If you say " I love you"
Cast: Yewook,Kyumin,Yemin,Kyuwook,and other super junior members
Genre : romance,…
Rate : T to M
Disclaimer :
Semua member SuJu milik SMent, juga milik Tuhan YME, para orangtua mereka dan diri mereka masing-masing.
Summary : "kau harus bangun hyung, kau harus bangun, aku membutuhkanmu, anak kita membutuhkanmu.."
.
.
.
last chapter~
.
"kyu...istrimu terjatuh dan mengalami pendarahan" lirih siwon.
seketika kyu memalingkan wajahnya untuk menatap siwon setelah mendengar kata-kata yang menusuk hati.
.
.
chapter 8~
.
.
KYUHYUN POV
apa? apa yang ia katakan tadi? cih...pasaku salah dengar. tapi tunggu dulu, wajah itu, wajah siwon hyung kenapa? memerah, dan... mengeluarkan air mata?
"kau mengatakan apa hyung? kau bercanda kan? dan mengapa kau menangis?" tanyaku.
"mianhae kyu, leeteuk hyung tadi mengirimkan pesan padaku" siwon hyung hanya menunduk menahan isakan.
hatiku bagaikan hancur berkeping-keping, hidupku serasa ingin berakhir saat itu juga, aku menangis, ya aku menangis, apa itu salah? aku juga manusia yang memiliki perasaan, suami mana yang tidak hancur mendengar kabar seperti itu.
aku beranjak dari tempatku, mangambil jaket dan berlari keluar.
"kita pulang sekarang!"
"kita masih punya jadwal seminggu lagi disini kyu" katanya, aku berhenti, lalu menatapnya lekat.
"apa kau bilang hyung?! kau tiak lihat betapa hancurnya aku?! PERSETAN DENGAN SEMUA PEKERJAAN DISINI! AKU PULANG SEKARANG!" aku terus berlari menuju parkiran tak peduli orang-orang yang menatapku dan siwon hyung yang memanggil namaku.
aku sampai di parkiran, menuju mobil dan tunggu dulu, siapa itu? kibum hyung?
"butuh tumpangan?" katanya ramah.
"hyung...sedang apa kau? ba-bagaimana dengan siwon hyung?"
"kau ini bukannya memikirkan wookie hyung, biarkan saja pastor itu, aku tau kau sedang terburu-buru, ayo cepatlah"
aku dengan cepat masuk kedalam mobil, memakai sitbelt, aku hanya memandang ke arah luar jendela sampai sebuah tangan menyentuh rambutku lalu mengusapnya.
"tenanglah kyu, aku tahu apa yang kau rasakan, aku juga pernah merasakannya kyu, bahkan aku jauh lebih sakit darimu" kibum hyung tersenyum hangat, senyuman yang tak pernah di tunjukan kepada siapapu selain orang-orang yang ia cintai, jangan bertanya apakah kibum hyung mencintaiku, jelas ia mencintaiku aku sudah menganggapnya sebagai hyungku, begitu pun sebaliknya.
ya, ia memang pernah merasakan apa yang aku rasakan, saat kibum hyung hamil, ia juga terjatuh, bahkan dari tangga lantai 2, ia kehilangan anak pertamanya, kehilangan buah hati yang dinanti untuk lahir ke dunia, buah cintanya bersama siwon hyung.
"percaya semuanya baik-baik saja kyu, dan semoga kau jauh lebih beruntung dariku kyu"
"ne gomawo hyung" aku kembali terdiam, ya semoga aku jauh lebih beruntung.
.
.
AUTOR POV
.
"wookie bertahanlah sebentar, kita akan sampai sebenter lagi" ucap leeteuk khawatir.
"eng...hiks...appo hyung...akh..." wookie masih setia menggenggam erat perutnya sambil menahan sakit.
saat ini wookie, leeteuk, kangin, baekhyun dan chanyeol sedang berada di dalam mobil kangin yang melaju dengan kecepatan yang tidak bisa di katakan pelan.
terlihat kangin yang tergesah-gesah mengendarai mobilnya dengan cepat namun hati-hati. wajahnya dibanjiri peluh yang deras dengan wajah memerah. leeteuk masih berusaha menenangkan sang dongsaeng, melakukan cara-cara apapun yang ia ketahui untuk mengatasi orang melahirkan yaitu 'merik nafas lalu membuangnya lagi' tak jarang leeteuk menjadi ikut terbawa lalu mengikutinya.
lalu dimana baekhyun dan chanyeol? jangan tanyakan mereka yang sedang duduk di bangku paling belakang menatap cemas eomma mereka yang berusaha menenangkan ahjuma kesayangan mereka yang sedari tadi merintih kesakitan.
"ahjuma...ahjuma kenapa yeolie...hiks" tangan kecil baekhyun mencoba menggapai pipi ahjumanya yang basah karena peluh dan air mata. tapi tangan dan badan itu tak mampu menggapainya.
"yeolie tidak tau hyung, hyung jangan menangis nanti ahjuma menjadi khawatir" namja kecil itu mengusapkan ujung bajunya pada pipi sang hyung yang basah karena air ata.
"AKHHH..." rintihan wookie semakin keras. chanyeol yang mendengar jeritan sang ahjma langsung memeluk hyungnya agar tidak semakin menangis.
"yeobo cepatlah sedikit!" ucap leeteuk semakin panik.
.
.
"tenanglah angel semua akan baik-baik saja, percayakan semuanya pada shindong hyung" kangin masih memeluk erat sang istri yang menangis di dadanya.
"aku khawatir hiks...tadi shindong hiks..mengatakan hiks..wookie ingin hiks...melahirkan secara norma hiks..l hiks...dia namja woonie...itu sangat berbahaya hiks.."
"tenanglah angel, wookie anak yang kuat, uljima..." leeteuk menangis semankin menjadi-jadi sampai ia teringat kedua anaknya.
"dimana baekyeol?" tanya leeteuk sembari menghapus jejak air mata di pipinya.
"aku menitipkan mereka di ruang bermain, agar baekhyun tidak terus menangis melihat eomma dan ahjummanya" jelas kangin.
"mereka belum makan woonie, ajak mereka makan sekarang"
"kau tidak?"
"aku akan menunggu wookie"
"baiklah, jangan terlalu banyak menangis angel, wajah cantikmu akan hilang jika terus menangis, jika wookie keluar kabari aku ne?" kangin memngecup kening dan bibir leeteuk secara bergantian lalu pergi menghampiri anak-anak mereka.
.
.
leeteuk masih setia menunggu wookie di depan ruang operasi sambil mondar-mandir kesana-kemari tak jelas.
sudah 4 jam wookie didalam ruangan operasi namun tak ada tanda-tanda ini akan berakhir dalam waktu dekat sampai pada akhirnya...
"OEKKK...OEKK.."
seketika mata leeeuk terbuka seara berlebihan, ia kaget? jelas ia kaget mendengar suara tangisan bayi menangis di dalam ruang operasi, matanya kembali mengeluarkan butiran-butiran kristal bening yang membasahi pipi mulusnya, gigi putihnya tak berhenti mengigit-gigit kuku tangannya mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
perasaan yang tak beraturan, perasaan antara senang, takut dan khawatir bagaimana keadaan sang adik tercinta di dalam sana.
peluh menetes cepat diwajahnya, hati dan mulutnya tak pernah berhenti berdoa untuk keselamatan adik dan calon keponakannya, dan memaki-maki kyuhyun sang adik ipar yang tak kunjung datang disaat genting seperti ini, tak peduli lagi seberapa jauhnya negri sakura itu, yang terpenting sekarang adalah wookie membutuhkan semangat melawan hidup dan mati, mempertahankan nyawanya dan juga dan juga anaknya, ia membutuhkan semangat dari suami tercinta, cho kyuhyun.
leeteuk masih mondar-mandir di depan ruang operasi dengan rasa gelisah.
CLEKK...
pintu ruang operasi terbuka, menampilkan seorang namja yag tak lebih tua dari leeteuk, menggunakan serba hijau, dengan wajah yan sulit diartikan.
"bagaimana dengan wookie, shindong?" leeteuk langsung menghampiri shindong-namja tadi-
"tenang hyung, anak wookie selamat dan sekarang sedang di mandikan, tapi aku tak tau bagaimana keadaan kedepanna, sebaiknya kau ikut ke ruanganku hyung" lalu tanpa berbasa-basi leeteuk mengikuti shindong ke ruangannya.
.
.
BRAKKK...
pintu kamar ruma sakit wookie terbuka begitu saja dengan sangat tidak elitnya, menampilkan seorang namja tampan yang begitu berantakan entah habis terkena bom dari mana yang mengakibatkan siapapun yang melihatnya tak percaya bahwa itu adlah seorang Cho Kyuhyun penyanyi dan pemain drama terkenal karena sikap cool dan kharismatiknya.
.
.
KYUHYUN POV
.
aku melihat wookie hyung terbaring lemah di tempat tidur, chanyeol dan baekhyun di kanan dan kiri tempat tidur wookie hyung, mamandang lemah ahjumma kesayangan mereka, baekhyun terlihat menangis dalam diam dengan air mata yang mengalir deras dipipinya, chanyeol yang hanya diam saja mencoba menahan tangisnya agar hyungnya tak menangis lebih dalam lagi jika melihat kembarannya menangis.
leeteuk hyung...leeteuk hyung menangis? tapi kanapa? katakan padaku bahwa wookie hyung baik-baik saja, katakan wookie hyung hanya tertidur karena obat bius kan? kangin hyung terlihat memeluk posesiv sang angel yang terisak. aku hanya mencoba mencoba menghampiri mereka.
"hyung...kenapa kau menangis? wae?" tanyaku lemah.
"kyu kau kemana saja bodoh?! wookie terus memanggil namamu!"
ssttt...angel tenangkan dirimu, disini ada anak-anak, kyu tak sepenuhnya bersalah, kau juga sudah terlalu banyak menangis, wookie juga tidak akan mau melihat hyung kesayangannya dengan mata bengkak saat bangun nanti..."
"apa maksudmu hung? wookie hyung baik-baik sajakan? anak ku mana?"
"tenang kyu, kita bicara saja di luar, chanyeol jaga eomma dan hyungmu ne, appa keluar bersama kyu ahjushi dulu sebentar"
aku melihat chanyeol hanya mengangguk lalu menghampiri leeteuk hyung, mangambil tangannya lalu menuntunnya duduk di samping tempat tidur wookie hyung.
bukankah kangin hyung harusnya mengatakan itu kepada baekhyun? anak itu benar-benar lebih pantas menjadi hyung.
aku mengikuti kangin hyung keluar kamar, untumg saja kejadian ini belum di ketahui awak media, jadi aku bisa sedikit lebih tenang.
"begini kyu..." kangin hyung membuka pembicaraan setelah kami duduk diruang tunggu.
"huft...aku ingin bertanya dulu, apa wookie pernah mengatakan sesuatu padamu sebelumnya?" aku mencoba berfikir, tapi arghh...kenapa otak cerdasku tak berfungsi saat ini,sial!
"cepatlah hyung jangan bertele-tele" aku mengacak rambutku frustasi.
"baik-baik, wookie menolak melahirkan secara cesar, jadi ia memaksa melahirkan secara normal..." astaga! kenapa aku baru ingat tentang itu? wookie hyung memang memaksa elahirkan secara normal dan itu sangat berbahaya bagi para namja.
"ja-jadi ia benar melakukannya? katakan padaku kalau wookie hyung baik-baik sajakan? anak ku baik-baik saja kan?"
"anakmu baik-baik saja kyu, tapi...keadaan wookie kritis dan tidak stabil, shindong hyung mengatakan jika dalam waktu tiga hari wookie tidak bangun, maka... wookie dinyatakan koma" kangin hyung hanya menunduk.
"hahahaha kau bercanda kan hyung? TI-DAK-LU-CU aku ingin melihat anak ku sekarang" aku mungkin sudah gila saat ini.
"mianhae kyu...
.
.
AUTOR POV
.
dua minggu sudah wookie terbaring di tempat tidur ruah sakit tanpa membuka matanya sedikitpun, sedangkan kyu masih setia duduk di sebelah ranjang wookie, menggenggam tangannya sesekali mengajak ngobrol bahkan bernyanyi untuknya.
kyu sedang memandangi dua orang yan sangat ia cintai di dunia ini, Cho Ryeowook dan Cho(kim) Kibum atau key. kyu menatap keduannya bergantian, sesekali tersenyum melihat dua namja manis dihadapannya.
Cho Kibum atau Key sangat lucu, mata yang sedikit bulat, pipi yang chubby, bibir mungil yang merah layaknya cherry, kulit yang putih menambah kesan cantik pada dirinya, benar perpaduan kyu dan wookie (anggap aja seperti itu#plakk)
"hyung...bangunlah, apa kau tidak merindukan aku? apa kau tak lelah hanya tertidur saja? kau tak memberiku morning kiss selama dua minggu, bahkan kau belum melihat anak kita, ia sangat cantik hyung, Cho Kibum yang kita nantikan, maka bangunlah dan gendong anak kita, dia membutuhkanmu hyung, membutuhkan kasih sayang seorang ibu, ia sangat cantik sepertiu hyung, bahkan jinki tak mau melepaskan tangannya dari pipi kibum, kau harus bangun hyung, kau harus bangun, aku membutuhkanmu, aku merindukanmu, kita semua merindukanmu...hiks..."
ya seperti itu lah hari-hari seorang Cho Kyuhyun selama ookie terbaring di rumah sakit.
"engh...hiks..." kibum mulai terbangun, sebelum kibum terbangun, kyu sudah menggendongnya lebih dulu, menimangnya, berusaha aga kibum kembali tidur.
"hyung bangunlah, aku tak tau bagaimana cara mengurus anak" kyu masih berusaha menggendong kibum senyaman mungkin.
CLEKK~
"astaga kyu! kau ini bagaimana, kibum bisa pegal jika kau genggendongnya seperti itu" heechul yang baru masuk langsung berlari menghampiri kyu lalu mangambil kibum dari tangan kyu.
"mianhae eomma..." kyu menunduk.
"sekarang kau di panggil yunho di depan...palli palli" heechul masih menimang kibum dalam gendongannya, sedangkan kyu berjalan keluar kamar.
heechul mendekati wookie, mamandang anak bungsu kesayangannya, mengusap dan merapikan rambut wookie dengan tangan satunya yang tak sedang menggendong kibum.
"wookie...cepatlah bangun, eomma tak tega melihat kyu murung dan mengurus kibum sendirian, mereka membutuhkanmu, kibum membutuhkanmu..."
.
.
"ma...ma...mam..mam" tangan kecil kibum melambai lambai di udara dengan biskuit di tangannya, mengisyaratkan sang eomma yang terbaring di kamar rumah sakit untuk ikut makan bersamanya.
ini sudah bulan ke delapan setelah wookie melahirkan kibum, sudah delapan bulan juga wookie belum membuka matanya saat in hanya kibum penghibur kyu, hanya kibum yang menemaninya, tak banyak yang dapat kyu lakukan hanya sekedar membersihkan tubuh sang istri dan sekedar menunggunya bangun.
"kibum...biskuitnya jangan di buat mainan, cepat habiskan, setelah ini kau harus minum susu, aish jinjja-_-" kyu hanya menghela nafas melihat anaknya yang semakin asik memainkan makanannya, diketuk-ketukan di meja bayinya, bahkan sampai di lempar ke arah kyu lalu bertepuk tangan dengan cerianya.
kyu dengan sabarnya membimbing key untuk makan dengan benar. mengurus anak seorang diri bukanlah hal yang mudah, terlebih orang tua sibuk seperti kyu yang harus tampil dimana-mana, memerani beberapa drama, tak jarang kyu membawa key ketempat syuting.
baby sitter? jangan harap kyu rela anak smata wayangnya diurusi oleh orang yang tak jelas dari mana asalnya, ia lebih memilih orang-orang yang dekat dengannya seperti kibum yang seneng hti menjaga key di tempat syutin, atau siapa pun yang dekat dengannya.
"ma...ma..ma..." key berontak dari gendongan kyu, menyuruh kyu untuk melepaskan gendongannya dan menggapai untuk menuju kasur eommanya.
"key mau tidur dengan eomma? arraseo, tapi jangan ganggu eomma ne?" seolah mengerti apa yang di ucapkan sang appa key hanya mengangguk lucu.
kyu perlahan menurunkan key pada tempat tidur tepat di sebelah kanan wookie. key duduk diam menatap sang eomma, perlahan key mulai merangkak mendekati wookie, mata bulatnya setia memandang wajah cantik sang eomma, tangan kecilnya mulai menyentuh pipi tirus eommanya.
"ma...ma...na..lli..lli...(eomma eomma irreona palli palli)" tangan kecil key masih setia mengusap pipi tirus wookie, sekali-kali memukul halus pipi wookie.
"key...appa bilang jangan ganggu eomma" kyu tersenyum melihat tingkah anaknya, tangan kyu mengusap rambut key yang seketika terdiam, mata bulatnya lansung menatap appanya yang perlahan mengeluarkan air mata.
"ma...ma..pa..ngis, ma..pa ngis, ma..paaa..hiks ngis..huweee" tangis key pecah saat berusaha membri tahu kalau sang appa menangis, kyu langsung menggendong key lalu memeluknya.
"appa tidak menangis key..sssttt...uljjima uljjima..."
"pa...ngis huweeee.." kyu terus menenangkan anaknya, mengusap punggungnya sayang.
"k-k-kyu..."
.
.
TBC~
huwaaaaa mianhae autor kelamaan ya update nya iya autor tau kok #plak
mian baekhyun di bikin cengeng disini.
sekian dan terima kasih minta review nya boleh kali *kasih kotak review*
annyeong~
kamsahamnida~
