CHAPTER 2
Title : All Of Me
Author : strawbaek
Pairing : Chanbaek
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Oh Sehun, Kim Junmyeon, Do Kyungsoo
Rate : T
Warning: boy x boy/yaoi. If you dont like, please kindly click "X" button on your page.
Note : This is purely a yaoi fict so if you a straight couple shipper dont ever read this because youll definitely ended up with feeling weird. Eheh i'll update every chapter on twitter so you can check it on /strawbaek. Happy reading~~~~~
Here we go!
"aaaarrgghh!" Chanyeol mengerang frustasi. Ia masih tidak habis fikir mengapa Baekhyun menjadi seperti ini, mencampakkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas. Ia terduduk dilantai samping tempat tidurnya dan memegangi boneka rilakkuma miliknya pemberian Baekhyun, sesaat kemudian bayangan namja mungil itu mulai terputar dipusat pikirnya layaknya sebuah film, senyum manis itu, tawa renyah itu, manik mata indah itu, bibir tipis itu terus menyiksa Chanyeol karena rasa rindunya. Ia mencoba memutar otaknya untuk mengingat apa yang telah ia lakukan hingga Baekhyun seperti ini namun entah ia bodoh atau bagaimana ia tidak mengingat apapun, ia meruntuki dirinya atas kebodohannya namun setelah itu ia tersenyum bodoh menyadari bahkan ia sudah menjadi bodoh ketika ia pertama kali menyadari bahwa ia menyukai Baekhyun. Ia memeluk erat boneka itu kemudian menutup mata. Mencoba menenangkan hati dan pikirannya. Bukannya semakin tenang Chanyeol justru nampak gelisah, ia mulai bertanya – tanya kemana Baekhyun dan Jongin pergi, sudah 3 jam lebih mereka pergi dan belum kembali, Chanyeol tahu persis karena ia selalu melihat kearah arlojinya setiap dua menit sekali dan melongo kepintu barangkali Baekhyun muncul disana dengan tiba – tiba. Suasana dorm menjadi sedikit lengang, entah siapa saja yang berada didalamnya tapi sepinya membuat Chanyeol seakan mendengar derap langkah semut – semut yang berbaris didinding.
Sesaat kemudian seseorang memasuki kamar Chanyeol dengan tiba – tiba yang membuat Chanyeol terlonjak kaget sekaligus berharap itu adalah Baekhyun namun..
"hyung apa yang kau lakukan?" Suara itu membuat Chanyeol sedikit kecewa, bukan Baekhyun.
"..."
"haaaah capek sekali" maknae itu menjatuhkan badannya ke atas ranjang. Chanyeol hanya melirik dengan ekor matanya sebelum akhirnya bertanya, "dari mana kau?"
"berjalan – jalan dengan Baekhyun dan Jongin." Chanyeol langsung memutar badannya dan duduk bersila menatap penuh tanya kearah sehun. Sementara maknae itu hanya menatap balik dan seolah bertanya "wae?" dengan pandangannya.
"bukankah Baekhyun sedang berkencan? Dan bukankah ia melarangmu untuk ikut tadi?" Chanyeol menata nada suaranya agar tidak terlihat seperti orang menginterogasi.
"entahlah namun sebelum berangkat Baekhyung memintaku untuk ikut karena ia tidak ingin dibilang berkencan dengan namja yang mungkin akan reflek menari ketika mendengar musik, itu akan memalukan katanya." Ucap Sehun panjang lebar menirukan apa yang Baekhyun katakan sementara Chanyeol hanya mengangguk dan kemudian berusaha acuh dengan topik itu walaupun Chanyeol juga yakin jika Sehun sudah tidak ada disitu ia akan berteriak, loncat, dan tersenyum lebar karena itu berarti Baekhyun hanya menggertaknya saja tanpa berniat untuk benar – benar berkencan dengan Jongin.
"mengapa kau tersenyum begitu hyung?" Sehun yang ternyata memperhatikan Chanyeol daritadi hanya terheran melihat tingkah Chanyeol yang sesekali tersenyum gila
"umm ne?"
"kau terlihat seperti orang bodoh." Kata Sehun sambil tersenyum jail
"bukankah semua orang sudah tau?" Chanyeol menyempurnakan ejekan Sehun dengan senang hati karena suasana hatinya sudah berganti menjadi merah muda lagi.
"hahahaha mwoya kau benar – benar bodoh" Sehun melempar salah satu bantal kearah Chanyeol sabil tertawa yang kemudian ditangkap dengan sempurna oleh sitelinga lebar.
"waktunya makan malam hyung." Sehun bangkit dari kasur dan berdiri tepat disamping Chanyeol, memberikan isyarat untuk keluar dan menuju ruang tamu.
"kau duluan, aku akan menyusul." Ujar Chanyeol seraya berdiri dan meletakkan bantal ditempat semula.
"baiklah." Sehun pun meninggalkan Chanyeol sendirian dan berjalan menuju dapur. Si namja dengan suara bass itu langsung menghambur – hamburkan bantal dan guling sambil melompat keatas tempat tidur. ia berjingkrak – jingkrak layaknya anak kecil yang baru saja dibelikan mainan baru. Sibuk dengan dirinya sendiri ia sampai tidak sadar seseorang tengan mengamatinya diambang pintu dengan mulut terbuka lebar. Sedangkan Chanyeol terus berputar – putar sambil melempar bantal dan guling keatas penuh suka cita sampai akhirnya ia berputar menghadap pintu dan darahnya berhenti mengalir seketika, Chanyeol mematung.
"apa yang sedang kau lakukan?" Baekhyun memecah keheningan masih dengan wajah heran dan bingung
"umm engg tidak, umm hanya...bermain iya bermain. Apa Baekhyunie mau bermain bersama ini sangat asik!" Chanyeol memaksakan nada antusiasnya. Baekhyun hanya terdiam dengan memicingkan matanya menatap Chanyeol dengan pandangan aneh lalu berjalan menuju kursi disamping tempat tidur mereka. Baekhyun melirik Chanyeol sebentar sebelum melihat sekotak cokelat kesukaannya, Chanyeol mengerti apa maksud lirikan itu sehingga sedetik kemudian ia membuka mulutnya untuk mengutarakan sesuatu, "terimakasih." Belum sempat Chanyeol berkata mulut yang terlihat lucu ketika mngerucut itu mendahului deretan kata yang sudah susah payah Chanyeol bawa kerahangnya.
"n-ne." Chanyeol hanya mampu mengucapkan dua buah huruf itu. Namun sedetik berikutnya, "waktunya makan malam Baek."
"kau duluan" Baekhyun hanya menjawab tanpa menoleh kearah Chanyeol yang membuat si suara bass itu berlalu dengan kikuk menuju ruang makan. Sementara tangan mungil itu mulai membuka kotak cokelat kesukaannya, ia mengambil salah satu cokelat dan mulai memakannya, sesaat ia mengulas senyum, menyentuh butiran butiran cokelat yang terbungkus kertas berwarna emas yang kemudian ia membelalakkan matanya melihat benda asing disana. Baekhyun mengernyitkan dahinya, mengambil barang asing itu dan mengangkatnya tepat didepan hidungnya, cincin. Sebuah cincin putih polos dengan ukiran "B" ditengahnya, Baekhyun mencari benda lain yang barangkali ada disitu dan benar saja, didasar kotak ia menemukan kertas yang bertuliskan tangan orang yang sangat ia kenal, "kau tak perlu kaget, cukup temui aku dibalkon setelah makan malam selesai.", tidak salah lagi ini pasti dari Chanyeol. Baekhyun pun segera beranjak ke ruang makan menyusul yang lain yang telah rapi duduk ditempatnya masing – masing. Seperti biasa, semua member akan menyisakan satu tempat duduk disamping Chanyeol untuk Baekhyun, namja dengan suara nyaring itu sesegera duduk disana dan menatap gugup kearah Chanyeol. Well, Chanyeol terlihat cukup tenang meski selama makan malam berlangsung ia tak henti – hentinya melirik kearah Baekhyun yang sedari tadi tak mengeluarkan sepatah katapun.
"Baekhyun apa kau sakit?" tanya Suho
"emm..umm tidak. Aku hanya umm, gwenchana" baekhyun emngangkat kepalanya menatap Suho dan tersenyum
"kau yakin?" Suho memastikan
"tapi kau tidak seheboh biasanya, biasanya kau akan berteriak atau membuat lelucon atau bercerita panjang lebar atau mengerja-" ucapan Kyungsoo terhenti ketika Baekhyun berkata, "lihat kau sudah menggantikan tugasku malam ini untuk menjadi berisik." Kyungsoo langsung mengatupkan bibirnya, ia menyadari sepertinya kali ini Baekhyun sedang tidak dalam mood yang baik. sedangkan Chanyeol hanya menghela nafas berat, entah benar atau tidak tapi ia merasa ini semua karena pesannya dalam cokelat itu, apakah Baekhyun tidak menyukai caranya? Ia bertanya – tanya dalam hati.
Jam makan malam telah habis, para member mulai meninggalkan tempat makan dan beralih ke ruang tv, sebagian dari mereka langsung masuk kekamar. Chanyeol berjalan menuju balkon, entah Baekhyun akan menemuinya atau tidak yang penting ia akan tetap menunggu. Kini Chanyeol tengah berdiri mengadap ke arah kolam tepat dibawa balkon, ia merenung sesaat. Membayangkan apa yang akan ia katakan nantinya ketika Baekhyun enggan menemuinya dan mau tidak mau mereka harus tidur dalam satu ranjang, akan sangat canggung. Namun belum sempat otak Chanyeol menemukan jawaban, seseorang mengagetkannya dari arah belakang. "Chanyeolie.."
Chanyeol terlonjak kaget ketika Baekhyun berjalan mendekatinya, namja kecil itu tampak gugup dan beberapa kali mengusap tengkuknya, sampai akhirnya ia berdiri didepan Chanyeol dan menunduk malu.
"ada apa?" Tanya Baekhyun tanpa menoleh kearah Chanyeol
"umm..kau sudah menemukan cincin itu kan?"
"belum"
"mwo?! Belum? Kau yakin? Kau yakin tidak menemukan cincin itu? Apakah terjatuh atau aku lupa menaruhnya dimana ya Tuhan bagaimana ini aku-" Chanyeol terdiam ketika Baekhyun mengangkat tangannya kedepan wajah Chanyeol memperlihatkan jari lentiknya dan memberitahu bahwa cincin itu sudah terpasang indah dijari manisnya. Chanyeol menghembuskan nafas lega sementara Baekhyun tersenyum- umm bukan senyum canggung seperti akhir – akhir ini namun senyum Baekhyun yang sesungguhnya, senyum dimana menunjukkan bahwa hati namja itu tengah bahagia.
Chanyeol mengambil tangan kecil itu lalu ia genggam dengan lembut, kemudian menuntunnya duduk disofa panjang yang ada di ujung balkon. Baekhyun terus mengamati apa yang Chanyeol lakukan, sesaat ia menahan nafas ketika namja itu mulai membuka mulutnya.
"aku tidak tau mengapa kau menghindariku akhir – akhir ini..aku..umm.." Chanyeol kehilangan kata – kata ditengah ia mengutarakan perasaannya kepada Baekhyun yang masih menunggunya menyelesaikan kalimatnya dengan lengkap
"aku berantakan jika kau tak ada disampingku." Pada akhirnya kalimat itu selesai juga bersamaan dengan mengeratnya genggaman dijari Baekhyun. Chanyeol menatap Baekhyun dengan lekat, mencoba meyakinkan Baekhyun bahwa ia mengatakan yang benar – benar ia rasakan.
"aku..aku tak bermaksud menghindarimu."
"lalu?"
"aku..aku hanya merasa cemburu melihatmu dipasang – pasangkan dengan peserta roomate itu." Ujar Baekhyun cepat masih dengan menundukkan kepalanya. Senyum Chanyeol mengembang lebar namun ia segera mengerucutkan bibirnya dan balas bicara, "seharusnya aku yang cemburu kau malah pergi berkencan dengan Jongin, apa maksudmu hah?"
"ya! Ya! Kau tidak usah pura – pura tidak tahu kalau aku juga pergi bersama Sehun. Kau pikir aku tidak tahu alasan kau melompat – lompat diatas tempat tidur itu hah?" Baekhyun mencibir Chanyeol dengan sebal
"tapi kau tidak seharusnya cemburu aku tidak melakukan apapun di roomate itu lagi pula semuanya ada di script jadi aku tidak mungkin melakukan apapun diluar itu. Kau tak perlu membuang tenagamu untuk mengerucutkan bibirmu ketika kau ada didepanku seperti ini dan seharusnya kau juga tau-" Chanyeol berhenti ditengah jalan, ia seperti salah langkah, jika ia bisa berputar arah layaknya orang yang salah jalan mungkin ia akan membating setir kemudinya kemudian berjalan jauh meninggalkan kalimat bodohnya itu.
"tau apa?" Baekhyun menantang
"ung..umm.." Chanyeol menggaruk kepalanya dengan sebelah tangan. Baekhyun mencondongkan badannya mendekat kearah Chanyeol dan berusaha mencari jawaban disana, menatap lekat manik mata Chanyeol yang justru seakan terhipnotis oleh mata sipit Baekhyun. Dalam sepersekian detik Chanyeol tersadar dan justru ikut memajukan badannya, menyisakan beberapa senti dari wajah Baekhyun, Chanyeol memantapkan hatinya dan mencoba menemukan kembali pita suaranya, "tau jika aku..menyukaimu." Chanyeol sengaja mempertegas kata 'menyukaimu' untuk membuat Baekhyun yakin. Namja yang tadinya menghipnotis Chanyeol dengan tatapannya itu justru sekarang terlihat terhipnotis dengan kalimat Chanyeol. Baekhyun seakan masih memproses kalimat yang baru saja Chanyeol desiskan didepannya, sedangkan Chanyeol mulai memiringkan wajahnya, menghiraukan ekspresi kosong Baekhyun yang masih belum tersadar dari pikirannya dan mulai menempelkan bibir tebalnya diatas bibir tipis itu, memegang tengkuk Baekhyun agar agak mendongak keatas untuk mempermudah aksinya. Baekhyun terlihat kaget dan menegang namun sesaat kemudian ia mulai tenang dan justru memejamkan matanya, membiarkan bibir tebal milik Chanyeol menguasai bibirnya dan lidah Chanyeol mulai menjelajah masuk kedalam mulut Baekhyun. Untuk beberapa saat mereka masih tenggelam dalam ciuman lembut namun dalam itu, saling memagut satu sama lain dan mengeluarkan erangan halus sampai akhirnya mereka terpaksa melepasnya sebelum mereka kehabisan nafas. Baekhyun terlihat terengah – engan sedangkan Chanyeol masih menatap Baekhyun dan mencoba mengontrol nafasnya, "kau terlihat bodoh Baek" Chanyeol mulai terkekeh dan dibalas oleh satu jitakan keras dikepalanya.
"ya!" baekhyun setengah berteriak, Chanyeol buru – buru membungkam mulut Baekhyun dengan tangan besarnya kemudian melepasnya lagi ketika puppy kecil itu mulai tenang.
"Chanyeolie.."
"ne?" jawab Chanyeol sambil membenarkan genggaman tangannya
"kita bertindak jauh melebihi seorang teman tapi kita hanya teman. aku merasa kita seperti sedang menaiki komedi putar. Seakan – akan kita sudah berjalan jauh sekali namun sebenarnya kita tidak kemana mana. Capek, tapi tidak bisa berhenti." Baekhyun menatap sendu raut wajah Chanyeol yang kini melembut
"ayo kita berhenti sekarang" Kata Chanyeol memegang lembut pipi Baekhyun yang masih merona
"eum?" Baekhyun mendongakkan kepalanya lebih tegak
"berhentilah menjadi temanku Baek, karena aku sedang memintamu untuk menjadi kekasihku. Jadi maukah kau?" Chanyeol menatap lembut kearah Baekhyun, menunggu simanis itu memberikan jawaban atas pernyataan cintanya, Baekhyun tersenyum kemudian ia mengangguk malu. Chanyeol tersenyum lebar dan kemudian membawa Baekhyun dalam pelukannya, puppy manis itu menyembunyikan rona merah dipipinya kedalam dada bidang Chanyeol, detik berikutnya ia merasakan ciuman lembut dipuncak kepalanya.
"Chanyeolie.."
"eum?" Chanyeol yang sedang menopangkan dagunya diatas kepala Baekhyun itu hanya menjawab pelan tanpa mengubah posisinya.
"Bagaimana dengan member, mereka akan marah jika mengetahui ini apalagi kita sedang dalam proses untuk comeback?" baekhyun bertanya khawatir
"serahkan semuanya padaku, aku yang menjelaskan kepada mereka." Chanyeol berkata mantap, dan namja mini itu hanya mengangguk dalam pelukan tangan raksasa milik Chanyeol.
"kalau kalian merasa dingin sepertinya berada didalam akan lebih baik." tiba – tiba suara Suho memecahkan keheningan. Baekhyun langsung menarik diri dari pelukan Chanyeol dan berdiri dengan gugup, "n-ne" kemudian ia langsung berjalan mengekor dibelakang Suho dan diikuti oleh Chanyeol yang mengela nafas dengan berat.
Sekarang member exo sedang berada diruang latihan ketika Suho masuk kedalam ruangan, "guys..ada yang ingin aku sampaikan."
"apa?" semua member terlihat ingin tahu
"umm ada perubahan tempat tidur di dorm.." Baekhyun dan Chanyeol saling berpandangan seakan tahu apa yang dipikirkan satu sama lain
"aku dan Sehun akan berbagi tempat tidur, Kyungsoo dengan Chanyeol dan Baekhyun dengan Jongin." Ujar Suho seraya membacakannya dari sebuah kertas
DEG. Baekhyun dengan Jongin. Lalu ingatan Chanyeol terputar ketika beberapa waktu silam Jongin pernah berkata bahwa ia mengagumi dan menyukai Baekhyun, mungkin jika ia adalah seorang wanita Jongin akan jatuh dalam pesonanya.
Chanyeol kau dalam bahaya.
TBC.
Hullo guys Chapter 2 is out! Yeay penasaran tak? Hahahaha anyway maaf ya gabisa bales reviewnya dulu yang jelas makasih kalian yang udah baik hati buat ninggalin review yeheey yang belum jangan jadi silent readers please, your review would mean a lot to me okaaay. Oiya maaf juga kalo banyak typo ya semoga kalian ngerti maksudnya gue mau ngetik apaan haha Review dulu yang banyak baru gue lanjut Chanpter 3 hehehe once again thanks buat kalian yang udah mau baca ff abal ini lol see you on the next chapter!
