Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Aomine/Kuroko

[Sho-ai, OOC, Teikou Time]

[408 words story only]

.

.

Kepercayaan

—by D Ve Ar

.

.


Sepasang iris baby-blue milikmu menatap ke langit biru yang dihiasi gumpalan awan putih. Tidak ada yang menarik perhatianmu di langit sana, hanya saja untuk sejenak kau ingin mengalihkan atensi perhatianmu dari sosok di sampingmu. Sosok yang entah sejak kapan telah menduduki tempat pertama dalam hatimu. Seseorang yang spesial bagimu. Cahayamu.

"Oi, Tetsu, sampai kapan kau mau menatap ke arah langit?" Sosok pemuda di sampingmu yang memiliki surai biru tua menguap bosan akan tingkah laku dirimu yang terbilang cukup aneh tersebut.

Kau menarik kedua ujung bibirmu ke atas. "Hm?" Hanya dua huruf itulah yang menjadi balasan pertanyaan dari ace Kiseki no Sedai tersebut.

"Tetsu, kau mau aku meninggalkanmu, heh?"

Tidak. Tentu tidak jawaban yang akan kau berikan. Akan tetapi kau percaya, meskipun pertanyaan bernada arogan tersebut keluar dari bibir Sang Ace, dia tak akan meninggalkanmu—untuk saat ini. Bahkan jika kau akan menatap langit hingga matahari benar-benar tenggelam, kau yakin akan dirinya yang tak akan meninggalkanmu.

Kau menggeleng pelan—masih menatap ke arah langit. "Sebentar Aomine-kun, aku masih ingin merasakannya."

"Hah?"

Kau lagi-lagi tersenyum tipis. Memejamkan mata sejenak untuk menormalkan degup jantungmu yang mulai berdegup tak normal . Lagi-lagi, ucapmu dalam hati.

"Aomine-kun, aku ingin merasakannya, merasakan saat-saat aku masih dapat menatap langit yang membentang di atas sana." Aomine masih tak mengerti. Kau meneruskan, "Karena ketika kedua irisku sudah bertemu dengan kedua irismu maka segala hal di sekelilingku akan memudar. Dan—" Volume suaramu kau rendahkan. "—hanya Aomine-kun yang tertangkap di korneaku," ucapmu lirih sambil menurunkan wajahmu dari langit dan menatap sepasang iris milik Aomine yang menatapmu dalam diam.

Tidak ada balasan dari Aomine untukmu karena ucapanmu barusan. Tapi kau puas sudah mengatakannya, kau merasakan kelegaan di dalam hatimu. Dengan begitu beban di hatimu berkurang.

"Kau tahu, Tetsu," ucap Aomine tiba-tiba. Ia mengalihkan pandangannya dari tatapanmu. "Ucapanmu itu sangat menggelikan."

"Ah, benarkah?" tanyamu dengan ekspresi datarmu yang biasa. "Tapi kenapa mukamu memerah Aomine-kun?" tanyamu kembali.

Aomine terpaku di tempatnya, ia melirikmu tajam meskipun semburat merah muda di pipinya belum benar-benar sirna. "I-ini karena panas matahari!"

"Begitu." Kau tertawa kecil dalam hatimu.

"Ya, jadi jangan berkata yang aneh-aneh, Tetsu." Aomine berdehem. "Aku lapar, mau makan?" tanya Aomine padamu.

Kau mengangguk. "Belikan Vanilla Milkshake, ya, Aomine-kun," ucapmu meminta.

"Tch, dasar." Aomine mendahului langkahmu. Sedangkan dirimu mengikuti langkah Aomine satu langkah di belakangnya.

.

.

Kau percaya meskipun dirinya mendahuluimu

Dia tak akan meninggalkanmu

Dia akan selalu menunggumu sejauh apapun kau berada di belakangnya

Karena… Kau percaya

.

.

.

OWARI


Yippie! Akhirnya Ve bisa juga ikut meramaikan fandom Kuroko no Basuke! E-etto gimana? Kritik, saran, apapun akan Ve terima (^_^ #senyum) Asal jangan yang pedas-pedas ya :/

Review?