If you say " I love you"
Cast: Yewook,Kyumin,Yemin,Kyuwook,and other super junior members
Genre : romance,…
Rate : T to M
Disclaimer :
Semua member SuJu milik SMent, juga milik Tuhan YME, para orangtua mereka dan diri mereka masing-masing.
Summary :
" aku takut hyung..."
"kyu...istrimu..."
.
.
.
last chapter~
.
"Saranghae, hyung…,gomawo...," bisiknya. wookie tak menjawab. Terdengar suara dengkuran halus dari sang malaikat kecil itu. Sang suami itu tersenyum dan menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua lalu mereka pun terlelap di bawa sang dewi mimpi ke alamnya.
.
.
chapter 7~
.
.
AUTOR POV
.
01.55 KST
.
TUING~
TUING~
.
"Engh..." kyu menggeliat
.
TUING~
TUING~
.
"apa sih hyung.." kyu membalik tubuhnya.
.
TUING~
TUING~
.
"YA! apa sih hyung?!" kyu terbangun dari tidurnya, dan berteriak setelah mendapatkan 'tuing-tuing' di pipinya.
"hiks...kau membentak ku kyu? hiks..." wookie terlihat tersentak dengan bentakan kyu dan butiran-butiran air mata sudah menggenang di kelopak matanya.
"eh? mian-mianhae hyung, aku tak bermaksud membentakmu" kyu menenangkan wookie dengan cara mengusap pipi dan rambutnya secara bergantian.
wookie mulai tenang, menunjukan senyum manisnya.
"sekarang kau mau apa hyung?
"aku.."
"katakan saja hyung" kyu kembali mengusap kepala wookie.
"aku..ingin salad sekarang kyu..." manja wookie.
"hanya itu?"
"ne...aku mau yang ada sawi, selada, jeruk, tomat, buah naga, selai kacang, selai kiwi, dan hmmm...sambal kimchi"
"mwo? selai kiwi? sambal kimchi? mana ada salad seperti itu hyung"
"aku tak mau tau kyu, aku mau itu sekarang juga!"
"tapi ini sudah malam hyung, kau tak lihat ini sudah lewat tengah malam"
"kau tidak mau? hiks...baiklah tak usah jadi hiks...aku ingin tidur saja. aegya...appamu jahat pada eomma hiks..." wookie mengusap perutnya yang mulai membesar, menidurkan tubuhnya, menyelimutinya dan kembali tidur, ya...meskipun tak dapat di katakan tidur jika masih terdengar isakan-isakan kecil.
"baiklah...aku pergi, jangan menungguku, tidur saja jika kau mengantuk, aku pergi...
CHUP~ kyu mengecup singkat kening wookie.
"ne...jangan lama-lama kyu."
yaaaa seperti yang kalian ketahui, saat ini bulan ke-5 wookie mengandung layaknya seorang yeoja, kalian bingung? oh ayolah sekarang kehamilan seorang namja bukan hal yang tabu lagi, dan begitulah kenyataannya bahwa wookie mengandung anak dari seorang cho kyuhyun.
selama 5 bulan juga wookie mengalami morning sick dan mengidam, dan kyu lah yang akan menjadi sasaran saat acara mengidamwookie harus dilakukan.
entah itu hal yang biasa sampai yang luar biasa. kyu disuruh mium jus buah yang berisi wortel, sawi, strawberry, selada, labu, kiwi, markisa dan...satu sendok penuh garam. berendam di kolam berenang belakang pukul 2 dini hari, memakaikan kyu pakaian ala SNSD plus menarikan salah satu tariannya.
kyu juga harus menahan diri untuk tidak menyentuh wookie selama 1 bulan penuh. karena wookiterus merengek ingin bersama sungmin selama 1 bulan dan diakhiri dengan kyu mendapatkan deathglare mematikan dari yesung, sedangkan sungmin hanya tersenyum melihat wookie selalu menempel padanya, sungmin selalu berkata 'namanya juga orang hamil'.
.
.
02.47 KST
.
.
"aku pulang..." kyu berjalan luntang-lantung dengan mata yang mengantuk sambil membawa plastik belanjaan.
seandainya ahjushi penjual tidak baik mengizinkan kyu membeli buahnya di tengah malam seperti ini, pasti kyu belum pulang.
kyu meletakan plastik belanjaan di dapur lalu berjalan menuju kamar untuk membangunkan wookie. terlihat wookie terlelap dengan wajah yang polos dan damai.
.
.
KYUHYUN POV
.
"aku pulang..." ku masuk kedalam apartementku yang sebelumnya memasukkan password pada intercome.
kalian tahu, bukan pertama aku keluar umah lewat tengah malam, hampir setiap minggu aku sepeti ini selama 5 bulan. walaupun kesal, aku tak dapat menolak, namanya orang ngidam ya harus di turutin.
wookie hyung juga menjadi sangat sensitiv, aku hanya menolak atau membentaknya sedikit, aish...mata itu tak akan berhenti mengeluarkan air mata. aish...jinjja! aku tak tahan melihatnya.
aku berjalan menuju dapur dan meletakan plastik belanjaan disana. andai anak ahjushi penjual buah tadi tak mengenaliku yang seorang penyanyi ini, mungkin aku belum pulang, ya meskipun aku disuruh menyanyi sedikit dan berfoto, demi wookie hyung dan nae aegya aku rela melakukan apapun.
"hyung...irreona" aku mengguncangkan tubuh wookie hyung pelan.
"engh..."
"hyung...bangun, aku sudah membeli semua yang kau inginkan"
"hmm...ne" wookie hyung membuka matanya.
"cepat hyung"
"gendong..." dengan tangan yang terbuka layaknya anak kecil yang minta di gendong di padukan dengan puppy eyes.
"kau namja sekali hyung, kadang aku merasa lebih tua darimu hyung" ku gendong wookie hyung ala bridal style.
ku angkat tubuhnya perlahan, menggendongnya menuju dapur.
"kau semakin berat hyung..."
"jangan salahkan aku, ini juga karnamu kyu!"
"hehehehehe...kau terlalu manis untuk disia-siakan hyung"
"aish...namja pervert, turunkan aku cepat"
aku menurunkan wookie hyung perlahan setelah kami berada di dapur. dia berjalan susah payah dengan memegangi pinggang dan perutnya, aku hanya tersenyum melihatnya.
wookie hyung mulai asik dengan plastik belanjaan yang aku bawa tadi, ini masih terlalu pagi untuk membuat sarapan. ya! kalian tak lihat, sekarang masih pukul setengah empat pagi, dan kalian tau? aku mengantuk sekarang, jelas saja aku tidur pukul duabelas lewat dan sudah di bangunkan lagi. aish...-_-
"hoammm...aku tidur ya hyung" aku menguap dan hendak berjalan ke kamar.
"ya! kyu tunggu...aku hampir selesai, dan terakhir sambal kimchinya."
"cepat hyung aku mengantuk"
"cha! jadi, sekarang kau yang makan kyu" wookie hyung menyodorkan mangkuk berisi salad aneh dengan senyum polos.
"kau tau aku tak suka sayur hyung..."
"eagya...appa tak mau memakan salad yang eomma buat" katanya sambil terus mengusap perutnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"ne arraso, appa makan salad bikinan eommamu yang cantik ini ne?" aku sedikit menunduk mencium perut wookie hyung lalu mengusapnya.
wookie hanya terus tersenyum sambil mengusap kapalaku yang ada di perutnya.
"cha! sekarang ayo di makan saladnya kyu"
aku membulatkan mataku, menatap semangkuk salad yang menurutku aneh, terang saja, mana ada sald yang menggunakan saus kiwi dan sambal kimchi.
aku menelan air liurku dengan susah payah, aku menatap wookie hyung sebentar, ia hanya tersenyum menunjukan deretan gigi putihnya.
'jika bukan karna anak ku aku tak akan mau memakan ini demi apapun'
.
.
RYEOWOOK POV
.
.
"aigoo...baju ini bagus sekali, onew pasti sangat lucu juka memakai ini"
tadi itu hyukie hyung, ia baru saja melihat pakaian balita bergambar monyet. dan onew ,atau lee jinki adalah anaknya bersama manusia ikan siapa lagi jika bukan hae hyung. perpaduan antara manusia ikan dan manusia monyet dapat menghasilkan aegya yang begitu tampan. #plakk
"aish...ya! hyukjae kau ini, jangan yang gambar monyet terus, masih banyak yang lain."
sekarang ini aku, sungmin hyung, dan hyukie hyung sedang ada di salah satu toko perlengkapan bayi di pusat seoul. hanya sekedar melihat-lihat atau membeli beberapa keperluan, ya...meskipun aku tak tau nantinya aegyaku namja ayao yeoja. bukannya aku tak mau mengeceknya ke dokter, aku hanya ingin mensyukiri yang di berikan padaku, namja ataupun yeoja, dia akan ku sayang.
"biarkan saja dia hyung, seperti tidak tau hyukie hyung saja, kajja aku ingin ice cream yang ada di depan hyungdeul"
.
.
"jadi apa kata dokter? kapan aegya kecilmu lahir?" kata sungmin hyung sembari menyuapkan sesendong ice cream.
"mollayo hyung...katanya kurang dari sebulan atau beberapa minggu lagi sudah bisa lahir, aku takut hyung"
"tenang saja wookie, tidak akan terjadi apapun, kau hanya perlu tertidur dan saat kau bangun eagya kecilmu sudah ada disampingmu, sama seperti ku" kata hyukie hyung.
"ne...karna kau namja, kau tak perlu melahirkan secara normal kan?"
"tentu saja...tapi aku takut hyung, bagaimana jika nanti saat perutku dibuka aku terbangun?" kataku, sungguh aku sangat takut akan itu.
PUK~ sendok ice cream yang baru saja keluar dari mulut hyukie hyung mendarat di kepalaku.
"kau ini bodoh atau apa eoh? mana mungkin akan seperti itu, aish..." cibir hyukie hyung.
"kau ini ada-ada saja wookie" ku lihat sungmin hyung menggeleng lalu memasukkan sesendok ice cream lagi ke dalam mulutnya.
.
.
AUTOR POV
.
"hyung..." kyu memecahkan keheningan yang terjadi diantaranya dan wookie.
"ehmm?"
"berjanjilah kau tak akan marah jika aku mengatakan nya"
"tergantung apa yang akan kau katakan kyu" wookie masih menyenderkan kepalanya pada dada kyu.
"aku harus ke jepang minggu depan hyung, ada yang mengundangku mengisi salah satu program tv dijepang, boleh?"
wookie tak menjawab.
"jika kau tak mengijinkan aku akan mengcancel acara itu hyung" kata kyu sembari membelai perut besar wookie.
"kau pergi saja, tapi berapa lama?"
"tak lama hanya 2 minggu hyung, jadi kali ini ingin bersama siapa selama aku pergi? hyukie hyung atau sungmin hyung?"
"aku ingin bersama teukie hyung saja kyu, aku ingin bermain bersama baekyeol, bolehkah?"
"aish...anak kembar itu lagi, jika kau bermain dengan mereka, kau bisa lupa waktu hyung"
"boleh ya kyu...mereka sangat manis" wookie mengeluarkan jurus puppy eyesnya dihadapan kyu.
"hyung...aish, jangan menatapku seperti itu hyung, arraseo! terserah kau saja hyung"
"yey...gomawo kyu" wookie memeluk dan mencium singkat bibir kyu lalu membenarkan posisinya bersiap untuk tidur.
"hey jagoan...selamat tidur, appa tidur dulu ne? dan eomma selamat tidur, saranghae" kyu menecup perut dan kening wookie secara bergantian.
"kau ini kyu...selalu saja mengatakan seolah dia seorang namja, aku saja tidak tau"
"percayalah padaku hyung, dia akan menjadi namja yang tampan dan pandai berbain game sepertiku" ucap kyu"
"aku juga tampan kyu, dan jangan coba-coba mengajari anakku bermain game"
"kau tak tampan hyung, kau itu terlalu cantik untuk menjadi namja, dan dia juga anakku hyung"
"ya terserah kau..aku ingin tidur, jaljayo nae yeobo, saranghae..."
.
.
"hiks...kyu jangan pergi terlalu lama, huweeee...hyung...kyu ingin meninggalkanku" tangis wookie semakin kencang seraya memeluk hyungnya, leeteuk.
"aish..wookie, kau ini selalu saja seperti ini,sudah kyu kau pergi saja, dia akan berhenti menangis jika bermain dengan baekyun dan chanyeol"
ya usdah, aku berangkat hyung, jangan menangis, aku akan segera kembali" kyu menenangkan wookie.
"jangan hiks...terlalu lama hiks..kyu"
"jaga eommamu selama appa tak ada, jangan merepotkan eomma dengan tingkahmu, arra?" kyu menunduk dan berbicara dengan calon anaknya dan mengecup perut wookie.
"aku pergi hyung...annyeong..." kyu melambaikan tangannya lalu hilang di telan mobil(?)
tak lama setelah itu, disaat wookie masih menangis dalam pelukan leeteuk, 2 orang anak kecil kembar terlihat memasang tampang cemas apalagi satu anak yang terlihat lebih kecil dari adiknya.
2 anak kecil berparas hampir sama, menghampiri eomma dan ahjumanya yang sedang berdiri di depan pintu.
.
.
RYEOWOOK POV
.
"hiks...wookie ahjuma..." aku tersentak mendengar ada yang menangis memanggil namaku.
"kenapa kyunie hyung juga ikut menangis?" dia itu chanyeol, adik dari anak yang sedari tadi menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.
"baekyeol? hiks...ahjuma tak apa-apa chagi, kau jangan ikut menangis"
"ahjuma telus kenapa? dede bayi akal ya cama ahjuma ne?" baekhyun mengelus pelan perutku.
"hyung jangan menangis lagi, ntal ahjuma menangis juga loh" chanyeol menenangkan hyungnya, kadang aku bingung yang sebenarnya menjadi hyung siapa? sikap chanyeol jauh lebih dewasa dari hyungnya sendiri.
"anio..adik bayinya tidak nakal, sekarang baekyeol masuk kedalam, ahjuma akan membuatkan cake, kalian mau?"
"hu'um!" keduanya berlari kedalam menyisakan aku dan leeteuk hyung di depan pintu.
"sudahlah wookie, kau istirahat saja biar aku yang membuat cake sekalian membuat makan malam untuk kita dan kangin saat plang nanti."
"ne hyung..." au berjalan perlahan menuju ruangtamu.
perlahan-lahan aku melangkah, badanku terasa berat,terang saja kandunganku sudah 8 bulan lebih, 8 bulan bukan waktu yang singkat, aku harus membawanya kemanapun aku pergi, bahkan saat aku harus mengajar di universitas.
awalnya setelah kyu mengetahui kehamilanku, kyu menyuruhku untuk berhenti mengajar, tapi tak semudah itu, aku tak tega melihat mata yang berkaca-kaca dan nafas yang tersendu-sendu dari para muridku. memohon padaku agar aku tak berhenti menjadi dosen mereka, sampai akhirnya kyu mengizinkan dan berbicara kepada muridku agar menjagaku selama di universitas.
dan berakhir dengan aku harus dikawal kemanapun aku pergi. aish! aku bukan anak kecil lagi kyu!
.
.
1 minggu kemusian
.
"aish...aku haus, baekhyun dan chanyeol tunggu dulu disini ne? ahjuma akan membuatkan minuman segar untuk kita" aku mengusap kepala dua anak kembar yang sedang asik dengan dunianya masing-masing.
"ne ahjuma" kata mereka berbarengan.
aku mencoba bangun dari dudukku secara perlahan, berjalan perlahan diantara mainan baekhyun dan chanyeol ang berantakan, melangkah dengan hati-hati.
.
.
AUTOR POV
.
"AHJUMA!" suara nyaring dari anak kembar itu membuat leeeuk yang sedang berada di dapur langsung menghampiri mereka yang berada di ruang tengah.
"baekhyun, chanyeol kalian jangan ber- ASTAGA WOOKIE!" leeteuk langsung berlari menghampiri wookie yang sedang terduduk dilantai.
wookie terjatuh setelah menginjak mainan robot kecil milik 2 anak kembar itu. kini wookie terduduk di lantai dengan tangan yang memegangi perutnya, wajah yang menahan sakit, bahkan air matanya sudah mengalir deras dipipinya, darah segarnya yang mengalir di sekitar selangkangan dan pahanya.
"BAEKHYUN! CHANYEOL! TELFON APPA CEPAT!
.
BRUK!
"ya hyung! bisa tidak pelan sedikt, kau mengagetkanku mengganggu konsentrasiku saja, aish! aku kalah lagi"
kyu masih mengumpat tak jelas karena siwon -meneger kyu- membuatnya kalah dalam permainan yang sedang ia mainkan.
siwon masih saja diam dengan nafas yang terengah-engah, wajah yang cukup pucat dengan peluh yang mengucur deras.
"kenapa? jika tak penting tinggalkan aku cepat!"
"kyu...istrimu terjatuh dan mengalami pendarahan" lirih siwon.
seketika kyu memalingkan wajahnya untuk menatap siwon setelah mendengar kata-kata yang menusuk hati.
.
.
TBC~
AISH!
mianhae mianhae autor updatenya kelamaan ya? iya tau ini kelamaan...mianhae *bow*
berapa lama autor ga update? sebulan ada ya?
mohon ditunggu chapter selanjutnya
jangan bosen ngasih review, butuh saran untuk melanjutkan ff ini...
kamsahamnida~
