Title : Rise of Uzumaki Naruto
Rated : M
Genre : Adventure, Friendship, Fantasy, and Romance
Pairing : Naruto x ?
Disclaimed : Naruto © Masashi Kishimoto
Summary : Bagaimana jika ucapan yang menyakitkan dari Haruno Sakura kepada Uzumaki Naruto merubah segalanya, Naruto pun akhirnya memutuskan berubah menjadi lebih baik, dewasa, dan bekerja keras dalam mencapai cita-citanya menjadi Hokage dari Konohagakure.
Warning : OOC, OC (Maybe), Typo (Maybe) and Etc.
••••••••
Chapter 2: New Uzumaki Naruto!
Berjalan dengan santai, pemuda berambut blonde menuju Training Ground #7 yang merupakan Training Ground milik Team 7 yang di bimbing oleh seorang Jounin bernama Hatake Kakashi.
Hatake Kakashi seorang shinobi yang di juluki Kopī Ninja no Kakashi (Copy Ninja Kakashi), dari julukan yang di berikan oleh musuh kepada Kakashi, bisa di bilang Kakashi adalah seorang shinobi veteran, mantan anggota kesatuan ANBU dengan jabatan sebagai Captain, merupakan hal bangga tersendiri bagi Team 7, tapi tampaknya tidak bagi sang pemuda berambut blonde satu ini.
Menurut Naruto, Hatake Kakashi adalah shinobi yang tidak kompeten, suka terlambat datang kecuali misi keluar desa, tidak pernah melatih jutsu satu pun selama satu bulan berlatih dengan Kakashi, yang di latih hanya teamwork, teamwork dan teamwork.
Beruntung sekarang Naruto bisa mengakses perpustakan Konoha dan meminjam sebuah buah 'How to Train', sebuah buku panduan untuk pelatihan tingkat genin.
Di katakan minggu pertama setelah menjadi genin, sang Jounin harus melatih tiga orang genin cara Tree Climbing, dan minggu berikutnya adalah Water Surface Walking, dan minggu berikutnya adalah mengoreksi Taijutsu para genin yang di latih, masih banyak lagi yang di katakan dalam buku 'How to Train', dan semua itu tidak di lakukan oleh Kakashi kepada tiga murid geninnya.
Umpatan demi umpatan di lontarkan oleh Naruto di dalam hati dan pikirannya kepada Kakashi, bisa di bilang Team 7 di bawah team-team yang lain tentang pelatihan menjadi genin yang kompeten.
Naruto sangat berterima kasih kepada kunoichi berambut merah muda karena sudah memakinya dua minggu lalu, dan menyebabkan dirinya menjadi lebih baik dari dua minggu yang lalu. Untuk Sasuke dan Sakura, Naruto tidak ambil pusing dengan rekan teamnya, mau mereka berlatih atau tidak bukan urusan pemuda berambut blonde tersebut.
Naruto juga tidak akan banyak bicara atau pun pamer dengan perubahan yang di alaminya, seperti yang di katakan buku Shinobi Rules di Rule #41 "Hide your strength to friends or opponents before in need", dari kata-katanya sudah jelas, jadi Naruto akan menyembunyikan kekuatannya sebelum di butuhkan.
Naruto ingat saat masih di Academy yang selalu mengumbar kekuatan jutsu Oiroke no Jutsu, dan dengan hasil di marahin oleh Iruka-sensei, bahwa jutsu tersebut tidak layak. Tapi sekarang Naruto menyadari bahwa Oiroke no Justu adalah salah satu arsenal Ninjutsu miliknya yang sangat berharga karena dapat di gunakan untuk melawan orang yang sangat mesum nanti.
"Ohayo Sakura, Sasuke." berjalan mendekati kedua rekan teamnya, pemuda berambut blonde tersebut duduk tidak jauh dari rekan teamnya.
Sakura dan Sasuke menaikan sebelah alisnya karena melihat penampilan baru dari rekan teamnya.
Sakura melihat penampilan baru Naruto sedikit blushing di kedua pipinya, tapi detik kemudian merasakan sakit di dadanya karena pemuda blonde tersebut memanggil dirinya tanpa suffix 'chan' lagi, dan menggelengkan kepalanya untuk menepis rasa sakit di dadanya, "Ohayo Naruto! Kamu mengganti penampilanmu karena berharap aku melirik dirimu hah? Itu tidak akan berhasil karena hanya Sasuke-kun yang berada di hatiku," berkata dengan nada ketus, kemudian pandangan beralih kepada sang pujaan hatinya, "Iyakan Sasuke-kun." ujarnya dengan senyum manis kepada Sasuke.
Sasuke sendiri berkata dua kata favoritenya untuk menanggapi ucapan dari Sakura, dan memandang rekan teamnya yang bisa di katakan sebagai rivalnya, dalam pikiran Sasuke mungkin Naruto bosan dengan penampilan lamanya, dan tidak ambil pusing dengan penampilan baru Naruto, penampilan baru bukan berarti Naruto lebih baik dari dirinya, dan tetap menganggap Naruto adalah dobe yang merupakan deadlast di Academy Shinobi.
Menutup matanya Naruto mengabaikan kedua rekan teamnya, walaupun ada sedikit rasa sakit di dada karena ucapan dari sang mantan pujaan hati, Naruto sudah bertekad bahwa Sakura bukan gadis yang baik, dan hanya cocok di jadikan rekan, tidak lebih.
Bicara mengenai wanita, Naruto hanya mengenal beberapa saja, dan bisa di hitung dengan jari, Yamanaka Ino salah satunya, Ino sama saja dengan Sakura, sama-sama pengagum berat Uchiha Sasuke dan bersaing mendapatkan hati pangeran es berambut raven dengan model pantat ayam, selain Ino ada juga Hyuuga Hinata, Hinata sangat manis dan juga lembut, tidak seperti wanita di Academy lainnya yang mengejar-ngejar Sasuke si pangeran es, dan Naruto sendiri tidak memiliki rasa kepada Hinata, dan menganggap Hinata sebagai teman biasa. Ayame yang merupakan putri dari pemilik kedai ramen di Ichiraku Ramen hanya di anggap oleh Naruto sebagai kakak perempuannya.
Ketika memikirkan soal wanita, entah kenapa Naruto blushing sendiri mengingat salah satu wanita yang cantik, anggun, dewasa dan juga kuat, wanita tersebut adalah Yuuhi Kurenai yang merupakan Jounin pembimbing Team 8, "Shit! Kenapa malah Kurenai-sensei yang aku pikirkan." berkata seperti itu Naruto berusaha mengalihkan pikirannya untuk memperdalam Sensor Type dan mencoba mencakup lebih luas dari 10 meter.
Tidak dapat di pungkuri bahwa Naruto sudah merubah pola pikirnya menjadi lebih dewasa, ketika menjadi dewasa tentu saja akan mencari wanita yang lebih tua dan berpola pikir dewasa, apalagi wanita tersebut cantik, anggun, dewasa dan kuat seperti Yuuhi Kurenai.
Berambut raven panjang, bola mata yang indah berwarna ruby, di tambah pakaian yang di gunakannya sangat comfortable dengan pola bergaris-garis menambah nilai plus dari seorang Yuuhi Kurenai yang di kenal sebagai Ice's Queen Konoha.
Sudah lewat dua jam Hatake Kakashi belum juga datang, keadaan juga berbeda dari sebelumnya, yang biasanya Naruto berisik sekarang pemuda blonde itu hanya dia berkonsentrasi untuk melebarkan jangkau sensornya, sementara Sakura masih setia memandangi sang pujaan hatinya yang berambut raven model pantat ayam.
"Fuck!" umpat Naruto yang benar-benar kesal pada Jounin pembimbing yang satu ini, "Kami-sama pasti benci padaku memasukan aku kedalam team pathetic ini," ujarnya kemudian.
Team yang pathetic, jelas ini adalah team yang paling menyedihkan, seorang Jounin yang selalu terlambat, seorang pemuda yang sangat emo dan terlihat di wajahnya selalu menyedihkan karena pembantaian klannya, dan terakhir seorang gadis yang bahkan tidak cocok menjadi kunoichi.
Tidak berapa lama akhirnya sang Jounin datang juga di Training Ground #7, dengan wajah tersenyum menyapa para geninnya.
"Yo!" sapa sang Jounin Hatake Kakashi kepada ketiga anggota geninnya, "Maaf aku terlambat, karena tersesat di jalan yang bernama kehidupan." Kakashi langsung memberikan alasan yang tidak logis tentang keterlambatannya.
"BOHONG!" teriak kunoichi berambut merah muda, sedangkan Sasuke hanya bergumam tidak jelas, untuk Naruto menanggapi alasan Kakashi dengan wajah malas dan senyum palsu.
Kakashi menaikan alisnya ketika melihat penampilan baru dari Naruto, lalu tersenyum senang karena pemuda blonde tersebut mengingatkan akan senseinya dulu, "Dia mirip denganmu sensei," memfokuskan kembali pada tujuannya hari ini Kakashi berkata, "Ok Team, kita latihan teamwork lagi untuk mengukur kerja sama kalian."
Setelah beberapa menit akhirnya Kakashi memulai pelatihan teamwork kepada tiga geninnya, pelatihan kali ini adalah sparing teamwork melawan dirinya.
Naruto bersiap dengan kuda-kuda Academy miliknya, Naruto tidak ingin mengeluarkan Kuroashi no Waza (Black Leg Technique) miliknya hanya untuk teamwork, begitu juga dengan Sakura yang bersiap dengan Academy Taijutsu Style, lain dengan Naruto dan Sakura, Uchiha Sasuke bersiap dengan Uchiha Taijutsu Style miliknya.
Hampir 1 jam Kakashi berlatih sparing teamwork dengan ketiga geninnya, dan dapat menyimpulkan bahwa kerja sama mereka sedikit lebih baik, terutama Naruto yang sedikit lebih berkembang di mata Jounin tersebut. Power dan Speed Naruto bertambah dari terakhir pertama kali bertemu, dan entah apa yang bisa membuat Naruto berkembang, yang jelas Kakashi senang anak dari senseinya mulai berkembang.
"Ok team, latihan hari ini sudah cukup, kalian sudah lebih baik dalam teamwork," memberikan asumsinya mengenai kerja sama kali ini, mata Kakashi memandang Naruto, lalu tersenyum, "Terutama kamu Naruto, Power dan Speed sudah lebih baik dari pertemuan terakhir kita, tingkatkan lagi kinerjamu."
Mendengar ucapan dari Kakashi, mau tidak mau hati pemuda blonde tersebut sedikit senang akan pujian yang di berikan oleh Kakashi, "Terima kasih Kakashi-sensei, aku akan bekerja lebih keras lagi!" ujarnya dengan nada bersemangat.
Sementara Sakura mendengar ucapan dari Kakashi mengenai Naruto yang berkembang sedikit tidak percaya akan ucapan Kakashi, bisa di bilang juga sedikit iri bahwa Naruto di puji oleh Kakashi.
Lain halnya dengan Sasuke, Sasuke hanya menanggapi dengan malas dengan wajah broodingnya, "Heh? Berkembang? Jangan bercanda, kita lihat nanti siapa yang lebih unggul nanti, bagiku kamu tetaplah dobe dan deadlast." berkata dalam hati Sasuke bersikap sedikit keren dengan memasukan kedua tangannya di dalam saku.
"Baik team, aku harus ke kantor Hokage untuk memberikan laporan pelatihan hari ini, jadi aku pergi dulu." setelah berkata seperti itu Kakashi langsung Shunshin ke kantor Hokage untuk melaporkan hasil latihan hari ini.
Setelah Kakashi pergi, Sasuke beranjak dari Training Ground #7 untuk pulang kerumah dan melanjutkan pelatihannya, sementara Sakura mengikuti Sasuke di sampingnya dan mengabaikan Naruto, sebenarnya Naruto yang mengabaikan Sakura.
"Cha! Pulang bersama Sasuke-kun lagi! Beruntung Naruto-baka tidak mengajak kencan lagi," inner Sakura berteriak dengan penuh semangat, kemudian pandangan gadis merah muda tersebut beralih kearah Naruto, ada rasa sedikit sakit karena Naruto tidak mengajaknya kencan seperti biasa, bagi Sakura sekarang Naruto terasa seperti orang asing.
Berpikir positif Sakura melanjutkan perjalannnya di samping Sasuke yang masih setia dengan ke emoannya dan wajah brooding.
••••••••
Gedung tertinggi di Konohagakure, biasa di sebut juga sebagai Hokage Tower, tempat dimana seorang shinobi hebat dan di angkat menjadi pemimpin desa yang bergelar Hokage melaksanakan tugasnya.
Dapat di lihat di dalam ruang tersebut terdapat 2 orang, yang pertama adalah Sarutobi Hiruzen yang merupakan Sandaime Hokage, mendapat gelar Purofessā (The Professor) dan juga Shinobi no Kami (God of Shinobi). Yang satunya adalah Hatake Kakashi yang merupakan Jounin pembimbing Team 7.
"Bagaimana pelatihan teammu hari ini Kakashi-kun?" tanya sang Hokage dengan pipa rokok yang terselip di bibirnya.
Tersenyum di balik wajahnya yang tertutup masker Kakashi menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh sang Hokage, "Pelatihan hari ini berjalan lebih baik Hokage-sama, terutama Naruto, Naruto sudah sedikit lebih berkembang dalam Taijutsu." dengan nada bangga Kakashi memberikan sedikit pujian dalam kalimatnya mengenai Uzumaki Naruto.
Dapat di lihat wajah sang Hokage menyeringai tipis mengenai anak dari sang Yondaime Hokage, sang Hokage tua itu teringat dua minggu yang lalu ketika Naruto datang padanya dengan niat menjadi seorang shinobi yang kompeten.
Flashback On
Di depan Uzumaki Naruto, kini dapat di lihat sang Hokage yang sedang tersenyum kearah pemuda berambut blonde tersebut.
"Ada apa Naruto-kun?" tanya sang Hokage kepada pemuda berambut blonde yang sudah di anggap cucunya sendiri.
Mencoba menetapkan hatinya pemuda blonde dengan tanda lahir kumis kucing di kedua pipinya menatap sang Hokage, "Hokage-jiji, aku ingin meminta izin untuk memasuki perpustakaan Konoha, aku ingin belajar menjadi seorang shinobi yang baik," menutup matanya sesaat lalu membukanya kembali Naruto melanjutkan kata-katanya, "Aku sadar kalau aku ini harus berubah menjadi seorang shinobi sejati, dan tidak hanya banyak suara saja tentang cita-cita menjadi Hokage, jadi mohon izinkan aku memasuki perpustakaan Konoha." berkata seperti itu Naruto sambil menundukan kepalanya agar sang Hokage memberi izin untuk memasuki perpustakaan Konoha.
Sunggu hati Sarutobi sang Hokage tua sangat sakit mendengar ucapan dari Naruto, harusnya dirinya sadar kalau permintaan Yondaime mengatakan kalau Naruto adalah pahlawan kepada para penduduk desa karena menjadi wadah Kyuubi tidak seharusnya di turuti.
"Damn civilians!" maki sang Hokage tua karena cucunya tidak boleh mengakses perpustakaan Konoha, "Bawa ini kepada penjaga perpusataan Konoha, mulai sekarang kamu boleh memasuki perpustakaan Konoha kapan pun kamu mau Naruto-kun." mendengar ucapan dari sang Hokage tua, mau tidak mau Naruto tersenyum senang karena mulai hari bisa mengakses perpustakaan Konoha.
"Terima kasih Hokage-jiji," berterima kasih atas apa yang di berikan oleh sang Hokage tua kepada pemuda blonde tersebut mengambil kertas yang di sodorkan kepadanya, "Kalau begitu aku pergi dulu Hokage-jiji." membungkuk hormat Naruto berbalik badan untuk meninggalkan ruangan Hokage, tapi berhenti sesaat karena sang Hokage tua memanggil namanya.
"Naruto-kun." panggil sang Hokage tua kepada cucunya, Naruto pun berbalik arah untuk memandang sang Hokage tua, "Bawa ini untukmu, kembalikan jika kamu sudah menguasainya," di kedua tangan sang Hokage tua tersebut terdapat dua gulungan jutsu element yang akan menunjang Naruto dalam berlatih nanti.
Memandang dengan pandangan senang di berikan dua gulungan oleh sang kakek, Naruto mengambil dua gulungan tersebut, lalu mengucapkan kembali kata-kata terima kasih kemudian pergi meninggalkan ruang Hokage untuk ke perpustakaan Konoha. Sang Hokage yakin bahwa element Naruto adalah angin dan air, karena Namikaze Minato memiliki element angin dan Namikaze Kushina sang istri sekaligus ibu dari Uzumaki Naruto memiliki element air.
Setelah Naruto sang Hokage menghela nafas kemudian wajahnya berubah menjadi tegas, "ANBU!" panggil sang Hokage tua dengan tegas, muncul dua ANBU di depannya dan siap menerima perintah dari sang Hokage, "Bilang pada semua penjaga perpustakaan Konoha, suruh temui aku saat jam makan malam." perintah sang Hokage dengan tegas, dua orang ANBU tersebut mengangguk paham kemudian menghilang dengan Shunshin.
"Maafkan aku Minato, aku baru menyadarinya sekarang, aku pastikan Naruto-kun menjadi shinobi yang hebat dan kelak akan menduduki posisi ini, " berkata seperti itu sang Hokage tua yang bernama Sarutobi Hiruzen memegang topi kebesaran Hokage dengan wajah tersenyum.
Flashback Off
"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas laporannya, kamu boleh pergi sekarang Kakashi-kun." kata sang Hokage kepada Hatake Kakashi yang merupakan Jounin pembimbing Team 7.
Kakashi pun mengangguk paham dan berpamitan kepada sang Hokage, lalu pergi meninggalkan ruang Hokage dengan Shunshin.
••••••••
Sudah tiga puluh menit sejak Sasuke dan Sakura meninggalkan Training Ground #7, membuka Chakra Control Book yang di pinjam di perpustakan Konoha, Naruto membaca kembali lanjutan pelatihan chakra controlnya.
Di bukanya bab tentang Chakra Enhanced Strength, Naruto mulai membaca isinya.
Chakra Enhanced Strength adalah sebuah chakra control yang sangat susah, jika berhasil menguasai ini dapat meningkatkan kekuatan berkali lipat. Di ketahui yang berhasil mengaplikasikan chakra control ini adalah Senju Tsunade yang merupakan cucu dari Senju Hashirama.
Untuk mengaplikasikannya adalah dengan menyalurkan chakra di kedua tangan dan kedua kakinya, lalu fokuskan sebisa mungkin untuk mempertahankan chakra selama pertarungan berlangsung, bisa di bilang pelatihan ini cukup sulit untuk memfokuskan chakra selama pertarungan berlangsung.
Banyak yang sudah mencoba chakra control ini, tapi lebih banyak yang gagal ketimbang yang berhasil, jika bisa mengaplikasikan chakra ini kemungkinan besar bisa menjadi specialist medical ninja.
"Damn! Hanya satu orang yang berhasil mencapai tahap ini, Senju Tsunade benar-benar hebat," menutup bukunya pemuda berambut blonde tersebut bersiap melakukan pelatihan ini, "Kalau berlatih di sini, sudah di pastikan tempat ini akan hancur, kira-kira dimana aku bisa mengaplikasikan chakra control ini."
Memikirkan tempat untuk berlatih Chakra Enhanced Strength, beberapa menit kemudian pemuda berambut blonde tersebut menyeringai, "Kenapa tidak di Training Ground #35 saja, sudah beberapa tahun Training Ground #35 tidak terpakai, tempatnya juga cukup lumayan luas untuk berlatih jutsu-jutsu ninja." berkata kepada diri sendiri seperti itu Naruto langsung melakukan Shunshin no Jutsu untuk menuju Training Ground #35.
Training Ground #35 adalah tempat pelatihan yang sudah lama tidak terpakai, ada satu rumah yang cukup besar di antara pepohonan yang rindang dan lebat, bisa di bilang rumah tersebut adalah sebuah dojo.
Peralatan di dojo lumayan lengkap, hanya saja sudah cukup tua di makan usia, Naruto menemukan tempat ini saat melakukan Jogging setiap hari, dan bertanya kepada Iruka-sensei tentang Training Ground #35, sesuai informasi dari Iruka-sensei, bisa di pastikan Training Ground #35 tidak ada yang menempati selama kurang lebih 12 tahun.
Dengan senyum lebar Naruto memfokuskan diri untuk membuat Kage Bunshin tanpa handseal, "Kage Bunshin no Jutsu!" 20 Kage Bunshin tercipta di area luas Training Ground #35.
"Baiklah, kita akan berlatih Chakra Enhanced Strength, aku ingin kalian semua memfokuskan chakra di kedua kaki, lalu pertahankan sebisa mungkin chakra yang mengalir." perintah Naruto kepada 20 Kage Bunshin miliknya.
"Yosh! Ayo semangat!" sahut salah satu Kage Bunshin, dan di balas anggukan oleh Naruto dan Kage Bunshin yang lainnya.
Naruto dan 20 Kage Bunshin mulai pelatihan Chakra Enhanced Strength dengan mengalirkan chakra di kedua kakinya, dapat di lihat di kedua kaki Naruto dan 20 Kage Bunshin terdapat kumparan chakra berpendar biru, tapi itu tidak lama, hanya sekitar 5 detik pendar biru tersebut menghilang kembali.
"Damn! Ini sungguh sulit!" umpat Naruto yang tidak menyangka bahwa latihan Chakra Enhanced Strength begitu sulit.
"Ayo semangat boss!" salah satu Kage Bunshin memberikan semangat kepada Naruto, Naruto yang mendapatkan kata-kata semangat dari sang Kage Bunshin, tersenyum lebar.
"Baiklah! Untuk tahap pertama kita harus pertahankan chakra tersebut selama satu menit, setelah itu kita lihat hasilnya." perintah Naruto kepada 20 Kage Bunshin miliknya, dan di balas anggukan oleh seluruh Kage Bunshin.
Sudah hampir 3 jam berlatih Chakra Enhanced Strength, Naruto menghilangkan semua semua Kage Bunshin, dan mulai merasakan semua memory masuk kedalam otaknya, beristirahat sebentar Naruto mencoba mengaplikasikannya, berkonsentrasi penuh chakra berpendar biru terbentuk di kakinya hingga mata kaki, memfokuskan diri, Naruto mulai menendang badan pohon dengan sekuat tenaga.
Badan pohon yang di tendang oleh Naruto hancur dan rubuh kearah samping hingga menyebabkan bunyi debam pohon jatuh, Naruto yang melihat hasil kerjanya melotot tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"What the hell this power, this is incredible power!" Naruto sedikit terkejut karena tendangannya naik dua atau tiga kali lipat kekuatannya.
Tidak berapa lama chakra berpendar biru di bawah kakinya hilang, nampaknya Naruto baru bisa bertahan selama satu menit ketika mengeluarkan Chakra Enhanced Strength, tapi Naruto berasumsi bahwa dalam pertarungan sesungguhnya pasti tidak akan sampai satu menit, memang Naruto tergiur dengan Genjutsu dan Ninjutsu lainnya, tapi setelah melihat efek power yang di dapat dari Chakra Enhanced Strength mau tidak mau Naruto harus memutuskan untuk Ninjutsu dan Genjutsu lain kali jika Chakra Enhanced Strength sudah bisa bertahan selama kurang lebih minimal 15 menit selama pertempuran berlangsung.
Melihat hari sudah mulai gelap Naruto bersiap-siap untuk pulang ke apartemen miliknya tidak lupa mampir ke Akimichi Restaurant untuk mendapatkan konsumsi gizi seorang shinobi.
Bisa di bilang Akimichi Restaurant tempat makan kedua Naruto setelah Ichiraku Ramen, dan sama seperti Ichiraku Ramen, Akimichi Restaurant juga memberikan kupon gratis kepada Naruto sebagai pelanggan tetap.
To Be Continued
A/N : Wah tidak menyangka banyak yang merespon dengan baik Fiction saya dengan setting dunia shinobi. Untuk masalah rated memang saya masukan kedalam kategori Mature, karena saya berniat untuk membuat adegan Lemon, tapi itu masih lama. Untuk perkembangan tubuh Naruto yang cepat nanti saya jelaskan di chapter-chapter selanjutnya, untuk pairing saya sudah berikan clue siapa wanita yang cocok bersama Naruto di chapter ini, mudah-mudah kalian suka dengan pairingnya nanti. Karena saya berpikir wanita itu cocok sama Naruto yang sudah mulai tumbuh menjadi dewasa. Maaf yang minta Doujutsu atau Mokuton saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda, dan untuk Hyouton masih saya pikirkan lebih lanjut. Naruto tidak pintar hanya saja Naruto mempunyai sifat Hardworker dan pantang menyerah, untuk kemampuan otak Naruto sendiri berkembang lewat pelatihan melalui Kage Bunshin.
Terima kasih yang sudah review, follow, maupun yang sudah favorite Fiction saya yang ini, bisa di bilang saya akan fokus kepada Fiction ini, dan dua Fiction lainnya akan saya kerjakan sedikit demi sedikit.
Untuk masalah update saya tidak ada jadwal updatenya.
Sekali lagi terima kasih sudah mampir di Fiction saya, semoga chapter 2 ini dapat memuaskan para pembaca sekali. Sebagai pembaca yang baik alangkah baiknya meninggalkan jejak di kotak Review setelah membaca, akhir kata saya undur diri dari hadapan kalian semua, sampai bertemu di chapter depan.
