku tidak akan mengharapkan Kai. Huaaaahh aku benci padamu Kyungieeeee~ ! " lemparan boneka hello kitty di wajah Kyungsoo memperjelas kecemburuan Baekhyun. Kyungsoo pasrah dengan apa tindakan Baekhyun padanya, dia hanya diam dengan memeluk boneka yang dijadikan senjata oleh Baekhyun itu.
" Aku baru pacaran sehari sebelum kejadian itu Baeki~ belum sempat mengatakannya padamu " Kyungsoo mencoba membela dirinya
" hahhh Sudahlah aku bisa apa. Kai hanya menyukaimu Kyungie bukan aku " sedih Baekhyun. Kyungsoo menatap Baekhyun yang kini tertidur di pahanya sebagai bantal.
" Kyung mau sampai kapan kau menghindari Kai? " tanya Baekhyun menatap mata jenih Kyungsoo.
" nan molla " jawab Kyungsoo pelan dengan raut sedih yang beberapa saat lalu hadir di wajah cantik Baekhyun.
" temuilah dia jika kau sudah siap. Dia sudah banyak berkorban untukmu. Kini kau harus mengalah karna ego mu itu. " tutur baekhyun mencoba memberikan saran untuk sahabat mungilnya.
" ahh aku tak bisa ke acara fansign Kai malam ini. Eomma menyuruhku membantunya membuat capcake. " poutie kecil hadir di bibir tipis Baekhyun.
" Yaaaaaack! Sedari tadi kau membiarkan aku mengoceh sendiri! Kau benar-benar menyebalkan Soo. Sudahlah aku pulang " bentak dan pamit Baekhyun membuat Kyungsoo sadar dari lamunannya. Meminta maaf dan mengantar Baekhyun hingga depan pintu rumahnya.
Bersandar di pintu dan memikirkan apa yang Baekhyun katakan.
.
.
.
.
.
.
Jongin menutup matanya dengan duduk di sebuah kursi yang menghadap cermin besar. Merasakan telapak tangan sang perias yang sedang memoleskan makeup tipis untuk wajah tampannya.
" kai apa sudah selesai? Sudah waktunya kau memulai. " ujar staff yang bertugas mengatur jalannya acara fansign di sebuah Mall di seoul.
" sudah. Tunggu sebentar. " bercermin dan memastikan penampilannya tak buruk di depan para fans yang telah mengantri demi mendapatkan sebuah tanda tangannya.
Berjalan dan memasuki meja tempatnya akan membagikan sedikit kebahagiaan untuk fansnya. Iringan tepukan saat Jongin memberikan sedikit suaranya tanda terimakasih atas partisipasi. Mulai duduk dan membagikan tanda tangan yang simple namun terlihat berharga bagi para pengantri yang sebagian besar perempuan itu. Jongin menebar senyum yang menawan tanpa mengetahui ada satu orang gadis yang berada dalam barisan sibuk menundukan wajahnya dan mengatur degupan jantungnya.
5 orang
4 orang
3 orang
2 orang
1 orang
Adalah jarak si gadis dengan sang idola barunya.
Dan kini Dia tepat berada didepan Pria tampan yang entah sejak kapan dia kagumi
" bisa kau berikan tanda tangan untuk Fans nomer satumu ini? " dengan suara lembutnya dia ucapkan. Membuat Jongin menengadahkan kepala merasa mendengar suara yang sangat dirindukannya beberapa hari ini.
Dia tidak salah dengar. Dihadapannya kini seseorang yang dia tunggu. Membawa sebuah poster bergambarkan dirinya yang tengah tersenyum manis. Sama dengan keadaanya saat ini. Senyum manis yang terasa sangat special. Melebihi pengantri yang lain.
Mengambil poster yang disodorkan dan memberikan sebuah tanda tangan berbentuk hati dengan dua nama di dalamnya serta sederet kalimat dibagian bawahnya
Untukmu gadis mungil nomer satuku yang aku cintai.. Do kyungsoo
E.N.D
Muehehehehe selesai juga akhirnyaaaaaaaaaaaaaa~~~ lega fiuuuhh~ utang satu udah impas
Maaaaaaaf buat readers yang sudah menunggu lama /bow/
Ada yang Mau gabung di SM Roleplayer di Wa?
Jika berminat silahkan PM dengan format
Nama asli_ Cast yang diperankan_ Notelpon.
Thank gomawo ^_^
