My Heart is All You

Author : L-chanLee

Maincast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and other

Rate : T

Genre : Romance / Hurt

Lenght : ThreeShoot

Summary : Pertemuan pertama seorang namja bernama Cho Kyuhyun yang baru saja kehilangan kedua orangtuanya saat kecelakaan lalu lintas terjadi dengan seseorang yang membuatnya bisa menghapus perasaan sedih akan kedua orantuanya. Namun, 'dia' akan segera pergi meninggalkan namja itu ke rumah Tuhan.

Warning : GS/ typo dimana-mana/ alur cepat-lambat tergantung mood L #plak

Disclaimer : Cast milik Tuhan, orangtua, agensi, dan diri mereka sendiri. Tapi cerita, murni milik saya, istri sahnya Kim Jongwoon #plak

.

.

D chap akhir ini ada beberapa cameo yang L munculin.

Okey, langsung aja...

Happy reading ^^...

.

.

o.o.o.o.o.o.o.o.o

.

Kyuhyun POV...

.

.

Ini adalah hari yang kutunggu-tunggu. Dengan seragam SM highschool yang melekat dengan rapi ditubuhku, aku menunggu namaku dipanggil. Tepat disana, aku akan berpidato untuk upacara penerimaan murid baru.

Ya, seminggu yang lalu aku resmi lulus dari SMP ku dan masuk di SM highschool ini.

Tapi, kenapa aku sangat menantikan hal itu? Pasti seperti itu pertanyaan yang ada didalam kepala kalian.

Semua itu, karena yeoja yang amat sangat kucintai berkata akan datang. Ya, yeoja itu adalah Sungmin noona. Tepat kemarin malam sebelum yeoja cantik itu akan tidur dan beristirahat, ia berkata akan datang ke upacara penerimaan murid baru di sekolah ku.

Dan saat itu pula, aku mengucap janji didalam hatiku untuk menunjukkan sisi dewasa ku didepan yeoja cantik itu. Aku ingin menghapus pemikirannya bahwa aku masihlah seorang remaja labil yang butuh dibimbing.

Tak lama, namaku pun dipanggil kepdepan. Yah, seperti yang kalian lihat, aku lulus dengan nilai yang hampir sempurna. Karna itulah aku disuruh berpidato didepan siswa lain.

Akupun segera melangkah maju menuju mimbar. Aku melihat kesekeliling, berharap dapat menemukan keberadaan yeoja cantik yang sudah membuatku terlalu jatuh dengan pesonanya.

Tapi, aku tidak melihatnya. Dimana yeoja cantik itu? Apa ia masih dijalan? Ataukah ia tak jadi datang?

Akupun menggelengkan kepalaku, ia tidak mungkin tidak datang. Ia sudah berjanji padaku. Mungkin ia hanya terlambat datang.

Akhirnya, dengan mood yang semakin menurun, akupun berpidato membuka upacara penerimaan murid baru itu.

.

.

Kyuhyun pov end.

.

.

Sementara itu...

.

Didalam sebuah ruangan dengan berbagai macam alat medis, tampak beberapa dokter dan suster yang sibuk hilir mudik dengan wajah panik. Mereka terlihat sibuk menangani seorang yeoja yang terbaring lemah dengan mata yang tertutup rapat di atas ranjang di ruangan itu.

Terlihat di layar Elektrokardiograf (EKG)[1] detak jantung yeoja itu yang semakin melemah.

"Uisanim, detak jantung pasien melemah!"

"Siapkan ICD[2]!"

Seorang suster nampak sibuk menyiapkan alat yang diminta sang dokter "Sudah siap Uisanim!"

"Clear!"

Deg!

Terlihat tubuh itu menegang, namun detik kemudian tubuh mungil itu tampak melemah kembali.

"Detak jantungnya makin melemah Uisanim!"

"Tinggikan voltasenya!"

Deg!

Sekali lagi, tubuh itu menegang namun melemah kembali.

Hingga beberapa detik kemudian terdengar bunyi piip yang sangat panjang dan garis lurus yang tampak pada monitor EKG.

Dengan wajah lelah campur sedih, sang dokter menutup tubuh yeoja itu dengan kain. "Catat waktu kematiannya dan segera hubungi kerabat dekatnya." Ujarnya.

.

.

o.o.o.o.o.o.o.o.o

.

.

Tampak seorang namja tampan dengan seragam highschool nya sedang dikerubuti oleh beberapa siswi yang sibuk mencari perhatiannya. Sang namja tampan hanya mampu memberikan senyuman kecil untuk membalas sapaan dari para siswi itu.

"Kyuhyun-ah!"

Kyuhyun, namja tampan itu segera menoleh begitu namanya dipanggil. Nampak seorang namja dengan charisma yang sama dengan Kyuhyun berlari kearah namja tampan itu.

"Oh? Minho-ya!"

Kyuhyun pun segera mendekati namja berkarisma itu, Minho, yang merupakan sahabat SMP nya.

Namun, bukannya ucapan selamat dan rindu pada sahabatnya, namja bermarga Choi itu tampak gelisah. Hal itu membuat kerutan samar nampak diwajah tampan Kyuhyun.

"Wae Minho-ya?" tanya Kyuhyun.

"Kyu, kau tidak kerumah sakit?" ujar minho, membuat kerutan makin terlihat didahi Kyuhyun. Ia mulai merasakan firasat tak enak.

"Wae? Kenapa aku harus kerumah sakit? Aku baik-baik saja."

Kemudian terdengar suara dering handphone dari saku blazer Minho. Dengan cepat Minho mengambil handphonenya dan menjawab panggilan dari si penelepon.

"Yeoboseyo hyung. Apa kau belum menghubungi Kyuhyun?"

"..."

"Mwo? Belum sempat? Pantas Kyuhyun belum tahu dan masih berada disini."

"..."

"Oh, ne. Annyeong hyung."

PIP

"Wae? Apa yang belum diberitahu kepada ku?" begitu selesai menjawab telepon dari hyungnya, Kyuhyun segera menanyakan hal itu pada Minho. Firasatnya semakin tak enak. Dan semua itu berujung pada sosok yeoja yang ia cintai.

Minho hanya bisa memasang wajah sedih dan perihatin. "Siwon hyung bilang, beberapa saat lalu, Sungmin noona meninggal."

Kyuhyun terdiam. Ia shock.

Bagaimana mungkin, orang yang ia cintai harus pergi? Kenapa semua orang yang ia cintai harus pergi? Apakah Tuhan tidak suka padanya sehingga mengambil semua orang yang ia cintai?

Dengan sekuat tenaga, Kyuhyun berlari ke rumah sakit, mengabaikan Minho yang berteriak kepadanya.

.

.

o.o.o.o.o.o.o.o.o

.

.

Suasana pemakaman hari itu nampak sangat suram. Orang-orang yang datang hanya bisa tertunduk sedih dan menangis melihat tubuh yeoja cantik yang mereka sayangi masuk kedalam tanah.

Seorang yeoja paruh baya nampak menangis sejadi-jadinya melihat tubuh putri semata wayang nya pergi. Sementara seorang namja paruh baya yang diketahui sebagai suami yeoja paruh baya itu hanya bisa memeluk tubuh lemah istri dan anak laki-lakinya yang hanya bisa menangis dalam diam.

Terlihat tak jauh dari keluarga itu, seorang namja tampan dengan jas serba hitam nya memandang kosong pada peti mati yang membawa tubuh yeoja yang ia cintai kedalam tanah.

Hujan yang turun seolah tahu suasana hati namja itu dan bermaksud untuk menutupi jejak airmata di pipinya.

Orang-orang yang datang pun segera pulang setelah mengucapkan beberapa kata penyemangat pada pihak keluarga yang ditinggalkan.

Tiba-tiba, hujan tak lagi menaungi namja tampan itu, sebuah payung nampak terbentang menutupi tubuh namja tampan itu. Orang itu tampak menepuk pelan bahu sang namja tampan.

"Aku turut berduka Kyu." Ujar Siwon, salah satu dokter yang menangani Sungmin. Ya, yeoja itu adalah Sungmin. Sementara namja tampan itu, Kyuhyun, hanya bisa menatap sekilas sang dokter. "Ini kami temukan di bawah bantal Sungmin saat membereskan kamarnya. Ditujukan untukmu." Ujarnya lagi sambil memberikan sebuah amplop putih dengan nama Kyuhyun disana.

Kyuhyun pun segera mengambil amplop itu dan membukanya perlahan. Kalimat demi kalimat dibacanya dengan seksama.

Tak terasa, air mata kembali bergulir dari kedua belah mata itu, turun melalui pipinya yang putih pucat.

.

.

.

Dear, Kyunnie.

Jika kau membaca surat ini, berarti aku sudah tidak ada di sini lagi. Hahaha...

Kenapa aku sangat pesimis kalau kau akan menemukan surat ini dengan cepat yah? Hahaha,, tapi, inilah aku. Terlalu lemah untuk mengatakannya langsung padamu.

Selamat karna sudah masuk SMA Kyunnie. Kau pasti sangat tampan dan berwibawa saat membacakan pidato itu. Aahh! Aku jadi ingin melihatnya. XD

Padahal, dulu kau adalah anak yang sangat jahil sampai-sampai para suster sering memarahimu. Hehe...

Tapi aku yakin, kau akan tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang akan memikat banyak hati para yeoja. Hmm,, memikirkan hal itu aku jadi cemburu...

Oh iya, kyunnie...

Sebenarnya..., ada hal yang ingin aku katakan padamu langsung.

Aku ingin mengatakan, kalau aku juga menyukaimu. Yah, aku, Lee Sungmin menyukai Cho Kyuhyun.

Aku sangat ingin selalu bersamamu,

Tapi aku tau, waktuku tak banyak.

Aku harus kembali pada-Nya cepat atau lambat.

Dan karna itu, jangan sedih kalau aku tidak ada yah ^^

Kau harus terus melanjutkan hidupmu dengan senyuman, ingat itu!

Saranghae Cho Kyuhyun.

Lee Sungmin.

.

.

.

'aku berjanji akan terus tersenyum menjalani hidupku, tapi selamanya, hatiku hanya akan tertuju padamu, Minnie'

.

.

END

.

.

Keterangan :

[1] Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu.

[2] Untuk memonitor irama jantung dan meningkatkan detak jantung ketika melambat, pada dokter biasanya menggunakan alat yang disebut Implantable Cardioverter Defibrilator (ICD).

.

.

SELESAIII... \(0A0)/

Mian ga bisa nepatin permintaan kalian soal min yg sembuh. Abis kalo kyk begitu, ceritanya jadi melenceng.

Tapi, gimana menurut kalian soal chap kali ini? L ngebut lho ngetiknya :3 .Dan pas L ngetik surat min buat kyu, L pengen nangis TAT padahal L yg buat. *nah lho?

Ga tega juga siih sebenernya, tapi apa boleh buat. Plot ceritanya emang kayak gtu. Dan kalo misalnya ada salah2 kata soal nama alat2 dan fungsinya yang L sebut di atas, mian yaa. L masih awam sama alat2 itu. L aja sampe bolak balik google ahjushi/? Hehe...

Dan chap ini udah L panjangin. Udah panjang kan yak? *malah nanya* #plakk.

Okey, walaupun ini chap terakhir, L mohon reviewan nya yaah. L terima kritik dan saran yg membangun. L tau kalo L ini masih banyaaaaakk banget kurangnya. Hehehe...

Jeongmal gomawoyo buat readersdeul yang udah review chap kemarin XD *hugkisseu

KobayashiAde | dewi. | MingKyuMingKyu | PaboGirl | Guest | abilhikmah | imAlfera | prfvckgyu

Sampai jumpa di ff L yang lain, annyeong XD