If you say " I love you"

Cast: Kyuwook,and other super junior members

Genre : romance,…

Rate :

Summary :

" hiks...apa kau tak mencintaiku lagi?"/"lalu...hiks.. mengapa.. kau hiks...tak pernak hiks...menyentuhku hiks..."/"jangan memintaku untuk berhenti setelah ini hyung"

WARNING! NC CHAPTER 6, GA SUKA GA USAH BACA, NC PERTAMA, GA HOT? MIANHAE


last chapter~

.

"aigooo... imut sekali kau hyung, mau menggodaku eoh?"

"aku hanya bertanya kyu..."katanya lalu mengerucutkan bibirnya.

CHU~

ciuman manis mendarat pada bobor poutnya, aku tak tahan jika melihat bibirnya seperti itu.

""ya! kenapa kau menciumku kyu..."

"tadi kau sudah bertanya padaku, dan aku sudah memberikan jawabannya"

kueratkan pelukannya, membiarkannya tidur bersandarkan dadaku. tak apa jika malam pertamaku tak dihiasi dengan desahan-desahan sexy cukup dengan begini aku sudah bahagia hyung, 'jaljayo hyung'.

.

.

chapter 6~

.

.

AUTOR POV

.

"MWO?! HAHAHAHAHAHAHA..." suara donghae dan yesung menggema bersama dalam sebuah cafe.

"Ya! hyung bisakah kecilkan suara kalian?" kyu masih mendumel melihat 2 hyungnya yang sedang tertawa terbahak-bahak karena pernyataan yang ia lontarkan.

"HAHAHAHA mianhae mianhae hahahaha..."donghae masih tertawa meskipun sudah berkata 'maaf'.

"lagi kau juga kyu hahahaha..." yesung masih setia dengan memegang perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu semangat(?).

"hyungdeul ayolah bantu aku..." kyu masih melemparkan daethlare ke arah hyungnya.

"ne ne baiklah, bagaimna kau yang sudah satu bulan lebih menikah tapi belum juga melakukan 'itu', apa pada malam pertamamu kau tak menyentuhnya? kata donghae santai tanpa menyadari seberapa frontalnya dia berbicara.

"jangankan menyentuhnya hyung, aku malah disuruh tidur disofa"

"mwo? jinjja? huwahahaha" yesung masih terus tertawa.

"ya meskipun akhirnya aku tidur bersamanya, tapi demi semua game yang aku miliki aku sama sekali belum 'menyentuhnya'"

"jeongmalyo? aish...kasihan sekali kau kyu" yesung dan donghae hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. prihatin.

"MAKANYA BANTU AKU HYUNG!"

.

.

"jadi benar kau belum melakukannya?" tanya sungmin lembut.

"ne hyung..."

"memangnya kenapa si evil itu tak mau menyentuhmu eoh?" kata eunhyuk sembari mengusap-ngusap perutnya yang sudah mulai membesar.

"mollayo hyung, aku tak tahu, awalnya aku takut jika dia menggodaku dengan cara memelukku dari belakang, mencium tengkuk ku, sengaja melepaskan pakaiannya dihadapanku, tapi entah mengapa aku selalu memarahinya dan berakhir dia tidur disofa tanpa membantah setiap perkataanku, lalu akhir-akhir ini juga dia tak pernah menggodaku lagi"

"pernahkah kau bertanya padanya wookie?" sungmin kembali berbicara.

"ani, aku belum bertanya hyung, aku terlalu takut" wookie masih terus mengaduk-ngaduk segelas kopi dihadapannya.

"kalau kau belum bertanya bagaimana dia bisa tau bodoh" kata eunhkyu kasar tapi ada betulnya juga.

"apa kyu sudah tak mencintaiku lagi hyung?" air mata mulai membasahi pipinya.

"mana mungkin kyu tak mencintaimu lagi? dia rela menunggumu selama 3 tahun lalu menikahimu, apa itu namanya kalau kyu tak mencintaimu? dia juga sudah berjanji pada hangeng ahjushi untuk tidak mengecewakanmu bukan?" sungmin berkata selembut mungkin sambil mengusap kepala wookie.

kemana hyukjae? ya...lihat saja matanya sudah berkaca-kaca melihat pemandanga di depannya.

"n-ne hyung...hiks..." wookie hanya mengangguk kecil.

"setelah pulang nanti bertanyalah padanya, jangan berfikiran yang macam-macam dulu ne?"

"ne hyung...gomawo" wookie menghapus air matanya lalu mencoba untuk tersenyum manis pada hyungnya"

ya seperti apa yang kalian kira. sudah satu bulan lebih kyu dan wookie menikah tapi mereka sama sekali belum pernah sama sekali melakukan 'hal' yang layaknya seorang suami istri lakukan.

wookie terlalu takut untuk 'disentuh' kyu, dia selalu menghindar. selalu manahan diri bila kyu menggodanya, entah dengan cara apapun, membuat kyu terus menggodanya.

.

.

Flashback

.

wookie sedang asik dengan benda sakralnya, apa lagi kalau bukan sebuah penggorengan dan spatulla. wookie membuat nasi goreng kimchi untuk menu sarapan paginya bersama kyu.

GREP~

"eh? kyu kau sudah bangun?" kyu melingkarkan tangannya pada penggang wookie, lalu menaruh kepalanya di bahu kanan wookie.

"aku terbangun karna kau tak ada disampingku hyung..." kyu menghirup aroma tubuh wookie yang begitu memabukan baginya.

"sudah kyu lepaskan, aku sedang memasak" wookie mencoba melepaskan pelukan kyu di pinggangnya.

"aniyo, aku tak akan melepaskanmu hyung" kyu menenggelamkan wajahnya di anntara bahu dan leher wookie.

mengecup setiap bagian tengkuknya, menggigit, menjilat bahkan mengulumnya, menimbulkan bekas-bekas berwarna biru keunguan hasil karyanya.

"enghh...kyu hentikan" tangan kyu menjalar berniat mematikan kompor, membalik tubuh istrinya untuk menatapnya.

"tak akan hyung, kau sudah terlalu banyak menolakku dan berakhir aku harus single job sendiri dikamar mandi"

kyu terus membuat 'karya' indah pada leher dan dada wookie, tangannya mulai bermain-main dengan perut wookie, mencoba parlahan memasukkan tangannya kedalam kaos tipis wooki, bibirnya terus mincium dan menggigit kecil bibir bawah wookie.

"kyu...hentikan hiks..." wookie menangis.

seketika itu pula kyu menghentikan setiap kegiatan yang ia lakukan pada tubuh wookie.

"hyung? kau menangis?" mata kyu langsung membulat melihat bekas air mata pada pipi istrinya.

"hentikan kyu...aku takut hiks..."

"hyung..mianhae mianhae, uljima hyung, jangan menangis lagi, kau bisa membuatku menagis jugamaaf membuatmu menagis hyung..."kyu memeluk tubuh wookie dengan perasaan bersalah.

.

.

sejak kejadian itukyu tak berani lagi menggoda ataupun menyentuh wookie, dia sangat tak suka melihat namja kecilnya menangis.

selama menjalani rumah tangga mereka hanya sekedar berpelukan atau ciuman dengan sedikit lumatan.

awalnya wookie takut, namun pernah terpikir bahwa ia adalah seorang istri yang harus melayani suaminya (?). ya namun apa daya kalau rasa takut wookie tak bisa dihindari.

.

.

KYUHYUN POV

.

SEOUL 00.30

.

CLEK~

kubuka pintu apartement ku yang sebelumnya aku memasukan password, gelap. mungkin wookie hyung sudah tidur, aku terlambat pulang lagi, kalian jangan salahkan aku, salahkan semua jadwal ku yang menyiksa, yang tak membiarkanku bermanaj-manja ria dengan wookie hyung.

kulangkahkan kakiku menuju kamarku dan wookie hyunglalu menyalakan lampu. kulihat tubuh mungil diatas tempat tidur sedikit bergerak, merasa terganggu dengan tidurnya, mata itu mulai terbuka menatapku dengan tatapan sayu.

wookie hyung bangun dari tempat tidur, menghampiriku. tunggu dulu, apa itu kemejaku? ya benar itu kemaja putih panjangku yang kebesaran di tubuhnya. kenpa wookie hyung memakai bajuku? baju yang kebesaran ditubuhnya membuat dada putih dan bahunya terlihat jelas. dan lihatlah, apa di atak memakai celana luar? hanya celana dalam? aish..jinjja aku tak dapat mempercayai ini. hanya kemeja ku yang menutupi setengah dari paha mulusnya.

"selamat datang kyu..."

chu~

wookie hyung menciumku, sedangkan aku hanya menatap pemandangan indah nan menggoda yang jarang sekali terlihat. dan kurasakan adik kecilku dibawah sana sudah mulai bengun. oh...ayolah jangan membuatku tersiksa hyung.

" hyung... ke-kenapa kau bangun? a-apa aku mengganggu tidurmu?"

" ani..aku hanya rindu padamu kyu~" wookie hyung mulai menggosok-gosokkan pipinya pada dadaku.

" kau rindu padaku hyung? aku juga, padahal kita baru bertemu tadi pagi hyung"

"kyu~" aish...kau terlalu menggoda hyung.

wookie hyung menciumku, ah tidak lebih tepatnya melumat bibirku, tangannya entah sejak kapan sudah berapa dileherku sambil menekan tengkuk ku memperdalam lumatannya.

"eh...aku mandi dulu hyung" aku melepaskan pagutan diantara kami.

'lebih baik aku menghindar daripada aku tak dapat menahan diriku untuk menyerangnya lalu melihanya menagis lagi? cih...maaf saja tak akan ku lakukan lagi, tak akan ku biarkan air mata itu terjatuh lagi'

ku bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi menenangkan diriku dan pikiranku.

.

.

"aish...dingin dekali," aku yang baru dari kamar mandi langsung terdiam.

"hiks..." aku mendekati wookie hyung yang sedang terisak.

"hyung...kau kenapa? gwenchanayo?" ku lihat wookie hyung masih meneteskan air mata.

"kyu~ hiks.." wookie hyung langsung memelukku.

"tenang hyung aku disini, kau kenapa?"

" hiks...apa kau tak mencintaiku lagi?" aku yang masih mengusap punggung wookie hyung langsung menghentikan usapanku pada punggungnya.

"apa yang kau katakan hyung?"

"ternyata benar, kau tak mencintaiku lagi huweeee, ceraikan aku juka kau sudah tak mencintaiku kyu huweeee eomma..." aku panik melihatnya menangis semakin kencang.

"uljima hyung...aku tak mengatakan kalau aku tak mencintaimu, dan jangan memintaku untuk meninggalkanmu hyung, aku terlalu mencintaimu untuk meninggalkanmu, 3 tahun sudah cukup menyiksaku karna tak bertemu denganmu, jadi jangan memintaku untuk meninggalkanmu." ku kecup keningnya, tangisnya mulai mereda.

"lalu...hiks.. mengapa.. kau hiks...tak pernah hiks...menyentuhku hiks..."

JEDER!

rasanya aku baru tersambar petir yang sangat besar sekarang mendengar wookie hyung mengatakan kalau aku tak pernah 'menyentuhnya' . hey...ayolah aku sudah sering meminta, kenapa kau malah mengatakan aku tak mencintaimu lagi karna aku tak pernah menyentuhmu. aish...jinjja-_-

"hyung...kau sakit ne? tapi suhu badanmu normal hyung, bajumu terlalu terbuka." ku letakan punggung tanganku pada dahinya.

"sentuh aku kyu~"

"hyung...apa kau sadar me- mmphh.."

.

AUTOR POV

.

"hyung...apa kau sadar me- mmphh.."

wookie langsung membungkam bibir kyu dengan bibirnya.

Tak menyiakan sedetikpun, kyu memasukan lidahnya ke dalam mulut wookie yang terbuka. Lidahnya mengajak lidah wookie menari dalam rongga mulut wookie yang hangat dan basah. Dilumatnya bibir wookie yang membuat wookie mau tak mau membalas ciuman basah itu. Lidah elastis kyu mengabsen seluruh yang ada di mulut wookie. Mulai dari gigi, gusi, langit-langit mulut dan kembali mengajak lidah wookie berdansa.

"Eeemmmnhh…" wookie mendesah tertahan dalam ciumannya. Mengerti apa yang didesahkan(?) wookie, kyu melepaskan ciuman mereka dan membiarkan wookie menghirup oksigen. Nafas wookie tersengal-sengal. Ciuman itu hampir saja membunuhnya.

kyu tersenyum melihat wajah manis wookie yang memerah. Dilihatnya sudut bibir wookie mengalir sedikit air liur. Refleks, dia memajukan wajahnya dan menjilat saliva itu. Mata wookie kontan membulat melihat itu. Tangannya hendak mendorong tubuh kyu, namun ditahan lebih dulu. Kembali kyu mencium bibir mungil itu lembut. Lidahnya juga kembali bermain didalam rongga mulut wookie. Terdengar suara kecipakan dan saliva yang bercampur.

kyu melepaskan ciuman mereka dan bergerak turun menjilati leher wookie yang dipenuhi bercak kemerahan hasil karya seninya. wookie tertawa geli akibat ulah kyu. Mengingat posisi mereka masih berdiri saat itu, kyu menarik wookie ke atas ranjang. Posisi mereka terbalik. kyu bergolek di atas ranjang sedangkan Ryeowook duduk di atas perutnya. Kedua tangan wookie dikunci oleh kyu dan diletakkan kyu di atas dadanya. Terasa detak jantung kyu yang saat itu memang berdetak sangat cepat.

"Berada di dekatmu membuat jangtungku seakan-akan hampir meledak hyung," ujar kyu.

Dia membalik posisi mereka kembali ke posisi yang sepantasnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi,kyu menjilati leher wookie naik-turun dan membuat jejak kemerahan lagi di leher wookie. Tangan usilnya masuk ke dalam kemeja putih yang dipakai wookie dan memainkan kedua tonjolan kecil di dada wookie.

"Aaahh… kyunieehh~" Jemari wookie menyelinap ke dalam helaian-helaian rambut hitam kyu. Diremasnya pelan helaian rambut kyu ketika merasakan nikmat karena dua titik sensitivenya dimainkan secara bersamaan.

kyu menghentikan kegiatannya dan membuka kemeja wookie. Mengubah posisinya menjadi setengah duduk ketika kyu melepaskan kemejanya agar tidak menghambat. Setelah selesai, kyu kembali menggoda tubuh mungil dibawahnya itu. Dijilatinya nipple sebelah kanan wookie dan tangan kirinya memilin-milin nipple yang sebelah kiri agar mendapatkan perlakuan yang adil.

"Aaahh… mmnnhh…," desah wookie.

kyu menggigit-gigit pelan nipple itu hingga membuat wookie mengerang tertahan. Dirasakannya nipple itu semakin menegang dalam mulutnya. Merasa bosan bermain di bagian atas, kyu sedikit turun ke bawah dan menjilati perut rata wookie. Tangannya juga ikut turun dan menjalar kebagian sensitive tubuh wookie yang terletak di antara kedua paha kecilnya. Diremasnya junior wookie yang masih tertutup celana dalam putih yang dikenakannya.

"Eeennghh… kyuniehhh…"

kyu terus menjilati perut wookie yang berkilat karena salivanya. Digerakkannya jilatannya memutari pusar wookie, membuat wookie menggeliat kegelian. Tangannya tak henti-hentinya meremas junior wookie. Dia juga merasakan celana hijau yang sedari tadi dia pakai semakin menyempit karena juniornya yang semakin menegang mendengar suara desahan wookie.

"jangan memintaku untuk berhenti setelah ini hyung"

"kyuniehh.. b-bukaaa…," ujar wookie susah payah.

"Hmm? Buka apanya, hyung?" tanya kyu memperlihatkan smirknya.

"J-jangan diremass… d-dari.. luaarhh… hahhh…"

Mengerti, kedua tangan kyu menarik celana wookie beserta celana dalamnya. Tangannya kembali menyapa junior wookie yang sangat menegang. Dilihatnya ujung junior wookie yang terlihat kemerahan dan cairan pre-cum yang mengalir sangat deras dari juniornya. Jemari tangan kyu meremas junior Ryeowook dan mengocoknya dengan tempo yang tidak bisa dibilang lambat. Tak lupa dia memainkan twinsball wookie.

"Kyyaah… kyunieehhh~ j-jangan di… digodaa terrussshh…," desah wookie.

kyu turun kebawah lagi dan berhadapan dengan junior wookie. Lidahnya terjulur dan menjilat ujung kejantanan wookie. wookie sedikit mendesis ketika merasakan juniornya dimanja oleh kyu. Lidah kyu menjilati juniornya naik-turun hingga kejantanan itu basah karena salivanya. Tubuh wookie bergetar ketika kyu mulai memasukkan juniornya dalam mulut kyu. kyu mengulum, menjilat dan menghisap kuat junior wookie hingga pipinya menegmpis. Memancing cairan wookie keluar dan dia ingin meminum semua cairan itu tanpa sisa.

wookie mulai merasakan panas diperutnya. Ada sesuatu yang ingin dia keluarkan namun seperti ditahan. Tubuhnya mulai mengenjang. Jemarinya meremas sprei yang kusut itu hingga buku-buku jarinya memutih. wookie memejamkan matanya erat dan klimaks menghampirinya.

"Aaahh… hhh…AAAAHH!"

Suara indah itu terdengar sangat nikmat. Sesaat dunianya menjadi memutih. Cairannya tumpah ke dalam mulut kyu seluruhnya. Tanpa rasa jijik, menelan seluruh cairan wookie hingga tak bersisa. Cairannya sedikit menetes keluar dari mulutnya dan lidahnya menjilat cairan itu segera. Pemandangan yang sangat menggoda kembali terlihat. wookie dengan nafas tersengal-sengal, bibir yang sedikit terbuka, mata yang setengah terkatup dan wajah memerah menggoda iman kyu. kyu bangkit dan membuka pakaiannya satu persatu. Juniornya terlihat tegak mengacung di bawah sana.

kyu kembali menimpa tubuh wookie lalu mengecup bibir wookie pelan. Kedua tangannya melebarkan kedua kaki wookie dan terlihatlah lubang wookie yang memerah menggoda itu. Tanpa sadar kyu menjilati bibirnya yang tiba-tiba mengering. Direndahkannya tubuhnya dan menjilati opening wookie yang berkedut-kedut minta diisi itu.

Perlahan kyu menuntun kejantanannya masuk ke dalam lubang wookie. wookie meringis sakit saat kepala kepala kejantanan kyu baru memasuki lubang ketatnya. kyu juga meringis nikmat saat dinding-dinding rektum wookie meremas juniornya. Tanpa aba-aba, kyu mendorong pinggulnya keras hingga seluruh kejatanannya masuk ke dalam lubang wookie.

"AAAAHHH!" teriakan kesakitan wookie membahana ke seluruh ruangan. Air mata jatuh membasahi pipinya. Rasa sakit yang luar biasa dia rasakan. Seakan-akan tubuhnya terkoyak dari dalam. kyu merendahkan badannya dan menangkap bibir wookie. Dibawanya wookie dalam sebuah ciuman panjang yang menenangkan.

Merasa wookie sudah sedikit tenang, kyu mulai menggerakkan tubuhnya. Dengan perlahan dia tarik kejantanannya keluar hingga tersisa kepalanya saja di dalam lubang wookie lalu dalam sekali hentakan dia kembali menembus pertahanan wookie. kyu meraih tangan wookie dan menggenggamnya erat. Dia gerakkan lagi pinggulnya hingga juniornya keluar-masuk lubang wookie.

"F-fasteerrhh… kyuniehhhh," pinta wookie pelan.

Menurut, kyu segera mempercepat tempo in-out-nya dalam lubang wookie. wookie memejamkan matanya dan mulutnya terus-terusan mengeluarkan suara desahan indah yang menjadi alunan musik pengiring bagi kyu. Dinding-dinding rektum wookie semakin meremas juniornya dengan kencang. Merasa sebentar lagi akan mencapai klimaksnya, Yesung semakin mempercepat gerakkannya sampai akhirnya—

"Aaahh—AAAAHH! kyunie!"

wookie menumpahkan cairannya ke dada kyu. Dan kyu menyemburkan cairannya jauh ke dalam tubuh wookiee. Dia masih bertahan di posisinya sekarang. Masih ingin merasakan masa-masa klimaks yang sangat nikmat dalam tubuh wookie. Setelah sekitar lima menit bertahan dalam posisi itu, kyu menarik perlahan juniornya dari dalam lubang Ryeowook. Dilihatnya lubang wookie yang mengeluarkan cairan miliknya hingga menetes ke paha. kyu berbaring di samping kanan wookie dan memeluk tubuh mungil itu erat. Dikecupnya dahi wookie singkat.

"Saranghae, hyung…,gomawo...," bisiknya. wookie tak menjawab. Terdengar suara dengkuran halus dari sang malaikat kecil itu. Sang suami itu tersenyum dan menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua lalu mereka pun terlelap di bawa sang dewi mimpi ke alamnya.

.

.

.

TBC~


aaaaaaaaaaaaaaaaaaa mianhae mianhae autor baru pertama kali bikin NC

ya ampun tulisan apa ini T.T

apakah ada typo? author ga berani ngecek lagi soalnya

bagi yang ga suka ga usah dibash ya..

mianhae lemon ga asem

yang udah baca minta reviewnya * sodorin kantong review*bow*

kamsahamnida~

annyeong~